Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
HEALTH EDUCATION DALAM PENINGKATAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWANGU
”HEALTH EDUCATION IN INCREASING COMPLIANCE WITH
MEDICATION IN TB PATIENTS IN THE WORKING AREA OF
PUSKESMAS KAWANGU”
Xiii + 97 Pages, 3 Images, 19 Attachments
Introduction: In 2021 Tuberculosis will become the second most common
infectious disease causing deaths globally due to non-compliance with treatment.
Poor compliance can result in prolonged disease transmission, drug resistance,
relapse and death. Method: This type of research is a case study with descriptive
methods. The sampling technique used was purposive sampling with 2 samples.
The instruments used are a questionnaire and SOP for the use of telenursing. Using
WOD Analysis Techniques (Interviews, Observations and Documentation).
Results: Based on the results obtained from 2 participants conducted by
researchers, the number of patients who had high medication compliance was 0
participants (0%) and 2 participants had moderate medication compliance (100%)
and the number of patients who had medication compliance Low as 0 Participants
(0%). This shows that Health Education using Telenursing is quite significant in
increasing compliance with taking medication for TB patients in the Kawangu
Community Health Center working area. Conclusion: Based on the research
results, it can be concluded that health education through telenursing shows
significant results in increasing compliance with taking medication for TB patients
in the Kawangu Community Health Center Working Area.
Keywords: Health Education, Telenursing Reminder, Tuberculosis
Bibliography: 32 (2018-2023
Implementasi Kombinasi Terapi Uap Dengan Cajuput Oil Pada Pasien Pneumonia Dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Pendahuluan: Pneumonia merupakan suatu kondisi infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh agen infeksi seperti bakteri, virus dan jamur. Infeksi ini terjadi pada alveoli yang mengakibatkan alveoli terisi oleh nanah dan cairan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk untuk mengimplementasikan terapi uap dengan cajuput oil pada pasien pneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada pasien pneumonia. Hasil: berdasarkan hasil Analisa data pada kedua klien diperoleh diagnosa bersihan jalan napas tidak efetif. Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3x60 menit bersihan jalan napas tidak efektif teratasi yang ditandai dengan keluhan sesak napas berkurang, dahak dapat dikeluarkan serta bunyi napas tambahan ronchi berkurang. Kesimpualan: Intervensi pemberian terapi uap dengan cajuput oil dan batuk efektif pada pasien pneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif dapat mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan efektivitas pengobatan.
Kata Kunci: pneumonia, cajuput oil, Batuk efekti
The Relationship of Breastfeeding With Stunting Incidents In Toddler: Literature Review
Background: Risk factors for stunting vary. Research results at both national and international levels show inconsistent results regarding the relationship between breastfeeding and the incidence of stunting. The World Health Organization (WHO) recommendation for interventions in the First 1000 Days of Life, includes providing exclusive breast milk. This study aims to review and synthesize the scientific evidence needed to guide stunting interventions related to breastfeeding. Method used in the literature review is the Systematic Literature Review (SLR). Data sources from Pro-quest, Neliti, PubMed, Perpusnas, google scholar. Inclusion criteria for stunting incidence factors seen from breastfeeding, articles from 2009-2019, using English and Indonesian. The number of eligible articles was 22. Exclusive criteria are irrelevant literature, researching stunting but in adolescents or adults, there are duplications and articles without free full text. The number of articles that do not meet the criteria is 409. Results: Risk factors for stunting vary greatly from one region to another, exclusive breastfeeding has limited benefits for infant growth, the duration of exclusive breastfeeding is still a matter of debate, especially regarding the insufficiency of breast milk alone to meet the nutritional needs of infants or known as the wealing dilemma and no research has been found regarding the relationship between not breastfeeding and the incidence of stunting. Conclusion: Exclusive breastfeeding is not the only factor contributing to stunting, optimal provision of complementary feeding must be considered.
Keywords: Exclusive breast milk; toddle; duration; stuntin
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Tn. A. R DENGAN PNEUMONIA DI RUANGAN PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE
Latar Belakang Pneumonia merupakan penyakit karena adanya inflamasi maupun pembengkakan disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur yang mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan dan jaringan paru (alveoli) (Agustyana, 2019).
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada Tn. A. R dengan Pneumonia di Ruangan Penyakit Dalam III Rumah Sakit Umum Daerah Ende.
Metode yang dilakukan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan.
Hasil pengkajian yang ditemukan pada Tn. A. R yaitu sesak napas, batuk, badan terasa lemah, kaki kanan dan kiri terasa lemah, memiliki riwayat penyakit asma dan stroke, lemah dan merasa cepat lelah ketika melakukan aktifitas, kaki kanan dan kiri saat berjalan atau digerakkan terasa sakit, tidak ada selera untuk makan, merasa mual, klien tampak lemah, konjungtiva pucat, mukosa bibir kering, kulit tampak pucat, CRT g 2 detik, ada retraksi dinding dada, bunyi napas wheezing, bising usus 35 ×/menit, tanda-tanda vital : TD : 128/62 mmHg, Nadi :
85 ×/menit, RR : 24 ×/menit, Suhu : 36,7 °C, SPO² : 95 %. Diagnosa keperawatan pada Tn. A. R yaitu gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolus-kapiler, pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan
upaya napas, bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan, defisit nutrisi berhubungan dengan peningkatan rangsangan gaster sebagai dampak peningkatan toksik mikroorganisme, intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan. Intervensi keperawatan sesuai dengan rencana
keperawatan yang telah ditujukan untuk mengatasi masalah yang dialami pasien.
