Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    RUTE PENDISTRIBUSIAN AYAM RAS PEDAGING (BROILER) MENGGUNAKAN METODE FUZZY TOPSIS

    Get PDF
    The broiler farming business in Indonesia continues to grow in order to meet animal protein needs and increase farmers' income. One of the challenges in this negative is determining efficient distribution routes to optimize travel distance and operational costs. Ayam Berkah Sejahtera, a broiler chicken distribution business in North Sumatra, does not yet have optimal routes, so the distribution process is often hampered by travel time and high costs. This research aims to determine the distribution route for broiler chickens using the Fuzzy TOPSIS method. Fuzzy TOPSIS is a multi-criteria decision making method that helps identify the best solution based on the shortest distance from the positive ideal solution and the longest distance from the negative ideal solution. The implementation of this method considers  distance, delivery time, vehicle capacity and distribution costs to reach an optimal solution. The analysis results show that Fuzzy TOPSIS has succeeded in increasing the distribution efficiency of Ayam Berkah Sejahtera, speeding up delivery times, and reducing operational costs. This method also provides adjustments in dynamic distribution adjustments, making it suitable for application in multi-criteria distributions. With more optimized distribution routes, companies can achieve better performance and increase customer satisfaction.Usaha peternakan ayam pedaging di Indonesia terus berkembang guna memenuhi kebutuhan protein hewani dan meningkatkan pendapatan peternak. Salah satu tantangan dalam egative ini adalah menentukan rute distribusi yang efisien untuk mengoptimalkan jarak tempuh dan biaya operasional. Ayam Berkah Sejahtera, sebuah usaha pendistribusian ayam broiler di Sumatera Utara, belum memiliki penentuan rute yang optimal, sehingga proses distribusi sering kali terkendala waktu tempuh dan biaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute distribusi ayam ras pedaging menggunakan metode Fuzzy TOPSIS. Fuzzy TOPSIS adalah metode pengambilan keputusan multi-kriteria yang membantu dalam mengidentifikasi solusi terbaik berdasarkan jarak terpendek dari solusi ideal positif dan jarak terpanjang dari solusi ideal negative. Implementasi metode ini mempertimbangkan  jarak, waktu pengiriman, kapasitas kendaraan, dan biaya distribusi untuk mencapai solusi optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa Fuzzy TOPSIS berhasil meningkatkan efisiensi distribusi Ayam Berkah Sejahtera, mempercepat waktu pengiriman, dan mengurangi biaya operasional. Metode ini juga memberikan penyesuaian dalam penyesuaian distribusi yang dinamis, sehingga cocok untuk diterapkan dalam distribusi multi-kriteria. Dengan rute distribusi yang lebih teroptimasi, perusahaan dapat mencapai kinerja yang lebih baik dan meningkatkan kepuasan pelanggan

    THE EFFECTIVE STEPS TO MASTER SKIMMING AND SCANNING TECHNIQUES

    Get PDF
    https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jetlli/authorDashboard/submission/5239The purpose of this article is to remind us, as readers, of the basic techniques to read more easily and increase our knowledge. Understanding these techniques can benefit us and everyone else. This research uses a questionnaire method to determine how the scanning technique affects the importance of reading techniques. All the sources or references provide us with more education about the advantages of these techniques for readers and students. According to the data we collected from a Google Forms questionnaire with eight responses, all respondents indicated that skimming and scanning techniques are important for various reasons, primarily for saving time and reading wisely. Does it matter to everyone? The responses varied, with some stating it is important for college students, others for anyone, researchers, and many more. In summary, these techniques are important for all people, except babies and the elderly. The result showed 100% of the respondents acknowledged the importance of scanning and skimming. Futhemore, the majority of respondents (82.4%) believe that these methods are valuable for individuals in all contexts, highlighting their broad applicability. Additionally, a smaller proportion of respondents (13.7%) specifically recognize the relevance of these techniques for students, particularly in academic settings where efficient information processing is crucial

