Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Pola Penggunaan Antibiotik Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di Puskesmas Sikumana Agustus Sampai Desember 2023
ISPA merupakan penyakit yang umumnya terjadi pada anak-anak dan dewasa dengan manifestasi ringan sampai berat. Data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang tahun 2019 menunjukkan bahwa Puskesmas Sikumana menempati urutan pertama ISPA terbanyak yaitu 4.165 kasus dan pada 2023 tercatat ada 2.386 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data pasien ISPA yang memperoleh antibiotik di Puskesmas Sikumana berdasarkan usia dan jenis kelamin serta untuk mendapatkan data pola penggunaan antibiotik pasien ISPA di Puskesmas Sikumana berdasarkan jenis antibiotik, golongan, dosis, aturan pakai, dan lama pengobatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien ISPA yang memperoleh antibiotik bulan Agustus sampai Desember 2023 adalah 36 orang. Berdasarkan usia, yang paling banyak adalah bayi 0-11 bulan sebanyak 39 % dan yang paling rendah adalah lansia usia > 46 tahun sebanyak 5,5 %. Berdasarkan jenis kelamin, pasien laki-laki sebanyak 58 % dan perempuan sebanyak 42 %. Pola penggunaan antibiotik pasien ISPA di puskesmas Sikumana: Berdasarkan jenis dan golongan antibiotik, menunjukkan ada 2 jenis antibiotik yang diresepkan yaitu Amoksisilin (beta lactam) dan Klindamisin (linkosamid). Berdasarkan dosis, aturan pakai, dan lama pengobatan menunjukkan dosis yang paling banyak diresepkan adalah 250 mg dan 375 mg, aturan pakai terbanyak yaitu 2 kali sehari selama 3 hari
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA SISWI TENTANG UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA KARIES GIGI PADA ANAK KELAS IV DI SD INPRES LILIBA
Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal terpenting dalam setiap kehidupan individu termasuk pada anak-anak. Oleh karena itu gigi dan gusi yang rusak dan tidak dirawat bisa menimbulkan rasa sakit, kesulitan untuk mengunyah serta dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Pencegahan karies gigi dapat dilakukan melalui tindakan sebagai berikut, yaitu pengaturan diet, kontrol plak, penggunaan fluor, konsumsi makanan dan minuman yang harus diperhatikan agar pH mulut normal, kontrol bakteri, dan penutupan fissure. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Karies merupakan proses patologik berupa kerusakan pada jaringan keras gigi dimulai dari email, dentin, dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik dalam karbohidrat yang dapat diragikan. Karakteristiknya ialah terjadi demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiK. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa siswi tentang upaya pencegahan terjadinya karies gigi. Metode Penelitian: Ini adalah penelitian deskriptif yaitu jenis penelitian yang memberikan gambaran secara rinci, baik tentang karakteristik suatu kelompok atau individu atau tentang hubungan antara variabel-variabel tertentu. Analisa data menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan responden tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar termasuk kriteria kurang yaitu 65,6%, tingkat pengetahuan tentang pola makanan yang menyehatkan gigi termasuk kriteria kurang yaitu 64% dan tingkat pengetahuan responden tentang kontrol kesehatan gigi dan mulut termasuk kriteria kurang yaitu 75,4%. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan responden tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar termasuk kriteria kurang yaitu 65,6%, tingkat pengetahuan tentang pola makanan yang menyehatkan gigi termasuk kriteria kurang yaitu 64% dan tingkat pengetahuan responden tentang kontrol kesehatan gigi dan mulut termasuk kriteria kurang yaitu 75,4%
Gambaran Hasil Perwarnaan Jaringan pada Proses Deparafinisasi Menggunakan Xylol dan Minyak Zaitun dalam Pewarnaan Hematoksilin Eosin
