Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Bentuk Koreografi Tari Dadara Boto Di Sumbawa
Dadara Boto is a creative dance inspired by the Sumbawa people's tradition of weaving. Dadara Boto in Indonesian means a skilled woman. Dadara means girl or woman and Boto means skilled or smart. It can be interpreted as a whole that the Dadara Boto dance tells the story of Sumbawa girls who deepen various skill activities. The weaving tradition makes this skill an identity for women. Because of this, there is a local expression that says "siong tau swai, lamen no to nesek" meaning not a woman, if she cannot weave. The Dadara Boto dance is a typical Sumbawa dance created by Saprudin and H. Hasanuddin. The Dadara Boto dance contains meaning and a message for women to learn from an early age because only women who are intelligent, independent and have good personalities are able to compete in social life. The names of the Dadara Boto dance movement motifs consist of misar, sorong klok, belidah, bajunjung, lunte sere', takenjil, jentik, gitik, lunte, sere', cenge, sepakuri, rempak scales, umbrella Bagiser, and cekleka. Usually this dance is danced by eight female dancers. The musical accompaniment in the Dadara Boto dance includes gong, genang, serune/sarunai, rabana rea, santong srek, and palompong which people usually know as gong genang
Analisis Gerak Tari Antat Pasolo Di Kabupaten Sumbawa
This research is to describe the analysis of the Antat Pasolo Dance Movement, Pamulung Hamlet, Karang Dima Village, Labuhan Badas District. The background of this research is to discuss the Antat Pasolo dance in terms of dance names, names of musical instruments, clothing and so on. The method used is qualitative research with a descriptive approach. Meanwhile, data collection techniques in this research used the library study method, interview method, observation method, and documentation method to obtain data about the Anatat Pasolo dance. The results of this research are that the Antat Pasolo dance comes from the tradition of the Sumbawa people, namely Antat Pasolo and was made into a dance work by Mr. Syamsuddin
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Minyak Atsiri Daun Callistemon coccineus F.Muell Dan Callistemon viminalis (Sol.ex Gaertn.) G.Don Terhadap Pertumbuhan Salmonella typhimurium
Callistemon merupakan genus aromatik dari family Myrtaceae yang berpotensi sebagai sumber penghasil minyak atsiri. Penelitian ini menggunakan 2 spesies Callistemon koleksi Kebun Raya Eka Karya Bali yaitu Callistemon coccineus F.Muell dan Callistemon viminalis (Sol. ex Gaertn.) G.Don dikarenakan kandungan senyawa kimia pada daunnya yang dijadikan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun Callistemon coccineus F.Muell dan Callistemon viminalis (Sol. ex Gaertn.) G.Don terhadap aktivitas Salmonella typhimurium. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 1%,0.50%,0.25%,0.125%, 0.0625%, kontrol positif (ciprofloxacin) dan kontrol negatif (akuades). Analisis data diameter zona hambat dilakukan dengan menggunakan uji statistik One Way Anova dengan uji lanjutan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa organoleptik minyak atsiri daun Callistemon coccineus F.Muell dan Callistemon viminalis (Sol. ex Gaertn.) G.Don koleksi Kebun Raya “Eka Karya” Bali memiliki warna yang sama yaitu bening kekuningan dengan bentuk larutan sedikit kental dan beraroma menyengat khas Callistemon, serupa aroma eucalyptus. Adapun hasil uji aktivitas antibakteri dari ekstrak minyak atsiri daun Callistemon coccineus F.Muell pada konsentrasi 0.0625%, 0.125%, 0.125%, 0.25% dan 1% secara berurutan adalah 4.3mm, 5.8mm, 6.65mm, 8mm, 11.63 mm dan pada Callistemon viminalis (Sol. ex Gaertn.) adalah 6.99mm, 9.52mm, 10mm, 11.8mm, 13.83mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, minyak atsiri daun Callistemon coccineus F.Muell dan Callistemon viminalis (Sol. ex Gaertn.) G.Don konsentrasi 1% termasuk ke dalam kategori zona hambat yang kuat dengan diameter 11.63mm dan 13.83mm meskipun lebih rendah dari kontrol positif
JENIS TANAMAN REFUGIA YANG BERPOTENSI MENARIK MUSUH ALAMI PADA LAHAN PERTANIAN PADI DI GLOBAL VILLAGE, SUMBAWA, NTB
