Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Potensi Komoditas Tambang Sumbawa Barat: Potensi Komoditas Tambang Sumbawa Barat
The West Sumbawa mainland located in the West Nusa Tenggara region is one of the areas rich in natural resources, including mining materials. And one of the second largest copper and gold producing companies in Indonesia which is a world-class asset, namely PT Amman Nusa Tenggara, operates a green stone mine in the West Sumbawa region. Following this, many mining companies are competing to invest their capital, in order to explore the potential of mining material resources in West Sumbawa. And one of them is PT Sumbawa Barat Mineral. On July 29, 2019, PT Indotan Sumbawa Barat has obtained approval to change the company name to PT Sumbawa Barat Mineral from the Investment and One-Stop Integrated Service Office, West Nusa Tenggara Province. And finally on August 26, 2019, a decree was obtained from the Head of the Investment and One-Stop Integrated Service Office, West Nusa Tenggara Province, namely regarding the granting of a mining business permit for production operations to PT Sumbawa Barat Mineral.Daratan Sumbawa Barat yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat, merupakan salah satu kawasan yang kaya akan sumber daya alam, diantaranya berupa bahan tambang. Dan salah satu perusahaan penghasil tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia yang merupakan aset berkelas dunia yakni PT Amman Nusa Tenggara, mengoperasikan tambang batu hijau berada di wilayah Sumbawa Barat. Menyusul hal tersebut, banyak perusahaan tambang berlomba-lomba ingin berinvestasi menanamkan modalnya, guna menggali potensi sumber daya bahan galian tambang yang terdapat di Sumbawa Barat. Dan salah satunya adalah PT Sumbawa Barat Mineral. Pada tanggal 29 juli 2019, PT Indotan Sumbawa Barat telah memperoleh persetujuan perubahan nama perusahaan menjadi PT Sumbawa Barat Mineral dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dan yang terakhir pada tanggal 26 Agustus 2019 memperoleh surat keputusan dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Provinsi Nusa Tenggara Barat yakni tentang pemberian ijin usaha pertambangan operasi produksi kepada PT Sumbawa Barat Mineral
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN OBJEK WISATA DI PULAU LOMBOK DENGAN METODE PROFILE MATCHING
Lombok Island, as a major tourist destination in Indonesia, offers various attractions including popular tourist villages. So far, there has been no proper guide or guideline for selecting tourist attractions in Lombok Island that match the preferences and needs of tourists, resulting in inaccuracies in choosing attractions that suit visitors' preferences, with added criteria from previous research including comfort, beauty, facilities, distance, cost, time, transportation, culinary, crowd levels, and limited available information. This study aims to develop a decision support system for selecting tourist attractions in Lombok Island using the Profile Matching method. The Profile Matching method is used with an analytic hierarchy approach to determine criteria weights, enabling the system to rank and recommend tourist attractions based on user preferences. The research will demonstrate which tourist villages have the highest values that tourists will choose. The research results indicate that the developed decision support system can assist tourists in selecting tourist attractions that match their desires.Pulau Lombok sebagai destinasi wisata utama di Indonesia, menawarkan berbagai objek wisata termasuk Desa Wisata yang populer.Selama ini tidak terdapat panduan atau pedoman yang tepat dalam memilih objek wisata di Pulau Lombok yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan wisatawan, sehingga tidak tepatnya dalam memilih objek wisata yang sesuai dengan preferensi pengunjung dengan variasi kriteria yang telah ditambahkan dari penelitian terdahulu yaitu kenyamanan , keindahan, fasilitas, jarak , biaya, waktu, transportasi, kuliner dan tingkat keramaian, serta keterbatasan informasi yang ada. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan untuk pemilihan objek wisata di Pulau Lombok menggunakan metode Profile Matching. Metode Profile Matching digunakan dengan pendekatan analisis hierarki untuk menentukan bobot kriteria, yang memungkinkan sistem untuk memberikan peringkat dan rekomendasi objek wisata berdasarkan preferensi yang diinginkan oleh pengguna. Penelitian ini akan menunjukan mana desa wisata yang mempunyai nilai tertinggi yang akan dipilih wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendukung keputusan yang dikembangkan dapat membantu wisatawan dalam memilih objek wisata yang sesuai dengan keingina
PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN METODE WARD DAN PEPPARD SERTA ANITA CASSIDY