Deparafinisasi merupakan langkah sebelum proses pewarnaan (staining) yang berfungsi untuk menghilangkan sisa parafin pada jaringan. Xylol merupakan pelarut organik digunakan dalam proses clearing dan deparafinisasi. Minyak zaitun (Olea europaea) merupakan minyak atsiri yang berasal dari tanaman zaitun dan memiliki senyawa kimia asam oleat yang bersifat dapat larut dalam pelarut non polar sehingga dapat digunakan untuk menghilangkan sisa parafin yang terdapat pada jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pewarnaan jaringan yang dideparafinisasi dengan xylol dan minyak zaitun. Penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan pada bulan April 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 4 preparat. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang makna antara minyak zaitun terhadap xylol. Secara mikroskopis, hasil pewarnaan jaringan usus yang diproses dengan minyak zaitun memiliki inti sel yang berwarna biru jelas (baik) sedangkan sitoplasmanya terlihat kurang berwarna merah muda. Pada xylol diperoleh hasil pewarnaan yang baik dimana inti sel berwarna biru jelas dan sitolasmanya berwarna merah muda, serta tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari hasil gambaran sediaan usus yang dideparafinisasi menggunakan xylol dan minyak zaitun dalam pewarnaan hematoksilin eosin dengan nilai signifikan inti sel p=1,000 dan sitoplasma p=0,394
Formulasi dan Uji Karakteristik Masker Wajah Serbuk Kombinasi Daun Lidah Buaya (Aloe Vera L.), Beras Ketan Hitam (Oryza Sativa Var. Glutinosa), Dan Kunyit (Curcuma domestica Val)
Latar belakang: Produk perawatan kecantikan kulit yang mengalami kenaikan tren semenjak pandemi Covid-19 adalah sediaan masker wajah. Lidah buaya mengandung berbagai vitamin, mineral, dan enzim yang baik untuk kulit sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kecantikan. Tujuan: Menentukan formulasi dan karakteristik masker serbuk daun lidah buaya kombinasi beras ketan hitam dan kunyit yang meliputi: uji organoleptis (bau, warna, bentuk), uji homogenitas, dan uji stabilitas (uji pH). Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dimana daun lidah buaya, beras ketan hitam dan kunyit diserbukan kemudian dibuat dalam sediaan masker wajah serbuk kemudian dilakukan uji karakteristik masker. Hasil: Didapat kadar air serbuk lidah buaya 9,2%, beras ketan hitam 0,1% dan kunyit 9,8%. Uji karakteristik yang meliputi uji organoleptis: untuk F1, F2 dan F3 berbentuk serbuk dengan bau khas dengan warna coklat kehitaman untuk F1 dan coklat muda untuk F2 dan F3, uji homogenitas untuk formula 1, 2, dan 3 menunjukkan hasil yang homogen, uji pH untuk F1 sebelum penyimpanan menunjukkan pH 4,9 setelah 14 hari 4,9 dan setelah 28 hari 5,0, untuk F2 sebelum penyimpanan menunjukkan pH 4,9 setelah 14 hari 4,9 dan setelah 28 hari 4,8, untuk F3 sebelum penyimpanan menunjukkan pH 4,8 setelah 14 hari 4,8 dan setelah 28 hari 4,9, untuk uji iritasi formula 1, formula 2 dan farmula 3 menunjukkan tidak ada yang mengalami iritasi. Simpulan: Masker wajah serbuk daun lidah buaya kombinasi beras ketan hitam dan kunyit memenuhi syarat uji organoleptis, uji homogenitas, uji iritasi serta utuk uji stabilitas (pH) memenuhi syarat pada penyimpanan selama 14 hari
Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Tuberkulosis Di RT 037 RW 015 Kelurahan Sikumana Kota Kupang
Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang balita hingga lanjut usia melalui paru-paru, dan dapat menyerang bagian tubuh lainnya. Saat ini pengobatan bagi penderita penyakit tuberkulosis akan menjalani proses yang cukup lama, yaitu berkisar dari 4 bulan sampai 6 bulan bahkan bisa lebih. Penyakit tuberkulosis dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat anti tuberkulosis kombinasi dosis tetap. Terapi tuberkulosis yaitu Rifampisin, Isoniazid, Etambutol, Pyranizamid dan Streptomisin. Pengetahuan merupakan hasil ‘tahu” seseorang dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek dari indera yang dimilikinya seperti (mata, hidung, dan telinga). Untuk mendapatkan data persentase tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit Tuberkulosis. Penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian terkait Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Tuberkulosis di RT 037 RW 015 Kelurahan Sikumana Kota Kupang terdapat 76 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan responden berdasarkan kelompok usia paling tinggi yaitu 17-35 tahun dengan persentase sebesar 84%. Berdasarkan jenis kelamin paling tinggi perempuan sebesar 85,10%, berdasarkan kelompok pendidikan yaitu perguruan tinggi sebesar 77,27% dan berdasarkan pekerjaan ibu rumah tangga 84%. Tingkat pengetahuan masyarakat di RT 037 RW 015 Kelurahan Sikumana Kota Kupang termaksud dalam kategori baik
