Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    COMPARISON OF FINANCIAL LITERACY LEVELS OF FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS (FEB) AND NON-FEB STUDENTS BASED ON FINANCIAL BEHAVIOR

    No full text
    This study aims to compare the level of financial literacy between students from the Faculty of Economics and Business (FEB) and students from other faculties (non-FEB). This comparison will be conducted using indicators of financial behavior demonstrated by students. This research is a quantitative study using the comparative descriptive method. Conclusions are drawn from data processing based on percentage analysis and trend analysis. The sample of students in this study were students from the Faculty of Economics and Business (FEB) and non-FEB students from various state and private universities in Surabaya, Jember, Malang, Semarang, and Lumajang. Both students from the Faculty of Economics and Business (FEB) and non-FEB students have high levels of financial literacy. These results contradict the assumption that students from the Faculty of Economics and Business (FEB) have better financial literacy than students from other faculties (non-FEB). This research is expected to enrich the literature on financial literacy, particularly by comparing two groups of students (FEB and non-FEB) with different educational backgrounds and exposure to information. The results are expected to bridge the gap between multidisciplinary disciplines, namely economics/finance and social/behavioral sciences.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat literasi keuangan antara mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan mahasiswa fakultas lain (non-FEB). Perbandingan ini akan dilakukan dengan menggunakan indikator perilaku keuangan yang ditunjukkan oleh mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif komparatif. Kesimpulan diambil dari pengolahan data berdasarkan analisis persentase dan analisis tren. Sampel mahasiswa dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan mahasiswa non-FEB dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Surabaya, Jember, Malang, Semarang, dan Lumajang. Baik mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) maupun mahasiswa non-FEB memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi. Hasil ini bertolak belakang dengan anggapan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memiliki literasi keuangan yang lebih baik dibandingkan mahasiswa fakultas lain (non-FEB). Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang literasi keuangan, khususnya dengan membandingkan dua kelompok mahasiswa (FEB dan non-FEB) yang memiliki latar belakang pendidikan dan paparan informasi yang berbeda. Hasilnya diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara disiplin ilmu multidisiplin, yaitu ekonomi/keuangan dan ilmu sosial/perilaku

    KONSTRUKSI MODEL MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN MELALUI BRANDING DAN KEPUASAN: STUDI EMPIRIS PADA WISATA BATU BELIMBING KOTA SINGKAWANG

    No full text
    This study aims to analyze the influence of brand image and brand awareness on tourists’ intention to visit Batu Belimbing in Singkawang City, with visitor satisfaction as a mediating variable. The background of this research is the increasing competition among coastal tourism destinations, which requires branding-based marketing strategies to attract tourist interest. A quantitative approach was applied through a survey method, with primary data collected from 100 respondents using a structured questionnaire. The data were analyzed using path analysis with the assistance of SPSS software. The findings reveal that brand image and brand awareness have a significant direct influence on visitor satisfaction and visit intention. Moreover, visitor satisfaction is proven to significantly mediate the relationship between brand image and brand awareness on tourists’ visit intention. These results highlight the crucial role of branding efforts and satisfying visitor experiences in shaping tourist decision-making. Practically, this study provides insights for destination managers to enhance competitiveness and increase tourist visits through stronger branding strategies and improved service quality.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek dan kesadaran merek terhadap niat wisatawan untuk berkunjung ke Batu Belimbing di Kota Singkawang, dengan kepuasan pengunjung sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya persaingan antar destinasi wisata pantai yang menuntut strategi pemasaran berbasis branding untuk menarik minat wisatawan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif melalui metode survei, dengan data primer yang dikumpulkan dari 100 responden melalui kuesioner berstruktur. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek dan kesadaran merek memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kepuasan pengunjung dan niat berkunjung. Selain itu, kepuasan pengunjung terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara citra merek maupun kesadaran merek terhadap niat berkunjung wisatawan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran branding dan kepuasan dalam membentuk keputusan wisatawan, serta memberikan implikasi praktis bagi pengelola destinasi dalam meningkatkan daya saing dan kunjungan wisata

