Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN EKSTRAK BUNGA KEMBANG SEPATU PADA PEWARNAAN SITOLOGI EPITEL MUKOSA MULUT SEBAGAI MODIFIKASI PEWARNAAN GIEMSA
Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) digunakan sebagai pewarna alami, yaitu sebagai pewarna yang memiliki kandungan antosianin tinggi. Bunga kembang sepatu dapat dimanfaatkan sebagai pengganti eosin pada pewarnaan Giemsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pewarnaan sitologi pada pewarnaan Giemsa menggunakan ekstrak bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) sebagai pengganti eosin. Jenis penelitian eksperimen sungguhan (true eksperimen) dengan post-test only control group design. Hasil pewarnaan dinilai dengan pemberian skor 1 (tidak baik), skor 2 (kurang baik), dan skor 3 (baik). Sampel pada penelitian ini adalah epitel mukosa mulut yang diambil menggunakan stik es krim sebanyak 30 sediaan terdiri dari sediaan ekstrak bunga kembang sepatu 70%, 80%, 90%, dan 100% masing-masing dibuat 6 sediaan. Pada hasil Uji Kruskal-Wallis antara kontrol dan ekstrak bunga kembang sepatu diperoleh nilai signifikansi p=0,001 (p0,05 (tidak ada perbedaan), dengan nilai signifikansi masing-masing 1.000 dan 0,138 sedangkan antara kontrol dengan ekstrak bunga kembang sepatu 90% dan 100% didapatkan hasil p<0,05 (ada perbedaan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ektrak bunga kembang sepatu 70% dapat menggantikan eosin pada pewarnaan Giemsa
HUBUNGAN KADAR UREUM DENGAN FASE PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG
Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pasien TB paru dapat diobati dengan kombinasi obat yang disebut Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Terapi ini menggunakan kombinasi empat obat : isoniazid, rifampisin, pirazinamid dan etambutol selama 6 bulan. Ureum adalah produk akhir pemecahan protein dan asam amino yang diproduksi oleh hati kemudian didistribusikan melalui cairan intraseluler dan ekstraseluler dalam darah dan disaring oleh glomeruli ginjal. Mengonsumsi OAT terutama dalam jangka waktu lama dan dalam jumlah yang banyak akan berpengaruh terhadap fungsi organ ginjal yang akan mengakibatkan peningkatan kadar ureum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar ureum dengan fase pengobatan pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Sikumana, Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengumpulan data berupa pemeriksaan kadar ureum pada penderita tuberkulosis yang menjalani pengobatan tuberkulosis fase intensif dan lanjutan dengan sampel penelitian sebanyak 40 orang. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penderita tuberkulosis paru lebih banyak terjadi pada masa lansia (46-65 tahun) yaitu sebanyak 16 orang (40%), berdasarkan jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki sebanyak 25 orang (63%) dan berdasarkan fase pengobatan lebih banyak pada fase lanjutan sebanyak 27 orang (68%). Hasil pemeriksaan kadar ureum menunjukkan sebagian besar pasien memiliki kadar ureum normal sebanyak 39 orang (98%). Simpulan dari hasil penelitian adalah tidak ada hubungan signifikan antara kadar ureum dengan fase pengobatan
Gambaran Kadar Ureum Dan Kreatinin Pada Pasien Tuberkulosis Dengan Terapi Obat Anti Tuberkulosis Di Puskesmas Oebobo
Tuberkulosis (TB) paru merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis yang menyerang parenkim paru.Mycobacterium tuberkulosis merupakan bakteri tahan asam gram positif.Penderita BTA positif adalah sumber utama penularan tuberculosis paru.Penderita tuberkulosis paru dapat menyebarkan bakteri ke udara dalam bentuk droplet saat batuk atau bersin. Penelitian ini bertujuan mengetahui Gambaran Kadar Ureum Dan Kreatinin Pada Pasien Tuberkulosis Dengan Terapi Obat Anti Tuberkulosis Di Puskesmas Oebobo yang meliputi karakteristik jenis kelamin,umur dan lama pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Crosssectional menggunakan metode purposive sampling.Populasi yang digunakan adalah semua pasien Tuberculosis dengan terapi obat anti tuberculosi yang ada di Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar ureum dari 20 pasien yang diperiksa,semua memilki kadar ureum yang normal,baik dari karakteristik jenis kelamin,umur dan lama pengobatan. Sedangkan kadar kreatinin berdasarkan jenis kelamin didapati laki-laki sebanyak 3 orang dan perempuan sebanyak 2 orang memilki kadar kreatinin tinggi. Berdasarkan karakteristik umur didapati dewasa sebanyak 3 orang memiliki kadar kreatinin yang tinggi,pada usia lansia sebanyak 2 orang memiliki kadar kreatinin tinggi. Dari karakteristik lama pengobatan terapi OAT, pada fase awal diperoleh 5 orang memiliki kadar kreatinin tingg
