Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
REPRESENTATION OF AGUS BUNTUNG IN THE MEDIA: ANALYSIS OF FRAMING AND PUBLIC PERCEPTION
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing media terhadap figur Agus Buntung dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang penyandang disabilitas. Fokus utama penelitian terletak pada bagaimana dua media online arus utama, yaitu Detik.com dan Kompas.com, membingkai peristiwa tersebut sehingga membentuk representasi tertentu dan memengaruhi persepsi publik. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan framing model Robert N. Entman, yang meliputi empat elemen utama: pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, serta rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media tidak hanya menyoroti aspek individual dari kasus tersebut, tetapi juga mengaitkannya dengan persoalan sosial yang lebih luas, seperti kerentanan penyandang disabilitas, bias struktural, serta minimnya mekanisme perlindungan yang efektif. Framing yang muncul memperlihatkan bahwa isu pelecehan seksual sering kali dipengaruhi oleh stigma sosial dan ketimpangan relasi kuasa yang dialami kelompok rentan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memahami dinamika komunikasi massa, khususnya bagaimana konstruksi media dapat membentuk opini publik, memperkuat atau melemahkan stigma, serta mendorong diskusi mengenai pentingnya perlindungan bagi penyandang disabilitas dalam kasus kekerasan seksual.
Kata Kunci: Framing, Media, Agus Buntung, Pelecehan Seksual, Disabilitas, Representasi Publik, Analisis Kualitatif.This study aims to analyze media framing of the figure Agus Buntung in a case of alleged sexual harassment involving a person with a disability. The main focus of the research lies in examining how two major online news outlets, Detik.com and Kompas.com, frame the incident in ways that construct particular representations and influence public perception. To achieve this objective, the study employs a descriptive qualitative method using Robert N. Entman’s framing model, which consists of four key elements: problem definition, causal diagnosis, moral evaluation, and treatment recommendation. The findings indicate that both media outlets do not only highlight the individual aspect of the case but also connect it to broader social issues, such as the vulnerability of people with disabilities, structural biases, and the lack of effective protection mechanisms. The resulting framing shows that issues of sexual harassment are often shaped by social stigma and power imbalances that disproportionately affect marginalized groups. Thus, this research is expected to make a significant contribution to understanding the dynamics of mass communication, particularly how media constructions can shape public opinion, reinforce or challenge stigma, and encourage discourse on the importance of safeguarding the rights of people with disabilities in cases of sexual violence.
Keywords: Framing, Media, Agus Buntung, Sexual Harassment, Disability, Public Representation, Qualitative Analysis
PENGARUH PENGGUNAAN VLAN TERHADAP KEAMANAN JARINGAN LOKAL (LAN)
Penelitian ini menganalisis pengaruh penerapan VLAN terhadap performa jaringan di Laboratorium Jaringan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Ibnu Sina Batam. Metodologi penelitian meliputi perancangan topologi VLAN, konfigurasi switch dan router, pengujian kinerja jaringan menggunakan parameter throughput, delay, dan stabilitas koneksi, serta analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan VLAN meningkatkan efisiensi transmisi data sebesar 23,6%, keamanan jaringan sebesar 32,3%, dan stabilitas koneksi sebesar 22,6%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa VLAN mampu mengoptimalkan kinerja jaringan, meminimalkan risiko akses tidak sah, serta memudahkan manajemen jaringan secara fleksibel. Temuan ini memberikan rekomendasi bahwa implementasi VLAN merupakan strategi efektif untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan jaringan lokal di lingkungan akademik maupun organisasi modern.Penelitian ini menganalisis pengaruh penerapan VLAN terhadap performa jaringan di Laboratorium Jaringan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Ibnu Sina Batam. Metodologi penelitian meliputi perancangan topologi VLAN, konfigurasi switch dan router, pengujian kinerja jaringan menggunakan parameter throughput, delay, dan stabilitas koneksi, serta analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan VLAN meningkatkan efisiensi transmisi data sebesar 23,6%, keamanan jaringan sebesar 32,3%, dan stabilitas koneksi sebesar 22,6%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa VLAN mampu mengoptimalkan kinerja jaringan, meminimalkan risiko akses tidak sah, serta memudahkan manajemen jaringan secara fleksibel. Temuan ini memberikan rekomendasi bahwa implementasi VLAN merupakan strategi efektif untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan jaringan lokal di lingkungan akademik maupun organisasi modern
