Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
    2607 research outputs found

    OPTIMASI RESPONSIVITAS WEB DENGAN PENDEKATAN MOBILE-FIRST DESIGN

    Get PDF
    The rapid growth of mobile device usage for internet access has significantly shifted the approach to web design, with responsive and mobile-first design becoming crucial in web development. This study aims to optimize the user experience of Puskesmas web through mobile-first design. The research questions include strategies for improving performance and efficiency of Puskesmas web, measuring web responsiveness, and optimizing user experience. The research methods include a literature review, user needs analysis, prototype design, testing, data collection and analysis, and report compilation. The expected results are expected to enhance the responsiveness of Puskesmas web on mobile devices, benefiting web developers and users in achieving a better and more optimal experience.Dengan pertumbuhan pesat penggunaan perangkat mobile untuk mengakses internet, pendekatan desain web telah mengalami pergeseran signifikan, dengan desain responsif dan mobile-first menjadi kunci dalam pengembangan web. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengalaman pengguna web Puskesmas melalui pendekatan mobile-first design. Rumusan masalah meliputi strategi untuk meningkatkan performa dan efisiensi web Puskesmas, mengukur responsivitas web, dan mengoptimalkan pengalaman pengguna. Metode penelitian mencakup tinjauan literatur, analisis kebutuhan pengguna, desain prototipe, pengujian, pengumpulan dan analisis data, serta penyusunan laporan penelitian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan peningkatan responsivitas web Puskesmas pada perangkat mobile, dengan manfaat bagi pengembang situs web dan pengguna layanan situs web dalam mendapatkan pengalaman yang lebih baik dan optimal. &nbsp

    OPTIMASI ALGORITMA NAIVE BAYES BERBASIS KERNEL UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT HATI

    No full text
    Liver disease is a serious health problem that requires early and accurate diagnosis. This study develops and evaluates a kernel-based Naive Bayes algorithm for liver disease classification, comparing it with standard Naive Bayes. A dataset from Kaggle was used, covering a wide range of medical variables. After data preprocessing, both models are trained and evaluated using standard metrics. Results show significant improvements over the kernel-based model, with accuracy reaching 99% compared to 80% for the standard model. Feature importance and learning curves analysis is carried out for deeper understanding. This study demonstrates the great potential of using kernel-based Naive Bayes in improving liver disease diagnosis, which may contribute to improved clinical outcomes and quality of patient care.Penyakit hati merupakan masalah kesehatan serius yang memerlukan diagnosis dini dan akurat. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi algoritma Naive Bayes berbasis kernel untuk klasifikasi penyakit hati, membandingkannya dengan Naive Bayes standar. Dataset dari Kaggle digunakan, mencakup berbagai variabel medis. Setelah preprocessing data, kedua model dilatih dan dievaluasi menggunakan metrik standar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada model berbasis kernel, dengan akurasi mencapai 99% dibandingkan 80% pada model standar. Analisis feature importance dan learning curves dilakukan untuk pemahaman lebih mendalam. Penelitian ini mendemonstrasikan potensi besar penggunaan Naive Bayes berbasis kernel dalam meningkatkan diagnosis penyakit hati, yang dapat berkontribusi pada peningkatan hasil klinis dan kualitas perawatan pasien

    PERANCANGAN PENGEMBANGAN USAHA PERCETAKAN MENGGUNAKAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA CV. KEDAI KAOS MAKASSAR