    ANALISIS VARIASI JUMLAH KATALIS CaO/SIO2 DARI LIMBAH CANGKANG TELUR DAN SEKAM PADI TERHADAP KUALITAS BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH

    Get PDF
    Minyak jelantah merupakan minyak goreng yang telah digunakan beberapa kali penggorengan yang mengandung asam lemak bebas (FFA) yang tinggi sehingga dapat dikonversi menjadi biodiesel (etil ester). Cangkang telur dan sekam padi adalah salah satu limbah pangan yang selama ini masih sedikit pemanfaatannya. Dalam penelitian ini, hasil pembuatan biodiesel dari minyak jelantah dengan variasi perbandingan berat katalis CaO/SiO2 heterogen. Biodiesel dibuat dengan proses esterifikasi dan transesterifikasi dengan katalis heterogen CaO/SiO2. Biodiesel yang dihasilkan kemudian dilakukan pengujian densitas, viskositas, yield, bilangan asam dan GC-MS. Hasil terbaik yang di dapatkan terdapat pada ulangan ke tiga dengan katalis 15 gram, memiliki densitas 86 g/cm3 , dengan nilai viskositas 3 mm2?s (cSt), Yield 75,75 %, bilangan asam dengan nilai 0,4 mg-KOH/g serta analisa GC-MS terdapat kandungan 2 jenis rantai jenuh yaitu methyl miristate dan methyl palmitate dan 2 jenis metil ester rantai tak jenuh, Kandungan metil ester terbanyak pada biodiesel ini adalah metil oleat yang memiliki kadar 66,21%. Kata Kunci: Biodiesel; Katalis CaO/SiO2; Esterifikasi; Tranesterifikasi; Minyak Goreng Beka

    Implementasi Intervensi Psikososial untuk Meningkatkan Komitmen Berorganisasi pada Anggota Forum Remaja Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur

    Get PDF
    Komitmen berorganisasi merupakan faktor penting dalam memastikan keberlanjutan dan keberhasilan sebuah organisasi remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen berorganisasi pada anggota Forum Remaja Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di Kota Kupang melalui implementasi intervensi psikososial. Kegiatan intervensi dilaksanakan dengan metode sharing session (jembatan komitmen) dan games yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran, motivasi, dan keterampilan anggota dalam berorganisasi. Sebelum intervensi, dilakukan pre-test untuk mengukur tingkat komitmen berorganisasi menggunakan alat ukur komitmen organisasi Allen dan Meyer. Penelitian ini menggunakan metode campuran, dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner komitmen organisasi dan data kualitatif melalui observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat komitmen berorganisasi setelah intervensi psikososial dilakukan. Temuan ini menunjukkan efektivitas intervensi psikososial dengan metode sharing session dan games dalam meningkatkan komitmen berorganisasi pada remaja, dan memberikan implikasi praktis bagi organisasi remaja lainnya dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan keanggotaan yang aktif dan berkomitmen.Komitmen berorganisasi merupakan faktor penting dalam memastikan keinginan dan keberhasilan sebuah organisasi remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen berorganisasi pada anggota Forum Remaja Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui implementasi intervensi psikososial. Kegiatan intervensi dilaksanakan dengan metode sharing session (jembatan komitmen) dan permainan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran, motivasi, dan keterampilan anggota dalam berorganisasi. Sebelum intervensi, dilakukan pre-test untuk mengukur tingkat komitmen organisasi menggunakan alat ukur komitmen organisasi Allen dan Meyer. Penelitian ini menggunakan metode campuran, dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner komitmen organisasi dan data kualitatif melalui observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat komitmen berorganisasi setelah intervensi psikososial dilakukan. Temuan ini menunjukkan efektivitas intervensi psikososial dengan metode sharing session dan games dalam meningkatkan komitmen berorganisasi pada remaja, dan memberikan dampak praktis bagi organisasi remaja lainnya dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan keanggotaan yang aktif dan berkomitmen

