Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
ANALISIS POTENSI ANGIN DAN SURYA DI UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA SEBAGAI STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRID (PLTH) MENGGUNAKAN HOMER 3.16
Renewable energy is an energy source that can be obtained continuously from nature such as the sun, wind, water, geothermal, and biomass. According to the Directorate General of EBTKE in 2018, the total potential of renewable energy in Indonesia is 442 GW while the newly utilized is only 8.8 GW, therefore, there needs to be action to analyze the opportunity to add energy through calculations with Homer 3.16 software to see whether the Renewable Energy Power System can be applied. The purpose of this study is to find out how big the potential of wind and solar energy for the feasibility of building PLTH at Sumbawa University of Technology (UTS). The research method used is quantitative by collecting data in the form of solar irradiation, data on the load of electricity use around the UTS campus area and wind speed. Then the analysis method uses the HOMER software application. The results of HOMER 3.16 modeling, obtained that the modeling of the PLTH system in the UTS area at the condition of the average wind speed on the turbine of 3.13 m / s, solar irradiation received by solar panels of 5.59 kWh / m ^ 2 / day, then obtained a total production of 62.042 kWh of electrical energy per year with a total "Renewable Penetration" of 97.9%. Energi terbarukan adalah sumber energi yang bisa didapatkan terus-menerus dari alam seperti matahari, angin, air, panas bumi, dan biomassa. Menurut Ditjen EBTKE pada tahun 2018, total potensi energi terbarukan di Indonesia adalah sebesar 442 GW sedangkan yang baru dimanfaatkan hanya sebesar 8,8 GW, Maka dari itu, perlu adanya tindakan untuk melakukan Analisa peluang penambahan Energi melalui perhitungan dengan software Homer 3.16 untuk melihat apakah Sistem Tenaga Energi Terbarukan sudah bisa diterapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar potensi energi angin dan surya untuk kelayakan membangun PLTH di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data-data berupa irradiasi matahari, data beban penggunaan listrik disekitar wilayah kampus UTS dan daata kecepatan angin. Kemudian metode analisis menggunakan aplikasi software HOMER. Hasil pemodelan HOMER 3.16, diperoleh bahwa pemodelan sistem PLTH di wilayah UTS pada kondisi kecepatan angin rata-rata pada turbin sebesar 3.13 m/s, iradiasi matahari yang diterima panel surya sebesar 5,59 kWh/ /hari, maka didapatkan total produksi sebesar 62,042 kWh energi listrik per tahun dengan total “Renewable Penetration” 97,9%. Namun pada analisis finansial menunjukkan bahwa proyek sistem PLTH on grid memiliki keuntungan yang signifikan karna dengan nilai (COE) yang diberikan sistem melalui pemodelan ini hanya sebesar Rp.4,475.24 per kWh, dengan total (NPC) sebesar Rp.3,589,309,000.00 dan biaya operasi tahunan sebesar Rp.43,857,100.00.