SIKAP DAN TINDAKAN IBU TENTANG CARA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DAN STATUS KARIES GIGI PADA BALITA STUNTING DI KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG
Latar Belakang : Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan
tubuh secara keseluruhan sehingga menjaga kesehatan gigi dan mulut juga penting
dilakukan. Kesehatan gigi dan mulut balita itu penting untuk dijaga karena untuk
menghindari balita dari rasa sakit. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui sikap
dan tindakan ibu tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dan status
karies pada balita stunting di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Metode
:Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif Hasil : Penelitian ini menunjukan
sikap ibu tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut paling tertinggi dengan
kriteria kurang berada di desa oeltua sebanyak 26 responden (70,28%), di desa
baumata sebanyak 8 responden (88,89), di desa baumata timur sebanyak 10
responden (83,34%), di desa oeletsala sebanyak 5 responden (83, 34%) dan di
desa kuaklalo sebanyak 2 responden (66,67). Tindakan ibu tentang pemeliharaan
kesehatan gigi dan mulut paling tertinggi dengan kriteria kurang berada di desa
oeltua sebaanyaak 31 responden (83,79%), di desa baumata sebanyak 8 responden
(88,89), di desa baumata timur sebanyak 9 responden (75%), di desa oeletsala
sebanyak 6 responden (100%) dan di desa kuaklalo sebanyak 2 responden (66,67).
dan status karies gigi total di 5 Desa di Kecamatan Taebenu tertinggi dengan 47
responden (70,1%) pada kriteria sangat rendah. Kesimpulan: Sikap ibu tentang
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak balita stunting di Kecamatan
Taebenu Kabupaten Kupang dengan kriteria kurang (76,12%).Tindakan ibu
tentang pemeliharan kesehatan gigi dan mulut anak balita stunting di Kecamatan
Taebenu Kabupaten Kupang kurang (83,59%).Status karies gigi pada anak balita
stunting di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang sangat rendah 70%
PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN GIGI DAN STUNTING TERHADAP STATUS KARIES GIGI PADA BALITA DI KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG
Latar Belakang: Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan
manusia, baik sehat secara jasmani maupun rohani. Kesehatan yang perlu
diperhatikan selain kesehatan tubuh secara umum, juga kesehatan gigi dan mulut.
Kesehatan dan mulut merupakan salah satu hal yang penting dalam menjaga
keseimbangan fungsi tubuh Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengetahuan ibu
tentang Kesehatan gigi dan stunting terhadap status karies gigi pada balita di
Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Metode Penelitian: ini adalah penelitian
deskriptif yaitu jenis penelitian yang memberikan gambaran secara rinci, baik
tentang karak teristik suatu kelompok atau individu atau tentang hubungan antara
variabel-variabel tertentu Hasil Penelitian: Pengetahuan ibu tentang Kesehatan
gigi dan mulut masih sangat sedang Di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang
dengan total Baik 47 Responden (71 %) pada kriteria sedang. Pengetahuan ibu
tentang stunting sangat sedang 47 responden (71%) pada kriteria sedang Status
karies gigi anak balita stunting tertinggi di Kecamatan Taebenu dengan total 47
responden (70,1%) pada kriteria sangat rendah. Kesimpulan: Pengetahuan ibu
tentang kesehatan gigi dan mulut termasuk dalam kriteria sedang ,sedangkan
Pengetahuan Ibu tentang stunting termasuk dalam kriteria sedang .Status karies gigi
anak balita stunting di Kecamatan Taebenu termasuk dalam kriteria sangat rendah
Penerapan Higiene Sanitasi Jasa Boga Golongan A Di Kota Kupang Tahun 2024
Jasa boga adalah tempat pengelolaan pangan yang produknya siap dikonsumsi bagi umum di luar tempat usaha atas dasar pesanan dan tidak melayani makan di tempat usaha. WHO merilis bahwa pada tahun 2014-2015 ± 70% kasus diare di negara berkembang disebabkan makanan yang tercemar dan sebagian kasus ini dari makanan jasa boga. Kasus keracunan makanan juga terjadi di Kelurahan Oeba Kota Kupang dimana ada 7 warga diduga mengalami keracunan makanan usai menghadiri acara sambut baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan higiene sanitasi jasa boga golongan A di Kota Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Variabel penelitian meliputi area lokasi, bangunan dan fasilitas, area penanganan pangan, inspeksi area dalam, area pencucian, area persiapan, pengolahan dan pengemasan pangan, personal higiene penjamah makanan, keselamatan, kesehatan