Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    WORK LIFE BALANCE: IMPLEMENTASI TOOL KIT WORK LIFE BALANCE PADA BEBAN KERJA

    No full text
    Saat ini, salah satu masalah utama yang banyak dihadapi di tempat kerja adalah ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Jumlah lembur yang tinggi, tenggat waktu yang mendesak, dan kecenderungan untuk membawa pekerjaan ke rumah adalah bukti dari hal ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan menerapkan toolkit berupa e-modul yang bertujuan untuk meningkatkan work life balance melalui penerapan strategi manajemen waktu dan relaksasi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara semi-terstruktur, dan observasi menggunakan metode kualitatif deskriptif. Kemudian, data dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang menggabungkan metode Pomodoro, jurnaling reflektif, Dan latihan mindfulness dapat membantu orang mengatur waktu kerja mereka, mengurangi stres, dan memperbaiki work life balance mereka. mengembangkan strategi yang berkelanjutan untuk manajemen sumber daya manusia.Nowadays, The imbalance between work and life balance is one of the main issues that many people confront in the workplace these days. This is demonstrated by high overtime, tight deadlines, and the propensity to take work home. Through the use of time management and relaxation techniques, this project seeks to develop and deploy a toolbox in the form of an e-module that will enhance work-life balance. Descriptive qualitative methods, semi-structured interviews, and observations were used to gather data. The information was then subjected to a thematic analysis. The findings demonstrated that the e-module, which incorporates mindfulness exercises, reflective journaling, and the Pomodoro method, can assist individuals in bettering their work-life balance, managing their time, and lowering stress. creating long-term plans for managing human resources. &nbsp

    PENGEMBANGAN MODUL UNTUK MENGELOLA PERILAKU FoMO (Fear of Missing Out) PADA REMAJA

    No full text
    Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan individu yang rawan mengalami fenomena FoMO  ( Fear of Missing Out ), yaitu rasa cemas kehilangan pengalaman atau informasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul psikoedukasi untuk membantu remaja usia 12–18 tahun memahami dan mengelola FoMO secara efektif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif berdasarkan model Borg and Gall yang dimodifikasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 85 siswa SMP Negeri 31 Purworejo dan wawancara singkat dengan 3 siswa. Analisis kuantitatif menunjukkan 25,9% siswa memiliki tingkat FoMO  tinggi, sedangkan wawancara mengungkapkan sebagian remaja belum memahami makna FoMO meskipun sering mendengar istilah tersebut. Modul yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh ahli materi dengan skor 91%, ahli media sebesar 83%, dan praktisi (guru) dengan skor 92%, yang menunjukkan modul sangat layak digunakan. Modul ini dilengkapi dengan langkah praktis dan media menarik yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan strategi sehat dalam mengelola FoMO. Saran untuk pengembangan selanjutnya adalah pembuatan variasi permainan edukatif yang lebih inovatif dan modul efektivitas evaluasi secara menyeluruh

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STUDENT ENGAGEMENT PADA SISWA SMP DAN MTS: SEBUAH SCOPING REVIEW

    No full text
    Student engagement merupakan keterlibatan siswa dalam berbagai aktivitas sekolah, baik akademik maupun non-akademik, yang tercermin dari perilaku, emosi, dan cara berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi student engagement pada siswa SMP dan MTs. Menggunakan metode scoping review, peneliti menelusuri 100 artikel melalui database Science Direct dan Google Scholar, lalu menyeleksi menggunakan pendekatan PRISMA hingga diperoleh 20 artikel yang relevan. Hasil review menunjukkan 15 faktor yang berkontribusi terhadap student engagement di antaranya; hardiness, self-regulated learning, perceived social support dan school burnout, peer attachment, parent involvement, teacher support, dukungan sosial orang tua, guru dan teman, efikasi diri akademik, school well-being, konseling kelompok, dukungan keluarga dan iklim sekolah, self-efficacy. Sebagian besar penelitian sebelumnya masih bersifat parsial, hanya menyoroti satu atau dua faktor tanpa memberikan gambaran yang lebih menyeluruh. Selain itu, penelitian dengan fokus khusus pada siswa SMP dan MTs masih relatif terbatas dibandingkan dengan jenjang SMA atau perguruan tinggi

