Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Alat Penyiram Tanaman Otomatis Menggunakan Sistem IoT pada Tanaman Bonsai
Bonsai plants are miniature trees that require care and water for their growth process. Watering the plants still uses manual watering techniques which are carried out at certain time intervals where sometimes the volume of water and the time of watering are not appropriate which causes disruption to the growth of the plants. The aim of this research is to create a time-based automatic plant watering system that can monitor soil moisture levels remotely. The method used is a quantitative experimental method which is preceded by an observation step followed by the design of an automatic watering system. Capacitive soil moisture sensors are used to monitor soil moisture levels. Real Time Clock (RTC) is used to run the timing functions that control the system. If the time has reached the predetermined limit, the system will send a notification via the Telegram application that the tool has worked automatically. Based on the research results, the data sent by the system to the telegram application is in the form of soil moisture values. At 7.00 the system works with a soil moisture value of 56% and at 7.05 the system stops working with a soil moisture value of 66%. At 16.00 the system will work with a soil moisture value of 59% and at 16.05 the system will stop working with a soil moisture value of 67%. In general, this system can work well and efficiently.Tanaman bonsai adalah miniatur pohon yang membutuhkan perawatan dan air untuk proses pertumbuhannya. Penyiraman air pada tanaman masih menggunakan teknik penyiraman manual yang dilakukan pada interval waktu tertentu yang terkadang volume air dan waktu penyiramannya tidak sesuai yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan pada tanaman. Tujuan penelitian ini untuk membuat sistem penyiraman tanaman otomatis berdasarkan waktu yang dapat memantau tingkat kelembaban tanah dari jarak jauh. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang didahului langkah observasi yang dilanjutkan dengan rancang bangun sistem penyiraman otomatis. Capasitive soil moisture sensor digunakan untuk memantau tingkat kelembaban tanah. Real Time Clock (RTC) digunakan untuk menjalankan fungsi waktu yang mengontrol sistem. Apabila waktu sudah mecapai batas yang telah ditentukan, maka sistem akan mengirimkan pemberitahuan melalui aplikasi telegram bahwa alat telah bekerja secara otomatis. Berdasarkan hasil penelitian, data yang dikirim oleh sistem ke aplikasi telegram berupa nilai kelembaban tanah. Pada pukul 7.00 sistem bekerja dengan nilai kelembaban tanah 56% dan pukul 7.05 sistem berhenti bekerja dengan nilai kelembaban tanah 66%. Pada pukul 16.00 sistem akan bekerja dengan nilai kelembaban tanah 59% dan pada pukul 16.05 sistem berhenti bekerja dengan nilai kelembaban tanah 67%. Secara umum sistem ini dapat bekerja dengan baik dan efisien
SOSIALISASI PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH DI ULPLTU
Fly ash bottom ash (Faba) sebagai limbah pembakaran batubara di UPLTU Sumbawa tentunya butuh penanganan yang baik dan serius. Mengingat dampak yang akan ditimbulkan jika tidak dikelola secara baik dan efisien akan berdampak negative bagi lingkungan menginga faba merupakan limbah kategori B3. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya sosialisasi yang lebih dalam terkait pemanfaatan faba ini. Produksi limbah faba mencapai 10 ton lebih setiap harinya jika tidak diiringi dengan pemanfaatan yang maksimal tentunya akan berakhir sebagai sampah berbahaya yang sangat berefek buruk bagi lingkungan. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan gambaran bagi pihak UPLTU Sumbawa terkait pemanfaatan faba yang telah dilakukan tim dan telah melewati uji laboratorium. Hasil yang diperoleh oleh tim disampaikan kepada pihak UPLTU Sumbawa yang bisa dilakukan untuk skala besa
Kualitas Semen Segar Sapi Bali Sebelum Dibekukan Di UPTD Balai Inseminasi Buatan Daerah Provinsi Nusa Tengara Barat
