Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN SIKAT GIGI DENGAN TEKSTUR BULU SOFT DAN MEDIUM TERHADAP STATUS DEBRIS INDEKS PADA ANAK PANTI ASUHAN KATHOLIK SONAF MANEKA KOTA KUPANG
Latar Belakang : Kebersihan gigi serta mulut merupakan suatu keadaan yang
menunjukkan bahwa di dalam mulut seorang bebas dari kotoran seperti debris, plak
serta calculus. Debris merupakan sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut di
permukaan dan diatas gigi geligi dan ginggiva sesudah makan yang tidak segera
dibersihkan.Teknik menyikat gigi yang benar merupakan tindakan preventif dalam
mencegah penyakit gigi dan mulut dan dapat membersihkan sisa makanan yang
melekat pada permukaan gigi dan gusi. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui status debris indeks sebelum dan sesudah menyikat gigi mengunakan
sikat gigi dengan tekstur bulu soft dan medium. Metode Jenis penelitian yang
digunakan adalah deskriptif dengan metode survei yang bertujuan untuk mengetahui
penggunaan sikat gigi dengan tekstur bulu soft dan medium terhadap status debris
indeks pada anak panti Asuhan Katholik Sonaf Maneka Kota Kupang. Hasil
penelitian : Rata-rata Debris Indeks pada kelompok anak yang menggunakan derajat
bulu sikat gigi Soft sebelum menyikat gigi sebesar 1,48 dengan kriteria sedang dan
sesudah menyikat gigi sebesar 0,27 dengan kriteria baik. Pada pada kelompok anak
yang menggunakan sikat gigi Medium sebelum menyikat gigi sebesar 1,46 dengan
kriteria sedang dan sesudah menyikat gigi sebesar 0,44 dengan kriteria baik. Dengan
penurunan Debris Indeks pada sampel yang menggunakan jenis sikat gigi berbulu
Soft sebesar 1,21 dengan kriteria sedang dan pada sampel yang menggunakan jenis
sikat gigi berbulu Medium sebesar 1,02 dengan kriteria sedang, dengan selisih 0,19
dengan kriteria baik
GAMBARAN KEJADIAN SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH), PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN PADA ANAK STUNTING DI DESA NOELBAKI KECAMATAN KUPANG TENGAH
Kecacingan merupakan salah satu yang berhubungan erat dengan kondisi
lingkungan dan perilaku. Dampak yang terjadi bila anak terinfeksi cacing salah
satunya adalah gangguan pertumbuhan. Stunting merupakan salah satu contoh
gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak. Kejadian stunting pada anak
dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu seperti penyakit infeksi yang
disebabkan oleh kecacingan. Infeksi kecacingan adalah masuknya parasit berupa
cacing ke dalam tubuh manusia, infeksi ini dapat menyebabkan turunnya status gizi,
ketahanan tubuh, kecerdasan dan produktivitas penderita. Penelitian ini dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH),
Personal hygiene dan Sanitasi lingkungan pada anak stunting di Desa Noelbaki
Kecamatan Kupang Tengah. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif
menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 26
anak Stunting. Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan adanya infeksi cacing.
Berdasarkan Personal hygiene anak sebanyak 19 (73,1%) cukup baik dan 7 (26,9%)
kurang baik. Berdasarkan sanitasi lingkungan rumah sebanyak 23 (88,5%) baik dan
3 (11,5%) cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa anak
stunting di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah tidak menderita cacing dan
disarankan kepada orang tua tetap menerapkan personal hygiene, sanitasi yang baik
pada ana
STATUS DEMOGRAFI, POLA PEMBERIAN MAKAN DAN STATUS GIZI ANAK DI POSYANDU OELNASI PUSKESMAS TARUS KABUPATEN KUPANG
Latar belakang : Masa balita merupakan periode penting dalam poses tumbuh
kembang. Perkembangan dan pertumbuhan di masa itu menjadi penentu keberhasilan
pertumbuhan dan perkembangan anak di periode selanjutnya. Masa tumbuh dan
kembang di usia ini merupakan masa yang berlangsung cepat dan tidak akan pernah
terulang. Periode 0-59 bulan merupakan periode emas. Tujuan penelitian : Untuk
mengetahui Status Demografi, Pola Pemberian Makan Dan Status Gizi Anak Di
Posyandu Oelnasi Puskesmas Tarus. Metode penelitian : Metode penelitian adalah
deksriptif dengan pendekatan crossectional untuk melihat gambaran demografi dan
pola pemberian makan dan status gizi anak di Posyandu Oelnasi Puskesmas Tarus
Kabupaten Kupang. Alat ukur mengunakan kuisioner. Variabel penelitian: variabel
