Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Penerapan Diet Pada Klien Diabetes Melitus Dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Ruang Dahlian Rsud Umbu Rara Meha Waingapu Kabupaten Sumba Timur
Pendahuluan: Defisit nutrisi dapat diatasi dengan memberikan asuhan nutrisi dan diet yang sesuai dengan penderita diabetes mellitus (Yalisi et al., 2021). Peran perawat dalam upaya menangani masalah defisit nutrisi pada pasien Diabetes Mellitus yaitu melakukan intervensi dengan identifikasi kemungkinan penyebab berat badan menurun, menjelaskan jenis makanan yang bergizi namun tetap terjangkau dengan tujuan pengetahuan mengenai pilihan makanan yang sehat meningkat, monitor berat badan, monitor jumlah kalori yang dikonsumsi sehari-hari, pemantauan nutrisi, dan edukasi diet (Tim Pokja SIKI DPP PPNI, 2018). Tujuan: Mampu memberikan penerapan diet pada pasien Diabetes Melitus Dengan Masalah Keperawatan defisit nutrisi. Metode: Desain peneliti pendekatan studi kasus, pokok bahasan penelitan ini adalah Penerapan Edukasi diet dengan Masalah Keperawatan defisit nutrisi Pada Pasien Diabetes Melitus. Hasil : berdasarkan hasil analisa data pada klien diperoleh diagnosa keperawatan utama defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien dengan adanya keluhan mual muntah dan mengalami penurunan berat badan dan tidak ada nafsu makan Pada evaluasi klien teratasi dihari ke tiga. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan,penulis menyimpilkan bahwa intervensi penerapan diet pada klien diabetes melitus dengan masalah defisit nutrisi dapat mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan efektivitas pengobatan Saran : Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan sebagai salah satu masukan bagi rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan
Penerapan Terapi Akupresur Pada Pasien Hipertensi Dengan Gangguan Pola Tidur Di Wilayah Kerja Puskesmas Kambaniru
Pendahuluan: Hipertensi Merupakan Masalah Kesehatan Utama Di Dunia, Termasuk Indonesia, Dengan Prevalensi Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Mencapai 27,72%. Di Wilayah Kerja Puskesmas Kambaniru, Kasus Hipertensi Dengan Gangguan Pola Tidur Meningkat. Tujuan: Untuk Melakukan Asuhan Keperawatan Dengan Menggunakan Terapi Akupresur Pada Penderita Hipertensi. Metode: Studi Kasus Ini Menggunakan Desain Deskriptif Observasional Dengan Pendekatan Naratif. Pengkajian Menunjukkan Pasien Mengalami Kesulitan Tidur Akibat Ketegangan Di Tengkuk Dan Tekanan Darah 160/90 Mmhg. Diagnosa Keperawatan Yang Muncul Adalah Gangguan Pola Tidur Berhubungan Dengan Ketidakmampuan Keluarga Merawat Anggota Keluarga Yang Sakit.
Hasil: Penelitian Ini Menunjukkan Efektivitas Terapi Akupresur Dalam Mengatasi Gangguan Pola Tidur Dan Terjadi Penurunan Tekanan Darah Pre=160/100 Mmhg Dan Post= 140/80 Mmhg Pada Pasien Hipertensi, Dengan Dukungan Aktif Dari Keluarga. Kesimpulan: Intervensi Yang Diberikan Adalah Dukungan Tidur Dengan Fokus Pada Terapi Akupresur Selama Lima Hari, Melibatkan Pasien Dan Keluarga Dalam Sesi Pelatihan. Hasil Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Kualitas Tidur Pasien Dengan Tekanan Darah Menurun. Saran: Intervensi Ini Dapat Dipertimbangkan Sebagai Pengobatan Alternatif Dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Gangguan Pola Tidur
Pengaruh Intervensi Keperawatan Musik Klasik Terhadap Tingkat kecemasan pada lanjut usia dengan hipertensi Di Puskesmas Oesapa Kota Kupang
Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah sistolik sama atau lebih tinggidari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg. Seorang penderita hipertensi mengalami cemas di sebabkan oleh penyakit hipertensi yang dia alami relatif lama. Intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan pada lansia dengan hipertensi secara non farmakologi salah satunya terapi musik klasik. Musik klasik dapat memberikan efek yang positif, pengaruh dari music sebagai efek menghibur dan efek pendukung karena musik dapat mempengaruhi denyut jantung seseorang yang mendengarkannya hingga menimbulkan ketenangan.Tujuan: Mengetahui pengaruh intervensi keperawatan musik klasik untuk mengurangi kecemasan pasien lanjut usia dengan hipertensi di puskesma oesapa kota kupang hipertensi.Metode penelitian: Jenis dan rencana penelitian yang di gunakan adalakualitatif. Desain penelitian mengunakan Studi kasus observasi.Hasil : Hasil pengukuran tingkat kecemasan setelah dilakukan pemberian terapi musik klasik selama tiga hari berturut-turut ada penuruna tingkat kecemasan pada kedua responden, tingkat kecemasan Ny.S menjadi tingkat kecemasan ringan (nilai 13), pada Ny.M menjadi tingkat kecemasan ringan (nilai 14)Kesimpulan : Penerapan terapi musik klasik pada pasien hipertensi efektif dapat menurunkan kecemasa
