Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB PADA SMK KARYA TUNAS NUSANTARA WANAREJA CILACAP
Dalam era globalisasi suatu informasi dapat berkembang cepat melalui internet dan berperan penting dalam penyebarluasan suatu informasi. Untuk mewujudkan suasana belajar dan mengajar yang lebih baik dalam dunia pendidikan maka peserta didik dan tenaga ajar harus bisa mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk mewujudkan dunia pendidikan yang beradab, berbudaya dan berwawasan tinggi, maka untuk itu informasi yang selalu uptodate sangat diperlukan oleh peserta didik dan tenaga ajar. Sistem informasi berbasis web dapat menjadi suatu sarana untuk memberikan informasi yang efektif dan efisien sebagai sumber informasi yang dapat di akses oleh pengguna internet yang semakin lama semakin banyak penggunanya. Peran informasi sangat penting dalam dunia pendidikan untuk menyusun strategi sistem informasi yang tepat dan cepat agar sistem tersebut mendukung tercapainya maksud dan tujuan dari lembaga pendidikan tersebut. Pengembangan sistem berbasis website sering menggunakan metode Waterfall, model pengembangan sistem informasi yang berurutan dan sistematis. Sistem informasi pengolahan nilai siswa berbasis web pada SMK Karya Tunas Nusantara Wanareja merupakan sistem yang mengolah data dan melakukan proses kegiatan pengolahan nilai yang melibatkan antara siswa, guru, dan bagian administrasi serta terdiri dari gabungan beberapa elemen teknologi berbasis komputer yang menghasilkan informasi tentang kurikulum atau pembelajaran guna meningkatkan pengetahuan dalam segi pendidikan yang dikelola oleh sekolah
Simulasi Desain Sistem 1D Vibration Assisted Machining pada Pemesinan Milling
Vibration Assisted Machining (VAM) is a cutting method with additional vibrations on the tool or workpiece with a certain frequency and amplitude to improve the machining results' cutting performance and surface quality. VAM can be applied to several machining processes, such as drilling, turning, grinding, and milling. Based on the given direction, there are two types, 1D VAM where the vibration aligns with the actuator's axis, and 2D VAM where the vibration direction forms an elliptical movement. Both the application of VAM types in the milling process are still relatively minimal. Therefore, this study aims to present a 1D VAM system design using a piezoelectric ring actuator as a vibration device. The proposed design undergoes modal simulation and harmonic response simulation using Finite Element Analysis (FEA) method. A flexure hinge with a thickness of 5 mm and a notch radius of 5 mm is applied to the design. The results indicate that the proposed design operates optimally at a working frequency of 17,510 Hz, with a displacement amplitude of 0.0000094 mm along the Z-axis and a maximum equivalent von Mises stress value of 24.447 MPa. These results suggest that the design is viable for future experimental testing.Vibration Assisted Machining (VAM) adalah suatu metode pemotongan dengan ditambahkan getaran pada mata pahat atau benda kerja dengan frekuensi dan amplitudo tertentu untuk meningkatkan performa pemotongan dan kualitas permukaan hasil pemesinan. VAM dapat diterapkan pada beberapa proses pemesinan seperti drilling, turning, grinding, dan milling. Berdasarkan arah getaran yang dihasilkan, terdapat dua tipe yaitu 1D VAM dimana arah getaran searah dengan sumbu aktuator, dan 2D VAM dimana arah getaran membentuk pergerakan elips. Baik penerapan 1D VAM maupun 2D VAM pada proses pemesinan milling masih terbilang minim. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan alternatif desain sistem 1D VAM dengan menggunakan piezoelectric ring actuator sebagai komponen utama penghasil getaran. Desain yang diusulkan kemudian dilakukan simulasi berupa simulasi modal dan simulasi harmonic response dengan menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA). Flexure hinge juga diterapkan pada desain yang diusulkan dengan dimensi ketebalan sebesar 5 mm dan radius notch sebesar 5 mm. Hasil yang didapatkan adalah desain ini mampu bekerja secara optimal pada frekuensi kerja 17.510 Hz dengan perpindahan amplitudo pada sumbu Z sebesar 0,0000094 mm, dan nilai dari equivalent von mises stress maksimum sebesar 24,447 MPa, membuat desain ini layak untuk dilakukan uji eksperimental kedepannya
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PENCARIAN RUTE TERBAIK ANTAR JEMPUT LAUNDRY
