Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Gambaran Bakteri Escherichia coli Pada Jajanan Makanan di SD Inpres Kayu Putih Oesao

    No full text
    Bakteri merupakan suatu mikroorganisme yang membutuhkan media dan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Bakteri yang paling umum dan bisa terdapat di tempat terbuka adalah Escherichia coli sehingga dapat mengkontaminasi jajanan yang di jual di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pertumbuhan bakteri Escherichia coli melalui koloni yang tumbuh di media EMBA. Metode yang digunakan adalah perhitungan Angka Lempeng Total (ALT). Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan studi cross-sectional dengan teknik total sampling. Hasil pengamatan secara makroskopis negatif pertumbuhan bakteri Escherichia coli karena tidak terdapat koloni berwarna hijau metalik yang menandakan keberadaan bakteri tersebut pada media selektif Eosin Methylene Blue Agar (EMBA), tetapi terjadi pertumbuhan koloni bakteri Klebsiella dengan koloni besar berwarna merah muda yang selanjutnya dilakukan pengamatan mikroskopis dengan pewarnaan gram. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terjadi kontaminasi bakteri Escherichia coli pada jajanan makanan yang dijual di SD Inpes Kayu Putih Oesao. Namun, didapatkan pertumbuhan bakteri Klebsiella pada sampel 3 yang ditandai dengan ciri-ciri koloni dan dibuktikan pada pewarnaan gram

    GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PEDAGANG MAKANAN BAKAR DI KELURAHAN NAIKOTEN 2

    No full text
    Polusi udara dapat menyebabkan dampak buruk yang signifikan terhadap kesehatan di tempat kerja, seperti pada pedagang makanan bakar. Proses pembakaran arang dapat menghasilkan asap yang mengandung karbon monoksida (CO) yang dapat berbahaya bagi tubuh jika terhirup terus menerus dan dapat menurunnya kemampuan darah untuk membawa oksigen sehingga tubuh maka akan menjadi mudah merasa lesu atau anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Pedagang Makanan Bakar di Kelurahan Naikoten 2. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode POCT. Total responden adalah 27 orang yang diambil dengan teknik Total Sampling. Hasil penelitian didapatkan 9 dari 27 responden memiliki kadar hemoglobin normal, dan sebanyak 18 dari 27 responden memiliki kadar hemoglobin rendah. Didapatkan hasil yang memiliki kadar hemoglobin rendah dengan karakteristik usia 10-18 tahun (100%) , masa kerja >3 tahun (81,82%), volume kerja 9-12 jam (100%), kebiasaan merokok (69,2%) dan kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi 1-2 kali dalam seminggu (82,35%). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan rata-rata kadar hemoglobin rendah yang dipengaruhi oleh usia, masa kerja, volume kerja,kebiasaan merokok, konsumsi makanan yang mengandung zat besi, adanya faktor aktivitas fisik dan menstruasi pada perempuan. Disarankan untuk memakai alat pelindung diri (APD), mengurangi penggunaan rokok dan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi (Fe) untuk menjaga kesehatan tubuh dan membantu proses pembentukan hemoglobin

    GAMBARAN SEDIMEN URIN PADA MASYARAKAT YANG MENGKONSUMSI AIR ISI ULANG DENGAN METODE MIKROSKOPIS DI RT 033 RW 009 KELURAHAN LILIBA

    Full text link
    Air minum isi ulang adalah salah satu jenis air minum yang dapat langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu, karena telah mengalami proses pemurnian baik secara penyinaran ultraviolet dan ozonisasi. Pada era sekarang ini kesadaran masyarakat untuk mendapatkan air yang memenuhi syarat kesehatan semakin meningkat. Seiring dengan hal tersebut maka semakin menjamur pula Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) yang menyediakan air siap minum. Proses pengolahan air pada depot air minum pada prinsipnya adalah filtrasi (penyaringan) dan desinfeksi. Hal ini terlihat dari tingginya angka kejadian penyakit yang diakibatkan dengan indikasi air minum yang tidak bersih. Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Sedimen urine merupakan partikel didalam urin yang berasal dari darah, ginjal dan saluran kemih. Unsur sedimen urin terbagi menjadi 2 kelompok yaitu sedimen organik dan anorganik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sedimen urine pada masyarakat yang mengkonsumsi air isi ulang dengan metode mikroskopis di RT 033 RW 009 Kelurahan Liliba. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang dilakukan pada bulan Maret hingga April 2024. Jumlah keseluruhan sampel 60 orang, pengambilan sampel secara total quota sampling. Hasil penelitian gambaran sedimen urine pada masyarakat yang mengkonsumsi air isi ulang berdasarkan usia diperoleh hasil sedimen urine yaitu sel epitel yang abnormal sebanyak 18 orang ditemukan pada usia 15-30 tahun, kalsium oksalat yang abnormal sebanyak 6 orang ditemukan pada usia 15-30 tahun. Gambaran sedimen urine pada masyarakat yang mengkonsumsi air isi ulang berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil sedimen urine yaitu sel epitel, kalsium okslat, amorf urat dan bakteri yang abnormal lebih banyak ditemukan pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Gambaran sedimen urine pada masyarakat yang mengkonsumsi air isi ulang berdasarkan jumlah air yang dikonsumsi per hari diperoleh hasil sedimen urine yaitu sel epitel, kalsium oksalat, amorf urat dan bakteri yang abnormal banyak ditemukan pada masyarakat yang mengkonsumsi air dengan jumlah lebih dari 8 gelas per hari

