Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
PUBLIC SERVICE INNOVATION IN URBAN SPACE MANAGEMENT: A CASE STUDY OF STREET VENDOR ARRANGEMENT BY THE KOPERINDAG AGENCY IN TALIWANG
The proliferation of street vendors (PKL) in urban areas often creates a dilemma between informal economic vitality and public space order. This study aims to analyze the public service innovations implemented by the Office of Cooperatives, Industry, and Trade (Diskoperindag) of West Sumbawa Regency in managing street vendors at three strategic locations in Taliwang: Kemutar Telu Center (KTC), the City Square (Alun-Alun), and Tiangnam Park. Using a descriptive qualitative approach, this research collected primary data through indepth interviews and observation, and secondary data from official documents. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that Diskoperindag has introduced several innovations in planning and implementation, including data collection of vendors by name by address, spatial zoning through layout sketches, and a collaborative approach involving the Environmental Agency (DLH) and the Public Order Agency (Satpol PP). However, the effectiveness of these innovations is constrained by significant challenges, such as inadequate regulations, limited human and financial resources, and socio-cultural resistance from the vendors. This study concludes that while strategic steps have been taken, sustainable urban space management requires the strengthening of legal frameworks, resource allocation, and a more participatory engagement with the street vendors
DAMPAK PENEGAKKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 10 TAHUN 2023 TENTANG RETRIBUSI PARKIR DI KABUPATEN SUMBAWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2023 tentang Retribusi Parkir, serta untuk mengetahui dampaknya terhadap kepatuhan masyarakat dan optimalisasi pendapatan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif empiris, dengan mengkaji ketentuan perundang-undangan terkait retribusi parkir secara yuridis normatif dan mengaitkannya dengan data lapangan melalui wawancara dengan pihak Dinas Perhubungan, petugas parkir, serta masyarakat pengguna jasa parkir di Kabupaten Sumbawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, Perda Nomor 10 Tahun 2023 telah memuat dasar hukum dan mekanisme pemungutan retribusi parkir secara jelas dan sesuai dengan prinsip legalitas. Namun secara empiris, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, lemahnya pengawasan, serta rendahnya tingkat kepatuhan pengguna parkir dan petugas pelaksana. Hal ini berdampak pada belum optimalnya realisasi target pendapatan dari sektor retribusi parkir. Di sisi lain, masyarakat mengeluhkan belum adanya transparansi dalam pengelolaan retribusi, serta kondisi sarana parkir yang belum memadai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penegakan Perda Nomor 10 Tahun 2023 masih belum berjalan secara maksimal dan membutuhkan langkah strategis, seperti peningkatan koordinasi antarinstansi, penegakan hukum yang konsisten, serta edukasi dan pelibatan masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas kebijakan retribusi parkir sebagai bagian dari pelayanan publik dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)
ANALISIS NILAI RELIGIUS DAN NILAI MORAL DALAM CERITA RAKYAT BRANJANG KAWAT DI JEPARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai religius dan nilai moral dalam cerita rakyat Branjang Kawat di Jepara Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualiitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah cerita rakyat “Branjang Kawat”. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah menggunakan teknik simak, dan catat. Langkah-langkah dalam analisis penelitian ini meliputi: (1) reduksi data, (2) sajian data, (3) simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita Branjang Kawat memiliki lima tahap struktur naratif: (1) kondisi awal, (2) terjadinya gangguan, (3) pengenalan akan gangguan, (4) upaya memperbaiki gangguan, (5) keseimbangan baru. Selain itu, terdapat nilai-nilai utama yang terkandung dalam cerita, yaitu: (1) nila religius, (2) nilai moral yang meliputi, nilai keadilan, dan nilai kerja keras. Nilai-nilai ini dapat menjadi pedoman dalam membentuk karakter dan moral generasi muda, sekaligus mengangkat kembali pentingnya warisan budaya lokal yang mulai terpinggirkan diera modern
Pengukuran Dimensi Tubuh Sebagai Metode Prediksi Kekurangan Gizi Pada Ibu Hamil Di Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa
Pregnant women require sufficient nutritional intake since it affects the development and gowth of the fetus. Indonesia is one of the developing countries with a fairly high number of nutritional deficiencies, especially for pregnant women who suffered on chronic energy deficiencies during pregnancy. Body dimensions are body shapes which measured based on arm circumference, weight, and height This assesment is the one of simplest way to assess nutritional deficiencies of pregnant women. This study aimed to determine the body dimensions of pregnant women such as Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) and Body Mass Index (BMI) of pregnant women in Moyo Hulu District, Sumbawa Regency, as well found the correlation among nutritional intake, BMI and MUAC. This study used a cross sectional method involving 15 pregnant women who recalled the consumption as well measured their BMI and MUAC. The result showed that carbohydrate requirements in the “over” category was 33%, and the “less” category was 67%. The percentage of fat in “over” category was 80%, and in the “less” category 20%. The protein requirement in the ‘over” category was obtained 93%, and the “less” category obtained 7%. The distribution of the BMI percentage of pregnant women was divided into 3 categories, including thin category that suffered by 47%, the normal category that cover 40%, and the fat category covered 13%. The distribution of MUAC percentage as much as 87% having MUAC > 23.5 cm that means they were in normal category, while the percentage of 13% that means they were at risk of CED because their MUAC < 23.5 cm. The results of the correlation test between BMI and MUAC showed a positive and significant correlation value, which means that there was a very strong correlation between BMI and MUAC and there is a significant relationship between BMI and MUAC.Ibu hamil memerlukan gizi yang cukup karena akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan janin. Indonesia adalah salah satu negara berkembang dengan angka kekurangan gizi yang cukup tinggi, khususnya pada ibu hamil yang mengalami kekurangan energi dan protein sehingga berisiko mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada masa kehamilan. Dimensi tubuh merupakan bentuk tubuh yang dilihat berdasarkan pengukuran bagian-bagian tubuh seperti lingkar lengan, berat badan, dan tinggi badan. Pengukuran ini merupakan salah satu cara penilaian kekurangan gizi ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi tubuh ibu hamil yang meliputi Lingkar Lengan Atas (LILA) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu hamil di Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Hasil pengukuran dimensi tubuh kemudian dilihat korelasinya dengan asupan makanan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan melibatkan 15 ibu hamil yang akan dilihat asupan gizi, IMT, dan LILAnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan karbohidrat masuk dalam kategori lebih dengan persentase 33% dari total responden, dan kategori kurang diperoleh 67%. Kebutuhan lemak kategori lebih dengan persentase 80%, dan dalam kategori kurang 20%. Kebutuhan protein kategori lebih diperoleh 93%, dan kategori kurang diperoleh 7%. Distribusi persentase IMT ibu hamil dibagi menjadi 3 kategori yaitu dalam kategori kurus, diperoleh 47%, kategori normal 40%, dan kategori gemuk 13%. Distribusi persentase LILA sebanyak 87% memiliki LILA >23,5 cm yang berarti tidak berisiko mengalamu KEK, sedangkan persentase 13% berisiko KEK karena LILA <23,5 cm. Hasil uji korelasi antara IMTdan LILA menunjukan nilai korelasi positif dan signifikan yang berarti terdapat korelasi sangat kuat antara IMT dan LILA
SELF DISCLOSURE MAHASISWA GEN Z DI MEDIA SOSIAL TIKTOK (STUDI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA)
The phenomenon of TikTok usage among Generation Z is increasingly widespread, especially as a medium for self-expression or self-disclosure. TikTok has evolved beyond just entertainment; it now serves as a space for self-exploration, self-image construction, and social relationship building. Students at the University of Technology Sumbawa, as part of Generation Z, tend to share various aspects of their lives—ranging from daily activities and personal experiences to emotional expressions—through videos, captions, and music on TikTok. This study aims to explore the forms of self-disclosure practiced by students through TikTok. A descriptive qualitative approach is used, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The Johari Window theory is applied in analyzing the data, dividing self-disclosure into four main areas: open, hidden, blind, and unknown. The results show that students' self-disclosure varies from openness and concealment of personal information to hidden potential. TikTok serves as a powerful space for self-expression, yet it is still shaped by cultural, privacy, and social norms.Fenomena penggunaan media sosial TikTok oleh Generasi Z semakin meluas, terutama sebagai sarana untuk mengekspresikan diri atau melakukan self-disclosure. TikTok kini bukan sekadar media hiburan, tetapi telah berkembang menjadi ruang eksplorasi diri, pembentukan citra diri, serta sarana menjalin hubungan sosial. Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa, sebagai bagian dari Generasi Z, menunjukkan kecenderungan membagikan aspek kehidupan mereka, mulai dari aktivitas sehari-hari, pengalaman pribadi, hingga perasaan emosional melalui video, caption, dan musik di TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk self-disclosure yang dilakukan mahasiswa melalui TikTok. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori Johari Window digunakan untuk menganalisis data, dengan empat area utama: terbuka, tertutup, buta, dan tidak diketahui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk self-disclosure mahasiswa bervariasi, dari keterbukaan, penyembunyian informasi pribadi, hingga potensi tersembunyi. TikTok menjadi ruang ekspresif yang kuat, namun tetap dibatasi oleh budaya, privasi, dan norma sosial