Kecepatan kurir dalam mengantarkan pakaian kepada pelanggan berperan penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap layanan laundry. Namun, dalam praktiknya, menentukan rute optimal untuk kurir bukanlah tugas yang mudah. Kurir sering kali harus mengandalkan pengalaman pribadi atau aplikasi navigasi umum yang tidak selalu memberikan solusi rute terbaik dalam konteks pengiriman multi-titik. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat membantu kurir dalam menentukan rute terpendek atau terbaik, sehingga proses pengantaran pakaian dapat berlangsung dengan efisien dan cepat. Sistem ini memanfaatkan algoritma genetika pada Travelling Salesman Problem (TSP) untuk menemukan rute optimal melalui beberapa tahapan, termasuk inisialisasi populasi, seleksi populasi, crossover, mutasi, dan elitisme. Kurir laundry akan mengantarkan pakaian ke lima blok alamat pelanggan, dan setelah mengunjungi blok terakhir, kurir akan kembali ke blok pertama. Setiap blok diwakili oleh koordinat x dan y, yaitu A (0, 0), B (10, 15), C (5, 9), D (6, 8), dan E (5, 10). Setelah melalui semua tahapan dalam algoritma genetika, rute terbaik yang diperoleh adalah rute Blok E-B-A-D-C dan nilai fitness 37,5
PERFORMA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PADA INDUSTRI TAMBAK UDANG PT. BERKAT KASIH KARUNIA TAPANULI TENGAH DITINJAU DARI ASPEK KUALITAS AIR
Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) has become a national flagship commodity from the aquaculture sector, because it has wide market opportunities, both domestically and abroad. Vannamei shrimp cultivation in Central Tapanuli Regency has begun to be carried out and has developed quite rapidly since the last few years. The purpose of the study is to determine the influence of water quality on the growth of vannamei shrimp in the shrimp pond industry of PT. Berkat Kasih Karunia in Central Tapanuli Regency, analyzed environmental factors that affect the survival rate (SR) of vannamei shrimp and to identify water quality parameters that affect the growth of vannamei shrimp in shrimp ponds of PT. Berkat Kasih Karunia. The method used in this study is a descriptive method. A number of the parameters measured include absolute weight growth and absolute length, survival (SR), water quality in the form of temperature, pH, DO, brightness and salinity. The results showed thant for the growth in weight ranging from 8,0 – 8,3 g and in length between 6,5 – 6,8 cm, respectively, in which considered optimal under the condition of maintained water quality. The water quality ranged as foloow: temperature 28,9–29,0 0C, pH 7,5-7,7, dissolved oxygen (DO) 5,8-6,1 (mg/l), brightness 38,4-39,0 cm, and salinity 19,5-20,0 ppt. This range of parameters supported the physiological activity of the shrimp, and the absolute growth of vannamei shrimp during the study. The survival rate (SR) of vannamei shrimp of 98% indicates the success of pond water quality management. It also indicates that the pond environment is free from the excessive environmental stress, such as extreme salinity, low oxygen, or phatogenic attack.Udang vaname (Litopenaeus vannamei) telah menjadi komoditas unggulan nasional dari sektor budidaya perikanan, karena memiliki peluang pasar yang luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Budidaya udang vaname di Kabupaten Tapanuli Tengah sudah mulai dilakukan dan berkembang cukup pesat sejak beberapa tahun terakhir ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas air terhadap pertumbuhan udang vaname pada industri tambak udang PT. Berkat Kasih Karunia di Kabupaten Tapanuli Tengah, menganalisis faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi tingkat kelulushidupan (SR) udang vaname dan untuk mengidentifikasi parameter kualitas air yang mempengaruhi pertumbuhan udang vaname di tambak udang PT. Berkat Kasih Karunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Beberapa parameter yang diukur meliputi pertumbuhan bobot mutlak dan panjang mutlak, kelulushidupan (SR), kualitas air berupa suhu, pH, DO, kecerahan dan salinitas. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data tentang udang vaname (L. vannamei) pada tambak PT. Berkat Kasih Karunia menunjukkan pertumbuhan bobot berkisar antara 8,0-8,3 g dan panjang antara 6,5-6,8 cm yang optimal dalam kondisi kualitas air yang terjaga. Data kualitas air yaitu suhu 28,9-29,0 0C, pH 7,5-7,7, oksigen terlarut (DO) 5,8-6,1 (mg/l), kecerahan 38,4-39,0 cm, dan salinitas 19,5-20,0 ppt. Kisaran parameter ini mendukung aktivitas fisiologis udang, dan pertumbuhan mutlak udang vaname selama penelitian. Tingkat kelulushidupan (SR) udang vaname sebesar 98% menunjukkan keberhasilan manajemen kualitas air tambak. Hal ini juga menandakan bahwa lingkungan tambak bebas dari tekanan lingkungan berlebihan, seperti salinitas ekstrem, oksigen rendah, atau serangan pathoge
Pengaruh Digital Learning Capability dan Professional Development Support terhadap Kinerja Talenta Dosen dengan Self-Efficacy sebagai Mediasi
