Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
PENGARUH KOMBINASI TERAPI SLOW DEEP BREATHING DAN RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PASIR PANJANG
Latar Belakang : Hipertensi atau biasa dikenal tekanan darah tinggi merupakan
kondisi kronis ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik secara
signifikan. Penyakit ini merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit
kardiovaskular, termasuk gagal jantung, gagal ginjal, dan stroke.Tujuan : Untuk
mengidentifikasi pengaruh kombinasi terapi slow deep breathing dan rendam kaki air
hangat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Pasir
Panjang. Metode : Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian kuantitatif
dengan desain pra eksperimen the one group pretest-posttest design. Populasi
penelitian ini yaitu pasien hipertensi di puskesmas pasir panjang sebanyak 58 orang
dengan jumlah sampel 37 responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh kombinasi terapi slow deep breathing dan rendam kaki air hangat
terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di puskesmas pasir panjang
p-value 0,000 ( p < 0,05 ). Kesimpulan : Dari hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test di
dapatkan hasil asymp sig 2 tailed 0,000 < 0,05 maka dapat di simpulkan bahwa ada
pengaruh terapi slow deep breathing dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan
tekanan darah pada pasien hipertensi di puskesmas pasir panjang. Saran: Penelitian ini
diharapkan dapat menajadi referensi bagi peneliti selanjutnya dengan membandingkan
kombinasi terapi slow deep breathing dan rendam kaki air hangat dengan terapi
komplementer lainnya serta dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambah
variabel lainnya yang mendukung penelitian
Penerapan Aromaterapi Lavender Pada Lansia Dengan Gangguan Pola Tidur Di Panti Werdha Budi Agung Kupang
Pendahuluan : Kualitas tidur lansia yang menurun dapat berakibat pada risiko jatuh, gangguan mood, dan kurang konsentrasi. Salah satu upaya yang dapat meningkatkan kualitas tidur adalah pemberian aroma terapi lavender. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan penerapan aromaterapi lavender dalam mengatasi masalah gangguan tidur pada lansia di Panti Jompo Budi Agung Kupang. Metode: Pemberian asuhan ini menggunakan desain studi kasus tunggal. Sampel penelitian adalah lansia dengan gangguan pola tidur, keadaan umum baik, dan bersedia dilakukan intervensi. Instrumen yang digunakan adalah format asuhan keperawatan lansia model carol A.miller yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Analisis kasus disesuaikan dengan format asuhan keperawatan yang digunakan. Hasil: Hasil kualitas tidur menggunakan lembar observasi. Setelah dilakukan intervensi aromaterapi lavender dalam hari pertama cenderung belum memberikan efek, namun pada hari kedua hingga ketiga mulai menunjukan perbaikan kualitas tidur. Kesimpulan: Diagnosis keperawatan yang ditemukan adalah gangguan pola tidur kategori fisiologis dan subkategori aktivitas/istirahat. Luaran keperawatan dukungan tidur adalah pola tidur. Intervensi dilakukan sesuai dengan SIKI dengan terapi komplementer yaitu pemberian aromaterapi lavender dengan inhalasi. Dari terapi yang diberikan sampai hari ke tiga pola tidur membaik dengan durasi jam tidur normal 6-8 jam pada malam hari. Pada post tindakan menunjukkan skor total 5 yang menandakan bahwa aromaterapi lavender berfungsi secara maksimal. Pemberian aromaterapi lavender dapat dilakukan pada lansia dengan gangguan tidur dengan memperhatikan adanya alergi terhadap aromaterapi lavender
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SORGUM DAN TEPUNG KACANG TANAH PADA PEMBUATAN SNACK BAR
Latar Belakang : Kurang Energi Protein (KEP) adalah masalah gizi yang paling serius di dunia. Kurang Energi Protein mengacu pada orang yang kekurangan gizi karena rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari atau penyakit tertentu, mengingat anak-anak di bawah usia lima tahun sering menderita penyakit kekurangan energi protein. Snack bar merupakan pangan darurat berbentuk batang dan padat yang memiliki kecukupan kalori, protein, lemak dan gizi lain yang dibutuhkan oleh tubuh.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui tingkat kesukaan dan nilai gizi snack bar yang di substitusi tepung sorgum dan tepung kacang tanah.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diterapkan dalam pembuatan snack bar adalah substitusi tepung sorgum dan kacang tanah dengan tiga perlakuan yaitu PI : substitusi tepung sorgum dan kacang tanah 40% : 40%, P2 : substitusi tepung sorgum dan kacang tanah 50% : 30%, P3 : substitusi tepung sorgum dan kacang tanah 60% : 20%.
