Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
PERAN MOTIVASI SEBAGAI MEDIATOR TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN SPIRITUALITAS DI TEMPAT KERJA, KEPUASAN KERJA, DAN QUALITY OF WORK LIFE
This study aims to examine the role of motivation as a mediator in the relationship between workplace spirituality and employee performance, as well as the moderating effect of job satisfaction and quality of work life (QWL). This study uses a literature study approach by analyzing various sources such as scientific journals, books, and leading research reports published in the last 10 years. The results of the analysis indicate that there is strong empirical evidence regarding the positive effect of workplace spirituality on employee performance. Workplace spirituality can increase employee motivation, which in turn will improve their performance. In addition, there is empirical evidence regarding the direct effect of job satisfaction and quality of work life on employee performance. Job satisfaction can increase employee motivation which has an impact on employee performance. quality of work life can improve employee performance by increasing work motivation. These findings provide important implications for practitioners and researchers in the field of human resource management. Organizations need to develop a comprehensive strategy to improve workplace spirituality, motivation, job satisfaction, and employee QWL in order to achieve optimal performance.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran motivasi sebagai mediator dalam hubungan antara spiritualitas di tempat kerja dengan kinerja karyawan, serta pengaruh moderasi kepuasan kerja dan quality of work life (QWL). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkemuka yang diterbitkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat bukti empiris yang kuat mengenai pengaruh positif spiritualitas di tempat kerja terhadap kinerja karyawan. Spiritualitas di tempat kerja dapat meningkatkan motivasi karyawan, yang pada gilirannya akan meningkatkan kinerja mereka. Selain itu terdapat bukti empiris mengenai pengaruh langsung kepuasan kerja dan quality of work life terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja dapat meningkatkan motivasi karyawan yang berdampak pada kinerja karyawan. quality of work life dapat meningkatkan kinerja karyawan melalui peningkatan motivasi kerja. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi para praktisi dan peneliti di bidang manajemen sumber daya manusia. Organisasi perlu mengembangkan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan spiritualitas di tempat kerja, motivasi, kepuasan kerja, dan quality of work life karyawan guna mencapai kinerja yang optimal
PENGARUH KERJASAMA TIM TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Abstrak: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kerjasama tim terhadap kinerja pegawai di Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kepulauan Riau. Pengaruh Kerjasama Tim ini dapat dilihat dari indikator-indikator kerjasama tim diantaranya adalah bekerjasama, koordinasi, komunikasi, kenyamanan dan pemecahan masalah. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif. Objek penelitian ini adalah pegawai Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kepulauan Riau dengan populasi sebanyak 136 pegawai. Sampel diambil sebanyak 58. dengan teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan Purposive Sampling, yaitu penentuan sampel diambil jika dianggap memiliki informasi yang dibutuhkan bagi penelitiannya. Data terdiri dari data primer yang berasal dari kuesioner yang disebarkan kepada pegawai. Hasil dari olah data dengan statistik SPSS berupa uji validitas, reliabilitas dan normalitas untuk mengetahui pernyataan-pernyataan didalam kuesioner sudah terbukti valid, reliabel, dan normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerjasama tim berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan tingkat signifikan (0,000 < 0,05). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwasanya kerjasama tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Arah positif menunjukkan bahwa jika semakin baik Kerjasama Tim maka Kinerja Pegawai akan semakin baik.
