Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
COMMUNITY PERCEPTION OF HYDROPONIC PLANT INNOVATION IN MAJIDI VILLAGE, SELONG DISTRICT, EAST LOMBOK DISTRICT
This research discusses community perceptions of hydroponic plant innovation in Majidi Village, Selong District, East Lombok Regency. Hydroponics is one of the agricultural system innovations of the future due to the practicality of cultivation, it can be applied anywhere and at any time, even on the roof of a house. The objectives of this research consist of; 1) to describe the public's understanding of hydroponic plant innovation, 2) to describe the public's perception of hydroponic plant innovation, and 3) to describe the response of hydroponic farmers to the public's perception as hydroponic consumers. The research method used by researchers is qualitative design in the context of collecting data in the form of words and human actions and researchers do not count or quantify the qualitative data obtained. The research was carried out in Majidi Village, Selong District, East Lombok Regency. Data collection uses observation, interviews and documentation methods. Next, the data is analyzed including data reduction, data presentation, as well as drawing conclusions and verification. The research results found that the public's perception of hydroponic plant innovation in Majidi Village, Selong District can be categorized as strongly agreeing. The conclusion is that: 1) The community understands hydroponic innovation, 2) The community provides a positive response or perception towards hydroponic innovation, and 3) hydroponic innovation actors (farmers) also respond positively to the response of the community as hydroponic consumers. They argue that hydroponics is very useful and has a very good impact on society
Karakteristik Geokimia Endapan Bauksit di Daerah X, Kalimantan Barat, Indonesia
Bauxite mining plays an important role for Indonesia, especially in the economic, industrial and infrastructure development sectors, as well as efforts to achieve the desires and resilience of the national aluminium industry. The aim of this research is to analyse the geochemical characteristics of bauxite deposits in area X, West Kalimantan, Indonesia. The bauxite deposits in this area were formed by strong laterization process. This resulted in significant concentration of aluminium oxide (Al2O3). The bauxite samples have been characterized by X-ray fluorescence (XRF) analysis for primary chemical composition. The analysis results show that the aluminium oxide content in the bauxite deposits ranges from 36.44 to 40.21%. The iron oxide (Fe2O3) content range from 25.63 to 28.62%. meanwhile, the silica (SiO2) content is relatively low, in the range of 7.37 to 15.67%, which is indicative of good bauxite quality. The geochemical distribution of the sediments shows a pattern that is consistent with the local geological and climatic conditions that favour the process of laterization. This indicates that bauxite originates from laterite deposition formed from gabbro rocks with higher aluminium and iron oxide mineral content in the clay zone compared to the bauxite zone. The results of this research provide a scientific basis for exploration and management strategies for bauxite resources in the region by providing a comprehensive picture of the geochemical characteristics of bauxite deposits in the area.Penambangan bauksit memiliki peranan penting bagi Indonesia, terutama dari segi ekonomi, industri, dan pengembangan infrastruktur, serta upaya dalam mencapai keberlanjutan dan ketahanan industri aluminium nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geokimia endapan bauksit di daerah X, Kalimantan Barat, Indonesia. Endapan bauksit di daerah ini terbentuk melalui proses laterisasi yang kuat, yang menghasilkan konsentrasi alumnium oksida (Al2O3) yang signifikan. Sampel bauksit dianalisis menggunakan X-ray fluorescence (XRF) untuk menentukan komposisi kimia utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan aluminium oksida dalam endapan bauksit berkisar antara 36,44 hingga 40,21% dan kandungan oksida besi (Fe2O3) berkisar antara 25,63 hingga 28,62%. Sementara, kandungan silika (SiO2) yang relatif rendah dengan kisaran antara 7,37 hingga 15,67%, kandungan ini menandakan kualitas bauksit yang baik. Distribusi geokimia endapan menunjukkan pola yang konsisten dengan kondisi geologi dan iklim setempat yang mendukung proses laterisasi. Hal ini mengindikasikan bahwa bauksit berasal dari endapan laterit yang terbentuk dari batuan gabro dengan persentase mineral aluminium oksida dan oksida besi yang lebih tinggi di zona lempung dibandingkan zona bauksitnya. Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai karakteristik geokimia endapan bauksit di daerah X dan memberikan dasar ilmiah yang strategi eksplorasi dan pengelolaan sumberdaya bauksit di wilayah tersebut
