Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
LAWAS SAMAWA DALAM PROSESI PERKAWINAN TRADISIONAL ETNIK SAMAWA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memberikan wawasan dalam bidang ilmu budaya, dan bahasa khususnya budaya Sumbawa, (2) upaya pelestarian budaya dalam tahapan perkawinan Samawa dan mengungkap budaya yang terkandung di dalamnya agar dapat menjadi pedoman tingkah laku masyarakat, khususnya masyarakat Sumbawa sehingga sesuai dengan ajaran kearifan dari leluhur dan sesuai dengan tingkah laku yang didasarkan pada adat-istiadat, Al-Quran serta Hadist. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk leksikon dalam lawas Samawa mencerminkan dinamika komunikasi dan sosial masyarakatnya, (2) teknik penyajian syair-syair lawas Samawa dimanfaatkan sebagai strategi kesantunan, di karenakan bahasa Sumbawa tidak memiliki tingkatan bahasa, (3) pandangan hidup masyarakat Samawa masih berpegang teguh pada sistem adat istiadat dan kepercayaan yang telah lama dijalani sejak zaman kesultanan Sumbawa
JALAN MENUJU SURGA (Anak Muda, Media Sosial & Komunitas Sosial di Sumbawa)
Komunitas sosial yang digerakkan oleh anak muda semakin berkembang & dikenal ketika media sosial mulai banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Informasi, promosi & kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan ditampilkan di media sosial sebagai ajang tontonan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku-perilaku anak muda dalam menggunakan media sosial saat menginformasikan tentang komunitas sosial yang mereka ikuti. Menurut Sigmunt Freud, anak muda merupakan fase dimana seseorang masih dianggap sebagai seorang anak-anak, namun telah diberikan tanggung jawab sebagai orang dewasa. Fase tersebut akhirnya membuat mereka ingin melakukan pembuktian dengan menunjukkan dirinya di tengah masyarakat, salah satunya dengan kegiatan sosial. Akhirnya, komunitas-komunitas sosial tersebut tidak hanya menjadi lokasi pembuktian diri saja, namun menjadi gaya hidup & salah satu cara untuk memper-tontonkan kebaikan dihadapan masyarakat
PELATIHAN KOMUNIKASI MEDIATIF (KOMEDIATIF) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DENGAN PESERTA DIDIK DI KELAS)
Komunikasi merupakan unsur terpenting dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, sebagian guru matematika di sekolah menengah pertama negeri di Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa NTB memiliki masalah terkait salah satu aspek kompetensi pedagogik yaitu kurangnya kemampuan komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada guru tentang komunikasi interpersonal dan mengukur perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal guru antara sebelum dan setelah Pelatihan Komunikasi Mediatif. Setelah melalui uji validitas dan reliabilitas, skala diberikan kepada peserta didik dalam tigas tahap, yaitu pretest, posttest dan follow up. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t-berpasangan, uji peringkat-bertanda Wilcoxon dan uji McNemar menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi interpersonal guru antara sebelum pelatihan (pretest) dengan setelah pelatihan (posttest) dan antara sebelum pelatihan (pretest) dengan tindak lanjut pelatihan (follow-up). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pada saat sebelum pelatihan sekitar 70% guru memiliki kemampuan interpersonal kategori sedang dan pada saat setelah pelatihan dan tindak lanjut pelatihan 72% guru memiliki kemampuan interpersonal tinggi. Skor skala posttest dan follow-up yang relatif sama menunjukkan bahwa para guru tetap konsisten menerapkan prinsip-prinsip komunikasi mediatif dalam proses pembelajaran di kelas
ANALISIS SUMBER- SUMBER PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN WILAYAH DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Penelitian ini menggambarkan struktur dan pola perubahan pertumbuhan sektoral dalam perekonomian. Penelitian ini juga di desain untuk menentukan sektor-sektor unggulan sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu penelitian ini juga dapat digunakan untuk melihat besarnya ketimpangan serta faktor yang menyebabkan terjadinya ketimpangan antar wilayah di provinsi NTB. Alat analisa yang di gunakan dalam penelitian ini adalah shift share dan Indeks Theil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam nilai National Share (N) tidak terdapat sektor-sektor ekonomi yang tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor-sektor ekonomi yang sama di tingkat Nasional. Sementara itu berdasarkan Proportional Shift (P) terdapat sektor yang memiliki nilai negatif dan ada pula yang bernilai positif. Nilai Differential Shift tanpa migas menunjukkan tidak terdapat sektor-sektor ekonomi yang tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor-sektor ekonomi yang sama di tingkat Nasional. Hasil Indeks Theil tanpa migas menunjukkan sangat merata. Namun apabila dengan migas menunjukkan nilai indeks Theil nya mendekati 1 yang berarti sangat timpang.