IMPLEMENTASI ALGORITMA CONTENT-BASED FILTERING UNTUK REKOMENDASI MAKANAN SEHAT BERDASARKAN KALORI PENGGUNA
Rendahnya pemahaman masyarakat, khususnya remaja dan dewasa muda, mengenai kebutuhan kalori harian menjadi salah satu penghalang utama dalam penerapan pola makan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah solusi praktis berupa sistem rekomendasi makanan sehat berbasis website. Sistem ini mengimplementasikan algoritma Content-Based Filtering untuk memberikan rekomendasi menu yang dipersonalisasi, dengan kebutuhan kalori harian pengguna dihitung secara otomatis menggunakan rumus Mifflin-St Jeor. Sistem yang dikembangkan berhasil memberikan rekomendasi menu tiga komponen (Pokok, Lauk, Pelengkap) yang total kalorinya terbukti mendekati target kebutuhan pengguna. Hasil pengujian fungsionalitas menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan seluruh fitur utama berjalan sesuai harapan, sementara validasi data makanan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Bongas Indramayu memastikan relevansi menu yang disajikan. Disimpulkan bahwa sistem rekomendasi ini dapat menjadi alat bantu yang efektif bagi masyarakat untuk mengelola pola makan sehat secara mandiri, dengan menyediakan panduan menu yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan kalori personal
PENDETEKSI DENIAL OF SERVICE PADA JARINGAN WIRELESS FIDELITY BERBASIS INTERNET OF THINGS
Keamanan jaringan Wireless Fidelity (Wi-Fi) menjadi perhatian penting di era digital, khususnya karena ancaman serangan Denial of Service (DoS) dapat mengganggu layanan akademik mahasiswa serta rentan terhadap perangkat Internet of Things (IoT) yang banyak digunakan dalam sistem kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi DoS berbasis ESP32 (BPI-Leaf-S3) dengan pemanfaatan mode promiscuous dan analisis ambang batas (threshold packet analysis). Metode penelitian melibatkan pemrograman perangkat IoT untuk memantau lalu lintas jaringan Wi-Fi dengan cara menghitung jumlah paket yang diterima dalam selang waktu tertentu dan membandingkannya dengan nilai ambang batas yang telah ditentukan. Deteksi serangan dilakukan ketika jumlah paket per detik melebihi ambang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi adanya serangan DoS berdasarkan parameter lalu lintas paket per detik. Penelitian ini juga berhasil mengidentifikasi nilai ambang lalu lintas yang dapat dijadikan indikator awal serangan. Sistem yang diusulkan berpotensi membantu mencegah permasalahan server down akibat serangan DoS pada jaringan Wi-Fi dengan mendeteksi pola lalu-lintas mencurigakan sejak dini
SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT GIGI DAN MULUT MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
Penyakit gigi dan mulut merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi, namun penanganannya sering terhambat oleh keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pakar berbasis web untuk membantu diagnosis awal penyakit gigi dan mulut berdasarkan gejala yang dialami pengguna. Sistem menggunakan metode forward chaining untuk menelusuri gejala dan mencocokkannya dengan aturan hingga menghasilkan diagnosis serta rekomendasi penanganan. Pengembangan dilakukan dengan metode Waterfall, menggunakan PHP dan MySQL, serta divalidasi melalui wawancara dengan dokter gigi. Hasil pengujian blackbox menunjukkan sistem berfungsi baik dalam memberikan informasi diagnosis awal. Sistem ini diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh informasi kesehatan gigi dan mulut secara cepat dan mudah diakses
SISTEM INFORMASI RESERVASI LAPANGAN FUTSAL MENGGUNAKAN METODE OOAD BERBASIS ANDROID
Di Kota Tebing Tinggi, olahraga futsal sangat populer dan banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan banyak penyedia lapangan futsal bersaing ketat dengan menawarkan berbagai layanan, mulai dari harga yang kompetitif hingga kualitas lapangan yang terbaik. Namun, di Jumbo Arena Futsal, terdapat beberapa kelemahan dalam sistem reservasi yang berlaku saat ini. Pelanggan harus datang langsung ke lokasi untuk memeriksa ketersediaan lapangan, yang tentu memakan waktu dan kurang efisien. Selain itu, pengelola juga menghadapi kendala seperti promosi yang kurang optimal, waktu penyewaan yang tidak terkelola dengan baik, serta sering terjadi bentrok jadwal pemesanan. Masalah lain yang cukup signifikan adalah penggunaan media penyimpanan data anggota dan pembuatan laporan yang masih dilakukan secara manual. Hal ini menyulitkan perhitungan pendapatan dan berpotensi menimbulkan manipulasi data oleh staf. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi reservasi lapangan futsal berbasis Android menggunakan metode Object-Oriented Analysis and Design (OOAD). Sistem ini diharapkan memudahkan pelanggan dalam melakukan pemesanan tanpa harus datang langsung, serta memberikan kemudahan bagi pengelola dalam pengaturan jadwal, optimasi penyewaan, pengelolaan data anggota, pembuatan laporan keuangan, dan peningkatan promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil mengimplementasikan metode OOAD secara efektif dalam aplikasi reservasi futsal berbasis Android
