Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    DIGITALISASI SEBAGAI SARANA PELESTARIAN KEBUDAYAAN LOKAL

    Full text link
    Keanekaragaman budaya Indonesia mempunyai nilai unik dan sebagai identitas masyarakat daerah tesebut, sehingga perlu dilestarikan. Kebudayaan Indonesia merupakan perpaduan dari berbagai macam budaya dan tradisi lokal yang otentik dan beragam mulai dari seni tari, upacara adat, pakaian tradisional, makanan khas hingga adat istiadat (Hartanti & Setiawan, 2019). Oleh karena itu digitalisasi kebudayaan lokal merupakan langkah tepat yang sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi dalam hal mengabadikan kesenian dan identitas daerah. Tidak hanya itu dengan digitalisasi, kebudayaan masyrakat dapat diakses, dipelajari, dan diserbarkan ke seluruh dunia dengan mudah. Dengan demikian, Relawan TIK Cabang Sumbawa (RTIK) rumah besar aktivis, pegiat, pemerhati dan pelaku Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia, organisasi sosial kemasyarakatan bersifat nirlaba, independen, philantropis dan mandiri sebagai upaya untuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan bagi anggotanya dan masyarakat luas. Webinar ini dihadiri oleh 52 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan relawan TIK yang saling berdiskusi satu sama lain. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat motivasi bagi mahasiswa dan penggiat IT untuk terus mengembangkan dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan kompetensi agar dapat melestarikan kebudayaan daerah ke bentuk digital

    A SEJARAH DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SENI PERMAINAN REBANA SUMBAWA: Sejarah Seni Budaya Rebana Sumbawa, Ruang Lingkup Rebana Sumbaea, dan 3. Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam seni main Rebana Sumbawa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah Dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Seni Permainan Rebana Sumbawa. Adapun sub masalah dari pokok permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah sejarah awal datangnya Rebana ke Nusantara hingga ke Sumbawa? 2. Apa saja nilai-nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam permainan rebana Sumbawa? Penulis menggunakan Jenis penelitian kebudayaan dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang dimaksudkan untuk memahami sejarah dan nilai Pendidikan karakter mengenai unsur dan ruang lingkup permainan rebana Sumbawa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah, Pendekatan antropologi, Theologis/Religy, dan history. Selanjutnya metode pengumpulan data dengan Menggunakan Library Riset, penulis berusaha untuk mengemukakan mengenai objek yang dibicarakan sesuai kenyataan yang terjadi pada main rebana Sumbawa. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa ada sinergi antara nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandug dalam seni permainan rebana Sumbawa, merupakan nilai dasar yang mencakup nilai agama, sosial, kebangsaan, dan kebudayaan.Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah Dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Seni Permainan Rebana Sumbawa. Adapun sub masalah dari pokok permasalahan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah sejarah awal datangnya Rebana ke Nusantara hingga ke Sumbawa? 2. Apa saja nilai-nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam permainan rebana Sumbawa? Penulis menggunakan Jenis penelitian kebudayaan dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang dimaksudkan untuk memahami sejarah dan nilai Pendidikan karakter mengenai unsur dan ruang lingkup permainan rebana Sumbawa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah, Pendekatan antropologi, Theologis/Religy, dan history. Selanjutnya metode pengumpulan data dengan Menggunakan Library Riset, penulis berusaha untuk mengemukakan mengenai objek yang dibicarakan sesuai kenyataan yang terjadi pada main rebana Sumbawa. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa ada sinergi antara nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandug dalam seni permainan rebana Sumbawa, merupakan nilai dasar yang mencakup nilai agama, sosial, kebangsaan, dan kebudayaan. &nbsp

    Analisis Timbulan, Komposisi, Dan Penanganan Sampah Di Desa Langam Kabupaten Sumbawa Sebagai Dasar Perencanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

