Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Perbandingan Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) Dan Ekstrak Daun Miana (Coleus scutellarioides (L) Benth) Sebagai Alternatif Pengganti Eosin Pada Pengecatan Diff Quick Sel Epitel Mukosa Rongga Mulut

    No full text
    Eosin adalah pewarna sintetis yang berfungsi sebagai counterstain yang dapat mewarnai sitoplasma dan jaringan ikat menjadi bernuansa merah dan oranye. Pewarna sintetis telah menyediakan berbagai macam warna yang luntur dan cerah. Namun, sifat racunnya telah menjadi penyebab kekhawatiran besar bagi para pencinta lingkungan. Eosin sendiri memiliki sifat tidak mudah terurai, dan menimbulkan limbah yang berbahaya (toxic) serta mudah terbakar (flameable). Di era global saat ini, kesadaran masyarakat terhadap bahan bersifat organik dan berasal dari alam yang ramah lingkungan (eco- friendly) lebih tinggi, sehingga diperlukan alternatif metode pewarnaan menggunakan bahan alami, seperti dengan pemanfaatan zat pewarna alami antosianin. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan hasil mikroskopis pewarnaan diff quick sel epitel mukosa rongga mulut menggunakan ekstrak bunga kembang sepatu dan daun miana sebagai alternatif pengganti eosin. Penelitian ini merupakan true experiment dengan desain pasca tes dengan pemilihan kelompok secara acak dimana hasil data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Walis untuk mencari perbedaan siginifikan antara hasil mikroskopis pewarnaan sel epitel mulut menggunakan eosin, ekstrak bunga kembang sepatu dan ekstrak daun miana. Hasil yang diperoleh menunjukan tidak adanya perbedaan signifikan hasil mikeoskopis pewarnaan sel epitel mukosa rongga mulut antara ekstrak bunga kembang sepatu 0.5 gr/ml dengan penambahan HCl 1% dengan ekstrak daun miana 1.5% dengan nilai p=0.456 (p>0.05) dengan parameter sitoplasma. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukan bahwa ekstrak bunga kembang sepatu 0.5 gr/ml dengan penambahan HCl 1% dan ekstrak daun miana 1.5% dapat dijadikan alternatif pengganti eosin dalam mewarnai sel epitel mukosa mulut melalui pewarnaan diff quick

    PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA MASYARAKAT RT 003 RW 002 DESA OEBELO KECAMATAN KUPANG TENGAH

    No full text
    Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan balita akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar yang di tetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah dibidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Pemanfaatan Tanaman Herbal Untuk Pencegahan Stunting Pada Masyarakat RT 003 RW 002 Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah. Metode Penelitian menggunakan observasi analitik dengan teknik sampling Purposive Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan sebelum melakukan edukasi dan sesudah diberikan edukasi. Hipotesis : Adanya perbedaan nilai rata-rata terhadap masyarakat setelah diberikan edukasi terhadap masyarakat. Kesimpulan: Hasil sebelum edukasi memperoleh nilai pengetahuan sebesar 56,7% (38 responden) dengan kategori kurang. Sesudah edukasi memperoleh nilai pengetahuan sebesar 89,5% (60 responden) dengan kategori baik. Hasil Uji Paired T Test pretest 57.17 dengan kategori cukup dan hasil postest pengetahuan masyarakat sebesar 94.35 dengan kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut bahwa ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata antara pretest dan postest yang manandakan adanya pengaruh edukasi yang diberikan kepada masyarakat

    Gambaran Pengetahuan Dan Persepsi Pasien Yang Berkunjung Ke Poli Gigi Uptd Puskesmas Oebobo Tentang Penangan Karies Mencapai Akar

