Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
PENGARUH JOB SATISFACTION DAN WORK ENVIRONMENT TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
This research aims to analyze the influence of job satisfaction and work environment on turnover intention with organizational commitment as a mediating variable for Super Dazzle Gejayan Yogyakarta employees. The method used in this research is a quantitative approach. Sampling was carried out using a saturated sampling technique with a total of 80 respondents. The research results show that job satisfaction has a negative and significant effect on employee turnover intention, the work environment has a negative and significant effect on turnover intention, organizational commitment is able to mediate the effect of job satisfaction on turnover intention, and organizational commitment is able to mediate The influence of work environment on turnover intentio
STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PALANGKA RAYA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK GENERASI Z PADA PEMILU DAN PILKADA SERENTAK TAHUN 2024: STRATEGI KOMUNIKASI KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PALANGKA RAYA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK GENERASI Z PADA PEMILU DAN PILKADA SERENTAK TAHUN 2024
Simultaneous elections and local elections will be held for the first time in 2024 and will be an important moment in the democratic process in Indonesia. Generation Z is dominating political concentration in the upcoming General Election and Pilkada with the number of generation Z in Palangka Raya City reaching 49,311 people or the equivalent of 23.32% of the total population in Palangka Raya City. The General Election Commission (KPU) of Palangka Raya City needs to pay attention to the significant demographic changes in potential voters, especially with the emergence of Generation Z as increasingly influential voters and the need for appropriate communication strategies to handle this. This research aims to determine and describe the communication strategies used by the Palangka Raya City KPU in increasing the participation of Generation Z in the 2024 simultaneous regional elections and local elections as well as analyzing the obstacles and challenges faced by the Palangka Raya City KPU. The research method used is a qualitative approach, descriptive research type, by observing the SWOT concept. The results of the research show that the communication strategies used by the Palangka Raya City KPU in increasing the participation of generation Z in the 2024 simultaneous elections and local elections include: collaboration with the Palangka Raya City KPU in the process of implementing the General Elections and Pilkada, tiered socialization, 2024 Election parade, use of electronic media and internet media in providing election-related information to the public. The inadequate achievement of communication strategies cannot be separated from the factors of limited human resources, budget limitations, inadequate facilities and infrastructure. The communication strategy implemented to increase the participation of generation Z has fulfilled all elements of communication. The effects or responses of generation Z as communicants are still responded quickly, but some generation Z still have an apathetic nature.
Keywords: Communication Strategy, generation Z participation, elections and regional elections, KPUPemilu dan Pilkada serentak merupakan pertama kalinya diadakan pada tahun 2024 dan menjadi momen penting dalam proses demokrasi di Indonesia. Generasi Z yang mendominasi konsentrasi politik pada Pemilu dan Pilkada mendatang dengan jumlah generasi Z di Kota Palangka Raya mencapai 49.311 jiwa atau setara dengan 23,32% dari total populasi di Kota Palangka Raya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya perlu memperhatikan adanya perubahan demografis yang signifikan dalam pemilih potensial, terutama dengan munculnya Generasi Z sebagai pemilih yang semakin berpengaruh dan diperlukannya strategi komunikasi yang sesuai dalam menangani hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan oleh KPU Kota Palangka Raya dalam meningkatkan partisipasi Generasi Z pada Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 serta menganalisis hambatan dan tantangan yang dihadapi KPU Kota Palangka Raya. Metode Penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif, dengan mengamati konsep SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan oleh KPU Kota Palangka Raya dalam meningkatkan partisipasi generasi Z pada Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 antara lain: kolaborasi KPU Kota Palangka Raya dalam proses pelaksanaan Pemilu dan Pilkada, sosialisasi berjenjang, kirab Pemilu 2024, pemanfaatan media elektronik dan media internet dalam memberikan informasi terkait Pemilu kepada masyarakat. Pencapaian strategi komunikasi yang belum maksimal tidak terlepas dari faktor keterbatasan SDM, keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana yang kurang memadai. Strategi Komunikasi yang dilakukan oleh dalam meningkatkan partisipasi generasi Z telah memenuhi seluruh unsur komunikasi. Efek atau respons generasi Z sebagai komunikan masih ada yang ditanggapi secara cepat namun sebagian generasi Z masih memiliki sifat apatis.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Partisipasi Generasi Z, Pemilu dan Pilkada, KPU
REPRESENTASI SERIAL TELEVISI GENDER PADA LAKI – LAKI DALAM SERIAL NETFLIX “HEARTSTOPPER”: REPRESENTASI SERIAL TELEVISI GENDER PADA LAKI – LAKI DALAM SERIAL NETFLIX “HEARTSTOPPER”
The words gender and sex may already be familiar to the public. But most people still often misinterpret gender as sex. Which two very different meanings. Gender is part of the characteristics or values given by society to display different roles, traits, characters, characteristics and certain functions for men and women. Because of this, gender is considered to be inseparable from the formations and results of social construction. That men must appear and be like men who have been determined and known by society for generations, and vice versa for women. Then this gave birth to gender inequality which led to unfair treatment, compartmentalization, problems of violence, and gave rise to distinctions and social barriers between something considered normal and abnormal (deviation). The influence of the mass media has also become one of the agents in forming social construction and gender stereotypes. The presence of the internet is like being a brain that carries a variety of messages and becomes an information center with various forms of media in the form of text, audio and video. Netflix is a form of new media which is an entertainment service in the form of a streaming website and has applications on digital devices such as laptops, tablets and smartphones. Then based on the matters that have been described, this topic becomes a research to be discussed and studied. The issues that are the main focus of this research are the concepts of gender and sex, social construction of gender stereotypes and problems for men in dealing with stereotypes that cause gender bias.