Semen quality evaluation is one approach to determine the fertility of bulls, although there is no accurate test to measure fertility levels. Evaluation of the quality of fresh semen is very necessary to determine the quality of spermatozoa produced by each individual livestock. This study aims to evaluate the quality of fresh semen from Bali cattle before freezing at the Artificial Insemination Center of the NTB Animal Husbandry and Health Service. This study used 7 Bali cattle that were reared intensively with feeding, with the parameters observed, namely macroscopic characteristics, namely volume, color, pH and concentration as well as microscopic characteristics, namely mass movement, motility and concentration of spermatozoa. The results of these observations show that the quality of cow semen before freezing is that macroscopic and microscopic observations appear normal and in accordance with good sperm quality standard
Uji Histopatologi Terhadap Lobster yang Terserang Penyakit MHD-SL (Milky Hemolymph Disease of Spiny Lobster) dan Deteksi Penyakit Menggunakan Real Time PCR
Milky Hemolymph Disease of Spiny Lobster (MHD-SL) adalah penyakit yang disebabkan oleh Rickettsia-like Bacteria (RLB). Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang berbahaya bagi lobster dan dapat menimbulkan kerugian bagi pembudidaya lobster. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang cara mengidentifikasi penyakit ini sebagai pengetahuan dasar untuk mencegah penularan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lobster yang terinfeksi MHD-SL dilihat dari ciri fisik, penampakan anatomi dan hasil uji histopatologi. Metode penelitian ini meliputi wawancara, pengamatan anatomi, uji histopatologi, ekstraksi DNA dan amplifikasi DNA menggunakan Real-Time PCR dengan primer 254F dan 254R. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah ciri fisik lobster ditemukan adanya cairan hemolimfa berwarna putih susu pada bagian perut, organ berwarna pucat dan hepatopankreas berwarna kuning keruh pada lobster yang terinfeksi. Lobster yang terinfeksi penyakit ini juga tidak aktif bergerak dan nafsu makan menurun drastis. Analisis histopatologi menunjukkan adanya massa RLB di beberapa jaringan. Massa RLB yang ditemukan berupa butiran basofilik (berbentuk batang) dari ukuran kecil hingga besar. Pada uji histopatologi, terdapat massa RLB pada jaringan otot (2789) dinyatakan positif terinfeksi MHD-SL dengan cycle threshold atau siklus kuantifikasi Real-Time PCR yang muncul lebih awal (<35), dengan nilai 34.23. Oleh karena itu, pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, sampel lobster dinyatakan positif terinfeksi MHD-SL melalui pengujian histopatologi dan Real-Time PCR pada sampel yang terinfeksi
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI USUS IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) TERHADAP BAKTERI Escherichia Coli
Budidaya perikanan di Sumbawa memiliki potensi yang cukup besar, salah satunya adalah budidaya ikan lele. Namun, dalam pemeliharaanya terdapat wabah penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen seperti Aeromonas hydrophila, plesiomonas shigeelloides, dan Citrobacter freundii, Escherchia coli, Salmonella thypii dan Shigella dysentriae. Untuk mengatasi penyakit tersebut pembudidaya menggunakan antibiotik akan tetepi penggunaan antibiotik telah dilarang karena dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Kandidat BAL memiliki kemampuan untuk menghambat bakteri patogen. Kandidat bakteri asam laktat dapat ditemukan pada pencernaan ikan dan udang. Penelirian ini bertujuan untuk mengisolasi kandidat BAL dari usus ikan lele dan uji kemampuan antimikroba BAL terhadap E. coli. Penelitian diawali dengan mengisolasi BAL dari usus ikan lele, kemudian uji pewarnaan gram dan uji antimikroba. Hasil isolasi kandidiat BAL mendapatkan 5 isolat yaitu BLL 1, BLL 2, BLA 1, BLA2 dan BLA3. Karakteristik morfologi koloni berbentuk bulat, elevasi convex, tepi entire, berwana putih dan krem. Hasil pewarnaan gram positif pada BLL 1, BLL2, BLA2, BLA3 dan gram negatif pada BLA1. Adapun hasil uji peghambatan kandidat BAL terhadap E. coli adalah 00 mm (K-), 7,66 mm (K+), 6,33 mm (BLL1), 6,67 mm (BLL2), 6,00 mm (BLA2), 6,33 mm (BLA3). Berdasarkan hasil uji antibakteri kandidat BAL terdapat uji penghambatan zona hambat tertinggi terdapat pada kontrol positif (+) dan BLL2 sebesar 7,66 mm dan 6,67 mm