Organizational dynamics and increasing demands for employee loyalty require adaptive leadership approaches and strategic talent management. This study is motivated by the need to understand the roles of Leadership Agility and Talent Identification in enhancing Organizational Commitment, with Employee Engagement and Work Meaningfulness serving as mediating variables. The objective of this research is to analyze both the direct and indirect effects among these constructs to develop a sustainable model of organizational commitment. A quantitative approach was employed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The respondents were employees, selected through purposive sampling. Data were collected using a structured Likert-scale questionnaire and analyzed with SmartPLS 4.0 software.
The results reveal that Leadership Agility significantly influences Employee Engagement, while Talent Identification significantly affects Work Meaningfulness. Both mediating variables Employee Engagement and Work Meaningfulness—have a significant impact on Organizational Commitment, confirming their roles as mediators within the structural model. These findings suggest that agile leadership development and effective talent identification systems can foster meaningful work experiences and emotional involvement that directly enhance organizational commitment. The novelty of this study lies in the integration of leadership, talent management, employee work experience, and organizational loyalty into a single structural framework, offering relevant insights for addressing the challenges of modern human resource management.Perubahan dinamika organisasi dan tuntutan terhadap loyalitas karyawan menuntut pendekatan kepemimpinan serta strategi manajemen talenta yang adaptif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami peran Leadership Agility dan Talent Identification dalam meningkatkan Organizational Commitment, dengan mempertimbangkan Employee Engagement dan Work Meaningfulness sebagai variabel mediasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh langsung maupun tidak langsung antara konstruk-konstruk tersebut guna membangun model komitmen organisasi yang berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Responden dalam penelitian ini adalah karyawan dari sektor pendidikan tinggi, diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert, dan data dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Leadership Agility berpengaruh signifikan terhadap Employee Engagement, sementara Talent Identification berpengaruh signifikan terhadap Work Meaningfulness. Kedua variabel mediasi Employee Engagement dan Work Meaningfulness memiliki pengaruh signifikan terhadap Organizational Commitment, sehingga terbukti berperan sebagai mediator dalam model struktural ini. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kepemimpinan yang aktif serta sistem identifikasi talenta yang efektif dapat menciptakan pengalaman kerja yang bermakna dan keterlibatan emosional yang berdampak langsung pada peningkatan komitmen terhadap organisasi. Keterbaharuan dari penelitian ini terletak pada integrasi aspek kepemimpinan, manajemen talenta, pengalaman kerja karyawan, dan loyalitas organisasi dalam satu kerangka struktural, yang relevan untuk menjawab tantangan pengelolaan SDM modern
PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP TAX AVOIDANCE
This research aims to empirically examines the influences of corporate governance mechanism on tax avoidance. The research’s population of this study are manufacturing Companies listed in the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2014-2017, which is 97 companies. This research samples were to 54 companies or 216 observation data selected by purposive sampling method. The data used is secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange (IDX) and it was analyzed by descriptive statistics, classic assumption test, goodness of fit model. The results of the research shows that independent board of commissioners and audit quality positively affect Tax Avoidance. whereas the institutional ownership and board of directors does not affect Tax Avoidance.Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh mekanisme corporate governance terhadap tax avoidance. Populasi penelitian ini adalah Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014-2017, yaitu 97 perusahaan. Sampel penelitian ini berjumlah 54 perusahaan atau 216 data observasi yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dianalisis dengan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan model goodness of fit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris independen dan kualitas audit berpengaruh positif terhadap Penghindaran Pajak, sedangkan kepemilikan institusional dan dewan direksi tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak
ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR BIAYA PENGELOLAAN SAMPAH, STUDI KASUS PADA PENGHUNI KOMPLEK PERUMAHAN BTN PAGESANGAN INDAH
This study aims to analyze the factors influencing residents’ willingness to pay (WTP) and the amount they are willing to pay for solid waste management services in the BTN Pagesangan Indah Housing Complex, Mataram City. The research employs a quantitative descriptive approach using a survey method. A total of 60 household heads were selected through simple random sampling from a population of 178 households. Logistic regression analysis was applied to examine the factors affecting willingness to pay, while multiple linear regression was used to analyze the determinants of the amount of willingness to pay. The independent variables include household income, education level, number of household members, membership in environmental organizations, amount of waste generated, and perception of environmental quality. The results indicate that all independent variables simultaneously have a significant effect on residents’ willingness to pay for waste management services. Partially, household income and education level significantly influence the amount of willingness to pay. The coefficient of determination shows that the model explains 43.8 percent of the variation in the amount of willingness to pay, while the remaining variation is influenced by other factors outside the model. These findings are expected to provide useful insights for policymakers in designing community-based waste management policies in urban residential areas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar (willingness to pay) serta besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah oleh penghuni Komplek Perumahan BTN Pagesangan Indah, Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 kepala keluarga yang dipilih secara simple random sampling dari total populasi 178 kepala keluarga. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar, serta regresi linier berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kesediaan membayar. Variabel independen yang digunakan meliputi pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, keanggotaan dalam organisasi lingkungan, jumlah produksi sampah, dan persepsi terhadap kualitas lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Secara parsial, pendapatan rumah tangga dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap besarnya kesediaan membayar biaya pengelolaan sampah. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi besarnya kesediaan membayar sebesar 43,8 persen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perumusan kebijakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di kawasan perumahan perkotaan
ANALISIS KETAHANAN PELUNASAN ANGSURAN KOPERASI SIMPAN PINJAM MENGGUNAKAN PENDEKATAN SURVIVAL ANALISIS
This study aims to analyze the repayment durability of cooperative loan installments and to identify factors influencing default risk. The study applies survival analysis using the Kaplan–Meier estimator and Cox Proportional Hazard regression. Secondary data were obtained from Tunggal Karya Semamung Savings and Loan Cooperative, Sumbawa Regency, covering January–October 2025, with a sample of 147 cooperative members. The dependent variable is repayment durability, while independent variables include loan size, business scale, and loan status. Kaplan–Meier results indicate a decreasing survival probability over time. Cox regression results reveal that loan size has a positive and significant effect on default risk, whereas business scale has a negative and significant effect. Loan status does not show a statistically significant effect. These findings suggest that economic capacity and loan characteristics play a crucial role in determining loan repayment sustainability in cooperative financingPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan pelunasan angsuran anggota koperasi simpan pinjam serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi risiko gagal bayar. Pendekatan yang digunakan adalah analisis survival dengan metode Kaplan–Meier dan regresi Cox Proportional Hazard. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tunggal Karya Semamung Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, periode Januari–Oktober 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 147 anggota koperasi. Variabel dependen adalah ketahanan pelunasan angsuran, sedangkan variabel independen meliputi besaran pinjaman, skala usaha, dan status pinjaman. Hasil analisis Kaplan–Meier menunjukkan bahwa probabilitas ketahanan pelunasan menurun seiring bertambahnya waktu angsuran. Hasil regresi Cox menunjukkan bahwa besaran pinjaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko gagal bayar, sementara skala usaha berpengaruh negatif dan signifikan. Status pinjaman tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi, khususnya kapasitas usaha dan besaran pinjaman, memiliki peran penting dalam menentukan ketahanan pelunasan angsuran anggota koperasi. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bagi koperasi dalam menetapkan plafon pinjaman dan strategi pengelolaan risiko kredit yang lebih berkelanjuta