 
Analisis Nilai Tambah Industri Pengolahan Kopi Bubuk Menggunakan Metode Hayami
That Batu Lanteh District is the largest producer of coffee in Sumbawa Regency with a production of 2,265.09 kg with a land area of 3,516.42 Ha with a total of 1,740 farmers. Sumbawa Punic Coffee is one of the largest MSMEs in Batu Lanteh District, with its ground coffee products and coffee beans (green beans). The quality of Sumbawa Punic Coffee is also no less sold in the market, Punic Coffee has also received many champions such as, 2nd place in the Indonesian Specialty Coffee Contest (KKSI), 1st place in NTB young entrepreneurs, 1st place in Indonesian sharia young entrepreneurs, and participants in The Confex Instanbul Turkey exhibition. This research focused on ground coffee products from Sumbawa Punic Coffee. The point of this examination is to find out the value-added analysis of ground coffee processing using the Hayami method. The Hayami method is a method that estimates the change in value per kilogram of raw materials after getting treatment. From the results of calculations that have been carried out using the Hayami method it was obtained that the added value in one period of Sumbawa Punic Coffee amounted to Rp. 87,575, for the added value ratio obtained by 0,373653333 %, and the profit rate of 0,997323723 %. The outcomes achived by employing the Hayami method were valuable additions.Bahwa Kecamatan Batu Lanteh merupakan produsen kopi terbesar di Kabupaten Sumbawa dengan hasil produksi sebesar 2.265,09 kg dengan luas lahan sebesar 3.516,42 Ha dengan jumlah petani 1.740 petani. Kopi Punik Sumbawa merupakan salah satu UMKM terbesar diKecamatan Batu Lanteh, dengan produk kopi bubuknya dan biji kopi (green bean). Kualitas Kopi Punik Sumbawa juga tidak kalah lakunya dipasaran, Kopi Punik juga telah banyak mendapat berbagai juara seperti, juara 2 Kontes Kopi Spesiality Indonesia (KKSI), juara 1 wirausaha muda NTB, Juara 1 wirausaha muda syariah Indonesia, dan peserta dalam pameran The Confex Instanbul Turki. Penelitian ini tertuju pada produk kopi bubuk dari Kopi Punik Sumbawa. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu dan memahami analisis nilai tambah pengolahan kopi bubuk menggunakan metode Hayami. Metode Hayami adalah metode yang memperkirakan perubahan nilai per kilogram bahan baku setelah mendapatkan perlakuan. Dari hasil perhitungan yang sudah di lakukan menggunakan metode Hayami diperoleh hasil bahwa nilai tambah dalam satu periode Kopi Punik Sumbawa sebesar Rp. 87.575, untuk rasio nilai tambah yang di peroleh sebesar 0,373653333 %, dan tingkat keuntungan 0,997323723 %. Hasil yang dicapai dengan menggunakan metoe Hayami merupakan tambahan yang berharg
ANALISIS FRAMING BERITA KERUSUHAN DAN DISKRIMINASI DI PAPUA PADA MEDIA DARING TIRTO.ID: ANALISIS FRAMING BERITA KERUSUHAN DAN DISKRIMINASI DI PAPUA PADA MEDIA DARING TIRTO.ID
The purpose of this study is to examine the framing of news about riots and ethnic discrimination in Papua on online media Tirto.id. This research uses a qualitative method with Robert Entman's media framing theory which formulates framing from four framing models, namely, Define Problems, where this relates to how the issue can occur. Second, Diagnose Causes, which is related to what causes the issue to emerge. Third, Make a Moral Judgment, which is related to the moral values contained in the issue. Fourth, Treatment Recommendation, which is related to problem-solving or recommendations on the issue. The results showed (Define Problem) defining the problem of riots and discrimination reported by Tirto.id related to riots in Papua as a humanitarian problem. As previously known, the protests that caused riots in Papua were a form of anger from the Papuan people over the events that occurred in Surabaya. (Diagnose causes) reported by Tirto.id is the alleged acts of racism, discrimination, and intimidation committed by unscrupulous mass organizations and unscrupulous officers against Papuan students in Surabaya. In addition, acts of racism and discrimination committed by unscrupulous mass organizations and unscrupulous officials against Papuan students in Surabaya and Malang are behaviors that should be resolved and stopped. Tirto.id's moral judgment (Make moral judgment) is that the riots and discrimination in Papua should be resolved by the government with an emotional approach. (Treatment Recommendation) Tirto.id emphasizes that the government must learn from history regarding solving problems in Papua. Tirto.id emphasizes that solving the problem of riots in Papua should be done with a Social, Political, and Cultural approach. Tirto.id emphasizes that the government must learn from history regarding solving problems in Papua.
