Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Studi Sanitasi Dan Kandungan Bakteri Escherichia Coli Pada Reservoir Perumda Air Minum Kota Kupang Tahun 2024
Salah satu sistem penyediaan air bersih di Kota Kupang adalah Perusahaan Umum Daerah Air Minum yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Air yang di distribusikan hingga ke pelanggan masih berstandar air bersih, siap untuk di masak sebagai air minum. Permasalahan teknis pengolahan dan distribusi air dalam pipa masih sangat banyak sehingga menyebabkan kualitas air menurun, sehingga perlu dilakukan pengawasan sebagai upaya preventif terjadinya penyakit di masyrakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi, kualitas fisik air dan kandungan bakteri Eschercihia coli pada reservoir Perumda Air Minum Kota Kupang.Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan Variabel penelitian kondisi sanitasi, kualitas fisik air dan kandungan bakteri Eschericia Coli pada reservoir. Sampel penelitian ini sebanyak 23reservoir dengan obyek sampel variabel kandungan Eschericia Colisebanyak 6 reservoirdengan tingkat risiko rendah. Pengumpulan data dengan cara melakukan observasi dan penilaian terhadap reservoir dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sanitasi dengan tingkat risiko tinggi13%, sedang60,9%; dan rendah 26,1 %. Kualitas fisik air (bau, warna, rasa)100% memenuhi syarat, kandungan bakteri Escherichia coli 16,7% memenuhi syaratdan 83,3% tidak memenuhi syarat. Berdasarkan hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi sanitasi dengan tingkat risiko pencemaran tinggi 13%, sedang60,9%; dan rendah 26,1 %. Kualitas fisik air (bau, warna, rasa) 100% memenuhi syarat, kandungan bakteri Escherichia coli 16,7% memenuhi syaratdan 83,3% tidak memenuhi syarat. Disarankan bagi pihak Perumda Air Minum Kota Kupang agar lebih memperhatikan lagi kebersihan sekitar reservoir, serta perlu dilakukan upaya perbaikan dan pemeliharaan terhadap kondisi reservoir seperti dinding reservoir, menyediakan penutup manhole agar air tidak tercemar oleh lingkungan sekitar serta melakukan tindakan kaporisasi
Perbandingan Pengetahuan Anak Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Setelah Dilakukan Penyuluhan Menggunakan Media Video Dan Game Ular Tangga
Latar Belakang Masalah gigi dan mulut pada anak dapat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dapat meningkatkan kesadaran seseorang untuk menggunakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat mengurangi terjadinya keparahan penyakit gigi dan mulut. Penyuluhan menggunakan media audio visual atau video termasuk dalam multimedia yang mengandung unsur suara dan gambar pada waktu bersamaan sedangkan Permainan ular tangga berupa gambar dan tulisan. Metode: penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif menggunakan pre test dan pos test. Sampel yang diguankan adalah total sampling sebanyak 68 orang. Alat ukur dalam penelitian ini kuesioner yang berisi 30 pertanyaan tentang kesehatan gigi dan mulut. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa pengetahuan diperoleh sebelum pemberian media ular tangga 9 orang (26,47%) dengan kriteria baik. Pengetahuan sesudah pemberian media ular tangga meningkat sebanyak 29 orang (85,29%) dengan kriteria baik. Pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian video tangga memiliki selisih 20 orang (58,82). pengetahuan diperoleh sebelum pemberian video 2 orang (5,88%) dengan kriteria baik. Pengetahuan sesudah pemberian media video meningkat sebanyak 27 orang (79,41%) dengan kriteria baik. Pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian media video memiliki selisih 25 orang (73,52%). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa menggunakan media video lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut anak dibandingkan menggunakan media ular tangga
Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Kakao (Theobroma cacao L.)