    HUBUNGAN CANCEL CULTURE DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SKINCARE PADA GENERASI Z

    No full text
    Keputusan pembelian merupakan proses dalam memenuhi kebutuhan melalui pencarian, evaluasi dan pascapembelian. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi Keputusan pembelian yaitu cancel culture. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan Cancel culture dengan Keputusan Pembelian skincare di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan responden sebanyak 132 orang yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan cancel culture memberikan pengaruh sebesar 32,6% terhadap Keputusan pembelian pada generasi Z di Yogyakarta yang artinya semakin semakin tinggi tingkat cancel culture yang dilakukan maka semakin tinggi tingkat keputusan pembelianPurchasing decisions are a process of fulfilling needs through search, evaluation, and post-purchase. One factor that can influence purchasing decisions is cancel culture. The purpose of this study is to determine the relationship between cancel culture and skincare purchasing decisions in Yogyakarta. This study used a quantitative approach with 132 respondents obtained through questionnaires. This study used the Spearman Rho correlation test. The results of this study indicate that cancel culture has a 32.6% influence on purchasing decisions among Generation Z in Yogyakarta, which means that the higher the level of cancel culture, the higher the level of purchasing decision

    REDUCING UNCERTAINTY IN FRESH STUDENT ORIENTATION: A LITERATURE STUDY

    No full text
    Artikel ini membahas penerapan Teori Pengurangan Ketidakpastian (Uncertainty Reduction Theory) yang dikembangkan Charles Berger dalam proses orientasi mahasiswa baru di perguruan tinggi. Pada masa awal perjumpaan, mahasiswa sering membawa rasa takut salah, canggung, dan ingin segera memahami lingkungan barunya. Dalam situasi tersebut, komunikasi menjadi sarana utama untuk meredakan ketidakpastian yang mereka rasakan. Penelitian ini menggunakan studi literatur yang dihimpun dari berbagai jurnal dan artikel ilmiah, dengan bantuan perangkat Publish or Perish untuk menelusuri publikasi relevan mengenai teori tersebut. Dalam konteks orientasi mahasiswa baru, teori ini menjelaskan bagaimana proses adaptasi terjadi melalui strategi pasif, aktif, dan interaktif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penggunaan strategi ini dapat mempercepat mahasiswa dalam memahami dinamika sosial kampus, meningkatkan rasa nyaman ketika berinteraksi, serta membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang-orang di sekitarnya. Pada akhirnya, komunikasi bukan sekadar pertukaran informasi, tetapi menjadi pintu masuk yang membantu mahasiswa baru merasa diterima, didukung, dan siap menjalani pengalaman kampus yang lebih bermakna.   Kata Kunci: Adaptasi Sosial, Komunikasi Interpersonal, Orientasi Mahasiswa Baru, Teori Pengurangan KetidakpastianThis article discusses the application of Uncertainty Reduction Theory, developed by Charles Berger, to the orientation process for new students at universities. During their initial encounters, students often experience fear of making mistakes, awkwardness, and a desire to quickly understand their new environment. In these situations, communication becomes the primary means of alleviating their uncertainty. This research utilizes a literature review compiled from various journals and scholarly articles, using the Publish or Perish tool to search for relevant publications on the theory. In the context of new student orientation, this theory explains how the adaptation process occurs through passive, active, and interactive strategies. The results demonstrate that using these strategies can accelerate students' understanding of campus social dynamics, increase their sense of comfort during interactions, and build stronger relationships with those around them. Ultimately, communication is not simply an exchange of information; it serves as a gateway that helps new students feel accepted, supported, and prepared for a more meaningful campus experience.   Keywords: New Student Orientation, Interpersonal Communications Social Adaptation, Uncerttainty Reduction Theory

    UTILIZATION OF FACEBOOK SOCIAL MEDIA AS A GOVERNMENT INFORMATION MEDIA FOR THE COMMUNITY OF TASOKKO VILLAGE, CENTRAL MAMUJU REGENS, WEST SULAWESI

