Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    Tinjauan Yuridis Kewenangan Polisi Melakukan Penyamaran Dalam Kasus Penyalahgunaan Narkoba

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang penyamaran polisi dalam menindak lanjuti kejahatan penyalahgunaan Narkoba, di kala ini kasus penggunaan narkoba sangat marak menyebar di seluruh dunia Bertambahnya jumlah individu yang menggunakan atau kecanduan narkoba tidak hanya menimbulkan risiko bagi kesejahteraan pribadinya, melainkan juga menimbulkan ancaman terhadap negara dan masa depannya. Ancaman ini tidak mengenal batas ekonomi, kelas sosial, usia, atau tingkat pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian normatif Penelitian hukum normatif atau penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang fokus pada analisis standar hukum yang berlaku, termasuk undang-undang, peraturan, dan keputusan pengadilan  terkait  polisi rahasia dalam melnangani kasus kecanduan narkoba. Jenis penelitian normatif ini menitikberatkan pada pemahaman mendalam terhadap konsep, perspektif, dan praktik penegakan hukum dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkoba. Metode kualitatif Melibatkan pengumpulan data lapangan, seperti studi kasus kehidupan nyata yang melibatkan penyalahgunaan narkoba dan penggunaan metode rahasia oleh polisi. Data dapat diperoleh melalui wawancara, observasi atau analisis dokumen. Polri sebagai aparat penegak hukum pidana berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan sebagaimana ketentuan didalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang hokum acara pidana. Lebih jelas, sesuai pasal 6 ayat (1) huruf E Perkap No. 6 Tahun 2019, polri memiliki kewengan untuk melakukn penyamaran (Undercover) di dalam proses penyelidikan. Kewenangan polri untuk melakukan pembelian terselulbung juga terdapat aturannya pada pasal 75 huruf J pasal 79 UU No. 35 tahun 2009, yaitu melakukan teknik penyidikan pembelian teselubung dan penyerahan dibawah pengawasan

    WORKSHOP PENGGUNAAN APLIKASI MEDIA LITERASI BUDAYA BAGI DISABILITAS NETRA

    Get PDF
    Disabilitas netra sebagai warga negara Indonesia tentunya memiliki hak yang sama dalam menikmati dan merasakan manfaat keberadaan bangunan dan benda kebudayaan di setiap daerah. Sayaangnya akses dan fasilitas pendukung untuk memudahkan kaum disabilitas netra itu masih kurang bahkan belum memadai di berbagai bangunan dan benda bernilai budaya di Kabupaten Sumbawa. Oleh sebab itu dengan adanya sosialisasi dan workshop ini diharapkan kesempatan yang sama dirasakan dan didapatkan oleh penyandang disabilitas netra dalam memaksimalkan keberadaan bangunan-bangunan budaya yang menjadi ciri khas Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini diikuti oleh 100 penyandang disabilitas netra yang tergabung dalam komunitas netra Kabupaten Sumbawa

    Analisis Massa Batuan di Tambang Breksi Pumis Daerah Hargomulyo Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Get PDF
    Pumice breccia is a rock that can be used as a building material, and many people mine pumice breccia without paying attention to the safety of slopes caused by mining. The aim of the research is to determine the rock mass in the pumice breccia mine, because the mine is a community mine which is susceptible to rock slides. The research method used is weightingRock Mass Rating (RMR. The analysis results are based on rock class classification Rock Mass Rating (RMR), in cross-section 1a belongs to class II, (good rock mass), cross section 1b belongs to class II (good rock mass), cross section 2a belongs to class II (good rock mass) and cross section 2b belongs to class II (good rock mass). Based on the rock mass class which is classified as good, the pumice breccia mining rock mass is quite prone to landslides.Breksi pumis merupakan batuan yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, dan banyak masyarakat yang menambang breksi pumis tanpa memperhatikan keamanan lereng akibat penambangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui massa batuan di tambang breksi pumis, karena tambang tersebut merupakan tambang rakyat yang rentan akan longsor batuan. Metode penelitian yang digunakan adalah pembobotan Rock Mass Rating (RMR). Hasil analisis berdasarkan klasifikasi kelas batuan Rock Mass Rating (RMR), pada penampang 1a termasuk kelas II, (good rock mass), penampang 1b termasuk kelas II (good rock mass), penampang 2a termasuk kelas II (good rock mass) dan penampang 2b termasuk kelas II (good rock mass). Berdasarkan kelas massa batuan yang tergolong baik, secara massa batuan tambang breksi pumis cukup rawan akan bencana longsor