    Get PDF
    CV. Kedai Kaos Makassar was established in 2013, which is one of the SMEs engaged in screen printing services where the raw materials are t-shirts. The problem that currently arises in the SME is the demand for custom products which is still difficult to fulfill and complete on time by the SME owner. The purpose of the study was to develop a printing business using the Business Model Canvas (BMC). The type of research used was qualitative research. The results of the study showed that to develop the printing business of CV. Kedai Kaos Makassar, what must be done is to add customer segments with communities, value proportions by producing their own production materials, adding channels to the website, key activities with convection machines and with additional costs for convection production and convection machine maintenance costs. Based on the results of the SWOT analysis, external and internal factors were obtained, namely strengths, weaknesses, opportunities and threats. The business development plan that must be carried out is to convect plain t-shirts that will be screen printed.Kedai Kaos Makassar berdiri pada tahun 2013 yang merupakan salah satu IKM yang bergerak di bidang jasa sablon dimana bahan bakunya berupa baju kaos. Masalah yang muncul saat ini pada IKM tersebut adalah permintaan produk custom yang masih sulit untuk dipenuhi dan diselesaikan tepat waktu oleh pemilik IKM. Tujuan penelitian untuk mengembangkan usaha percetakan dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC). Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengembangkan usaha percetakan CV. Kedai Kaos Makassar yang harus dilakukan dengan menambah customer segment dengan komunitas, value proportions dengan memproduksi sendiri bahan produksi, menambah channels pada website, key activities dengan mesin konveksi serta dengan biaya tambahan untuk produksi konveksi dan biaya perawatan mesin konveksi. Berdasarkan hasil analisis SWOT di peroleh faktor eksternal dan internal yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Adapun rancangan pengembangan usaha yang harus dilakukan yaitu mengkonveksi sendiri kaos polos yang akan di sablon

    SISTEM TERINTEGRASI PADA PENYALURAN AIR BERSIH DI DESA BOAK KECAMATAN UNTER IWES, KABUPATEN SUMBAWA

    Get PDF
    Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang pengelolaannya dipercayakan kepada pemerintah daerah. Namun dibeberapa daerah, PDAM belum mampu memberikan pelayanan air bersih secara maksimal, terutama untuk masyarakat pedesaan. Terdapat berbagai kendala yang sering kali ditemui oleh PDAM, seperti jumlah debit air yang sedikit, saluran untuk penyaluran air bersih yang tidak memadai, topografi daerah yang jauh dari sumber air. Berangkat dari hal tersebut, masyarakat tentu memerlukan solusi untuk mengatasinya, salah satunya melalui pembuatan sumur bor, serta fasilitas pendukung lain seperti, tangki penampung air, pompa sumur, pompa pendorong, dan system control yang efektif dan efisien. Jika didasarkan kepada keperluan air bersih rumah tangga, diperlukan setidaknya tangki penampung air dengan kapasitas 10.000 liter, pompa sumur submersible dengan daya 0,75 kW, pompa pendorong (jenis pompa sumur dangkal) dengan daya 0,3 kW, serta beberapa komponen lainnya yang disesuaikan dengan rangkaian control system kerja pompa. Kata kunci: Sumur Bor, Pompa Air, Sistem Kontrol Pompa, Air Bersih

    EFEKTIVITAS HUKUM SERTIFIKASI HALAL SKEMA SELF DECLARE BAGI USAHA MIKRO DAN KECIL DI DESA SIGERONGAN

    Get PDF
    ABSTRAKPemerintah membuat peraturan bagi usaha mikro dan kecil (UMK) yang perlu dikerjakan sesuai dalam UU No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Pemerintah membentuk lembaga badan penyelenggara jaminan produk halal BPJPH yang mengatur proses produk halal. Dan dengan adanya peraturan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Ciptakerja yang memberikan kewenangan terhadap pelaku usaha membuat pernyataan sendiri atau dikenal dengan self declare. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan peraturan dan menganalisis efektivitas hukum sertifikasi halal skema self declare bagi usaha mikro dan kecil di desa Sigerongan. Dengan menggunakan metode normatif empiris yaitu mengkaji UUD 1945, mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian. Didalam penelitian ini terdapat konflik norma hukum antara UU jaminan produk halal yang mewajiban sertifikasi halal bagi usaha mikro dan kecil dengan UU ciptaker memberikan kewenangan pernyataan kehalalan produk mandiri. Aturan tersebut belum berefek pada pelaku usaha mikro dan kecil desa Sigerongan dikarenakan belum adanya sosialisasi terkait peraturan sertifikat halal.Kata kunciSertifikat Halal;Usaha Mikro dan Kecil;Self Declare;Norma Huku

    TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN (STUDI PERBANDINGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2014 PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2006 DI INDONESIA DENGAN WITNESS PROTECTION BILL 2008)