RANCANG BANGUN APLIKASI PEMBELAJARAN BUDAYA BATAK BERBASIS ANDROID DENGAN METODE WATERFALL
Kemajuan teknologi informasi saat ini memberikan peluang besar dalam pelestarian kebudayaan daerah di Indonesia. Salah satu budaya yang mulai kurang dipahami oleh generasi muda adalah budaya Batak. Minimnya media digital yang menyajikan informasi budaya secara praktis menjadi penyebab menurunnya minat untuk mempelajari budaya tersebut. Aplikasi pembelajaran budaya Batak berbasis mobile ini dikembangkan untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Batak secara interaktif dan mudah diakses. Proses pengembangan dilakukan menggunakan metode Waterfall melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi dibangun menggunakan framework Flutter dan basis data Firebase guna mendukung penyimpanan serta pembaruan data secara real-time. Hasil uji coba terhadap 30 pengguna menunjukkan bahwa aplikasi berfungsi dengan baik pada perangkat Android dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 90%. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi sarana edukatif yang membantu masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, memahami, dan melestarikan budaya Batak melalui media digital yang informatif dan menarik
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK INTERPERSONAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik interpersonal dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sebanyak 176 mahasiswa aktif berpartisipasi secara sukarela dalam pengisian skala secara daring, dengan menggunakan Skala Konflik Interpersonal dan Beck Anxiety Inventory (BAI). Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa kedua skala konflik interpersonal dan skala kecemasan memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Uji asumsi menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilakukan dengan uji korelasi spearman. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara konflik interpersonal dengan tingkat kecemasan (r = 0.868; p<0.05). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa konflik interpersonal berkontribusi sebesar 62,8% terhadap variasi tingkat kecemasan pada mahasiswa responden penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa konflik interpersonal berhubungan dengan tingkat kecemasan mahasiswa.This study aims to examine the relationship between interpersonal conflict and anxiety levels among university students. The research employed a quantitative method with a correlational approach. A total of 176 active students voluntarily participated in completing the online questionnaires using the Interpersonal Conflict Scale and the Beck Anxiety Inventory (BAI). The results of validity and reliability tests indicated that both the interpersonal conflict scale and the anxiety scale met the criteria for valid and reliable measurement. The assumption test showed that the data were not normally distributed; therefore, Spearman’s rank-order correlation was used for the analysis. The findings revealed a strong and significant positive relationship between interpersonal conflict and anxiety levels (r = 0.868; p < 0.05). Furthermore, simple linear regression analysis showed that interpersonal conflict contributed 62.8% to the variation in students’ anxiety levels. These findings highlight that interpersonal conflict is significantly associated with students’ anxiety
HUBUNGAN PERSONAL BRANDING PIMPINAN TERHADAP ENGAGEMENT ANGGOTA ORGANISASI BEM UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA
Personal Branding is a strategy for building a personal image or brand in the eyes of others. Personal branding has become an important factor in helping leaders manage their organizations, especially as it relates to the engagement of organizational members. The purpose of this study is to examine the relationship between the leader's personal branding and the engagement of members within the Student Executive Board (BEM) at UTS. This research uses a quantitative correlational method. The sampling technique used is purposive sampling, with the selection of participants based on specific criteria. The sample consists of 43 members of the UTS Student Executive Board. Data were collected using research instruments in the form of a Personal Branding Scale and an Engagement Scale.
