Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
PENGARUH KESIAPAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA DI ERA DIGITAL
This is a quantitative research with cluster random sampling. The purpose of this research is to determine the effect of student readiness on academic achievement, The independent variable in the study are student readiness while the dependent variables are academic achievement. The population in this study were all 236 students in class VIII SMP Negeri 2 Bulukumba, while the sample consisted of 106 students. Research data obtained through the scale and documentation of report cards. The data analysis technique is by multiple regression analysis. Based on the results of inferential statistics, the results of this research is partially student readiness does not affect academic achievement, in the digital era
KOMUNIKASI VISUAL DALAM STRATEGI MITIGASI BENCANA: EFEKTIVITAS MEDIA INFOGRAFIS SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA
Indonesia is a country with a high level of disaster vulnerability, making it necessary to develop communication strategies that can reach the wider public quickly and be easily understood. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of visual communication design in disaster mitigation education, with a focus on the use of infographics as the primary medium for delivering information. This research employs a qualitative method with a literature review approach, gathering data from scientific journals, books, official reports from institutions such as BNPB and BMKG, as well as visual documentation of disaster-related infographics. The analysis was conducted through literature classification and thematic analysis to identify design patterns proven effective in conveying mitigation messages. The findings indicate that the effectiveness of infographics is determined by three key aspects: message clarity, visual readability, and cultural relevance. Visual elements such as contrasting colors, universal icons, hierarchical layouts, and culturally adapted symbols have been shown to enhance public understanding, information retention, and disaster preparedness. This study provides a foundation for developing more inclusive, adaptive, and evidence-based visual communication strategies for disaster mitigation.
.Keywords: Visual Communication, Disaster Mitigation, Literature Study, Infographics, Design CommunicationIndonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat luas secara cepat dan mudah dipahami. Tujuan dari penelitian ini adahal untuk menganalisis efektivitas desain komunikasi visual dalam edukasi mitigasi bencana dengan fokus pada penggunaan infografis sebagai media utama penyampai informasi Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang menghimpun data dari jurnal ilmiah, buku, laporan lembaga resmi seperti BNPB dan BMKG, serta dokumentasi visual infografis kebencanaan. Analisis dilakukan melalui klasifikasi literatur dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola desain yang terbukti efektif dalam penyampaian pesan mitigasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas infografis ditentukan oleh tiga aspek utama: kejelasan pesan, keterbacaan visual, dan relevansi budaya. Elemen visual seperti warna kontras, ikon universal, tata letak hierarkis, serta penyesuaian simbol dengan konteks budaya lokal terbukti meningkatkan pemahaman, retensi informasi, dan kesiapsiagaan masyarakat. Penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan strategi komunikasi visual kebencanaan yang lebih inklusif, dan adaptif.
Kata Kunci: Komunikasi Visual, Mitigasi Bencana, Studi Literatur, Infografis, Desain Komunikas
SOCIAL CRITICISM IN THE SONG ‘PAY! PAY! PAY!’ BY THE BAND SUKATANI: DISCOURSE ANALYSIS WITH PIERRE BOURDIEU’S APPROACH
Lagu Bayar! Bayar! Bayar! karya Sukatani merupakan ekspresi musikal yang menyuarakan kritik tajam terhadap praktik pungutan liar dan korupsi yang dianggap telah mengakar dalam institusi kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lirik lagu tersebut membangun wacana perlawanan melalui perspektif teori Pierre Bourdieu, khususnya konsep habitus, modal, dan arena. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis, studi ini mengungkap bahwa lirik lagu tidak hanya menampilkan keluhan individual, tetapi juga merepresentasikan pengalaman sosial kolektif yang dialami masyarakat ketika berhadapan dengan struktur kekuasaan yang timpang. Habitus masyarakat yang tertekan oleh relasi kuasa tercermin dalam ungkapan satir dan nada protes yang muncul dalam lagu. Sementara itu, modal simbolik dan budaya yang dimiliki Sukatani dimanfaatkan sebagai sarana untuk menantang dominasi aktor-aktor yang berada dalam arena kepolisian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa musik, dalam konteks ini, berfungsi sebagai medium kritik sosial yang efektif dan mampu mendorong kesadaran kritis terhadap ketidakadilan struktural. Dengan demikian, lagu ini menjadi bentuk resistensi budaya yang mengungkapkan ketidaksetaraan ekonomi sekaligus memobilisasi solidaritas masyarakat terhadap perubahan sosial.
