Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    PENERAPAN FP-GROWTH UNTUK ANALISIS POLA PEMBELIAN PRODUK SKINCARE

    Get PDF
    Kemajuan teknologi informasi dan persaingan di industri kecantikan menghasilkan data transaksi yang besar. Algoritma FP-Growth dipilih dalam penelitian ini karena efisiensinya dalam menganalisis data besar tanpa perlu menghasilkan kandidat itemset seperti algoritma Apriori. Data ini, jika dianalisis dengan tepat, dapat memberikan wawasan yang berguna untuk memperbaiki strategi pemasaran, meningkatkan efisiensi operasional, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. CV Leika Skincare belum memiliki panduan dalam memanfaatkan data transaksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pembelian produk skincare menggunakan data transaksi penjualan dari Januari hingga Juni 2024, terdiri dari 25.818 entri data dan 22 atribut. Data dalam industri kecantikan sangat penting karena memberikan wawasan terkait perilaku pelanggan, preferensi produk, dan kebutuhan pasar, sehingga membantu perusahaan seperti CV Leika Skincare dalam merancang kampanye pemasaran yang relevan dan berbasis data. Dengan metode FP-Growth, bagian dari pendekatan Knowledge Discovery in Databases (KDD), serta bantuan perangkat lunak Rapid Miner, ditemukan 10 aturan asosiasi yang signifikan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan strategis untuk promosi bundling produk, rekomendasi produk, dan manajemen stok yang lebih baik. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan data secara strategis dalam meningkatkan daya saing di industri kecantikan

    Identifikasi Pemborosan Pada Proses Produksi Jamur Tiram Dengan Pendekatan Lean Manufacturing (Studi Kasus pada UMKM XYZ)

    Get PDF
    XYZ MSMEs are oyster mushroom cultivation businesses by making Baglogs (planting media) which are used as mushroom growth media. The obstacle faced by XYZ MSMEs is that the demand is not met by an average of 70% caused by the non-achievement of mushroom production against the production target of 500 kg/month, this is due to a baglog defect of 40%. This research aims to identify non-value-added activities that can affect the production process. The method used in this study is using the Lean Manufacturing approach which includes three stages, namely Value Stream Mapping (VSM), Process Activity Mapping (PAM) and Fault Tree Analysis (FTA). The results of this study showed that there was a decrease in production process time of 252 minutes or 4 hours and 2 minutes from the total time before the repair of 58,592 minutes to 58,340 minutes. In addition, 5 (five) types of waste were also obtained, including waiting time, operation, transportation, motion and defect product. Based on the waste obtained, the factors that cause waste are identified using FTAs. Based on the results of the identification, improvement proposals were given, namely placing raw materials in the same place, providing work equipment (gas and plastic baglogs), supplying equipment racks, using material handling in the form of thrusters, increasing the number of operators and implementing SOPs in each baglog production process.UMKM XYZ merupakan usaha budidaya jamur tiram dengan pembuatan Baglog (media tanam) yang digunakan sebagai media tumbuh jamur. Kendala yang dihadapi UMKM XYZ yaitu tidak terpenuhi permintaan customer sebesar rata-rata 70% yang diakibatkan oleh tidak tercapainya produksi jamur terhadap target produksi sebesar 500 kg/bulan, hal ini disebabkan oleh terjadinya defect baglog sebesar 40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan yang tidak bernilai tambah yang dapat berpengaruh pada proses produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan Lean Manufacturing yang meliputi tiga tahap yaitu Value Stream Mapping (VSM), Process Activity Mapping (PAM) dan Fault Tree Analysis (FTA). Hasil pada Future VSM dan PAM menunjukkan bahwa terdapat penurunan waktu proses produksi sebesar 252 menit atau 4 jam 2 menit dari total waktu sebelum perbaikan sebesar 58.592 menit menjadi 58.340 menit. Selain itu diperoleh pula 5 (lima) jenis waste yang terjadi yaitu waiting time, operation, transportation, motion dan defect product. Berdasarkan waste yang diperoleh, maka diidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya waste dengan menggunakan FTA. Berdasarkan hasil identifikasi maka akan diberikan usulan perbaikan yaitu menempatkan bahan baku pada tempat yang sama, penyediaan peralatan kerja (gas dan plastic baglog), persediaan rak peralatan, penggunaan material handling berupa alat dorong, menambah jumlah operator dan menerapkan SOP pada setiap proses produksi baglog

    Dampak Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Terhadap Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Menulis Karya Ilmiah

