Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Gambaran Pengetahuan Anak Tentang Makanan Yang Menyehatkan Dan Tidak Menyehatkan Gigi Dengan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Siswa Kelas IV Di Sekolah Dasar Negeri Balfai
Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan, sehingga pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk dilakukan. Penyakit yang muncul dalam mulut disebabkan oleh berbagai faktor yaitu sikap atau perilaku yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut karena kurangnya pengetahuan akan pentingnya pemeliharaan gigi dan mulut. Mengonsumsi makanan yang berserat dan berair adalah salah satu upaya untuk membersihkan gigi dan mengencerkan serta menetralisirkan zat-zat asam yang ada di dalam rongga mulut. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengetahuan tentang makanan yang menyehatkan dan tidak menyehatkan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Balfai. Metode Penelitian pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan tentang status terakhir subjek penelitian, penelitian ini di lakukan untuk mengetaui gambaran pengetahuan anak tentang makanan yang menyehatkan dan tidak menyehatkan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Balfai. Hasil Penelitian Gambaran pengetahuan anak tentang makanan yang menyehatkan dan tidak menyehatkan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada Siswa Kelas IV Di Sekolah Dasar Negeri Balfai meliputi pengetahuan tentang makanan yang menyehatkan gigi (71%), dan pengetahuan tentang makanan yang tidak menyehatkan gigi (62%), dengan status kebersihan gigi dan mulut anak baik yang paling tertinggi (70%). Kesimpulan Berdasarkan hasil peneitian tentang Gambaran Pengetahuan Anak Tentang Makanan Yang Menyehatkan Dan Tidak Menyehatkan Gigi Dengan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Siswa Kelas IV Di Sekolah Dasar Negeri Balfai, dapat di simpulkan: Pengetahuan anak tentang makanan yang menyehatkan gigi baik (71%), Pengetahuan anak tentang makanan yang tidak menyehatkan gigi baik (62%), dan status kebersihan gigi dan mulut siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Balfai baik (70%)
GAMBARAN KEJADIAN INFEKSI Enterobius vermicularis DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA ANAK STUNTING DI DESA NOELBAKI KECAMATAN KUPANG TENGAH
Stunting merupakan salah satu permasalah status gizi pada balita yang
digambarakan sebagai bentuk kegagalan pertumbuhan akibat status gizi buruk dan
kesehatan selama periode prenatal dan posnatal. Status gizi adalah cerminan ukuran
terpenuhinya kebutuhan gizi yang didapat dari asupan dan penggunaan zat gizi oleh
tubuh serta riwayat gizi. Hemoglobin adalah protein globular yang terdapat pada
eritrosit dan berfungsi untuk mengangkut O2 dari paru-paru ke jaringan dan
mengangkut CO2 dari jaringan ke paru-paru. Pembentukan hemoglobin sangat
dipengaruhi oleh jumlah zat gizi yang diserap oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran telur cacing (Enterobius vermicularis) dan kadar
hemoglobin pada anak stunting di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah. Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain
cross-sectional. Sebanyak 24 anak terlibat sebagai subjek dalam penelitian ini.