Gambaran Workplace Resilience di Tempat Kerja pada Karyawan Gen Z di PT X
Ketahanan psikologis merupakan faktor kunci bagi karyawan dalam menghadapi tekanan kerja, terutama bagi Gen Z yang kini mulai mendominasi dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resiliensi karyawan Gen Z, respons mereka terhadap umpan balik negatif, serta faktor-faktor yang memperkuat resiliensi tersebut. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Form kepada 94 karyawan PT X yang pernah menerima umpan balik negatif. Selain itu, wawancara dilakukan pada 5 karyawan sebagai data pelengkap. Instrumen yang digunakan adalah Resilience at Work Scale (RAW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan Gen Z di PT X memiliki tingkat resiliensi kerja yang baik pada berbagai aspek, dengan kekuatan utama pada kesadaran diri, nilai pribadi, dan pencarian makna dalam pekerjaan. Temuan ini memberikan gambaran mengenai pentingnya penguatan resiliensi dalam menghadapi kritik di lingkungan kerja yang semakin dinamis
Gambaran Coping Stres Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Bersinggungan Dengan Hukum
This study aims to describe the stress coping strategies of early adult women at the Class IIA Women’s Correctional Facility in Jakarta. A total of 180 incarcerated individuals aged 20–40 years participated in this descriptive quantitative study using purposive sampling. Data were collected using the Indonesian version of the Ways of Coping Questionnaire-Revised (WOC-R), consisting of 66 items across eight coping dimensions. Results showed that the most frequently used coping strategy was Positive Reappraisal (M = 3.28), followed by Planful Problem Solving (M = 3.26) and Confrontive Coping (M = 2.85). A total of 74 participants (41.1%) reported using Confrontive Coping very frequently, indicating an active and direct approach to stress management. Adequate internal consistency was found only in Positive Reappraisal (? = 0.751) and Planful Problem Solving (? = 0.721). These findings suggest that emotion-focused coping—particularly positive reframing—along with problem-solving approaches, are dominant strategies used by incarcerated women to adapt to the stressful prison environment.
Keywords: stress coping, early adult women, inmates, correctional facility, WOC-RPenelitian ini bertujuan menggambarkan strategi koping stres pada perempuan dewasa awal di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Jakarta. Sebanyak 180 warga binaan berusia 20–40 tahun berpartisipasi dalam studi deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Ways of Coping Questionnaire-Revised (WOC-R) versi Bahasa Indonesia dengan 66 item dalam delapan dimensi koping. Hasil menunjukkan bahwa strategi koping yang paling dominan digunakan adalah Positive Reappraisal (M = 3,28), diikuti Planful Problem Solving (M = 3,26), dan Confrontive Coping (M = 2,85). Sebanyak 74 responden (41,1%) sangat sering menggunakan Confrontive Coping, yang menunjukkan kecenderungan menghadapi stres secara langsung dan aktif. Reliabilitas internal memadai hanya ditemukan pada dua dimensi, yaitu Positive Reappraisal (? = 0,751) dan Planful Problem Solving (? = 0,721). Temuan ini mengindikasikan bahwa warga binaan cenderung menggunakan strategi koping berbasis emosi, terutama pemaknaan positif terhadap situasi sulit, disertai pendekatan problem solving sebagai bentuk adaptasi terhadap tekanan dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kata Kunci: coping stres, perempuan dewasa awal, warga binaan, lembaga pemasyarakatan, WOC-
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MASYARAKAT ETNIK BALI DAN ETNIK BUGIS DALAM MEMBANGUN KERJASAMA DI SEKTOR PERTANIAN KELURAHAN NGKARING-NGKARING KOTA BAUBAU
This research aims to look at the intercultural communication between ethnic Balinese and ethnic Bugis communities in building cooperation in the agricultural sector of Ngkaring-ngkaring village, Baubau city. This research uses a qualitative approach with descriptive qualitative methods. The informants in this research are ethnic Balinese and ethnic Bugis. Bugis informants as owner farmers and Balinese informants as tenants. Data was obtained from direct interviews with informants who are considered competent according to the topic discussed. The results of this research show that economic interdependence is the basic factor of intercultural communication that occurs in Ngkaring-ngkaring village, especially in the agricultural sector. Ethnic Balinese and ethnic Buginese build interactions through co-operative relationships in the agricultural sector. The Bugis informant is the owner of the rice field and the Balinese are entrusted by the Bugis to work as cultivators. The system applied in this co-operative relationship is a profit-sharing system. Where the cultivator and the landowner agree on the proportion of sharing the harvest. This co-operation model not only reflects the economic aspect, but also shows how intercultural communication can be a bridge to build mutual trust between the two ethnic groups in creating a sustainable relationship in the agricultural sector.