    No full text
    Langam Village in Sumbawa Regency has been designated as a pilot project for community-based waste management to address the challenges of ineffective waste management practices. This study aims to analyze the generation, composition, and current waste management practices in the village. A survey approach and quantitative analysis were employed to estimate the average daily waste generation, amounting to 2 tons per day. Organic waste dominated the composition, with food waste accounting for 33% and garden waste for 31%. Most households (76%) disposed of waste improperly due to limited facilities and a lack of awareness regarding environmentally friendly waste treatment. Further analysis highlights the urgent need for more efficient waste management through the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) approach. Establishing 3R-based Waste Management Facilities (3R WMF) in each hamlet is recommended as a sustainable solution tailored to the geographic and social characteristics of Langam Village. The implementation of community-based waste management will not only reduce waste destined for the landfill but also raise public awareness and contribute to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly sustainable cities and communitiesDesa Langam di Kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai percontohan untuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna mengatasi permasalahan pengelolaan sampah yang belum optimal. Studi ini bertujuan menganalisis timbulan, komposisi, dan praktik pengelolaan sampah eksisting di desa tersebut. Pendekatan survei dan analisis kuantitatif digunakan untuk menentukan rata-rata timbulan sampah harian, yaitu 2 ton per hari. Sampah organik mendominasi komposisi sampah, dengan 33% sampah makanan dan 31% sampah kebun. Sebagian besar rumah tangga (76%) membuang sampah sembarangan karena kurangnya fasilitas dan pemahaman terkait pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Analisis lebih lanjut menunjukkan kebutuhan mendesak akan pengelolaan sampah yang lebih efisien melalui pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R di setiap dusun direkomendasikan sebagai solusi berkelanjutan yang sesuai dengan karakteristik geografis dan sosial Desa Langam. Implementasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat tidak hanya akan menurunkan jumlah sampah yang berakhir di TPA tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat serta berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama kota dan permukiman berkelanjutan

    ANALISIS LINEAR CONGRUENT METHOD UNTUK PENGACAKAN SOAL DAN MENGURANGI KECURANGAN DALAM UJIAN CBT

    Full text link
    Dalam era digital saat ini, kecurangan dalam ujian online menjadi perhatian serius yang mempengaruhi integritas akademik. Penelitian ini mengkaji implementasi Linear Congruent Method (LCM) sebagai strategi pengacakan soal dalam sistem ujian Computer-Based Test (CBT) untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi potensi kecurangan. Metode ini memanfaatkan algoritma pseudo-random untuk menghasilkan urutan soal yang berbeda bagi setiap peserta, sehingga meminimalisir risiko kebocoran dan prediksi soal. Penelitian ini melibatkan pengembangan sistem CBT yang mengintegrasikan LCM dan pengujian sistem melalui sepuluh sesi ujian dengan partisipasi pelajar yang beragam. Telah dilakukan 10 kali uji penggunaan sistem CBT berbasis LCM ini, dari grafik hasil uji tersebut dapat terlihat bahwa terdapat variasi dalam skor tertinggi, terendah, dan rata-rata di setiap sesi ujian, yang menunjukkan efektivitas pengacakan soal dalam menciptakan tingkat kesulitan yang berbeda dan situasi ujian yang unik untuk setiap peserta. Variasi ini juga menegaskan bahwa sistem pengacakan soal telah berhasil dalam meminimalisir risiko kecurangan dan memastikan penilaian yang adil dan objektif. Hasil ini menegaskan bahwa penerapan LCM dalam CBT dapat secara signifikan meningkatkan keamanan dan keadilan ujian online. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang teknologi pendidikan dengan menunjukkan bagaimana algoritma pengacakan dapat diintegrasikan dalam platform ujian untuk menangani tantangan kecurangan secara efektif

    SISTEM IOT UNTUK DETEKSI LOKASI SAPI DENGAN GPS NEO-6M DAN TELEGRAM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem Internet of Things (IoT) yang dapat mendeteksi lokasi sapi menggunakan GPS Neo-6M dan Telegram. Sistem ini dirancang untuk mengirimkan data lokasi ternak secara berkala setiap 15 menit melalui Telegram, memungkinkan peternak untuk memantau ternak secara real-time. Salah satu inovasi utama dari penelitian ini adalah penerapan mode tidur yang dapat mengurangi konsumsi daya, sehingga perangkat dapat beroperasi lebih lama tanpa perlu sering mengisi ulang baterai. Selain itu, penggunaan router Tenda dengan jangkauan hingga 5 km menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan jaringan seluler di daerah terpencil. Kombinasi fitur hemat daya, pengiriman data terjadwal, dan komunikasi real-time melalui Telegram membuat sistem ini lebih praktis dan efisien dibandingkan metode pemantauan tradisional. Diharapkan sistem ini dapat meningkatkan produktivitas peternakan di Indonesia dan mengurangi risiko kehilangan ternak, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan peternak dan pertumbuhan sektor peternakan di daerah terpencil dengan metode yang berkelanjutan

