Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    IMPLEMENTASI KURIKULUM DALAM GAME EDUKASI DENGAN MEKANIKA BERBASIS TUGAS

    Get PDF
    Mekanika adalah semua hal yang dapat dilakukan atau dikuasai oleh pemain dalam game, mengcakup tindakan, perilaku, dan mekanisme. Dalam mengembangkan sebuah game edukasi, desain mekanika game adalah tantangan yang harus dipecahkan. Game edukasi harus dapat menerjemahkan kurikulum menjadi mekanika game. Penelitian ini mengembangkan game edukasi dengan mekanika berbasis tugas untuk mencapai tujuan kurikulum. Studi kasus pada penelitian ini adalah mata pelajaran Sejarah. Pembelajaran sejarah memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan identitas bangsa. Namun metode pengajaran konvensional sering kali dianggap monoton dan kurang menarik, sehingga menurunkan minat siswa terhadap pelajaran Sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan game berbasis mekanika tugas mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah. Dengan kondisi awal hanya 35% soal evaluasi materi Sejarah dapat dijawab dengan benar oleh mayoritas siswa, setelah memainkan game, sebanyak 80% soal dapat dijawab dengan benar oleh mayoritas sisw

    Perancangan Ulang Kursi Kuliah Konvensional Menjadi Desain yang Lebih Ergonomis untuk Mahasiswa Institut Teknologi PLN

    Get PDF
    Lecture chairs are one of the important facilities that must be owned by a university in the implementation of the teaching and learning process. Not limited to being available, but more than that, lecture chairs must also be comfortable and safe when used by students when attending lectures. Safe and comfortable chairs are needed so that students do not feel sore or experience other complaints after using lecture chairs for hours. This research aims to redesign conventional lecture chairs to be more ergonomic by using anthropometric data from PLN Institute of Technology. The data collection technique involves direct measurements of the subject's body dimensions to obtain accurate results. The method used in this study is the anthropometric method. The stages carried out start from anthropometric measurements, data adequacy and uniformity tests and make lecture chair designs. The results of the analysis show that the proposed chair design includes adjustment of the height of the backrest, height and width of the seat base, length of the writing base, as well as the length of the chair, taking into account the principle of ergonomics. From the calculation results, it was obtained that the seat design was 51cm in height, 66cm in height in the writing base, 47cm in height in the seat, 40cm in width, 55.16cm in length and 54.50cm in length. This design is expected to contribute to creating better educational facilities and improving the health and comfort of students.Kursi kuliah merupakan salah satu fasilitas penting yang harus dimiliki oleh suatu perguruan tinggi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Tidak sebatas tersedia, namun lebih dari itu kursi kuliah juga harus nyaman dan aman ketika digunakan oleh mahasiswa ketika mengikuti perkuliahan. Kursi yang aman dan nyaman dibutuhkan agar mahasiswa tidak merasa pegal atau mengalami keluhan lainnya setelah menggunakan kursi kuliah berjam-jam lamanya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang kursi kuliah konvensional agar lebih ergonomis dengan menggunakan data antropometri mahasiswa Institut Teknologi PLN. Teknik pengumpulan data melibatkan pengukuran langsung terhadap dimensi tubuh subjek untuk mendapatkan hasil yang akurat. Metode yang digunakan pada penelitian ini dimulai dari pengukuran antropometri, uji kecukupan dan keseragaman data serta membuat desain kursi perkuliahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain kursi yang diusulkan mencakup penyesuaian tinggi sandaran, tinggi dan lebar alas duduk, panjang alas menulis, serta panjang kursi, dengan mempertimbangkan prinsip ergonomi. Dari hasil perhitungan didapatkan rancangan kursi dengan tinggi sandaran kursi 51cm, tinggi sandaran alas menulis 66cm, tinggi alas duduk 47cm, lebar alas duduk 40cm, panjang alas menulis 55,16cm dan panjang kursi 54,50cm. Desain ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan fasilitas pendidikan yang lebih baik dan meningkatkan kesehatan dan kenyamanan mahasiswa