Metode yang digunakan untuk pemeriksaan telur cacing Enterobius adalah metode
selotip dan metode pemeriksaan kadar hemoglobin adalah metode Point Of Care
Test (POCT). Analisis hasil secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan
frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukan dari 24 sampel ditemukan 5 (21%)
terinfeksi Enterobius vermicularis dan 19 sampel (79%) tidak terinfeksi Enterobius
vermicularis. Sebanyak 1 dari 24 anak stunting di Desa Noelbaki Kecamatan
Kupang Tengah memiliki kadar hemoglobin dibawah normal (<10 gr/dl).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa anak stunting yang terinfeksi
Enterobius vermicularis tidak mempengaruhi kadar hemoglobin dikarenakan
infeksi yang ringan sehingga pengaruhnya kecil terhadap penurunan kadar
hemoglobi
Studi Penyediaan Air Minum Rumah tangga Dan Kualitas BakteriologisPada Penderita Diare Di Kelurahan Oebufu Kota Kupang Tahun 2024”
Sumber air minum rumah tangga masih belum aman karena banyak orang telah mengkonsumsi air minum yang terindikasi sudah terkontaminasi oleh feses atau tinja. Air minum yang sudah terkontaminasi oleh feses manusia memiliki kadar kuman pathogen yang tinggi, salah satu jenis kuman yang dijadikan sebagai indikator terjadinya pencemaran air minum adalah bakteri E.coli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui studi penyediaan air minum dan kualitas bakteriologis air minum rumah tangga pada penderita diare.Jenis penelitiannya deskriptif dengan metode observasi. Variabel dalam penelitian ini adalah sumber air minum, pengolahan air minum, dan kandungan E.coli. Populasi berjumlah 55 dan sampel penelitian ini adalah rumah penderita diare dengan jumlah sampel 33. Pengambilan sampel E.coli berjumlah 10 sampel yang akan dianalisa di laboratorium.Hasil penelitian diperoleh sumber air minum dari sumur gali berjumlah 15 (45%) dan air isi ulang berjumlah 18 (55%) dan air minum yang diolah 30 KK melakukan pengolahan air minum dengan cara direbus, 3 KK(9%)tidak melakukan pengolahan air minum.Kandungan bakteri E.coli dari 10 sampel yang diperiksa dikategorikan tidak memenuhi syarat.Kesimpulan yang dapat diambil adalah masyarakat mengkonsumsi air minum bersumber dari sumur gali, dan air isi ulang yang diolahterlebihdahulutetapimasihada kandungan bakteri E.coliakanmati dengan suhu diatas 700C,oleh karena itu disarankan bagi masyarakat sebaiknya air minum harus diolah terlebih dahulu sepertidirebus sampai mendidih dengan suhu 600C-1000C
PENGARUH PSIKOEDUKASI BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG
Latar Belakang :Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan terbesar
di dunia, salah satunya di negara berkembang termasuk Indonesia. Tuberkulosis
atau dikenal dengan TB paru adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri
Mycrobacterium Tuberculosis dan merupakan penyakit kronik menular. Oleh
karena itu, diperlukannya upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan perlunya
intervensi seperti psikoedukasi untuk mengatasi kecemasan pada pasien (TB).
Psikoedukasi merupakan salah satu bentuk terapi keperawatan kesehatan jiwa
dengan cara pemberian informasi dan edukasi melalui komunikasi teraupetik.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh Psikoedukasi berbasis
Audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan dan Penurunan tingkat kecemasan
pada pasien Tuberculosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang.
Metode : Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah one group pre-post
test design tanpa kelompok kontrol. Hasil : analisis menggunakan Uji Wilcoxon
pada pasien TB menunjukkan hasil p-value <0.05, yaitu 0.00 untuk tingkat
pengetahuan dan tingkat kecemasan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan kecemasan setelah
diberikan intervensi psikoedukasi. Kesimpulan : terdapat pengaruh dari
psikoedukasi berbasis Audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan dan
Penurunan tingkat kecemasan pada pasien Tuberculosis Paru di wilayah kerja
Puskesmas Oesapa Kota Kupang
Inventarisasi Tanaman Berkhasiat Obat dan Pemanfaatannya oleh Masyarakat di RT 002/RW 001 Kelurahan Naioni Kecamatan Alak Kota Kupang