Profil Pengobatan Tuberkulosis Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Sikumana Kota Kupang Tahun 2023
Latar Belakang: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan penyebab kematian kedua dari penyakit menular seluruh dunia. Tujuan Penelitianan: Mengetahui profil pengobatan TB pasien rawat jalan di puskesmas Sikumana kota kupang 2023 berdasarkan jumlah pasien, jenis kelamin, umur, jenis tuberkulosis, tipe pasien dan jenis terapi obat yang digunakan mencakup bentuk OAT, panduan OAT, dosis dan lama penggunaan obat. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data retrospektif. Hasil Penelitian: penderita TB berjumlah 163 orang, jenis kelamin terbanyak perempua 83 orang (51%), Pengobatan berdasarkan usia terbanyak 26-45 tahun 53 orang (33%). Jenis tuberkulosis terbanyak TB paru 153 orang (94%), klasifikasi pasien baru sebanyak 156 orang (95%), penderita TB menggunakan panduan OAT kategori 1 sebanyak 142 orang (87%) dengan bentuk OAT KDT. Ketepatan dosis (100%). Lama pengobatan TB terbanyak penderita yang mengkonsumsi obat sampai selesai atau 6 bulan 93 orang (57%). Simpulan: jumlah penderita sebanyak 163 orang pengobatan TB terbanyak ialah bulan November, jenis kelamin perempuan, usia 25-45 tahun, dengan jenis TB paru klasifikasi pasien baru, serta pengobatan yang digunakan kategori 1 dengan bentuk OAT KDT, ketepatan dosis sesuai, lama pengobatan penderita yang mengkonsumsi obat sampai selesai atau 6 bulan 93 orang
Uji Efektifitas Kulit Pisang Kepok (Musa Acuminata) Terhadap Penurunan Kesadahan Total Air Sumur Gali “
Air tanah sering mengandung kesadahan yang tinggi sehingga perlu pengolahan untuk dapat manfaatkan sebagai air bersih. Kulit pisang kepok mengadung senyawa selulosa, hemiselulosa dan zat pektin. Zat pektin memiliki asam galakturonik, selulosa, galaktosa, arabinose dan rhamnosa. yang dapat dimanfaatkan sebagai koagulan dalam pengolaahan air bersih. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui efektivitas kulit pisang kepok terhadap penurunan kesadahan total air sumur gali.Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan “one group pretest posttest”. Variabel yang diteliti adalah kesadahan air baku, serta kesadahan setelah penambahan serbuk kulit pisang kepok. Obyek penelitian ini adalah air sumur gali, dengan pungulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian ini dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kesadahan air baku adalah 218,94 mg/l. Rata-rata kesadahan air setelah diberikan serbuk kulit pisang kepok dengan dosis 1gr/lt adalah 190,87 mg/l atau efektivitas 12,82%. Rata-rata kesadahan air setelah diberikan serbuk kulit pisang kepok dengan dosis 2 gr/lt adalah 147,36 mg/l atau efektivitas 32,69%. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah serbuk kulit pisang kepok mampu menurunkan kesadahan air sumur gali. Saran kepada peneliti selanjutnya adalah melakukna penelitian lanjutan dengan penambahan berbagai dosis agar dapat diperoleh hasil yang maksimal
GAMBARAN KADAR SGPT (SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PENKASE OELETA KOTA KUPANG
Diabetes Melitus (DM) ialah kelainan metabolik yang ditimbulkan oleh banyak faktor salah satunya disebabkan oleh gangguan kelenjar endokrin yang ditimbulkan akibat gangguan keseimbangan hormon pada penurunan produksi hormon insulin, sehingga menyebabkan kandungan glukosa plasma. Diabetes Melitus tipe 2 umumnya ditandai oleh resistensi insulin, yaitu ketidakmampuan jaringan merespons insulin meski sel β pankreas masih dapat menstabilkan glukosa darah. Resistensi insulin sering disebabkan oleh obesitas, yang juga dapat menyebabkan perlemakan hati dan peningkatan kadar SGPT. Tujuan penelitin ini untuk mengetahui gambaran kadar SGPT pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Penkase Oeleta Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengolahan data dalam penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diperiksa didapatkan pasien dengan kadar SGPT tinggi sebanyak 2 orang (7%) sedangkan hasil kadar SGPT yang normal didapatkan sebanyak 28 orang (93%). Berdasarkan usia pasien dengan kadar SGPT tinggi menunjukkan kecenderungan terbanyak pada kelompok usia 45-54 tahun dan 55-65 tahun memiliki proporsi yang sama, di mana masing-masing ditemukan 1 pasien (50%). Berdasarkan berjenis kelamin hasil kadar SGPT tinggi sebanyak 2 orang (100%) dan kadar SGPT normal sebanyak 22 orang (79%). Berdasarkan lama menderita DM Tipe 2 hasil kadar SGPT tinggi sebanyak 2 orang (100%) dengan jangka waktu lama menderita 5-10 tahun
