Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU IMPULSIVE BUYING PADA SISWA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI X PRINGSEWU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku impulsive buying pada siswa remaja Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling dengan jumlah responden sebanyak 222 siswa kelas XI dan XII. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala konformitas berdasarkan teori Baron dan Byrne (2005) dan skala impulsive buying berdasarkan teori Rook & Fisher (1987). Berdasarkan hasil uji normalitas dan linearitas yang menunjukkan data tidak normal dan tidak linier, maka analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,294 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku impulsive buying. Artinya, semakin tinggi tingkat konformitas teman sebaya, maka semakin tinggi pula perilaku impulsive buying pada siswa.The purpose of this study was to determine how impulsive buying behavior and peer conformity are related to each other among high school students at State Senior High School 2 Pringsewu. This study used correlational techniques and quantitative methodology. A total of 222 respondents in grades XI and XII were selected using cluster random sampling techniques. The impulsive purchasing scale based on Rook & Fisher's theory (1987) and the conformity scale based on Baron and Byrne's theory (2005) were used as data collection tools. The Spearman correlation test was used to analyze the data after the normality and linearity tests indicated that the data were not normally distributed or linear. According to the test results, there is a substantial and positive correlation between impulsive purchasing behavior and peer conformity, with a correlation coefficient of 0.294 and a significance level of 0.000 (p < 0.05). This implies that students' impulsive purchasing behavior increases with peer conformity
KEMATANGAN EMOSI DAN PENYESUAIAN PERKAWINAN PADA ISTRI YANG MENIKAH DINI DI KABUPATEN GROBOGAN
This study aims to determine the relationship between emotional maturity and marital adjustment among wives who married at an early age in Grobogan Regency. The data analysis method employed in this research is the Pearson correlation test, as the study involves one independent variable and one dependent variable. The correlation was calculated using SPSS version 25. Early marriage is often accompanied by various challenges, both emotionally and in the dynamics of the marital relationship, which can affect the quality of marital adjustment. This research uses a quantitative approach with a survey method, involving wives who were married under the age of 20 as respondents. The instruments used in the study include an emotional maturity scale and a marital adjustment scale. The results of the data analysis show a significant relationship between emotional maturity and marital adjustment. The higher the level of emotional maturity, the better the adjustment within the household. These findings underscore the importance of emotional readiness in facing marriage, particularly for women who marry at a young age
RELATIONSHIP BETWEEN SELF-REGULATED LEARNING AND ACADEMIC RESILIENCE IN WORKING UNIVERSITY STUDENTS: Studi Ditinjau dari Jenis Kelamin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning (SRL) dan resiliensi akademik pada mahasiswa yang menjalani perkuliahan sambil bekerja, serta untuk mengkaji hubungan tersebut secara terpisah pada kelompok mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 200 mahasiswa aktif yang bekerja sambil kuliah, yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Instrumen yang digunakan adalah Self-Regulated Learning Scale (SRLS) dan Academic Resilience Scale (ARS-30). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara SRL dan resiliensi akademik, baik pada laki-laki maupun perempuan. Temuan ini menekankan pentingnya kemampuan regulasi diri dalam mendukung ketahanan akademik mahasiswa pekerja.
This study aims to examine the relationship between self-regulated learning (SRL) and academic resilience among university students who are simultaneously studying and working, as well as to analyze this relationship separately for male and female students. The research employed a quantitative correlational design. The sample consisted of 200 actively enrolled working students, selected using a snowball sampling technique. Instruments used were the Self-Regulated Learning Scale (SRLS) and the Academic Resilience Scale (ARS-30). Analysis using Spearman’s rho correlation test revealed a positive and significant relationship between SRL and academic resilience. Further analysis showed that this relationship was stronger among female students compared to their male counterparts. These findings highlight the importance of self-regulatory abilities in supporting academic resilience among working students and suggest the need for gender-sensitive approaches in developing academic support programs.