Implementasi yang telah dilakukan penulis untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien sudah sesuai dengan intervensi yang direncanakan. Tindakan dilakukan dari tanggal 16-18 Agustus 2024 yaitu lima diagnosa keperawatan yang muncul masalah. Masalah yang teratasi sebagian yaitu gangguan pertukaran gas, pola napas tidak efektif, bersihan jalan napas tidak efektif, defisit nutrisi, intoleransi aktivitas.
Kesimpulan dari studi kasus ini adalah masalah pada Tn. A. R belum teratasi. Saran untuk keluarga dan pasien harus mengetahui cara perawatan Pneumonia pada pasien dan berperan aktif dalam proses penyembuhan pasien
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. O.D DENGAN DIAGNOSA MEDIS STROKE DI RUANGAN PENYAKIT DALAM III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENDE
Stroke merupakan masalah kesehatan yang sering di temukan pada masyarakat baik di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Stroke memiliki prevalensi tertinggi, di perkirakan 25 juta penderitanya secara global akan berakhir dengan kematian
Gaya hidup yang awalnya sehat, saat ini berubah menjadi tidak sehat salah satunya perubahan pola hidup yang tidak sehat. Seperti makan-makanan yang banyak mengandung lemak dan kolesterol, merokok, kurang olahraga, minum alkohol dan berlebihan dalam bekerja (Cerebro Vascular Accident) merupakan gangguan pada system persyarafan yang sering di derita oleh manusia. Penyebab terjadinya stroke karena sumbatan dan pecahnya pembuluh darah sehingga memutus suplai nutrisi dan oksigen ke otak.
Tujuan studi kasus agar mampu melakukan asuhan keperawatan pada Ny. O.D dengan Stroke Non Hemoragik di Ruangan Penyakit Dalam III RSUD Ende.
Metode yang digunakan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan.
Hasil stusi kasus pada Ny.O.D di laksanakan berdasarkan pendekatan proses keperawatan. Pada pengkajian ditemukan data bahwa pasien mengalami kelemahan di tangan dan kaki bagian kiri, mual, muntah, pusing, tidak bisa bicara, pengelihatan kabur dan daya ingat menurun.
Masalah diangnosa keperawatan pada Ny. O.D yaitu gangguan perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan embolisme, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan muskuloskeletal, gangguan komunikasi verbal berhungan dengan gangguan sirkulasi.
Intervensi keperawatan di lakukan berdasarkan masalah keperawatan yaitu menganjurkan klien untuk minum obat secara teratur, menganjurkan keluarga untuk membantu klien dalam latihan ROM, menganjurkan keluarga untuk selalu berkomunikasi dengan klien
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY. I. A DENGAN DIAGNOSA MEDIS STROKE NON HEMORAGIK DI RUANGAN PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE
Latar Belakang Penyakit Stroke merupakan terjadinya gejala penurunan fungsi neurologis secara tiba-tiba, fokal, maupun global, berlangsung lebih dari 24 jam karena gangguan pasokan darah menuju ke otak. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada Ny, I. A dengan diagnose medis Stroke Non Hemoragik di Ruangan Penyakit Dalam III Rumah Sakit Umum Daerah Ende
Metode yang dilakukan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan.
Hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. I.A ditemukan Kelemahan, sakit kepala, pusing leher tegang, mual-mual, lemah lidah terasa tebal bicara tidak jelas, mulut mencong ke kiri tangan kiri dan kaki kiri tidak bisa digerakkan kelumpuhan sebelah badan, kulit tampak pucat, memiliki riwayat hipertensi 5 tahun yang lalu jarang berobat dan tidak mengkonsumsi obat hipertensi, pasien susah tidur, pasien mengatakan sering terbangun atau sering terjaga, pasien merasa minder, merasa stres, pasien merasa dirinya tidak berguna, tanda-tanda vital TD: 190/111 mmHg, S: 36.2°c, N: 79x/menit, 〖SPO〗^2∶98%, RR:20x/menit, mengalami penurunan Kekuatan otot. Tindakan dilakukan dari tanggal 03, 04, 05 Juni 2024 yaitu delapan diagnosa keperawatan yang muncul masalah.
