Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Pemberian Edukasi Berbasis Booklet Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kupang Kota
Latar Belakang: Kepatuhan pasien dalam menggunakan obat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi pengobatan. Adanya ketidakpatuhan pasien hipertensi dalam minum obat dapat memberikan efek negative yang sangat besar, seperti munculnya komplikasi. Kepatuhan terhadap pengobatan merupakan kunci utama dalam mengendalikan tekanan darah dan mengurangi morbiditas terkait hipertensi. Hipertensi adalah salah satu kondisi medis yang paling umum dan berisiko tinggi, sering memerlukan manajemen jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian edukasi berbasis booklet terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kupang Kota. Metode: Metode penelitian ini melibatkan pemberian booklet informatif yang dirancang khusus mengenai pentingnya kepatuhan dalam pengobatan hipertensi kepada pasien. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai perubahan tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat. Hasil: Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan tentang efektivitas strategi edukasi berbasis booklet dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan hipertensi, serta memberikan rekomendasi untuk praktik kesehatan masyarakat dalam manajemen hipertensi. Kesimpulan: Dengan demikian, studi ini dapat berkontribusi pada upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan pengelolaan hipertensi yang lebih efektif
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. R.K G4P3A0AH0 Usia Kehamilan 37 Minggu 5 Hari Di Puskesmas Pembantu Namosain Tanggal 02 Februari S/D 15 Maret 2024
Latar Belakang : Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan merupakan salah satu upayanya mendukung SDG (Sustainable Development Goals) yang ketiga yakni untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua orang dari segala usia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kupang, AKI Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara tetangga di kawasan ASEAN. Pada tahun 2021, kematian ibu di Indonesia akan meningkat sebanyak 300 kasus dari tahun 2020 menjadi sekitar 4.400 kematian pada tahun 2021. Sementara itu, angka kematian anak meningkat dari 26.000 menjadi 44.000 pada tahun 2021. Angka Kematian Ibu (AKI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah 49 kasus pada tahun 2021, sedangkan angka kematian anak sebanyak 744 kasus (Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur, 2019)Tujuan : Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.R.K di Puskesmas Pembantu Namosain periode 02 Februari sampai dengan 15 Maret 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan.Metode : Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.R.K di Puskesmas Pembantu Namosain, teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan : Ny.R.K selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat dan konseling KB, ibu memilih memakai KB Metode Amenorhea Laktasi (MAL).Simpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Penambahan tepung biji labu kuning dalam pembuatan crackers sebagai alternatif cemilan sumber zink
Masalah pola makan kronis yang sering menyerang balita adalah stunting. Stunting dapat terjadi kapan saja mulai dari awal kehamilan hingga awal persalinan. Namun stunting tidak menunjukkan gejala hingga anak berusia dua tahun. Berdasarkan data terkini, 30,8% penduduk Indonesia masih tergolong stunting (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018). Meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan, namun Indonesia belum memenuhi tujuan WHO yaitu kurang dari 20% (Iswahyudi, Arindani, dan Muhdar 2023). Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah tepung biji labu kuning dapat digunakan untuk pembuatan kerupuk sebagai pengganti makanan ringan sumber seng. Ini adalah metodologi penelitian eksperimental. Dengan menggunakan P1 = 25%, P2 = 50%, dan P3 = 75% dalam desain penelitian, tiga rancangan acak lengkap (RAL) digunakan untuk mengevaluasi kualitas gizi dan organoleptik tepung biji labu. studi pembuatan kerupuk dan uji penerimaan pada bulan Mei 2024. Nilai rata-rata aroma 4,1 sampai dengan 4,4 dengan kategori (suka); nilai rata-rata tekstur 4,0 dengan kategori (suka); rata-rata skor rasa 3,9 hingga 4,3 dengan kategori (agak suka) dan (suka); demikianlah hasil uji penerimaan organoleptik kerupuk berbahan dasar tepung biji labu kuning. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penghitungan nilai gizi kerupuk yang dibuat dengan tepung biji labu, perlakuan P2 memberikan nilai kalori, protein, lemak, dan karbohidrat tertinggi diantara perlakuan P2 dan P
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny I.M G3P1A1AH1 Usia Kehamilan 38-39 Minggu Dengan Kehamilan Risiko Tinggi Di Puskesmas Penfui Periode 22 Februari S/D 22 April 2024
Latar Belakang : Data yang diperoleh dari Dinkes Kota Kupang pada tahun 2021, AKI di Kota Kupang mengalami penurunan, untuk tahun 2021 angka kematian ibu dari data yang dikumpulkan bidang kesehatan keluarga terdapat 4 kasus dari 8.304 kelahiran hidup dengan angka kematian Ibu 2021 yang dilaporkan sebesar 48 kematian per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) di Kota Kupang pada tahun 2021 sebesar per 1.000 kelahiran hidup. Tujuan Umum : Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai dengan perawatan masa nifas, BBL dan KB.Metode : Studi kasus menggunakan metode 7 langkah Varney dan SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi.Hasil : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.I.N penulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit dan konseling KB ibu memilih metode KB suntik 3 bulan.Kesimpulan : Setelah melakukan asuhan secara berkelanjutan mulai dari kehamilan, persalinan nifas, kunjungan nifas (KF), kunjungan neonatus (KN), ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan normal. Ibu dan suami sepakat memilih metode KB suntik 3 bulan dan ibu sudah menjadi akseptor KB suntik 3 bulan