Innovation is needed in the era of global competition. To continue to grow, PT. China Taiping Insurance Indonesia must develop existing technology and information systems. Strategic planning is needed to realize the company's vision and mission and compete with competitors. Proper planning can also save costs in purchasing technology and information systems and renting services. Effectiveness and efficiency are important foundations for companies to run their business processes. As a general insurance company, PT. China Taiping Insurance Indonesia faces problems such as long insurance policy making, long risk acceptance, slow claim handling, inefficient accounting and financial processes, and time-consuming reinsurance grouping. To solve this problem, SWOT analysis is used to determine the company's strategic position as a basis for making a business strategy. Information is obtained from internal and external information flows using the Ward and Peppard and Anita Cassidy methods, with Critical Success Factors analysis from a SWOT perspective. The result is an application portfolio consisting of 9 applications in various strategic quadrants. This study produces IS business strategies, IT strategies, IS/IT management strategies, as well as recommendations for application portfolios, costs required, and implementation schedules that can be implemented at PT. China Taiping Insurance Indonesia.Inovasi sangat dibutuhkan dalam era persaingan global. Untuk terus berkembang, PT. China Taiping Insurance Indonesia harus mengembangkan teknologi dan sistem informasi yang ada. Perencanaan strategis diperlukan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan serta bersaing dengan para kompetitor. Perencanaan yang tepat juga dapat menghemat biaya dalam pembelian teknologi dan sistem informasi serta penyewaan jasa. Efektivitas dan efisiensi menjadi dasar penting bagi perusahaan untuk menjalankan proses bisnisnya. Sebagai perusahaan asuransi umum, PT. China Taiping Insurance Indonesia menghadapi masalah seperti pembuatan polis asuransi yang lama, akseptasi risiko yang lama, penanganan klaim yang lambat, proses akuntansi dan keuangan yang kurang efisien, serta pengelompokan reasuransi yang memakan waktu. Untuk memecahkan masalah ini, analisis SWOT digunakan untuk menentukan posisi strategis perusahaan sebagai dasar pembuatan strategi bisnis. Informasi diperoleh dari arus informasi internal dan eksternal menggunakan metode Ward dan Peppard serta Anita Cassidy, dengan analisis Critical Success Factors dari perspektif SWOT. Hasilnya adalah portofolio aplikasi yang terdiri dari 9 aplikasi di berbagai kuadran strategis. Penelitian ini menghasilkan strategi bisnis SI, strategi TI, strategi manajemen SI/TI, serta rekomendasi portofolio aplikasi, biaya yang dibutuhkan, dan jadwal pelaksanaan yang dapat diimplementasikan di PT. China Taiping Insurance Indonesia
IMPLEMENTASI ALGORTIMA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK UNTUK DETEKSI PENYAKIT DAUN KENTANG MENGGUNAKAN CITRA DIGITAL
Potato plants are an important food crop but are susceptible to leaf diseases such as early blight and late blight, which can significantly reduce crop yields. In this study, we developed and compared several convolutional neural network (CNN) models to classify potato leaf diseases based on visual images. The data used consisted of potato leaf images in three classes: healthy, early blight, and late blight. The image dataset was processed through augmentation and normalization to improve model accuracy. Three CNN architectures, namely MobileNet-V2, VGG16, and ConvNeXtBase, were implemented and tested with different batch sizes. Based on the results, the VGG16 architecture with a batch size of 32 provided the best performance with a classification accuracy of 95.93%, followed by MobileNet-V2 with an accuracy of 94.15%. Therefore, CNN models, particularly VGG16, proved effective in identifying potato leaf diseases, contributing to more efficient crop management and reducing yield losses.Tanaman kentang merupakan tanaman pangan penting namun rentan terhadap penyakit daun seperti penyakit hawar awal dan hawar akhir, yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. Dalam penelitian ini, kami mengembangkan dan membandingkan beberapa model jaringan saraf konvolusional (CNN) untuk mengklasifikasikan penyakit daun kentang berdasarkan gambar visual. Data yang digunakan terdiri dari gambar daun kentang dalam tiga kelas: sehat, hawar awal, dan hawar akhir. Dataset gambar diproses melalui augmentasi dan normalisasi untuk meningkatkan akurasi model. Tiga arsitektur CNN, yaitu MobileNet-V2, VGG16, dan ConvNeXtBase, diimplementasikan dan diuji dengan berbagai ukuran batch. Dari hasil penelitian, arsitektur VGG16 dengan ukuran batch 32 memberikan performa terbaik dengan akurasi klasifikasi sebesar 95,93%, diikuti oleh MobileNet-V2 dengan akurasi 94,15%. Oleh karena itu, model CNN, khususnya VGG16, terbukti efektif dalam mengidentifikasi penyakit daun kentang, yang dapat berkontribusi pada pengelolaan tanaman kentang yang lebih efisien dan mengurangi kerugian hasil panen
