Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (Studi Kasus: Simpang Tiga Sumbawa Jl. Lintas Sumbawa-Bima – Ki Hajar Dewantara)

    Get PDF
    Intersections are nodes in a road network where roads and vehicle lanes intersect. Intersection is the most important factor in determining the capacity and travel time of a road network, especially in urban areas. The emergence of trips due to the development of the Sumbawa Regency Government will have an impact on future traffic conditions which will reduce the operational performance of the crossing. To anticipate this, it is necessary to evaluate the estimated impact on the capacity of the intersection. The purpose of this study is to calculate the capacity of the intersection, calculate the degree of saturation and analyze the generation of development journeys in the Sumbawa Regency Government. This research was carried out with an investigation time of 12 hours, namely Monday-Tuesday, October 25-26 2021 and Saturday, October 30 2021 between 06.00 to 18.00 WITA. Data analysis in this study used a manual method referring to MKJI, 1997. The results of the analysis of this study were the largest unsigned 3-arm intersection capacity was 2634,39 smp/hour Tuesday  at 10.00 - 11.00 WITA, The degree of saturation has a value of 0.66. From the results of previous studies, it can be seen that the current intersection of 3 Jalan Ki Hajar Dewantara is not good so it is necessary to improve one of them by implementing a one-way road system at the Sumbawa-Bima intersection for Jalan Ki Hajar Dewantara without turning right to Jalan Gurami, once the system is implemented, one direction will reduce the volume of vehicles.Persimpangan adalah simpul dalam jaringan jalan dimana jalan dan jalur kendaraan berpotongan. Persimpangan merupakan faktor terpenting dalam menentukan kapasitas dan waktu tempuh suatu jaringan jalan, terutama di daerah perkotaan. Timbulnya perjalanan akibat perkembangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan berdampak pada kondisi lalu lintas ke depan yang akan menurunkan kinerja operasional penyeberangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan evaluasi estimasi dampak terhadap kapasitas simpang. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung kapasitas simpang, menghitung derajat kejenuhan dan menganalisis bangkitan perjalanan pembangunan di Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan waktu investigasi 12 jam, yaitu pada hari Senin-Selasa, 25-26 Oktober 2021 dan Sabtu, 30 Oktober 2021 antara pukul 06.00 hingga 18.00 WITA. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan cara manual mengacu pada MKJI, 1997. Hasil analisis penelitian ini adalah kapasitas simpang 3-lengan tak bertanda terbesar adalah 2634,39 smp/jam Selasa pukul 10.00 - 11.00 WITA, Derajat saturasi memiliki nilai 0,66. Dari hasil penelitian sebelumnya terlihat bahwa simpang 3 Jalan Ki Hajar Dewantara saat ini kurang baik sehingga perlu dilakukan pembenahan salah satunya dengan memberlakukan sistem jalan satu arah pada simpang Sumbawa-Bima untuk Jalan Ki Hajar Dewantara tanpa berbelok ke kanan menuju Jalan Gurami, begitu sistem diterapkan, satu arah akan mengurangi volume kendaraa