kerja. Sampel dalam penelitian yaitu 35 sampel jasa boga golongan A yang diambil menggunakan metode Accidental sampling. Data penelitian diperoleh dengan jenis data primer menggunakan form IKL lalu diolah dengan rumus keseluruhan skor =100-((nilai KTS hasil IKL/355)x100 dan rumus per variabel skor =100-((nilai KTS hasil IKL/per variabel)x100. Analisis data secara deskriptif, lalu data yang dihasilkan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sanitasi area lokasi TPP sebanyak 97% memenuhi syarat, kondisi bangunan 97% memenuhi syarat, kondisi sanitasi area penanganan pangan 100% memenuhi syarat, inspeksi area dalam 100% memenuhi syarat, kondisi area pencucian 46% memenuhi syarat, kondisi area persiapan, pengolahan dan pengemasan pangan 97% memenuhi syarat, kondisi personal higiene penjamah makanan 69%, keselamatan, kesehatan kerja 0% memenuhi syarat. Simpulan dari penelitian ini adalah, dari 35 jasa boga di Kota Kupang ada satu jasa boga yang tidak memenuhi syarat laik sehat dengan presentase 97 %. Penulis menyarankan pada jasa boga untuk menyediakan tempat sampah yang memenuhi syarat dan selalu menggunakan APD pada saat mengolah makanan, serta menyediakan APAR agar mudah diatasi apabila terjadi kebakaran ringan
Penerapan Manajemen Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang
Latar Belakang : Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan operasi yang sering dilakukan di rumah sakit, tindakan ini menjawabkan nyeri post sectio caesarea sehingga diperlukan manajamen nyeri. Tujuan : Mengetahui teknik relaksasi napas dalam dan kompres hangat untuk mengurangi tingkat nyeri pada pasien post sectio caesarea. Metode : Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan partisipan dalam penelitian adalah 2 orang menggunakan pedoman wawancara dan observasi analisis data secara naratif. Hasil : Sebelum diberikan teknik relaksasi napas dalam dan kompres hangat, tingkat nyeri Ny. S adalah nyeri sedang (Skala 5), dan tingkat nyeri Ny. D adalah nyeri sedang (Skala 6). Setelah dilakukan teknik relaksasi napas dalam dan kompres hangat selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 10-15 menit setiap hari, didapatkan hasil penurunan tingkat nyeri, pada Ny. S menjadi tingkat nyeri ringan (Skala 3), pada Ny. D menjadi tingkat nyeri ringan (Skala 3). Kesimpulan : Teknik relakasasi napas dalam dan kompres hangat dapat mengurangi nyeri pada pasien post sectio caesarea. Saran : Teknik relaksasi napas dalam dan kompres hangat dapat digunakan oleh ibu post sc untuk mengurangi nyeri
Penerapan Diet Rendah Gula Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang
Prinsip pengaturan pola makan bagi penderita diabetes mellitus (DM) yang mencakup konsep makan dengan tepat pada waktu yang tepat, jenis makanan yang tepat, dan jumlah makanan yang tepat. Penderita DM disarankan untuk menjaga pola makan yang teratur guna menjaga kadar glukosa darah tetap stabil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepatuan diet pada penderita diabetes melitus terhadap pengendalian kadar gula darah di RSUD Prof Dr. W. Z. Johannes Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan desain penelitian studi kasus deskriptif. Subjek penelitian ini adalah dua orang pasien diabetes melitus yang ditetapkan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi hasil kadar gula darah sebelum dan setelah penerapan diet. Hasil penelitian diperoleh, sebelum dilakukan penerapan diet hasil gula darah Ny. N pada hari pertama 241 mg/dL, hari kedua 239 mg/dL, hari ketiga 240 mg/dL. Setelah penerapan diet hasil kadar gula darah pada hari pertama menjadi 237 mg/dL, hari kedua 235 mg/dL, hari ketiga 235 mg/dL. Pada Ny. M sebelum dilakukan penerapan diet hasil gula darah pada hari pertama 250 mg/dL, hari kedua 250 mg/dL, hari ketiga 248 mg/dL. Setelah penerapan diet hasil kadar gula darah menjadi hari pertama 248 mg/dL, hari kedua 246 mg/dL, hari ketiga 245 mg/dL. Simpulan penelitian ini, penerapan diet rendah gula dapat mengurangi dan mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes melitus
GAMBARAN STANDAR BUMBU LAUK HEWANI DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR.W.Z. JOHANNES KUPANG
Latar Belakang : Penyelenggaraan makanan adalah menyediakan makanan yang
berkualitas sesuai kebutuhan gizi, biaya, aman dan dapat diterima oleh konsumen guna
mencapai status gizi yang optimal. Standar bumbu di instalasi gizi sudah ditetapkan,
berdasarkan standar bumbu merah, bumbu kuning dan bumbu putih
Tujuan Penelitian :. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran standar
bumbu pada lauk hewani di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang.