Produksi padi pada pertengahan tahun 2022 mengalami penurunan dari sebesar 54,75 juta ton di tahun 2022. Petani meningkatkan produksinya dengan menggunakan pestisida. Pestisida akan mengurangi fungsi ekologi di area tersebut. Dampak dari pestisida tersebut akan mengakibatkan hilangnya fungsi-fungsi ekologi sehingga tidak lagi terjadi keseimbangan antara flora dan fauna. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menginventarisasi tanaman refugia sebagai informasi dasar salah satu metode dalam rekayasa habitat, pengelolaan pertanian berkelanjutan, dan upaya konservasi pada bidang pertanian. Pengamatan sampel menggunakan metode transek kuadrat dengan mengukur luas dan panjang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 1 x 1 m. Tanaman yang ditemukan di hitung dan diidentifikasi. Hasil pengamatan diperoleh tanaman yang diidentifikasi dan telah diklasifikasikan sebagai tanaman refugia. Didapatkan 95 individu yang terdiri dari 12 jenis tanaman yang tergolong refugia. Spesies yang dominan adalah Synedrella nodiflora sebanyak 18 individu, Tridax procumbens sebanyak 16 individu, Mikania micrantha sebanyak 12 individu. Tanaman refugia memiliki bunga yang terang, karakteristik yang rimbun, dan menghasilkan senyawa kimia yang dapat menarik musuh alami. Beberapa jenis tanaman refugia memiliki potensi dalam metode rekayasa habitat, pengelolaan pertanian berkelanjutan, dan upaya konservasi pada bidang pertanian.Produksi padi pada pertengahan tahun 2022 mengalami penurunan dari sebesar 54,75 juta ton di tahun 2022. Petani meningkatkan produksinya dengan menggunakan pestisida. Pestisida akan mengurangi fungsi ekologi di area tersebut. Dampak dari pestisida tersebut akan mengakibatkan hilangnya fungsi-fungsi ekologi sehingga tidak lagi terjadi keseimbangan antara flora dan fauna. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menginventarisasi tanaman refugia sebagai informasi dasar salah satu metode dalam rekayasa habitat, pengelolaan pertanian berkelanjutan, dan upaya konservasi pada bidang pertanian. Pengamatan sampel menggunakan metode transek kuadrat dengan mengukur luas dan panjang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 1 x 1 m. Tanaman yang ditemukan di hitung dan diidentifikasi. Hasil pengamatan diperoleh tanaman yang diidentifikasi dan telah diklasifikasikan sebagai tanaman refugia. Didapatkan 95 individu yang terdiri dari 12 jenis tanaman yang tergolong refugia. Spesies yang dominan adalah Synedrella nodiflora sebanyak 18 individu, Tridax procumbens sebanyak 16 individu, Mikania micrantha sebanyak 12 individu. Tanaman refugia memiliki bunga yang terang, karakteristik yang rimbun, dan menghasilkan senyawa kimia yang dapat menarik musuh alami. Beberapa jenis tanaman refugia memiliki potensi dalam metode rekayasa habitat, pengelolaan pertanian berkelanjutan, dan upaya konservasi pada bidang pertanian
Subkultur Dendrobium kanayao secara In Vitro di Esha Flora
Orchids have the beauty of their flowers and are very popular among the public. Orchids have a unique shape and attractive colors, so they are called the "Queen of flowers". Dendrobium kanayao is one of the most popular types of orchid because it is easy to care for, and has a variety of flower colors and shapes. However, there are obstacles in developing conventional orchid cultivation, so it is necessary to use tissue culture techniques for rapid and uniform plant propagation. In tissue culture, the problem faced is contamination at the subculture stage, so this research aims to obtain a sterile culture of Dendrobium kanayao plants using the In Vitro method at Esha Flora. The method used was subculturing Dendrobium kanayao explants on growmore media and observations were made including the first time the contamination occurred, the percentage of sterile culture, culture contaminated with fungi and bacteria. The results showed that the percentage of Dendrobium kanayao subcultures obtained 100% sterile culture, but some explants experienced browning. It was concluded that the Dendrobium kanayao subculture using growmore media could be said to be successful even though some explants experienced browning.Anggrek memiliki nilai keindahan pada bunganya dan sangat populer di kalangan masyarakat. Anggrek memiliki bentuk unik dan warnanya menarik sehingga di sebut “Queen of flower”. Dendrobium kanayao merupakan salah satu jenis anggrek yang paling banyak diminati karena mudah dirawat, serta warna dan bentuk bunga beragam. Namun terdapat kendala dalam mengembangkan budidaya anggrek secara konvensional sehingga perlu dilakukan teknik kultur jaringan untuk perbanyakan tanaman dengan cepat dan seragam. Dalam kultur jaringan permasalahan yang dihadapi yaitu adanya kontaminasi pada tahap subkultur maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kultur steril tanaman Dendrobium kanayao dengan cara In Vitro di Esha Flora. Metode yang dilakukan yaitu subkultur eksplan Dendrobium kanayao pada media growmore dan dilakukan pengamatan meliputi waktu pertama terjadinya kontaminasi, persentase kultur steril, kultur terkontaminasi jamur, dan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan persentase subkultur Dendrobium kanayao mendapatkan 100% kultur steril namun beberapa eksplan mengalami browning. Disimpulkan bahwa subkultur Dendrobium kanayao menggunakan media growmore dapat dikatakan berhasil meskipun beberapa eksplan mengalami browning