Keywords: Framing Analysis, Riots and Discrimination, Papua, Tirto.id.Tujuan studi ini untuk mengkaji framing berita tentang kerusuhan dan diskriminasi di Papua pada media daring Tirto.id. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori framing media dari Robert Entman yang merumuskan framing dari empat model pembingkaian yaitu, Define Problems, dimana hal ini berkaitan dengan bagaimana isu tersebut dapat terjadi. Kedua, Diagnose Causes, dimana hal ini berkaitan dengan apa penyebab munculnya isu tersebut. Ketiga, Make Moral Judgment, dimana hal ini berkaitan dengan nilai moral yang terkandung dalam isu tersebut. Keempat, Treatment Recommendation yang berkaitan dengan penyelesaian masalah atau rekomendasi terhadap isu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan (Define Problem) pendefinisian masalah kerusuhan dan diskriminasi yang diberitakan oleh Tirto.id terkait kerusuhan di Papua adalah masalah kemanusiaan. Seperti diketahui sebelumnya, aksi protes yang menyebabkan kerusuhan di papua adalah bentuk kemarahan dari masyarakat Papua atas peristiwa yang terjadi di Surabaya. (Diagnose causes) yang diberitakan oleh Tirto.id adalah dugaan tindakan rasisme, diskriminasi dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum ormas dan oknum aparat terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Selain itu, tindakan rasisme dan diskriminasi yang dilakukan oknum ormas dan oknum aparat terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang adalah perilaku yang semestinya diselesaikan dan dihentikan. Keputusan moral (Make moral judgement) Tirto.id yaitu kerusuhan dan diskriminasi di Papua seharusnya pemerintah melakukan penyelesaian dengan pendekatan emosional. (Treatment Recommendation) Tirto.id menekankan bahwa pemerintah harus belajar dari sejarah terkait menyelesaikan permasalahan di Papua. Tirto.id menekankan penyelesaian permasalahan kerusuhan di Papua harusnya dengan pendekatan Sosial, Politik, dan Budaya. Tirto.id menekankan bahwa pemerintah harus belajar dari sejarah terkait menyelesaikan permasalahan di Papua.
Kata Kunci: Analisis Framing, Kerusuhan dan Diskriminasi, Papua, Tirto.id
ANALISIS EROSI PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE RUSLE DAN USLE DI DAS TALLO
Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo adalah DAS yang secara administratif terletak ditengah kota besar, Makassar. Potensi Erosi di DAS ini cukup besar karena posisi dan letaknya yang lebih rendah dari permukaan dan alih fungsi lahan yang terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berapa besar analisis erosi curah hujan area yang ada di DAS Tallo dan untuk mengetahui berapa besar erosi permukaan yang terjadi di DAS Tallo menggunkan Metode Rusle dan Usle. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Analisis ini merupakan metode yang menggunkan data sekunder sebagai sumber data primer. Dari hasil perhitungan diketahui nilai curah hujan area sebesar 23.07 mm dan tingkat bahaya erosi menggunakan metode rusle sebesar 181096.31 ton/ha/tahun sedangkan metode usle sebesar 636.97 ton/ha/tahun.
Kata Kunci : DAS, Erosi, RUSLE, USLE
 
Analisis Indeks Nilai Penting (INP) Komunitas Mangrove Tingkat Pohon di Pulau Nanga Sira, Kabupaten Sumbawa
This study aims to analyze the tree-level mangrove community structure on Nanga Sira Island, Sumbawa Regency, through the analysis of Importance Value Index (IVI). The study employed the quadrant transect method with a plot size of 10 x 10 meters at two observation stations. The results of mangrove identification revealed two dominant tree-level mangrove species, namely Avicennia alba and Bruguiera cylindrica. The analysis of the Importance Value Index (IVI) showed a highly significant dominance of Avicennia alba with IVI values of 254.51 and 215.80 at stations 1 and 2, respectively. In contrast, Bruguiera cylindrica had significantly lower IVI values of 45.49 and 84.20. These findings indicate that Avicennia alba is the dominant species in the mangrove ecosystem of Nanga Sira Island, exerting a significant influence on community structure and playing a crucial role in maintaining ecosystem balance. This research provides a strong foundation for conservation and management efforts of mangroves in the region.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas mangrove tingkat pohon di Pulau Nanga Sira, Kabupaten Sumbawa, melalui analisis Indeks Nilai Penting (INP). Pengamatan dilakukan menggunakan metode transek kuadran dengan ukuran 10 x 10 meter pada dua stasiun pengamatan. Hasil identifikasi mangrove menunjukkan terdapat dua spesies mangrove tingkat pohon yang menyusun komunitas mangrove di kedua stasiun, yakni Avicennia alba dan Bruguiera cylindrica. Hasil analisa INP menunjukan dominasi yang sangat signifikan dari spesies Avicennia alba yang ditandai dengan nilai INP sebesar 254,51 pada stasiun 1 dan 215,80 pada stasiun 2. Sebaliknya, Bruguiera cylindrica memiliki INP yang jauh lebih rendah, yaitu 45,49 dan 84,20. Temuan ini mengindikasikan bahwa Avicennia alba merupakan spesies dominan dalam ekosistem mangrove Pulau Nanga Sira, memiliki pengaruh yang besar terhadap struktur komunitas, dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Hasil penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk upaya konservasi dan pengelolaan mangrove di wilayah tersebut
Penyelenggraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa
Latar belakang penelitian ini berlandaskan pada kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. PTSP di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan dan menyederhanakan administrasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat dalam proses administrasi.