    IMPLEMENTASI METODE K-MEANS UNTUK KLASTERISASI VARIETAS PARPIKA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

    Full text link
    Dengan menggunakan kombinasi segmentasi objek, ekstraksi bentuk, dan ekstraksi tekstur, penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasterisasi pada varietas paprika melalui penggunaan K-Means Clustering dan Gray-Level Co-Occurrence Matrix (GLCM).  Segmentasi objek dilakukan menggunakan algoritma K-Means Clustering untuk membedakan objek dari latar belakangnya. Selanjutnya, proses ekstraksi tekstur dan bentuk dilakukan menggunakan Matriks Co-Occurrence Level Gray (GLCM) untuk membedakan jenis varietas paprika. Hasil kalsterisasi dicapai melalui penggunaan aplikasi matlab, yang mencakup import data, konversi RBG ke L*a*b, segmentasi objek dengan latar belakang menggunakan K-Means Clustering, dan kemudian menggunakan metode Gray-Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) untuk ekstraksi bentuk dan tekstur. Hasil penelitian tentang klasterisasi varietas paprika juga menunjukkan bahwa proses itu berhasil. Model berhasil mengidentifikasi setiap sampel gambar dengan akurat seratus persen dengan menggunakan sampel delapan gambar paprika merah dan hijau. Penggunaan algoritma clusteriang K-means dan Matriks Co-Occurrence Level Gray (GLCM) menunjukkan hasil yang sangat baik; ini membuktikan efektivitasnya dalam melakukan klasterisasi pada varietas paprika

    Optimalisasi Strategi Responsibilitas dalam Rantai Pasok pada CV. XYZ Furnitur untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

    Full text link
    CV. XYZ Furniture, a company engaged in the rattan furniture industry in West Sumatra. This research aims to evaluate production strategies. Currently, the company implements an efficiency strategy by producing a constant number of guest chairs every period. However, this strategy poses problems in meeting customer demand during a spike, resulting in potential customer loss. This research explores changing strategies towards responsiveness as a solution to increase flexibility and meet customer needs more optimally. The methodology used is a case study through supply chain analysis, especially in the aspects of production, inventory, and logistics. The results of the study show that the implementation of a responsive strategy is able to increase customer satisfaction and improve supply chain performance, although it requires more careful cost management to overcome potential overtime costs and inventory. To overcome this, CV. XYZ Furniture needs to implement a Just-In-Time (JIT) or Pull System, as well as utilize information technology to improve supply chain communication. With a more responsive strategy, companies can improve competitiveness and profitability in the rattan furniture industryPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi produksi CV. XYZ Furnitur, perusahaan yang bergerak di industri furnitur rotan di Sumatera Barat. Saat ini, perusahaan menerapkan strategi efficiency dengan memproduksi kursi tamu dalam jumlah konstan setiap periode. Namun, strategi ini menimbulkan masalah dalam memenuhi permintaan pelanggan saat terjadi lonjakan, yang berakibat pada potensi kehilangan pelanggan. Penelitian ini mengeksplorasi perubahan strategi ke arah responsive sebagai solusi untuk meningkatkan fleksibilitas dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih optimal. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus melalui analisis rantai pasok, khususnya pada aspek produksi, inventori, dan logistik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi responsive mampu meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperbaiki kinerja rantai pasok, meskipun membutuhkan pengelolaan biaya lebih cermat untuk mengatasi potensi biaya overtime dan inventori

    Masalah Penentuan Lokasi Dan Rute Pencemaran Dengan Mempertimbangkan Jarak Minimum Fasilitas Ke Wilayah Perumahan Dan Rute Majemuk