 
PENGARUH BUDAYA MAHE SE KALFINO TERHADAP PERILAKU MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI KELURAHAN SASA: Bahasa Indonesia
Ternate City is known for its natural beauty and culture, but it also faces a serious waste problem. This study aims to understand the influence of the mahe se kalfino culture on littering habits in Sasa Village. The method used is a Mixed Method quantitative and qualitative with involving 110 respondents for quantitative data and 2 respondents for qualitative data, using simple random sampling. Data were obtained through questionnaires, and validity using Gregory's formula and reliability of the measuring instrument Alpha Cronbach were tested. The results showed no significant influence of the mahe se kalfino culture on littering habits (p = 0.264), influenced by the lack of facilities, frequency of waste collection, and low public awareness..
Keywords: Mahe se kalfino culture, littering behavior, fear and shame behaviorKota Ternate dikenal karena keindahan alam dan budayanya, tetapi juga menghadapi masalah sampah yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh budaya mahe se kalfino terhadap kebiasaan membuang sampah sembarangan di Kelurahan Sasa. Metode yang digunakan adalah Mixed Method kuantitatif dan kualitatif dengan melibatkan 110 responden untuk data kuantitatif dan 2 responden untuk data kualitatif, dengan menggunakan sampling acak sederhana. Data diperoleh melalui angket, dan validitas menggunakan rumus Gregory’s serta reliabilitas alat ukur Alpha Cronbach yang diuji. Hasilnya menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan dari budaya mahe se kalfino terhadap kebiasaan membuang sampah sembarangan (p=0,264), dipengaruhi oleh kurangnya fasilitas, frekuensi pengangkutan sampah, dan rendahnya kesadaran masyarakat.
Kata kunci : Budaya mahe se kalfino, Perilaku membuang sampah sembarang, perilaku takut dan mal
HUBUNGAN PREFERENSI PEMILIHAN PASANGAN HIDUP DENGAN KECEMASAN TERHADAP PERNIKAHAN PADA GEN-Z
Kecemasan terhadap pernikahan pada Gen-Z dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah faktor sosial lingkungan, Gen-Z belum menemukan pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Tujuan penelitian untuk mengungkapkan hubungan antara preferensi pemilihan pasangan hidup dengan kecemasna terhadap pernikahan pada Gen-Z. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu kuantitatif korelasional dengan teknik puposive sampling. Jumlah sampel 134 responden yang berasal dari Gen-Z dengan rentang usia 20-34 tahun di Kabupaten Bandung. Data diperoleh melalui skala yang mengukur nilai Kecemasan terhadap pernikahan dan preferensi pemilihan pasangan hidup. Hasil analisis penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dengan nilai 0,210 dan signifikansi sebesar 0,15 (p<0,05), dengan asumsi semakin tinggi preferensi pemilihan pasangan hidup maka semakin tinggi kecemasan terhadap pernikahan. Sebaliknya, jika semakin rendah preferensi pemilihan pasangan hidup maka semakin rendah kecemasan terhadap pernikahan.
Kata kunci : Kecemasan terhadap pernikahan, preferensi pemilihan pasangan hidup, Generasi-ZAnxiety about marriage in Gen-Z is influenced by various things, one of which is social environmental factors, Gen-Z has not found a life partner that fits the desired criteria. The purpose of this study is to reveal the relationship between preferences in choosing a life partner and anxiety about marriage in Gen-Z. The approach used in this study is quantitative correlation with purposive sampling technique. The sample size is 134 respondents from Gen-Z with an age range of 20-34 years in Bandung Regency. Data was obtained through a scale that measures the value of Anxiety about marriage and preferences in choosing a life partner. The results of the research analysis show a positive relationship with a value of 0.210 and a significance of 0.15 (p <0.05), with the assumption that the higher the preference for choosing a life partner, the higher the anxiety about marriage. Conversely, if the preference for choosing a life partner is lower, the anxiety about marriage is lower.
