Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    GAMBARAN ASUPAN LEMAK, SERAT DAN STATUS GIZI PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI POLI SARAF RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANES KUPANG

    Full text link
    Antonia Margaretha Tonu Goran, “Gambaran Asupan Lemak, Serat Dan Status Gizi Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang”, Dibimbing Oleh Meirina S. Loaloka, SST., M.Gizi. Latar Belakang: Stroke masih menjadi penyebab kematian nomor dua dan penyebab kecacatan nomor tiga di dunia. Menurut World Stroke Organization (WSO) pada tahun 1990 hingga 2019, jumlah kejadian stroke meningkat sebesar 70,0% dan kematian akibat stroke 43,0%. Menurut Riskesdas 2018, jumlah penderita Stroke di Indonesia pada tahun 2013, terdapat 7,0 per mil orang dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 10,9 per mil orang (Kemenkes RI,2022). Menurut Riskesdas 2018 memperkirakan penderita stroke umur ≥15 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 6,1 %. Berdasarkan data Rekam Medik RSUD Prof.DR W.Z Johannes Kupang penderita Stroke non Hemoragik yang menjalani rawat jalan 6 bulan terakhir adalah 38 pasien. Tujuan Penelitian: Untuk mendapatkan gambaran tentang asupan lemak, serat dan status gizi pada pasien stroke non hemoragik di RSUD Prof. Dr. W. Z Johanes Kupang Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional dengan desain deskriptif dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental sampling yaitu terdiri dari 30 Responden. Data yang diambil meliputi asupan lemak, serat dan status gizi (sekunder). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden penderita Stroke non Hemoragik Asupan lemak sebagian besar berada pada kategori defisit tingkat berat yaitu 13 (43,3%) responden, asupan serat sebagian besar berada pada kategori defisit tingkat berat yaitu 23 (76,7%) responden dan status gizi berdasarkan hasil penelitian status gizi paling banyak yaitu kategori normal sebanyak 14 (46,7%) responden. Kesimpulan: Gambaran Asupan Lemak, Serat Dan Status Gizi Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang sebagian besar berada pada kategori deficit tingkat berat dan status gizi berat badan normal

    PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG CANGKANG TELUR DAN TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus sp) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK (Cookies) SEBAGAI PMT BALITA STUNTING

    Full text link
    Pengaruh Substitusi Tepung Cangkang Telur Dan Tepung Ikan Teri (Stolephorus sp) Terhadap Sifat Organoleptik (Cookies) Sebagai PMT Balita Stunting (Dimbimbing oleh Thobianus Hasan S,Si.,MPH) Email : [email protected] Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi Gizi xiv + 79 halaman : gambar, tabel, lampiran. Latar belakang :Stunting adalah kondisi kurang gizi anak balita dan anak sekolah dijangka panjang. Stunting disebabkan oleh kurangnya konsumsi zat gizi kalsium dan protein yang akan berpengaruh pada pertumbuhan tinggi badan, pertumbuhan tulang, serta volume sel otak anak menurun. Cookies yaitu produk berahan utama terigu, jadi dilakukan substitusi tepung cangkang telur juga tepung ikan teri bertujuan meningkatkan nilai tambah tepung cangkang telur dan tepung ikan teri juga mengurangi tepung terigu sebagai bahan baku cookies. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung cangkang telur dan ikan teri (stolephorus sp) terhadap sifat organoleptic (coookies). Metode Penelitian : Eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Analisis data menggunakan Oneway Anova pada Tingkat kepercayaan 95%. Jika ada perbedaan akan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil : Substitusi tepung cangkang telur, tepung ikan teri dan tepung terigu meliputi warna, rasa, tekstur, dan rasa yang paling disukai adalah (P1: 50%, 5%, 112,5%). Untuk nilai gizi yang paling tinggi adalah P2 dengan nilai gizi Energi: 2.271 gram, Protein 73,79 gram, lemak 128,6 gram, karbohidrat 212,1 gram, kalsium 1.507 gram, serat 3,4 gram fosfor 523,6 mg dan air 1,54 gram. Kesimpulan : Dari penelitan ini penulis merekomendasikan perlakuan P2 dengan substitusi Tepung Cangkang telur (60%) : Tepung Ikan teri (10%) Kata kunci :Stunting, Tepung cangkang telur, Tepung ikan teri,Cookies, Organoleptik, Substitusi

    PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT) DI PUSKESMAS PASIR PANJANG PERIODE JANUARI SAMPAI JUNI 2023

    No full text
    Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran penapasan bagian atas dan bagian bawah yang dapat disebabkan oleh virus, jamur ataupun bakteri. ISPA berlangsung selama 14 hari dan seringkali gejala ISPA diawali dengan panas disertai salah satu atau lebih dari gejala: tenggorokan sakit atau nyeri telan, pilek, batuk kering atau batuk berdahak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat ISPA berdasarkan jenis obat ISPA dan golongan obat ISPA Untuk mengetahui profil penggunaan obat pada pasien ISPA(Infeksi saluran pernapasan akut) di Puskesmas Pasir Panjang Periode Januari sampai Juni 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif retrospektif. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data sekunderyang didapat langsung dari Puskesmas Pasir Panjang. Berdasarkan jenis dan penggolongan maka didapat hasil penggunaan obat ISPA yang digunakan yaitu jenis obat chlorpeniramine maleate sejumlah 22,30%, parasetamol 21,83%, dexamethasone 14,25%, ambroksol 12,65%, GG 11,34%, vitamin B complex 1,69%, vitamin C 11,05% amoxicillin 4,87%. Sedangkan golongan yang digunakan adalah Antihistamin sebesar 22,30%, analgetik-antipiretik 21,83%, mukolitik 12,65%, multivitamin 12,74% kortikosteroid 14,24%, ekspektoran 11,34 % dan antibiotik sebesar 4,87%. Berdasarkan hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa jenis obat ispa yang paling banyak digunakan adalah obat CTM sebanyak 22,30% dan jenis obat yang paling sedikit digunakan adalah vitamin B complex sebesar 1,68% diikuti dengan amoxicillin 4,87% sedangkan golongan yang paling banyak adalah antihistamin sebesar 22,30% dan golongan yang paling sedikit digunakan adalah golongan antibiotic sebesar 4,87

    Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Obat Batuk di RT 011/RW 007 Kelurahan Liliba Kota Kupang

    No full text
    Latar Belakang : Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan proses pemilihan maupun penggunaan obat modern, obat herbal, dan juga obat tradisional; oleh individu yang digunakan untuk mengatasi penyakit atau gejala penyakit. Berdasarksn hasil survey Sosial Ekonomi Nasional memperoleh hasil bahwa 66% orang sakit di Indonesia melakukan swamedikasi untuk mengatasi penyakitnya. Batuk dapat terjadi karena respon tubuh terhadap benda asing benda asing yang masuk berupa virus, bakteri, debu, lendir, dan partikel kecil lainnya yang masuk ke salurah pernapasan mulai dari tenggorokan hingga paru-paru. Metode yang digunakan dalam penanganan batuk pilek adalah metode farmakologi (terapi obat) dan metode nonfarmakologi (terapi non obat). Tujuan penelitian : ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat RT 011 RW 007. Metode penelitian: deskriptif dengan meneliti tingkat pengetahuan sebagai variabel independent. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di kelurahan Liliba RT 011 RW 007 sebanyak 378 orang. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 80 orang dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian : pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi obat batuk di RT 011/RW 007 Kelurahan Liliba Kota Kupang menunjukkan bahwa pengetahuan responden tergolong cukup (71,6%) yang meliputi pengetahuan terhadap swamedikasi (71,2%), indikasi penyakit batuk (75,8%), jenis obat batuk (53,1%), golongan obat swamedikasi (87,5%), dan dosis obat (74,5%)

    Hubungan asupan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi pada anak sdi bertingkat kelapa lima 1 kota kupang

    Full text link
    abstrak Yori Femil Taopan “Hubungan Asupan Makan dan Aktivitas Fisik dengan status gizi Pada Anak SDI Bertingkat Kelapa Lima 1 Kota Kupang” Di Bimbing oleh Christina R.Nenotek,SKM.,M.Kes Latar Belakang: Asupan makanan dan aktivitas fisik berhubungan dengan status gizi pada anak sekolah dasar. Asupan makan memberikan asupan zat gizi kepada anak sekolah dasar, dan aktivitas fisik akan membantu anak tumbuh menjadi lebih sehat bersemangat, dan kreatif. Sedangkan status gizi anak adalah salah satu tolak ukur penilaian tercukupinya asupan gizi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan asupan makan dan aktivitas fisik pada anak SDI Bertingkat Kelapa Lima 1 Kota Kupang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 151 orang. Penelitian ini dilaksanakan di anak SDI Bertingkat Kelapa Lima 1 Kota Kupang, pada 16-25 juni 2024 dengan analisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian secara bivariat menunjukan bahwa siswa yang mengkonsumsi asupan zat gizi karbohidrat dengan frekuensi kurang 72 orang (47,7%), protein dengan frekuensi kurang 15 orang (9,9%), dan lemak dengan frekuensi kurang 136 orang (90,1%). Aktivitas fisik yang dimiliki siswa dalam kategori sangat ringan 31 orang (20,5%). Status gizi siswa dalam kategori gizi kurang 49 orang (32,5%). Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square menunjukan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik (p=0,464), protein (p=0,102), lemak (p=0,779) dengan status gizi. Sedangkan ada hubungan antara asupan karbohidrat (p=0,098) dengan status gizi. Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji Chi Square di dapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi pada anak sekolah dasar. Kata Kunci : Asupan makans, aktivitas fisik, status gizi