PERAN LETNAN KOLONEL SLAMET RIYADI DALAM SERANGAN EMPAT HARI DI SOLO
Artikel ini mengkaji peran penting Letnan Kolonel Slamet Riyadi dalam peristiwa Serangan Empat Hari Solo pada masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Meskipun Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945, perjuangan melawan upaya penjajahan kembali oleh Belanda terus berlanjut. Pada tahun 1947, Belanda melancarkan Operasi Kraai yang menargetkan sejumlah kota strategis di Indonesia, termasuk Kota Solo. Dalam konteks ini, Letnan Kolonel Slamet Riyadi seorang perwira muda TNI memainkan peran kunci dalam memimpin perlawanan militer Indonesia. Dengan strategi cerdas dan keberanian luar biasa, Slamet Riyadi berhasil mengoordinasikan serangan besar-besaran yang berlangsung selama empat hari di Solo, menyebabkan mundurnya pasukan Belanda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang melibatkan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi untuk menggali lebih dalam tentang biografi Slamet Riyadi, latar belakang historis, strategi militer yang digunakan, serta dampak dari Serangan Empat Hari Solo. Artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika serangan tersebut dan peran Slamet Riyadi dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia
PENYULUHAN PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI GEDEBOG PISANG DI KELOMPOK TANI AMPELSARI MAKMUR JAYA DESA TAMBAKSARI KABUPATEN PASURUAN
Salah satu teknologi yang digunakan untuk mengatasi kendala pemanfaatan batang pisang dapat digunakan sebagai komponen ransum sapi dengan cara pengaplikasian teknologi bioproses dengan metode fermentasi anaerob (ensilage) dengan hasil akhir berbentuk silase/pakan fermentasi batang pisang untuk sapi potong. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk memberdayakan dan memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk pembuatan pakan fermentasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik pembuatan paka fermentasi dengan menggunakan gedebog (batang) pisang, dedak, premix/garam dan molases. Respon peserta sosialisasi secara umum baik dan positif, hal ini dapat diketahui berdasarkan antusiasme peserta yang sangat tinggi saat sesi diskusi dan juga saat praktik pembuatan pakan fermentasi gedebog pisang. Setelah kegiatan pengabdian ini dilakukan, diharapkan peserta pengabdian dapat melakukan pembuatan pakan ferementasi gedebog pisang secara mandiri sebagai antisipasi kekurangan pakan hijauan khususnya saat musim kemarau
Analisis Tingkat Keberhasilan Revegetasi pada Bukaan Lahan Bekas Kegiatan Eksplorasi di Site Lamunga PT. Sumbawa Barat Mineral Kabupaten Sumbawa Barat: Analisis Tingkat Keberhasilan Revegetasi pada Bukaan Lahan Bekas Kegiatan Eksplorasi di Site Lamunga PT. Sumbawa Barat Mineral Kabupaten Sumbawa Barat
Land use planning requires proper identification of post-exploration land use designation. PT. Sumbawa Barat Mineral has implemented a revegetation and rehabilitation program in the area of ??land clearings from former exploration activities at the Lamunga site with the aim of restoring degraded ecosystems and restoring environmental functions according to their designation. This program is also a manifestation of the company's responsibility in managing a sustainable environment. This study combines primary and secondary data. Primary data includes measurements of the growth rate of revegetation plants and evaluation of the number of plants that survive in the land clearings from former exploration activities. While secondary data includes topographic information, research geology, rainfall climate, non-land area and the number of plants that have been revegetated. The results of the study indicate that revegetation activities at the Lamunga site have succeeded in achieving a plant growth rate of 87%, which is a significant indication of success. The maintenance efforts carried out also support this achievement, so that the revegetation process is not only able to restore land conditions, but also strengthen the sustainability of the ecosystem that is formed.