    ANALISIS PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DESA LEBIN

    Get PDF
    ABSTRACT Water is one of the basic needs in the survival of humans and it is certain that life would not exist without water. Amount of water This earth is very abundant but only a few can be utilized. Water clean also wrong one needs tree man which needed by sustainable. Use water clean very important for consumption house ladder, needs industry and the place general. T goal study this conducted for analyze total needs water clean in region Subdistrict Baraka and Anggeraja District until 10 years which will be dating .U for knowing is availability water which there is sufficient regional needs Lebin Village, District of Ropang to year 20 32 . The Geometric method uses the assumption that the population will increase geometrically using a calculation basis that the population growth rate is considered the same for each year. The arithmetic method assumes that the population in the future will increase by the same amount every time year. The need for clean water is based on the increase in the number of customers in the Dusun Lebin A and Dusun Lebin B areas for projections for the next 10 years, for Dusun Lebin A the need is smaller than the need in Dusun Lebin B because the number of customers is large. The availability of water from springs is still able to meet the need for clean water for the existing service areas until 2032. This is evidenced by the total demand for clean water based on the prediction that the number of customers in the service area of Dusun Lebin A and Dusun Lebin B is smaller than the production capacity. at the moment. Keywords: Water, system, geometric, aritmaticAir merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kelangsungan hidup bagi manusia dan bisa dipastikan kehidupan tidak akan ada tanpa adanya air. Jumlah air dibumi ini sangat melimpah ruah namun hanya sedikit yang dapat dimanfaatkan. Air bersih juga salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan secara berkelanjutan. Penggunaan air bersih sangat penting untuk konsumsi rumah tangga, kebutuhan industri dan tempat umum. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis total kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Baraka dan Kecamatan Anggeraja sampai 10 tahun yang akan dating.Untuk mengetahui Apakah ketersediaan air yang ada mencukupi kebutuhan daerah Desa Lebin Kecematan Ropang hingga tahun 2032. Metode Geometrik menggunakan asumsi bahwa jumlah penduduk akan bertambah secara geometrik menggunakan dasar perhitungan yang laju pertumbuhan penduduk dianggap sama untuk setiap tahunnya. Metode aritmatika mengasumsikan bahwa jumlah penduduk pada masa depan akan bertambah dengan jumlah yang sama setiap tahunnya. Kebutuhan air bersih berdasarkan pemanbahan jumlah pelanggan pada daerah Dusun Lebin A dan Dusun Lebin B untuk proyeksi 10 tahun ke depan, untuk Dusun Lebin A memiliki kebutuhan lebih kecil dari pada kebutuhan di Dusun Lebin B karena jumlah pelanggan besar. Ketersediaan air dari sumber mata air masih mampu mencapai kebutuhan air bersih untuk daerah pelayanan yang ada sekarang hingga tahun 2032. Hal ini dibuktikan dengan total kebutuhan air bersih berdasarkan prediksi penambahan jumlah pelanggan daerah pelayanan wilayah Dusun Lebin A dan Dusun Lebin B lebih kecil dari kapasitas produksi saat ini. Kata Kunci: Air, Sistem, geometrik, aritmatika

    Pembuatan Dan Pengujian Posisi Dudukan Pisau Mesin Chopper Pencacah Batang Jagung