    Sosialisasi Program One Village One Product (OVOP) sebagai Edukasi Kepada Masyarakat Desa Nijang Kabupaten Sumbawa

    Get PDF
    Tujuan Program Merdeka (PROMER) merupakan wujud realisasi yang membawa banyak manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa tetapi juga oleh pemerintah, masyarakat dan perguruan tinggi. Salah satu program yang ada di program Merdeka batch 6 yaitu OVOP (One Village One Product). Sosialisasi program OVOP merupakan bagian dari  upaya program pengembangan produk lokal yang berkualitas dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, khususnya masyarakat yang ada di Desa Nijang. Dalam pelaksanaan program, metode kegiatan dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi/seminar edukasi dan simulasi. Peserta dalam kegiatan adalah Karang Taruna, Ibu-ibu PKK, dan perwakilan Masyarakat Desa Nijang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini masyarakat mendapatkan pemahaman dan urgensinya program OVOP sebagai program inovasi, khususnya dalam mengembangkan produk lokal berupa permen dan manisan pepaya dengan dibuat dalam ragam varian rasa.Tujuan Program Merdeka (PROMER) merupakan wujud realisasi yang membawa banyak manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa tetapi juga oleh pemerintah, masyarakat dan perguruan tinggi. Salah satu program yang ada di program merdeka batch 6 yaitu OVOP (One Village One Product). Sosialisasi OVOP merupakan bagian dari  program pengembangan produk lokal yang yang berkualitas dengan tujuan meningkatkan perekonomian daerah khususnya yang ada di Desa Nijang. Dalam pelaksanaannya, metode kegiatan diimplementasikan dengan cara sosialisasi/seminar edukasi dan simulasi. Peserta dalam kegiatan ini yakni melibatkan Karang Taruna, Ibu-Ibu PKK dan Masyarakat Desa Nijang sebanyak 30 orang. Hasil dari kegiatan ini yakni memberikan pemahaman kepada peserta pentingnya program OVOP dan juga menghasilkan produk yang inovatif berupa permen dan manisan pepaya yang dapat dikembangkan

    Teknik Subkultur dalam Kultur Jaringan Tanaman Anggrek Ki Aksara (Macodes petola) secara In Vitro

    Get PDF
    Tanaman hias merupakan salah satu tanaman hortikultura selain tanaman buah,tanaman sayur, dan tanaman obat. Salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia adalah anggrek. Pada tahun 2018 luas panen bunga anggrek berada pada posisi keempat terbesar yaitu 1.767.681 m² dengan jumlah produksi sebesar 24.717.840 tangkai. Macodes petola adalah salah satu jenis anggrek tanah yang memiliki daun indah. Anggrek ini juga dikenal dengan sebutan Anggrek Ki Aksara karena urat daun dari anggrek ini terlihat menyerupai tulisan. Pengembangan anggrek terus dilakukan sebagai upaya mengembangkan usaha anggrek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses subkultur tanaman Anggrek Ki Aksara dengan tujuan memperbanyak tanaman Anggrek Ki Aksara menggunakan teknik kultur jaringan dengan media Growmore. Mengetahui tingkat keberhasilan subkultur tanaman Anggrek Ki Aksara metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode subkultur yang merupakan tahap penanaman eksplan dari satu botol kultur menjadi beberapa botol kultur. Tujuan dari subkultur yaitu untuk penyelamatan, penjarangan, multiplikasi, peremajaan dan pembesaran. Hasil subkultur tanaman Anggrek Ki Aksara yang dilakukan pada tanggal 29 Juni 2022 menunjukkan bahwa 33,33% hasil dari subkultur tanaman Anggrek Ki Aksara mengalami kontaminasi bakteri sedangkan kultur yang masih steril sebanyak 77,77%. Perbanyakan tanaman Anggrek Ki Aksara untuk kebutuhan produksi tanaman hias secara kultur jaringan di Esha Flora Plant and Tissue Culture meliputi tahap kegiatan sterilisasi ruang, alat dan bahan, pembuatan media dan subkultur.Anggrek Ki Aksara, growmore, kultur jaringan, subkultu

