Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Identification of Disease Types and Health Disorders in Transplanted Ornamental Coral Acropora sp. by PT. Lombok Samudera Abadi on the Coastal Area of Mutiara Beach, Sumbawa Regency
Penyakit dan gangguan kesehatan karang merupakan salah satu yang dapat menyebabkan terganggunya keberlangsungan hidup pada karang. Salah satu perairan yang banyak mendapatkan tekanan lingkungan sekitar, baik dari faktor alami maupun faktor antropogenik adalah wilayah pesisir yang terletak di Pantai Mutiara, Desa Pulau Kaung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit dan gangguan kesehatan karang serta mengetahui faktor lingkungan yang mempengaruhi muculnya penyakit dan gangguan kesehatan karang pada perairan Pantai Mutiara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2025 di perairan Pantai Mutiara. Data yang diambil meliputi data jenis penyakit dan gangguan kesehatan karang serta data kualitas air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi secara langsung dengan mangambil gambar karang yang terinfeksi kemudian di idenfikasi menggunakan buku Underwater Cards For Assessing Coral Health On Indo Pacific Reefs. Penyakit dan gangguan kesehatan karang yang ditemukan selama penelitian antara lain White Syindrome, Bleaching, Competition Algae, dan Sedimen Damage. Adanya penyakit dan gangguan kesehatan karang ini diduga karena faktor antropogrnik dan faktor alam pada perairan tersebut. Prevalensi keseluruhan penyakit dan gangguan kesehatan karang tertinggi pada kedalaman 4 meter yaitu 25%. Bleaching banyak ditemukan pada kedalaman 2 meter yaitu 3 karang. Kondisi perairan pada lokasi penelitian berdasarkan PP RI No.22 Tahun 2021 masih cukup baik serta mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup karang.Coral diseases and health disorders are among the primary factors threatening the survival and sustainability of coral reef ecosystems. Coastal areas, particularly those adjacent to human settlements, are highly vulnerable to environmental pressures arising from both natural and anthropogenic factors. One such area is the coastal waters of Pantai Mutiara, Pulau Kaung Village. This study aims to identify the types of coral diseases and health disorders present in the area and to assess the environmental factors influencing their occurrence. The research was conducted from April to May 2025 in the coastal waters of Pantai Mutiara. Data collected included the types of coral diseases and health disorders, as well as water quality parameters. Field observations were carried out through direct documentation of infected corals, which were subsequently identified using the Underwater Cards for Assessing Coral Health on Indo-Pacific Reefs. The results revealed several coral diseases and health disorders, namely White Syndrome, Bleaching, Algal Competition, and Sediment Damage. These conditions are presumed to be associated with both anthropogenic activities and natural environmental factors. The highest overall prevalence was recorded at a depth of 4 meters, reaching 25%. Bleaching was most frequently observed at a depth of 2 meters, affecting three coral colonies. According to the Indonesian Government Regulation No. 22 of 2021, the water quality in the study area remains within acceptable standards, indicating that the environmental condition is still adequate to support coral growth and survival.