    Optimalisasi Pertumbuhan Tanaman: Komparasi Budidaya Kebun Vertikal Dan Persemaian

    Get PDF
    Taman vertikal menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan ruang hijau di area terbatas. Penelitian ini membandingkan pertumbuhan tanaman pada media semai dan media tanam kebun vertikal. Dua kelompok tanaman (brokoli, tomat cherry, sawi casim, paprika, cabai, mentimun, okra, kacang panjang, laos) ditanam di media semai dan kebun vertikal. Hasil menunjukkan pertumbuhan tanaman di media tanam kebun vertikal lebih cepat (12-20 cm, 80% keberhasilan) dibandingkan media semai (2-3 cm, 40% keberhasilan). Faktor yang berkontribusi pada pertumbuhan lebih cepat di media tanam kebun vertikal adalah bibit berkualitas, tanah subur, penyiraman rutin, dan cahaya matahari cukup. Faktor penghambat di media semai adalah cahaya tidak cukup dan bibit ditanam terlalu dalam. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media tanam kebun vertikal untuk hasil optimal dengan memastikan bibit berkualitas baik, tanah subur, dan penyiraman ruti

    TRADITION COMMUNICATION OF MERARIQ IN SASAK WEDDING PROCESSION IN SEKETENG VILLAGE (ETHNOGRAPY OF COMMUNICATION STUDY)

    Get PDF
    Communication ethnography is an approach used to analyze a discourse. The Merariq tradition (elopement) is one part in Sasak traditional marriage process. This tradition is unique and distinct, as elopement is generally considered as a violation of customary law in regions like South Sulawesi, Batak, Lampung, Bali, Bugis, Makassar, Sumbawa, and Mandar. The purpose of this research is to understand how the ethnography of the Merariq tradition is practiced in the Sasak traditional wedding procession in Seketeng Village. The research method employed is qualitative, with informants consisting of individuals involved in the Merariq tradition, religious figures, and community members. Data collection techniques include observation, interview, and documentation. The findings of this research indicate that the Merariq tradition is conducted at a predetermined location by the prospective bride and groom. Communicative events in the Merariq tradition involve a request made by the groom's family to the bride's family. Its function and purpose are to demonstrate the valor and bravery of a man. Communicative acts in this tradition involve requests and desires, akin to what the groom does when eloping with the bride. Keywords: Ethnography, Merariq, and Culture. 

    Pengenalan Sexs Education Melalui Video Edukasi sebagai cara Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

    No full text
    Kasus kekerasan seksual pada anak setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pelecehan terhadap anak memiliki dampak yang besar untuk anak dikemudian hari. Dapat terjadi masalah fisik maupun masalah psikologis. Pelaku pelecehan seksual dapat dari orang terdekat anak, seperti dari keluarga, tetangga ataupun lingkungan sekolah. Salah satu cara preventif yang dapat dilakukan ialah seks edukasi. Pendidikan seks pada usia dini juga diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar sesuai dengan norma, pertahanan diri sehingga anak tidak menjadi korban pelecehan.  Seks edukasi pada anak dapat berupa pengenalan anggota tubuh dengan menggunakan metode pembelajaran sosialisasi dan video. Sasaran sosialisasi yang dilakukan adalah siswa sekolah dasar kelas empat,lima dan enam. Hasil sosialisasi yang dilakukan anak lebih memahami bagian tubuhnya dan dapat lebih waspada dan dapat menolak saat orang lain mencoba memegang area pribadi anak sehingga dapat menghindarkan anak dari kekerasan seksual.Kasus kekerasan seksual pada anak setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pelecehan terhadap anak memiliki dampak yang besar untuk anak dikemudian hari. Dapat terjadi masalah fisik maupun masalah psikologis. Pelaku pelecehan seksual dapat dari orang terdekat anak, seperti dari keluarga, tetangga ataupun lingkungan sekolah. Salah satu cara preventif yang dapat dilakukan ialah seks edukasi. Pendidikan seks pada usia dini juga diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar sesuai dengan norma, pertahanan diri sehingga anak tidak menjadi korban pelecehan. Tujuan kegiatan ini ialah untuk mengenalkan sexs education pada anak sekolah dasar dengan harapan dapat menjadi Langkah preventif kekerasan seksual pada anak. Sasaran sosialisasi yang dilakukan adalah siswa sekolah dasar kelas empat (IV), lima (V) dan enam (VI). Metode yang digunakan ialah media video dan nyanyian agar lebih menarik. Hasil sosialisasi yang dilakukan anak lebih memahami bagian tubuhnya dan dapat lebih waspada dan dapat menolak saat orang lain mencoba memegang area pribadi anak sehingga dapat menghindarkan anak dari kekerasan seksual