Keyword : Anxiety about marriage, choice of partner preference, Generation-
EFFECTIVENESS OF COUNSELING INTERVENTION ON WORK-LIFE BALANCE (WLB) OF EMPLOYEES IN THE HR & GENERAL AFFAIRS DIVISION OF PT X
Fenomena ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance) menjadi tantangan serius bagi banyak karyawan di lingkungan industri modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi konseling terhadap peningkatan work-life balance pegawai Divisi SDM & Umum PT X. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan desain one group pretest-posttest yang melibatkan dua subjek, yaitu NL dan LA, yang menunjukkan tingkat work-life balance rendah berdasarkan hasil pengukuran awal. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi konseling yang berfokus pada pengembangan kesadaran diri, pengelolaan stres, serta penerapan teknik relaksasi, mindfulness, dan olahraga ringan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor work-life balance dari kategori rendah menjadi sedang dan tinggi, dengan nilai N-Gain rata-rata sebesar 31,5%. Selain perubahan skor kuantitatif, ditemukan pula perubahan perilaku yang signifikan, seperti peningkatan kemampuan pengaturan waktu, pengendalian emosi, serta kesadaran terhadap batas diri. Intervensi konseling terbukti membantu pegawai memahami pentingnya keseimbangan hidup dan memperbaiki pola pikir maladaptif yang berorientasi kerja berlebihan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa konseling merupakan metode efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan produktivitas kerja karyawan di lingkungan organisasi industri.The imbalance between work and personal life has become a serious challenge for many employees in modern industrial settings. This study aims to examine the effectiveness of counseling interventions in improving work-life balance among employees of the HR & General Affairs Division at PT X. Using a qualitative case study approach with a one group pretest-posttest design, two subjects (NL and LA) were selected based on their low initial work-life balance scores. The intervention consisted of three counseling sessions focusing on self-awareness, stress management, relaxation techniques, mindfulness, and light physical exercise. Results showed an increase in work-life balance scores from low to moderate and high categories, with an average N-Gain of 31.5%. Beyond quantitative improvements, qualitative data indicated positive behavioral changes, including better time management, emotional regulation, and awareness of personal limits. The counseling sessions helped employees recognize the importance of life balance and reduce maladaptive work-centered thought patterns. Overall, the findings suggest that counseling interventions effectively enhance employees’ psychological well-being and work productivity in industrial organizational contexts
CONSTRUCTION OF WOMEN’S IMAGE IN SEXUAL VIOLENCE NEWS ON TEMPO.CO AND REPUBLIKA.CO.ID
Media online sebagai alat komunikasi yang semakin sering diakses oleh masyarakat memiliki peran yang signifikan dalam membentuk realitas sosial dan persepsi publik terhadap isu kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media online Tempo.co dan Republika.co.id mengkonstruksi citra perempuan dalam pemberitaan kasus kekerasan seksual. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis framing, penelitian ini menggali bagaimana kedua media membingkai narasi kekerasan seksual, baik dalam penggambaran korban, pelaku, maupun kontekstualisasi sosial dari peristiwa tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa media menggambarkan perempuan dalam posisi subordinat dalam struktur patriarki, dimana perempuan sering kali digambarkan sebagai objek kekerasan yang lemah dan bergantung pada laki-laki. Ilustrasi dalam berita, seperti potret perempuan yang dicengkeram atau penekanan pada pakaian yang digunakan perempuan, memperkuat stereotip gender dan posisi perempuan dalam budaya patriarkis. Upaya perlindungan korban terlihat dalam teks berita, namun narasi yang ada masih menunjukkan bias gender dan stereotip paternalistik, Perempuan masih digambarkan sebagai objek seksual. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi dan media, memberikan rekomendasi tentang cara media melaporkan kekerasan seksual dengan lebih adil dan bertanggung jawab, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konstruksi sosial kekerasan seksual di ruang publik.