Keywords : Representation Gender Stereotypes Gender Bias Masculinity Series HeartstopperKata gender dan seks mungkin sudah tidak asing dalam telinga masyarakat. Namun sebagian besar orang masih seringkali salah mengartikan gender sebagai seks. Yang mana kedua hal ini sangatlah berbeda secara pemaknaan. Gender adalah bagian dari ciri atau nilai yang diberikan oleh masyarakat untuk menampilkan perbedaan peran, sifat, karakter, ciri serta fungsi tertentu kepada laki – laki dan perempuan. Karena hal tersebut, gender dianggap tidak bisa dilepaskan dari bentukan dan hasil konstruksi sosial. Bahwa laki – laki haruslah tampil dan menjadi selayaknya laki – laki yang ditetapkan serta dikenal oleh masyarakat secara turun temurun, demikian sebaliknya perempuan. Kemudian hal ini melahirkan keadilan ender yang menyebabkan perlakuan tidak adil, pengkotakan, masalah kekerasan, dan memunculkan pembeda serta sekat sosial antara sesuatu yang dianggap normal dan tidak normal (penyimpangan). Pengaruh media massa juga menjadi salah satu agen dari pembentuk konstruksi sosial dan stereotip gender. Hadirnya internet seperti menjadi sebuah otak yang membawa beragam pesan dan menjadi pusat informasi dengan berbagai bentuk media berupa teks, audio maupun video. Netflix adalah salah satu bentuk dari media baru berupa layanan hiburan berbentuk website streaming dan memiliki aplikasi di perangkat digital seperti laptop, tablet dan smartphone. Kemudian berdasarkan hal – hal yang telah dijabarkan, maka topik ini menjadi sebuah penelitian untuk dibahas dan dikaji. Adapun masalah – masalah yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah konsep gender dan seks, konstruksi sosial tentang stereotip gender dan problematika bagi laki – laki dalam menghadapi stereotip yang menyebabkan bias gender.
Kata Kunci : Representasi Stereotip Gender Bias Gender Maskulinitas Serial Netflix Heartstopp
Karaterisasi Biokimia Kandidat Bakteri Endofit Dari Alga Hijau (Ulva lactuca) Sebagai Bioprospeksi Agen Pengendalian Hayati
Ulva lactuca or sea lettuce is a green seaweed that is formed like a thin and smooth leaf sheet that has enormous benefits in various fields. One of Ulva lactuca's existence is having endophytic bacteria. Endophytic bacteria are microorganisms that live symbiotically in the tissues of their host plants without causing damage or adverse effects on plants. Endophytic bacteria from Ulva lactuca can have a variety of biochemical activities that have potential as biological control agents against plant pathogens. The study of biochemical characterization of these endophytic bacteria becomes very important to understand the mechanism of their interaction with their host as well as potential applications in biological control. The purpose of this study is to know the results of the characterization of endophytic bacteria isolated from green algae (Ulva lactuca) and to know the results of their biochemical tests. To find out the characterization using morphological characterization methods, gram staining and endospores, and indole tests. While biochemical tests are citrate test, urease test, indole test, and catalase. So that different characterization results are obtained and have diverse morphologies. Biochemical tests of the four candidate isolates of endophytic bacteria found that these endophytic bacteria are suitable for bioprospecting biological control agents.