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Tinjauan yuridis perlindungan saksi dan korban menurut Undang-Undang No. 31 tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban di Indonesia, dengan Witness Protection Bill 2008 Malaysia. Dan bagaimana bentuk perlindungan Saksi dan Korban menurut Undang-undang No. 31 tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban di Indonesia dengan Witness Protection Bill 2008 Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif atau doktrinal bersifat preskriptif, analisis jenis data yang digunakan adalah data sekunder, sumber data adalah sumber data sekunder yang masih relevan dengan permasalahan yaitu bahan hukum primer (Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan saksi dan korban, dengan Witness Protection Bill 2008 di Malaysia. Bahan hukum sekunder (buku-buku teks yang ditulis oleh para ahli hukum, jurnal-jurnal hukum, pendapat para sarjana, karya ilmiah, makalah, dan majalah), dan bahan hukum tersier (kamus dan internet).Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa, terdapat perbandingan Undang-undang No. 31 Tahun 2014 di Indonesia dengan Witness Protection Bill 2008 di Malaysia. Di Indonesia terdapat aturan hukum perlindungan saksi dan korban yang di atur dalam Pasal 1 angka 6, Undang-undang No. 31 Tahun 2014. Sedangkan di Malaysia terdapat aturan hukum perlindungan saksi dan korban yang di atur dalam Seksyen 119, Witness Protection Bill 2008. Di Indonesia mempunyai lembaga khusus yang bertanggungjawab menangani perlindungan terhadap saksi dan korban. Dimana di Indonesia dibentuk Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, sedangkan Malaysia Penanganan perlindungan saksi dan korban dilaksanakan oleh Direktur Umum yang ditunjuk oleh Menteri. Kata kunci : Perbandingan, Bentuk Perlindungan Saksi dan Korba

    TINJAUAN TENTANG BLACK CAMPAIGN MELALUI MEDIA SOSIAL DARI PERSPEKTIF HUKUM PEMILU

    Get PDF
    ABSTRACTSocial media can also serve as a forum for dialogue about differences of opinion that are closely related to support or approval of a particular message. Therefore, the presence of social media has contributed to the rapid increase in public policy via the Internet. The most common social media used to run campaigns are Instagram and Facebook. In fact, the use of election campaigns is often abused by many irresponsible political parties who easily conduct shadow campaigns while muddying the situation among voters. Social media on Instagram has a huge potential in spreading fake news and also has a big impact on decision making. This research uses the method of taking the type of data and data sources, as well as data collection methods. The rise of black campaigns on social media as a platform for social interaction provides politicians with a new platform to save time and money. Existing officials have started to turn to digital to achieve the goals of their constituents. But in reality, existing social media has not always lived up to politicians' expectations. Most politicians seem unprepared for the tensions of democracy (Putri, 2021). Black campaign activities include election violations, namely criminal and/or serious violations as referred to in Article 1 paragraph (2) of Law Number 7 of 2017 and Supreme Court Decree Number 1 of 2018. Therefore, awareness of the issue of election crimes needs to be revised and harmonized so that its implementation does not cause violations and injustice to the community.KeywordSocial Media, Black campaig

    MOBILE APLIKASI MANAJEMEN KEUANGAN CV. TOP DIGITAL PRINTING DOMPU

    Get PDF
    Penelitian ini merancang aplikasi manajemen keuangan berbasis Android untuk CV. Top Digital Printing Dompu dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan keuangan perusahaan yang sebelumnya masih menggunakan sistem manual. Perancangan aplikasi ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dan menyediakan antarmuka dengan halaman login, submenu transaksi, stok, pengeluaran, laporan keuangan, dan logout. Fitur aplikasi mencakup manajemen transaksi, pengeluaran, laporan keuangan, stok barang, dan cetak faktur, yang memungkinkan pengguna untuk mencatat, melihat transaksi, memantau stok barang, dan mendapatkan laporan keuangan yang rinci. Dengan adopsi teknologi Android Studio dan Flutter sebagai framework pengembangan, aplikasi ini dapat  meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan keuangan perusahaan secara keseluruhan dan telah diuji menggunakan Blackbox Testing