Keywords: Intercultural Communication, Interethnic Cooperation, Ethnic Balinese, Ethnic Bugis, Ngkaring-NgkaringPenelitian ini bertujuan untuk melihat komunikasi antarbudaya masyarakat etnik Bali dan etnik Bugis dalam membangun kerja sama di sektor pertanian kelurahan Ngkaring-ngkaring kota Baubau. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat etnik Bali dan etnik Bugis. Informan Bugis sebagai petani pemilik dan Informan Bali sebagai penggarap. Data diperoleh dari proses wawancara langsung dengan informan yang dianggap berkompeten sesuai dengan topik yang dibahas. Hasil pada riset ini menunjukkan bahwa faktor saling ketergantungan ekonomi merupakan faktor dasar komunikasi antar budaya yang terjadi di kelurahan Ngkaring-ngkaring, khususnya pada sektor pertanian. Etnik Bali dan etnik Bugis ini membangun interaksi melalui hubungan kerjasama di sektor pertanian. Informan Bugis merupakan pemilik sawah dan orang Bali yang dipercayakan orang Bugis untuk bekerja sebagai penggarap. Sistem yang diterapkan dalam hubungan kerjasama ini adalah sistem bagi hasil. Dimana penggarap dan pemilik lahan menyepakati proporsi pembagian hasil panen. Model kerjasama ini tidak hanya mencerminkan aspek ekonomi semata, tetapi juga menunjukkan bagaimana komunikasi antarbudaya dapat menjadi jembatan untuk membangun perasaan saling percaya antara kedua kelompok etnik dalam menciptakan hubungan yang berkelanjutan di sektor pertanian
Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Kerjasama Antar Etnik, Etnik Bali, Etnik Bugis, Ngkaring-Ngkarin
IMPLEMENTASI K-MEANS CLUSTERING DAN MODEL CRISP-DM UNTUK PENGELOMPOKAN DAERAH RAWAN TINDAK PIDANA NARKOBA DI DIY
Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang memerlukan identifikasi wilayah rawan untuk penanganan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan daerah rawan tindak pidana narkoba di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menerapkan algoritma K-Means Clustering dalam kerangka model CRISP-DM. Data yang digunakan mencakup laporan kasus narkoba dari Kepolisian Daerah D.I. Yogyakarta serta data kepadatan penduduk dari BPS D.I. Yogyakarta. Proses analisis dilakukan melalui tahap pengolahan dan eksplorasi data, pemilihan jumlah klaster optimal, serta implementasi algoritma dengan Python dan library Scikit-learn. Hasil klasterisasi menunjukkan bahwa 79 kecamatan di Provinsi DIY dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori tingkat kerawanan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Klaster dengan tingkat kerawanan tinggi mencakup 4 kecamatan, klaster kerawanan sedang terdiri dari 14 kecamatan, sedangkan 61 kecamatan lainnya termasuk dalam klaster kerawanan rendah.
Visualisasi scatter plot digunakan untuk menggambarkan distribusi wilayah dalam setiap klaster, sehingga mempermudah interpretasi pola kerawanan narkoba. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba secara lebih terarah dan berbasis data
RUBEE IMMERSION: VIRTUAL REALITY-BASED DIABETES EDUCATION MEDIA RUBEE SLIDE-TABS
Diabetes Mellitus is a chronic disease with a prevalence that continues to increase every year, so effective educational efforts are needed to improve public understanding. This research developed Rubee Immersion, a Virtual Reality (VR)-based health education and literacy media that aims to provide an interactive understanding of the causes, symptoms, and management of diabetes. Apart from being a means of education, this media also functions as a means of dissemination to introduce Rubee-Dia Tabs, herbal products made from Brucea javanica and forest honey which have the potential to help manage blood sugar levels. With a VR technology approach, Rubee Immersion is expected to be able to increase public awareness, knowledge, and interest in treating diabetes naturally and preventively