Hasil : Berdasarkan uji organolpetik snack bar dengan substitusi tepung sorgum dan tepung kacang tanah meliputi warna, rasa, tekstur, dan rasa yang paling disukai adalah (P2: 50%:30%). Untuk nilai gizi yang paling tinggi adalah P1 dengan nilai gizi Energi: energi 1.362,12 gram, protein 45,17 gram, lemak 77,6 gram, karbohidrat 132,47 gram.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa berdasarkan hasil organoleptik snack bar meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa. Snack dengan substitusi tepung sorgum, dan tepung kacang tanah pada P1 (40% : 40), P2 (50% : 30%), P3 (60% : 20%). Dari tingkat kesukaan dari suka sampai sangat suka. Hal ini disebabkan karena pada P2 menggunakan substitusi tepung sorgum 50% dan tepung kacang tanah 30% semakin banyak penambahan tepung kacang tanah pada snack bar maka daya terima panelis lebih banyak.
Kata kunci : KEP, Tepung Sorgum, Tepung Kacang Tanah, Snack ba
PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUANG RAWAT INAP RSUD Prof. Dr. W. Z. JOHANNES KUPANG
Novitha Sophia Bulan “ Asuhan Gizi Terstandar Pada Pasien Penyakit Gagal
Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes
Kupang “ Dibimbing oleh Regina Maria Boro, DCN, M.Kes
Latar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2019
jumlah kasus Gagal Ginjal Kronik (GGK) secara global mencapai 1,3 juta
(Wicaksana dan Rachman 2023). Jumlah kasus baru penyakit gagal ginjal kronik di
Indonesia mencapai 66.433 orang, dengan 132.142 pasien aktif menjalani
hemodialisis (IRR 2018). Di Nusa Tenggara Timur (NTT), prevalensi penyakit
gagal ginjal kronik tercatat sebesar 0,33%, dengan 375 kasus baru penyakit gagal
ginjal kronik (IRR 2018). Prevalensi pasien yang menjalani hemodialisis di NTT
mencapai 9,94% (Kemenkes RI 2018). Berdasarkan hasil rekam medis RSUD Prof.
Dr. W.Z Johanes Kupang dari Januari hingga Juli 2023, terdapat 44 pasien penyakit
gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis (Rekam medis Prof W.Z Johanes
Kupang).
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui asuhan gizi pada pasien penyakit gagal
ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes
Kupang
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional
dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode
purposive sampling, dimana sampel yang diambil 5 pasien. Penelitian ini dilakukan
di RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang pada bulan Mei 2024 sampai dengan bulan
Juni 2024.
Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian yang dilakukan, pengukuran antropometri
satu pasien mengalami perubahan berat badan namun belum mencapai status gizi
normal sedangkan keempat pasien lainnya tidak mengalami perubahan status gizi.
Data hasil biokimia menunjukkan beberapa pasien mengalami perbaikan, namun
kadar hemoglobin dua pasien masih rendah, serta kadar kreatinin dan urea beberapa
pasien masih tinggi meskipun telah dilakukan intervensi. Secara klinis, beberapa
pasien mengalami hipertensi yang serius, sedangkan satu pasien menunjukkan
kondisi fisik yang stabil. Monitoring asupan gizi menunjukkan adanya variasi
dalam pencapaian kebutuhan gizi selama periode pengamatan.
Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asuhan gizi
terstandar yang telah dilakukan belum sepenuhnya tercapai. Beberapa indikator
menunjukkan adanya perbaikan, namun masih terdapat kekurangan yang perlu
diperhatikan lebih lanjut
Formulasi Sediaan Sabun Cair Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.)