Kata Kunci: Wacana, Korupsi, Pierre Bourdieu, Kritik SosialSukatani's song "Pay! Pay! Pay!" is a musical expression that sharply criticizes the practice of extortion and corruption that are considered deeply rooted in the police institution. This study aims to analyze how the song's lyrics construct a discourse of resistance through the perspective of Pierre Bourdieu's theory, specifically the concepts of habitus, capital, and arena. Using a critical discourse analysis approach, this study reveals that the song's lyrics not only convey individual grievances but also represent the collective social experiences experienced by society when faced with unequal power structures. The community's habitus, oppressed by power relations, is reflected in the satirical expressions and protest tones that emerge in the song. Meanwhile, Sukatani's symbolic and cultural capital is utilized as a means to challenge the dominance of actors within the police arena. The research findings indicate that music, in this context, functions as an effective medium for social criticism and is able to foster critical awareness of structural injustice. Thus, this song becomes a form of cultural resistance that reveals economic inequality while mobilizing community solidarity for social change.
Keywords: Discourse, Corruption, Pierre Bourdieu, Social Critiqu
HUMAS PEMERINTAH DI ERA INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE: STUDI PRAKTISI IPRA HUMAS JAWA TIMUR
The integration of Artificial Intelligence (AI) has generated significant transformations in government public relations practices in Indonesia. This study aims to examine how AI is utilized, conceptualized, and integrated by government public relations practitioners affiliated with IPRA Humas East Java. Specifically, the study explores the maturity levels of AI adoption, the shifting roles of public relations professionals, emerging ethical and professional challenges, and the readiness of human resources in responding to technological transformation. This research employs a qualitative explanatory approach using Focus Group Discussions (FGDs) with public relations practitioners from various regional government institutions. The data were analyzed through the Miles, Huberman, and Saldaña qualitative analytic framework, involving processes of data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that AI integration within government public relations remains uneven across institutions. Most practitioners employ AI primarily at the level of technical automation, including content creation, voice-over production, visual design, and idea generation. Several institutions have advanced toward big data–driven applications such as media monitoring and sentiment analysis, while only a limited number have adopted AI as a tool for supporting strategic communication. Additional findings reveal the existence of an inter-institutional “AI readiness gap,” the emergence of FOMO-driven AI adoption, limited digital literacy, and concerns related to ethics, information accuracy, and data security. The study proposes a Hybrid Human–AI Government PR Practice model as a more adaptive framework for guiding public relations work within the evolving landscape of technological integration..
Keywords: Government Public Relations, Artificial Intelligence, IPRA Humas Jatim, Excellence TheoryIntegrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memunculkan perubahan signifikan dalam praktik kehumasan pemerintah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana AI digunakan, dipahami, dan diintegrasikan oleh praktisi humas pemerintah yang tergabung dalam IPRA Humas Jawa Timur. Secara khusus, penelitian ini mengeksplorasi tingkat kematangan adopsi AI, pergeseran peran humas, tantangan etika dan profesionalisme, serta kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi teknologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama praktisi humas dari berbagai instansi pemerintah daerah. Data dianalisis menggunakan teknik analisis miles, huberman, saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI di lingkungan humas pemerintah masih berada pada tingkat perkembangan yang beragam. Mayoritas praktisi memanfaatkan AI pada level otomasi teknis seperti pembuatan konten, voice-over, desain visual, dan pencarian ide. Sebagian instansi telah bergerak menuju penggunaan AI berbasis big data untuk media monitoring dan analisis sentimen, sementara hanya sedikit yang memanfaatkan AI sebagai alat pendukung strategi komunikasi. Temuan lain mengungkap adanya “AI readiness gap” antar-instansi, fenomena FOMO AI, keterbatasan literasi digital, serta kekhawatiran terkait etika, akurasi informasi, dan keamanan data. Penelitian ini kemudian menawarkan model praktik kehumasan pemerintah berbasis kolaborasi manusia–AI (Hybrid Human–AI Government PR Practice) sebagai pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kata Kunci: Humas Pemerintah, Artificial Intelligence, IPRA Humas Jatim, Teori Excellenc
POLITIK IDENTITAS DAN FENOMENA BULLYING: TANTANGAN HAM DI ERA DIGITAL
The phenomenon of bullying has undergone significant changes in the digital age. What used to be limited to physical spaces like schools or communities has now shifted to cyberbullying that crosses social and geographic boundaries. This article discusses bullying as a new challenge in the digital era, adopting a human rights perspective. Bullying practices not only violate the rights to dignity and equality but also threaten global human security. The article analyzes how identity-based cyberbullying creates a dilemma between freedom of expression and protection from hate speech, using a review of literature and international documents that emphasize the need for global regulation. The findings show that digital-age bullying is a serious threat to human rights because of its anonymous, fast-spreading, and cross-border nature. Therefore, international policies, cooperation, and social diplomacy are necessary to strike a balance between free speech and the protection of individuals who are victims of discrimination. This article stresses that identity-based bullying in the digital age must be viewed as a human rights violation that requires a collective response across nations.