    No full text
    The minimum distance of the new facility from the residential area is as far as 2 kilometers. Regulations are made to prevent pollution that can pollute residential areas. This study discusses the problem of determining the location of new facilities and determining the route of pollution vehicles by considering the minimum distance of the facility to the residential area of the compound route. The purpose of this study is to develop a mathematical model for the problem of determining the location of facilities and vehicle routes that considers the minimum distance of the facility to residential housing and compound routes. This study develops a mathematical model in the form of Mixed Integer Quadratic Programming (MIQP). The trial was conducted with 2 scenarios, namely 2 and 3 facility candidates, and from 7 to 13 customers. The trial scenario was carried out by changing the minimum distance from the facility candidate to the residential area, so that each scenario had 21 data processing times. From the results of data processing for the 2 facility candidates obtained, it can be seen that between the number of customers 7 to 13 there is no noticeable difference, and it still tends to look the same. Likewise with 3 facility candidates who do not show too big differences or even tend to be the same. The results obtained for 2 facility candidates with a minimum distance of 200 were 21,385.3, and the results for 3 facility candidates with a minimum distance of 200 were 21,237.3.Jarak minimal fasilitas baru dari kawasan pemukiman penduduk adalah sebesar 2 kilometer. Peraturan dibuat untuk mencegah terjadinya pencemaran yang dapat mencemari kawasan perumahan penduduk tersebut. Penelitian ini akan membahas tentang masalah penentuan lokasi fasilitas baru dan penentuan rute kendaraan pencemaran dengan mempertimbangkan jarak minimum fasilitas ke kawasan perumahan rute majemuk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model matematis untuk masalah penentuan lokasi fasilitas dan rute kendaraan yang mempertimbangkan jarak minimum fasilitas ke perumahan penduduk dan rute majemuk.Penelitian ini mengembangkan model matematis dengan bentuk Mixed Integer Quadratic Programming (MIQP). Uji coba dilakukan dengan 2 skenario, yaitu 2 dan 3 kandidat fasilitas, dan dari 7 sampai 13 pelanggan. skenario uji coba dilakukan dengan mengganti jarak minimal dari kandidat fasilias ke kawasan perumahan penduduk, sehingga masing – masing scenario terdapat 21 kali pengolahan data. Dari hasil pengolahan data untuk 2 kandidat fasilitas yang diperoleh, dapat dilihat bahwa antara jumlah pelanggan 7 hingga 13 tidak terdapat perbedaan yang mencolok, dan masih cenderung terlihat sama. Begitu halnya dengan 3 kandidat fasilitas yang tidak menunjukkan perbedaan yang terlalu besar atau bahkan cenderung sama.Hasil yang diperoleh untuk 2 kandidat fasilitas dengan jarak minimum 200 adalah 21.385,3, dan hasil untuk 3 kandidat fasilitas dengan jarak minimum 200 adalah 21.237,3