Keywords: 1; Ulva lactuca 2; endophytic bacteria 3; bioprospection of biological control agentsUlva lactuca atau selada laut merupakan rumput laut berwarna hijau yang terbentuk seperti lembaran daun yang tipis dan halus mempunyai manfaat yang sangat besar dalam berbagai bidang. Salah satu keberadaan Ulva lactuca yaitu mempunyai bakteri endofit. Bakteri endofit adalah mikroorganisme yang hidup secara simbiosis didalam jaringan tanaman inangnya tanpa menyebabkan kerusakan atau dampak yang buruk bagi tanaman. Bakteri endofit dari Ulva lactuca dapat memiliki beragam aktivitas biokimia yang berpotensi sebagai agen pengendalian hayati terhadap pathogen tanaman. Studi karakterisasi biokimia dari bakteri endofit ini menjadi sangat penting untuk memahami mekanisme interaksi mereka dengan inangnya serta potensi aplikasi dalam pengendalian hayati. Tujuan dari penelitian ini Mengetahui hasil karakterisasi bakteri endofit yang diisolasi dari alga hijau (Ulva lactuca) dan mengetahui hasil uji biokimianya. Untuk mengetahui karakterisasinya menggunakan metode karaterisasi secara morfologi, pewarnaan gram dan endospora, maupun uji indol. Sedangkan uji biokimia ada uji sitrat, uji urease, uji indol, dan katalase. Sehingga didapatkan hasil karaterisasi yang berbeda dan mempunyai morfologi yang beragam. dan Uji biokimia dari keempat kandidat isolat bakteri endofit mendapatkan hasil bahwa bakteri endofit ini cocok digunakan sebagai kandidat untuk bioprospeki agen pengendalian hayati.
Kata kunci: 1; bakteri endofit 2; bioprospeksi agen pengendalian hayati 3; Ulva lactuc
OCHETELLUS DALAM PENGEMBANGAN GERAK MIMITIS SEBAGAI EKSPERIMEN DAN INOVASI KARYA TARI ATTACHMENT
Semut merupakan jenis serangga dengan jumlah spesies dan individu yang sangat besar. Jumlah semut di permukaan bumi terdiri lebih dari 12.000 spesies, akan tetapi baru sekitar 7600 spesies dari 250 genus yang telah diberi nama dan dideskripsikan. Keanekaragaman semut yang terbesar berada di daerah tropis. Salah satunya semut hitam Dolichoderus thoracicus Smith yang merupakan spesies semut yang daerah penyebarannya tersebar luas di Asia Tenggara, terutama di daerah dengan ketinggian kurang dari 1.300 meter di atas permukaan laut. Semut hitam banyak dijumpai pada tanaman jeruk, kakao, kopi, dan mangga. Semut hitam Dolichoderus thoracicus hidup dalam organisasi sosial yang terdiri dari sejumlah individu dan membentuk koloni. Semut hitam terdiri dari beberapa kasta, yaitu: ratu, pejantan, dan pekerja. Semut pekerja dibagi dua, yaitu pekerja dan prajurit. karya tari "Attachment" ini menggunakan tipe tari studi dengan pola garap menirukan gerak gerak hewan semut dalam beraktivitas dan memperlihatkan kebersamaan yang di wujudkan dengan gerakan gotong royong. Tipe tari studi yang menirukan gerak-gerak semut dengan teknik tradisi yang dikembangkan dalam tari. Karya ini ditampilkan di luar ruangan dengan alasan sesuai dengan konsep pencipta. Setting dan kustom diharapkan mampu mendukung "Attachment" sebagai sebuah karya inovasi
ANALISIS SIX SIGMA DMAIC DALAM MENGURANGI DEFECT STRUKTUR ATAP PIPA BAJA PADA PROYEK PERLUASAN TERMINAL BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK
Quality is an important indicator of a product. PT. XYZ is a company engaged in the field of construction services, Engineering Procurement Construction (EPC), and Investment which is currently expanding its terminal and facilities at Lombok International Airport (BIL). Results Based on the inspection, various Defects were found in the steel such as cracked welded joints, peeling steel paint, thin paint thickness. This will have an impact if the steel roof truss structure is Defective, it will endanger the collapse of the building and the safety of visitors at BIL. Based on this, an analysis is carried out on the work of the steel pipe roof truss structure that occurs in the terminal expansion project and its supporting facilities so that recommendations for improvement can be made. This research was conducted using the Six Sigma method. The result of the research is that the main factor that causes failure is the steel pipe being stepped on during the installation of electrical installations. The proposed improvement to overcome these Defects is to provide ongoing counseling and training programs on worker compliance in carrying out work by the Standard Operating Procedures available in all work processes. It is hoped that by conducting this research, the company can better maintain quality so that the risk of building collapse and safety from incidents cannot be avoided.Mutu merupakan indikator penting dalam suatu produk. PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa konstruksi, Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi yang saat ini proyek perluasan terminal dan fasilitasnya di Bandara Internasional Lombok (BIL). Berdasarkan hasil inspeksi, ditemukan macam-macam cacat pada baja seperti sambungan las retak, cat baja terkelupas, ketebalan cat tipis. Hal tersebut akan sangat berdampak jika stuktur rangka atap pipa baja cacat, maka akan beresiko terjadinya robohnya bangunan dan mengancam keselamatan pengunjung di BIL. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan analisis pada pekerjaan struktur rangka atap pipa baja yang terjadi pada proyek perluasan terminal dan fasilitas penunjangnya sehingga dapat dilakukan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode six sigma. Hasil penelitian adalah ditemukannya faktor utama yang menyebabkan kegagalan adalah pipa baja terinjak pada saat pemasangan instalasi listrik. Usulan perbaikan untuk mengatasi Defect tersebut adalah dengan diberikan program penyuluhan serta training yang berkelanjutan tentang kepatuhan pekerja dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan Standar Operating Procedure yang tersedia di semua proses kerja. Diharapkan dengan dilakukan penelitian ini, perusahaan dapat lebih menjaga kualitasnya sehinga resiko terjadinya robohnya bangunan dan mengancam keselamatan pengunjung dapat terhindarkan
DESIGN WIREFRAME APLIKASI BANK SAMPAH DENGAN METODE DESIGN THINKING
This research build the design of the Waste Bank Application Wireframe using a thinking design approach. This method is used to ensure that applications that are developed effectively meet user needs. This study deducts stages in the application design process, including in -depth understanding of the needs of users, the idea of collecting, prototype, and examiners. Data analysis through and the iterative approach, it was found that users have a variety of preferences and needs that must be in the design of the application design. The result is a wireframe that shows the user interface that is intif and user -friendly, which is expected to increase the adoption and use of the extensive garbage bank application. This study is a member of the transfer contribution to the development of more -oriented applications and effective and effective in the context of the garbage bank.Penelitian ini membahas tentang perancangan wireframe aplikasi Bank Sampah menggunakan pendekatan Design Thinking. Metode ini digunakan untuk memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan secara efektif memenuhi kebutuhan pengguna. Penelitian ini menguraikan tahapan dalam proses perancangan aplikasi, termasuk pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna, pengumpulan ide, prototyping, dan pengujian. Melalui analisis data dan pendekatan iteratif, ditemukan bahwa pengguna memiliki preferensi dan kebutuhan yang beragam yang harus dipertimbangkan dalam desain aplikasi. Hasilnya adalah wireframe yang memperlihatkan antarmuka pengguna yang intuitif dan ramah pengguna, yang diharapkan dapat meningkatkan adopsi dan penggunaan aplikasi Bank Sampah secara luas. Studi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan aplikasi yang lebih berorientasi pada pengguna dan efektif dalam konteks Bank Sampah.
 
DESAIN MOCKUP APLIKASI URCARE MENGGUNAKAN DESIGN THINKING
In this research, the problem that arises is that when the community creates an initial mockup design for the URCare application which aims to help with community emergencies so that the community can report incidents in real time to the BPBD (Regional Disaster Management Agency), the application design is created using the design thought method which produces The output is in the form of a prototype that is in accordance with the needs of emergency problems that arise in the community. It is hoped that this design plan can make it easier for developers to create applications that provide fast service access with relevant and precise information so as to ensure that information can be conveyed between users, in this case the community and The party receiving emergency information and with design thought is expected to provide an effective and efficient approach in making mockup designs.Dalam penelitian ini permasalahan yang muncul adalah saat masyarakat maka dibuatkan tahap awal design mockup untuk aplikasi URCare yang bertujuan untuk membantu kegawatdaruratan masyarakat sehingga masyarakat bisa melaporkan kejadian secara realtime ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), design aplikasi yang dibuat menggunakan metode design thinking yang menghasilkan output berupa prototype yang sesuai dengan kebutuhan permasalahan kegawat daruratan yang muncul pada masyarakat yang diharapkan dengan rancangan design ini dapat mempermudah pihak pengembang dalam membuat aplikasi yang memberikan akses layanan cepat dengan informasi relevan dan tepat sehingga memastikan informasi dapat tersampaikan antara user dalam hal ini masyarakat maupun pihak penerima informasi kegawatdaruratan dan dengan design thinking diharapkan dapat memberikan pendekatan yang efektif dan efisien dalam pembuatan design mockup
DESAIN APLIKASI GO-TRASH MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING DAN VALUE PROPOSITION CANVAS