    HUBUNGAN EMOTIONAL LABOR DENGAN ORGANIZATIONAL COMMITMENT PADA KARYAWAN PERHOTELAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional labor dan organizational commitment pada karyawan perhotelan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden yang merupakan karyawan hotel berbintang 4 dan 5 dari berbagai departemen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Hospitality Emotional Labor Scale (HELS) dan Organizational Commitment Scale (OCS). Analisis data menggunakan uji Spearman Correlation karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif namun tidak signifikan antara emotional labor dan komitmen organisasi. Dimensi emotive dissonance memiliki hubungan negatif tidak signifikan terhadap komitmen organisasi, sedangkan emotive effort menunjukkan hubungan negatif signifikan. Kesimpulannya, emotional labor tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap organizational commitment secara keseluruhan, namun strategi pengelolaan emosi tetap penting diperhatikan untuk meningkatkan loyalitas karyawan.This study aims to examine the relationship between emotional labor and organizational commitment among hospitality employees. A correlational quantitative method was applied, involving 120 hotel employees from 4- and 5-star hotels across various departments. Purposive sampling was used. The instruments were the Hospitality Emotional Labor Scale (HELS) and the Organizational Commitment Scale (OCS). Due to non-normal data distribution, Spearman correlation was used. Findings revealed a negative but non-significant relationship between emotional labor and organizational commitment. Emotive dissonance showed a negative, non-significant relationship, while emotive effort had a significant negative correlation with organizational commitment. In conclusion, emotional labor does not significantly influence organizational commitment overall, yet emotional regulation strategies remain critical for enhancing employee loyalty. Keyword : Emotional Labor, Organizational Commitment, Hospitality Employee

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL SUAMI TERHADAP KESUKSESAN KARIR SUBJEKTIF PADA WANITA KARIR

    No full text
    Kesuksesan karir subjektif merupakan penilaian seseorang terhadap pencapaian tujuan karir dan perasaan puas individu dalam karir yang telah ia pilih. Salah satu faktor yang dapat mendukung individu mencapai kesuksesan ini yaitu dukungan sosial suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami terhadap kesuksesan karir subjektif pada wanita karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan memperoleh data responden sebanyak 96 orang yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner. Data penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial suami memberikan pengaruh sebesar 61,9% terhadap kesuksesan karir subjektif pada wanita karir yang dapat diartikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial suami maka semakin tinggi pula kesuksesan karir subjektif yang dimiliki wanita karir.Subjective career success is an individual's assessment of the achievement of career goals and the individual's sense of satisfaction in the career they have chosen. One factor that can support an individual in achieving this success is the husband's social support. This study aims to determine the relationship between husband's social support and subjective career success in career women. This study used a quantitative approach with a survey method and obtained data from 96 respondents obtained through questionnaires. This study used the Spearman Rho correlation test. The results of this study indicate that husband's social support has a 61.9% influence on subjective career success in career women, which can be interpreted as meaning that the higher the husband's social support, the higher the subjective career success of career women

    KEPERCAYAAN DIRI DALAM PEMILIHAN KARIR DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA PADA REMAJA AKHIR DI YOGYAKARTA

    No full text
    Kepercayaan diri dalam pemilihan karir pada remaja akhir dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor lingkungan berupa dukungan sosial orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial orang tua dengan kepercayaan diri dalam pemilihan karir pada remaja akhir. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional menggunakan teknik accidental sampling. Sampel yang diambil sebanyak 110 yang merupakan remaja akhir usia 18-24 tahun di Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan skala kepercayaan diri dalam pemilihan karir dan dukungan sosial orang tua. Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hasil korelasi positif sebesar 0,769 dengan sig = 0,000 (p<0,05) yang dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan kepercayaan diri dalam pemilihan karir, dengan asumsi semakin tinggi tingkat dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi kepercayaan diri dalam pemilihan karir. Sebaliknya, jika semakin rendah tingkat dukungan sosial orang tua maka semakin rendah kepercayaan diri dalam pemilihan karir.Self-confidence in career choice in late adolescents is influenced by several factors, one of which is environmental factors in the form of parental social support. This study aims to determine the relationship between parental social support and self-confidence in career choice in late adolescents. The research method used is a correlational quantitative approach using accidental sampling technique. The sample taken was 110 who were late adolescents aged 18-24 years in Yogyakarta. Data collection using self-confidence scale in career choice and parental social support. The results of data analysis of this study indicate that there is a positive correlation result of 0.769 with sig = 0.000 (p <0.05) which can be concluded that there is a significant positive relationship between parental social support and self-confidence in career selection, assuming that the higher the level of parental social support, the higher the self-confidence in career selection. Conversely, if the lower the level of parental social support, the lower the confidence in career choice

    HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN SCHOOL WELL-BEING PADA SISWA SMA X DI PESAWARAN

    No full text
    Sekolah merupakan pengalaman dimana individu bisa meraih Pendidikan dan memperoleh pembelajaran. sekolah harusnya menciptakan kondisi yang nyaman, dan aman bagi siswanya ketika berada di lingkungan sekolah sehingga siswa merasa sejahtera dan puas. Salah satu faktor yang mempengaruhi school well being adalah self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self Efficacy dengan School Well Being Pada Siswa Di SMA X. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi penelitian ini terdiri dari peserta didik kelas X, XI, XII di SMA X, yang berjumlah 156, dengan sampel sebanyak 156 peserta didik. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara self efficacy dan scholl well being  pada siswa SMA, dengan nilai korelasi product moment sebesar r = 0,768 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,01). Ini berarti semakin Semakin tinggi self efficacy pada siswa maka school well being juga akan tinggi, begitu juga sebaliknya bila self efficacy siswa rendah maka school well being juga rendah.School is an important place for individuals to gain education and learning experiences. A safe and comfortable school environment can foster a sense of well-being or school well-being among students. One of the factors that influence school well-being is self-efficacy, which refers to an individual's belief in their ability to handle various situations and complete certain tasks. This research objective was to examine the correlation between self-efficacy and school well-being among students at SMA X. This research employed a quantitative approach with a purposive sampling technique. The population of this research consisted of 156 students from grades X, XI, and XII at SMA X, all of whom were included as the research sample. Data analysis results showed a significant positive correlation between self-efficacy and school well-being, with a Pearson correlation coefficient of r = [insert actual correlation value] and a significance value of p = [insert actual p-value]. This indicates that the higher the students' self-efficacy, the higher their perceived level of school well-being. &nbsp

    PSYCHOLOGYCAL WELL-BEING ON EMERGING ADULTHOOD : THE INFLUENCE OF PARENTAL ATTACHMENT: indonesia

    No full text
    Emerging Adulthood is a transitional period experienced by adolescents. During this period, there are demands or developmental tasks that must be completed, such as the search for self-identity, fulfillment of the need for validation and emotional stability that affect how high or low psychological well-being. The purpose of this study was to determine whether parental attachment affects the level of psychological well-being of an adolescent entering the transitional period. There were 300 respondents in the study taken using an accidental sampling technique. The research data collection technique used a psychological well-being scale with a reliability of 0.904 and a parental attachment scale with a reliability of 0.885. The results showed a correlation coefficient (R) of 0.962 with a calculated F value of 3699.918 and a significance level of 0.001 (p <.001) meaning there is a significant relationship between Parental Attachment and Psychological Well-Being in Emerging Adulthood where the parental attachment variable provides an effective contribution of 92.5% to psychological well-being in emerging adulthood.Emerging Adulthood merupakan masa transisi yang di alami oleh remaja. Pada masa ini terdapat tuntutan atau tugas perkembangan yang harus diselesaikan, seperti pencarian identitas diri, pemenuhan kebutuhan akan validasi dan kestabilan emosi yang mempengaruhi bagaimana tinggi rendah nya kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah kelekatan orangtua mempengaruhi tingkat kesejahteraan psikologis seorang remaja yang memasuki masa transisi. Terdapat 300 responden dalam penelitian yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan skala psychologycall well-being dengan reliabilitas 0.904 dan skala parental attachment dengan reliabilitas 0.885. Hasil penelitian menunjukan nilai koefisien kolerasi (R) sebesar 0.962 dengan nilai F hitung 3699.918 dan taraf signifikan sebesar 0,001 (p<.001) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Parental Attachment dengan Psychologycal Well-Being Pada Emerging Adulthood dimana variabel parental attachment memberikan sumbangan efektif sebesar 92,5% kepada psychologycal well-being pada emerging adulthood

    HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN KECEMASAN SOSIAL PADA USIA DEWASA AWAL

    No full text
    Sikap orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak dapat menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya kecemasan sosial pada masa dewasa awal. Risiko tersebut dapat timbul akibat penerapan pola asuh otoriter, di mana anak dituntut untuk selalu patuh terhadap aturan dan perintah orang tua tanpa kesempatan untuk bertanya atau menyampaikan pendapat, dengan pola komunikasi yang bersifat satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dan kecemasan sosial pada individu dewasa awal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan instrumen berupa skala pola asuh otoriter dan skala kecemasan sosial (LSAS-SR). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, melibatkan 150 responden. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis non-parametrik. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,005 (< 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan antara kedua variabel tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh otoriter dan kecemasan sosial pada individu dewasa awal di Daerah Istimewa Yogyakarta.   Kata kunci : Pola Asuh Otoriter, Kecemasan Sosial, Dewasa Awal, Orang tua

    EFEKTIVITAS SELF CAREER EFFICACY TRAINING UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN MASA DEPAN PADA MAHASISWA