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny Y.T G3P2A0AH2 Usia Kehamilan 39 Minggu 2 Hari Di Puskesmas Tarus Tanggal 06 Februari S/D 30 Maret 2024
Latar Belakang : Jumlah kematian ibu di NTT tahun 2021 terdapat sebanyak 181 kematain ibu dan jumlah kematian bayi di NTT tahun 2021 sebanyak 955 kematian. Tidak ada kematian ibu dalam 1 tahun terakhir dan terdapat 7 kematian bayi dengan kasus Intra Uteri Fetal Death (IUFD). Penyebab langsung yang sering terjadi pada kematian Ibu adalah Perdarahan, Hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Sedangkan penyebab kematian bayi yaitu asfiksia,tetanus,dan berat badan lahir rendah.Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny Y.T G3P2A0AH2 di Puskesmas Tarus Tanggal 6 Februari S/D 30 Maret 2024.Metode : Jenis studi kasus yang digunakan adalah metode studi kasus yang terdiri dari unit tunggal yaitu Ny. Y.T. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang meliputi Observasi dan wawancara sedangkan data sekunder yang meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. Y.T penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit dan anjurkan ibu untuk menggunakan alat kontrasepsi.Simpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Asuhan Kebidanan berkelanjutan pada Ny.F.S G3P2A0AH2 Umur 22 Tahun Usia Kehamilan 33 Minggu 2 Hari Letak Kepala Intrauteri Janin Tunggal Hidup di Pustu Tenau tanggal 19 Januari S/D 29 Maret 2024
Latar Belakang : Continuity of care (CoC) merupakan serangkaian pelayanan yang berkelanjutan pada perempuan sepanjang masa kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana. Continuity of care dalam masa kehamilan dilakukan oleh sebagian besar bidan dengan menerapkan standar pelayanan ANC 10 T. Pemeriksaan ANC adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberian ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar. Pelayanan antenatal sebagai salah satu upaya untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyulit dan komplikasi yang menyerti ibu serta bayi dari masa kehamilan hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi, agar dapat diditanggani dengan cepat sehingga dapat mengurangi resiko (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada NY. F.S G3P2A0AH2 di Pustu Tenau, 19 Januari S/D 29 Maret 2024.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan metode studi penelaahan kasus yang terdiri dari unit tunggal yaitu Ny. F.S yang dilaksanakan pada tanggal 19 Januari s/d 29 Maret 2024 menggunakan format asuhan kebidanan dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer meliputi Observasi dan wawancara sedangkan data sekunder yang meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. F.S penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit. Simpulan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada Ny. F.S mulai dari kehamilan trimester III sampai KB tidak ditemukan adanya penyulit serta keadaan ibu dan bayi baik
Tingkat Kepatuhan Pasien Terhadap Pengobatan Tuberkulosis Di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang
Latar Belakang : Tingkat kepatuhan pasien adalah indikator keberhasilan yang sangat penting untuk kesembuhan pasien tuberkulosis. Pengobatan tuberkulosis yang membutuhkan waktu lama dan memberikan efek samping konsekuensinya pasien tuberkulosis umumnya tidak patuh menjalani pengobatan hingga tuntas. Kepatuhan sangatlah penting dalam pengobatan tuberkulosis, Hal ini bertujuan untuk mencapai kesembuhan, mencegah penularan dan menghindari kasus resisten obat.Ketidakpatuhan dalam pengobatan tuberkulosis merupakan masalah yang serius yang dapat menyebabkan kegagalan pengobatn berisiko tinggi, sehingga dapat meningkatkan angka kesakitan, kematian akibat Tuberkulosis. Tujuan penelitian: Mengetahui tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan tuberkulosis di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang Metode penelitian: bersifat deskriptif dengan pendekatan prospektif. Data diperoleh secara langsung menggunakan kuisioner morisky medication. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling.Hasil penelitian :Tingkat kepatuhan terdistribusi dalam kategori kepatuhan tinggi sebanyak 11 pasien (34,375%), kepatuhan sedang sebanyak 13 pasien (40,625%), dan kepatuhan rendah sebanyak 8 pasien (25%).adherence sacle (MMAS-8), kepada pasien yang mengalami penyakit Tuberkulosis
Gambaran Implementasi Genggam Jari Untuk Menurunkan Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Di RSUD Prof Dr. W. Z. Johannes Kupang
Latar Belakang: Sectio caesarea adalah prosedur yang melibatkan pemotongan dinding Rahim dan perut untuk melahirkan janin. Masalah yang akan dihadapi oleh ibu post sectio caesarea adalah rasa nyeri. Menurut data yang diambil diruang Sasando RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang, ibu dengan persalinan post sectio caesarea adalah 636 ibu ditahun 2021 sampai tahun 2023, jumlah pasien dengan sectio caesarea di tahun 2024 pada bulan januari sampai juni adalah 95 ibu. Salah satu cara untuk menurunkan nyeri secara non farmakologis adalah dengan metode terapi. Salah satu terapi yang dapat diterapkan yaitu teknik relaksasi genggam jari. Teknik relaksasi genggam jari mudah untuk mengontrol atau mengendalikan emosi karena jari tangan berkaitan dengan beberapa organ serta emosi dan ada gelombang energi. Membantu ibu lebih mudah mengendalikan diri ketika merasakan ketidaknyamanan akibat rasa nyeri yang merupakan akibat dari tindakan pembedahan sectio caesarea. Tujuan: Diidentifikasi Gambaran Implementasi Genggam Jari Untuk Menurunkan Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Di RSUD Prof DR. W.Z. Johannes Kupang.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dengan jenis (Case study) kualitatif. Desain penelitian menggunakan Studi kasus deskriptif adalah jenis studi yang memberikan deskripsi suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menyatakan dalam kategori baik, dengan penurunan nyeri responden dari kategori berat dan ringgan menjadi ringan.
