Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
GAMBARAN KADAR PROTEIN URIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD S.K. LERIK KOTA KUPANG
Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan
gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan
kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Protein berlebihan
yang terkandung dalam urin dapat mengakibatkan kerusakan pada glomerulus atau tubulus
pada ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein urin pada pasien diabetes
melitus tipe 2 di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. Jenis Penelitian yang digunakan adalah
deskriptif dengan pendekatan crossecsional. Sampel penelitian diambil saat pasien
penderita diabetes melitus tipe 2 berkunjung kerumah sakit, sehigga gambaran hasil
karakteristik responden penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD S.K Lerik Kota Kupang,
diperoleh hasil pemeriksaan kadar protein urin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD
S.K. Lerik Kota Kupang dengan menggunakan metode carik celup diperoleh hasil positif
sebanyak 28 sampel (56%) sedangkan negatif sebanyak 22 sampel (44%). Didapati hasil
berdasarkan karakteristik penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD S.K Lerik Kota
Kupang, diperoleh hasil responden mayoritas dengan usia > 45 tahun (lansia) 31 pasien
(62%) dengan hasil positif sebanyak 20 orang (65%) pada jenis kelamin perempuan
sebanyak 36 pasien (72%) dengan hasil positif sebanyak 21 (58%) dan lama menderita 5-
10 tahun (66%) dengan hasil positif sebanyak 18 orang (55%)
PERILAKU PENCEGAHAN GINGIVITIS PADA IBU HAMIL YANG BERKUNJUNG DI PUSKESMAS SIKUMANA
Latar Belakang: Gingivitis adalah penyakit jaringan periodontal yang ditandai
dengan tepi gingiva yang berwarna kemerahan sampai merah kebiruan, pembesaran
kontur gingiva karena edema, dan kemungkinan mudah berdarah. Jika tidak dirawat,
kondisi mulut dapat memburuk karena hormon estrogen dan progesteron dapat
meningkat sepuluh kali lipat dari normal. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui
tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil tentang pencegahan gingivitis,
Metode penelitian: metode yang diggunakan dalam penelitian adalah metode
deskriptif. Hasil Penelitian Tingkat pengetahuan ibu hamil yang berhubungan
dengan perilaku pencegahan gingivitis yaitu hampir semuanya mempunyai tingkat
pengetahuan yang baik (43,58%) dan hanya (35,89%) yang memiliki kategori
cukup dan yang memiliki kategori pengetahuan kurang (20,51%), sikap ibu hamil
dalam perilaku pencegahan gingivitis yaitu hampir semua ibu hamil memiliki sikap
yang baik (92,30%) dan (5,12%) memiliki kategori cukup serta (2,56%) dengan
kategori kurang, tindakan ibu hamil dalam pencegahan gingivitis yaitu seluruhnya
memiliki tindakan (89,74%) dengan kriteria baik dan (10,25%) dengan kriteri
cukup serta dengan kriteria kurang yaitu tidak ada (0%) perilaku pencegahan
gingivitis pada ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Sikumana di lihat dari
rata -rata pengetahuan, sikap dan tindakan dengan kategori baik (75,20%),kategori
cukup (17,07%) dan kategori sedang(7,69%) Kesimpulan perilaku pencegahan
gingivitis pada ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Sikumana di lihat dari rata
– rata pengetahuan, sikap, dan tidakan dengan kriteria baik (75,20%) dengan
kriteria cukup(17,07%) dan dengan kriteria kurang (7,69%
PENGARUH TERAPI PIJAT REFLEKSI KAKI (FOOT MASSAGE) TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUESKESMAS OESAPA
Latar Belakang : Hipertensi sering disebut sebagai “The Silent Killer” yang
merupakan penyakit tidak menular (PTM) karena tidak menunjukkan gejala dan
bahkan ada yang tanpa mengalami keluhan. Hipertensi sering muncul karena
beberapa faktor risiko diantaranya riwayat keluarga, kebiasaan hidup yang kurang
baik, pola diet yang kurang baik dan durasi atau kualitas tidur yang kurang baik.