Judi dan Masyarakat Bawah dalam Cerpen “Gorengan di Tepian Perempatan”: Kajian Sosiologi Sastra
Judi menjadi salah satu persoalan yang digambarkan dalam karya sastra. Dalam cerpen “Gorengan di Tepian Perempatan” karya Uri Pradanasari judi digambarkan dilakukan oleh seorang kakek tua yang bekerja sebagai pengamen dan merupakan bagian dari golongan masyarakat bawah. Penelitian ini membahas fenomena judi dan kaitannya dengan masyarakat bawah, serta dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan dan teknik analisis datanya menggunakan analisis interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa judi digambarkan memiliki kedekatan dengan masyarakat bawah lantaran sebagai pelampiasan atas masalah yang dialami dan sebagai cara untuk mendapatkan uang. Meskipun demikian, dampak negatif yang diakibatkan oleh judi sangat beragam dan luas. Judi menyebabkan krisis finansial sehingga kebutuhan dasar seperti makanan tidak dapat tercukupi. Selain itu, judi juga berdampak buruk terhadap kesehatan dan dapat merusak hubungan sosial
EFEKTIVITAS NITRAT TERHADAP KEPADATAN Chaetoceros sp. SKALA LABORATORIUM
Tujuan dari kegiatan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas konsentrasi nitrat terbaik untuk kepadatan Chaetoceros sp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2011 di PT Bibit Unggul Dusun Lempenge Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan enam konsentrasi perlakuan nitrat dan tiga kali pengulangan sehingga terdapat 18 unit percobaan. Adapun percobaan perlakuan konsentrai nitrat 0 ppm (K1), 100 ppm/L (K2), 125 ppm/L (K3), 150 ppm/L (K4), 175 ppm/L (K5), dan 200 ppm/L (K6). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi kepadatan Chaetoceros sp dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepadatan tertinggi ditunjukkan pada perlakuan konsentrasi nitrat 200 ppm/L namun tidak memberikan pengaruh yang nyata. Parameter kualitas air dalam penelitian menujukkan nilai yang masih sesuai untuk pertumbuhan chaetoceros sp
Koreografi Cawuh Karya Nuryanto
The Cawuh dance work was composed by Nuryanto, S.Kar., M.Sn. The Cawuh dance work is inspired by the daily lives of lower middle class people who work as porters at Legi Market, Surakarta. This research uses the theory of form proposed by Suzane K. Langer, and as an analytical model to describe Cawuh choreography using Janet Adshead's theory regarding the choreographic components of Cawuh dance works. The method used in this research is a qualitative method, with a dance ethnography approach. The results of this research can be obtained about Cawuh's choreography which cannot be separated from the elements that form it, which are interrelated, such as dancers, movement, visual design and sound elements. A dance work that is carefully selected and prepared, so that it has uniqueness or strength as a new dance work. This succeeded in achieving achievements by representing Central Java as first winner in the VIII National Student Arts Week in Makassar in 2006
Penyulingan Air dan Uap Tumbuhan Koleksi Kebun Raya Eka Karya Bali untuk Menghasilkan Minyak Atsiri
Minyak atsiri dalam bahasa internasional disebut sebagai essential oil (minyak essen) karena memiliki sifat khas sebagai pemberi aroma/bau. Di era tahun 1960-an Indonesia tercatat sebagai salah satu penghasil minyak atsiri yang besar. Salah satu riset dan inovasi yang dikembangkan di Kebun Raya Eka Karya-BRIN Bali yaitu minyak atsiri. Minyak atsiri diketahui memiliki beragam manfaat di bidang kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Potensi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan-BRIN, Kawasan Bali. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu preparasi sampel, penyulingan sampel, dan pengambilan minyak atsiri. Karakteristik sampel daun dan buah tumbuhan yang diambil adalah yang segar, kemudian dilakukan proses penyulingan menggunakan metode penyulingan air dan uap (water and steam distillation). Minyak yang telah diproses kemudian diambil menggunakan mikro pipet. Jumlah minyak atsiri yang diperoleh dari 5 tumbuhan dengan genus yang sama dari spesies berbeda menghasilkan minyak atsiri yang nilainya tidak berbanding lurus dengan jumlah berat basah sampel. Sampel daun dan buah yang diambil dari No. Vak tumbuhan yang sama ternyata memiliki hasil yang berbeda-beda. Hasil minyak atsiri yang terlalu sedikit diambil dan dicampur dengan n-Hexane. Penyulingan minyak atsiri menghasilkan minyak atsiri dengan jumlah pada sampel daun dengan No. Vak XII.B.28 sebanyak 7.030 µl, XII.B.217 sebanyak 1.470 µl dan XII.B 27 sebanyak 1.290 µl. Secara fisik minyak atsiri yang dihasilkan bertekstur cair, berwarna kekuningan dan beraroma menyengat. Perlu dilakukan pemurnian minyak atsiri yang tercampur n-Hexane untuk mengetahui jumlah dan karakteristik minyak atsiri murni yang didapatkan