Keywords: Prevalence, Diseases, Health Disorders, Coral, Pearl Beach Waters
MATH CHALLENGER : GAME EDUKASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DASAR BAGI SISWA SD KELAS 5 DAN 6 BERBASIS ANDROID
Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, salah satunya dengan game edukasi. Banyak anak yang kecanduan dalam bermain game, namun jika dimanfaatkan dengan baik, game dapat meningkatkan kemampuan kognitif seperti logika matematika. Oleh karena itu, game edukasi berbasis android menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap matematika dasar. Penelitian ini mengembakan Math Challenger yang dirancang untuk membantu siswa SD kelas 5 dan 6 dalam memahami materi operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan cara yang menyenangkan. Dengan menggabungkan elemen gamifikasi, game ini bertujuan membuat siswa lebih tertarik belajar matematika. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil uji coba menunjukan bahwa game ini sangat menarik dan bermanfaat untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan kuesioner, 87,6% siswa setuju bahwa game ini membantu mereka belajar matematika dan 88,7% ahli media menyatakan game ini efektif digunakan dalam proses pembelajaran
PENERAPAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK MENGUKUR AKURASI MODEL KLASIFIKASI SENTIMENT
Kemajuan teknologi informasi telah mendorong munculnya berbagai platform media sosial, salah satunya Twitter, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi medium penyampaian opini publik terhadap isu sosial. Salah satu kasus yang ramai diperbincangkan di Twitter adalah pembunuhan Nia Kurnia Sari, seorang penjual gorengan di Kabupaten Padang Pariaman, yang memicu beragam respons masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan sentimen publik terhadap kasus tersebut ke dalam kategori positif, negatif, atau netral. Data diperoleh melalui teknik crawling terhadap 2.737 tweet, kemudian diproses melalui tahapan text preprocessing, pelabelan sentimen, pembobotan menggunakan TF-IDF, visualisasi data, dan klasifikasi menggunakan algoritma Support Vector Machine . Proses pelatihan dan pengujian model dilakukan dengan proporsi data 80:20. Dari total 2.436 data tweet yang dianalisis, hasil menunjukkan bahwa mayoritas sentimen bersifat netral, diikuti oleh negatif dan positif. Model yang dikembangkan menunjukkan performa tinggi dengan akurasi 92%, precision 95%, recall 86%, dan f1-score 89%, yang mengindikasikan bahwa metode SVM efektif untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap isu-isu sosial di media sosial
RANCANG BANGUN ALAT PEMILAH SAMPAH BERBASIS IOT
Permasalahan pengelolaan sampah, khususnya dalam proses pemilahan, masih menjadi tantangan karena sebagian besar dilakukan secara manual, memakan waktu, dan kurang efisien. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dirancanglah sebuah alat pemilah sampah otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan sampah menjadi tiga kategori: logam, organik, dan anorganik. Sistem ini memanfaatkan sensor proximity induktif untuk mendeteksi logam, sensor proximity kapasitif untuk mendeteksi bahan non-logam, serta logika pemrosesan untuk membedakan sampah organik dan anorganik. Data dari sensor digunakan untuk mengendalikan motor servo yang mengarahkan sampah ke wadah yang sesuai. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur dan pengumpulan teori. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memilah sampah secara otomatis dengan akurasi yang cukup baik. Sistem ini berpotensi mempermudah kerja petugas dalam pengelolaan sampah dan mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan. Sebagai pengembangan lebih lanjut, disarankan untuk melakukan kalibrasi sensor secara berkala, menambahkan sensor tambahan seperti sensor kelembaban, mengoptimalkan perangkat lunak, dan mengintegrasikan sistem dengan platform IoT untuk pemantauan jarak jauh secara real-time
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Berat dan Tinggi Badan Berbasis Internet of Things (IoT) dan Aplikasi Blynk
The aim of this research is to create a weight and height measurement system that utilizes Blynk Internet of Things (IoT) applications and technology. This system is intended to provide easy and accurate data readability, as well as to be able to be accessed remotely via the Blynk platform. The method used includes combining weight and height sensors with a microcontroller and sending data via a WiFi network, so that the data can be displayed and monitored visually. The research results show that the system developed, which uses IoT technology and the Blynk application to monitor body weight and height which can be accessed flexibly via mobile devices, can be an effective solution.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem pengukuran berat dan tinggi badan yang memanfaatkan aplikasi dan teknologi Internet of Things (IoT) Blynk. Sistem ini dimaksudkan untuk memberikan keterbacaan data yang mudah dan akurat, serta untuk dapat diakses secara remote melalui platform Blynk. Metode yang digunakan meliputi penggabungan sensor berat dan tinggi badan dengan mikrokontroler dan pengiriman data melalui jaringan WiFi, sehingga data dapat ditampilkan dan diawasi secara visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan, yang menggunakan teknologi IoT dan aplikasi Blynk untuk memantau berat badan dan tinggi badan yang dapat diakses secara fleksibel melalui perangkat mobile, dapat menjadi solusi yang efektif