Kesimpulan: Ibu post sectio caesarea berusia 23 dan 29 tahun, berpendidikan SMA dan Sarjana, bekerja sebagai ibu rumah tangga dan PNS, kehamilan anak pertama, dan berstatus menikah
Pengaruh Iklan Terhadap Karakteristik Perilaku Konsumsi Obat Di Masyarakat RT.47/RW.14 kelurahan Liliba Kota Kupang
Latar Belakang : Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berperilaku hidup sehat dan bersih, dan pemerataan pelayanan kesehatan, menjadi salah satu masalah di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung kurang memperhatikan kesehatan. Adanya perkembangan penyakit yang mendorong masyarakat untuk mencari alternatif pengobatan yang efektif dan efisien dalam hal biaya. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh iklan terhadap karakteristik perilaku konsumsi obat di RT 047/RW 014 Kelurahan Liliba meliputi umur, pendidikan dan pekerjaan. Hasil penelitian : variabel tunggal yaitu pengaruh iklan terhadap karakteristik konsumsi obat bebas di RT 047/RW 014 kelurahan Liliba.Simpulan : Responden dengan jenis kelamin laki-laki yang memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 19 orang (40%). Sedangkan yang berjenis kelamin perempuan yang memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 16 orang (34%). Responden yang berusia 18-42 tahun yang memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 23 orang (49%). Sedangkan yang berusia antara 43-60 tahun yang memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 7 orang (15%). Responden mahasiswa memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 9 orang (19%). PNS memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 5 orang (11%)Wiraswasta yang memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 8 orang (17%), cukup sebanyak 1 orang (2%). Pekerjaan sebagai IRT memili perilaku konsumsi obat yang baik sebanyak 3 orang (6%). Pekerjaan sebagai pedagang yang memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 3 orang (6%). Responden yang berpendidikan SMA yang memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 14 orang (30%).Untuk Tingkat Pendidikan diploma yang memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 8 orang (17%). Untuk Tingkat Pendidikan sarjana yang memiliki perilaku konsumsi obat baik sebanyak 12 orang (25%)
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. W.L G1P0A0AH0 Usia Kehamilan 36-37 Minggu Janin Tunggal Hidup Intra Uterin Letak Kepala Di Puskesmas Manutapen Kota Kupang Periode 19 Februari S/D 10 April 2024
Latar Belakang Jumlah kasus kematian ibu di Kupang tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 yaitu sebanyak 10, 9, 5 dan 11 kasus. Data menunjukkan jumlah kasus kematian ibu di Kota Kupang tahun 2017-2019 terus mengalami penurunan, namun di tahun 2020 kembali mengalami peningkatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pelayanan asuhan kebidanan secara komprehensif untuk mengetahui faktor resiko yang terdeteksi saat awal pemeriksaan kehamilan dapat segera ditangani sehingga dapat mengurangi faktor resiko pada persalinan, nifas, dan pada bayi baru lahir dengan berkurangnya faktor resiko maka kematian ibu dan bayi dapat di cegah. Tujuan Penelitian Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, BBl, nifas dan Kb pasca salin yang berkelanjutan pada Ny. W.L periode 19 Februari s/d 10 April 2024.
Metode penelitian Penelitian menggunakan metode studi penelaahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan Keluarga Berencana. Lokasi studi kasus di Puskesmas Tarus, subjek studi kasus adalah Ny. M.M, dilaksanakan pada tanggal 19 Februari s/d 10 April 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.
Hasil Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. W.L di Puskesmas Manutapen, ibu sudah mengikuti anjuran yang diberikan dan keluhan ibu teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil sampai nifas berjalan normal dan tidak ada penyulit. Kesimpulan Asuhan kebidanan yang dilakukan pada Ny. W.L mulai dari hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB tidak ditemukan adanya kelainan dan penyulit