UJI EFEKTIVITAS FILTRASI MIXED MEDIA BERDASARKAN WAKTU TINGGAL UNTUK MENURUNKAN ANGKA KESADAHAN TOTAL AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN NAMOSAIN KOTA KUPANG TAHUN 2024
Prinsip pengolahan untuk menurunkan Angka Kesadahan Total yaitu dengan
Filtrasi (arang aktif dan pasir silika) melalui beberapa jenis filtrasi (melalui media
Filtrasi Mixed Media). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui rata-rata
Angka Kesadahan Total air sumur gali sebelum dilakukan pengolahan dan setelah
di filtrasi menggunakan Filtrasi Mixed Media (arang aktif dan pasir silika) dengan
variasi waktu tinggal 30 menit, 60 menit dan 90.Jenis penelitian yang digunakan
adalah penelitian eksperimen atau percobaan (Experimental research) dengan
rancangan penelitian one gr oup pretest post test. Hasil penelitian diperoleh rataan
angka kesadahan total air sumur gali atau air baku yang diuji cobakan sebesar
130.52 Mg/L. Pengolahan Filtrasi Mixed Media waktu tinggal 30 menit diperoleh
rataan Angka Kesadahan Total sebesar 82.80 Mg/L, waktu tinggal 60 menit
sebesar 96.88 Mg/L, waktu tinggal 90 menit sebesar 82.80 Mg/L. Pengolahan
Filtrasi Mixed Media waktu tinggal 30 menit diperoleh efisiensi penurunan
sebesar 36.56%, pengolahan Filtrasi Mixed Media waktu tinggal 60 menit
diperoleh efisiensi penurunan sebesar 25.79%, pengolahan Filtrasi Mixed Media
waktu tinggal 90 menit diperoleh efisiensi penurunan sebesar 36.56%.
Berdasarkan uji coba pengolahan filtrasi mixed media (Pasir silika dan arang
aktif) dapat disimpulkan bahwa fisiensi penurunan angka kesadahan total yang
terbaik dengan pengolahan filtrasi mixed media waktu tinggal 30 menit dan 90
menit
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audio Visual Terhadap Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis Pada Keluarga Di Puskesmas Oepoi
Latar Belakang: WHO mencatat bahwa pada tahun 2022, terdapat
peningkatan kasus tuberkulosis di Indonesia sebesar 17% dibandingkan tahun
2020. Angka absolutnya mencapai 969.000 kasus, atau setara dengan 354
kasus per 100.000 penduduk(TBC, n.d.) Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh
pendidikan kesehatan melalui media audio visual terhadap perilaku penegahan
penularan tuberkulosis pada keluarga di puskesmas oepoi kota kupang.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif
dengan metode penelitian pre-experimental dengan rancangan one grup
pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 54. Hasil: Terdapat
pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audio visual, dimana
didapatkan asymp. Sig (2-tailed) bernilai 0,000 <0,05. Kesimpulan: Terdapat
pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audio visual terhadap perilaku
pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga di puskesmas Oepoi. Saran:
Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi dan
masukan kepada keluarga penderita tuberkulosis di puskesmas Oepoi kota
kupang tentang pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DAN KEBIASAAN JAJAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DI SDI BERTINGKAT KELAPA LIMA 1
Emaliany Putrian Bau Mali ” Hubungan kebiasaan sarapan pagi dan kebiasaan jajan dengan status gizi pada anak sekolah di SDI Bertingkat Kelapa Lima 1” Dibimbing oleh Christina R Nenotek,SKM.,M.Kes
Latar Belakang : Anak sekolah dasar adalah mereka yang berusia antara 6–12 tahun atau biasa disebut dengan periode intelektual, pengetahuan anak akan bertambah pesat seiring dengan bertambahnya usia, keterampilan yang dikuasai pun semakin beragam. Adapun pertumbuhan dan perkembangan anak sangat membutuhkan gizi yang cukup agar tidak terjadi penyimpangan pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pola makan dan nafsu makan anak-anak mengalami perubahan ketika memasuki usia sekolah pada usia 6 sampai 12 tahun.
Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan kebiasaan sarapan pagi dan kebiasaan jajan dengan status gizi pada anak sekolah di SDI Bertingkat Kelapa Lima 1.
Metode Penelitian : Penelitian ini Menggunakan penelitian Kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 120 orang. Yang dilaksanakan di SDI Bertingkat Kelapa Lima 1 , pada bulan Maret 2024 sampai Mey 2024 dengan menggunakan Uji chi Square.
Hasil :
Kesimpulan :Berdasarkan hasil uji chi-square tidak di dapatkan hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dan kebiasan jajan dengan status gizi di SDI Bertingkat Kelapa Lima 1, dengan p-value=0.629.
Kata Kunci : Kebiasaan sarapan pagi, kebiasaan jajan dan status gizi anak usia 5-12 tahun
GAMBARAN HIGIENE SANITASI PADA RUMAH MAKAN DI KELURAHAN OEBOBO KOTA KUPANG TAHUN 2024
xii + 44 : tabel, gambar, lampiran
Rumah makan adalah salah satu industri yang berkembang di masyarakat khususnya di daerah perkotaan. Keberadaan rumah makan sebagai tempat pengolahan makanan bertujuan untuk mempermudah terpenuhinya kebutuhan makanan bagi masyrakat atau konsumen yang ada di lingkungan rumah makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kondisi Higiene Sanitasi pada Rumah Makan di Kelurahan Oebobo Kota Kupang Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung dengan populasi 52 dan sampel 34. Hasil penelitian untuk Gambaran Higienen Sanitasi golongan A1 memenuhi syarat (72%) dan tidak memenuhi syarat (28%). Sedangkan golongan A2 memenuhi syarat (26%) dan tidak memenuhi syarat (74). Sanitasi area luar golongan A1 memenuhi syarat (87%) dan tidak memenuhi syarat (13%). Sedangkan golongan A2 memenuhi syarat (55%) dan tidak memenuhi syarat (45%). Sanitasi area pelayanan konsumen golongan A1 memenuhi syarat (44%) dan tidak memenuhi syarat (56%). Sedangkan untuk golongan memenuhi syarat (6%) dan tidak memenuhi syarat (94%). Kondisi sanitasi area dapur/peyiapan pangan golongan A1 memenuhi syarat (87%) tidak memenuhi syarat (13%). Sedangkan untuk golongan A2 memenuhi syarat(33%) dan tidak memenuhi syarat (67%). Inspeksi kondisi pemilahan dan peyiapan bahan pangan golongan A1 memenuhi syara (87%) dan tidak memenuhi syarat (22%). Sedangkan untuk golongan A2 memenuhi syarat (22%) dan tidak memenuhi syarat (78%). Persiapan dan pengolahan/pemasakan pangan golongan A1 memenuhi syarat (56%) dan tidak memenuhi syarat (44%). Sedangkan untuk golongan A2 memenuhi syarat (13%) dan tidak memenuhi syarat (87%) rumah makan tidak memenuhi syarat. Disarankan bagi pihak tempat rumah makan agar lebih disiplin dalam menjaga dan memelihara kondisi higiene sanitasi pada rumah makan khususnya tempat sampah, tempat cuci tangan dan kebersihan higiene penjamah. Bagi Dinas Kesehatan agar melakukan penyuluhan dan pengawasan pada rumah makan agar rumah makan tetap disiplin dalam menjaga dan memelihara kondisi higiene sanitasi pada rumah makan yang di periksa
Kualitas Udara Dalam rumah Penderita Infeksi Saluran Pernapasa Atas Pada Balita Di Kelurahan Naimata Kota Kupang
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan, baik saluran pernapasan bagian atas maupun saluran pernapasan bagian bawah. ISPA sangat erat kaitannya dengan kualitas udara. ISPA ditularkan melalui udara. Faktor yang mempengaruhi kualitas udara antara lain asap rokok dan penggunaan obat nyamuk bakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas udara di rumah penderita ISPA pada balita di Kelurahan Naimata Kota Kupang.