    Pengetahuan Ibu Tentang Erupsi Gigi Susu Incicivus Pada Anak Baduta Di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang

    No full text
    Latar Belakang: erupsi gigi merupakan proses munculnya gigi melalui jaringan lunak pada rahang mukosa untuk memasuki rongga mulut. Gigi sangat penting karena berfungsi untuk berbicara, mengunyah makanan, dan membuat penampilan lebih menarik. Gigi sulung pertama yang tumbuh dan berfungsi untuk menjaga ruang dan tempat untuk gigi permanen yang akan tumbuh selanjutnya. Gigi susu incicivus mulai tumbuh pada anak usia 4 - 6 bulan. Diharapkan orang tua untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan gigi anaknya dengan baik. Tujuan penelitian ini : untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang erupsi gigi susu incicivus pada anak baduta di Posyandu Oelnasi Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Metode Penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah ibu dan anak yang berkunjung ke posyandu dan memiliki anak usia 0-24 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang, serta cara pengambilan data adalah dengan menggunakan teknik random sampling.Variabel penelitian adalah variabel bebas:Pengetahuan ibu dan variabel: terikat erupsi gigi susu incicivus. Alat Ukur penelitian menggunakan kuisioner dan lembar pemeriksaan gigi susu incicivus. Hasil Penelitian : diketahui tingkat pengetahuan ibu tentang periode pertumbuhan gigi menunjukan bahwa hanya 5 ibu (10%) memiliki pengetahuan baik, dan sebagian besar responden termasuk kriteria sedang 25 (50%), dan yang memiliki pengetahuan kurang sejumlah 20 ibu (40%). Kesimpulan: pengetahuan ibu tentang erupsi gigi susu incicivus pada anak baduta termasuk kategori sedang dan waktu erupsi gigi susu pertama pada gigi bawah kanan dan kiri pada usia 6-8 bulan, gigi susu incicivus kedua atas kiri dan kanan di usia 8-10 bulan dan gigi susu incicivus tumbuh terakhir usia 10-12 bulan

    Survey Perilaku Masyarakat Tentang Pentingnya Kontrol Rutin Kesehatan Gigi Di Masyarakat Rt 20/Rw 08 Kelurahan Maulafa Kota Kupang

    No full text
    Latar Belakang : Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 memaparkan bahwa sebanyak 94,9 % masyarakat perkotaan tidak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir. Dari 57 % masyarakat yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya 10,2% yang berkunjung ke dokter gigi. Masyarakat beranggapan, akan lebih baik datang ke dokter gigi ketika rasa sakit gigi sudah tidak tertahankan karena biaya perawatan akan lebih murah dibanding harus rutin kontrol gigi setiap enam bulan sekali. Masyarakat masih cukup jarang yang melakukan kontorl rutin ke dokter gigi bila belum merasa terasa terganggu. Kontrol atau Pemeriksaan gigi secara rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan utama melakukan pemeriksaan gigi secara rutin yaitu untuk melakukan pembersihan karang gigi dan dapat mendeteksi secara dini kerusakan kerusakan yang mungkin terjadi pada gigi (Santik, 2015). Tujuan : Untuk mengetahui Perilaku Masyarakat Tentang Pentingnya Kontrol Rutin Pemeriksaan Kesehatan Gigi RT 20 /RW 08 Kelurahan Maulafa, Kota Kupang Hasil: pengetahuan masyarakat yang melakukan kontrol rutin kesehatan gigi di RT 20/RW 08 Kelurahan Maulafa Kota Kupang adalah yang termasuk dalam kriteria baik dengan persentase 100%, kriteria sedang dengan presentase 0%, dan kriteria buruk dengan presentase 0%. sikap masyarakat yang melakukan kontrol rutin kesehatan gigi di RT 20/RW 08 Kelurahan Maulafa Kota Kupang adalah mempunyai sikap baik sebanyak 90%, sikap sedang sebanyak 10%, sikap buruk 0%. tindakan masyarakat yang melakukan kontrol rutin kesehatan gigi di RT 20/RW 08 Kelurahan Maulafa Kota Kupang adalah mempunyai tindakan baik 5%, tindakan sedang s 40%,tindakan buruk 55%Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap masyarakat tentang kontrol rutin kesehatan gigi dan mulut di masyarakat RT 20/RW 08 Kelurahan Maulafa Kota Kupang adalah termasuk kriteria baik sedangkan tindakan masyarakat tentang kontrol rutin kesehatan gigi dan mulut di masyarakat RT 20/RW 08 termasuk dalam kriteria buruk