    PENGEMBANGAN KANAL BERITA SEMARAS SIA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE RAPID APLICATION DEVELOPMENT

    Get PDF
    Penelitian ini menggali dampak pesatnya perkembangan teknologi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam konteks penyampaian berita melalui media sosial. Fokus utama ditujukan pada peran Semaras Sia, sebuah kanal berita lokal yang memanfaatkan media sosial sebagai platform utama komunikasinya. Berawal pada tahun 2018 dari kreativitas video lucu di media sosial, Semaras Sia berkembang menjadi kanal berita yang melibatkan aktifitas partisipatif masyarakat dalam pengumpulan informasi. Meskipun mencapai kesuksesan, penggunaan media sosial membawa sejumlah kendala, seperti keterbatasan teks, kesalahan aplikasi, perubahan kebijakan konten, dan risiko kehilangan data. Sebagai solusi, penelitian ini menyarankan pembuatan situs web resmi dengan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) untuk mendukung pengembangan yang cepat dan responsif. Diharapkan dapat mengatasi kendala tersebut serta meningkatkan aksesibilitas dan eksposur Semaras Sia di kalangan masyarakat Sumbawa dan sekitarnya

    Tinjauan Teoritis Evaluasi Pembangunan Berkelanjutan Sektor Pertambangan di Asia Pacific Economic Cooperation

    No full text
    The mining industry face more complex sustainability challenges compared to other industrial sectors. This sector is very important for the development of the Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) region, because the majority of global trade and investment in this region depends on the mining sector. In order to gain a social license to operate, the mining industry must respond to this challenge by involving various stakeholders and addressing sustainability issues. The industry needs to measure and evaluate its performance, and show continuous improvement over the long term. The mining sector has begun to address some og the sustainability challenges, as demonstrated by Mining, Minerals and Sustainable Development (MMSD) project. It is necessary to assess the sustainability of the mining sector both on a national and global scale in the APEC economy. Therefore, this research examines a theoretical review of an indicator-based sustainability assessment framework for assessing the sustainability of the mining sector. This framework modifies the conventional fuzzy scale to suit needs as an aid in decision making that is relevant to stakeholders. This framework includes integrated economic, environmental and social indicators, and can be used both internally to identify tipping points and externally for sustainability reporting and stakeholder engagement. The research results show that this framework is effective in reducing uncertainty in decision making. This can significantly increase the efficiency of sustainable development in the mining sector.Industri pertambangan menghadapi tantangan keberlanjutan yang lebih komplek dibandingkan dengan sektor industri lainnya. Sektor ini sangat penting bagi perkembangan kawasan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), karena mayoritas perdagangan dan investasi global di kawasan ini bergantung pada sektor pertambangan. Demi mendapatkan lisensi sosial untuk beroperasi, industri pertambangan harus merespon tantangan ini dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan menangani isu keberlanjutan. Industri perlu mengukur dan mengevaluasi kinerjanya, serta menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam jangka panjang. Sektor pertambangan telah mulai menjawab beberapa tantangan keberlanjutan, seperti yang ditunjukkan pada proyek Mining, Minerals and Sustainable Development (MMSD). Perlu dilakukan penilaian keberlanjutan pada sektor pertambangan baik pada skala nasional maupun global dalam perekonomian APEC. Oleh sebab itu, penelitian ini mengkaji tinjauan teoritis terhadap kerangka penilaian keberlanjutan berbasis indikator untuk menilai keberlanjutan sektor pertambangan. Kerangka ini memodifikasi skala fuzzy secara konvensional yang disesuaikan dengan kebutuhan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan yang relevan bagi pemangku kepentingan. Kerangka kerja ini mencakup indikator ekonomi, lingkungan, dan sosial yang terintegrasi, serta dapat digunakan baik secara internal untuk mengidentifikasi titik kritis maupun secara eksternal untuk pelaporan keberlanjutan dan keterlibatan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja ini efektif dalam mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Hal ini secara signifikan dapat meningkatkan efisiensi pembangunan berkelanjutan pada sektor pertambangan

    1,282

    full texts

    2,607

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