    No full text
    Media sosial telah menjadi sarana komunikasi yang efektif dalam penyebaran informasi, termasuk dalam pemerintahan desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan Facebook sebagai media informasi pemerintahan bagi masyarakat Desa Tasokko, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook meningkatkan transparansi informasi, mempercepat penyebaran berita, dan memudahkan masyarakat mengakses informasi desa. Namun, ditemukan kendala seperti keterbatasan akses internet, ketergantungan pada kuota, penggunaan akun pribadi untuk informasi resmi, dan kurangnya pembaruan rutin. Penelitian menyimpulkan bahwa Facebook berpotensi besar sebagai media komunikasi pemerintahan desa yang efektif, tetapi memerlukan optimalisasi. Rekomendasi meliputi peningkatan literasi digital, penggunaan akun resmi yang terstruktur, dan perbaikan infrastruktur digital guna memastikan pemerataan akses informasi bagi masyarakat secara lebih luas dan inklusif. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami peran Facebook sebagai alat komunikasi di desa, serta memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan untuk meningkatkan efisiensi penyampaian informasi dan memperbaiki akses akses digital yang ada.   Kata Kunci: Media Sosial; Facebook; Informasi; Pemerintah TransparansiSocial media has become an effective communication tool for disseminating information, including in village government. The purpose of this study was to analyze the use of Facebook as an information medium for the community of Tasokko Village, Central Mamuju Regency, West Sulawesi. The approach used was descriptive qualitative with interviews, observation, and documentation techniques. The results showed that Facebook increases information transparency, accelerates news dissemination, and facilitates community access to village information. However, obstacles emerged such as limited internet access, dependence on quotas, the use of personal accounts for official information, and a lack of regular updates. The study concluded that Facebook has great potential as an effective communication medium for village government, but requires optimization. Recommendations include increasing digital literacy, using structured official accounts, and improving digital infrastructure to ensure equitable access to information for the wider and more inclusive community. This study contributes to understanding the role of Facebook as a communication tool in villages and provides insights for policymakers to increase the efficiency of information delivery and improve existing digital access.   Keywords: Social Media; Facebook; Information; Government Transparenc

    CLICKBAIT AS A NEWS FRAMING STRATEGY IN THE ONLINE MEDIA TRIBUNNEWS.COM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan judul clickbait dalam pemberitaan Tribunnews.com memengaruhi tingkat kepercayaan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNISKA MAB terhadap informasi yang disajikan. Fenomena clickbait yang kian marak di media daring dinilai efektif dalam menarik perhatian pembaca, namun menimbulkan kekhawatiran terkait akurasi informasi, etika jurnalistik, dan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi sebagai informan yang dipilih secara purposif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menyadari keberadaan clickbait dalam berita Tribunnews.com, terutama pada rubrik hiburan dan gaya hidup. Mahasiswa menilai bahwa meskipun judul berita mampu menarik perhatian, konten yang tidak sesuai dengan judul dapat mengurangi kredibilitas dan menimbulkan rasa tidak percaya. Terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa yang sering terpapar clickbait dan yang tidak, di mana kelompok pertama cenderung bersikap lebih skeptis namun permisif terhadap fenomena tersebut, sementara kelompok kedua lebih mengedepankan keakuratan dan substansi informasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi media bagi mahasiswa serta dorongan bagi media daring untuk menjaga keseimbangan antara daya tarik judul dan kualitas isi berita.   Kata Kunci: Clickbait, Kepercayaan Media, Tribunnews.Com, Media DaringThis study aims to understand how the use of clickbait headlines in Tribunnews.com's news content influences the level of trust among Communication Science students at UNISKA MAB toward the information presented. The growing prevalence of clickbait in online media is seen as effective in attracting readers' attention but raises concerns regarding information accuracy, journalistic ethics, and public trust. This research employs a qualitative approach using a case study method, involving eight Communication Science students selected purposively as informants. Data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews. The findings indicate that most students are aware of the presence of clickbait, particularly in entertainment and lifestyle sections. While catchy headlines are acknowledged to successfully capture attention, misleading content that does not match the headline tends to reduce credibility and foster distrust. The study reveals a difference in perception between students frequently exposed to clickbait and those who are not. The former group tends to be more skeptical yet tolerant, while the latter prioritizes content accuracy and integrity. The study recommends enhancing media literacy among students and encouraging onli ne media platforms to balance attractive headlines with factual and reliable content.   Keywords: Clickbait, Media Trust, Tribunnews.Com, Online Medi