Inventarisasi tanaman berkhasiat obat adalah pencatatan, pendaftaran dan pendataan tentang tanaman berkhasiat obat yang digunakan oleh RT 002/RW 001 Kelurahan Naioni Kecamatan Alak Kota Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data berupa nama tanaman, bagian tanaman yang digunakan, khasiat serta cara pengolahan tanaman berkhasiat obat. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survei dan teknik wawancara disertai dengan deskripsinya dimana peneliti mewawancarai masyarakat yang menggunakan tanaman obat tersebut dan pengisian kuisioner dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk memperoleh data mengenai tanaman berkhasiat obat didukung dengan pengambilan foto terhadap tanaman berkhasiat obat. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024. Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh 25 tanaman berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat RT 002/RW 001 Kelurahan Naioni Kecamatan Alak Kota Kupang, dimana dari 25 tanaman tersebut bagian tanaman yang digunakan yaitu daun (folium) berjumlah 17, batang (Cortex) berjumlah 1, rimpang (Rhizoma) berjumlah 3, getah berjumlah 2, buah (Fructus) berjumlah 1, dan biji (Semen) berjumlah 1. Proses pengolahan tanaman obat dilakukan dengan cara yaitu direbus, ditumbuk, dikunyah, serta diparut. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun
PREVALENSI Taeniasis DAN FAKTOR RESIKOPADA PETERNAK SAPI DI KECAMATANALAK,KOTA KUPANG
Cestoda merupakan kelas cacing dalam fillumplatyhelminthes (cacing pipih).Taenia saginata merupakan dari kelas cestoidea. Taenia saginata dapat menyebabkan penyakit Taeniasis. Taeniasis mengakibatkan infeksi pada saluranpencernaan.Infeksi cacing taeniasis dapatterjadi karena kebersihan lingkungan yang buruk dan perilaku hidup bersih yang masih kurang, Seperti tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah buang air besar, serta tidak memakai alas kaki.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiprevalensi Taeniasis dan faktor resiko Taeniasis pada peternak sapi di Kecamatan Alak, Kota Kupang. Penelitianmenggunakan pendekatanCrosssectionaldimana peneliti ingin mengetahui prevalensi dan adanya faktor resiko Taeniasis pada peternak sapi. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode cara langsung dengan menggunakan larutan Nacl.Penelitian ini dilakukan pada peternak sapi di Kecamatan Alak kota Kupang sebanyak 40 responden.Didapatkan hasil penelitian Prevalensi Taeniasissebesar 0 %, akan tetapi mendapatkan 1 positif telur cacing Ascarislumbricoidessehingga didapatkan prevalensi kecacingan sebesar 2,5%.Hygiene peternak sapi di Kecamatan Alak tergolong baik karena banyak peternak yang menggunakan alas kaki serta mencuci tangan saat beternak dan setelah menyelesaikan pekerjaan lain. Sedangkan Sanitasi lingkungan ternak sapi tergolong buruk karena masih terdapat banyak peternak yang tidak menjaga kebersihan lingkungan kandang sapi
Studi Perilaku Masyarakat Tentang Penggunaan Kelambu Dalam Pengendalian Malaria Di Desa Pariti Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang 2024
Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah di NTT yang disebabkan oleh parasit dari genus plasmodium dan ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang penggunaan kelambu dalam pengendalian malaria, sikap masyarakat tentang penggunaan kelambu dalam pengendalian malaria dan tindakan masyarakat tentang penggunaan kelambu dalam pengendalian malaria. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Variabel penelitian yaitu untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang penggunaan kelambu dalam pengendalian malaria, untuk mengetahui sikap masyarakat tentang penggunaan kelambu dalam pengendalian malaria dan untuk mengetahui tindakan masyarakat tentang penggunaan kelambu dalam pengendalian malaria. Metode yang digunakan adalah survei dan observasi di lapanagan. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif.Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan cheklist. Hasil penelitian ditemukan (65%) KK tidak tahu kelambu berinsektisida sobek apa yang harus dilakukan, sebagian besar KK tidak mengetahui cara pencucian kelambu (67%), dan (60%) KK tidak tahu cara menjemur kelembu berinsektisida. Masyarakat di Desa Pariti tidak memakai kelambu karena sebagian besar menggunakan obat nyamuk.