    Get PDF
    Jagung merupakan salah satu tanaman pangan primer kedua sehabis padi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan ternak sebab hampir keseluruhan bagian tumbuhan ini bisa dimaafatkan, selain sebagai komuditas pangan, juga dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, batang dan daun tanaman yang muda dapat digunakan untuk pakan ternak kebanyakan peternak skala kecil menggunakan pencacahan secara manual dengan sabit, parang atau alat pertanian lainnya. Mesin pencacah (chopper) merupakan alat (dimensi) yang digunakan untuk membantu pertenakan dalam penyediaan tanaman hijauan yang dirajang menggunakan mesin pencacah bahan yang masih berukuran besar untuk dikecilkan. Pada penelitian ini terfokus pada dudukan mata pisau, jenis mata pisau yang digunakan pada modifikasi mesin chopper pencacah batang jagung yaitu planer terbuat dari material high speed steel (HSS) tipe aisi m2 dengan dimensi panjang 102mm x lebar 29mm x tebal 3mm. Pemilihan jenis mata pisau planer ini dikarenakan jenis mata pisau planer mempunyai ketahanan ketajaman mata pisau lebih tahan lama di bandingkan mata pisau dengan material besi. Kata Kunci: dudukan pisau, mesin chopper, pisau planer Jagung merupakan salah satu tanaman pangan primer kedua sehabis padi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan ternak sebab hampir keseluruhan bagian tumbuhan ini bisa dimaafatkan, selain sebagai komuditas pangan, juga dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, batang dan daun tanaman yang muda dapat digunakan untuk pakan ternak kebanyakan peternak skala kecil menggunakan pencacahan secara manual dengan sabit, parang atau alat pertanian lainnya. Mesin pencacah (chopper) merupakan alat (dimensi) yang digunakan untuk membantu pertenakan dalam penyediaan tanaman hijauan yang dirajang menggunakan mesin pencacah bahan yang masih berukuran besar untuk dikecilkan. Pada penelitian ini terfokus pada dudukan mata pisau, jenis mata pisau yang digunakan pada modifikasi mesin chopper pencacah batang jagung yaitu planer terbuat dari material high speed steel (HSS) tipe aisi m2 dengan dimensi panjang 102mm x lebar 29mm x tebal 3mm. Pemilihan jenis mata pisau planer ini dikarenakan jenis mata pisau planer mempunyai ketahanan ketajaman mata pisau lebih tahan lama di bandingkan mata pisau dengan material besi.Kata Kunci: dudukan pisau, mesin chopper, pisau planer Jagung merupakan salah satu tanaman pangan primer kedua sehabis padi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan ternak sebab hampir keseluruhan bagian tumbuhan ini bisa dimaafatkan, selain sebagai komuditas pangan, juga dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, batang dan daun tanaman yang muda dapat digunakan untuk pakan ternak kebanyakan peternak skala kecil menggunakan pencacahan secara manual dengan sabit, parang atau alat pertanian lainnya. Mesin pencacah (chopper) merupakan alat (dimensi) yang digunakan untuk membantu pertenakan dalam penyediaan tanaman hijauan yang dirajang menggunakan mesin pencacah bahan yang masih berukuran besar untuk dikecilkan. Pada penelitian ini terfokus pada dudukan mata pisau, jenis mata pisau yang digunakan pada modifikasi mesin chopper pencacah batang jagung yaitu planer terbuat dari material high speed steel (HSS) tipe aisi m2 dengan dimensi panjang 102mm x lebar 29mm x tebal 3mm. Pemilihan jenis mata pisau planer ini dikarenakan jenis mata pisau planer mempunyai ketahanan ketajaman mata pisau lebih tahan lama di bandingkan mata pisau dengan material besi. Kata Kunci: dudukan pisau, mesin chopper, pisau planer Jagung merupakan salah satu tanaman pangan primer kedua sehabis padi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan ternak sebab hampir keseluruhan bagian tumbuhan ini bisa dimaafatkan, selain sebagai komuditas pangan, juga dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, batang dan daun tanaman yang muda dapat digunakan untuk pakan ternak kebanyakan peternak skala kecil menggunakan pencacahan secara manual dengan sabit, parang atau alat pertanian lainnya. Mesin pencacah (chopper) merupakan alat (dimensi) yang digunakan untuk membantu pertenakan dalam penyediaan tanaman hijauan yang dirajang menggunakan mesin pencacah bahan yang masih berukuran besar untuk dikecilkan. Pada penelitian ini terfokus pada dudukan mata pisau, jenis mata pisau yang digunakan pada modifikasi mesin chopper pencacah batang jagung yaitu planer terbuat dari material high speed steel (HSS) tipe aisi m2 dengan dimensi panjang 102mm x lebar 29mm x tebal 3mm. Pemilihan jenis mata pisau planer ini dikarenakan jenis mata pisau planer mempunyai ketahanan ketajaman mata pisau lebih tahan lama di bandingkan mata pisau dengan material besi.Kata Kunci: dudukan pisau, mesin chopper, pisau planer