EFEKTIFITAS PENERAPAN UU NO 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DALAM PEMENUHAN HAK DAN KEWAJIBAN DESA ( STUDI KASUS DI DESA KEREKEH KECAMATAN UNTER IWES KABUPATEN SUMBAWA )
Penelitian ini dilatar belakangi oleh tidak terpenuhinya hak dan kewajiban desa seperti pada penerapan pasal UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa dalam Pemenuhan Hak dan Kewajiban Desa.Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan UU No 6 tahun 2014 tentang Desa Dalam Pemenuhan Hak dan Kewajiban Pemerintah Desa dan mengtahui faktor dan kendala dalam melaksanakan pemenuhan hak dan kewajiban pemerintah desa.Penelitian ini menggunakan dua jenis penelitian yaitu normatif dan empiris. Jenis dan metode penelitian ini dipilih karena objek dari penelitian dan kajianya adalah mengenai asas hukum, berkaitan juga dengan teori-teori hukum, dan doktrin hukum sehingga menggunakan normatif-empiris. Dengan tujuan untuk mempertajam analisis daripada penelitian dan kajiannya.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Efektifitas Penerapan UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa Dalam Pemenuhan Hak Dan Kewajiban Masyarakat Desa Kerekeh, dengan diberikan hak otonomi kepada pemerintahan desa untuk mengatur sendiri kemajuan desa sendiri, dengan beracu kepada perundangan desa, khsusunya di desa kerekeh, ada beberapa hal yang belum maksimal yakni proporsionalitas dan pemerataan dalam pembangunan. Faktor adalah jarak antara dusun satu dengan yang lain mengakibatkan pemerintah desa masih belum bisa menerapakan keadilan dalam Pembangunan
BERGABUNG KERAJAAN SANGGAR DENGAN KERAJAAN BIMA TAHUN 1926-1928
Keberhasilan diplomasi pemerintah kolonial Belanda dalam upayanya meluaskan wilayah kekuasaan di Pulau Sumbawa lewat perjanjian dengan Raja Abdullah yang ditandatangi pada tanggal 16 Juli tahun 1901. Dimana hasil perjanjian tersebut mengikat Kerajaan Sanggar baik dalam politik, ekonomi, maupun hukum. Secara ekonomi Kerajaan Sanggar kurang memberikan kontribusi yang signifikan dalam memberikan upeti kepada pemerintah kolonial Belanda. Hal ini mendorong pemerintah kolonial Belanda untuk menggabungkan Kerajaan Sanggar menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Bima. Tahun 1926 Raja Abdullah Syamsuddin Daeng Manggalai menandatangani penyerahan Kerajaan Sanggar di Bima di dampingi oleh Bumi Tarupong, dan Kesultanan Bima diwakili oleh Sultan Muhammad Salahuddin didampingi oleh Bumi Luma Rasanae, Muhammad Yakub serta pejabat residen timur ikut menyaksikan penyerahan Kerajaan Sanggar ke Bima. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji lebih dalam latar belakang terjadinya pengabungan Kerajaan Sanggar dengan Kerajaan Bima
KARAKTERISTIK TEH HERBAL BAJAKAH (Shatholobus littoralis Hassk) BERDASARKAN VARIASI SUHU PENGERINGAN
Teh merupakan minuman yang sangat diminati masyarakat Indonesia. Salah satunya tanaman bajakah (Spatholobus littoralis Hassk). Proses yang dilakukan untuk pengolahan teh herbal kayu bajakah ini melalui proses pengeringan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat fisik (kadar air) dan kimia (pH dan antioksidan) pada teh herbal kayu bajakah dengan variasi suhu pengeringan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dan data dianalisis menggunakan ANOVA rancangan acak lengkap, dengan vaktor yang digunakan pada suhu (40°C, 60°C dan 80°C). Berdasarkan hasil pengujian didapatkan hasil uji sifat fisik (kadar air) teh bajakah pada suhu 40°C, 60°C dan 80°C dengan nilai rata-rata berturut-turut 7.4%, 4.47% dan 2.53%, hasil uji kimia (pH) sediaan teh herbal kayu bajakah pada suhu 40°C, 60°C dan 80°C memiliki nilai berturut-turut sebesar 5.2, 4.8 dan 4.2 dan untuk hasil uji antioksidan teh herbal kayu bajakah pada suhu 40°C, 60°C dan 80°C memiliki nilai berturut-turut sebesar 83.38%, 88.36% dan 89.91%
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN UNTUK TARIF ANGKUTAN UMUM MINI BUS L -300 RUTE MEDAN – BATANG TORU (STUDI KASUS: PT. RESTU IBU ARIOS)