Pasien dengan hipertensi juga dapat mengalami beberapa tanda dan gejala yang
dapat menimbulkan gangguan tidur. Terapi yang biasa dilakukan untuk mengatasi
kualitas tidur berupa terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi
nonfarmakologis yang dapat dilakukan yaitu terapi pijat refleksi kaki (foot
massage). Bagi penderita hipertensi, pijat refleksi kaki dapat menjadi alternatif
terapi yang efektif. Selain membantu menurunkan tekanan darah, terapi ini juga
dapat mengurangi stres yang seringkali menjadi pemicu naiknya tekanan darah.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi pijat refleksi kaki (foot massage)
terhadap kualitas tidur pasien dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas
Oesapa Kota Kupang tahun 2024. Metode : Jenis penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan design penelitian pra
experimental dengan pendekatan one group pre post design. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas
Oesapa Kota Kupang dengan jumlah sampel 50 orang. Hasil : Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terapi pijat refleksi kaki (foot massage)
terhadap kualitas tidur pasien dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas
Oesapa dengan p=0,00 (p<0,05). Kesimpulan : Dari hasil Uji Wilxocon Signed
Ranks Test didapatkan hasil asymp sig 2 tailed 0,00 < 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi pijat refleksi kaki (foot massage) terhadap
kualitas tidur pasien dengan hipertensi di wilayah kerja puskesmas Oesapa
Efektivitas Pemberian Kompres Hangat Rebusan Serai (Cymbopogon Citratus ) Untuk Mengurangi Nyeri Kronis Pasien Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kupang Kota Di Kota Kupang
Latar Belakang: Gout Arthritis atau biasa disebut dengan asam urat adalahpenyakit radang sendi yang dapat menimbulkan rasa nyeri, panas, bengkak, dan kaku pada persendian yang disebabkan oleh kandungan asam urat yang berlebih dalam darah. Terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan adalah pemberian terapi kompres hangat air rebusan serai. Metode: Studi ini menggunakan metode studi kasus. Subyek yang digunakan sebanyak 2 orang dengan diagnosa medis Gout Arthritis Instrumen penerapan dalam pengumpulan data menggunakan lembar oservasi dan NRS. Hasil: Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pemberian kompres hangat serai 1 kali sehari selama 3 hari dalam waktu 20 menit setiap pemberian skala nyeri berkurang saat di evaluasi pada hari ketiga dimana pada pasien pertama sebelum intervensi skala nyeri 6 dan setelah dilakukan intervensi skala nyeri menjadi 2 sedangkan pasien kedua sebelum dilakukan intervensi skala nyeri 6 dan setelah dilakukan intervensi skala nyeri 3. Kesimpulan: Terapi kompres hangat air rebusan serai dapat mengurangi nyeri akut pada pasien Gout Arthritis
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. E. H G3P2A0AH2 Usia Kehamilan 33 Minggu 5 Hari Di Pustu Tenau Tanggal 07 Februari S/D 30 Maret 2024
Latar belakaang : Asuhan Kebidanan Berkelanjutan merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh. Bidan mempunyai peran penting dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berfokus pada perempuan yang berkelanjutan dan melibatkan empat kegiatan pemeriksaan berkelanjutan: kehamilan, persalinan, nifas, dan pelayanan kebidanan bayi baru lahir. Data ibu hamil di Pustu Tenau terdapat 226 orang, cakupan K1 sebanyak 238 orang, cakupan k4 sebanyak 231 orang, cakupan ibu hamil resiko tinggi sebanyak 39 orang, cakupan neonatus sebanyak 244 bayi, dan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 238 orang, jumlah akseptor KB sebanyak 185 orang yang terdiri dari implant 42 orang, suntik 134 orang, kondom 4 orang, dan pil 4 orang. Tujuan : Dapat memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan dari kehamilan sampai KB. Metode : Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny. E. H teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan : setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. E. H penulis mendapatkan hasil dalam pemberian asuhan tidak terdapat komplikasi ataupun penyulit baik kala I, II, dan III maupun kala IV begitu juga pada bayi Ny. E. H pada ibu nifas akan di lakukan kunjungan. Dalam asuhan Keluarga Berencana Ny. E. H memilih menggunakan Metode Amenoroe Laktasi. Kesimpulan : Asuhan kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai bayi baru lahir dan Keluarga Berencana asuhan dapat diberikan dengan baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. O.K G1P0A0AH0 Di Puskesmas Oemasi Tanggal 02 Maret S/D 07 April 2024