    "HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEPOI KOTA KUPANG"

    Full text link
    ABSTRAK TRESIANA MEGA YULITA SARI. “HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEPOI KOTA KUPANG” (Dibimbing oleh Albert M.S Baumali, S. Kep, Ns., MPH) [email protected] LATAR BELAKANG: Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. stunting di dasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan di banding umur (TB/U) dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD. Data stunting balita berdasarkan Riskesdas tahun 2018 yaitu sebesar 30,8%. Secara nasional prevalensi sangat pendek dan pendek tertinggi (urutan pertama) diduduki oleh Nusa Tengga Timur (NTT) sebesar 42,6%. TUJUAN: Menganalisis Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang. METODE: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study dengan teknik sampling purposive sampling dan mengambil sampel balita usia 12-59 bulan berjumlah 44 balita. HASIL PENELITIAN: Dari hasil penelitian yang siperoleh didapati hasil dimana pola pemberian makan oleh orang tua kepada balita yang tepat tetapi anaknya masih mengalami stunting dimana terdapat 6 balita tergolong pendek (13,6%) dan 3 balita tergolong Sangat pendek (6,8%), sedangkan, terdapat 1 balita tergolong normal dan tidak mengalami stunting (2,3%), namun pola pemberian makan oleh orang tua kepada balita masih tidak tepat dengan nilai korelasi p=0,877 (p>0,05), yang artinya tidak ada hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting balita usia 12-59 bulan. KESIMPULAN: Masih terdapat pola pemberian makan oleh orang tua kepada balita yang tepat tetapi anaknya masih mengalami stunting dimana terdapat balita tergolong pendek dan sangat pendek, sedangkan balita tergolong normal dan tidak mengalami stunting namun pola pemberian makan oleh orang tua kepada balita masih tidak tepat oleh sebab itu tidak adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting balita diwilyah kerja puskesmas oepoi kota kupang Kata kunci: Pola pemberian makan, kejadian Stuntin

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. A.F G2P1A0AH1 Di Puskesmas Pembantu Lasiana Kota Kupang Periode 20 Januari S/D 30 Maret 2024

    Full text link
    “Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. A.F G2P1A0AH1 Di Puskesmas Pembantu Lasiana Kota Kupang Periode 20 Januari S/D 30 Maret 2024”.Latar Belakang : Deteksi dini kehamilan dengan resiko adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan ibu hamil yang mempunyai faktor resiko dan komplikasi kebidanan seperti BBLR, Prematur, ibu hamil dengan anemia yang mengakibatkan perdarahan pascasalin sehingga mencegah penurunan angka kematian bagi individu yang dilahirkan. Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny A.F G2P1A0AH1 di Puskesmas Pembantu Lasiana Tanggal 20 Januari S/D 30 Maret 2024. Metode : Jenis studi kasus yang digunakan adalah metode studi penelaahan kasus yang terdiri dari unit tunggal yaitu Ny. A.F. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang meliputi Observasi dan wawancara sedangkan data sekunder yang meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.F penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, tidak terdapat penyulit, namun status imunisasi TT yang didapat oleh Ny.A.F tidak sesuai dengan teori, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit.Simpulan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.F mulai dari kehamilan trimester III sampai Ny. A.F memutuskan untuk memakai alat kontrasepsi jenis Implant tidak ditemukan adanya penyulit serta keadaan ibu dan bayi baik

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. N.J G4P2A1AH2 UK 38 minggu di Puskesmas Oemasi tanggal 31 januari s/d 10 April 2024