STANDARDISASI PARAMETER NON SPESIFIK PRODUK SIMPLISIA BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DARI TOKO JAMU X DI MALANG
Noni fruit symplisia products have properties as antioxidants, antithrombolitics, analgesics, anti- inflammatories and xanthine oxidase inhibitor activity. Standardization of simplicia products needs to be carried out to ensure the quality and safety of noni fruit simplicia products. The purpose of this study is to determine the standardization of non-specific parameters of the noni fruit Simplicia product from the herbal medicine X store in Malang in accordance with the requirements of the Indonesian Herbal Pharmacopoeia in 2017. This research is a descriptive research conducted at the microbiology laboratory of the Pharmacy Academy Putra Indonesia Malang. The research stages include testing drying shrinkage, moisture content, total ash content, acid insoluble ash content, and microbial contamination. The results of the study obtained the average drying shrinkage test was 9,55% (requirement ? 10%) and the moisture content was 7.10% (requirement ? 10%). Ash content of 6.60% (requirement ? 7.0%) and acid insoluble ash content of 1.71% (requirement ? 2.0%). Microbial contamination obtained a yield of 1,0 × 106 (requirement ? 106). The conclusion of this study is that the noni fruit Simplicia product have met the quality standards of raw materials listed in the Indonesian Herbal Pharmacopoeia in 2017Produk simplisia buah mengkudu banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki khasiat sebagai antioksidan, antitrombolitik, analgesik, antiinflamasi dan aktivitas xanthine oxidase inhibitor. Standardisasi produk simplisia perlu dilakukan untuk menjamin mutu dan keamanan dari produk simplisia buah mengkudu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui standardisasi parameter non spesifik produk simplisia buah mengkudu dari toko jamu X di Malang sesuai dengan syarat Farmakope Herbal Indonesia tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Akademi Putra Indonesia Malang. Tahapan penelitian meliputi pengujian susut pengeringan, kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, dan cemaran mikroba. Hasil penelitian yang diperoleh rata-rata pengujian susut pengeringan yaitu 9,55 (syarat ? 10%) dan kadar air yaitu 7,10% (syarat ? 10%). Kadar abu total sebesar 6,60% (syarat ? 7,0%) dan kadar abu tidak larut asam sebesar 1,71% (syarat ? 2,0%). Cemaran mikroba diperoleh hasil 1,0 × 106(syarat ? 106). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu produk simplisia buah mengkudu dari toko jamu X di Malang telah memenuhi standar mutu bahan baku yang tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia Tahun 2017
Analisis Batugamping Sebagai Bahan Konstruksi Jalan Di Dearah Kenteng Kabupaten Gunung Kidul
Natural stone is a building construction material widely used by the community. Limestone can be used as a building construction material, such as in house foundations, road paving, and other physical structures. The aim of this study is to determine the suitability of limestone as a road construction material. Analysis of limestone as a road construction material using engineering and petrographic methods. Based on the porosity value from the physical properties test, it is classified as moderate, 7.9%, so the compressive strength of the limestone in the research area is also classified as large (523.586 kg/cm2) so that it meets the requirements as a bollard and roadside stone material based on the quality requirements for natural stone for building materials (SNI). 