    GAMBARAN KEJADIAN ENTEROBIASIS PADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN DI KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG

    Full text link
    Cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang hingga saat ini masih sering terjadi di Indonesia. Enterobiasis adalah salah satu penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh cacing Enterobius vermicularis yang juga dikenal sebagai cacing kremi. Enterobiasis ditemukan lebih banyak pada hunian yang padat seperti pondok pesantren, asrama dan panti asuhan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran personal hygiene, keluhan yang dirasakan, pengetahuan pengasuh dan kejadian Enterobiasis terhadap anak-anak panti asuhan di Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan April 2024. Penelitian dilakukan di Panti asuhan rosa mistika, Pantai asuhan putri aisyiyah dan Pantai asuhan putra aisyiyah. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode pita plastik perekat pada 60 responden. Personal hygiene, keluhan yang dirasakan dan pengetahuan pengasuh dinilai dengan menggunakan kuisioner sedangkan kejadian enterobiasis dinilai dengan pemeriksaan parasitologi di laboratorium. Data yang dikumpulkan, ditabulasi, dan dianalisa hasilnya disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kasus Enterobius vermicularis sebesar 0% atau tidak ditemukan kejadian enterobiasis pada anak - anak di panti asuhan Kecamatan Oebobo Kota Kupang dan anak-anak memiliki personal hygiene yang bagus serta gambaran pengetahuan pengasuh panti asuhan yang baik

    INSIDENSI ENTEROBIASIS DAN GAMBARAN SANITASI SERTA HYGIENE PERSONAL ANAK- ANAK PANTI ASUHAN DI KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG

    Full text link
    Kecacingan merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh nematoda usus. Enterobiasis atau penyakit cacing kremi yaitu penyakit yang disebabkan oleh Oxyuris vermicularis (Enterobius vermicularis) cacing usus golongan non-STH (non-Soil Transmitted Helmyinth) yang dapat berpindah dari satu individu ke individu yang lain tanpa perlu transmisi melalui tanah (Ferlianti, 2019). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi infeksi Enterobius vermicularis, personal hygiene dan sanitasi lingkungan pada panti asuhan yang berada di kecamatan alak kota kupang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pemeriksaan Enterobius vermicularis menggunakan metode pita plastik perekat. Data dikumpulkan dengan memeriksa 56 sampel responden serta 56 rangkap kuisioner untuk menilai hygiene personal dan menilai sanitasi lingkungan panti asuhan. Hasil penelitian menunjukan prevalensi kejadian Enterobius vermicularis pada anak panti asuhan di kecamatan Alak kota Kupang sebesar 0,18%, personal hygiene cukup bagus (60,71%) serta sanitasi lingkungan pada panti asuhan semuanya baik

    HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT DENGAN LAMA PENGOBATAN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG

    Full text link
    Latar belakang : Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Saluran pernafasan adalah jalur masuknya kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis adalah penyakit kronik menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang ditandai dengan jaringan granulasi nekrotik (perkijauan) sebagai respons terhadap kuman tersebut. Tujuan penelitian : Untuk Mengetahui hubungan kadar hemoglobin, hematokrit dan lama pengobatan pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Metode penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengumpulan data berupa pemeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit pada penderita tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan tuberkulosis paru, dengan sampel penelitian sebanyak 20 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian : Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa jumlah penderita tuberkulosis paru lebih banyak terjadi pada laki-laki yaitu sebanyak 13 orang (65%), berdasarkan usia lebih banyak terjadi pada usia produktif (15-50 tahun) yaitu sebanyak 15 orang (75%) dan berdasarkan lama pengobatan lebih banyak terjadi pada fase intensif (0-2 bulan) yaitu sebanyak 11 orang (55%). Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin dan kadar hematokrit menunjukkan sebagian besar pasien memiliki kadar hemoglobin normal sebanyak 11 0rang (55%). Simpulan : Dari hasil penelitian, tidak adanya hubungan yang signifikan atau bermakna antara lama pengobatan dengan kadar hemoglobin maupun kadar hematokrit