Kesimpulan dari studi kasus ini telah dilakukan Asuhan Keperawatan Stroke Non Hemoragik pada pasien Ny I. A. Saran untuk keluarga dan klien harus mengetahui cara perawatan Stroke Non Hemoragik pada pasien dan berperan aktif dalam proses penyembuhan pasien
Manajemen Hipovolemia Pada Pasien Anak Dengan Diare di Ruang Anggrek RSUD Umbu Rara Meha Waingapu
Pendahuluan: Diare adalah frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya dengan konsistensi yang lebih encer. Diare merupakan gangguan buang air besar atau BAB ditandai dengan BAB lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertai dengan darah atau lendir Diare yaitu penyakit yang terjadi ketika terdapat perubahan konsistensi feses. Metode: studi kasus dengan pendekatan deskriptif deskriptif. Hasil penelitian: Setalah dilakukan tindakan keperawatan diare teratasi, kontrol pengeluaran feses meningkat, nyeri abdomen menurun, konsitensi feses membaik,turgor kulit membaik ,output urine membaik ,Berat badan membaik, Perasaan lemah membaik, , intake cairan membaik ,Membrane mukosa membaik . Perencanaan dan pelaksanaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien serta evaluasi dari masalah keperawatan teratasi. Kesimpulan:Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa intervensi manajemen hipovolemia pada pasien anak dengan diare dapat mempertahankan keseimbangan cairan tubuh anak.
Kata Kunci : Manajemen Diare Pada Anak. Hipovolem
Penerapan Terapi Relaksasi Napas Dalam Pada Pasien Tuberculosis Paru Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Pola Tidur di Puskesmas Waingapu
Pendahuluan: TBC merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Sumber penularan penyakit infeksi tersebut adalah melalui udara (airborne disease). Metode: Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah SOP Teknik Relaksasi Napas Dalam, dan Lembar Observasi. Hasil: Berdasarkan hasil analisa data pada klien diperoleh diagnosa gangguan pola tidur ditandai dengan adanya keluhan batuk, sesak napas, nyeri dada dan otot serta keringat pada malam hari. Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3 hari gangguan pola tidur teratasi yang ditandai dengan keluhan batuk berkurang, sesak napas menurun, nyeri dada dan otot berkurang. Penelitian ini menunjukkan efektiftas terapi relaksasi napas dalam dengan mengatasi gangguan pola tidur.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa intervensi terapi relaksasi napas dalam pada pasien Tuberculosis paru dengan masalah gangguan pola tidur dapat membantu pasien untuk mencapai kualitas tidur yang optimal.
Kata Kunci: Tuberculosis Paru, Terapi Relaksasi Napas Dalam, Gangguan Pola Tidu
Penerapan Manajemen Hipertermia Pada Pasien Malaria Dengan Masalah Keperawatan Hipertermia di Ruangan Dahlia RSUD Umbu Rara Meha Waingapu
Pendahuluan: Malaria merupakan salah satu penyakit yang menularnya melalui gigitan nyamuk anhopeles betina. Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh prostozoa obloigat interaseluler dari genus plasmodium. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja terutama penduduk yang tinggal didaerah diman tempat tersebut merupakan tempat yang sesuai dengan kondisi nyamuk untuk berkembang biak. Tujuan dari penelitian ini adalah Mampu menerapkan Manajemen Hipertermia pada Pasien Malaria Dengan Masalah Keperawatan Hipertermia di Ruangan Dahlia RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Metode: jenis penelitian adalah studi kasus, subyek penelitian adalah 1 pasien dewasa dengan diagnosa medis malaria dan diagnosa keperawatan hipertermia. Hasil: Penerapan manjemen hipertermi pada pasien dengan malaria dapat menurunkan suhu tubuh ke dalam batas normal. Kesimpulan: Manajemen hipertermi dapat diterapkan pada pasien dengan Hipertermi pada penyakit lainnya selain Malaria. Saran: Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam melakukan Asuhan keperawatan pada pasien dengan Malaria
Penerapan Hidroterapi Pada Keluarga Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Desa Mbatakapidu
Pendahuluan: Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan peningkatan tekanan darah yang abnormal di dalam arteri. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menurunkan atau mengontrol tekanan darah adalah dengan teknik non-farmakologi dengan hidroterapi yaitu terapi dengan menggunakan air. Hidroterapi rendam kaki air hangat merupakan salah satu jenis terapi alamiah yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi edema, meningkatkan relaksasi otot, menyehatkan jantung, mengendorkan otot-otot, menghilangkan stress, meringankan rasa sakit, meningkatkan permeabilitas kapiler, memberikan kehangatan pada tubuh sehingga sangat bermanfaat untuk terapi penurunan tekanan darah pada hipertensi. Tujuan: tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan intervensi hidroterapi pada keluarga dengan masalah keperawatan nyeri akut terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: studi kasus dengan pendekatan penelitian yang bersifat kualitif. Hasil: berdasarkan hasil analisa data pada klien 1 tekanan darah 150/90 mmHg, diperoleh diagnosa keperawatan nyeri akut dengan keluhan nyeri pada kepala skala 6. klien 2 tekanan darah 180/100 mmHg, diperoleh diagnosa keperawatan nyeri akut dengan keluhan nyeri pada kepala skala 6 dan merasa pusing. Setelah dilakukan tindakkan keperawatan selama 5 hari intervensi nyeri akut teratasi yang ditandai dengan keluhan nyeri menurun, gelisah menurun, meringis menurun. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti menyimpulkan bahwa intervensi hidroterapi pada pasien hipertensi dapat menurunkan nyeri, mencegah tegang otot leher, dan mengatasi pusin