Desain dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen terkait. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah pegawai (4 orang), Petugas PTSP (4 orang) dan masyarakat yang mendapatkan pelayanan (4 orang). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Teknik analisis data kualitatif yang Dimana peneliti melakukan reduksi data, display data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PTSP di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa telah menunjukkan efisiensi dalam kecepatan layanan dan sistem pendaftaran, penyelenggaraannya secara keseluruhan masih belum optimal. Kendala utama yang dihadapi masyarakat adalah ketidakcocokan berkas yang dibutuhkan dengan yang disediakan serta kesulitan dalam menemui pejabat kantor selama jam operasional karena adanya perjalanan dinas.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa belum optimal, meskipun layanan dan sistem pendaftaran sudah sangat efisien. Kendala yang dihadapi antara lain ketidaksesuaian berkas yang dibawa masyarakat dengan yang dibutuhkan oleh kantor, serta kesulitan menemui pejabat kantor saat jam operasional karena kesibukan seperti perjalanan dinas.
Latar belakang penelitian ini berlandaskan pada kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. PTSP di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan dan menyederhanakan administrasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat dalam proses administrasi.
Desain dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen terkait. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah pegawai (4 orang), Petugas PTSP (4 orang) dan masyarakat yang mendapatkan pelayanan (4 orang). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Teknik analisis data kualitatif yang Dimana peneliti melakukan reduksi data, display data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PTSP di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa telah menunjukkan efisiensi dalam kecepatan layanan dan sistem pendaftaran, penyelenggaraannya secara keseluruhan masih belum optimal. Kendala utama yang dihadapi masyarakat adalah ketidakcocokan berkas yang dibutuhkan dengan yang disediakan serta kesulitan dalam menemui pejabat kantor selama jam operasional karena adanya perjalanan dinas.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa belum optimal, meskipun layanan dan sistem pendaftaran sudah sangat efisien. Kendala yang dihadapi antara lain ketidaksesuaian berkas yang dibawa masyarakat dengan yang dibutuhkan oleh kantor, serta kesulitan menemui pejabat kantor saat jam operasional karena kesibukan seperti perjalanan dinas.Latar belakang penelitian ini berlandaskan pada kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. PTSP di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan dan menyederhanakan administrasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat dalam proses administrasi.
Desain dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen terkait. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah pegawai (4 orang), Petugas PTSP (4 orang) dan masyarakat yang mendapatkan pelayanan (4 orang). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Teknik analisis data kualitatif yang Dimana peneliti melakukan reduksi data, display data, dan penarikan Kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PTSP di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa telah menunjukkan efisiensi dalam kecepatan layanan dan sistem pendaftaran, penyelenggaraannya secara keseluruhan masih belum optimal. Kendala utama yang dihadapi masyarakat adalah ketidakcocokan berkas yang dibutuhkan dengan yang disediakan serta kesulitan dalam menemui pejabat kantor selama jam operasional karena adanya perjalanan dinas.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa belum optimal, meskipun layanan dan sistem pendaftaran sudah sangat efisien. Kendala yang dihadapi antara lain ketidaksesuaian berkas yang dibawa masyarakat dengan yang dibutuhkan oleh kantor, serta kesulitan menemui pejabat kantor saat jam operasional karena kesibukan seperti perjalanan dinas
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEDIAAN MEMBAYAR PELANGGAN PDAM MENANG TERHADAP JASA LINGKUNGAN DI LOMBOK BARAT