    ANALISIS KERUSAKAN POMPA HYDRANT DI PLTD LABUHAN SUMBAWA MENGGUNAKAN DIAGRAM FISBHONE

    No full text
    T. PLN (Persero) UPK Tambora ULPLTD Labuhan is an electricity company that uses diesel engines as prime movers, where prime movers are equipment that functions to produce mechanical energy to rotate generators. PLTD Labuhan was built in 1977 on a 1.2 hectare land on Jalan Labuhan, Garuda, Sumbawa. When founded, it had a central building, subsidiary offices and the official residence of the PLTD head. At that time, there were only two SPD (diesel generators) for this machine, namely SWD DRO 218 K (536 KW) and SWD DRO 216 (336 KW). In this study using the Fisbhone Diagram method. Determination of problems with damage to the hydrant pump using the 4 M + 1 E technique, namely Method, Material, Man, Machine and Environment. The Daigram Fisbhone approach technique produces improvement solutions from the five factors in the Fisbhone Diagram. The Fisbhone Diagram method with the 4 M + 1 E technique allows it to be applied to PT. PLN (Persero) UPK Tambora to minimize damage to the hydrant pump. But still making adjustments related to response time, when it is possible for a fire to occur in companies and buildings, a system is needed that is implemented in a state of alert, so that these companies and buildings can be said to have different functions.PT. PLN (Persero) UPK Tambora ULPLTD Labuhan merupakan perusahaan listrik yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak awal (prime mover), dimana prime mover ini merupakan peralatan yang berfungsi menghasilkan energi mekanis untuk memutar generator. PLTD Labuhan dibangun pada tahun 1977 diatas lahan 1,2 hektar di Jalan Labuhan, Garuda, Sumbawa. Saat didirikam memiliki Gedung pusat, kantor anak perusahaan dan rumah dinas kepala PLTD. Saat itu, hanya ada dua SPD (genset diesel) untuk mesin ini, adalah SWD DRO 218 K (536 KW) dan SWD DRO 216 (336 KW). Dalam penelitian ini menggunakan metode Diagram Fisbhone. Penentuan permasalahan pada kerusakan pompa hydrant menggunakan teknik 4 M + 1 E yaitu Methode, Material, Man, Machine dan Environment. Teknik pendekatan Daigram Fisbhone menghasilkan solusi perbaikan dari kelima faktor yang ada dalam Diagram Fisbhone. Metode Diagram Fisbhone dengan teknik 4 M + 1 E memungkinkan diterapkan pada PT. PLN (Persero) UPK Tambora untuk meminimalisir kerusakan pada pompa hydrant. Namun tetap melakukan penyesuaian terkait respon time, saat memungkinkan terjadinya kebakaran pada perusahaan dan gedung-gedung diperlukan sistem yang diterapkan dalam keadaan siap siaga, agar perusahaan dan gedung-gedung tersebut dapat dikatakan laink fungsi

    Efektifitas Hukum Pembinaan Narapidana Tindak Pidana Narkotika : (Studi Kasus Pada Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar)

    No full text
    Skripsi ini berjudul: Efektifitas Hukum Pembinaan Narapidana Tindak Pidana Narkotika Di Lapas Kelas II A Sumbawa Besar. Latar belakang penulis melakukan penelitian ini dari permasalahan yang ditemui dilokasi penelitian yaitu bagaimana efektifitas hukum pembinaan narapidana tindak pidana narkotika yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas II A Sumbawa Besar. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan pembinaan narapidana narkotika oleh pihak Lapas Kelas II A Sumbawa Besar maupun hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembinaan di Lapas Kelas II Sumbawa Besar.Penelitian yang penulis lakukan disini adalah jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Lapas Kelas II A Sumbawa Besar dengan menggunakan metode penelitian Deskriptif. Tujuan penelitian yaitu: Mengetahui efektifitas130pembinaan narapidana tindak pidana narkotika pada Lapas Kelas II A Sumbawa Besar, mengetahui apa saja hambatan dalam pembinaan narapidana tindak pidana narkotika pada lapas Kelas II A Sumbawa Besar. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan penulis menggunakan tehnik wawancara, observasi dan dokumentasi.Dari hasil penelitian di Lapas Kelas II A Sumbawa Besar dengan hasil yang diperoleh penulis dalam penelitian ini antara lain adalah : Pembinaan yang dilakukan di Lapas Kelas II A Sumbawa Besar Belum efektif, namun penanganannya telah sesuai dengan Undang-Undang No 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan yang mana pelaksanaannya diatur dengan peraturan pemerintah No. 31 Tahun 1999 tentang pembinaan dan pembimbingan warga binaan pemasyarakatan. Pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Kelas II A Sumbawa Besar yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian, Pembinaan kepribadian yang diberikan di Lapas Kelas II A Sumbawa Besar adalah Pendidikan agama, Pendalaman kitab suci, Pendidikan olahraga, Pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara dan Pembinaan kesadaran hukum. Sedangkan Pembinaan Kemandirian yang dilaksanakan ialah Pengrajin kayu, Pembuatan cendra mata, Berkebun, Pembuatan bingkai dan asbak, dan Bercocok tanam. Hambatan yang dihadapi Lapas Kelas II A Sumbawa Besar antara lain : Peraturan khusus terhadap pembinaan narkotika, Ruang rehabilitasi (sakau) dan ruang isolasi, Jumlah petugas kesehatan, Kualitas dan kuantitas petugas. Dengan demikian berdasarkan segala macam hambatan dan permasalahan yang dihadapi pihak Lapas Kelas II A Sumbawa Besar yang penulis temukan dalam penelitian ini, maka dari itu penulis berpandangan bahwa proses pembinaan terhadap narapidana narkotika di Lapas Kelas II A Sumbawa Besar belum berjalan efektif