Kata Kunci : Sumber-sumber ekonomi, Ketimpangan wilayah, Shift share, Indeks Thei
PENDEKATAN KOLABORATIF UNTUK PENERAPAN ENERGI LAUT INDONESIA
Pengembangan energi laut di Indonesia menggunakan strategi “double track”, yaitu (1) mendorong pemanfaatan teknologi nasional untuk menghasilkan pembangkit listrik skala kecil demi pemerataan akses energi terutama di daerah terpencil dan perbatasan, (2) menjalin kerjasama internasional untuk implementasi energi laut skala menengah dan besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar minyak dan sumber energi konvensional lainnya (Guru besar bidang energi laut ITS, Prof. Ir. Mukhtasor, M.Eng., 2014).Sejak tahun 2011 telah dilakukan berbagai upaya pengembangan energi laut. Mulai dari program strategis hingga pada tataran teknis. Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI) yang dibentuk tahun 2011 secara massif melakukan sosialisasi, penyusunan road map regulasi, penetapan metode perhitungan potensi energi laut, survei secara berkala, hingga menjalin kerjasama nasional maupun internasional. Dan pada tataran implementasi telah dilakukan tahap field test untuk pembangkit listrik gelombang laut (PLTGL-SB 1-10 kW, 2008-2015) dan field testpembangkit listrik arus laut Tipe Darrieus (PLTAL, 2-10 kW, 2006-2015)
ANALISIS PENGARUH PERSEPSI KUALITAS DAN PERSEPSI NILAI TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN MINAT BELI ULANG
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh persepsi kualitas dan persepsi nilai yang diliputi nilai fungsional, nilai emosional dan nilai sosial terhadap kepuasan konsumen dan minat beli ulang pada konsumen Indomaret di Kecamatan Depok Sleman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berbelanja pada Indomaret yang berada di wilayah Kecamatan Depok Sleman yang berjumlah 9 Indomaret. Sedangkan sampel pada penelitian ini sebagian pembeli yang berbelanja di sejumlah Indomaret yang ada di wilayah Kecamatan Depok Sleman yang berjumlah sebanyak 100 orang dengan teknik pengambilan sampel metode accidental sampling.. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber dari penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Penelitian ini meliputi variabel persepsi kualitas produk, persepsi nilai yang meliputi (persepsi nilai fungsional, persepsi nilai emosional, dan persepsi nilai sosial), kepuasan, dan minat beli ulang.Untuk pengujian hubungan antara beberapa variabel tersebut digunakan analisis Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan bantuan software PLS (Partial Least Square). Hasil analisis data menyimpulkan bahwa: (1) Persepsi kualitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap persepsi nilai fungsional; (2) Persepsi kualitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap persepsi nilai emosional; (3) Persepsi kualitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap persepsi nilai sosial; (4) Persepsi nilai fungsional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen; (5) Persepsi nilai emosional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen; (6) Persepsi nilai sosial berpengaruh signifikan.
 
BERGABUNG KERAJAAN SANGGAR DENGAN KERAJAAN BIMA TAHUN 1926-1928
Keberhasilan diplomasi pemerintah kolonial Belanda dalam upayanya meluaskan wilayah kekuasaan di Pulau Sumbawa lewat perjanjian dengan Raja Abdullah yang ditandatangi pada tanggal 16 Juli tahun 1901. Dimana hasil perjanjian tersebut mengikat Kerajaan Sanggar baik dalam politik, ekonomi, maupun hukum. Secara ekonomi Kerajaan Sanggar kurang memberikan kontribusi yang signifikan dalam memberikan upeti kepada pemerintah kolonial Belanda. Hal ini mendorong pemerintah kolonial Belanda untuk menggabungkan Kerajaan Sanggar menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Bima. Tahun 1926 Raja Abdullah Syamsuddin Daeng Manggalai menandatangani penyerahan Kerajaan Sanggar di Bima di dampingi oleh Bumi Tarupong, dan Kesultanan Bima diwakili oleh Sultan Muhammad Salahuddin didampingi oleh Bumi Luma Rasanae, Muhammad Yakub serta pejabat residen timur ikut menyaksikan penyerahan Kerajaan Sanggar ke Bima. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji lebih dalam latar belakang terjadinya pengabungan Kerajaan Sanggar dengan Kerajaan Bima