Kesimpulannya adalah pengetahuan masyarakat mengenai perilaku carapencucian dan cara pengeringan kelambu masih rendah.Saran diperlukan penyuluhan dengan melibatkan kader dan tenaga kesehatan mengenaicara pencucian dan cara pengeringan kelambu untuk menjaga kandungan insektisidi dalam kandungan insektisida dalam kelamb
Pemanfaatan Ekstrak Biji Nangka Untuk Menurunkan Kekeruhan Air Sungai Liliba
Sungai merupakan sumber air bersih yang rawan tercemar. Sungai Liliba sering dimanfaatkan oleh warga sekitarnya untuk aktivitas untuk mandi, mencuci, menanam sayuran dan tempat pembuangan limbah domestik. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai koagulan untuk pengolahan air adalah Biji Nangka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas serbuk biji nangka terhadap penurunan tingkat kekeruhan air sungai Liliba. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan “One Group Pre-test Post-test”. Variabel dalam penelitian ini adalah kekeruhan air baku, kekeruhan air setelah pengolahan menggunakan serbuk biji Nangka 2 gr/l dan 4 gr/l serta efektivitas pengolahan. Objek penelitian ini adalah air sungai Liliba, Hasil penelitian ini diolah dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan kekeruhan pada air baku adalah 190 NTU. Kandungan kekeruhan setelah pengolahan menggunakan koagulan serbuk biji nangka dosis 2 gr/l adalah 63,33 NTU dan hasil pengolahan dengan dosis 4 gram/l adalah 100 NTU. Efektivitas pengolahan untuk dosis 2gr/l adalah 66,66% dan untuk dosis 4 gr/l adalah 47,36%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah serbuk biji nangka mampu menurunkan kekeruhan air. Kepada masyarakat di sarankan untuk dapat menggunakan serbuk biji nangka untuk mengolah air, sedangkan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lanjutan tentag dosis optimal dari koagulan serbuk biji nangka tersebut
Gambaran Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi Dan Mulut Serta Pemanfaatan Poli Gigi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Tarus
Latar Belakang:. pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada ibu hamil sangat diperlukan karena merupakan salah satu kelompok yang rentan. Selain pemeriksaan kehamilan ibu hamil perlu perawatan gigi agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut.Tujuan Penelitian: untuk mengetahui gambaran perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut serta pemanfaatan poli gigi ibu hamil. Metode Penelitian: deskriptif. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Tarus dengan jumlah sampel sebanyak 45 ibu hamil, serta cara pengambilan data dengan menggunakan teknik Accidental sampling. Variabel bebas: perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut serta pemanfaatan poli gigi dan variabel terikat: status kebersihan gigi dan mulut. Alat ukur penelitian menggunakan kuisioner Hasil Penelitian: pengetahuan ibu hamil tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan kriteria baik 77,8%, sedang 20,0% dan buruk 2,2%, sikap ibu hamil tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan kriteria baik 9%, sedang 82% dan buruk 9%, Tindakan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil dengan kriteria baik 20%, kriteria sedang 60%, dan kriteria buruk 20%. Berdasarkan hasil wawancara dengan bidan koordinator poli KIA di puskemas Tarus menyatakan bahwa ibu hamil belum pernah di rujuk ke poli gigi, namun data register dari Poli Gigi diketahui hanya satu ibu hamil yang melakukan pemeriksaan gigi pada tahun 2023 yang lalu. Kesimpulan:pengetahuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil di Puskesmas Tarus berada dalam kategori kriteria baik. Sikap tentang pemeliharaan kebesihan gigi dan mulut ibu hamil di Puskesmas Tarus adalah kriteria sedang. Tindakan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut ibu hamil di puskesmas adalah kriteria sedang.Untuk pemanfaatan Poli Gigi Ibu hamil belum pernah memanfaatkan poli gigi
GAMBARAN JUMLAH SEL LIMFOSIT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS OESAPA
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.TB dapat ditularkan melalui percikan pernapasan yang dikeluarkan melalui batuk,bersin,atau berbicara. Penyakit tuberkulosis apabila tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gambaran jumlah sel limfosit pada pasien TB Paru di Puskesmas Oesapa berdasarkan karakteristik penderita, kategori BTA, lama pengobatan, dan penyakit penyerta. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui buku register atau rekam medik Puskesmas Oesapa, kuisioner dan pemeriksaan jumlah sel limfosit pada penderita tuberkulosis paru yang menjalani pengobatan tuberkulosis paru, dengan jumlah responden penelitian ini sebanyak 30 penderita TB. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan bahwa jumlah penderita tuberkulosis paru lebih banyak terjadi pada pasien dengan usia produktif (15-50 tahun) yaitu sebanyak 24 orang (80%). Berdasarkan jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki yaitu 18 orang (60%). Jumlah limfosit berdasarkan lama pengobatan pasien yang menjalani pengobatan fase lanjutan menunjukkan pasien dengan kadar limfosit normal cenderung lebih banyak dari pasien yang mengalami limfopenia maupun limfositosis yaitu sebanyak 11 pasien dari total pasien sebanyak 17 pasien (56%). Berdasarkan kategori BTA 30 pasien termasuk dalam kategori BTA +1. Dan berdasarkan penyakit penyerta dari pasien TB paru sebanyak 2 pasien yang menderita diabetes, 2 pasien menderita kolesterol, dan yang menderita asam lambung sebnyak 3 pasien