    MENGENAL SOCIAL COMPARISON PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh terkait self comparison pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari sumber dan mengkonstruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang ada. Seluruh artikel bersumber dari Google Scholar. Metode analisis yang digunakan adalah analisis konten. Hasil penelitian ini adalah self comparison dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti self esteem, gratitude, dan gaya hidup. Adapun akibat dari perilaku self comparison pada mahasiswa adalah kecemasan sosial, depresi, kepuasan hidup rendah, body dissatisfaction (citra tubuh negatif), dan self esteem rendah. Diperlukan langkah-langkah untuk mencegah dan mengurangi social media addiction untuk mengurangi perilaku self comparison yaitu psikoedukasi, self management, self compassion.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh terkait self comparison pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari sumber dan mengkonstruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang ada. Seluruh artikel bersumber dari Google Scholar. Metode analisis yang digunakan adalah analisis konten. Hasil penelitian ini adalah self comparison dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti self esteem, gratitude, dan gaya hidup. Adapun akibat dari perilaku self comparison pada mahasiswa adalah kecemasan sosial, depresi, kepuasan hidup rendah, body dissatisfaction (citra tubuh negatif), dan self esteem rendah. Diperlukan langkah-langkah untuk mencegah dan mengurangi social media addiction untuk mengurangi perilaku self comparison yaitu psikoedukasi, self management, self compassion

    IDENTIFIKASI RHODAMIN B DAN METHANIL YELLOW PADA JAJANAN ANAK DI SEKOLAH DASAR DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

    Get PDF
    Rhodamine B is a synthetic dye whose use is prohibited in cosmetics and declared a hazardous substance according to the Regulation of the Minister of Health (PerMenKes) No.239/MenKes/Per/V/1985 because it can cause liver, kidney and spleen damage followed by anatomical changes in the form of enlargement organ. Rhodamine B is often abused in food, beverage, drug and cosmetic products. This study aims to find out whether the children's snacks made from cotton candy and sand crackers contain rhodamine B. This study used a qualitative test, namely the Thin Layer Chromatography method. The principle is the absorption of the color of the woolen thread samples in an acidic environment by heating, followed by dissolving the colored woolen threads. Each sample was replicated 3 times and then compared with standard rhodamine B using eluent n-butanol : glacial acetic acid : water (4 : 5 : 1). The results showed that the 8 samples tested did not identify the presence of rhodamine B dyes. The conclusion of this study was that 8 samples of confectionery and sand crackers did not contain rhodamine BRhodamine B is a synthetic dye whose use is prohibited in cosmetics and declared a hazardous substance according to the Regulation of the Minister of Health (PerMenKes) No.239/MenKes/Per/V/1985 because it can cause liver, kidney and spleen damage followed by anatomical changes in the form of enlargement organ. Rhodamine B is often abused in food, beverage, drug and cosmetic products. This study aims to find out whether the children's snacks made from cotton candy and sand crackers contain rhodamine B. This study used a qualitative test, namely the Thin Layer Chromatography method. The principle is the absorption of the color of the woolen thread samples in an acidic environment by heating, followed by dissolving the colored woolen threads. Each sample was replicated 3 times and then compared with standard rhodamine B using eluent n-butanol : glacial acetic acid : water (4 : 5 : 1). The results showed that the 8 samples tested did not identify the presence of rhodamine B dyes. The conclusion of this study was that 8 samples of confectionery and sand crackers did not contain rhodamine