    Pelatihan Mengatasi Perilaku Social Comparison: Meningkatkan Pikiran Realistis, Positif, dan Solutif

    No full text
    Perilaku social comparison yang terjadi di kalangan mahasiswa Psikologi Universitas Nusa Cendana dapat memicu dampak negatif seperti kecemasan, stres, dan insecure jika tidak dikendalikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi perilaku social comparison melalui pelatihan dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Metode yang digunakan adalah reality check, challenging negative thoughts, dan action plan. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 8 mahasiswa Psikologi berusia 20 – 21 tahun. Hasil menunjukkan peserta berhasil mengidentifikasi situasi pemicu pikiran negatif, menganalisis kebenaran pikiran tersebut, mengubahnya menjadi positif, serta menetapkan tujuan SMART dengan langkah aksi konkret. Pendekatan CBT terbukti efektif membantu peserta mengembangkan pola pikir lebih positif dan proaktif dalam menerima diri sendiri. Pelatihan ini berkontribusi dalam upaya mengurangi dampak negatif social comparison pada mahasiswa

    Isolasi Bakteri Penghasil Enzim Xanthine Oxidase sebagai Kandidat Enzim untuk Deteksi Asam Urat

    No full text
    Exploration of soil samples from springs in Maronge District has been carried out by isolating bacteria on selective media that are expected to produce xanthine oxidase enzyme. From the results of isolation managed to get 17 bacterial isolates. The morphological characteristics of the bacteria showed different characteristics. Furthermore, qualitative enzyme activity testing was carried out from the crude extract of the enzyme extracted from the grown bacteria and identified 7 isolates that had the potential to produce xanthine oxidase enzyme.Eksplorasi sampel tanah dari mata air di Kecamatan Maronge telah dilakukan dengan mengisolasi bakteri pada medi selektif yang diharapkan dapat menghasilkan enzim xantin oxidase. Dari hasil isolasi berhasil mendapatkan 17 isolat bakteri. Karakteristik morfologi dari bakteri menunjukkan ciri yang berbeda-beda. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas enzim secara kualitatif dari ekstrak kasar enzim yang diekstrak dari bakteri yang ditumbuhkan dan teridentifikasi ada 7 isolat yang berpotensi menghasilkan enzim xantin oxidase

    IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN PEREKONOMIAN KABUPATEN SUMBAWA (ANALISIS OVERLAY)

    No full text
    Pemajuan daerah membutuhkan kebijakan pembangunan yang menyesuaikan dengan karakteristik unik wilayah serta memaksimalkan potensi lokal, termasuk sumber daya manusia, institusi, dan aset lokal. Kabupaten Sumbawa yang telah berusia 65 tahun, masih sangat didominasi oleh sektor pertanian, yang menyumbang 39,31% terhadap PDRB, sedangkan sektor perdagangan grosir dan eceran menyumbang 16,66%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi unggulan di Kabupaten Sumbawa menggunakan analisis Overlay yang dikombinasikan dengan analisis Location Quotient (LQ), Shift share, dan Tipologi klassen. Data yang digunakan mencakup PDRB Kabupaten Sumbawa dan Provinsi NTB selama lima tahun terakhir (2019-2023). Hasil dari analisis Overlay menunjukkan bahwa sektor pengadaan listrik dan gas, jasa keuangan dan asuransi, serta jasa perusahaan merupakan sektor unggulan dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Temuan ini memberikan arahan bagi pemerintah daerah dalam merencanakan strategi pembangunan yang lebih fokus dan berkelanjutan.Pemajuan daerah membutuhkan kebijakan pembangunan yang menyesuaikan dengan karakteristik unik wilayah serta memaksimalkan potensi lokal, termasuk sumber daya manusia, institusi, dan aset lokal. Kabupaten Sumbawa yang telah berusia 65 tahun, masih sangat didominasi oleh sektor pertanian, yang menyumbang 39,31% terhadap PDRB, sedangkan sektor perdagangan grosir dan eceran menyumbang 16,66%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi unggulan di Kabupaten Sumbawa menggunakan analisis Overlay yang dikombinasikan dengan analisis Location Quotient (LQ), Shift share, dan Tipologi klassen. Data yang digunakan mencakup PDRB Kabupaten Sumbawa dan Provinsi NTB selama lima tahun terakhir (2019-2023). Hasil dari analisis Overlay menunjukkan bahwa sektor pengadaan listrik dan gas, jasa keuangan dan asuransi, serta jasa perusahaan merupakan sektor unggulan dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Temuan ini memberikan arahan bagi pemerintah daerah dalam merencanakan strategi pembangunan yang lebih fokus dan berkelanjutan