HISTORY OF THE AHMADIYAH CONGREGATION OF INDONESIA (JAI) IN INDONESIAN POLITICAL SCENE
This study examines the historical dynamics of the Indonesian Ahmadiyya Community (JAI) within the context of Indonesian politics, from its early days to contemporary developments. As part of a transnational religious movement, JAI faces complex challenges within Indonesia's pluralistic, yet often incompletely inclusive, political system. This study explores the relationship between JAI's existence and changes in the national political landscape, from the Dutch colonial era, the Old Order, the New Order, and the Reformation era. The primary focus is on the state's response to JAI's existence, the political role of religious actors in shaping public perceptions of Ahmadiyah, and the influence of government policies on religious freedom and religious minorities. Through a qualitative approach and a review of historical and political literature, this study demonstrates that JAI's position in Indonesian politics is inseparable from the tension between dominant religious ideology and democratic principles that uphold human rights. These findings emphasize that understanding the history and politics surrounding JAI is crucial for strengthening commitment to tolerance, pluralism, and the protection of minority rights in Indonesia
KONTRIBUSI KRIDA BEKSA WIRAMA DALAM PERGERAKKAN KEBANGSAAN 1921-1945
Krida Beksa Wirama, a cultural organization based in Yogyakarta since 1921, played a significant role in Indonesia's national movement during the period of 1921-1945. This study aims to reveal the organization’s contribution to fostering national awareness through dance arts and cultural education. The research employs literature studies on historical documents, archives, and interviews with local history experts. The findings indicate that Krida Beksa Wirama effectively used art as a medium of cultural resistance against colonialism, instilling values of nationalism and Javanese identity. The organization also collaborated with local political movements in the struggle for independence. This research highlights the importance of arts and culture as a means of cultural diplomacy in the fight for independence
PELESTARAIN PERMAIANAN TRADISI ENGRANG (LONGGA) BERBASIS BODY MOVEMENT SEBAGAI KONSERVASI MASYARAKAT BERTONG
Tujuan penciptaan ini untuk melestarikan eksistensi permainan tradisional Egrang. Egrang adalah sebuah permainan tradisional asal Jawa yang dibuat khusus dengan sepasang bambu untuk berjalan. Bambu dibentuk seperti tongkat dan memiliki tumpuan kaki yang terbuat dari kayu. Permainan egrang berguna dalam pelatihan pengendalian diri dengan menjaga keseimbangan, ke fokusan dan meningkatkan rasa percaya diri sekaligus hiburan untuk anak anak maupun dewasa. Karya tari “BEKEDEK LONGGA” ini membutuhkan keterampilan dan keseimbangan tubuh saat menaikinya, Tari Bekedek Longga menggunakan tipe tari studi dengan pola garap menggambarkan cara bermain egrang. Tipe tari studi yang menggambarkan bermain egrang dengan Teknik eksplorasi yang dikembangkan dalam tari. Karya ini di tampilkan diluar ruangan dengan alasan sesuai dengan konsep penciptaan. Setting dan kostum diharapkan mampu mendukung “BEKEDEK LONGGA” sebagai sebuah karya inovasi. Dengan pijakan gerak tari kelincahan,keseimbangan, dan percaya diri tubuh penari yang menggambarkan bermainan egrang
Optimasi Formula Dan Tingkat Kesukaan Teh Daun Kate Mas Dan Serai
Kate mas leaves are widely used in Ternate, North Maluku, as a medicine to treat difficulty defecating, thanks to their bioactive content such as flavonoids, alkaloids, tannins and saponins which have antioxidant, anti-inflammatory and anti-diabetic properties. Even though it is not yet popular, some people in Sumbawa consume a decoction of these leaves to relieve flatulence. Research using Design Expert 11 with the D-optimal method recommends the optimal formula for kate mas leaf tea with a leaf concentration of 90% and 10% lemongrass. This formula has a water content of 1.72%, pH 6.54%, and water absorption capacity of 2.31%. Chemical characteristics showed an antioxidant capacity of 74.83% and total phenols of 44.41%. Sensory tests showed aroma (3.11), color (3.71), taste (3.51), and overall (3.63).