GAMBARAN KADAR ALBUMIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SIKUMANA
Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh agen infeksi bakteri Mycobaterium tuberculosis, sejenis kuman berbentuk batang yang umumnya menyerang organ paru pada manusia. Penyakit ini ditularkan oleh penderita BTA positif yang menyebar melalui droplet nuclei yang keluar saat penderita batuk ataupun bersin. Bakteri ini menyebar di udara dan dapat dihirup oleh orang sehat sehingga dapat menyebabkan infeksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kadar albumin pada penderita tuberkulosis di Puskesmas Sikumana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dimana peneliti ingin mengetahui gambaran kadar albumin pada penderita tuberkulosis di Puskesmas Sikumana. Populasi dalam penelitian ini adalah 192 penderita yang diperiksa di Puskesmas Sikumana dan terdiagnosa sebagai penderita tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan pada bulan Januari–April tahun 2024. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 pasien penderita tuberkulosis dengan kasus aktif dan sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Sikumana dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Didapatkan hasil kadar albumin pada penderita tuberkulosis berdasarkan usia produktif (17-50 tahun) sebanyak 80% sedangkan usia non produktif (>50 tahun) sebanyak 20%, jenis kelamin penderita tuberkulosis pada laki-laki sebanyak 60% sedangkan perempuan sebanyak 40%, lamanya terapi obat penderita tuberkulosis dengan lama pengobatan fase intensif sebanyak 80% dan fase lanjut sebanyak 20%, konsumsi makanan protein penderita tuberkulosis yang sering mengonsumsi makanan protein sebanyak 90%, yang jarang mengonsumsi makanan protein sebanyak 10% dan tidak terdapat penderita tuberkulosis yang tidak pernah mengonsumsi makanan protein. Hasil laboratorium menunjukan 9 responden memiliki kadar albumin yang rendah dengan presentase 45% dan 11 responden memiliki kadar albumin yang normal dengan presentase 55%. Kesimpulannya yaitu pada penderita tuberkulosis ditemukan terbanyak dengan kadar albumin yang normal
GAMBARAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PENKASE OELETA KOTA KUPANG
Kadar kolesterol total yang tinggi dalam darah, kemungkinan dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit hipertensi. Semakin tinggi kadar kolesterol total yang menempel pada dinding pembuluh darah, maka jantung akan semakin dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan aliran darah (hipertensi) sehingga terjadi aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol total pada pasien hipertensi di Puskesmas Penkase Oeleta Kota Kupang beradasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, dan lama waktu hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode POCT (Point Of Care Testing). Karakteristik pasien hipertensi berdasarkan usia tertinggi pada lansia akhir yakni 55-64 tahun yakni 24 orang (48%). Jenis kelamin terdapat pada perempuan sebanyak 36 orang (72%). Lama waktu hipertensi tertinggi kelompok 5-10 tahun sebanyak 25 orang (50%). Pemeriksaan kadar kolesterol total batas tinggi sebanyak 16 orang, 14 orang kolesterol total tinggi, 20 orang hipertensi ringan, 11 orang (68,75%) batas tinggi dan 9 orang (64,3%) tinggi. Kolesterol total terhadap usia didominasi lansia awal, lansia akhir dan manula. Lansia awal, pada hipertensi ringan yakni 3 orang (19%) batas tinggi, 2 orang (14,3%) tinggi. Lansia akhir, 10 orang hipertensi ringan, 4 orang (25%) batas tinggi, 6 orang (43%) tinggi. Manula, 4 orang hipertensi ringan, 3 orang (19%) batas tinggi, 1 orang (7,1%) tinggi. Kolesterol total terhadap jenis kelamin didominasi perempuan dengan hipertensi ringan 16 orang, 7 orang (64%) batas tinggi dan 9 orang (82%) tinggi. Laki-laki didominasi hipertensi ringan, 4 orang (80%) batas tinggi. Lamanya waktu menderita hipertensi didominasi kelompok 5-10 tahun dan >10 tahun. Kelompok 5-10 tahun, hipertensi ringan 11 orang, 5 orang (31,25%) batas tinggi, 6 orang (43%) tinggi. Kelompok >10 tahun, 2 orang hipertensi berat yakni 1 orang (6,25%) batas tinggi, 1 orang (7,1%) tinggi