    No full text
    This study aims to see the effect of self-career efficacy training on student’s anxiety in facing the future. The research method uses an experimental quantitative approach. The data collection method used a future anxiety scale. The results showed that there was a difference in anxiety levels between before and after being given self-career efficacy training treatment with a value of p = 0.000 (p<0.05). Then the results of the study also showed that there was a difference in anxiety levels between the experimental group and the control group with a value of p = 0.036 (p<0.05). The results of this research are expected contribute to Mulawarman University as a basis for designing a more effective counseling program for students who experience future anxiety.   Keyword: Future Anxiety, Self-career Efficacy, College StudentPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelatihan efikasi diri dalam karir terhadap tingkat kecemasan mahasiswa untuk menghadapi masa depan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental. Metode pengumpulan data menggunakan skala kecemasan masa depan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan antara sebelum dan setelah diberikan pelatihan efektivitas diri dalam karir dengan nilai p = 0.029 (p<0.05). Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0.002 (p<0.05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi Universitas Mulawarman sebagai dasar untuk merancang program konseling yang lebih efektif bagi mahasiswa yang mengalami kecemasan masa depan.   Kata kunci: Kecemasan Masa Depan, Pelatihan Efikasi diri dalam Karir, Mahasisw

    ANALISIS FRAMING PRABOWO SUBIANTO SEBAGAI CAPRES “GEMOY” PADA PILPRES 2024 DI DETIK.COM

    No full text
    In the 2024 presidential election, many interesting things happened, one of which was Prabowo's new image as a cool presidential candidate who succeeded in attracting the attention of the public, especially young voters. This gemoy narrative, which was previously just a joke, has turned into a light political approach in the eyes of the public. This cannot be separated from the role of the media in framing this narrative and then constructing it and becoming a reality, one of which is the online media Detik.com. This research was conducted to show Detik.com's potential bias in reporting gemoy narratives in three news stories that show three social processes according to Berger & Luckman, namely externalization, objectification and internalization using an interpretive qualitative approach. The analysis was carried out using Zhondan Pan & Kosicki's framing analysis which consists of 4 structures, namely syntax, script, thematic and rhetorical. The results of the research show that Detik.com took sides in reporting on Prabowo. This can be seen from the way Detik.com frames the news in a positive direction by building a narrative based on the reporter's perspective without citing sources in news 1 & 2, whereas in news 3 almost the entire narrative is built based on source quotes from the Prabowo-Gibran campaign team. so that the reporting becomes unbalanced and seems biased. In this case, Detik.com also uses indirect quotations to direct the reader's focus to the points it wants to highlight. From this research, Detik.com not only shows partiality but also shows how the media can influence public perception.   Keywords: Framing Analysis, Prabowo Subianto, Capres Gemoy, Online Media, Construction of Social RealityPada pilpres 2024 banyak hal menarik yang terjadi, salah satunya citra baru Prabowo sebagai capres yang gemoy dan berhasil menarik atensi Masyarakat khusus para pemilih muda. Narasi gemoy yang sebelumnya hanya candaan ini berubah menjadi pendekatan politik yang ringan di mata Masyarakat. hal ini tidak terlepas dari peran media dalam membingkai narasi ini kemudian dikonstruksi dan menjadi sebuah realitas, salah satunya adalah media online Detik.com. penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan potensi keberpihakan Detik.com dalam memberitakan narasi gemoy pada tiga berita yang memperlihatkan tiga proses sosial menurut Berger & Luckman yaitu eksternalisasi, objektifikasi, dan internalisasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretative. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis framing Zhondang Pan & Kosicki yang terdiri atas 4 struktur yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan adanya keberpihakan yang dilakukan Detik.com dalam memberitakan Prabowo. Hal ini terlihat dari cara Detik.com melakukan framing pada berita ke arah yang positif dengan membangun narasi berdasarkan perspektif reporter tanpa adanya kutipan sumber di berita 1 & 2, sebaliknya pada berita 3 hampir keseluruhan narasi dibangun berdasarkan kutipan sumber dari tim kampanye Prabowo-Gibran, sehingga pemberitaan menjadi tidak berimbang dan terkesan memihak. Dalam hal ini, Detik.com juga memanfaatkan kutipan tidak langsung untuk mengarahkan fokus pembaca pada poin-poin yang ingin ditonjolkan. Dari penelitian ini, Detik.com tidak hanya menunjukkan keberpihakan tetapi juga memperlihatkan bagaimana media dapat mempengaruhi persepsi publik.   Kata Kunci: Analisis Framing, Prabowo Subianto, Capres Gemoy, Media Daring, Konstruksi Realitas Sosia

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