Latar Belakang : AKI dan AKB merupakan salah satu indikator terpenting untuk menentukan status kesehatan penduduk suatu negara. Salah satu permasalahan yang masih cukup banyak terjadi di Indonesia adalah masih tingginya angka kejadian AKI dan AKB. Jika dibandingkan dengan AKI pada tahun 2020, Angka Kematian Ibu (AKI) di wilayah Kupang mengalami penurunan pada tahun 2019. Hasil laporan KIA yang diperoleh dari penullis menunjukkan bahwa tidak ada kematian pada AKI di Puskesmas Oemasi pada tahun 2023. Tujuan Penelitian: Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.O.K di Puskesmas Oemasi Tanggal 02 Maret s/d 07 april 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Penelitian: Studi kasus menggunakan metode analisis kasus; lokasi penelitian di Puskesmas Oemasi; subjek studi kasusnya adalah Ny. O. K: menggunakan format berkas kasus untuk anak yang belum dewasa dengan menggunakan teknik dokumentasi Varney dan SOAP; Teknik pengumpulan datanya menggunakan data primer dan data kedua.Hasil: Ny. O.K. mengatakan bahwa bayi tersebut tetap sehat dan berperilaku baik selama involusi pascapersalinan yang biasa serta masa pertumbuhan dan kelahiran yang sehat. KB MAL merupakan metode KB yang dilakukan oleh Ibu O.K Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. O.K yang ditandai dengan ibu mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan,ibu dan bayi sehat
Gambaran Perilaku Masyarakat Terhadap Pengelolaan Limbah Masker Di Kelurahan Sikumana Tahun 2024
Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang dengan wilayah kerja mencakup 44 RT dan 18 RW luas wilayah 37,92 km2. Jumlah penduduk 15.100 jiwa, 2,449 kepala keluarga dengan jumlah laki–laki sebanyak 7.734 jiwa dan perempuan sebanyak 7.366 jiwa. pertambahan penduduk, lokasi untuk TPA sudah sangat kecil, karena kebanyakan sampah yang menumpuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pengelolaan limbah masker khususnya di RT27 /RW 11 Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei yang bersifat deskriptif.variabel penelitian ini yaitu pengetahuan dan tindakan pengelolaan limbah masker dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang ada di RT 27/RW 11 Kelurahan Sikumana dengan jumlah 77 responden kepala keluarga.sampel dari penelitian ini adalah total populasi yang ada, metode yang dilakukan adalah data sekunder wawancara dan observasi data primer yang diperoleh dari instansi Kelurahan Sikumana. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pengetahuan masysarakat dalam pengelolaan limbah masker khususnya RT27/RW11 Kelurahan Sikumana Tahun 2024 masuk dalam kategori baik dengan tingkat persentase 75% dan hasil penelitian tingkat pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan limbah masker khususnya RT27/RW11 Kelurahan Sikumana Tahun 2024 masuk dalam kategori kurang baik dengan tingkat persentase 71%. Untuk itu dapat disarankan masyarakat di Kelurahan Sikumana khususnya Di RT27/RW11 agar disetiap rumah perlu dilakukan pengolahan sampah limbah masker yakni dalam pengumpulan, pemilahan, pengangkutan hingga pada proses akhir pembuangan limbah masker. Serta dalam upaya memakai masker, melepas masker mendesinfeksi masker,merubah bentuk masker, membuang limbah masker tidak secara sembarangan dan membangun fasilitas TPS di wilayah cakupan pemerintah terkait
Analisis Kadar Klorida (Clˉ) Dan Kesadahan Total Dalam Air Sumur Gali Kelurahan Oesapa Tahun 2024
Saat ini, aspek kualitas air semakin diperhatikan dalam upaya pengelolaan sumber daya air. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya permasalahan yang berkaitan dengan kualitas air. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar Klorida (Clˉ) dan Kesadahan total dalam air sumur gali di Kelurahan Oesapa Tahun 2024.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan Rancangan Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Variabel dalam penelitian ini adalah Kadar Klorida (Clˉ) dalam air sumur gali, Kesadahan Total dalam air sumur gali, Kedalaman sumur gali, dan Jarak sumur gali dengan Pantai Oesapa. Populasi dan Sampel yang diambil adalah sumur gali dengan jarak 1- 200 meter dari pantai Oesapa. Metode pengumpulan data berupa hasil pengukuran yang dilakukan di lapangan secara. Data dianalisa secara deskriptif untuk mendapat gambaran mengenai Kadar Klorida (Clˉ) dan Kesadahan Total Suhu air pada 9 sampel yang diperiksa menunjukkan 9 sampel (100%) tidak memenuhi syarat. Warna air pada 9 sampel yang diperiksa, sebanyak 8 sampel (89%) memenuhi syarat dan 1 sampel (11%) tidak memenuhi syarat. Bau air pada 9 sampel yang diperiksa, sebanyak 8 sampel (89%) memenuhi syarat dan 1 (11%) tidak memenuhi syarat. pH air