Keywords: Bullying, identity Politics, Digital Era, Human Rights.Fenomena perundungan mengalami transformasi signifikan di era digital. Biasanya perundungan terbatas pada ruang fisik seperti sekolah atau komunitas, kini ia berkembang menjadi perundungan dunia maya yang melintasi batas sosial dan geografis. Artikel ini membahas perundungan sebagai tantangan baru di era digital melalui pendekatan Hak Asasi Manusia (HAM), praktik perundungan tidak hanya melanggar hak atas martabat dan kesetaraan, tetapi juga mengancam keamanan manusia di tingkat global. Artikel ini menggunakan pendekatan HAM untuk menganalisis bagaimana cyberbullying berbasis identitas menciptakan dilema antara kebebasan berekspresi dan perlindungan dari ujaran kebencian. Analisis dilakukan melalui kajian literatur dan dokumen internasional yang menyoroti perlunya regulasi global. Hasil kajian menunjukkan bahwa perundungan di era digital merupakan tantangan serius bagi perlindungan HAM, karena sifatnya yang anonim, cepat menyebar, dan lintas batas negara. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan global, kerja sama dan diplomasi sosial dalam menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan perlindungan terhadap korban diskriminasi. Artikel ini menegaskan bahwa perundungan berbasis identitas di era digital harus dipahami sebagai pelanggaran HAM yang menuntut respons kolektif lintas negara.
Kata Kunci: Perundungan, Politik Identitas, Era Digital, HAM
PENGARUH STORE ATMOSPHERE DAN CUSTOMER EXPERIENCE TERHADAP MINAT BELI ULANG KONSUMEN PADA BEGINNING COFFEE DI KOTA BIMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh store atmosphere dan customer experience terhadap minat beli ulang konsumen pada Beginning Coffee di Kota Bima. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan dari 96 responden melalui teknik purposive sampling dan kuesioner skala Likert. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda, termasuk uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa store atmosphere dan customer experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 25,6% menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan variasi minat beli ulang konsumen sebesar 25,6%. Faktor store atmosphere seperti tata letak, pencahayaan, aroma, dan musik, serta pengalaman pelanggan yang konsisten melalui pelayanan dan kenyamanan, berperan penting dalam membentuk loyalitas pelanggan. Penelitian ini merekomendasikan agar Beginning Coffee meningkatkan kualitas atmosfer toko dan konsistensi layanan untuk memperkuat keterikatan emosional dengan pelanggan dan mendorong minat beli ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh store atmosphere dan customer experience terhadap minat beli ulang konsumen pada Beginning Coffee di Kota Bima. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan dari 96 responden melalui teknik purposive sampling dan kuesioner skala Likert. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda, termasuk uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa store atmosphere dan customer experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 25,6% menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan variasi minat beli ulang konsumen sebesar 25,6%. Faktor store atmosphere seperti tata letak, pencahayaan, aroma, dan musik, serta pengalaman pelanggan yang konsisten melalui pelayanan dan kenyamanan, berperan penting dalam membentuk loyalitas pelanggan. Penelitian ini merekomendasikan agar Beginning Coffee meningkatkan kualitas atmosfer toko dan konsistensi layanan untuk memperkuat keterikatan emosional dengan pelanggan dan mendorong minat beli ulang.