Land use planning requires proper identification of post-exploration land use designation. PT. Sumbawa Barat Mineral has implemented a revegetation and rehabilitation program in the area of ??land clearings from former exploration activities at the Lamunga site with the aim of restoring degraded ecosystems and restoring environmental functions according to their designation. This program is also a manifestation of the company's responsibility in managing a sustainable environment. This study combines primary and secondary data. Primary data includes measurements of the growth rate of revegetation plants and evaluation of the number of plants that survive in the land clearings from former exploration activities. While secondary data includes topographic information, research geology, rainfall climate, non-land area and the number of plants that have been revegetated. The results of the study indicate that revegetation activities at the Lamunga site have succeeded in achieving a plant growth rate of 87%, which is a significant indication of success. The maintenance efforts carried out also support this achievement, so that the revegetation process is not only able to restore land conditions, but also strengthen the sustainability of the ecosystem that is formed.Perencanaan tata guna lahan memerlukan identifikasi yang tepat terhadap peruntukan penggunaan lahan pasca-eksplorasi. PT. Sumbawa Barat Mineral telah menerapkan program revegetasi dan rehabilitasi pada area bukaan lahan bekas kegiatan eksplorasi di site Lamunga dengan tujuan untuk memulihkan ekosistem yang terdegradasi dan mengembalikan fungsi lingkungan sesuai peruntukannya. Program ini juga merupakan manifestasi tanggung jawab perusahaan dalam mengelola lingkungan hidup yang berkelanjutan. Penelitian ini menggabungkan data primer dan sekunder. Data primer mencakup pengukuran tingkat pertumbuhan tanaman revegetasi dan evaluasi jumlah tanaman yang bertahan hidup pada bukaan lahan bekas kegiatan eksplorasi. Sementara data sekunder meliputi informasi topografi, geologi penelitian, iklim curah hujan, luas area bukan lahan dan jumlah tanaman yang telah direvegetasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kegiatan revegetasi di site Lamunga berhasil mencapai tingkat pertumbuhan tanaman sebesar 87% yang merupakan indikasi keberhasilkan yang cukup signifikan. Upaya pemeliharaan yang dilakukan turut mendukung pancapaian ini, sehingga proses revegetasi tidak hanya mampu memulihkan kondisi lahan, tetapi juga memperkuat keberlanjutan ekosisten yang terbentuk
PENGARUH PRESTASI KERJA, KOMPENSASI, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. KIRANA PERMATA MUARA ENIM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Prestasi Kerja, Kompensasi, Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Kirana Permata Muara Enim. secara Simultan dan Parsial. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda, Uji F (Simultan), Uji t (Parsial), dan koefisien determinasi). Hasil uji hipotesis secara simultan yaitu ada Pengaruh Prestasi Kerja, Kompensasi Dan Lingkungan Kerja Secara Bersama-Sama Terhadap Kinerja Karyawan PT. Kirana Permata Muara Enim. Hasil uji hipotesis secara Parsial yaitu ada Pengaruh Prestasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Kirana Permata Muara Enim. ada Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Kirana Permata Muara Enim. Ada Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Kirana Permata Muara Enim. Hasil Koefisien Determinasi dari Pengaruh Prestasi Kerja, Kompensasi dan Lingkungan kerja mampu menjelaskan perubahan yang terjadi pada kinerja karyawan denga besar sumbangan yang dihasilkan sebesar 57,4%.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN INDIHOME DI KECAMATAN KAYUAGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran jasa (produk, harga, distribusi, proses, dan orang) terhadap Keputusan pembelian indihome di kecamatan kayuagung kabupaten ogan komering ilir. Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian asosiatif. Variabel yang digunakan adalah produk, harga, distribusi, proses, orang dan keputusan pembelian. Sampel yang digunakan sebanyak 70 responden dengan menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuisioner. Teknik analisisnya menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis membuktikan [1] ada pengaruh signifikan bauran pemasaran jasa terhadap keputusan pembelian indihome. [2] ada pengaruh signifikan produk terhadap keputusan pembelian indihome. [3] tidak ada pengaruh tidak signifikan harga terhadap pembelian indihome. [4] ada pengaruh signifikan distribusi terhadap keputusan pembelian indihome. [5] tidak ada pengaruh tidak signifikan proses terhadap keputusan pembelian indihome. [6] ada pengaruh tidak signifikan orang terhadap keputusan pembelian indihome. Hasil Koesfisien Determinasi menunjukan bahwa Produk, Harga, Distribusi, Proses, People mampu berkontribusi terhadap keputusan pembelian, dengan besarnya pengaruh 87,4%, sisanya 12,6% dipengaruhi oleh faktor lai
PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGGUNA TERHADAP PENAMBAHAN CHATBOT PADA WEBSITE UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA SEBAGAI INOVASI LAYANAN KOMUNIKASI