Sabun merupakan bahan pembersih kulit dan berbagai peralatan yang digunakan secara umum sehari-hari. Pada saat ini sabun cair semakin banyak digunakan karena praktis dan menarik. Penggunaan tanaman sebagai sabun cair salah satunya yaitu daun pandan wangi yang berfungsi sebagai antibakteri karena mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang ada pada kulit manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui formula sabun cair dan mutu sabun cair ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.) yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji kestabilan busa,muji bahan yang tidak larut dalam etanol, dan uji bebas asam lemak yang sudah sesuai dengan standar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Sediaan diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak daun pandan wangi yaitu F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%), lalu dilakukan evaluasi terhadap sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji kestabilan busa, uji bahan yang tidak larut dalam etanol, dan uji bebas asam lemak. Persen rendeman dari ekstrak daun pandan wangi yaitu 18%. Dari hasil dilakukan uji karakteristik yaitu uji organoleptis formula 1, 2, dan 3 diperoleh hasil warna coklat terang dan coklat gelap, berbentuk cair, dan berbau khas ekstrak, uji homogenitas formula 1, 2, dan 3 diperoleh hasil homogen, uji bahan yang tidak larut dalam etanol formula 1, 2, dan 3 diperoleh hasil tidak lebih dari 0,5 yaitu semakin besar konsentrasi ekstrak daun pandan wangi pada formulasi sediaan maka bahan yang tidak larut dalam etanol semakin sedikit uji asam lemak bebas formula 1, 2, dan 3 diperoleh hasil 0,84, uji kestabilan busa diperoleh hasil 1,3 – 22 cm. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak daun pandan wangi dalam formula sabun cair ekstrak daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.) tidak mempengaruhi stabilitas fisik sediaan
STUDI FAKTOR LINGKUNGAN SARANA SANITASI DAN PHBS YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALAK
ABSTRAK
STUDI FAKTOR LINGKUNGAN SARANA SANITASI DAN PHBS YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALAK
Rensa Sonaliati Umbu Deta, Ragu Harming Kristina*)
[email protected]
*) prodi sanitasi poltekkes kemenkes kupang
Xi+83 halaman= Tabel, Gambar, Lampiran
Diare adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia, membunuh sekitar 2,5 juta orang setiap tahunnya. Diare disebut juga sebagai buang air besar yang frekuensinya lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang encer. Penyebab diare dapat ditinjau dari hots, agent, dan environtment. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor sarana sanitasi lingkungan dan PHBS yang mempengaruhi kejadian diare pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Alak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dan rancangan penelitian ini adalah menggunakan pendekatan Cross Sectional. Variabel dalam penelitian ini adalah penyediaan air bersih, ketersediaan jamban sehat, ketersediaan SPAL, ketersediaan tempat sampah, perilaku hidup bersih. Adapun populasi dari penelitian ini adalah semua anak balita usia 1-4 tahun yang menderita diare pada bulan Januari-April yang berjumlah 186 anak. Sampel dari penelitian ini adalah 65 anak yang menderita diare pada bulan Januari-April. Teknik pengambilan data primer (data yangdiperiksalangsung dilapangan) dan data sekunder (data yang dikumpulkan oleh orang lain).Hasil pemeriksaan penyediaan sarana air bersihkategori cukup sebanyak 3 rumah (5%) , ketersediaan jamban kategori cukup sebanyak 8 rumah (12%), tempat sampah kategori kurang sebanyak 37 rumah (57%), SPAL kategori kurang sebanyak 64 rumah (92%), PHBS cuci tangan kategori kurang 60 responden (92%), PHBS merebus air kategori kurang sebanyak 10 responden (15%), dan PHBS menutup makanan kategori kurang sebanyak 9 responden (14%). Kesimpulan kasus diare yang disebabkan oleh wadah sampah yang tidak memenuhi syarat, tanpa fasilitas SPAL atau PHBS. Responden disarankan untuk selalu menjaga kualitas lingkungan..
Kata kunci: sarana sanitasi lingkungan, PHBS, kejadian diare
Kepustakaan : 13 buah (2016-2023
Efektivitas Brisk Walking Exercise (Latihan Jalan Cepat) Terhadap Penurunan Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Oesapa Kota Kupang
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah penyakit genetik atau penyakit keturunan, usia, obesitas, makanan atau minuman yang mengandung gula atau karbohidrat berlebihan. Penyakit ini juga menjadi masalah kesehatan di masyarakat dan bukan lagi merupakan penyakit menular melainkan penyakit tidak menular (PTM). Tujuan: Menganalisis brisk walking exercise terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian kuantitatif yang digunakan peneliti adalah pra eksperimental yaitu (one-group pre post test design) pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil: Berdasarkan hasil uji paired t-test didapatkan hasil sig (2-tailed) 0,000. Nilai p<0,005 dimana H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: hasil uji statistik membuktikan bahwa brisk walking exercise menurunkan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Oesapa Kota Kupang tahun 2024