SISTEM PAKAR PENENTUAN JENIS KULIT WAJAH MENGGUNAKAN SAW DAN RULE-BASED UNTUK REKOMENDASI SKINCARE
Perkembangan teknologi dan media sosial telah mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kulit. Namun, tingginya biaya konsultasi dokter spesialis kulit (Rp100.000-250.000/sesi), banyaknya informasi tidak tervalidasi di internet, serta kompleksitas pemilihan produk skincare yang tepat menjadi kendala utama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar berbasis web untuk menentukan jenis kulit wajah dan memberikan rekomendasi skincare yang akurat dan terjangkau bagi masyarakat. Metode Simple Additive Weighting (SAW) dipilih karena kemampuannya dalam melakukan pembobotan kriteria dan perangkingan alternatif secara sistematis untuk menghasilkan penilaian yang objektif. Rule-Based System diimplementasikan untuk memberikan rekomendasi berdasarkan aturan if-then yang dapat ditelusuri logika pengambilan keputusannya. Pengembangan menggunakan metode Waterfall dengan framework Laravel, database MySQL, dan basis pengetahuan dari dokter spesialis kulit. Sistem mengklasifikasikan lima jenis kulit (normal, berminyak, kering, sensitif, kombinasi) berdasarkan 25 karakteristik dengan pembobotan SAW, kemudian Rule-Based System memberikan rekomendasi ingredients dan produk sesuai jenis kulit terdeteksi. Hasil pengujian Black Box Testing menunjukkan tingkat keberhasilan 100% untuk semua fitur sistem. Sistem berhasil memberikan alternatif konsultasi yang terjangkau, membantu masyarakat mendapatkan informasi akurat tentang jenis kulit dan rekomendasi perawatan yang tepat
ANALISIS SENTIMEN PUBLIK TERHADAP BADAN INVESTASI DANANTARA PADA MEDIA SOSIAL X MENGGUNAKAN MODEL INDOBERT
Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai lembaga pengelola investasi nasional telah memicu beragam reaksi masyarakat Indonesia. Persepsi publik memainkan peran penting dalam kepercayaan dan keberhasilan lembaga ini, sehingga diperlukan analisis sentimen yang objektif dan sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen publik terhadap Danantara menggunakan model IndoBERT, sebuah model trafo yang dioptimalkan untuk Bahasa Indonesia. Data opini publik dikumpulkan dari platform media sosial melalui teknik scraping , kemudian diproses melalui tahapan preprocessing (cleaning, normalisasi, tokenisasi, translasi) sebelum dilakukan pelabelan otomatis dan sebagian manual. Model dibor dan dievaluasi menggunakan metrik akurasi, presisi, recall , dan F1-score . Hasil menunjukkan IndoBERT mampu mengklasifikasikan sentimen dengan akurasi 88,77% dan rata-rata F1-score 88,76%. Hasil analisis menemukan sebagian besar opini masyarakat terhadap Danantara bersifat negatif (58,6%), sedangkan 41,4% positif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan penerjemahan bahasa alami (NLP) berbahasa Indonesia serta menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyebarkan persepsi publik terhadap kebijakan strategis nasional
INTEGRASI REST API PADA APLIKASI MOBILE UNTUK MONITORING KINERJA KARYAWAN
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong kebutuhan akan sistem yang efisien dalam pengelolaan kinerja karyawan. Di banyak perusahaan, pemantauan kinerja masih dilakukan secara manual, sehingga menyebabkan keterlambatan pencatatan aktivitas kerja, minimnya transparansi dalam evaluasi, serta kesulitan akses data secara real time. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi Monitoring Kinerja Karyawan berbasis mobile yang terintegrasi dengan sistem web administrator guna mendukung proses evaluasi kinerja secara real-time dan transparan. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan waterfall, dengan implementasi teknologi Flutter pada sisi pengguna dan Laravel REST API pada sisi server serta basis data MySQL. Hasil pengujian menggunakan metode black box menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai fungsinya, dan komunikasi data antara aplikasi mobile dan server berlangsung stabil. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam proses pemantauan kinerja karyawan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi real time antara aplikasi mobile dan sistem web berbasis REST API yang memfasilitasi evaluasi kinerja secara komprehensif
DETEKSI OTOMATIS PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA DAUN TOMAT MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK BERBASIS EKSTRAKSI CITRA RGB
Tanaman tomat memainkan peranan krusial pada sektor pertanian, tetapi seringkali produksi tanaman tomat terancam oleh penyakit salah satunya adalah penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium. Deteksi yang cepat dan akurat sangat penting untuk mengurangi kerugian pada saat panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja model Convolutional Neural Network (CNN) dalam mendeteksi penyakit layu Fusarium pada daun tomat berbasis ekstraksi citra RGB. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari gambar daun tomat yang sehat serta yang terinfeksi, yang dibagi dengan rasio 80% untuk pelatihan dan 20% untuk pengujian. Model CNN dilatih selama 20 epoch dengan memakai optimasi Adam pada learning rate sebesar 0.0001. Hasil pengujian menunjukkan performa model yang sangat memuaskan, dengan akurasi pada validasi mencapai 98,47% dan nilai loss serendah 0,0457. Temuan ini menunjukkan bahwa model CNN yang telah diuji sangat efektif dan dapat diandalkan dalam mendeteksi penyakit layu Fusarium pada daun tanaman tomat, sehingga dapat menjadi dasar yang berharga bagi petani dalam pengelolaan tanaman tomat dan pengambilan keputusan