    No full text
    Menulis karya ilmiah merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa untuk menunjang perkembangan akademik dan daya saing di dunia kerja. Artikel ini menganalisis dampak pelatihan penulisan ilmiah terhadap pemahaman dan keterampilan mahasiswa STAI Nahdlatul Wathan Sumbawa. Pelatihan diikuti oleh 33 mahasiswa lintas semester dan dilaksanakan menggunakan pendekatan teori dan praktik yang interaktif dan aplikatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta merasakan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman, dengan 66,6% merasa mampu mengaplikasikan materi pelatihan dalam penulisan ilmiah. Sebanyak 69,6% menyatakan bahwa materi yang disampaikan sesuai atau sangat sesuai dengan kebutuhan akademik mereka. Meskipun demikian, terdapat 30,3% peserta yang menganggap pelatihan hanya cukup atau tidak sesuai, menunjukkan perlunya penyesuaian konten dan pendekatan pelatihan. Disarankan agar pelatihan selanjutnya lebih adaptif terhadap tingkat akademik dan kebutuhan individual peserta, serta dilengkapi dengan sesi praktik intensif, guna memperkuat keterampilan menulis dan membangun budaya ilmiah yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.Menulis karya ilmiah merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa untuk menunjang perkembangan akademik dan daya saing di dunia kerja. Artikel ini menganalisis dampak pelatihan penulisan ilmiah terhadap pemahaman dan keterampilan mahasiswa STAI Nahdlatul Wathan Sumbawa. Pelatihan diikuti oleh 33 mahasiswa lintas semester dan dilaksanakan menggunakan pendekatan teori dan praktik yang interaktif dan aplikatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta merasakan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman, dengan 66,6% merasa mampu mengaplikasikan materi pelatihan dalam penulisan ilmiah. Sebanyak 69,6% menyatakan bahwa materi yang disampaikan sesuai atau sangat sesuai dengan kebutuhan akademik mereka. Meskipun demikian, terdapat 30,3% peserta yang menganggap pelatihan hanya cukup atau tidak sesuai, menunjukkan perlunya penyesuaian konten dan pendekatan pelatihan. Disarankan agar pelatihan selanjutnya lebih adaptif terhadap tingkat akademik dan kebutuhan individual peserta, serta dilengkapi dengan sesi praktik intensif, guna memperkuat keterampilan menulis dan membangun budaya ilmiah yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi

    DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA PADA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI QUARTER-LIFE CRISIS

    No full text
    Quarter-life crisis is a common crisis phase experienced by early adulthood individuals, characterized by confusion about life direction, career uncertainty, social pressure, and emotional instability. One factor that is believed to be able to support individuals through this phase is social support, especially from peers. This study aims to explore the experiences of early adulthood individuals in receiving social support from peers and how this support affects the quarter-life crisis they experience. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. Data were obtained through in-depth online interviews with four 20-year-old participants. The results of the study showed that peer social support is present in providing attention, information, instrumental, and assessment. This support plays an important role in helping individuals manage emotions, provide new perspectives, and increase self-confidence in facing various challenges of quarter-life crisis. The results of the study confirm that the presence of peers as an emotional and social support system has a significant contribution to the adaptation process of early adulthood individuals to the dynamics of the developmental crisis they experience.Quarter-life crisis merupakan fase crisis yang umum dirasakan oleh individu dewasa awal, ditandai dengan kebingungan arah hidup, ketidakpastian karier, tekanan sosial, serta ketidakstabilan emosi. Salah satu faktor yang diyakini dapat mendukung individu melewati fase ini adalah dukungan sosial, khususnya dari teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman individu dewasa awal dalam menerima dukungan social dari teman sebaya dan bagaimana dukungan tersebut memengaruhi quarter-life crisis yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam secara daring terhadap empat partisipan berusia 20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya dukungan sosial teman sebaya hadir dalam memberikan perhatian, informasi, instrumental, dan penilaian. Dukungan tersebut berperan penting dalam membantu individu mengelola emosi, memberikan perspektif baru, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan quarter-life crisis. Hasil penelitian menegaskan bahwasanya kehadiran teman sebaya sebagai sistem pendukung emosional dan sosial memiliki kontribusi yang signifikan dalam proses adaptasi individu dewasa awal terhadap dinamika krisis perkembangan yang mereka alami. &nbsp

    KOMUNIKASI POLITIK MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI POLITIK: STUDI PADA PASANGAN JAROT-ANSORI PADA PEMILU KEPALA DAERAH SUMBAWA 2024