THE EFFECT OF RELIGIOSITY LEVELS ON THE PSYCHOLOGICAL WELL-BEING OF NARCOTICS INMATES AT THE JAKARTA NARCOTICS CORRECTIONAL INSTITUTION
Kehidupan di dalam lapas kerap menimbulkan tekanan psikologis bagi narapidana, seperti kesulitan menerima diri dan rasa tidak berdaya. Religiositas dapat menjadi faktor yang membantu menghadapi tantangan tersebut serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh signifikan antara religiositas dan kesejahteraan psikologis pada narapidana kasus narkotika. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 115 narapidana laki-laki, dengan pengambilan data menggunakan metode non-probability sampling dan dianalisis melalui IBM SPSS 27. Instrumen yang digunakan adalah The Centrality of Religiosity Scale (? = .914) dan Psychological Well-Being Scale (? = .779). Hasil uji regresi menunjukkan religiositas berpengaruh sebesar 18,1% terhadap kesejahteraan psikologis narapidana di Lapas Narkotika Jakarta. Temuan ini menunjukkan bahwa religiositas merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis, meskipun terdapat faktor lain yang turut berperan.Life in prison often causes psychological distress for prisoners, such as difficulty accepting themselves and a sense of helplessness. Religiosity can be a factor that helps face these challenges and improve psychological well-being. This study aims to determine the significant influence between religiosity and psychological well-being in prisoners of narcotics cases. This quantitative study involved 115 male prisoners, with data collection using non-probability sampling method and analyzed through IBM SPSS 27. The instruments used were The Centrality of Religiosity Scale (? = .914) and Psychological Well-Being Scale (? = .779). The regression test results show that religiosity has an effect of 18.1% on the psychological well-being of prisoners in the Jakarta Narcotics Prison. This finding shows that religiosity is one important aspect in supporting psychological well-being, although there are other factors that play a role
RELATIONSHIP BETWEEN GRIT AND ACADEMIC RESILIENCE AMONG WORKING STUDENTS
Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dilakukan untuk mengembangkan kemampuan individu secara signifikan. Apabila mahasiswa yang melakukan kegiatan kuliah sambil bekerja tidak mempunyai kemampuan grit yang baik maka hal itu akan berdampak buruk pada kemampuan resiliensi dalam bidang akademiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dengan resiliensi akademik pada mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 379 responden yang berada di wilayah JABODETABEK. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah grit scale dan the academic resilience scale (ARS-30). Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Spearman rank-order correlation, karena data yang didapatkan dalam penelitian ini tidak terdistribusi secara normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara grit dengan resiliensi akademik (p = 0.000) dan nilai r = 0.496 sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi grit maka akan semakin tinggi resiliensi akademik yang dimiliki oleh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja.Education is an important thing that can improve and develop individual potential, so it takes an effort to achieve everything. If students who study while working do not have good grit skills, it will have a negative impact on their academic resilience. This study aims to determine the relationship between grit and academic resilience in students who study while working. This research adopts a quantitative method involving 379 respondents in the JABODETABEK area. The measuring instrument used in this study were the grit scale and the academic resilience scale (ARS-30). The analysis method in this study uses the Spearman rank-order correlation test, because the data obtained in this study were not normally distributed. The research findings indicate a significant positive correlation between grit and academic resilience (p = 0.000) with a correlation coefficient of r = 0.496. Thus, it can be concluded that higher levels of grit correspond to increased academic resilience among students who study while working