    IDENTIFIKASI STRATEGI DESTINATION BRANDING KEPULAUAN SERIBU BERBASISKAN WISATA BAHARI: IDENTIFIKASI STRATEGI DESTINATION BRANDING KEPULAUAN SERIBU BERBASISKAN WISATA BAHARI

    No full text
    This research aims to identify destination branding strategies for the Kepulauan Seribu based on marine tourism. Destination branding strategies are crucial in strengthening the image of the destination, involving the identity and uniqueness of the Kepulauan Seribu. This study utilizes theoretical concepts from Kenneth Burke’s identification to highlight the key role of identity in shaping public perception of tourism potential. The research approach employed is qualitative with a descriptive method. Research informants consist of government representatives from the Jakarta Tourism Office, business entities operating tourism services in the Kepulauan Seribu, local communities, and tourism enthusiasts in the Kepulauan Seribu. The research findings indicate that the implementation of destination branding strategies for the Kepulauan Seribu based on marine tourism is supported by tourism programs, local wisdom, media usage, and infrastructure. There are three aspects hindering the realization of destination branding strategies for the Kepulauan Seribu based on marine tourism: (1) primary communication (information imbalance and limited information access); (2) secondary communication (negative responses and differentiation ambiguity); and (3) tertiary communication (mismatch between messages and communication media). The role of tourism actors, such as local governments and tourist attraction managers, is crucial in creating and maintaining the destination brand identity. The Destination Marketing Organization is an effort to coordinate stakeholders, ensuring harmonious collaboration. Kenneth Burke’s identification concept is relevant in shaping identity and communication in the context of destination branding. With coordinated involvement, the Kepulauan Seribu can build a strong image, enhance local economic impact, and promote sustainable tourism.  Keywords: Branding, Kepulauan Seribu, Destination Strategy, Marine TourismPenelitian ini bertujuan mengidentifikasikan strategi destination branding Kepulauan Seribu berbasiskan wisata bahari. Strategi destination branding menjadi kunci dalam memperkuat citra destinasi, melibatkan identitas dan keunikan Kepulauan Seribu. Penelitian ini menggunakan konsepsi teori dari identifikasi Kenneth Burke menyoroti peran kunci identitas dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap potensi pariwisata. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari pemerintah yaitu pihak Dinas Pariwisata DKI Jakarta, pelaku usaha yang mengoperasikan jasa pariwisata di Kepulauan Seribu, masyarakat sekaligus penggiat pariwisata di Kepulauan Seribu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, implementasi strategi destination branding Kepulauan Seribu berbasiskan wisata bahari didukung adanya program pariwisata, kearifan lokal, penggunaan media, dan infrastruktur. Hambatan dalam mewujudkan strategi destination branding Kepulauan Seribu berbasiskan wisata bahari terdapat 3 aspek yaitu (1) komunikasi primer (ketidakseimbangan informasi dan keterbatasan akses informasi); (2) komunikasi sekunder (respon negatif dan ketidakjelasan diferensiasi; dan (3) komunikasi tersier (ketidaksesuaian pesan dan medium komunikasi). Peran aktor pariwisata, seperti pemerintah daerah dan pengelola objek wisata, penting dalam menciptakan dan memelihara identitas brand destinasi. Destination marketing organization menjadi upaya pengoordinasian pemangku kepentingan, memastikan kolaborasi harmonis. Konsep identifikasi Kenneth Burke relevan dalam membentuk identitas dan komunikasi dalam konteks destination branding. Dengan keterlibatan terkoordinasi, Kepulauan Seribu dapat membangun citra yang kuat, meningkatkan dampak ekonomi lokal, dan mempromosikan keberlanjutan pariwisata  Kata Kunci: Branding, Kepulauan Seribu, Strategi Destinasi, Wisata bahar

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