    No full text
    This study aims to analyze the use of social media as a political campaign strategy by the Sumbawa regent and vice- regent candidate pair, Jarot-Ansori, in the 2024 regional election (Pilkada). The focus of the study lies in the utilization of digital platforms such as Facebook and Instagram to build political image, convey policy programs, and establish communication with constituents. This research adopts a qualitative approach using the Simple Research Design, combining rigorous literature review with in-depth interviews involving key informants, including campaign team members, local media activists, and academics. The findings indicate that social media plays a significant role in expanding the reach of political messages, strengthening the candidate’s identity, and targeting specific voter segments. However, the effectiveness of this digital strategy faces a range of contextual challenges, such as unequal access to digital infrastructure, low levels of political literacy among the public, voters fragmentation within social media algorithms, and the persistent strength of face-to-face political culture in Sumbawa society. The co-optation of national symbols, such as the use of President Prabowo’s image, serves as a form of credibility transfer strategy, yet its success heavily depends on the narrative’s relevance to the local context. This study emphasizes the importance of a hybrid approach in regional political campaign strategies, where social media must be complemented by direct engagement and strong cultural involvement. Moreover, the segregation of political information emerges as a crucial concern, as it impacts the fairness and inclusiveness of democratic participation. The study recommends the need for adaptive, locally grounded, and inclusive strategic planning in political communication—particularly in relation to the digital conditions of regional communities.   Keywords: Political Campaign, Social Media, Sumbawa Regional Election 2024, Communication StrategyPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial sebagai strategi kampanye politik oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Jarot-Ansori, dalam Pemilukada 2024. Fokus kajian terletak pada pemanfaatan platform digital seperti Facebook dan Instagram dalam membangun citra politik, menyampaikan program kerja, dan menjalin komunikasi dengan konstituen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Simple Research Design, yang menggabungkan pengumpulan data melalui studi literatur yang ketat serta wawancara mendalam dengan informan kunci, seperti tim kampanye, pegiat media lokal, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam memperluas jangkauan pesan politik, memperkuat identitas kandidat, dan menyasar segmen pemilih tertentu. Namun demikian, efektivitas strategi digital ini dihadapkan pada sejumlah tantangan kontekstual, seperti ketimpangan akses infrastruktur digital, rendahnya literasi politik masyarakat, fragmentasi pemilih dalam algoritma media sosial, dan kuatnya budaya politik tatap muka di masyarakat Sumbawa. Kooptasi simbol nasional, seperti penggunaan citra Presiden Prabowo, menjadi bagian dari strategi transfer kredibilitas, namun keberhasilannya sangat tergantung pada kesesuaian naratif dengan konteks lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan dalam strategi kampanye politik daerah, di mana media sosial harus dilengkapi dengan interaksi langsung dan keterlibatan kultural yang kuat. Selain itu, segregasi informasi politik menjadi perhatian krusial karena berdampak pada partisipasi demokratis yang setara dan inklusif. Kajian ini merekomendasikan perlunya perencanaan strategis komunikasi politik yang adaptif, berbasis lokal, dan inklusif terhadap kondisi digital masyarakat daerah.   Kata Kunci: Kampanye Politik, Media Sosial, Pilkada Sumbawa 2024, Strategi Komunikas

    KUALITAS SANITASI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL MASYARAKAT DI KELURAHAN TAIPA KOTA PALU

    No full text
    Proper environmental sanitation is an essential component in ensuring a healthy and safe quality of life for communities. Taipa Subdistrict in Palu City has experienced significant growth in infrastructure and population; however, challenges remain in the areas of sanitation and household waste management. This study aims to evaluate the environmental sanitation conditions in Taipa and their impact on public health. The research employed a descriptive quantitative method using a survey approach conducted on 512 households through field observations, interviews, and questionnaires. The results revealed that most residents rely on bore wells as their main sources of clean water and drinking water, while the use of piped water (PDAM) remains limited. Nearly all households have access to healthy latrines and use septic tanks for fecal waste disposal. However, the management of used cooking oil and the practice of open burning of waste remain environmental concerns that require attention. The majority of houses have floors and walls that meet environmental health standards. These findings indicate that although basic sanitation has been categorized as fairly adequate, efforts in public education and improvement of waste management systems are still needed to ensure sustainable environmental health in the community.Sanitasi lingkungan yang baik merupakan bagian penting dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat yang sehat dan aman. Kelurahan Taipa di Kota Palu mengalami perkembangan infrastruktur dan jumlah penduduk yang cukup pesat, namun masih terdapat tantangan dalam aspek sanitasi dan pengelolaan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi sanitasi lingkungan masyarakat di Kelurahan Taipa serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 512 kepala keluarga, yakni observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat menggunakan sumur bor sebagai sumber air bersih dan air minum, dengan penggunaan air PDAM yang masih terbatas. Hampir seluruh rumah tangga telah memiliki jamban sehat dan menggunakan tangki septik sebagai tempat pembuangan tinja. Namun, pengelolaan minyak jelantah dan kegiatan pembakaran sampah masih menjadi isu lingkungan yang memerlukan perhatian. Sebagian besar lantai dan dinding rumah telah memenuhi standar kesehatan lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sanitasi dasar telah dikategorikan cukup baik, masih dibutuhkan upaya edukasi dan perbaikan sistem pengelolaan limbah agar kesehatan lingkungan masyarakat dapat terjaga secara berkelanjutan

    SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA GEJALA PENYAKIT KULIT PADA BALITA MENGUNAKAN METODE CERTANTY FACTOR BERBASIS WEB

    No full text
    Kulit merupakan bagian dari tubuh manusia yang memiliki banyak peran. Salah satunya sebagai alat pengeluaran berupa kalenjer keringat dan tempat di buatnya vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Pada beberapa macam penyakit kulit peran ini terganggu karna kulit terlihat bersisik, tebal, kasar dan kering. Melihat permasalahan tersebut, penulis berusaha merancang dan membangun suatu aplikasi sistem pakar untuk bisa digunakan mendeteksi penyakit kulit dengan tujuan mengimplementasikan metode Certainty Factor ke dalam aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit kulit pada balita (studi kasus : Puskesmas Mamsena). Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem pakar untuk diagnosa penyakit kulit pada balita ini adalah metode waterfall atau yang biasa disebut metode air terjun. Hasilnya menunjukkan penyakit yang diderita oleh anak, nilai tingkat kepercayaan dari hasil diagnosa tersebut, serta solusi yang dapat dilakukan untuk penyakit yang diderita. Penerapan sistem Pakar ini dapat membantu masyarakat atau para orang tua dalam menangani penyakit kulit pada balita dengan tepat. Kesimpulan yang didapat User dapat menganalisa sendiri penyakit kulit yang dialami oleh balita berdasarkan informasi yang disediakan dalam website. Sistem pakar yang telah dibangun ini masih memiliki beberapa kekurangan sehingga dibutuhkan pengembangan lebih lanjut agar lebih baik lagi

    The Impact Of Work Life Quality And Work Environment On Contract Employee Performance: Sudy Case On Pt. Daikin Applied Solution Indonesia

    Get PDF
    This study aims to explore the connection between quality of work life and the work environment and how they affect the performance of contract employees at PT. Daikin Applied Solution Indonesia. The quality of work life includes aspects such as work-life balance, job satisfaction, and career development. Meanwhile, the work environment encompasses physical conditions, workplace atmosphere, and interpersonal relationships among employees. Quantitative methodology was applied throughout the research, using a survey approach with questionnaires distributed to contract employees. Multiple linear regression analysis was conducted to examine the relationship and impact regarding The influence of independent variables on the dependent variable was assessed. Findings indicate that both quality of work life and work environment have a significant and positive effect on employee performance. These outcomes underscore how crucial it is for companies to develop a supportive workplace and elevate the quality of work life to boost contract employees' performance.Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh mutu kehidupan kerja dan situasi kerja pada performa pegawai dengan status kontrak di PT. Daikin Applied Solution Indonesia. Kualitas kehidupan kerja mencakup aspek keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi, kepuasan kerja, serta pengembangan karier. Sementara itu, situasi kerja meliputi kondisi fisik, suasana kerja, dan hubungan antar karyawan. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif dipilih sebagai dasar pengumpulan dan analisis data melalui metode survei terhadap karyawan kontrak, dengan instrumen berupa angket. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan model analisis regresi linier berganda diterapkan guna mengidentifikasi hubungan serta dampak variabel bebas terhadap variabel terikat. Penemuan dalam studi ini menegaskan bahwa baik kualitas hidup kerja maupun kondisi kerja memiliki dampak yang signifikan dan bernilai positif terhadap performa pegawai. Temuan ini menekankan pentingnya perusahaan untuk menciptakan situasi kerja yang mendukung dan meningkatkan mutu kehidupan kerja guna mendorong kinerja optimal dari karyawan kontra