    Analisis Karakteristik Briket Berbahan Kulit Buah Lontar dan Batang Bambu Sebagai Bahan Bakar Alternatif

    Get PDF
    When renewable fuel energy is running out, many academics and practitioners are starting to try to make alternative fuels that come from renewable resources. To reduce our dependence on fossil fuels, this is very important to do, one of the renewable energies that has great potential in Indonesia in biomass. Biomass energy includes livestock, plantations, wood, and industrial and household organic materials. The aim of this research is to determine the characteristics of briquettes mixed with palm fruit and bamboo sticks. The best composition of a mixture of palm fruit and bamboo stems in this research was in sample 5 a mixture of 25% palm fruit : 65% bamboo stem with 10% adhesive had a water content of 11.17%, ash content of 57.59%, volatile matter content of 19.62%, bound carbon content 48.73% and heating value 4.288 cal/g.Ketika energi bahan bakar terbaharukan semakin habis, banyak akademisi dan praktisi mulai mencoba membuat bahan bakar alternatif yang berasal dari sumber daya yang tebaharukan. Utuk mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil, hal ini sangat penting  untuk dilakukan, salah energi terbarukan yang sangat potensial diIndonesia adalah biomassa. Energi biomassa termasuk limabh pernataian, perkebunan, kayu, dan bahan organik industri dan rumah tangga. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengatahui karakteristik dari briket dengan campuran buah lontar dan batang bambu. Komposisi terbaik dari campuran buah lontar dan batang bambu pada peneltian ini yaittu pada sampel 5 campuran buah lontar 25%: batang bambu 65% dengan perekat 10% memiliki kadar air 11,17%, kadar abu 57,95%, kadar zat menguap 19,62,kadar karbon terikat 48,73% dan nilai kalor 4,288 cal/g

    PERBANDINGAN ALGORITMA APRIORI DAN FP-GROWTH PADA ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN DATA ELEKTRONIK

    Get PDF
    Memahami perilaku konsumen dalam industri elektronik sangat penting untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Penelitian ini membandingkan kinerja algoritma Apriori dan FP-Growth dalam menganalisis pola pembelian konsumen berdasarkan data transaksi PT Girsang yang mencakup 6968 transaksi dalam dua tahun terakhir. Data mining digunakan untuk menemukan hubungan antar produk, dengan algoritma Apriori yang bekerja dengan pendekatan kandidat itemset dan FP-Growth yang menggunakan struktur FP-Tree untuk efisiensi pemrosesan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua algoritma menghasilkan frequent itemsets yang sama, tetapi FP-Growth lebih unggul dalam kecepatan eksekusi. Apriori membutuhkan waktu 0.0050 detik untuk menemukan frequent itemsets dan 0.0028 detik untuk menghasilkan aturan asosiasi, sementara FP-Growth hanya memerlukan 0.0025 detik dan 0.0027 detik, masing-masing. Keunggulan FP-Growth dalam efisiensi pemrosesan membuatnya lebih sesuai untuk dataset besar. Penelitian ini menyarankan penggunaan algoritma FP-Growth untuk optimasi strategi pemasaran dan manajemen inventaris pada industri elektronik. Studi lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi algoritma lain seperti Eclat dan H-Mine serta integrasi dengan big data untuk meningkatkan akurasi analisis.Penelitian ini membahas perbandingan algoritma Apriori dan FP-Growth dalam menganalisis perilaku konsumen pada pembelian elektronik. Dengan menggunakan data penjualan dari PT Girsang, yang terdiri dari 6.968 transaksi selama periode 2022 hingga 2024, penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pola pembelian yang signifikan dan membandingkan efisiensi kedua algoritma dalam memproses data transaksi besar. Proses analisis meliputi pra-proses data, transformasi data, dan penerapan algoritma Apriori dan FP-Growth untuk menemukan itemset yang sering muncul dan aturan asosiasi dengan nilai minimum support dan confidence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua algoritma efektif dalam menemukan pola asosiasi, FP-Growth lebih unggul dalam hal efisiensi waktu komputasi pada dataset besar. Implementasi FP-Growth terbukti lebih cepat dan efisien dalam pemrosesan, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk analisis data transaksi besar di industri elektronik