    ANALISIS HIDROLOGI DI WILAYAH KABUPATEN DELI SERDANG: A HYDROLOGICAL ANALYSIS OF DELI SERDANG REGENCY

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hidrologi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan fokus pada penentuan intensitas curah hujan rancangan. Analisis ini penting untuk perencanaan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana hidrometeorologi, seperti sistem drainase dan pengendali banjir. Metode yang digunakan adalah analisis frekuensi curah hujan dengan data curah hujan harian maksimum dari tahun 2010 hingga 2019. Berdasarkan uji Chi-Square, Distribusi Log Pearson Tipe III dipilih sebagai model yang paling sesuai untuk data yang tersedia. Hasilnya menunjukkan nilai curah hujan rancangan meningkat seiring dengan periode ulang. Nilai tertinggi adalah 439,22 mm untuk periode ulang 100 tahun. Selanjutnya, perhitungan intensitas curah hujan menggunakan persamaan Mononobe menghasilkan intensitas hujan maksimum sebesar 152,27 mm/jam untuk periode ulang 100 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai intensitas hujan maksimum tersebut sangat penting sebagai acuan dasar untuk perancangan bangunan pengendali banjir agar dapat menampung limpasan air hujan dengan aman saat terjadi kondisi ekstremPenelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hidrologi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan fokus pada penentuan intensitas curah hujan rancangan. Analisis ini penting untuk perencanaan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana hidrometeorologi, seperti sistem drainase dan pengendali banjir. Metode yang digunakan adalah analisis frekuensi curah hujan dengan data curah hujan harian maksimum dari tahun 2010 hingga 2019. Berdasarkan uji Chi-Square, Distribusi Log Pearson Tipe III dipilih sebagai model yang paling sesuai untuk data yang tersedia. Hasilnya menunjukkan nilai curah hujan rancangan meningkat seiring dengan periode ulang. Nilai tertinggi adalah 439,22 mm untuk periode ulang 100 tahun. Selanjutnya, perhitungan intensitas curah hujan menggunakan persamaan Mononobe menghasilkan intensitas hujan maksimum sebesar 152,27 mm/jam untuk periode ulang 100 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai intensitas hujan maksimum tersebut sangat penting sebagai acuan dasar untuk perancangan bangunan pengendali banjir agar dapat menampung limpasan air hujan dengan aman saat terjadi kondisi ekstrem

    PERBANDINGAN CNN UNTUK DETEKSI PENYAKIT DAUN TANAMAN NEW PLANT DISEASES BERBASIS CLOUD COMPUTING

    No full text
    Penyakit tanaman merupakan ancaman serius bagi ketahanan pangan global, sehingga deteksi dini yang akurat penting untuk meminimalkan kerugian panen. Perkembangan Convolutional Neural Networks (CNN) memungkinkan klasifikasi penyakit daun dengan akurasi tinggi, namun keterbatasan komputasi sering menghambat, terutama di negara berkembang. Untuk itu, dibutuhkan arsitektur CNN ringan namun andal yang dapat diimplementasikan pada cloud platform (CP) dengan sumber daya terbatas. Penelitian ini membandingkan tiga arsitektur CNN—MobileNetV3-Small, EfficientNetB0, dan ResNet-50—dengan pendekatan transfer learning dua tahap menggunakan teknik unfreeze-layer. Dataset yang digunakan adalah New Plant Diseases yang mencakup 85.486 citra dari 38 kelas dan 14 spesies dengan rasio 82:13:5. Eksperimen dilakukan pada cloud platform menggunakan pipeline replikatif dengan konfigurasi hyperparameter dan callback seragam. Hasil menunjukkan ResNet-50 meraih akurasi uji tertinggi (99,34%), MobileNetV3-Small sesuai untuk keterbatasan ekstrem (97,16%) namun memilik  9 kelas dengan performa di bawah 95%, sedangkan EfficientNetB0 menawarkan keseimbangan (98,92%) dengan hanya satu kelas bermasalah. Ini konsisten dengan studi sebelumnya yang mengadaptasi EfficientNetB0 (98,4%) serta variannya dengan Focal Loss (99,72%) dan ResNet-50 (95,1%) dengan subset New Plant Diseases 10 kelas dengan rasio 80:20. Temuan ini menegaskan trade-off akurasi–efisiensi lebih nyata, sekaligus memberi rekomendasi praktis pemilihan arsitektur CNN untuk sistem deteksi penyakit tanaman berbasis komputasi terbatas di negara berkembang

    IMPLEMENTASI APLIKASI PAULUS CONNECT UNTUK PENINGKATAN LAYANAN DAN KOMUNIKASI GEREJA

    No full text
    Gereja Katolik St. Paulus Pangkalan Bun merupakan salah satu gereja yang secara aktif menyelenggarakan pelayanan pastoral kepada jemaatnya. Namun, beberapa proses masih dilakukan secara konvensional seperti pendaftaran sakramen, penyampaian informasi kegiatan, dan pengelolaan data jemaat, sehingga kurang efisien dan membatasi partisipasi jemaat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan aplikasi Paulus Connect, yaitu sistem pelayanan gereja digital berbasis Flutter untuk pengguna jemaat dan Laravel untuk panel admin gereja. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Aplikasi yang dikembangkan memiliki fitur registrasi dan login jemaat, pengisian data diri, pendaftaran sakramen, artikel rohani, jadwal misa, serta pengingat doa yang terhubung melalui REST API dan notifikasi real-time menggunakan Firebase Cloud Messaging (FCM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Paulus Connect mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, serta mendukung komunikasi dua arah antara gereja dan jemaat secara digital dalam satu platform

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