    PENGARUH KONSENTRASI PENAMBAHAN GULA AREN TERHADAP WARNA DAN PH PADA FERMENTASI MINUMAN PROBIOTIK BERBASIS SUSU KEDELAI

    Get PDF
    This study aims to determine the sensory characteristics and pH stability of soy milk-based probiotic drinks. The design used in the study was a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments (0%, 4%, 8% and 12%) and three repetitions. The parameters measured were the hedonic quality of color and pH. Data were analyzed by ANOVA and further Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a Level of 5%. The results showed that variations in boiling time had a significant effect on organoleptic quality and pH. The highest treatment for color was 8% with a value of 3.83. The 8% treatment also produced the highest pH value of 4.6. Thus, the addition of 8% palm sugar is recommended to produce the best quality soy milk-based probiotic drinks.  Keywords: probiotic drinks, soy milk, addition of palm sugar, color, pH  Penelitian ini bertujuan mengatahui karakteristik sensori dan stabilitas pH pada minuman probiotik berbasis susu kedelai. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (0%, 4%, 8% dan 12%) dan tiga kali pengulangan. Parameter yang diukur adalah mutu hedonik warna dan pH. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan Tingkat 5%. Hasil menunjukkan variasi lama perebusan berpengaruh signifikan terhadap mutu organoleptik dan pH. Perlakuan tertinggi untuk warna adalah 8% dengan nilai 3,83. Perlakuan 8% juga menghasilkan nilai pH tertinggi sebesar 4,6. Dengan demikian, penambahan gula aren sebanyak 8% direkomendasikan untuk menghasilkan minuman probiotik berbasis susu kedelai dengan kualitas terbaik.  Kata Kunci: gula aren , minuman probiotik, pH, susu kedelai, warna

    PENGGUNAAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) TERHADAP STERILISASI TANAMAN JELUTUNG (Dyera costulata) PADA TAHAPAN INISIASI KULTUR JARINGAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan hidrogen peroksida (H?O?) sebagai bahan sterilan dalam proses inisiasi kultur jaringan tanaman jelutung (Dyera costulata). Eksplan yang digunakan berupa titik tumbuh tanaman jelutung yang disterilisasi menggunakan larutan H?O? 10% sebagai perlakuan, dan NaOCl 10% sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan setiap hari selama satu bulan terhadap parameter kultur steril, kultur terkontaminasi cendawan, kultur terkontaminasi bakteri, kultur browning, dan kultur mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan H?O? 10% selama 15 menit belum berhasil menghasilkan eksplan steril. Kontaminasi pada perlakuan tercatat sebesar 25%, sedangkan pada kontrol kontaminasi cendawan mencapai 66,67%. Kontaminasi yang terjadi diduga berasal dari faktor eksternal seperti ketidaksterilan alat, lingkungan, atau eksplan. Dengan demikian, penggunaan hidrogen peroksida pada konsentrasi dan durasi tersebut belum optimal dalam menekan tingkat kontaminasi pada inisiasi kultur jelutung. Penelitian lebih lanjut dengan variasi eksplan dan kondisi sterilisasi yang lebih ketat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.Jelutung merupakan tanaman yang bermanfaat bagi ekonomi dan ekologi. Tanaman tersebut tumbuh di daerah Sumatera dan Kalimantan, pemanfaatana tanaman jelutong biasanya langsung digunakan dan diambil dari pohonnya sehingga perlu dilakukan pembudidayaan agar mencegah kepunahan dari tanaman jelutong. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan hidrogen peroksida (H?O?) sebagai bahan sterilan dalam proses inisiasi kultur jaringan tanaman jelutung (Dyera costulata). Eksplan yang digunakan berupa titik tumbuh tanaman jelutung yang disterilisasi menggunakan larutan H?O? 10% sebagai perlakuan, dan NaOCl 10% sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan setiap hari selama satu bulan terhadap parameter kultur steril, kultur terkontaminasi cendawan, kultur terkontaminasi bakteri, kultur browning, dan kultur mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan H?O? 10% selama 15 menit belum berhasil menghasilkan eksplan steril. Kontaminasi pada perlakuan tercatat sebesar 25%, sedangkan pada kontrol kontaminasi cendawan mencapai 66,67%. Kontaminasi yang terjadi diduga berasal dari faktor eksternal seperti ketidaksterilan alat, lingkungan, atau eksplan. Dengan demikian, penggunaan hidrogen peroksida pada konsentrasi dan durasi tersebut belum optimal dalam menekan tingkat kontaminasi pada inisiasi kultur jelutung. Penelitian lebih lanjut dengan variasi eksplan dan kondisi sterilisasi yang lebih ketat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