    SEGMENTASI CITRA BUAH DURIAN DAN JAGUNG DENGAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR DAN PRINCIPAL COMPONEN ANALYSIS

    Get PDF
    Kemajuan pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat berarti bahwa beberapa teknik telah dikembangkan untuk memudahkan tugas manusia, seperti pengolahan citra, analisis citra, dan pemanfaatan citra untuk berbagai keperluan dan tujuan tertentu. Pengenalan pola adalah suatu ilmu untuk mengklasifikasikan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan pengukuran kuantitatif fitur atau sifat utama dari suatu obyek. Klasifikasi dapat diamati atau dilihat dari tekstur Durian, Durian Belanda, dan Jagung untuk membedakan ciri dari masing-masing citra yang akan di uji. Metode yang digunakan dalam klasifikasi citra buah Durian, Durian Belanda, dan jagung yaitu K-Nearest Neighbor (KNN) dengan menggunakan data pembelajaran untuk mengklasifikasikan objek yang paling dekat dengan objek tersebut ke dalam kelas baru. Namun, KNN dapat bekerja dengan baik jika mendapatkan informasi atau karakteristik dari kelas citra yang akan diklasifikasikan, sehingga diperlukan ekstraksi ciri yang optimal. Untuk mengoptimalkan dan meningkatkan akurasi algoritma KNN, maka algoritma ini akan dikombinasikan dengan algoritma PCA. Hasil dari pengujian untuk ekstraksi ciri pada citra buah Durian, Durian Belanda, dan Jagung dengan menggunakan metode K-Nearest Neighbor (KNN) dan Principal Component Analysis (PCA) bahwa dari 16 data latih dan 10 data uji yang digunakan pada metode K-Nearest Neighbor (KNN) dan Principal Component Analysis mampu mendapatkan hasil akurasi 100% dari total data yang telah diujikan

    PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING DALAM MENENTUKAN PELUANG MASUK SISWA KE UNIVERSITAS NEGERI

    Get PDF
    Teknologi merupakan suatu metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis. Kemajuan teknologi berkembang sangat pesat saat ini. Saat ini teknologi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Di mana teknologi dapat membantu dalam berbagai hal, seperti menyelesaikan suatu masalah. Dengan adanya teknologi, manusia dapat melakukan aktivitas secara efisien dan lebih mudah. ??Pesatnya perkembangan teknologi sistem informasi membuat banyak instansi memanfaatkan teknologi untuk mengelola data. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan atau menentukan mahasiswa yang berpeluang masuk ke perguruan tinggi negeri ternama ini. Metode yang digunakan untuk membagi data series ke dalam beberapa kelompok berdasarkan kesamaan yang telah ditentukan sebelumnya adalah bentuk Clustering dengan menggunakan Algoritma K-Means Clustering. Penelitian ini menghasilkan suatu sistem yang dapat mengelompokkan mahasiswa yang berpeluang dan mahasiswa yang kurang berpeluang masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP. Penulis berharap sistem informasi yang dibangun dapat memudahkan guru untuk mengetahui mahasiswa yang berpeluang masuk ke perguruan tinggi negeri dan juga memudahkan siswa untuk mengetahui apakah dirinya berpeluang masuk ke perguruan tinggi negeri atau tidak. Berdasarkan hasil perhitungan manual, jumlah mahasiswa yang berpeluang masuk sebanyak 86 mahasiswa dan mahasiswa yang tidak berpeluang masuk sebanyak 435 mahasiswa

    Pengaruh Penambahan Asam Jawa Dan Kunyit Terhadap Mutu Mikrobiologi Dan Sensori Pada Singang Ikan Kembung Masakan Tradisional Khas Sumbawa: Pengaruh Penambahan Asam Jawa Dan Kunyit Terhadap Mutu Mikrobiologi Dan Sensori Pada Singang Ikan Kembung Masakan Tradisional Khas Sumbawa