Biaya Operasional (BOK) angkutan umum merupakan faktor krusial dalam penentuan tarif angkutan. Setiap jenis kendaraan memiliki komponen BOK yang berbeda-beda, tergantung pada jenis kendaraan, daya angkut, rute perjalanan, dan kondisi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi biaya operasional Mini Bus L-300 pada rute Medan–Batang Toru. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif untuk menghitung dan menganalisis biaya operasional Mini Bus L-300. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya operasional tahunan sebesar Rp340.364.501,- lebih rendah dibandingkan pendapatan tahunan sebesar Rp625.800.000,-, sehingga menghasilkan keuntungan sebesar Rp285.435.499,-. Dengan tarif penumpang Rp170.000,-, nilai Fare Box Ratio (FBR) mencapai 1,84 (>1), menunjukkan usaha ini menguntungkan. Biaya bahan bakar, ban, dan perawatan rutin merupakan komponen utama BOK. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi biaya tidak tetap, evaluasi tarif berkala, dan eksplorasi rute baru untuk mendukung efisiensi operasional dan penghentian usaha.Biaya Operasional (BOK) angkutan umum merupakan faktor krusial dalam penentuan tarif angkutan. Setiap jenis kendaraan memiliki komponen BOK yang berbeda-beda, tergantung pada jenis kendaraan, daya angkut, rute perjalanan, dan kondisi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi biaya operasional Mini Bus L-300 pada rute Medan–Batang Toru. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif untuk menghitung dan menganalisis biaya operasional Mini Bus L-300. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya operasional tahunan sebesar Rp340.364.501,- lebih rendah dibandingkan pendapatan tahunan sebesar Rp625.800.000,-, sehingga menghasilkan keuntungan sebesar Rp285.435.499,-. Dengan tarif penumpang Rp170.000,-, nilai Fare Box Ratio (FBR) mencapai 1,84 (>1), menunjukkan usaha ini menguntungkan. Biaya bahan bakar, ban, dan perawatan rutin merupakan komponen utama BOK. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi biaya tidak tetap, evaluasi tarif berkala, dan eksplorasi rute baru untuk mendukung efisiensi operasional dan penghentian usaha
RANCANG BANGUN APLIKASI MOBILE BERBASIS ANDROID UNTUK MANAJEMEN PERSEDIAAN BARANG DAN KASIR
Technological developments in a business context, information technology has changed work systems and had a significant impact. Information technology users have the ability to process data efficiently, thereby optimizing productivity in various industries. The role of information technology in producing fast and accurate information is very relevant in business environments that involve data processing. Regarding the system running at UD. Mandiri has been computerized but in terms of the hardware used now it is very inefficient in terms of electricity, device size and hardware price. The author proposes research on application development from desktop to Android because it follows technological developments which currently use simpler Android. This research uses the waterfall development method in building an Android-based application. The results of the research can create an application that can simplify the process of collecting data on goods and the sales transaction process at UD. Mandiri based on Android.Perkembangan teknologi dalam konteks bisnis, teknologi informasi telah mengubah sistem kerja dan memberikan dampak yang segnifikan. Pengguna teknologi informasi memiliki kemampuan untuk mengolah data dengan efisien, sehingga mengoptimalkan produktivitas dalam berbagai industri. Peran teknologi informasi dalam menghasilkan informasi yang cepat dan akurat sangat relevan dalam lingkup usaha yang melibatkan pengolahan data. Sehubungan sistem yang berjalan di UD. Mandiri sudah terkomputerisasi namun dari segi perangkat keras yang di gunakan sekarang sangat tidak evesien di kelistriakan, ukuran prangkat, dan harga prangkat keras. Penulis mengajukan penelitian pengembangan aplikasi dari dekstop ke android di karenakan mengikuti perkembangan teklonogi yang saat ini banyak mengguanakan android yang lebih simple. Penelitian ini mengguanakan metode pengembangan waterfall dalam membangun sebuah aplikasi berbasis Android. Hasil dari penelitian ini dapat membuat aplikasi yang dapat mempermudah proses pendataan barang dan proses transaksi penjualan di UD. Mandiri berbasisi android
Fenomena Sosial Terhadap Kalangan Remaja Penyalahgunaan Narkoba Di Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa
Penelitian ini membahas tentang Fenomena Sosial Terhadap Kalangan Remaja Penyalahgunaan Narkoba Di Kecamatan Empang yang bagaimana fenomena sosial ini menyebabkan remaja untuk menggunakan narkoba yang disebabkan oleh faktor pendorong,peran keluarga,regulasi dan implementasi hukum,upaya yang dilakukan pemerintah serta stigma masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini juga peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif. data yang digunakan oleh peneliti adalah hasil dari observasi dan wawancara kepada pihak Kapolsek Empang, BNNK Sumbawa,camat Empang,sekolah, dan masyarakat. Penyalahgunaan narkotika di wilayah kecamatan Empang sangatlah memperihatinkan apalagi banyaknya remaja yang pemakai narkotika.serta usaha yang telah di lakukan oleh pihak pemerintah baik kapolsek tetap mengadakan sosialisasi kesetiap sekolah dan di desa-desa.serta perangkat desa pun bekerja sama untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja
A INTERPERSONAL COMMUNICATION ANALYSIS OF BAHASA INDONESIA ONLINE COURSE BY THE UTS FOREIGN COOPERATION DIRECTORATE
Indonesian language learning for foreign speakers is becoming increasingly important, considering the function of language as a diverse interactive instrument. This research aims to outline the components of correspondence involved in Indonesian language learning for foreign speakers in the BIOC online course. This research used a descriptive-qualitative method with contextual analysis. The research was conducted by directly observing the online class activities and interviewing the experiences of the students who attended the course, who came from various countries as foreign speakers of Indonesian. Data was collected through homeroom teacher perceptions and interviews with BIOC students. The study used social constructivism theory as a benchmark for whether BIOC used effective methods in teaching BIOC students or not. The results showed that correspondence components communicate and affect the continuity of Indonesian language learning. Instructors who can use various demonstration techniques and understand the qualities of novice foreign speakers will generally establish a more comprehensive learning climate. Likewise, the message conveyed by the speaker also plays a vital role in how the understudy can interpret the learning materials. The only obstacles in the learning cycle were internet connection problems and the Zoom time limit, which only gave 30 minutes to use their live chat when delivering messages. The results of this study provide suggestions for improving lesson plans and techniques for teaching Indonesian to non-native speakers at BIOC, focusing on methodologies that are more logical and in line with the needs of students
Mutu Kimia dan Organoleptik Masker Wajah Ekstrak Daun Kelor (Moringa oliefera) dan Sirih Merah (Pipercrocatum)
This study aims to determine the influence of the ratio of moringa leaf mask material (Moringa Oliefera) and red betel leaf (pipercrocatum)to the chemical and organoleptic quality of the mask This study uses a Complete Random Design (RAL) 1 factor that is a comparison of moringa leaf extract and red betel leaf (A (1:1), B (1,3:1), C (2,3:1)). Testing conducted include pH test, moisture content and orgoleptics (color, texture,aroma). Based on the results of the study obtained that the ratio is best in testing pH A (1:1) and B (1,3:1) with pH values of 5.62 and 5.68. Similarly, the test of moisture content, where the ratio of the best A (1:1) with a value of 0.993%. In organoleptic testing the difference between moringa leaf extract and red betel leaf did not affect the panelist'sfavorability level to color, texture,and aroma, where the best ratio was on the comparisonof C (2.3:1) with the panelist's favorability level at the like level
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN DRAINASE DI DESA KARANG DIMA KECAMATAN LABUAN BADAS KABUPATEN SUMBAWA BESAR
Structurally, the drainage in Buin Pandan Hamlet is generally masonry in cement, but due to poor planning, the water flowing on the road and also the planned drainage channel is not in accordance with the water discharge so that water overflows from the drainage channel, which is in Dusun Buin. Pandan, aims to determine whether the current condition of the drainage system is appropriate. After the research has been done, it is known that the value of Cv = 0.485, the value of C_s = 0.026 and C_k = 3.973, it can be concluded that in planning this drainage system the type III log method is used and the rainfall intensity is 0.229 mm/hour in Buin Pandan Hamlet. Then a calculation is carried out with the aim of knowing whether Qr < Qs or Qr > Qs in the drainage in Buin Pandan Hamlet and it is known that the difference between Qr = 5.46 (m^3/s) and Qs = 0.60 (m^3/s) is in the drainage. With steps that can be taken to prevent flooding, namely by re-planning the drainage channel. From the results of the re-planning of the drainage channel, the value of the channel capacity Qs is 5.86 (m^3/s) and the size of the channel that can accommodate water discharge is 1 m wide and 1.60 m high. Channels planned for the same channel, namely open rectangular channels, only have different dimensions