pada 9 sampel yang diperiksa menunjukkan 9 sampel (100%) memenuhi syarat. Kadar Klorida pada 9 sampel yang diperiksa, sebanyak 8 sampel (89%) memenuhi syarat dan 1 sampel (11%) tidak memenuhi syarat. Rata-rata pengukuran kedalaman sumur gali pada 9 sarana sumur gali yaitu 3 meter. Rata-rata pengukuran jarak sumur gali dengan pantai Oesapa yaitu 100 meter. Disarankan untuk melakukan pemeliharaan sumur baik pada bagian dalam dinding sumur gali agar rumput-rumput atau lumut tidak tumbuh dan berkembang di dalamnya atau pada bagian luar sumur gali. Disarankan pada pemilik sumur gali dengan kadar Klorida yang tinggi untuk dapat melakukan penyulingan air sumur sebelum air digunakan. Pihak Puskesmas diharapkan melakukan pengawasan secara rutin terhadap kualitas fisik, kimia maupun biologi dari air sumur gali
Uji Efektivitas Bubuk Biji Faloak Dalam Menurunkan Angka Kekeruhan Air Sumur Gali Di Kelurahan Naimata Kota Kupang Tahun 2024
Air adalah salah satu media penular penyakit kepada manusia. Agar air yang masuk ketubuh manusia baik berupa minuman tidak merupakan pembawa bibit penyakit, maka dilakukan pengolahan air dari sumbernya. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai bahan koagulan untuk pengolahan air adalah biji faloak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas bubuk biji faloak dalam menurunkan angka kekeruhan air sumur gali. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen atau percobaan (experimental research) dengan rancangan Penelitian Yang Digunakan Yaitu One Group Pretest Post Test. Variabel dalam penelitian ini yaitu Angka kekeruhan air sebelum pengolahan, Efektivitas bubuk biji faloak dengan dosis 0,1gr/1 ltr air, Efektivitas bubuk biji faloak dengan dosis 0,3gr/1 ltr air, Efektivitas bubuk biji faloak dengan dosis 0,5gr/1 ltr air, Efisiensi penurunan angka Kekeruhan air sumur gali. Objek dalam penelitian ini yaitu air sumur gali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kandungan kekeruhan air baku sebelum dilakukan pengolahan pemanfaatan bubuk biji faloak yaitu dengan rata-rata 38 (NTU) dan setelah dilakukan pengolahan pemanfaatan bubuk biji faloak dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan didapatkan hasil pada perlakuan pertama dengan dosis bubuk biji faloak 0,1gr/1 ltr air dengan nilai rata-rata 15,3 NTU dan efisiensi sebesar 59,8%, perlakuan kedua dengan dosis 0,3gr/1 ltr air dengan nilai rata-rata 20,7 NTU dan efisiensi sebesar 45,5%, perlakuan ketiga dengan dosis 0,5gr/1 ltr air dengan nilai rata-rata 21,3 NTU dan efisiensi sebesar 44%. Adapun saran yang diberikan kepada beberapa pihak yaitu Bagi masyarakat agar bisa dipraktekkan pada warga untuk memperoleh kualitas air yang bisa dikonsumsi dan Bagi instansi terkait yaitu Sebagai bahan masukan atau pertimbangan pada pihak terkait
Analisis Kualitas Fisik, Kimia Dan Biologi Pada Air Kolam Renang Di Kota Kupang
Kolam renang merupakan suatu tempat pemandian yang diperuntukan bagi keperluan umum, untuk keperluan olahraga, berenang, berekreasi dan kegiatan air lainnya. Kolam renang menjadi salah satu tempat bertemunya banyak orang sehingga memungkinkan terjadinya penularan penyakit seperti diare, iritasi kulit, iritasi mata maupun hidung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas fisik, kimia dan biologi pada air kolam renang di Kota Kupang. Jenis penelitian deskriptif yaitu dimana dalam hal ini peneliti ingin mendapat gambaran tentang analisis kualitas fisik, kimia dan biologi pada air kolam renang yang ada di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kolam renang 1 untuk warna memenuhi syarat, kekeruhan 0 NTU memenuhi syarat, pH 7,42 memenuhi syarat, sisa klor terikat 0 mg/l tidak memenuhi syarat dan E-coli 3,6 MPN tidak memenuhi syarat, kolam renang 2 untuk warna memenuhi syarat, kekeruhan 0 NTU memenuhi syarat, pH 7,05 memenuhi syarat, sisa klor terikat 0,1 mg/l tidak memenuhi syarat, E-coli 0 MPN memenuhi syarat, dan kolam renang 3 untuk warna memenuhi syarat, kekeruhan 2 NTU, ph 7,52 memenuhi syarat, sisa klot terikat 0,1 mg/l, E-coli 460 MPN tidak memenuhi syarat. Saran yang diberikan kepada beberapa pihak yaitu bagi masyarakat diharapkan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan sebelum berenang dan menggunakan fasilitas dengan baik sesuai fungsinya agar tidak menimbulkan dampak bagi air kolam dan perenang lainnya, bagi institusi agar meningkatkan mutu pembelajaran materi dan praktikum terkait kualitas fisik, kimia dan biologi pada air kolam renang dan bagi peneliti agar dapat mengembangkan hasil penelitian menjadikan bahan penyuluhan atau sosialisasi bagi pengguna kolam renang