    BIOPROSPEKSI KERUING GUNUNG (Dipterocarpus retusus Bl) SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN KONSERVASINYA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI

    No full text
    Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mempunyai flora yang bernilai ekonomi tinggi yaitu keruing gunung (Dipterocarpus retusus Bl). Keruing gunung merupakan tumbuhan berhabitus pohon yang berasal dari famili Dipterocarpaceae. Masyarakat hutan TNGR belum memanfaatkan potensi tanaman tersebut kecuali sebagai bahan bangunan dan kayu bakar. Keruing gunung berpotensi sebagai obat. Oleh karena itu, keruing gunung perlu dilindungi dari kepunahan. Salah satu kriteria untuk menentukan prioritas perlindungan spesies adalah dengan menentukan struktur vegetasi keruing gunung. Penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu observasi di lapangan dan eksperimental di laboratrium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 hingga Januari 2016 yang bertempat di hutan Desa Salut (SPTN 1 TNGR) untuk melakukan pengamatan populasi keruing gunung, serta analisis fitokimia dan uji antibakteri di Laboratorium Kimia Kayu, Laboratoium Kimia Analitik dan Laboratorium Mikrobiologi, IPB, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi pada semai, anakan, tiang dan pohon, serta mengetahui ekstrak teraktif yang diuji sebagai antibakteri dan mengetahui kandungan golongan metabolit sekunder pada ekstrak teraktif. Parameter ekologi keruing gunung diamati dan diukur menggunakan satu plot berukuran 100 mx 100 m (1 ha) dengan 25 plot observasi. Masing-masing petak berbentuk persegi berukuran 20 mx 20 m. Berdasarkan pengamatan dan perhitungan, keruing gunung mempunyai bibit sebanyak 5.000 individu, anakan 3728 individu, pohon tiang 88 individu dan pohon tiang 60 individu. Sampel berupa kulit batang dan daun diekstraksi dengan tingkat kepolaran pelarut yang berbeda (etanol, etil asetat, n-heksana dan kloroform). Ekstrak kloroform daun dan ekstrak etil asetat kulit terbukti paling aktif menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Kedua ekstrak yang paling aktif mempunyai daya hambat yaitu ekstrak kloroform 20 mm dan ekstrak etil asetat 20 mm. Kedua ekstrak ini mempunyai konsentrasi yang sama, yaitu 20.000 ppmTaman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mempunyai flora yang bernilai ekonomi tinggi yaitu gunung Keruing (Dipterocarpus retusus Bl). Keruing gunung merupakan tumbuhan berhabitus pohon yang berasal dari famili Dipterocarpaceae. Masyarakat hutan TNGR belum memanfaatkan potensi tanaman tersebut kecuali sebagai bahan bangunan dan kayu bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi pada semai, anakan, tiang dan pohon, serta mengetahui ekstrak teraktif yang diuji sebagai antibakteri dan mengetahui kandungan golongan metabolit sekunder pada ekstrak teraktif. Keruing gunung berpotensi sebagai obat. Oleh karena itu, keruing gunung perlu dilindungi dari kepunahan. Salah satu kriteria untuk menentukan prioritas perlindungan spesies adalah dengan menentukan struktur vegetasi pegunungan Keruing. Parameter ekologi Gunung Keruing diamati dan diukur menggunakan satu plot berukuran 100 mx 100 m (1 ha) dengan 25 plot observasi. Masing-masing petak berbentuk persegi berukuran 20 mx 20 m. Berdasarkan pengamatan dan perhitungan, keruing gunung mempunyai bibit sebanyak 5.000 individu, anakan 3728 individu, pohon tiang 88 individu dan pohon tiang 60 individu. Sampel berupa kulit batang dan daun diekstraksi dengan tingkat kepolaran pelarut yang berbeda (etanol, etil asetat, n-heksana dan kloroform). Ekstrak kloroform daun dan ekstrak etil asetat kulit terbukti paling aktif menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Kedua ekstrak yang paling aktif mempunyai daya hambat yaitu ekstrak kloroform 20 mm dan ekstrak etil asetat 20 mm. Kedua ekstrak ini mempunyai konsentrasi yang sama, yaitu 20.000 pp