The purpose of this study was to see how the perceptions and preferences of website users at the University of Technology Sumbawa and to find out the percentage of user acceptance of Chatbot if used on the University of Technology Sumbawa website. The instrument used was a questionnaire through the Survey method. Before using the instrument, a validity and reliability test was carried out with 30 respondents. After the instrument was valid and reliable, it was distributed to 97 students of the University of Technology Sumbawa to become respondents. The results of this study indicate that the perception of website users towards the addition of Chatbot to the University of Technology Sumbawa website is seen from 3 indicators, namely 70.9% for responses, 79.5% for opinions, and 67.7% for assessments, which means that user perception assumes that the University of Technology Sumbawa website is a source of information that is still used, but in terms of communication services, the Call Center on the website has not become a responsive service for respondents. For website user preferences for adding Chatbots to the University of Technology Sumbawa website, it can be seen from 4 indicators, namely 77% for previous experience, 80.4% for completeness, 74.7 for Trends, and 78.9 for Continuity, which means that respondent preferences have been formed with the ease of using Chatbots on other websites, so they want the same convenience on the University of Technology Sumbawa website. Meanwhile, the use of Chatbots to provide better service to users at University of Technology Sumbawa is seen based on the percentage of descriptive statistics at 80.4% who stated that they strongly agree with the implementation of Chatbots on the University of Technology Sumbawa website with the characteristics of AI offered in the questionnaire, including: real-time chat responses, accurate and fast AI knowledge, availability of services at all times and so on.
Keywords: Perception, Preferences, Public Relations, Chatbots on WebsitesTujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana persepsi dan preferensi pengguna website di Universitas Teknologi Sumbawa dan mengetahui presentase penerimaan pengguna terhadap Chatbot jika digunakan dalam website Universitas Teknologi Sumbawa. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner melalui metode Survei. Sebelum penggunaan instrumen dilakukan uji validitas dan Reliabelitas dengan 30 responden. Setelah instrumen valid dan reliabel di sebarkan kepada 97 mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa untuk menjadi responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi pengguna website terhadap penambahan Chatbot pada website Universitas Teknologi Sumbawa dilihat dari 3 indikator yaitu 70,9% untuk tanggapan, 79,5% untuk pendapat, dan 67,7% untuk penilaian yang artinya persepsi pengguna beranggapan jika website Universitas Teknologi Sumbawa adalah sumber informasi yang masih digunakan namun dari sisi pelayanan komunikasi Call Center pada website belum menjadi layanan yang responsive bagi responden. Untuk preferensi pengguna website terhadap penambahan Chatbot pada website Universitas Teknologi Sumbawa dilihat dari 4 indikator yaitu 77% untuk pengalaman sebelumnya, 80,4% untuk kelengkapan, 74,7 untuk Tren, dan 78,9 untuk Kesinambungan (Continuity) yang artinya Preferensi responden sudah terbentuk dengan kemudahan menggunakan Chatbot pada website lain, sehingga menginginkan kemudahan yang sama juga dalam website Universitas Teknologi Sumbawa. Sedangkan pemanfataan Chatbot untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna di Universitas Teknologi Sumbawa dilihat berdasarkan persentase statistik deskriptif pada angka 80,4 % yang menyatakan sangat setuju untuk diterapkannya Chatbot dalam website Universitas Teknologi Sumbawa dengan karakteristik AI yang ditawarkan dalam kuesioner antara lain: respon chat yang realtime, pengetahuan AI yang akurat dan cepat, tersedianya layanan setiap saat dan lain sebagainya.
Kata Kunci: Persepsi, Preferensi, Humas, Chatbot dalam Websit
FENOMENA JURNALISME WARGA SEBAGAI HOMELESS MEDIA DALAM PRODUKSI BERITA LOKAL
Citizen journalim has become a phenomenon that allows the general public to participate in the news-making process. The process of processing information and sharing it on social media by citizen journalists raises a worrying side of professional journalism. This citizen journalist phenomenon eventually spread to create the "Homeless Media" phenomenon This article aims to find out how professional journalists see the phenomenon of citizen journalists as homeless media in local news production. Banjarmasin, South Kalimantan is the focus location in this article using qualitative phenomological research methods. Data was taken from two sources, namely primary, by conducting in-depth interviews with professional journalists in three large local media, namely Duta TV, Bpost and Radar Banjarmasin. Books, journalists and other references that support this article become secondary data so that this article becomes more relevant and sharp. As a result, citizen journalists emerged because of citizens' dissatisfaction with journalistic products packaged by professional journalists. Speed ??and contemporaneity are the main reasons for the popularity of citizen journalist content. Professional journalists consider the data created by citizen journalists as photo and video content only as raw data or initial data. And the hope is that citizen journalists will not be a threat but rather a collaboration that can strengthen the information and news disseminated to the public.