Pengaruh Konsentrasi 2ip Terhadap Pembentukan Tunas dari Embrio Somatik Tanaman Aglaonema dud anjamani Secara In Vitro
Aglaonema in Indonesia is better known as Sri Rejeki. One type of Aglaonema that is popularly known in the community is Aglaonema "dud anjamani". This type of Aglaonema is a hybrid Aglaonema originating from Thailand which has a combination of bright green and bright red, the shape of the leaves is rounded, making it easier to arrange the leaves to form a rosette. As an application of modern biotechnology, in vitro culture has been proven to be used to produce plant seeds en masse and quickly. Using in vitro culture techniques also does not require a large space compared to conventional plant cultivation. And the resulting plants are free from disease, pests and viruses because the culture environment is aseptic. In this study, somatic embryos of Aglaonema Dud Anjamani plants were used with 5 treatments, namely control MS0, MS0 + 2ip with a concentration of 2ip (0.5mg/L, 1mg/L, 1.5mg/L and 2mg/L). This research uses subculture techniques. The results of shoot growth with the addition of 2ip hormone to each treatment with different concentrations gave a response to shoot growth and the number of shoots that were successfully formed from each treatment, at week 12 based on showing that the control treatment and 2ip treatment with a concentration of 2ml were different. significant with the 2ip treatment with a concentration of 1ml and the 2ip treatment with a concentration of 1.5mg/L, and very significantly different from the 2ip treatment with a concentration of 0.5mg/L.Aglaonema di Indonesia lebih dikenal dengan Sri Rejeki. Salah satu jenis Aglaonema yang populer dikenal dimasyarakat ialah Aglaonema “dud anjamani”. Aglaonema jenis ini merupakan Aglaonema hibrida yang berasal dari Thailand yang memiliki perpaduan warna hijau terang dan merah terang, bentuk daunnya membulat sehingga lebih memudahkan susunan daunnya membentuk roset. Sebagai penerapan bioteknologi modern, kultur in vitro telah terbukti dapat digunakan untuk menghasilkan benih tanaman secara masal dan cepat. Penggunaan teknik kultur in vitro juga tidak membutuhkan ruangan yang luas dibandingkan budidaya tanaman secara konvensional. Serta tanaman yang dihasilkan bebas dari penyakit, hama, dan virus karena kondisi lingkungan kultur yang aseptik. Pada penelitian ini menggunakan embrio somatik tanaman Aglaonema dud anjamani dengan 5 perlakuan yaitu kontrol MS0, MS0 + 2ip dengan konsentrasi 2ip (0.5mg/L, 1mg/L, 1,5mg/L dan 2mg/L). Penelitian ini menggunakan teknik subkultur. Hasil pertumbuhan tunas dengan penambahan hormon 2ip pada setiap perlakuan dengan konsentrasi yang berbeda-beda memberikan respon pada pertumbuhan tunas dan jumlah tunas yang berhasil terbentuk dari masing-masing perlakuan, pada minggu ke-12 berdasarkan menunjukkan bahwa perlakuan kontrol dan perlakuan 2ip dengan konsentrasi 2ml berbeda nyata dengan perlakuan 2ip dengan konsentrasi 1ml dan perlakuan 2ip dengan konsentrasi 1.5mg/L, serta berbeda sangat nyata dengan perlakuan 2ip dengan konsentrasi 0.5mg/L
Efektivitas Biji Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Koagulan Alami pada Limbah Cair Industri Tahu
Limbah cair dari industri tahu merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan, menyebabkan kontaminasi air yang merugikan dan dampak negatif pada kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah industri tahu dengan menggunakan biji kelor (Moringa oleifera) sebagai koagulan alami yang efisien dalam membersihkan limbah cair tersebut. Dalam penelitian ini, digunakan metode koagulasi terhadap parameter limbah cair industri tahu, seperti Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), dan pH, dengan pemberian dosis yang bervariasi, yaitu 3 gram, 5 gram, dan 7 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biji kelor sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair industri tahu belum sepenuhnya efektif. Dosis optimal pada 7 gram biji kelor menghasilkan penurunan konsentrasi BOD sebesar 14.26%, COD sebesar 3.05%, dan TSS sebesar 20.25%, namun masih belum memenuhi standar baku lingkungan, terutama pada parameter pH. Oleh karena itu, optimasi dosis biji kelor sebagai koagulan dalam pengolahan limbah cair industri tahu perlu diperhatikan, termasuk pertimbangan terhadap interaksi potensial dengan komponen limbah yang dapat memengaruhi efektivitas koagulasi, seperti zat kimia atau material lain dalam limbah tersebut