    Isolasi dan Karakterisasi Bakteri pada Tanah Mangrove Rhizophora sp. di Labu Sawo Desa Penyaring Kabupaten Sumbawa

    No full text
    The mangrove forest in Labu Sawo, Penyaring Village is one of the mangrove areas in Sumbawa Regency which consists of various species, one of which is Rhizophora sp. This mangrove area is one of the breeding grounds for various groups of microorganisms. Mangrove ecosystems are environments rich in organic matter and supportive habitats for the growth of microorganisms such as bacteria. So far there has been no report on the isolation and characterization of bacteria from mangrove soil in Sumbawa Regency, so the purpose of this study is to determine the characteristics of bacteria derived from Rhizophora sp. mangrove soil in Sawo Pumpkin, Penyaring Village, Sumbawa Regency. Rhizophora sp. mangrove soil sampling was done randomly at two points, namely sample A with coordinates -8.415770, 117.475746 and sample B with coordinates -8.415952, 117.476290. Bacterial isolation was carried out using the streak technique on MCA and MSA media and continued with characterization based on morphology, gram staining and biochemical tests consisting of catalease, oxidase, carbohydrate fermentation tests including glucose, lactose, maltose, malonate, sucrose, arabinose, urease, simon citrate, TSIA, SIM, and GP. The results showed that bacterial isolates from both Rhizophora sp. mangrove soil samples located in Labu Sawo, Penyaring Village, Sumbawa Regency were identified as gram-negative bacteria and cocobacilli, and can be used to ferment carbohydrates.Hutan mangrove yang berada di Labu Sawo Desa Penyaring merupakan salah satu kawasan mangrove di Kabupaten Sumbawa yang terdiri dari berbagai spesies salah satunya adalah Rhizophora sp. Kawasan mangrove ini merupakan salah satu tempat perkembangbiakan untuk berbagai kelompok mikroorganisme. Ekosistem mangrove merupakan lingkungan yang kaya bahan organik dan habitat yang mendukung untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri. Sejauh ini belum ada laporan mengenai isolasi dan karakterisasi bakteri dari tanah mangrove di Kabupaten Sumbawa, sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik bakteri yang berasal dari tanah mangrove Rhizophora sp. di Labu Sawo Desa Penyaring Kabupaten Sumbawa. Pengambilan sampel tanah mangrove Rhizophora sp. dilakukan secara acak pada dua titik yaitu  sampel A dengan koordinat -8.415770,117.475746 dan sampel B dengan koordinat -8.415952,117.476290. Metode pada penelitian ini yaitu Isolasi bakteri yang dilakukan menggunakan teknik streak (gores) pada media MCA dan MSA dan dilanjutkkan dengan karakterisasi berdasarkan morfologi, pewarnaan gram dan uji biokimia yang terdiri dari uji katalease, oksidase, uji fermentasi karbohidrat diantaranya glukose, laktose, maltose, malonat, sukrose, arabinose, urease, simon sitrat, TSIA, SIM, dan GP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri dari kedua sampel tanah mangrove Rhizophora sp. yang berada di Labu Sawo Desa Penyaring Kabupaten Sumbawa teridentifikasi sebagai bakteri gram negatif dan berbentuk cocobasil, serta dapat memfermentasi karbohidrat, tidak dapat menggunakan sitrat sebagai sumber karbon, dan tidak dapat menghasilkan enzim urease. Hasil tersebut belum dapat menentukan nama genus maupun spesies dari bakteri yang diperoleh, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut berupa analisis molekuler untuk menentukan jenis bakteri maupun nama spesiesnya