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KESEDIAAN PELANGGAN PDAM DI PERUMAHAN BAITI JANNATI TERHADAP PEMBAYARAN JASA LINGKUNGAN DI KABUPATEN SUMBAWA

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesediaan pelanggan pdam di perumahan baiti jannati untuk membayar jasa lingkungan dan Faktor-faktor apa yang mempengaruhi pelanggan PDAM untuk membayar jasa lingkungan di perumahan baiti jannati Sumbawa. dianalisis dengan menggunakan spss 25. Berdasarkan hasil penelitian mengenai kesediaannya untuk membayar pembayaran jasa lingkungan terdapat 45 responden (67 persen) yang bersedia membayar pembayaran jasa lingkungan. Sedangkan 22 responden (33 persen) tidak bersedia membayar pembayaran jasa lingkungan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar dari responden di perumahan baiti jannati yang dilakukan dengan analisis regresi logistik. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa variabel umur, keluarga yang di tanggung, pekerjaan dan pendidikan terakhir, tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesediaan membayar.sedangkan pendapatan ,yaitu nilai signifikansi 0.016 lebih kecil dari nilai 0,05,maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis di terima yaitu variabel jumlah pendapatan berpengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar. dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. &nbsp

    ANALISIS MODEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UMUM TRAVEL DENGAN RUTE SUMBAWA-MATARAM

    Get PDF
    The population in Sumbawa increases every year which encourages various activities to use modes of transportation. Activities carried out such as mobility to areas that have attractions from various sectors such as Mataram, which is the capital city of West Nusa Tenggara Province. One of the modes of transportation that is widely used on the Sumbawa-Mataram route is travel which is a mode of transportation with relatively expensive rates. The description of the characteristics of travel passengers shows that 59% of travel users are women and 41% are men, with a vulnerable age of 20-29 years, then the last education is S1/S2/S3, with an income of IDR 1,000,000 – IDR. 2,000,000, most of whom own motorbikes, travel for business/work purposes, and use travel because of convenience. From the survey results using the State Preference method, the travel selection model is obtained in the form of a formulation in the form of multiple linear regression which reflects the utility value of travel selection, namely Y = 7.251 + (-0.078) X1 + 0.127X2 + 0.908X3. Then the utility and probability values are obtained for each model so that it is concluded that the travel selection model costs Rp. 140,000, a departure schedule of 5 times a day and a service consisting of 6 items is the model for choosing the best public transportation mode for the Sumbawa-Mataram route with a utility of 2.41 resulting in a probability of 92%, which is the best travel choice for the Sumbawa-Mataram routeJumlah penduduk di Sumbawa meningkat setiap tahunnya yang mendorong terjadinya berbagai aktifitas dengan menggunakan moda transportasi. Aktifitas yang dilakukan seperti mobilitas ke daerah yang memiliki tarikan dari berbagai sektor seperti Mataram, yang merupakan Ibu Kota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah-satu moda transportasi yang banyak digunakan pada rute Sumbawa-Mataram adalah travel yang merupakan moda transportasi dengan tarif yang terbilang mahal. Gambaran karakteristik penumpang travel menunjukkan bahwa pengguna travel 59% adalah wanita dan 41% adalah laki-laki, dengan rentan usia 20-29 tahun, kemudian pendidikan terakhir yaitu S1/S2/S3, dengan penghasilan sebesar Rp.1.000.000 – Rp. 2.000.000, yang kebanyakan memiliki kendaraan pribadi sepeda motor, melakukan perjalanan dengan tujuan tujuan bisnis/bekerja, dan menggunakan travel karena pertimbangan kenyamanan. Dari hasil survey dengan metode State Preference diperoleh model pemilihan travel berupa formulasi dalam bentuk regresi linear berganda yang mencerminkan nilai utilitas pemilihan travel yaitu Y = 7,251 + (- 0, 078) X1 + 0,127X2 + 0,908X3. Kemudian diperoleh nilai utilitas dan probabilitas pada masing-masing model sehingga disimpulkan model pemilihan travel dengan biaya Rp. 140.000, jadwal keberangkatan 5 kali sehari dan pelayanan terdiri dari 6 item adalah model pemilihan moda transportasi umum travel terbaik rute Sumbawa-mataram dengan utilitas 2,41 menghasilkan probabilitas 92% merupakan model pemilihan travel rute-Sumbawa-Mataram terbaik