Dalam penelitian ini, penulis meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar pelanggan PDAM terhadap jasa lingkungan dengan varibel bebas yang terdiri dari tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, lama menjadi pelanggan dan tarif air PDAM. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor berpengaruh secara signifikan terhadap kesediaan membayar pelanggan PDAM terhadap jasa lingkungan adalah tingkat pendapatan, lama pemakaian, tarif air dan tingkat pendidikan. Dapat dilihat dari persamaan Y=2.426+0.018x1+0.078x2+0,667x3+0.271x4 menunjukkan bahwa seluruh variabel yang digunakan berpengaruh signifikan secara simultanya itu adalah tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, lama pemakaian dan tariff air. Sedangkan secara parsial terdapat satu variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesediaan membayar jasa lingkungan yaitu variable pendidikan. Nilai koefisien determinasi sebesar 0.867 artinya sebesar 86,7 persen variable bebas mempengaruhi variable terikat sedangkan sisanya 13,3 persen dipengaruhi oleh variabel-variabel diluar mode
Pengembangan Produk Detergen Pencuci Piring Dengan Menggunakan Metode Value Analysis Dan Value Engineering
Laboratorium Kimia Teknik Industri merupakan laboratorium yang digunakan untuk praktikum sekaligus untuk melakukan produksi beberapa jenis produk kimia dan turunannya, salah satunya adalah detergent pencuci piring. Kegiatan produksi detergent pencuci piring yang berjalan saat ini masih belum baik dari komposisi produk maupun kualitas serta efesiensinya. Untuk mendapatkan tingkat efisien yang diharapkan maka dilakukan pengembangan produk detergen pencuci piring dengan menggunakan metode Value Analysis dan Value Engineering. Value Analysis dan Value Engineering merupakan pendekatan yang berorientasi fungsi dan terorganisir dan terarah untuk menganilisis fungsi-fungsi dari produk, sistem atau proses penyediaan untuk tujuan meningkatkan nilainya (Value) dengan mengidentifikasi dan menghilangkan biaya-biaya yang tidak diperlukan dan mencapai kinerja yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian didapati 4 komparasi Teknik yang dapat digunakan untuk pengembangan produk dengan masing-masing nilai Komparasi Teknik 1 sebesar 5 skor, Komparasi Teknik 2 sebesar 0 skor, Komparasi Teknik 3 sebesar 3 skor, Komparasi Teknik 4 sebesar 13 skor. Pengembangan produk detergen pencuci piring direkomendasikan menggunakan Komparasi Teknik ke 4 dengan sifat produk yang terdiri dari 8 bahan baku dan memiliki nilai viskositas di angka 2700 MpAs
RANCANG BANGUN PENGENDALI SUHU DAN KELEMBABAN RUNGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM MENGGUNAKAN ESP32 DAN SENSOR SHT22
Oyster mushrooms are an agricultural commodity whose cultivation process still has obstacles that must be resolved, namely, the difficulty of cultivators in regulating the temperature and humidity in the oyster mushroom cultivation room. Usually oyster mushroom cultivators will water the cultivation room at certain times without considering the temperature and humidity conditions. so it can cause the room to have abnormal humidity values. To overcome this problem, a device was created that can water automatically by considering the temperature and humidity conditions in the cultivation room. This device consists of an ESP32 microcontroller, an SHT22 sensor which can read room temperature and humidity, a sprayer to spray water, and a fan whose job is to maintain the room temperature and humidity. The ESP32 device will be programmed to control two Single State Relays which function to turn the sprayer and fan on and off, based on temperature and humidity readings from the SHT22 sensor. The results of the research show that the designed device is able to maintain ideal temperature and humidity conditions for oyster mushrooms to grow, namely: The temperature value is in the range of 30°C - 35°C and humidity is between 70% - 100%.Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang dalam proses budidayanya masih terdapat kendala yang harus diselesaikan yaitu, sulitnya pelaku budidaya mengatur suhu dan kelembaban dalam ruangan budidaya jamur tiram. Biasanya pembudidaya jamur tiram akan menyiram ruangan budidaya pada waktu tertentu tanpa melihat kondisi suhu dan kelembaban di dalam ruangan budidaya. sehingga dapat menyebabkan ruangan berada pada nilai kelembaban yang tidak normal. Mengatasi masalah tersebut, maka dibuatlah suatu perangkat yang dapat melakukan penyiraman secara otomatis dengan mempertimbangkan kondisi suhu dan kelembaban dalam ruangan budidaya. Perangkat ini terdiri dari suatu microcontroller ESP32, sebuah sensor SHT22 yang dapat membaca suhu dan kelembaban ruangan, Sprayer untuk menyemprotkan air, serta sebuah kipas yang bertugas menjaga suhu dan kelembaban ruangan. Perangkat ESP32 akan diprogram untuk mengendalikan dua buah relay berjenis single state relay yang berfungsi menghidupkan dan mematikan sprayer dan kipas, berdasarkan pada pembacaan suhu dan kelembaban dari sensor SHT22. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa perangkat yang didesain mampu mempertahankan kondisi suhu dan kelembaban ideal untuk jamur tiram dapat tumbuh yaitu: Nilai suhu berada pada rentang 30°C - 35°C dan kelembaban antara 70% - 100%