03-0394-1989) and supported by thin section petrographic data of limestone in the study area has a composition disappear in the form of calcite, which is quite large, namely 30%, which affects the strength of the limestone rock.Batu alam merupakan salah satu bahan konstruksi bangunan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Batu gamping dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan, seperti pondasi rumah, pengerasan jalan dan bangunan fisik lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian batugamping sebagai bahan konstruksi jalan. Analisis batugamping sebagai bahan konstruksi jalan menggunakan metode sifat keteknikan dan petrografi. Berdasarkan nilai porositas dari pengujian sifat fisik tergolong sedang 7,9% sehingga kuat tekan pada batugamping di daerah penelitian juga tergolong besar (523,586 kg/cm2) sehingga memenuhi syarat sebagai bahan tonggak dan batu tepi jalan berdasarkan syarat mutu batu alam untuk bahan bangunan (SNI 03-0394-1989) dan didukung oleh data sayatan tipis petrografi batugamping daerah penelitian memiliki komposisi sparite berupa kalsit yang cukup besar yaitu 30% sehingga mempengaruhi kekuatan batuan batu gamping tersebut
Analisis Kualitas Air Skala Rumah Tangga Dengan Menggunakan Metode Filtrasi Sederhana
Air merupakan sumber daya alam vital bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Pentingnya air bersih sebagai sumber air yang aman untuk dikonsumsi menjadi fokus utama. Salah satu metode yang digunakan untuk mendapatkan air bersih adalah melalui proses filtrasi atau penyaringan. Dalam penelitian ini, kami menggunakan alat penyaring sederhana yang terdiri dari bahan saringan seperti pasir, kerikil, arang batok kelapa, dan spons. Sampel air diambil dari Danau Ruang Publik Kreatif (RPK) Universitas Teknologi Sumbawa pada siang hari, dengan tujuan mengevaluasi kualitas air setelah melalui proses penyaringan serta memastikan kualitasnya mendukung kehidupan biota seperti tanaman kangkung dan ikan mujair di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat penyaring mampu menghilangkan kandungan lumpur dan zat lainnya, sehingga parameter kecerahan dan warna air mengalami perubahan. Namun, nilai DHL, TDS, dan salinitas meningkat akibat penggunaan pasir pantai sebagai bahan saringan. Meskipun demikian, tidak terdapat perubahan yang signifikan pada parameter lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas air tersebut masih mendukung kehidupan biota seperti tanaman kangkung dan ikan mujair di dalam danau tersebut
Implementasi Kebun Vertikal Botol Plastik Sebagai Solusi Populasi Sampah Plastik Dan Pengembangan Tanaman Mentimun
Kebutuhan pangan dan populasi sampah plastik menjadi perhatian dunia. Kebun vertikal botol plastik menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi kedua masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi kebun vertikal botol plastik untuk pengembangan tanaman mentimun. Penelitian ini dilakukan di Universitas Teknologi Sumbawa pada bulan Desember 2023. Observasi dilakukan terhadap pertumbuhan tanaman mentimun di kebun vertikal botol plastik selama 3 minggu. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit mentimun terlihat pada hari ke-4 setelah penanaman. Pemindahan ke kebun vertikal tidak menghambat pertumbuhan; sebaliknya, sampel menunjukkan pertumbuhan daun yang pesat pada hari ke-8. Percobaan kekeringan pada minggu ke-2 menegaskan pentingnya air bagi pertumbuhan tanaman. Kemudian pada minggu ke-3, tanaman menunjukkan peningkatan panjang batang dan tanda perilaku merambat, menandakan fase pertumbuhan vegetatif. Secara keseluruhan, konsep menggunakan botol bekas dan kebun vertikal efektif mendukung pertumbuhan tanaman mentimun
CULTURE SHOCK AND COMMUNICATION ADAPTATION OF FOREIGN STUDENTS AT SUMBAWA UNIVERSITY OF TECHNOLOGY
Culture shock is a change in a new environment or a process of adjustment of a new environment by foreign students at Sumbawa University of Technology who move from their home country to Indonesia. Meanwhile, communication adaptation is a process of foreign students adapting to the new environment they live in. Culture shock and adaptation will experience the same changes when foreign students are unable to adapt to the environment or society in the new place, causing stress or panic about what they face in the place of adaptation. The aim of this research is to find out how foreign students overcome Culture Shock when adapting to a new environment. The method used by the author in this fesearch is the Qualitative Method with an ethnographic approach. There are three types of data collection that the author uses: observation, interviews and documentation. And based on the results of the research that the author obtained, the use of Indonesian language and culture is one of the obstacles for foreign students to adapt to the Sumbawa environment