Kata Kunci: Analisis Framing; Citra Perempuan; Kekerasan Seksual; Media OnlineOnline media, as a communication tool that is increasingly accessed by the public, plays a significant role in shaping social discourse and public perceptions of sexual violence. This study aims to analyse how online media outlets Tempo.co and Republika.co.id construct images of women in their reporting on cases of sexual violence. Using a qualitative approach and framing analysis, this study explores how the two media outlets frame narratives of sexual violence, both in their portrayal of victims and perpetrators and in their contextualization of the events. The analysis reveals that the media portrays women in a subordinate position within the patriarchal structure, where women are often depicted as weak and dependent victims of violence. Illustrations in the news, such as images of women being grabbed or emphasis on the clothing worn by women, reinforce gender stereotypes and the position of women in patriarchal culture. Although there are efforts to protect victims in news reports, the existing narratives still show gender bias and paternalistic stereotypes, in which women are portrayed as sexual objects. This study is expected to contribute to communication and media studies, as well as provide recommendations on how the media can report sexual violence in a more fair and responsible manner and provide a deeper understanding of the social construction of sexual violence in the public sphere.
Keywords: Framing Analysis; Online Media; Sexual Violence; Women's Imag
CREATIVE SOCIAL MEDIA CONTENT AND ITS INFLUENCE ON CUSTOMER INTEREST IN BOOTSTRAP SHOESCARE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten kreatif media sosial terhadap minat pelanggan dalam menggunakan jasa Bootstrap Shoescare, sebuah UMKM layanan perawatan sepatu di Banjarbaru. Latar belakang penelitian ini adalah semakin dominannya peran platform seperti Instagram dalam pemasaran UMKM dan kebutuhan Bootstrap Shoescare untuk membangun perhatian, interaksi, dan kepercayaan pelanggan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatori, sampel sebanyak 100 responden dipilih melalui purposive sampling (kriteria: pengguna aktif media sosial, berdomisili di Banjarbaru, dan pernah/berpotensi menggunakan jasa). Instrumen berupa kuesioner skala Likert 4 poin yang dikembangkan berdasarkan indikator konten kreatif (nilai edukatif, daya tarik visual, interaktivitas, testimoni autentik) dan teori AIDA/TPB. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, korelasi Pearson, dan uji t dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa konten kreatif media sosial Bootstrap Shoescare berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pelanggan, nilai koefisien determinasi (R² ? 0,532) mengindikasikan bahwa sekitar 53,2% variasi minat pelanggan dapat dijelaskan oleh variabel konten kreatif. Implikasi praktis adalah perlunya fokus pada konten edukatif, visual before–after, interaktivitas, dan testimoni autentik untuk meningkatkan konversi pelanggan.
Kata Kunci: Konten Kreatif, Media Sosial, Minat Pelanggan, Bootstrap Shoescare, InstagramThis study aims to analyze the influence of creative social media content on customer interest in using the services of Bootstrap Shoescare, a micro, small, and medium enterprise (MSME) specializing in shoe care services in Banjarbaru. The background of this research lies in the growing dominance of platforms such as Instagram in MSME marketing and the need for Bootstrap Shoescare to build customer attention, interaction, and trust. The research employed a quantitative approach with an explanatory design. A total of 100 respondents were selected using purposive sampling (criteria: active social media users residing in Banjarbaru who have used or are potential users of the service). The instrument was a four-point Likert scale questionnaire developed based on indicators of creative content (educational value, visual appeal, interactivity, and authentic testimonials) and guided by the AIDA and TPB theories. Data analysis included validity and reliability testing, simple linear regression, Pearson correlation, and t-test using SPSS software. The results indicate that creative social media content has a positive and significant effect on customer interest. The coefficient of determination (R² ? 0.532) suggests that approximately 53.2% of the variance in customer interest is explained by the creative content variable. The practical implication highlights the importance of focusing on educational content, before–after visuals, interactivity, and authentic testimonials to increase customer conversion.