    Perancangan Foto Makanan Tradisional Kapurung Melalui Pendekatan Desain Afektif

    No full text
    The development of Industry 4.0 has brought a significant influence on Indonesian society to become all online. This causes food menus to be selected based on images, so that images become an important aspect in attracting consumer interest. In addition to changes in shopping styles and eating patterns, plus the trend of jungdood and emotional eating has had an impact on increasing Indonesia's obesity rate by 2 times. One of the solutions offered is to increase the consumption of healthy food. However, the fact is that photos of healthy foods trigger different responses when compared to foods high in fat and calories. So, a healthy food photo design is needed that gives the same effect as a photo of high-calorie high-fat food. This research focuses on the design of photos of traditional healthy food, namely kapurung to the photo design stage. Kansei engineering is used to find the characteristics and combinations of photos that consumers want. Then eye tracking determines the area of interest point on the photo object and the design combination. As well as factor analysis to determine the best kansei word representing traditional healthy food photos and couple comparisons to find the most preferred design. Based on the research conducted, the words kansei that represent the characteristics of healthy food photos according to respondents are "Creative", "Aesthetic", "Bright", "Fresh" and "Clear". In addition, the best photo in displaying the design according to respondents to display traditional healthy food photos is full styling with neutral presetsPerkembangan Industri 4.0 membawa pengaruh signifikan masyarakat Indonesia menjadi serba online. Hal ini menyebabkan menu makanan dipilih berdasarkan gambar dan rating makanan, sehingga gambar menjadi aspek penting dalam menarik minat konsumen. Selain perubahan gaya belanja dan pola makan, ditambah tren jungdood  dan emotional eating berdampak pada meningkatnya angka obesitas Indonesia 2 kali lipat. Salah satu solusi yang ditawarkan yaitu dengan meningkatkan konsumsi makanan sehat. Namun, faktanya foto makanan sehat memicu respon yang berbeda jika dibandingkan makanan tinggi lemak dan kalori. Sehingga, diperlukan desain foto makanan sehat yang memberikan efek yang sama seperti foto makanan tinggi lemak kalori. Penelitian ini berfokus pada perancangan foto makanan sehat tradisional yaitu kapurung hingga tahap perancangan foto. Kansei engineering digunakan untuk menemukan karakteristik dan kombinasi foto yang diinginkan konsumen. Kemudian eye tracking menentukan titik Area of interest pada objek foto dan kombinasi desain. Serta factor analysis untuk menentukan kata kansei terbaik mewakili foto makanan sehat tradisional dan perbandingan pasangan untuk menemukan desain yang paling disukai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kata kansei yang mewakili karakteristik foto makanan sehat menurut responden adalah "Kreatif", "Estetik", "Terang", "Segar" dan "Jelas". Selain itu, foto terbaik dalam menampilkan desain menurut responden untuk menampilkan foto makanan sehat tradisional adalah full styling dengan neutral prese

    Pengaruh Aktivitas Sosial terhadap Nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa Fakultas Teknologi Dan Bisnis Energi Institut Teknologi PLN

    Full text link
    The Cumulative Grade Point Average (GPA) is a metric that shows the academic achievement of students during their studies. GPA can be influenced by various factors such as social activities carried out by students outside of study hours. This study aims to determine the difference in the average score of the Student Achievement Index (GPA) between students who have social activities and students who do not have social activities. The method used in data analysis is a 2-way ANOVA variance analysis (Two Way Analysis of Variance) in the SPSS Statistics 24 software. The results of the study show that the average score (means) of the GPA of Industrial Engineering students is 3.53, Mechanical Engineering 3.48 and Energy Business 3.78. Hypothesis 1 regarding the difference in average GPA between each major obtained a significant rate of 0.005 < 0.05. Hypothesis 2 regarding the difference in average GPA between socially active and socially inactive students obtained a significance level of 0.583 > 0.05 (sig 0.583 > 0.05). Hypothesis 3 regarding the interaction between the average GPA of students per department and activities was obtained with a significance level of 0.844 > 0.005 (sig 0.844 > 0.05). There was no difference in the results of the Student Achievement Index between students who were socially active and students who were not socially active.Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah metrik yang menunjukkan prestasi akademik mahasiswa selama berkuliah. IPK dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti aktivitas sosial yang dilakukan oleh mahasiswa diluar jam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata Indeks Prestasi Mahasiswa (IPK) antara mahasiswa yang memiliki aktivitas sosial dengan mahasiswa yang tidak beraktivitas sosial. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah analisis varians ANOVA 2 arah (Two Way Analysis of Varians) pada software SPSS Statistik 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata (means) dari IPK mahasiswa Teknik Industri sebesar 3.53, Teknik Mesin 3.48 dan Bisnis Energi 3.78. Hipotesis 1 mengenai perbedaan rata-rata IPK antara tiap jurusan diperoleh tarif signifikan sebesar 0,005 < 0,05. Hipotesis 2 mengenai perbedaan rata-rata IPK antara mahasiswa yang beraktivitaas sosial dengan yang tidak beraktivitas sosial diperoleh taraf signifikansi sebesar 0,583 > 0,05 (sig 0,583 > 0,05). Hipotesis 3 mengenai interaksi antara rata-rata IPK mahasiswa per jurusan dengan aktivitas diperoleh taraf signifikansi sebesar 0,844 > 0,005 (sig 0,844 > 0,05). Tidak terdapat perbedaan hasil nilai Indeks Prestasi Mahasiswa antara mahasiswa yang beraktivitas sosial dengan mahasiswa yang tidak beraktivitas sosial

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