Jenis penelitian deskriptif. Variabel penelitian adalah suhu, kelembaban, ventilasi, pencahayaan, kebiasaan merokok anggota keluarga dan penggunaan obat nyamuk bakar. Populasi sebanyak 75 kasus ISPA dengan sampel sebanyak 17 orang. Dengan menggunakan teknik accidental sampling hasil pengukuran diolah dan disajikan dalam bentuk tabel.
Hasil penelitian di rumah balita yang menderita ISPA, suhu udara di ruang tamu yang memenuhi syarat sebanyak 18%, ruang keluarga 29%, dapur 35%. Kelembaban di ruang tamu yang memenuhi syarat sebanyak 88%, ruang keluarga 94%, dapur 94%. Ventilasi pada ruang tamu yang memenuhi syarat sebanyak 88%, ruang keluarga 94%, dapur 94%. Pencahayaan di ruang tamu yang memenuhi syarat adalah 35%, ruang keluarga 12%, dapur 35%. Anggota keluarga yang merokok sebanyak 71%. Dan 18% rumah balita yang menggunakan obat anti nyamuk.
Saran untuk masyarakat adalah untuk selalu membuka ventilasi pada pagi hari, agar pertukaran udara berjalan dengan lancar. Menanam pohon di sekitar rumah, agar suhu dan kelembaban di siang hari tidak panas dan kering. Petugas kesehatan dapat melakukan pemeriksaan rumah sehat secara berkala. Sehingga rumah yang tidak sehat dapat tertangani
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. D. L G1P0A0 Usia Kehamilan 36-37 Minggu Di Puskesmas Pembantu Naikolan Periode 07 Februari S/D 22 Maret 2024
Latar Belakang: ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyelengaraan upaya kesehatan, karena ibu dan anak merupakan kelompok rentan terhadap keadaan keluarga dan sekitarnya secara umum. Sehingga penilaian terhadap status kesehatan dan kinerja kesehatan ibu dan anak penting untuk dilakukan. Dengan demikian asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai dengan perawatan masa nifas, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di indonesia serta tercapai kesehatan ibu dan anak yang optimal.
Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai dengan perawatan nifas, BBL, dan KB.
Metode: Studi kasus mengunakan metode 7 Langkah Varney dan SOAP, teknik pengumpulan data mengunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi.
Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. D.L penulis mendapat hasil dimana kehamilan ibu melakukan kunjungan tidak sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit, dan konseling KB ibu memilih metode Implant.
Kesimpulan: Setelah melakukan asuhan secara berkelanjutan mulai dari kehamilan persalinan, bayi baru lahir, dan nifas, ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan normal. Ibu dan suami sepakat memilih metode KB Implant dan ibu sudah menjadi akseptor KB Implant
Kepatuhan Minum Obat Antituberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang
Kepatuhan menggambarkan tingkat seseorang dalam melaksanakan perawatan, pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh perawat, dokter atau tenaga kesehatan lainnya atau mengambarkan sejauh mana pasien berperilaku untuk melaksanakan aturan dalam pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung persentase kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Tarus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan prospektif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tarus selama 2 bulan yaitu bulan Januari sampai Februari tahun 2024. Jumlah responden yang diambil pada saat penelitian berjumlah 30 pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepatuhan minum obat antituberkulosis di Puskesmas Tarus termasuk kategori tinggi sebanyak 15 responden (50%), kepatuhan sedang sebanyak 12 (40%), dan kepatuhan rendah sebanyak 3 (10%). Kepatuhan Minum Obat Antituberkulosis Pada Pasien Tuberkukulosis di Puskesmas Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang menggunakan kuesioner MMAS-8 dikategorikan kepatuhan tinggi sebanyak 15 responden (50%)