The results of the study show a positive correlation between personal branding and engagement, with a correlation coefficient value of 0.440 and a significance value of p = 0.003 (p < 0.05). The positive relationship indicates a unidirectional association, meaning that the better the leader's personal branding, the higher the level of member engagement. Conversely, poor personal branding by the leader is associated with lower member engagement
Keyword : Personal Branding, Engagement, OrganizationPersonal Branding merupakan strategi untuk membangun brand atau citra diri di mata orang lain, personal branding menjadi salah satu hal yang penting untuk dapat membantu pimpinan dalam menjalankan organisasinya yang akan berkaitan dengan engagement anggota organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Personal Branding Pimpinan Terhadap Engagement Anggota Organisasi BEM UTS. Penelitian ini mengunakan teknik kuantitatif korelasi. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. penarikan sampel dengan memadankan dengan kriteria yang ditetapkan. Sampel penelitian ini berjumlah 43 anggota BEM UTS. Data penelitian diperoleh menggunakan instrumen penelitian berupa skala Personal branding dan skala engagement. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan (korelasi) positif personal branding dengan engagement, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,440 dengan nilai p hitung = 0,003/(p<0,05). Hubungan positif menunjukan bahwa hubungan yang terjadi bersifat searah, yang berarti semakin baik personal branding pimpinan maka semakin tinggi tingkat engagement anggota, begitupun sebaliknya, buruknya personal branding pimpinan maka semakin rendah tingkat engagement anggota
Kata kunci : Personal Branding, Engagement, Organisas
KAITAN PERSEPSI GANGGUAN MENTAL DENGAN STRES AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Studi ini menyelidiki hubungan antara persepsi gangguan mental dan stres akademik pada 206 siswa sekolah menengah pertama di Jakarta, berusia 12–15 tahun. Dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional, penelitian ini menemukan hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel tersebut (rs = 0,543, p < 0,05). Persepsi terhadap depresi, kecemasan, dan stres memiliki hubungan signifikan dengan stres akademik. Selain itu, persepsi terhadap tekanan berprestasi, beban kerja, keterbatasan waktu, dan persepsi diri dalam bidang akademis juga memiliki korelasi positif dengan persepsi gangguan mental. Menariknya, siswa perempuan menunjukkan persepsi gangguan mental yang lebih tinggi daripada laki-laki, meskipun tingkat stres akademik tidak berbeda secara signifikan berdasarkan jenis kelamin. Temuan ini menggarisbawahi perlunya intervensi yang tepat sasaran. Hasil penelitian ini menyediakan landasan bagi para praktisi kesehatan mental, pendidik, dan orang tua untuk mengembangkan strategi yang dapat mengurangi dampak negatif dari persepsi ini terhadap kesejahteraan siswa, sehingga mendukung kesehatan mental dan kualitas hidup remaja secara keseluruhan.This study investigated the link between the perception of mental disorders and academic stress in 206 Jakarta junior high school students, aged 11–15. Employing a quantitative correlational method, the research found a significant positive relationship between the two variables (rs = 0.543, p < 0.05). Perceptions related to depression, anxiety, and academic pressures like workload and time constraints were all positively correlated with academic stress. Interestingly, female students demonstrated a higher perception of mental disorders than males, though academic stress levels did not differ significantly by gender. However, no significant difference was found in academic stress levels between males and females. These findings underscore the need for targeted interventions. They provide a valuable foundation for mental health practitioners, educators, and parents to develop strategies that mitigate the negative impact of these perceptions on student well-being, thereby supporting adolescent mental health and overall quality of life