Keywords: Citizen Journliasm, Homeless Media, Lokal News, Social Media, Public PartisipationJurnalisme warga telah menjadi fenomena yang memungkinkan masyarakat umum untuk turut serta dalam proses pembuatan berita. Proses pengolahan informasi dan membagikannya di media sosial oleh jurnalis warga menimbulkan sisi yang mengkhawatirkan dari jurnalistik professional. Fenomena jurnalis warga ini pada akhirnya menjalar sehingga menciptakan fenomena “Homeless Media”. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jurnalis profesional melihat fenomena jurnalis warga sebagai homeless media dalam produksi berita lokal. Banjarmasin, Kalimantan Selatan menjadi fokus lokasi dalam artikel ini dengan metode penelitian kualitatif fenomologi. Data diambil dengan dua sumber yaitu primer dengan melakukan wawancara mendalam kepada jurnalis profesional di tiga media lokal besar yaitu Duta TV, Bpost, dan Radar Banjarmasin. Buku, jurnalis, referensi lain yang mendukung artikel ini menjadi data sekunder agar artikel ini menjadi lebih relefan dan tajam. Hasilnya, jurnalis warga muncul karena ketidakpuasan warga akan produk jurnalistik yang dikemas oleh jurnalis profesional. Kecepatan dan kekinian menjadi alasan utama populernya konten jurnalis warga. Jurnalis profesional menganggap data yang dibuat oleh jurnalis warga menjadi konten foto dan video tersebut hanya sebagai data mentah atau data awal. Dan harapannya jurnalis warga bukan menjadi ancaman melainkan sebagai kolaborasi yang dapat menguatkan informasi dan berita yang disebarkan kepada masyarakat.
Kata Kunci: Citizen Journliasm, Homeless Media, Berita Lokal, Media Sosial, Partisipasi Publik
Analisis Mesin Pipil Jagung Menggunakan Dinamo Elektrik
Indonesia merupakan lumbung jagung dunia dan menempati peringkat ke-8 dengan kontribusi 2,06% terhadap produksi jagung dunia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat tahun 2018 produktifitas jagung khususnya kabupaten bima luas panen 18.695 ha dengan rata-rata produksi 58,58 kw/ha dan produksi 109.508,10 ton. Peningkatan produksi jagung yang tidak diikuti dengan penanganan pasca panen yang baik menyebabkan peluang kerusakan biji akibat kesalahan penanganan dapat mencapai 12-15% dari total produksi dengan ini penelitian betujuan untuk merancang alat mesin pengupas jagung menggunakan dynamo elektrik yang praktis dan ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode experimental dengan melakukan percobaan merancang alat mesin secara langsung di perbengkelan, Pengujian performansi dilakukan dengan perlakuan jagung 3 tahap yaitu 1 kg, 2 kg dan 3 kg. dan untuk menguji alat mesin ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil rancangan alat mesin pengupas jagung menggunakan dynamo elektrik Mesin motor elektrik yang digunakan dalam rancang alat pengupasan tongkol jagung ini adalah berdaya 0,5 HP dengan kecepatan putaran maksimal 1500 rpm, dan nilai torsi sebesar 6,363 Nm. Berkapasitas kerja alat pengupasan tongkol jagung yang digunakan dalam penelitian ini adalah 489,258 gr/detik. Persentase biji jagung yang tercampur dengan tongkol pada penelitian ini adalah sebanyak 0,318 %, Persentase biji jagung yang tertinggal pada alat pengupasan n tongkol jagung ini adalah sebanyak 1,866%. Mesin pengupas biji jagung merupakan alat yang sangat efektif hal ini dilihat dari kapasitas produksi, persentase biji tertinggal pada alat dan persentase biji tercampur tongkol