Uji Aktivitas Antidiabetes Infusa Bunga Flamboyan (Delonix Regia) terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Glukosa
Diabetes melitus merupakan kondisi meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh yang melebihi batas normal, dan menjadi salah satu tanda awal seseorang mengalami diabetes melitus (DM). Pengobatan DM menggunakan obat-obat sintetis yaitu obat antidiabetes. Namun penggunaan obat ini menimbulkan efek samping yang cukup serius, sehingga digunakan obat tradisional, salah satunya bunga flamboyan (Delonix regia) yang efek sampingnya kecil. Penelitian ini untuk mengetahui efek antihiperglikemia infusa bunga flamboyan (delonix regia) dan untuk mengetahui konsentrasi infusa bunga flamboyan (delonix regia) yang lebih efektif dalam memberikan aktivitas antihiperglikemia terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang mana menggunakan hewan uji tikus putih jantan sebanyak 15 ekor yang diinduksi hiperglikemia dengan menggunakan glukosa. Peningkatan kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah induksi dan dianalisis dengan uji statistik T Test. Setelah induksi berhasil (p0.05)
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Padat Dari Ekstrak Etanol Terpurifikasi Daun Kelor (Moringa oleifera L)
Sabun padat merupakan sabun berbentuk padat yang terbuat dari reaksi saponifikasi NaOH dengan minyak nabati atau lemak. Sabun padat dapat diformulasi menggunakan ekstrak terpurifkasi untuk meningkatkan efek antioksidan dan nilai keestetikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah formula sabun padat dari esktrak etanol terpurifikasi daun kelor ( Moringa oleifera L ) memenuhi persyaratan sabun padat diantaranya kadar air, pH 0,1%, bahan tak larut etanol, alkali bebas, dan stabilitas busa. Ekstrak daun kelor diperoleh dengan metode meserasi menggunakan etanol 70% dan dideklorofilasikan dengan metode cair-cair menggunakan pelarut etanol 25% dan minyak kelapa. Hasil deklorofilasi dipekatkan untuk mendapatkan ekstrak kental. Ekstrak yang diperoleh diformulasikan menjadi sabun dengan variasi konsentrasi ekstrak yang berbeda. Sabun yang dihasilkan berwarna coklat pucat,beraroma khas minyak zaitun .Hasil kadar air Formula 1 hasilnya 43,6%, 53,2%, 44,6 % pada F1R1, F1R2, F1R3 formula 2 hasilnya 42%, 49%, 42% pada F2R1, F2R2, F2R3. Hasil kadar pH F1 hasilnya 10,8, 10,6, 10,3 pada F1R1, F1R2 ,F1R3 dan F2 10,4, 10,2, 10,2 pada F2R1, F2R2, F2R3. Bahan tak larut etanol diperoleh formula 1 6,6%, 8%, 2,4% pada F1R1, F1R2, F1R3 formula 2 hasilnya 2,2%, 6,4%, 2,4% pada F2R1, F2R2, F2R3. Kadar alkali bebas formula 1 0,2%, 0,184%, 0,208% pada F1R1, F1R2, F1R3 formula 2 0,192%, 0,176%, 0,192% pada F2R1, F2R2, F2R3. Hasil stabilitas busa Formula 1 tinggi busa 2 cm, 2cm, 1 cm pada F1R1, F1R2, F1R3 formula 2 tinggi busanya 2 cm, 1 cm, 1,5 cm pada F2R1, F2R2, F2R3. Berdasarkan hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa kedua formula memenuhi karakteristik. pH dan bahan tak larut etanol sedangkan tidak memenuhi syarat kadar air, alkali bebas dan stabilitas busa
Profil Pengobatan Tuberkulosis Di Puskesmas Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Periode Juli-Desember 2023".
Latar Belakang: World Health Organization (2019) mencanangkan strategi ‘End Tuberculosis’, yang merupakan bagian dari Sustainable Development Goals, dengan satu tujuan yaitu untuk mengakhiri epidemi tuberkulosis di seluruh dunia. Visi the end TB strategy adalah “dunia yang bebas TB” yaitu zero deaths, disease and suffering due to TB dengan tujuan mengakhiri epidemik TB di dunia.Tujuan Penelitian: mengetahui Profil Pengobatan Tuberkulosis di Puskesmas Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang periode Juli-Desember 2023.Metode Penelitian: penelitian deskriptif retrospektif dengan populasi dan sampel data pasien TB dimana peneliti mengambil data dibuku registrasi OAT. Hasil: Pengobatan TB terbanyak pada usia 27-36 tahun, berdasarkan berat badan 44-51 kg, dan berdasarkan jenis kelamin paling banyak laki-laki. Distribusi pengobatan berdasarkan nama obat dan kombinasi yaitu Rimfapisin, isoniazid, pirazinamid dan Ethambutol berjumlah 40 pasien pada tahap awal dan tahap lanjutan 1 pasien sedangkan tipe pasien lebih banyak pasien baru. Simpulan: pengobatan TB pada pasien berusia 27-36 (26,83%) dengan berat badan 44-51 kg (34,15%) serta jenis kelamin pasien laki-laki (58,54%) sedangkan berdasarkan nama obat, kombinasi dan dosis serta tipe pasien pada tahap awal menggunakan Rifampisin (150 mg), Isoniazid (75 mg), Pirazinamid (400 mg) dan Ethambutol (275 mg) dengan jumlah 41 pasien serta tipe pasien yaitu pasien bar