    GAMBARAN KADAR C-REAKTIF PROTEIN(CRP) PADA ANAK DI DESA TUBLOPO KECAMATAN AMANUBAN BARAT KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

    Full text link
    Anak-anak adalah kelompok yang paling banyak menderita parasitosis, terutam aanak sekolah dasar. Mereka sering bermain dan bersentuhan dengan tanah, tempat dimana cacing ini tumbuh dan berkembang. Perkembangan kecacingan pada anak sekolah dasar dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif pada fase pertumbuhan yang sangat cepat dan aktif. Pemeriksaan yang dapat membantu mendiagnosa dan mendeteksi adanya kelainan yang ada dalam tubuh, salah satu parameter pemeriksaan petanda inflamasi adalah C-Reactive Protein (CRP). Jenis Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang digunakan untuk memperoleh Gambaran Kadar CRP pada anak di Desa Tublopo Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan. Karakeristik responden dari 6 anak yang melakukan pemeriksaan C-Reaktif Protein (CRP) berjenis kelamin perempuan sebanyak 50% dan jenis kelamin laki-laki 50%. Karakeristik umur dalam penelitian ini adalah umur 6 tahun sebanyak 17%, umur 7 tahun sebanyak 33%, dan umur 10 tahun sebanyak 50%. Dapat diketahui bahwa kadar CRP pada anak dilihat berdasarkan status infeksi Soil transmitted helminths yaitu terinfeksi Soil transmitted helmniths dan tidak terinfeksi Soil transmitted helmniths dengan jumlah responden sebanyak 6 orang , didapatkan 5 orang anak yang tidak transmitted helmniths dan 1 tidak terinfeksi Soil transmitted helmniths memiliki kadar CRP yang normal. Hal ini menunjukan bahwa ke 6 orang anak tersebut tidak mengalami peradangan dalam tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan C-Reaktif Proten (CRP) pada anak di Desa Tublopo Kecamatan Amanuban Barat, dengan menggunakan metode Aglutinasi Latex secara Kualitatif yang berjumlah 6 sampel tersebut didapatkan hasil Negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi tubuh tidak mengalami peradangan

    HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN KARIES GIGI DENGAN KUALITAS TIDUR SISWA SISWI KELAS VII SMP NEGERI 20 KUPANG KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

    Full text link
    Latar Belakang: Karies merupakan suatu penyakit kronis yang paling umum diseluruh dunia yang menyebabkan kerusakan jaringan keras gigi (email, dentin, dan sementum). Penyakit ini berkembang karena aspek multifaktorial, aspek biologis hingga aspek sosial yang harus diperhatikan oleh profesional kesehatan mulut. Kualitas tidur merupakan pemenuhan individu dengan istirahat, sehingga individu tidak menunjukkan sensasi kelesuan, efektif bersemangat dan rewel, malas dan tanpa emosi, kegelapan di sekitar mata, kelopak mata membesar, konjungtiva merah, mata sakit, perhatian terpecah�pecah, nyeri kepala dan terus menerus menguap atau kemudian kembali lesu. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui “Hubungan Tingkat keparahan Karies Gigi dengan Kualitas Tidur siswa siswi kelas VII SMP Negeri 20 Kupang” Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif Dimana metode ini akan Mengambarkan “Hubungan Tingkat keparahan karies gigi dengan kualitas tidur siswa siswi kelas VII SMP Negeri 20 Kupang”. Apabila subjek yang di teliti kurang dari 100, maka lebih baik di ambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Siswa siswi kelas VII SMP Negeri 20 kupang yang memiliki lubang gigi sebanyak 68 orang. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui kualitas tidur siswa dan format pemeriksaan DMFT untuk mengetahui karies gigi. Hasil Penelitian: dari hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 20 Kupang tentang hubungan tingkatkeparahan karies gigi dengan kualitas tidur siswa siswi kelas VII SMP Negeri 20 Kupang menunjukan bahwa kualitas tidur pada siswa dengan tingkat keparahan karies kedalaman mencapai pulpa dengan jumlah 37 orang memiliki kualitas tidur dengan kategori kurang (66,6%). simpulan: Ada Hubungan antara Tingkat keparahan karies gigi dengan kualitas tidur siswa siswi SMP Negeri 20 Kupang yaitu, semakin tinggi angka kejadian karies gigi maka semakin kurang kualitas tidur pada siswa siswi

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