Metode Penelitian :Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif observasional
dengan menggunakan desain penelitian crossectional untuk mengamati dan
menggambarkan kesesuaian penggunaan standar bumbu umum dan standar bumbu
rumah sakit yang digunakan untuk olahan menu lauk hewani di RSUD Prof. Dr. W.Z.
Johannes Kupang.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pengolahan menu
lauk hewani menggunankan standar bumbu yang telah ditetapkan oleh instalasi gizi
sebagai acuan dalam pengolahan bahan makanan. Sedangkan penggunaan standar
bumbu umum juga dapat dilihat dalam pengolahan menu telur balado yang
menggunakan standar bumbu A (merah),penggunaan standar bumbu B (putih) terdapat
pada menu rolade daging, telur cetak bunga,perkedel daging sapi dan pengunaan
standar bumbu C (kuning) terdapat pada menu ikan bumbu acar ikan bumbu kuning
dan opor ayam.
Kesimpulan : Kesesuaian standar bumbu yang digunakan di instalasi gizi RSUD Prof.
Dr. W.Z. Johannes Kupang menunjukan bahwa dalam proses pengolahan makanan
sudah dipastikan jenis bumbu dan standar bumbu yang akan digunakan, sehingga menu
dan bumbu yang digunakan sudah sesuai dengan standar bumbu yang telah ditetapkan
oleh instalasi gizi sebagai panduan dalam memasak
Kata Kunci :Standar Bumbu dan Lauk Hewa
Pola Pengobatan Penderita Diabetes Mellitus Rawat Jalan Di RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Pada Januari-Juni Tahun 2023
Diabetes melitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang menjadi ancaman kesehatan penduduk dunia pada saat ini. Tujuan penelitian ini 1.Untuk mendapatkan prevalensi penderita DM rawat jalan di RSUD W Z Johannes Kupang pada Januari sampai Juni tahun 2023 meliputi jenis kelamin, dan usia. 2.Untuk mendapatkan data pola pengobatan penderita DM rawat jalan di RSUD W Z Johannes Kupang pada Januari sampai Juni tahun 2023 berdasarkan jenis obat, golongan obat, dosis, dan cara pemberian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah penderita diabetes mellitus sebanyak 68 orang dengan berjenis kelamin perempuan 58,82% dan laki-laki 42,28%,Usia penderita DM 30 – 79 tahun, dengan rincian usia dari 51- 70 tahun 54,42%, usia dari 30 – 50 tahun 33,82%, dan usia 71- 80 tahun 11,77%, pengobatan penderita DM berdasarkan jenis obat yang banyak digunakan acarbose dan golonan penghambat alfa glukosidase 25,83%, dosis yang digunakan acarbose 100 mg dengan dosis 3 x sehari 100 mg 20,52%, dan cara pemberian yang digunakan secara oral sebanyak 66,23%, dan parental sebanyak 33,77%. Simpulan penderita DM paling banyak diderita oleh perempuan 58.35%, dengan usia 51-70 tahun 54.42%, pengobatan berdasarkan jenis obat acarboce golongan obat penghambat alfa glukosidase sebanyak 25.52%, dengan dosis acarboce 100 mg 3 x sehari 100 mg sebanyak 20.52%. dengan cara pemberian secara oral sebanyak 66.23%