Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Pengabdian Masyarakat Untuk Peningkatan Efektivitas Layanan Publik Berbasis Kolaboratif di Unit SPKT, SIM, dan SKCK Polres Lombok Tengah
Pelayanan publik merupakan indikator utama kualitas tata kelola institusi pemerintahan, termasuk lembaga kepolisian. Karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas layanan publik berbasis kolaboratif pada tiga unit pelayanan di Polres Lombok Tengah, yaitu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergilir selama tiga bulan, dari April hingga Juni 2025, dengan melibatkan peserta secara aktif dalam proses pelayanan, mulai dari pemberian informasi kepada masyarakat hingga pendampingan dalam prosedur administrasi dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem pelayanan di ketiga unit telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan, mencerminkan prinsip ketelitian, efisiensi, dan pemanfaatan teknologi digital, khususnya pada layanan SKCK melalui aplikasi Presisi Polri. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai dinamika pelayanan publik serta urgensi kolaborasi lintas fungsi dalam mendukung pencapaian tujuan institusional kepolisian.Pelayanan publik merupakan indikator utama kualitas tata kelola institusi pemerintahan, termasuk lembaga kepolisian. Karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas layanan publik berbasis kolaboratif pada tiga unit pelayanan di Polres Lombok Tengah, yaitu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergilir selama tiga bulan, dari April hingga Juni 2025, dengan melibatkan peserta secara aktif dalam proses pelayanan, mulai dari pemberian informasi kepada masyarakat hingga pendampingan dalam prosedur administrasi dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem pelayanan di ketiga unit telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan, mencerminkan prinsip ketelitian, efisiensi, dan pemanfaatan teknologi digital, khususnya pada layanan SKCK melalui aplikasi Presisi Polri. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai dinamika pelayanan publik serta urgensi kolaborasi lintas fungsi dalam mendukung pencapaian tujuan institusional kepolisian
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Olaifera) dalam Ransum terhadap Kualitas Karkas dan Non Karkas Ayam KUB: Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor Dalam Ransum Terhadap Kualitas Karkas dan Non Karkas Ayam KUB
Ayam KUB Balitbangtan merupakan varietas unggul baru ayam kampung hasil produksi Badan Litbang Pertanian. Untuk meningkatkan produktivitas ayam KUB diperlukan bahan pakan yang berkualitas, salah satu pakan lokal yang memiliki kandungan gizi yang baik untuk ayam adalah tanaman Kelor (Moringa oleifera). Kelor, sejenis leguminosa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk pertumbuhan ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun kelor terhadap kualitas pertumbuhan ayam KUB. Dua puluh ekor ayam KUB umur 8 minggu dialokasikan dalam penelitian ini dan dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu (p0) = perlakuan tanpa kelor. (p1) = perlakuan daun kelor 2%. (p2) perlakuan daun kelor 5%. (p3) perlakuan daun kelor 10%.Data dianalisis secara statistik menggunakan uji independent sample t-4 atau non paired t test (non paired system) menggunakan program aplikasi Microsoft Excel. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan harian, pertumbuhan bobot badan, bobot karkas dan non karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bobot badan pakan ayam KUB berpengaruh nyata terhadap rata-rata bobot badan akhir 1.300 g/ekor selama 18 minggu, pertambahan bobot badan 600 g/ekor, bobot potong 1.300. bobot karkas 5.720 g/ekor dan nilai konversi pakan 5,15 sedangkan yang memiliki bobot badan akhir rata-rata 1.207 g/ekor selama 4 minggu.The Balitbangtan KUB chicken is a new superior variety of native chicken produced by the Agricultural Research and Development Agency. To increase the productivity of KUB chickens, high-quality feed is required. One local feed that has good nutritional value for chickens is the Moringa (Moringa oleifera) plant. Moringa, a type of legume, can be used as a source of protein for chicken growth. This study aimed to determine the effect of Moringa leaf meal on the growth quality of KUB chickens. Twenty 8-week-old KUB chickens were allocated to this study and divided into four treatment groups: (p0) = treatment without Moringa, (p1) = treatment with 2% Moringa leaves, (p2) = treatment with 5% Moringa leaves, and (p3) = treatment with 10% Moringa leaves. Data were analyzed statistically using the independent sample t-4 test or unpaired t-test using Microsoft Excel. Observed parameters included daily body weight gain, body weight gain, carcass weight, and non-carcass weight. The results showed that the addition of KUB chicken feed significantly affected the average final body weight of 1,300 g/chicken over 18 weeks, with a body weight gain of 600 g/chicken, a slaughter weight of 1,300 g, a carcass weight of 5,720 g/chicken, and a feed conversion ratio of 5.15. Meanwhile, the average final body weight of 1,207 g/chicken over 4 weeks was 1,300 g