Keywords: Kate mas leaves, mixture experiment method, lemongrass, Herbal teaDaun kate mas banyak digunakan di Ternate, Maluku Utara, sebagai obat untuk mengatasi kesulitan buang air besar, berkat kandungan bioaktifnya seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetes. Meskipun belum populer, sebagian masyarakat di Sumbawa telah mengonsumsi rebusan daun ini untuk meredakan perut kembung. Penelitian menggunakan Design Expert 11 dengan metode D-optimal merekomendasikan formula optimal teh daun kate mas dengan konsentrasi daun 90% dan serai 10%. Formula ini memiliki kadar air 1.72%, pH 6.54%, dan daya serap air 2.31%. Karakteristik kimia menunjukkan kapasitas antioksidan 74.83% dan total fenol 44.41%. Uji sensori menunjukkan aroma (3.11), warna (3.71), rasa (3.51), dan keseluruhan (3.63).
Kata Kunci: Daun kate mas, Metode mixture experiment, Serai, Teh herba
The Influence of Digital Learning Capability and Professional Development Support on Lecturer Talent Performance with Self-Efficacy as a Mediator: The Influence of Digital Learning Capability and Professional Development Support on Lecturer Talent Performance with Self-Efficacy as a Mediator
Perubahan dalam pola kerja dan tuntutan kompetensi digital menuntut organisasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam konteks pengembangan talenta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman mengenai peran Digital Learning Capability dan Professional Development Support terhadap Talent Performance, dengan Self-Efficacy sebagai variabel mediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel-variabel tersebut dalam kerangka pengembangan kinerja talenta berbasis digital dan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel dalam penelitian ini adalah dosen dengan jumlah responden sebanyak 150 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur berbasis skala Likert. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Professional Development Support berpengaruh signifikan terhadap Self-Efficacy dan Talent Performance, sedangkan Digital Learning Capability tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kedua variabel tersebut. Di sisi lain, Self-Efficacy memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap Talent Performance dan berperan sebagai mediator penting dalam hubungan antara dukungan pengembangan profesional dan performa talenta. Temuan ini memperkuat pentingnya Professional Development Support sebagai strategi utama dalam membangun kepercayaan diri individu yang berdampak pada peningkatan kinerja. Keterbaharuan dari penelitian ini terletak pada integrasi variabel digital learning dengan konstruk psikologis dan kinerja dalam satu model struktural yang mengakomodasi tantangan transformasi kerja modern.
Kata Kunci: Digital Learning Capability, Professional Development Support, Self-Efficacy, Kinerja talenta, PLS-SEMChanges in work patterns and the growing demands for digital competencies require organizations to enhance the quality of human resources, particularly in the context of talent development. This study is motivated by the importance of understanding the role of Digital Learning Capability and Professional Development Support in influencing Talent Performance, with Self-Efficacy acting as a mediating variable. The objective of this research is to analyze both the direct and indirect effects among these variables within the framework of digital and psychological-based talent performance development. This study employs a quantitative approach using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The sample consists of university lecturers, with a total of 150 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire based on a Likert scale, and analyzed using the SmartPLS 4.0 software.
The results indicate that Professional Development Support has a significant influence on both Self-Efficacy and Talent Performance, whereas Digital Learning Capability does not have a significant direct effect on either variable. Moreover, Self-Efficacy demonstrates a very strong influence on Talent Performance and serves as a key mediating variable between professional development support and talent performance. These findings reinforce the critical role of professional development as a primary strategy for building individual confidence, which positively impacts performance. The novelty of this study lies in its integration of digital learning capabilities with psychological constructs and performance within a single structural model that addresses the challenges of modern work transformation