bebas: status demografi, pola pemberian makan pada anak baduta. Variabel terikat:
status gizi. Cara pengambilan sampel dengan cara total sampling dengan jumlah
sampelsebanyak 50 responden. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa
karakteristik orang tua ayah sebanyak 50 orang (100%) dan ibu dari anak baduta
sebanyak 50 orang (100%), bila di lihat dari usia orang tua ayah dari baduta usia 26-
35 tahun sebanyak 30 orang (60%). Sedangkan usia ibu 26-35 tahun sebanyak 31 orang
(62%), bila di lihat dari tingkat pendidikan orang tua (ayah) yang paling bannyak tamat
SD 19 orang (38%) dan tamat SMA 19 orang (38%), dan untuk tingkat pendidikan ibu
yang paling banyak tamat SD 27 orang (54%). Bila dilihat dari pekerjaan orang tua
bekerja sebagai petani sebanyak 38 orang (76%), dan bisa di lihat dari pendapatan
orang tua paling banyak ≤ Rp 1.000.000 sebanyak 25 orang (50%), sedangkan status
gizi anak laki-laki sebanyak 28 anak (50%) dengan gizi normal sekitar 24 orang (48%)
sedangkan anak perempuan terdapat 22 anak (44%) dengan gizi normal, tapi masih
ada anak yang memiliki status gizi kurang 4 orang (8%). Sedangkan pengetahuan ibu
anak baduta sudah memahami pemberian kolostrum/ASI 43 orang (86%), jenis
makanan yang di berikan pada anak 42 orang(84%), cara memberikan makan anak 49
orang (98%), dan di biasakan sejak dini mengonsumsi sayuran 48 orang (96%).
Kesimpulan : Status gizi anak di Posyandu Oelnasi Puskesmas Tarus sebagian besar
gizi normal
Penerapan Tindakan Nebulizer pada anak pneumonia dengan masalah keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang
Latar Belakang: Pneumonia peradangan akut parenkim paru yang disebabkan infeksius virus, bakteri, mycoplasm, dan aspirasi substansi asing. ditandai dengan batuk dan disertai dengan sesak nafas Terapi yang dilakukan yaitu Nebulizer untuk memberikan bronkodilatasi atau memperlebar lumen bronkus, membuat sputum encer, memudahkan pembersihan, mengurangi hiperaktivitas bronkus, dan mengobati infeksi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tindakan nebulizer dalam mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada anak dengan pneumonia . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan desain penelitian deskriptif. Subjek penelitian dua orang anak dengan pneumonia Di Rsud Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Hasil: Hasil penelitian yang di dapat setelah dilakukan tindakan nebulizer pada An. T dan An. R yang mempunyai masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas teratasi ditandai dengan pasien mampu batuk, sputum berkurang, namun masih terdengar bunyi Ronchi di lobus kanan atas, respirasi menurn, sesak napas menurun,demam menurun, bunyi napas normal, frekuensi napas membaik dan pola napas membaik. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindakan nebulizer membantu mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas pada anak dengan pneumonia
PENGARUH EDUKASI MEDIA BOOKLET TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAIONI KOTA KUPANG
Latar Belakang: Hipertensi adalah tekanan darah sistolik 160 mmHg atau lebih tinggi
dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Hipertensi menjadi
permasalahan kesehatan yang cukup beresiko di dunia. Jumlah kasus terbanyak berada
pada Menurut data World Health Organization (WHO) 2021 hipertensi berjumlah
sekitar 1,28 orang. Indonesia menyumbang 23,7 dari 1,7 juta total kematian. jumlah
kasus hipertensi di Kota Kupang sebanyak 19.353 kasus dan 4.444 kasus,
menjadikannya penyakit ketiga terbanyak di Kota Kupang. jumlah penderita
Hipertensi di Puskesmas Naioni sebanyak 1.119 jiwa, laki-laki berjumlah 575 jiwa dan
perempuan berjumlah 544 jiwa.
Tujuan: Mengetahui Pengaruh Edukasi Media Booklet Terhadap Kepatuhan Minum
Obat Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Naioni Kota Kupang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian penelitian kuantitatif dan desain
penelitian yang digunakan adalah pre-post test desaign. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan subjek
penelitian sejumlah 68 responden pasien penderita Hipertensi di wilayah kerja
Puskesmas Naioni. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner. Kemudian
diberikan intervensi edukasi media booklet dan diukur kembali. Pengambilan data
dilakukan dengan metode wawancara berdasarkan kuesioner yang telah valid dan
reliabel.