IDENTIFIKASI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV) PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI BALAI KARANTINA IKAN PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN (BKIPM) MATARAM
Budidaya udang vaname sering kali terjadi masalah yang disebabkan oleh beberapa penyakit, salah satunya adalah White Spot Syndrome Virus (WSSV). Infeksi WSSV biasanya akan mengalami perubahan warna kulit udang menjadi pucat kemerahan dan muncul bintik-bintik putih dengan diameter 0,5-2 mm di bagian kepala dan tubuh. Salah satu upaya pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bekerja secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi WSSV pada udang vaname menggunakan metode Nested-PCR. Metode yang digunakan meliputi preparasi sampel dari 3 udang vaname dengan berat 33,41 gram dan panjang 16 cm, pengambilan DNA dari organ target yaitu insang dan hepatopankreas, amplifikasi DNA, dan elektroforesis dengan kontrol positif NF (941 bp) dan kontrol negatif NR. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga sampel udang vaname negatif WSSV karena pada sampel berada pada ukuran 500 bp sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga sampel udang vaname tidak terinfeksi WSSV
Pengaruh Biji Pepaya sebagai Koagulan terhadap Limbah Cair Industri Tahu di Kota Mataram
Limbah tahu merupakan limbah cair yang dihasilkan oleh industri tahu dan mengandung kadar bahan organik yang sangat tinggi. Limbah tersebut dapat menyebabkan pencemaran sungai yang sangat besar karena membutuhkan kadar air yakni 75 – 150 liter per kg kedelai, dan sebagian besar dibuang sebagai limbah. Jika limbah cair industri tahu tidak diolah dengan baik dan dibuang ke perairan, maka akan berdampak pada sifat fisik dan kimia air yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup organisme perairan dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan limbah tahu sebelum dibuang ke lingkungan. Biji pepaya merupakan salah satu biokoagulan yang biasa digunakan dalam penanganan masalah limbah, karena mengandung protein yang cukup tinggi dan tidak berbahaya bagi ekosistem. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menemukan bahan menemukan bahan pengolahan limbah yang lebih terjangkau dari sumber hayati di Indonesia seperti biji pepaya, dan untuk mengetahui perbedaan penurunan TSS, COD, BOD, dan pH setelah pemberian dosis koagulan biji pepaya pada limbah industri tahu. Metode yang digunakan adalah koagulasi untuk menurunkan kadar senyawa organik pada limbah limbah cair industri tahu. Didapatkan hasil bahwa pemanfaatan biji pepaya dalam siklus koagulasi efektif dalam menurunkan pengelompokan air limbah industri tahu. Dalam penelitian ini, dosis perlakuan koagulan biji pepaya dengan dosis 3 gram/500 ml hingga 7 gram/500 ml telah berhasil mengurangi konsentrasi akhir Total Suspended Solid (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan meningkatkan pH pada sampel limbah cair industri tahu yang diuji. Dosis koagulan biji pepaya yang ideal untuk menurunkan kadar TSS, COD, BOD, pada air limbah industri tahu adalah sebesar 7 gram/500 ml sedangkan untuk penurunan terbaik pada pH didapatkan pada dosis 3 gram/500 ml
EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KAWASAN PEMUKIMAN PENDUDUK WILAYAH KAMPUNG IRIAN KELURAHAN SEKETENG KABUPATEN SUMBAWA
Jalan Tongkol area, Seketeng District, Sumbawa Regency, NTB. This is a road frequently used by residents. The drainage channel on Jalan Tongkol, Seketeng District, is unable to withstand the flow of air during heavy rain. This writing aims to analyze the feasibility of existing channel dimensions and identify the causes of the current accumulation of air conditions. This study was carried out by carrying out hydrological and hydraulic analysis. Hydrological analysis includes rainfall data, rain intensity using the Mononobe formula and flood discharge using the Rational formula. Next, calculate the flood discharge by expanding the Catchment Area area, the flow coefficient value and the rain intensity during the concentration time using the equation Tc=Td+To. The rainfall value used to calculate rainfall intensity is the average maximum daily rainfall value from 2011 to 2020 at the BBMKG Station in the Sultan Kaharuddin area, Sumbawa Besar