Keywords: Creative Content, Social Media, Customer Interest, Bootstrap Shoescare, Instagram
LAMA PENYIMPANAN DI WATERBATH TERHADAP KUALITAS MIKROSKOPIS SEMEN SEGAR SAPI BALI DI BIBD NTB
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan di waterbath terhadap kualitas mikroskopis semen segar sapi bali di Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0: lama penyimpanan 1 menit (kontrol), P1: lama penyimpanan 20 menit, P2: lama penyimpanan 40 menit dan P3: lama penyimpanan 60 menit. Analisis data menggunakan ANOVA yang di uji lanjut menggunakan Tukey’s dengan aplikasi Tools Minitab. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh lama penyimpanan di waterbath (P<0,05) terhadap kualitas mikroskopis semen segar yang meliputi nilai motilitas, gerakan massa, gerakan individu dan konsentrasi spermatozoa. Perlakuan terbaik pada peneitian ini adalah perlakuan pada P0 dengan motilitas P0 yaitu 66.56 ± 3.52a, , P0 gerakan massa 2.75± 0.44a, P0 gerakan individu 2.65 ± 0.35a dan P0 konsentrasi 1.172 ± 0.21a.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan di waterbath terhadap kualitas mikroskopis semen segar sapi bali di Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0: lama penyimpanan 1 menit (kontrol), P1: lama penyimpanan 20 menit, P2: lama penyimpanan 40 menit dan P3: lama penyimpanan 60 menit. Analisis data menggunakan ANOVA yang di uji lanjut menggunakan Tukey’s dengan aplikasi Tools Minitab. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh lama penyimpanan di waterbath (P<0,05) terhadap kualitas mikroskopis semen segar yang meliputi nilai motilitas, gerakan massa, gerakan individu dan konsentrasi spermatozoa. Perlakuan terbaik pada peneitian ini adalah perlakuan pada P0 dengan motilitas P0 yaitu 66.56 ± 3.52a, , P0 gerakan massa 2.75± 0.44a, P0 gerakan individu 2.65 ± 0.35a dan P0 konsentrasii 1.172 ± 0.21a
OPTIMASI ALGORITMA RANDOM FOREST UNTUK DETEKSI JENIS KENDARAAN PADA SISTEM PEMANTAUAN LALU LINTAS
Peningkatan volume lalu lintas di kota-kota besar, khususnya di Indonesia, telah menyebabkan masalah seperti kemacetan, kecelakaan, dan polusi. Salah satu tantangan utama adalah deteksi otomatis dan klasifikasi jenis kendaraan dalam sistem pemantauan lalu lintas. Sistem pemantauan yang efektif tidak hanya memonitor jumlah kendaraan tetapi juga secara akurat mengidentifikasi jenis kendaraan dalam kondisi lalu lintas yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan algoritma Random Forest untuk mendeteksi jenis kendaraan dengan akurasi yang tinggi pada sistem pemantauan lalu lintas berbasis citra. Metode penelitian meliputi pengumpulan data citra kendaraan dari kamera pengawas, pra-pemrosesan citra, ekstraksi fitur, penerapan algoritma Random Forest, dan evaluasi kinerja model dengan menggunakan metrik seperti akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest dapat mengklasifikasikan jenis kendaraan dengan akurasi sebesar 92%, dengan F1-score yang baik pada setiap kategori kendaraan, yaitu mobil (0.91), motor (0.94), truk (0.89), dan bus (0.93). Pengujian hyperparameter menunjukkan bahwa jumlah pohon yang lebih banyak dan kedalaman pohon yang lebih besar meningkatkan kinerja model. Namun, tantangan yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan kualitas citra tetap menjadi perhatian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa algoritma Random Forest memiliki potensi besar untuk diaplikasikan dalam sistem pemantauan lalu lintas untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi deteksi kendaraan secara real-time