Hasil: Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa perubahan signifikasi terhadap
ada pengaruh edukasi media booklet terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi
sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan booklet (p<0,05).
Kesimpulan: Pemberian booklet pada pasien hipertensi sebagai edukasi dapat
meningkatkan kepatuhan minum obat di Puskesmas Naioni. Perlu dilakukan penelitian
lebih lanjut pada kepatuhan pasien Hipertensi dengan cara edukasi yang berbeda dan
cakupan yang lebih lua
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny N.E di BPM Elim Suek dengan baik dan tepat waktu
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. AKI merupakan rasio kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolanya tetapi bukan karena sebab-sebab yang lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 1000.000 kelahiran hidup.Tujuan Penelitian: Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. E.N di BPM Elim Suek Tanggal 07 februari s/d 06 april 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Penelitian: Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di BPM Elim Suek , subjek studi kasus adalah Ny.E.N dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil: Ny. E.N selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, pada masa nifas involusi berjalan normal, bayi tidak mengalami ikterus dan berjalan dengan normal. Dalam asuhan keluarga berencana Ny E.N memilih menggunakan KB suntik 3 bulan. Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. E.N yang ditandai dengan ibu mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, ibu dan bayi sehat
Efektivitas Penerapan Jus Semangka Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Sikumana
Latar Belakang : Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit penyebab kematian nomor satu secara global. Hipertensi yang tidak atasi dengan cepat dan dengan cara yang tepat, akan menyebabkan berbagai dampak misalnya denyut jantung yang kuat, tegang pada bagian tungkai, sakit kepala, dan kematian. Penatalaksanaan nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi adalah Terapi jus semangka.
Tujuan : Menganalisis efektivitas penerapan jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Sikumana.
Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah penelitian deskriptif dalm bentuk studi kasus.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan pemberian jus semangka terjadi penurunan tekanan pada kedua responden. Tekanan darah pada Ny.A sebelum dilakukan pemberian jus semangka yaitu 160/100 mmHg setelah dilakukan pemberian jus semangka terjadi penurunan tekanan darah pada hari ke 5 yaitu 125/80 mmHg. Pada Tn.E didapatkan tekanan darah sebelum dilakukan pemberian jus semangka yaitu 190/110 mmHg, setelah dilakukan pemberian jus semangka mengalami penurunan tekanan darah pada hari ke 5 yaitu 150/90 mmHg.
Kesimpulan : Penerapan jus semangka pada pasien hipertensi efektif dapat menurunkan tekanan darah
“Hubungan Pola Asuh Orangtua Dengan Status Pertumbuhan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Di Paud Haleluya Dan Paud Cemara Liliba Kota Kupang
Latar Belakang : Informasi dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan bahwa
prevalensi balita gizi buruk di Indonesia pada tahun 2021 adalah sebesar 24,4%. Satu dari 34
provinsi berada dalam kategori baik (Stunted 20% dan Wasting 5%), dan Lampung dan Kep
merupakan dua dari lima provinsi dengan permasalahan gizi akut (Stunted 20% dan Wasting
5%). Bangka Belitung, Kep. DKI Jakarta, Riau, dan D.I. Provinsi Bengkulu, terdapat 27
provinsi, termasuk Provinsi NTT, yang masuk dalam kategori kronis-akut (Stunted 20% dan
Waspada 5%), dan DI Yogyakarta terdapat satu provinsi yang masuk dalam kategori kronik
(Stunted 20% dan Wasting 5%). Pada tahun 2021, 37,8 persen anak di NTT dan 26,1 persen di
Kota Kupang mengalami stunting.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pola pengasuhan orang tua dengan status
pertumbuhan anak PAUD di PAUD Haleluya dan Cemara Liliba Kota Kupang.
Metode Penelitian : Jenis peneliti ini menggunakan analisis kuantitatif dengan teknik
pendekatan metode cross sectional. Pada penelitian ini peneliti ingin menggabungkan variabel
bebas (pola asuh orang tua) dengan variabel terikat (status pertumbuhan anak). Penelitian ini
dilaksanakan di PAUD HALELUYA dan PAUD CEMARA LILIBA KOTA KUPANG yang
akan dilakukan pada bulan Maret-April 2024 dengan jumlah populasi 89 anak.
Hasil : Hasil penelitian ini menggunakan analisis uji chi square yang diperoleh nilai p value
0.000 (p<0,05) Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada hubungan pola asuh
orangtua dengan status pertumbuhan anak PAUD di PAUD Haleluya dan Cemara Liliba Kota
Kupang Tahun 2024.