    Full text link
    Latar Belakang Asuhan kebidanan merupakan kegiatan atau intervensi yang dilakukan oleh bidan terhadap klien yang memiliki kebutuhan atau masalah, terutama yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak (KIA) dan KB. Berdasarkan AKI di NTT dari tahun 2019-2021 mengalami peningkatan, di mana pertahun terjadi 115 KH 2019 naim menjadi 152 KH 2020 dan meningkat lagi menjadi 181 KH 2021 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup mengalami fluktuasi. Hali ini dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat untuk melahirkan di fasilitas kesehatan masih rendah sehingga menyebabkan kematian pada ibu hamil pada saat melahirkan. Selain dari tingkat kesadaran masyarakat juga, penyebab kematian ibu adalah kemapuan dan kompetensi dari tenaga Kesehatan dalam melakukan pertolongan persalinan tidak terupdate dengan perkembangan ilmu terkini, selain itu juga keterlambatan dalam penanganan dan keterlambatan dalam merujuk ke faskes rujukan. Tujuan Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. N. J umur 34 tahun G4P2A1AH2 di Puskesmas Oemasi Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Periode 31 Januari s/d 10 April 2024.Metode Penelitian menggunakan metode studi penelahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus di Puskesmas Oemasi, subjek studi kasus adalah Ny. N. J, dilaksanakan pada tanggal 31 Januari s/d 10 April 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. N. J di Puskesmas Oemasi, ibu sudah mengikuti anjuran yang diberikan dan keluhan ibu teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil, persalinan, nifas, BBL, dan KB berjalan normal dan tidak ada penyulit. Kesimpulan Asuhan kebidanan secara berkelanjutan yang di lakukan pada Ny. N. J mulai dari Kehamilan, persalinan, nifas, BBL dan KB berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit

    Profil Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Oesapa Periode Januari sampai Juni 2023

    No full text
    Hipertensi atau yang biasa dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan sistem peredaran darah dimana tekanan darah dalam arteri meningkat melebihi batas normal, pada umumnya tekanan darah untuk dewasa dari 120-140/80-90 mmHg dianggap normal. Untuk mengetahui penggunaan obat hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Oesapa periode Januari sampai Juni 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Penggunaan obat hipertensi berdasarkan golongan obat menunjukan bahwa golongan Calcium Chanel Blocker (CCB) berjumlah 86 resep dengan presentase 89,58% lebih dominan jika dibandingkan dengan Angiotensin Converting Enzime Inhibitor (ACEi) berjumlah 10 resep dengan presentase 10,42%, penggunaan obat hipertensi berdasarkan jenis obat menunjukan bahwa Amlodipin 10 mg berjumlah 78 resep dengan presentase 81,25%, Captopril 12,5 mg berjumlah 10 resep dengan presentase 10,42%, Amlodipine 5 mg berjumlah 8 resep dengan presentase 8,33%. Penggunaan obat hipertensi berdasarkan kelas terapi (tunggal dan kombinasi) menunjukan bahwa penggunaan tunggal berjumlah 90 resep dengan presentase 93%, sedangkan kombinasi berjumlah 6 resep dengan presentase 6,25%. enggunaan obat hipertensi golongan Calsium Chanel Blocker lebih banyak digunakan yaitu dengan presentase 89,58%. jenis obat Amlodipin 10 mg sebanyak 78 resep (81,25%) dan obat paling banyak digunakan dalam bentuk tunggal sebanyak 90 resep (93,75%)

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.A.L Umur 19 Tahun G1P0A0AH0 Di Tempat Praktek Mandiri Bidan Margarida Lay Kota Kupang Periode 31 Maret S/D 24 Mei 2024

    No full text
    Latar Belakang : Asuhan kebidanan Continuity Of Care (COC) merupakan asuhan berkesinambungan yang diberikan oleh bidan sejak kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencanan untuk memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang terjadi pada ibu dan bayi. Tujuan kasus : Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. AL di klinik Margarida C. Lay periode 31 maret sampai 24 mei 2024 dengan menggunakan metode 7 langkah varney dan pendokumentasian SOAP. Metode kasus : Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelahaan kasus. Lokasi di Puskesmas Osapa, subjek studi kasus adalah Ny. AL dilaksanakan tanggal 31 maret/sampai dengan 24 mei 2024 teknik pengumpulan data menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier Hasil : Ny. AL G1P0A0AHO usia kehamilan 38-39 minggu janin tunggal, hidup, intra uterin, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik, ibu bersalin normal tangg usia kehamilan minggu, dilakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi lahir menangis kuat, bergerak aktif, dan warna kulit merah muda, melakukan IMD, menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat. Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 3 kali dengan diberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB, ibu memilih metode KB Implan, KIE ibu tentang efek samping KB Implan. Simpulan : setelah melakukan semua asuhan dari kehamilan, persalinan, nifas, kunjungan neonatus dan pelayanan KB keadaan ibu dan bayi sehat normal

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