    Potensi Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Alga Merah Glacilaria Salicornia sebagai Kandidat Bahan Kosmetik Anti-Aging Secara In Silico

    No full text
    This research focuses on identifying the content and potential secondary metabolite compounds in red algae (Gracilaria salicornia) as anti-aging cosmetic ingredients. The skin, as an indicator of health, is influenced by climate, age, sex, and genetic factors, affecting its elasticity, which depends on collagen. Cosmetic ingredients such as Natural Moisturizing Factor, ceramide, aquaporin, and Deoxyribonucleic Acid (DNA) are used to maintain collagen. Sumbawa, a region known for algae production, can be a potential source of cosmetic ingredients.The research methods include algae extraction using 96% ethanol, compound identification through Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LC-MS), and in silico analysis using molecular docking with collagenase enzymes. Of the 23 identified compounds, 11 met Lipinski's rule and 8 had good bioavailability. Molecular docking showed that the compound C35H36N4O6 had the lowest affinity (-9.8 kcal/mol), indicating the most stable binding with collagenase. The results conclude that secondary metabolite compounds from red algae have the potential as anti-aging cosmetic ingredients. This research provides a basis for the development of cosmetic products focused on maintaining skin elasticity through the use of compounds secondary metabolites from red algae.Penelitian ini berfokus pada identifikasi kandungan dan potensi senyawa metabolit sekunder dalam alga merah (Gracilaria salicornia) sebagai bahan kosmetik anti-aging. Kulit, sebagai indikator kesehatan, dipengaruhi oleh iklim, umur, unsur seks, dan faktor genetik, memengaruhi elastisitasnya yang tergantung pada kolagen. Bahan kosmetik seperti Natural Moisturizing Factor, ceramide, aquaporin, dan Deoxyribonucleic Acid (DNA) digunakan untuk memelihara kolagen. Sumbawa, kawasan produksi alga, dapat menjadi sumber potensial bahan kosmetik. Metode penelitian mencakup ekstraksi alga menggunakan etanol 96%, identifikasi senyawa melalui Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LC-MS), dan analisis in silico menggunakan molecular docking dengan enzim kolagenase. Dari 23 senyawa yang diidentifikasi, 11 memenuhi aturan Lipinski dan 8 memiliki bioavailabilitas yang baik. Molecular docking menunjukkan bahwa senyawa C35H36N4O6 memiliki afinitas terendah (-9,8 Kkal/mol), menunjukkan ikatan paling stabil dengan kolagenase. Hasilnya menyimpulkan bahwa senyawa metabolit sekunder dari alga merah memiliki potensi sebagai bahan kosmetik anti-aging. Penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan produk kosmetik yang berfokus pada pemeliharaan elastisitas kulit melalui penggunaan senyawa metabolit sekunder alga merah

    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA LIMBAH PROYEK KONSTRUSI DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT

    No full text
    Pembangunan proyek konstruksi saat ini cukup pesat seiring dengan peningkatan kebutuhan layanan dan peningkatan kegiatan manusia. Pembangunan yang telah direncanakan sering kali mengalami keterlambatan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu dalam pengerjaan. Banyaknya pembangunan proyek konstruksi di Kabupaten Sumbawa Barat saat ini dapat menyebabkan terjadinya limbah konstruksi. Sehingga  tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya waste di Kabupaten sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner yang disebarkan kepada 35 responden yang merupakan pihak-pihak yang ada pada struktur organisasi proyek, data yang didapatkan diolah menggunakan uji t menggunakan aplikasi IBM Statistical Parkage for the Social Sciences (SPSS) Statistic 25. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dapat menimbulkan terjadinya waste pada proyek konstruksi di Kabupaten Sumbawa Barat yaitu kerusakan/kehilangan alat dan material oleh pihak lain dengan nilai T 46.808, kondisi lokasi yang tidak bagus dengan nilai T 42.392, dan material tidak disimpan dengan baik dengan nilai T 41.273

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