Tabir surya adalah senyawa yang dapat menyerap atau memantulkan sinar matahari sehingga dapat mencegah gangguan pada kulit akibat paparan langsung sinar UV. Daun kakao (Theobroma cacao L.) memiliki potensi sebagai tabir surya alami karena mengandung senyawa polifenol. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas tabir surya ekstrak etanol daun kakao. Daun kakao diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%. Ekstrak etanol daun kakao dibuat dalam deret konsentrasi 400, 500, 600, 700, 800, dan 900 ppm untuk diukur absorbansinya menggunakan Spektrofotometri UV-Vis, kemudian dihitung nilai SPF dan dibandingkan dengan sunscreen ‘X’ yang beredar di pasaran. Hasil penelitian diperoleh ekstrak etanol daun kakao memiliki aktivitas tabir surya, yakni konsentrasi 400 ppm memiliki SPF 12,71 ± 0,60; konsentrasi 500 ppm memiliki SPF 15,68 ± 0,57; konsentrasi 600 ppm memiliki SPF 19,02 ± 1,15; konsentrasi 700 ppm memiliki SPF 22,27 ± 0,89; konsentrasi 800 ppm memiliki SPF 26,60 ± 0,45; serta konsentrasi 900 ppm memiliki SPF 29,26 ± 1,00. Simpulan penelitian ini, semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diuji, maka semakin tinggi pula nilai SPF yang dihasilkan sehingga berpengaruh pada kategori proteksi terhadap paparan radiasi sinar UV
Profil Penggunaan Obat Antituberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oebobo Kota Kupang Periode Juli – Desember 2023
Latar belakang : Tuberkulosis adalah penyakit infeksi multi sistemik yang paling umum, dengan berbagai macam gambaran klinis, tempat yang paling umum untuk perkembangan penyakit tuberculosis yaitu di paru-paru. Pengobatan kepada pasien yang positif tuberkulosis dapat diberikan terapi kombinasi yang biasanya terdiri atas 3(tiga) atau 4(empat) obat anti tuberkulosis. Tujuan penelitian : untuk mengetahui presentase penggunaan obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Oebobo Kota Kupang yang meliputi karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan dan karakteristik obat meliputi jenis obat, dosis, dan lama pengobatan. Metode penelitian : penelitian deskriptif kualitatif yaitu dengan melihat kembali dan menggumpulkan data obat yang digunakan oleh pasien tuberkulosis dengan menggunakan kartu pengobatan pasien. Hasil Penelitian : Penggunaan obat TB di Puskesmas Oebobo periode Juli – Desember 2023 di bagi dalam 2(dua) karakteristik yaitu karakteristik pasien, berdasarkan usia dengan rentang usia 19 – 59 tahun atau usia produktif dengan presentase 58,5%, berdasarkan jenis kelamin banyak terkana TB pada laki – laki dengan presentase 58,5%, dan karakteristik obat yaitu berdasarkan jenis obat yang digunakan yaitu jenis obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap (KDT) dengan presentase 100%, berdasarkan dosis, berat badan dan lama pengobatan sudah sejalan dengan pedoman penanggulangan tuberkulosis, yaitu kategori I dengan berat badan yang paling kecil 30 – 37 kg mendapat 2 tablet obat TB, berat badan yang paling besar ≥71 kg mendapatkan 5 tablet, Lama pengobatan pasien TB berat badan 30 – 37 kg tahap intensif 1 pasien dan tahap lanjutan 8 pasien. Simpulan : Karakteristik pasien TB berdasarkan usia dialami oleh pasien usia produktif 19 – 59 tahun 58,5%, jenis kelamin laki – laki 58,5%, dan karakteristik obat berdasarkan jenis obat TB KDT 100%, dan berdasarkan dosis, berat badan sudah sejalan dengan pedoman, lama pengobatan pasien tuberkulosis tahap intensif 2 bulan dan tahap lanjutan 4 bulan
EFEK HEPAPROTEKTIF FRAKSI AIR DAUN FALOAK (Sterculia Quadrifida R.Br.) DENGAN PARAMETER KADAR ALBUMIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus.) YANG DIINDUKSI PARACETAMOL
Tanaman faloak (Sterculia quadrifida R.Br) merupakan tanaman herbal yang digunakan oleh masyarakat lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengobati gangguan fungsi hati. Metabolit sekunder yang tekandung dalam tanaman faloak seperti alkaloid, flavonoid, saponin, steroid/triterpenoid, dan tanin yang dapat meningkatkan kadar albumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis efektif fraksi air daun faloak terhadap hepatoprotektor dengan parameter kadar albumin menggunakan hewan uji tikus putih jantan (Rattus norvegicus.) yang diinduksi paracetamol dosis toksik selama 7 hari yang dimulai pada hari ke-8. Terdapat 6 kelompok perlakuan yaitu kontrol normal, kontrol positif (curcuma), kontrol negatif (Na CMC 1%), dan perlakuan fraksi air dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Hari ke-15 dilakukan pengambilan sampel darah secara retro orbital untuk mengukur kadar albumin dengan menggunakan kimia analyzer Metode analisis data yang digunakan adalah One Way Anova dilanjutkan post hooc LSD. Hasil skrining fraksi air daun faloak mengandung senyawa alkaloid, flavanoid, tanin dan saponin. Hasil analisis data menggunakasn SPSS menunjukan bahwa setiap kelompok perlakuan tidak memiliki perbedaan secara signifikan karena nilai sig yang diperoleh sebesar 0,957 (p>0.05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan fraksi air daun faloak tidak mempengaruhi kadar albumin pada tikus putih jantan yang diinduksi paracetamol dosis toksik
Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat di Puskesmas Sikumana Kota Kupang
Latar Belakang Kepuasan pasien berpengaruh pada mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Waktu tunggu pelayanan resep obat merupakan salah satu indikator mutu yang menilai kualitas pelayanan kefarmasian yang di berikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui analisis waktu tunggu pelayanan resep obat pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Metode penelitian yang di gunakan yaitu metode observasi cross-sectional secara deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan adalah 4,49 menit dan rata - rata waktu tunggu pelayanan resep obat racikan adalah 14,08 menit. Kesimpulannya adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di Puskesmas Sikumana Kota Kupang telah memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan
Profil peresepan psikotropika dan obat-obat tertentu pada pasien gangguan jiwa di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Naimata Periode Januari – Juni Tahun 2023
Latar Belakang : Psikotropika merupakan zat alamiah, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. OOT merupakan obat yang berkerja di sistem saraf pusat yang pada penggunaan diatas dosis dapat menyebabkan ketergantungan. Tujuan : Mengetahui profil peresepan Psikotropika dan Obat–Obat Tertentu di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Naimata periode Januari–Juni 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif retrospektif dilakukan dengan pengamatan data resep pasien rawat jalan dan rawat inap di RSJ Naimata Kupang periode Januari–Juni 2023. Hasil penelitian : Pengguna Psikotropika dan OOT lebih banyak digunakan oleh pasien laki–laki dari pada perempuan 56% dengan usia 20–30 tahun mencapai 42%. psikotropika yang sering digunakan adalah diazepam 5mg/10mg mencapai 37% pada resep rawat inap dan 43% pada resep rawat jalan. OOT yang sering digunakan adalah Trihexyphenidyl 2mg/4mg, mencapai 36% pada resep rawat inap dan 37% pada resep rawat jalan, dengan pemberian secara tablet oral 100%. Simpulan : Psikotropika dan OOT banyak digunakan oleh pasien laki–laki 56%, usia 20–30 tahun mencapai 42%, obat psikotropika dan OOT yang sering digunakan pada pasien rawat jalan yaitu Diazepam 5mg/10mg 43% dan Trihexyphenidyl 2mg/4mg 37%, dengan bentuk sediaan tablet oral 100%
Uji Efektivitas Antidiabetes Infusa daun sirsak (Annona Muricata) pada mencit putih jantan (Mus Musculus L) yang diinduksi glukosa
Daun sirsak merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan di Nusa Tenggara Timur dan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Salah satu khasiatnya yaitu sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah yang digunakan oleh masyarakat. Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan berbagai etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimal infusa daun sirsak sebagai efek antidiabetes terhadap mencit. Metode yang dilakukan pada jenis penelitian eksperimen, yang menggunakan hewan uji mencit putih jantan sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Sebelum dilakukan perlakuan diukur kadar gula darah awal mencit dan diinduksi dengan glukosa sebanyak 1 ml. Pengukuran kadar gula darah dilakukan setlah 30 menit diinduksi dan mencit yang mengalami kenaikan kadar gula darah diberikan infusa daun sirsak konsentrasi 5%b/v, 10% b/v, dan 20% b/v, diukur penurunan kadar gula darah selama 2 jam tiap 30 menit. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji Paired T Test yaitu kelompok metformin 0,000, NA CMC 0,054, IDS 5% 0,056, IDS 10% 0,015, dan IDS 20% 0,014. Dan uji One Way Anova yaitu 0,341. Simpulan penelitian ini menunjukan infusa daun sirsak memiliki aktivitas antidiabetes pada setiap konsentrasi dan persentasi penurunan kadar gula darah paling besar yaitu konsentrasi 20% b/v
Formulasi dan Karakterisasi Sediaan Masker Peel Off Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.)