Sumbawa University of Technology ANALYSIS OF THE SUPPLY CHAIN OF BEEF PRODUCTS AT THE BANGKONG SLAUGHTERHOUSE IN SUMBAWA
This research aims to analyze the supply chain of beef at the Bangkong and finance, as well as distribution efficiency in the beef marketing system. The method used is a survey method with a quantitative descriptive approach. Data collection was carried out through observation, interviews, and the distribution of questionnaires to farmers, traders, retailers, and consumers. The result show that the length of the supply chai affects the increasing sellng price of beef at the consumer level. The product flow goes from farmers to consumers through several intermediaters, while the flow of information and finance has not been efficiently integrated. The result of this stuy indicate that the farmer’share is 80% for farmer’s 80% for live cattle traders, 64% for retailers, and marketing efficiency is 2.8%. Costsin the Distribution costs, marketing margins, and farmer’s share indicate that the supply chain efficiency is still relatively low. Therefore, efforts to streamline distribution channels and improve coordination among stakeholders are necessary to enhance efficiency and stabilize beef prices in the market.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok (Supply Chain) daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Bangkong, Kabupaten Sumbawa. Fokus utama penelitian adalah pada karakteristik pelaku rantai pasok, mekanisme aliran produk, informasi dan keuangan, serta efisiensi distribusi dalam sistem pemasaran daging sapi. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada peternak, pedagang, pengecer, rumah potong hewan dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjangnya rantai pasok berdampak pada meningkatnya harga jual daging sapi di tingkat konsumen. Aliran produk berjalan dari peternak hingga ke konsumen melalui beberapa perantara, sedangkan aliran informasi dan keuangan belum terintegrasi secara efisien. Hasil dari penelitian ini menunjukan farmer’s shere peternak sebesar 80% , pedagang sapi hidup 80%, pengecer sebesar 64 % dan efesiensi pemasaran sebesar 2,8 %. Biaya distribusi, margin pemasaran, dan farmer’s share menunjukkan bahwa efisiensi rantai pasok masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemangkasan jalur distribusi dan peningkatan koordinasi antar pelaku untuk meningkatkan efisiensi dan menstabilkan harga daging sapi di pasar
APLIKASI SOFTWARE LEAP PADA PERKIRAAN KEBUTUHAN BEBAN LISTRIK DI WILAYAH LOMBOK TIMUR: APLIKASI SOFTWARE LEAP PADA PERKIRAAN KEBUTUHAN BEBAN LISTRIK DI WILAYAH LOMBOK TIMUR
Penyediaan energi listrik yang memadai dan tepat sasaran menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan pembangunan daerah, baik sektor industri, pelayanan publik, bisnis, maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan beban energi listrik di Kabupaten Lombok Timur menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System) dengan pendekatan permodelan end-use. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan pemodelan pada aplikasi LEAP dengan mempertimbangkan dua skenario, yaitu skenario baseline dan skenario 1. Skenario baseline merupakan kondisi masa depan berdasarkan kecenderungan yang sudah terjadi, sedangkan skenario 1 merupakan skenario alternatif dengan menon-aktifkan PLTD Paokmotong. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa permintaan energi listrik Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2035 untuk skenario baseline sebesar 98.109.736.388 MWh dan skenario 1 sebesar 93.609.274.785 MWh. Sektor rumah tangga menjadi sektor permintaan energi listrik yang dominan di setiap skenario. Pada skenario baseline, PLTD Paokmotong memiliki total pengeluaran bahan bakar tertinggi selama 13 tahun sebesar 212.868 MWh, sedangkan pada skenario 1, setelah menon-aktifkan PLTD Paokmotong, pengeluaran bahan bakar pembangkit terbanyak dihasilkan dari PLTS. Penelitian ini memberikan gambaran tentang proyeksi kebutuhan energi listrik di Kabupaten Lombok Timur dan membandingkan dampak dari skenario baseline dengan skenario alternatif yang menon-aktifkan PLTD Paokmotong terhadap permintaan energi listrik dan pengeluaran bahan bakar pembangkit.Penyediaan energi listrik yang memadai dan tepat sasaran menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan pembangunan daerah, baik sektor industri, pelayanan publik, bisnis, maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan beban energi listrik di Kabupaten Lombok Timur menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System) dengan pendekatan permodelan end-use. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan pemodelan pada aplikasi LEAP dengan mempertimbangkan dua skenario, yaitu skenario baseline dan skenario 1. Skenario baseline merupakan kondisi masa depan berdasarkan kecenderungan yang sudah terjadi, sedangkan skenario 1 merupakan skenario alternatif dengan menon-aktifkan PLTD Paokmotong. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa permintaan energi listrik Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2035 untuk skenario baseline sebesar 98.109.736.388 MWh dan skenario 1 sebesar 93.609.274.785 MWh. Sektor rumah tangga menjadi sektor permintaan energi listrik yang dominan di setiap skenario. Pada skenario baseline, PLTD Paokmotong memiliki total pengeluaran bahan bakar tertinggi selama 13 tahun sebesar 212.868 MWh, sedangkan pada skenario 1, setelah menon-aktifkan PLTD Paokmotong, pengeluaran bahan bakar pembangkit terbanyak dihasilkan dari PLTS. Penelitian ini memberikan gambaran tentang proyeksi kebutuhan energi listrik di Kabupaten Lombok Timur dan membandingkan dampak dari skenario baseline dengan skenario alternatif yang menon-aktifkan PLTD Paokmotong terhadap permintaan energi listrik dan pengeluaran bahan bakar pembangki
AUDIT SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 PADA DOMAIN EDM04 DAN APO07
Penerapan sistem informasi penggajian (SIM Gaji) menjadi bagian penting dalam transformasi digital di instansi pemerintah guna meningkatkan akurasi, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapabilitas sistem informasi penggajian pada BKAD Kabupaten Lombok Tengah dengan menggunakan fremwork COBIT 5, khususnya pada domain EDM04 (Ensure Resource Optimization) dan APO07 (Manage Human Resources). Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta penyebaran kuesioner untuk memperoleh nilai tingkat kematangan (capability level) dan mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara kondisi saat ini dan target ideal (to-be). Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata nilai capability sebesar 3,54 yang termasuk dalam level 4 (Predictable Process). Seluruh subdomain belum mencapai tingkat kematangan maksimal (level 5), dengan nilai gap tertinggi terdapat pada EDM04.03, APO07.04, dan APO07.05 sebesar 1,7. Berdasarkan temuan tersebut, disusun rekomendasi perbaikan seperti penguatan evaluasi dan pengarahan sumber daya, penyusunan SOP, pelatihan dan pengembangan kompetensi SDM, serta sistem monitoring kinerja berbasis teknologi. Dengan penerapan rekomendasi ini secara konsisten, diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas sistem informasi penggajian dan mendukung terwujudnya tata kelola TI yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik yang profesional
SOSIALISASI BERBASIS DATA FISIKA KELAUTAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN RISIKO PESISIR DI DESA BINTALAHE KABUPATEN BONE BOLANGO
Wilayah pesisir Desa Bintalahe, Kabupaten Bone Bolango, merupakan kawasan yang aktivitas masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh dinamika fisika kelautan, seperti pasang surut, gelombang, arus laut, dan angin. Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap fenomena tersebut berpotensi meningkatkan risiko keselamatan dan kerentanan terhadap bencana pesisir, seperti banjir rob dan abrasi pantai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat pesisir Desa Bintalahe terhadap dinamika fisika kelautan sebagai dasar pengambilan keputusan aktivitas pesisir dan upaya mitigasi risiko. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pengambilan data lapangan parameter fisika kelautan, pengolahan dan visualisasi data secara deskriptif dan kuantitatif sederhana, serta sosialisasi hasil kepada masyarakat. Pengambilan data dilakukan pada November 2024, sedangkan kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama satu hari pada 10 Januari 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi perairan selama pengamatan relatif tenang dengan pola pasang surut bertipe harian tunggal, gelombang dan arus laut yang umumnya rendah, serta kecenderungan sedimentasi yang bervariasi berdasarkan arah. Sosialisasi yang dilakukan dengan pendekatan visual dan diskusi interaktif mampu meningkatkan partisipasi dan pemahaman masyarakat dalam mengenali kondisi laut serta potensi risiko pesisir. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penguatan literasi kelautan masyarakat pesisir dan mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang lebih aman dan berkelanjutan.Wilayah pesisir Desa Bintalahe, Kabupaten Bone Bolango, merupakan kawasan yang aktivitas masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh dinamika fisika kelautan, seperti pasang surut, gelombang, arus laut, dan angin. Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap fenomena tersebut berpotensi meningkatkan risiko keselamatan dan kerentanan terhadap bencana pesisir, seperti banjir rob dan abrasi pantai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat pesisir Desa Bintalahe terhadap dinamika fisika kelautan sebagai dasar pengambilan keputusan aktivitas pesisir dan upaya mitigasi risiko. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pengambilan data lapangan parameter fisika kelautan, pengolahan dan visualisasi data secara deskriptif dan kuantitatif sederhana, serta sosialisasi hasil kepada masyarakat. Pengambilan data dilakukan pada November 2024, sedangkan kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama satu hari pada 10 Januari 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi perairan selama pengamatan relatif tenang dengan pola pasang surut bertipe harian tunggal, gelombang dan arus laut yang umumnya rendah, serta kecenderungan sedimentasi yang bervariasi berdasarkan arah. Sosialisasi yang dilakukan dengan pendekatan visual dan diskusi interaktif mampu meningkatkan partisipasi dan pemahaman masyarakat dalam mengenali kondisi laut serta potensi risiko pesisir. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penguatan literasi kelautan masyarakat pesisir dan mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang lebih aman dan berkelanjutan
HUMANS AND HUMANITY IN THE IMPERIAL ARMY
This article explores the representation of humans and humanity in Adam Roberts’s science fiction short story The Imperial Army. Set within a Galactic Empire governed by a hybrid leadership of artificial intelligences and humans, the narrative explores ethical dilemmas surrounding warfare, artificial reproduction, and the definition of humankind. Through textual analysis, the essay investigates two central concerns: the construction of humankind in the empire and the protagonist Sidlan Air Beta’s struggle to preserve humanity values. The story presents a society that relies on ethically questionable sperm-based in vitro fertilization to mass-produce soldiers, raising questions about personhood, empathy, and moral responsibility. While artificial intelligences are portrayed as sentient and morally refined, human soldiers are deliberately engineered to lack full emotional and intellectual development, suggesting a paradox in which machines embody humanity more fully than humans themselves. Sid’s personal journey illustrates an ongoing negotiation between obedience, sacrifice, and ethical accountability. His eventual rejection of military absolutism underscores the narrative’s critique of utilitarian violence conducted in the name of survival. Ultimately, The Imperial Army proposes that humanity is defined not by physical form or biological origin, but by the capacity for ethical reasoning, emotional awareness, and moral choice.
Key words: science fiction; artificial intelligence; humanity; alien; The Imperial Arm
Peningkatan Ketahanan Keluarga Melalui Pendidikan Anti Narkoba Pada Orang Tua dan Anak Demi Terwujudnya Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Desa Lekong Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa
Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang memberikan dampak negatif terhadap individu, keluarga, dan Masyarakat. Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba saat ini didominasi oleh kalangan usia produktif, hal ini menunjukkan pentingnya peran keluarga sebagai penyangga utama. Dalam upaya pencegahan Pendidikan anti narkoba sejak dini di lingkungan keluarga perlu dilakukan langkah-langkah penting dalam membangun kesadaran dan perilaku hidup sehat. Program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) mendorong keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan melalui edukasi, pelatihan, dan penyuluhan. Kegiatan pengabdian ini berlokasi di Desa Lekong dengan melibatkan 40 orang keluarga dari orang tua dan anak. Metode kegiatan menggunakan pola pendampingan, psikoedukasi, dan sosialisasi. Melalui kegiatan ini diperoleh hasil yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan orang tua yang dapat diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari.Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang memberikan dampak negatif terhadap individu, keluarga, dan Masyarakat. Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba saat ini didominasi oleh kalangan usia produktif, hal ini menunjukkan pentingnya peran keluarga sebagai penyangga utama. Dalam upaya pencegahan Pendidikan anti narkoba sejak dini di lingkungan keluarga perlu dilakukan langkah-langkah penting dalam membangun kesadaran dan perilaku hidup sehat. Program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) mendorong keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan melalui edukasi, pelatihan, dan penyuluhan. Kegiatan pengabdian ini berlokasi di Desa Lekong dengan melibatkan 40 orang keluarga dari orang tua dan anak. Metode kegiatan menggunakan pola pendampingan, psikoedukasi, dan sosialisasi. Melalui kegiatan ini diperoleh hasil yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan orang tua yang dapat diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari
AN ANALYSIS OF LANGUAGE STYLES FOUND IN PODCASTS INTERVIEW
The language is used as a means of communicating thoughts, feelings, and ideas. In expressing or delivering ideas in both forms, spoken and written language, people have their own style because it is related to the social contexts. This research on speech styles and functions used qualitative descriptive method in which the data were collected from the scripts of Boy William’s utterances on his podcast interviews video. The objectives of this study were (1) to find out the types of language styles used by Boy William on his podcast interviews and (2) to analyze the functions on Boy William’s utterances on his podcast interviews. The scope of this research was a study of language styles and functions found in podcast interviews video of Boy William’s YouTube channel. From the interviews, 166 utterances containing language styles and functions were collected. Then, these utterances were classified and analyzed by using Martin Joos’ (1976) theory about language styles also supported by Holmes’ (2013) theory to classify the language functions of the utterances. The research found there were four types of language styles used in Boy William’s utterances namely formal, consultative, casual, and intimate style. Besides, there were four types of language functions of his utterances namely expressive, directive, referential, and phatic function. The style that was not found was the frozen style. Meanwhile, the function that was not found were metalinguistic, poetic, heuristic, and commissive function.
Keywords: Language Styles, Language Functions, Podcast Intervie
RANCANGAN DAN PENJADWALAN TAMBANG PASIR METODE KUARI DI CV DAMIAN GROUP KECAMATAN WANASABA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Pasir di Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi yang besar, salah satunya di Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. CV Damian Group merencanakan kegiatan pertambangan batuan komoditas pasir dengan luas WIUP 1,57 Ha pada daerah tersebut. Pada kegiatan eksplorasi di wilayah izin usaha pertambangan komoditas pasir CV Damian Group mendapatkan hasil perhitungan cadangan terbukti yaitu 379.505,088 ton. Kegiatan produksi dijadwalkan rata-rata 312 hari/tahun dengan total 6 hari kerja/minggu. Rencana target produksi penambangan pada CV Damian Group adalah 49.920 m³/tahun atau 160 m³/hari dengan asumsi bahwa kapasitas muat per ritase dump truck sebesar 4 m³. Luas bukaan lahan tambang adalah 1,17 Ha dengan jumlah jenjang yang terbentuk berjumlah 4 jenjang dengan cadangan tertambang sebesar 210.836,16 m³. Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas alat mekanis mendapatkan hasil yaitu 355 LCM/Hari dimana target produksi yang akan dilakukan untuk perharinya yaitu 160 m³/hari maka hasil produktivitas yang dihasilkan adalah 0,45 maka, alat yang dibutuhkan untuk dapat menambang dengan target tersebut yaitu 1.Pasir di Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi yang besar, salah satunya di Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. CV Damian Group merencanakan kegiatan pertambangan batuan komoditas pasir dengan luas WIUP 1,57 Ha pada daerah tersebut. Pada kegiatan eksplorasi di wilayah izin usaha pertambangan komoditas pasir CV Damian Group mendapatkan hasil perhitungan cadangan terbukti yaitu 379.505,088 ton. Kegiatan produksi dijadwalkan rata-rata 312 hari/tahun dengan total 6 hari kerja/minggu. Rencana target produksi penambangan pada CV Damian Group adalah 49.920 m³/tahun atau 160 m³/hari dengan asumsi bahwa kapasitas muat per ritase dump truck sebesar 4 m³. Luas bukaan lahan tambang adalah 1,17 Ha dengan jumlah jenjang yang terbentuk berjumlah 4 jenjang dengan cadangan tertambang sebesar 210.836,16 m³. Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas alat mekanis mendapatkan hasil yaitu 355 LCM/Hari dimana target produksi yang akan dilakukan untuk perharinya yaitu 160 m³/hari maka hasil produktivitas yang dihasilkan adalah 0,45 maka, alat yang dibutuhkan untuk dapat menambang dengan target tersebut yaitu 1