The Go-Trash application design aims to overcome the problem of waste management in urban areas with an innovative approach. The main problems include low public awareness and minimal information about waste sorting and recycling. Using the Design Thinking method, the team went through the stages of empathy, definition, ideation, prototyping, and testing to understand user needs. The Value Proposition Canvas is used to formulate the added value of the application, such as ease of waste sorting, recycling incentives, and real-time information about the nearest waste collection points. The output produced from this research is in the form of a Go-Trash application design which functions as a waste management tool as well as a platform for education and community empowerment. The app's main features include a waste sorting guide, a recycling incentive program, and notifications of waste collection locations and schedules. The resulting output is a reduction in the volume of waste going to landfill, increased recycling, and increased public awareness and participation. The Go-Trash application is expected to be an effective solution in creating a cleaner and healthier environment.Desain aplikasi Go-Trash bertujuan mengatasi masalah pengelolaan sampah di perkotaan dengan pendekatan inovatif. Permasalahan utama meliputi rendahnya kesadaran masyarakat dan minimnya informasi tentang pemilahan dan daur ulang sampah. Menggunakan metode Design Thinking, tim melalui tahap empati, definisi, ideasi, prototipe, dan pengujian untuk memahami kebutuhan pengguna. Value Proposition Canvas digunakan untuk merumuskan nilai tambah aplikasi, seperti kemudahan pemilahan sampah, insentif daur ulang, dan informasi real-time tentang titik pengumpulan sampah terdekat. Output yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu berupa desain aplikasi Go-Trash yang berfungsi sebagai alat pengelolaan sampah serta platform edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Fitur utama aplikasi mencakup panduan pemilahan sampah, program insentif daur ulang, dan notifikasi lokasi serta jadwal pengumpulan sampah. Output yang dihasilkan adalah penurunan volume sampah ke TPA, peningkatan daur ulang, serta meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat. Aplikasi Go-Trash diharapkan menjadi solusi efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat
DESAIN MOCKUP APLIKASI PARKIR.ID MENGGUNAKAN DESIGN THINKING
Parkir.Id application design research addresses the issue of illegal parking in urban areas, aiming to alleviate difficulties such as finding safe parking, lack of information, and poor communication with parking service providers. Employing Design Thinking, the study develops an intuitive and responsive application mockup through five stages: empathy, definition, ideation, prototyping, and testing. Through interviews and surveys, user needs and issues are understood, leading to the identification of primary problems. Various design concepts are then generated and refined based on user feedback. The resulting Parkir.Id mockup facilitates users in locating safe parking, offering prompt information, and fostering efficient communication with service providers. Demonstrating the effectiveness of Design Thinking, this study provides user-centered solutions to illegal parking, enhancing user efficiency and comfort in managing parking.Penelitian desain aplikasi Parkir.Id merupakan inisiatif untuk mengatasi permasalahan parkir liar yang kerap terjadi di perkotaan. Permasalahan ini mencakup kesulitan menemukan tempat parkir yang aman, kurangnya informasi lokasi parkir, dan kurangnya komunikasi yang efektif antara pengguna dan penyedia layanan parkir. Dengan menggunakan pendekatan Design Thinking, penelitian ini bertujuan mengembangkan mockup aplikasi yang intuitif dan responsif. Metode Design Thinking yang diterapkan terdiri dari lima tahap: empati, definisi, ideasi, pembuatan prototipe, dan pengujian. Tahap empati melibatkan wawancara dan survei untuk memahami kebutuhan dan masalah pengguna. Selanjutnya, pada tahap definisi, masalah utama yang dihadapi pengguna disusun berdasarkan temuan awal. Pada tahap ideasi, berbagai konsep desain dihasilkan melalui brainstorming. Prototipe awal aplikasi kemudian dikembangkan dan diuji dengan pengguna untuk memperoleh umpan balik yang konstruktif dan melakukan iterasi. Output dari penelitian ini adalah sebuah mockup aplikasi Parkir.Id yang dirancang untuk mempermudah pengguna dalam menemukan tempat parkir yang aman dan terkelola, memberikan informasi lokasi parkir secara cepat, serta memastikan komunikasi yang efisien antara pengguna dan penyedia layanan parkir. Studi ini menunjukkan bahwa pendekatan Design Thinking efektif dalam menciptakan solusi yang berpusat pada pengguna dan adaptif terhadap masalah parkir liar, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna dalam mengelola parkir