Latar Belakang : Paparan sinar matahari menjadi salah satu faktor yang menimbulkan kerusakan pada kulit, yang ditandai dengan munculnya photoaging. Kulit yang kendur menjadi salah satu tanda photoaging dimana kulit kehilangan kelembapannya. Hal ini bisa diatasi dengan penggunaan produk kosmetika seperti masker peel off. Masker peel off merupakan sediaan masker berupa gel yang penggunaannya praktis karena tidak membutuhkan air untuk membilasnya. Ekstrak daun pepaya dapat dikembangkan sebagai bahan aktif dalam formulasi sediaan peel-off mask untuk perawatan masalah kulit wajah. Metabolit sekunder berupa papain yang dikandungnya, diklaim mampu untuk melembabkan kulit. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui formulasi dan karakteristik sediaan masker peel off ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.). Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Sediaan diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) , yaitu F1 (5%); F2 (10%), dan F3 (20%); lalu dilakukan evaluasi yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji lama waktu kering,dan uji viskositas. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rendemen ekstrak etanol daun pepaya sebesar 14,97% dari bobot simplisia. Ekstrak etanol tersebut mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan positif bebas etanol. Formulasi ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) yang terdiri dari 3 variasi konsentrasi ekstrak menunjukan bahwa sediaan memenuhi persyaratan pengujian berupa uji organoleptis, uji homogenitas menujukan sediaan homogen dan tidak terdapatnya partikel kasar, uji ph berada di rentang 5.7 – 5.8, uji lama waktu kering menunjukan sediaan kering pada menit ke 15-16,uji daya sebar menunjukan penurunan daya sebaran dari F1 –F3 namun masih memenuhi syarat uji daya sebar, dan uji viskositas berada pada rentang nilai rata-rata 5285.5 cps – 6292.0 cps. Simpulan : Formulasi sediaan masker peel off ekstrak etanol daun pepaya memenuhi syarat karakteristik sediaan masker yang baik
Uji aktivitas antibakteri infusa mesocarp buah lontar (borassus flabellifer L.) asal semau kabupaten kupang terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus
Penyakit infeksi merupakan masalah utama di seluruh dunia. Meskipun banyak kemajuan telah dicapai dalam pengobatan dan pencegahan di era modern ini, penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan. Penyebab infeksi ini yaitu oleh mikroorganisme seperti bakteri yang bersifat patogen yang biasa dikenal dengan kuman penyakit. Antibiotik sering digunakan untuk mengobati penyakit infeksi karena mempunyai kemampuan untuk menghentikan atau menghancurkan pertumbuhan penyebab infeksi sedangkan dari alam salah satunya adalah tumbuhan lontar. Tujuan Penelitian untuk mengetahui antivitas antibakteri infusa mesocarp buah lontar (Borassus flabellifer linn) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan yaitu difusi sumuran dengan melubangi (hole) media menggunakan alat cork borer. Ekstrak dibuat dengan cara infudasi konsentrasi 50%, 75%, 100% dan aquadest sebagai control. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa aktivitas antibakteri mesocarp buah lontar konsentrasi 50 % rata-rata zona hambat yang terbetuk 18,34 mm, konsentrasi 75% 20,71 mm, konsentrasi 100% 20,22 mm dan kontrol negatif menggunakan aquadest tidak memiliki zona hambat. Simpulan yang diambil infusa mesocarp buah lontar diameter zona hambat yang terbentuk konsentrasi 50%, 75 %, 100 % berturut-turut sebesar 18,34mm kategori kuat, 20,71 mm, 20,22 mm dengan kategori sangat kuat