    JURNAL REVIEW: KONDISI VBNC (viable but nonculturable) PADA BAKTERI PATOGEN PANGAN GRAM NEGATIF

    No full text
    Foodborne pathogens bacteria may enter a nongrowing state under unfavorable conditions for their growth, such as low nutrient, low pH, and low temperature. One of the nongrowing states of bacteria is a viable but nonculturable (VBNC) state. Bacteria in this VBNC condition can not form colony on agar medium daily used for enumeration of bacteria, despite, these bacteria still have viability (cellular integrity), and able to do metabolic activity like the ability to express protein, to respirate, and to do intracellular enzymatic activity. Under the VBNC state, bacteria especially the pathogens which are present in food will raise a health risk. This is worrying, because the culture method used to control food safety is thought unable to detect foodborne pathogens that are in VBNC state. Estimation of the number of pathogenic bacteria in food that is lower than the actual number, and the failure to identify foodborne pathogenic bacteria in food samples when cultured in agar plates, raise health concerns, if the food is consumed. Therefore, the presence of VBNC state in foodborne pathogenic bacteria needs to be studied further.Bakteri patogen pangan bukan pembentuk spora dapat memasuki kondisi nongrowing ketika berada dalam kondisi yang tidak mendukung pertumbuhannya, seperti kondisi nutrisi rendah, pH rendah, dan suhu rendah. Salah satu bentuk nongrowing bakteri adalah kondisi VBNC (viable but nonculturable). Bakteri dalam kondisi VBNC tidak dapat membentuk koloni pada media agar yang rutin digunakan untuk enumerasi bakteri, meskipun demikian bakteri ini masih memiliki viabilitas (integritas seluler), dan mampu melakukan aktivitas metabolik yang ditandai dengan kemampuan mengekspresikan protein, respirasi, dan adanya aktivitas enzimatik intraseluler. Dalam kondisi VBNC tersebut, bakteri khususnya patogen, yang terdapat di dalam pangan akan menimbulkan bahaya kesehatan. Hal ini mengkhawatirkan, karena metode pengkulturan yang digunakan mengendalikan keamanan pangan diduga tidak mampu mendeteksi bakteri patogen pangan yang berada dalam kondisi VBNC. Estimasi jumlah bakteri patogen pada pangan yang lebih rendah dari sebenarnya, dan kegagalan mengidentifikasi bakteri patogen pada sampel pangan saat dikulturkan pada media agar cawan, menimbulkan bahaya bagi kesehatan, apabila pangan tersebut dikonsumsi. Oleh karena itu, keberadaan kondisi VBNC bakteri patogen pangan perlu dipelajari lebih lanjut

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