    No full text
    Singang adalah masakan khas Sumbawa dengan rasa asam manis, berbahan dasar ikan kembung dan bumbu seperti kunyit, asam, kemiri, bawang merah, cabai, dan daun ruku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan konsentrasi asam jawa dan kunyit terhadap sifat sensoris (warna, tekstur, aroma, rasa) serta mutu mikrobiologi singang ikan kembung. Metode analisis yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu konsentrasi asam (5%, 10%, 15%, 20%) dan kunyit (20%, 15%, 10%, 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bumbu berpengaruh pada sifat organoleptik dan mutu mikrobiologi. Sampel P0 memiliki kontaminasi coliform tinggi, sementara P1, P2, P3, dan P4 menunjukkan koloni yang sangat rendah atau tidak terdeteksi. Perlakuan terbaik ditemukan pada P4 (20:5) dengan perbandingan kunyit dan asam yang optimalSingang adalah masakan khas Sumbawa dengan rasa asam manis, berbahan dasar ikan kembung dan bumbu seperti kunyit, asam, kemiri, bawang merah, cabai, dan daun ruku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan konsentrasi asam jawa dan kunyit terhadap sifat sensoris (warna, tekstur, aroma, rasa) serta mutu mikrobiologi singang ikan kembung. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu konsentrasi asam (5%, 10%, 15%, 20%) dan kunyit (20%, 15%, 10%, 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bumbu berpengaruh pada sifat organoleptik dan mutu mikrobiologi. Sampel P0 memiliki kontaminasi coliform tinggi, sementara P1, P2, P3, dan P4 menunjukkan koloni yang sangat rendah atau tidak terdeteksi. Perlakuan terbaik ditemukan pada P4 (20:5) dengan perbandingan kunyit dan asam yang optimal

    ANALISIS KUALITAS AITEM ORGANIZATIONAL LEARNING SCALE MENGGUNAKAN GENERALIZED PARTIAL CREDIT MODEL (GPCM)

    No full text
    Di era globalisasi sekarang ini, terjadi banyak perubahan baik perubahan lingkungan maupunperubahan budaya. Hal-hal tersebut tentunya juga memicu semakin cepatnya perubahan polakonsumen. Perubahan ini menyebabkan banyak perusahaan berlomba untuk berinovasi agar dapat memenangkan hati konsumen dan tetap bertahan. Saat ini dikarenakan penerapanteknologi informasi dan komunikasi sedang tumbuh berlebihan Hal ini juga berimbas kepadastasiun televisi untuk terus menghadirkan inovasi, baik dalam program tayangan maupun dalammedia penyiaran. Singkatnya, perusahaan perlu dapat menyesuaikan dan menciptakan strategi untuk mengikuti perubahan yang cepat ini (Hamdan, 2018). Penyesuaian ini tentu tidak terlepasdari kinerja para pegawai di dalam organisasi yang dapat mempengaruhi keberhasilanperusahaan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dari skala alat ukurorganizational learning. Sampel dalam penelitian ini merupakan para karyawan yang bekerja di perusahaan bidang jasa di Indonesia. Pengumpulan data yang dilakukan dengan metodekuantitatif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah, organizational learning dariAlavi et al. (2014). Analisis kualitas aitem nantinya akan dilakukan dengan menggunakanTeknik analisis data GPCM. Hasil dari analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa aitemnomor CL5, SV6, OM2, dan OM5 memiliki index diskriminan (dibawah 0,2) dan ICC yang tidak dapat mengukur kemampuan para partisipan sehingga, aitem tersebut harus direvisi ataudigugurkan.    In today's era of globalization, there are many changes, both environmental changes and cultural changes. These things of course also trigger the rapid change in consumer patterns. This change has caused many companies to compete to innovate in order to win the hearts of consumers and stay afloat. Currently, because the application of information and communication technology is growing excessively, this also has an impact on television stations to continue to present innovations, both in broadcast programs and in broadcast media. In short, companies need to be able to adapt and create strategies to keep up with these rapid changes (Hamdan, 2018). This adjustment is certainly inseparable from the performance of employees in the organization which can affect the success of the company. Therefore, this study aims to test the validity of the organizational learning measurement scale. The sample in this study is employees who work in service companies in Indonesia. Data collection is carried out by quantitative methods. The measurement tool used in this study is organizational learning from Alavi et al. (2014). The quality analysis of the item will later be carried out using the GPCM data analysis technique. The results of the data analysis conducted showed that items CL5, SV6, OM2, and OM5 had discriminant indexes (below 0.2) and ICC that could not measure the ability of the participants so that the items had to be revised or dropped.       &nbsp