Kesimpulan : Data yang didapatkan pada penelitian ini menggunakan Hasil uji chi square
dengan hasil ada hubungan pola asuh orangtua dengan pertumbuhan anak pada indeks masa
tubuh (IMT) ditunjukkan dengan angka p value 0.000
GAMBARAN ASUPAN KARBOHIDRAT DAN SERAT PADA PASIEN DIEBETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT JALAN RSUD PROF. Dr. W. Z. JOHANNES KUPANG
ABSTRAK
Asytoret Jensilani Tanggu Dendo, “ Gambaran Asupan Karbohidrat Dan Serat pada pasien Diabetes mellitus tipe II Di Ruang Rawat Jalan RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang”. (dibimbing oleh Meirina Sulastri Loaloka,SST.,M.Gizi)
Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah penderita DM di Indonesia akan meningkat dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia, persentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang memiliki diagnosis medis meningkat dari 1,5% pada tahun 2013 menjadi 2,0% pada tahun 2018. Berdasarkan profil kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat total 74.867 penderita diabetes pada tahun 2018, dimana 16.968 orang diantaranya menerima pelayanan kesehatan sesuai standar. Berdasarkan Data Dari Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Dari Bulan Januari sampai dengan Juni 2023 Adalah 1.607 Pasien Penderita Diabetes Mellitus.
Tujuan penelitian : Untuk Mengetahui Gambaran Asupan Karbohidrat Dan Serat Pada Pasien Diebetes Melitus Tipe 2 Di Ruang Rawat Jalan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.
Metode penelitian : Jenis Penelitian ini deskriktif observasional dilaksanakan pada bulan mei 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik Quota Sampel yaitu terdiri dari 30 responden. Data yang diambil meliputi asupan karbohidrat dan asupan serat.
Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden penderita DM Asupan karbohidrat responden sebagian besar berada pada kategori lebih (56.7%) dan asupan karbohidrat kurang (13.3%). Presentase Asupan serat responden sebagian besar berada pada kategori kurang (21%).
Kesimpulan : Gambaran Asupan Karbohidrat Dan Serat pada pasien Diabetes mellitus tipe II Di Ruang Rawat Jalan RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang sebagian besar berada pada kategori lebih dan kurang.
Saran : Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti variabel lainnya seperti semua asupan zat gizi makro atau kepatuhan diit diabetes mellitus dan sebaiknya metode yang digunakan adalah kombinasi form recall dan FFQ sehingga memperoleh hasil penelitian yang baik dan lengkap
GAMBARAN KEJADIAN KARIES GIGI PERMANEN BERDASARKAN SIKAP TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA-SISWI KELAS V DI SD NEGERI BIMOKU KOTA KUPANG
Latar Belakang: Sikap merupakan pendapat atau penilaian responden terhadap
hal yang terkait dengan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian Untuk
mengetahui gambaran kejadian karies gigi permanen berdasarkan sikap tentang
kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswi. Metode: Jenis penelitian ini adalah
penelitian deskriptif dengan metode penelitian. Sampel dihitung dengan
menggunakan teknik Slovin sebanyak 51 orang. Alat ukur sikap dalam penelitian
ini menggunakan kuesioner berdasarkan PAP dengan menentukan skor tertinggi
dan terendah. Alat ukur karies gigi permanen dalam penelitian ini menggunakan
format pemeriksaan DMFT. Variabel yang diteliti yaitu sikap dan karies gigi
permanen. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa nilai sikap yang diperoleh
sesudah pemberian kuesioner adalah kriteria baik 36 responden (71%), kriteria
cukup 13 responden (25%), dan kriteria kurang 2 responden (4%). Nilai kejadian
karies gigi permanen yang diperoleh sesudah pemeriksaan DMF-T adalah kriteria
sangat rendah 15 responden (21%), kriteria rendah 7 responden (47%), kriteria
sedang 26 responden, dan kriteria tinggi 3 responden (51%) dan sangat tinggi 0
(0%). Nilai hubungan sikap dan kejadian karies gigi permanen adalah sikap baik
dengan kriteria sedang 18 responden (35%), sikap cukup dengan kriteria sangat
rendah 6 responden (12%), dan sikap kurang dengan kriteria sangat rendah 2
responden (4%). Kesimpulan: Sikap tentang kesehatan gigi dan mulut pada
responden kelas V di SD Negeri Bimoku Kota Kupang dengan kriteria baik,
Kejadian karies gigi permanen pada siswa-siswi kelas V di SD Negeri Bimoku
Kota Kupang dengan kriteria sedang