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PANTAI AKIBAT BENCANA ABRASI DAN UPAYA PENANGANANNYA (PESISIR DESA STOWE BRANG)
Abrasion that occurs in Sumbawa Regency, Utan District, Stowe Brang Village is caused by wave factors, land characteristics which are generally in the form of peat, silt and sand are very vulnerable to erosion due to waves. In addition to natural factors, abrasion can also be blamed on human factors. The variables used in this study consist of 2 of them, namely: (1) Natural Factors, (2) Human Factors. The purpose of this study is to describe the coastal condition of Stowe Brang Village, Utan District, Sumbawa Regency. The analysis method used is Descriptive Analysis with a combination of Quantitative and Qualitative. To assess the condition of damage to coastal areas, it is necessary to survey the location of mangrove vegetation conditions, how far the coastline is to the pond, and the condition of the river estuary at the site. Furthermore, based on the value of the coastal damage index, the prioritization of handling refers to SE PU No. 11 of 2021. Based on the results of the analysis, there are several factors that affect the occurrence of abrasion at the study site, including factors still lack of vegetation on the beach, flat land slope factors, sandy beach type factors and the absence of coral reefs, sea wave factors that are large enough. To get wave plan data requires wind data for 10 years, tidal data, topographic data and bathymetry. Based on the results of data analysis, the wave height of the 10-year plan with the Gumbel method is 0.4 m. The form of handling efforts that can be done is the addition of mangrove vegetation and can also be done by building coastal protection constructions such as breakwater construction with plain concrete block
Analisis Self Esteem Mahasiswa Bergaya Hidup Hedonisme: Literatur Review: -
The role of students is not only limited to their formal status in education, but also considered as agents of change in society. They are seen as the sustainable pillars of the future in shaping the direction of societal development. The ambition held by students is part of their holistic self-development to shape their lives, including decision-making regarding lifestyle. The lifestyle of students often reflects the demands of development and diverse lifestyles, including hedonistic lifestyles. Sources for this research were obtained through Google Scholar. In this study, articles were searched using the keywords "Self Esteem of Hedonistic Students." The study included 6 articles from the years 2021-2023, focusing on both qualitative and quantitative research. From the six research articles conducted, it can be concluded that the self-esteem of students with hedonistic lifestyles is created due to both external and internal factors. External factors refer to the peer environment within a group, while internal factors are the conditions existing within the individual themselves.Peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada status formal dalam pendidikan, tetapi juga dianggap sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Mereka dianggap sebagai pilar berkelanjutan masa depan dalam membentuk arah perkembangan masyarakat. Ambisi yang dimiliki oleh mahasiswa merupakan bagian dari pengembangan diri secara holistik untuk membentuk kehidupannya, termasuk dalam pengambilan keputusan terkait gaya hidup. Gaya hidup mahasiswa seringkali mencerminkan tuntutan perkembangan dan gaya hidup yang beragam, termasuk gaya hidup hedonisme. Pencarian sumber yang didapatkan adalah melalui Google Scholar. Dalam penelitian ini pencarian artikel menggunakan kata kunci “Self Esteem Mahasiswa Hedonis”. Artikel yang termuat dalam kajian ini menggunakan 6 artikel dari tahun 2021-2023 yang memfokuskan pada penelitian secara kualitatif maupun kuantitatif. Dari keenam artikel penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik pembahasan bahwasannya Self Esteem ataupun harga diri mahasiswa yang bergaya hidup hedonis tercipta karena adanya faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yang dimaksud adalah lingkungan pertemanan dalam sebuah kelompok sedangkan faktor internal adalah keadaan yang ada di dalam diri individu tersebut