    FAKTOR-FAKTOR QUALITY OF LIFE WANITA MENJELANG MASA MENOPAUSE DI DESA KALIREJO KEC WAY RATAI KAB PESAWARAN

    No full text
    Masa premenopause merupakan fase transisi yang dialami wanita sebelum menopause yang ditandai oleh berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan yang dapat berdampak pada quality of life. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi quality of life wanita menjelang menopause di Desa Kalirejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek terdiri dari tiga orang wanita berusia 40–45 tahun yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur, sudah menikah, tinggal bersama keluarga, dan berasal dari kondisi ekonomi menengah ke bawah. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat subjek mengalami penurunan quality of life dalam aspek kesehatan dan fungsi, psikologis dan spiritual, sosial dan ekonomi, serta keluarga. Keluhan yang muncul meliputi kelelahan fisik, gangguan tidur, kecemasan, perubahan suasana hati, tekanan ekonomi, dan kurangnya dukungan emosional dari pasangan. Ketidakseimbangan dalam hubungan keluarga serta terbatasnya kenyamanan lingkungan juga menjadi penghambat dalam menjalani peran sehari-hari. Subjek tetap berusaha mempertahankan keseimbangan emosi melalui ibadah, komunikasi dengan anak, dan keterlibatan terbatas dalam kegiatan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa quality of life wanita menjelang menopause sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik, kestabilan psikologis, dukungan keluarga, serta situasi sosial dan ekonomi.The premenopausal phase is a transitional period experienced by women before entering menopause, marked by various physical, psychological, social, and environmental changes that can affect quality of life. This study aims to identify the factors that influence the quality of life of women approaching menopause in Kalirejo Village, Way Ratai Subdistrict, Pesawaran Regency. The research used a qualitative approach with a phenomenological perspective. The subjects consisted of three women aged 40–45 years who experienced irregular menstrual cycles, were married, lived with their families, and came from lower-middle socioeconomic backgrounds. Data collection techniques included semi-structured interviews, observation, and documentation. The results showed that all subjects experienced a decline in quality of life in aspects of health and functioning, psychological and spiritual well-being, social and economic conditions, and family relationships. Reported complaints included physical fatigue, sleep disturbances, anxiety, mood changes, financial stress, and lack of emotional support from spouses. Imbalances in family relationships and limited environmental comfort also hindered their ability to carry out daily roles. The subjects continued to maintain emotional balance through religious practices, communication with children, and limited involvement in social activities. This study concludes that the quality of life of women approaching menopause is strongly influenced by physical condition, psychological stability, family support, and social and economic circumstances

    KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA KORBAN BULYYING PONDOK PESANTREN : BAGAIMANA PERAN PEER SUPPORT? indonesia

    No full text
    This study was conducted to determine the extent to which peer support influences the psychological well-being of adolescent victims of bullying in Islamic boarding schools. Adolescents who experience bullying in Islamic boarding schools continuously will cause a decrease in the level of psychological well-being which results in a person not having good communication with their environment. In this study there were 150 respondents with an age range of 13-15 years who were taken based on certain criteria using purposive sampling techniques. This study used a simple regression analysis technique with the help of JASP 0.19.3.0 software. The results of the study showed a correlation coefficient (R) of 0.539 with a calculated F of 80.251 and a significance level of 0.001 (p <.001) meaning that there is a significant positive relationship between peer support and the psychological well-being of adolescent victims of bullying in Islamic boarding schools where the peer support variable provides an effective contribution of 35.2% to the psychological well-being variable

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