    No full text
    Latar Belakang: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu usaha untuk mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan gigi melalui pendekatan pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Persepsi adalah keyakinan atau sudut pandang yang sering dimanfaatkan oleh banyak orang dan berlandaskan dari hal hal yang terlihat. Karies mencapai akar adalah kondisi dimana pembusukan lesi yang sudah mencapai akar gigi karena kerusakan pada gigi yang tidak kunjung dilakukan perawatan dan terbentuk ketika permukaan akar telah terbuka karena resesi. Pencabutan gigi merupakan hal yang sering dilakukan oleh seorang dokter Gigi pada praktik sehari-hari.Survey awal yang kami lakukan di Poli Gigi UPTD Puskesmas Oebobo ditemukan sekitar 15 orang (50%) kondisi giginya karies mencapai akar dan pasien tersebut dengan kondisi giginya karies mencapai akar tidak melakukan penggantian dengan gigi palsu.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan persepsi pasien tentang penanganan karies mencapai akar. Hasil Penelitian : distribusi tingkat pengetahuan pasien yang berkunjung ke Poli Gigi UPTD Puskesmas Oebobo tentang penanganan Karies Mencapai Akar yang termasuk dalam kriteria baik sebanyak 30 orang (100%),yang termasuk dalam kriteria sedang sebanyak 0 orang (0%) dan kriteria buruk sebanyak 0 orang (0%). distribusi persepsi pasien yang berkunjung ke Poli Gigi UPTD Puskesmas Oebobo tentang penanganan Karies Mencapai Akar yang termasuk kriteria baik sebanyak 14 orang (46%), yang termasuk kriteria sedang sebanyak 16 orang (54%) dan kriteria buruk sebanyak 0 orang (0%). Kesimpulan : pengetahuan dan persepsi pasien yang berkunjung termasuk dalam kriteria baik dengan persentase (73%),yang termasuk dalam kriteria sedang dengan persentase (27%), dan kriteria buruk dengan persentase (0%)

    Pemanfaatan Arang Aktif Bambu Untuk Menurunkan Cod Pada Air Sungai Liliba

    No full text
    Air sungai termasuk jenis air permukaan yang rawan terjadi pencemaran. Salah satu indikator utama untuk mengetahui tingkat pencemaran air adalah nilai COD. Arang aktif dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kandungan COD dalam air. Bambu merupakan bahan baku arang aktif yang baik, namun perlu diuji untuk mengetahui kemampuannya dalam mengolah air. Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan arang aktif Bambu menurunkan COD pada air Sungai Liliba. Jenis penelitian ini adalah quasiexprement dengan rancangan “One Group Pre-Post Test Design” .Variabel yang diteliti adalah Kandungan COD pada air sebelum pengolahan, kandungan COD pada air setelah pengolahan dan Efektivitas pengolahan. Objek penelitian ini adalah air sungai Liliba Kota Kupang. Hasil penelitian ini dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan COD pada air baku atau sebelum pengolahan adalah 564.33 mg/l. Kandungan COD setelah pengolahan menggunakan arang aktif adalah 71 mg/l. Dari hasil ini diperoleh nilai efektivitas pengolahan sebesar 87%. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah arang aktif bambu betung dapat dalam menurunkan nilai COD pada air. Kepada masyarakat disarankan untuk dapat menggunakan arang aktif bambu untuk mengolah air, sedangkan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lanjutan tentang dosis dan metode penggunaan arang aktif bambu

    Inventarisasi Tanaman Tradisional Untuk Perawatan Rambut Di RT 008/RW 004 Desa Ponain Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang

    No full text
    Latar belakang : Rambut merupakan mahkota pada kepala yang berfungsi sebagai pelindung kepala dan kulit kepala dari kondisi lingkungan yang buruk serta dapat menjadi daya tarik pada semua orang khususnya wanita. Permasalahan pada rambut dapat diatasi dengan penggunaan shampo berbahan kimia. Namun, terdapat beberapa kekurangan sehingga masyarakat mencari alternatif dengan menggunakan tanaman tradisional. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pemanfaatan tanaman tradisional yang digunakan untuk perawatan rambut meliputi nama tanaman, bagian tanaman yang digunakan, proses pengolahan dan cara penggunaan. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan data yang diperoleh yaitu dari hasil wawancara dan pengamatan langsung. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil wawancara dengan 18 responden diperoleh hasil terdapat 18 tanaman yang digunakan oleh penduduk di RT 008/ RW 004 Desa Ponain. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan yaitu bagian daun dan cara penggunaan yang paling sering adalah dioleskan langsung dengan aturan pemakaian beragam yaitu perhari, perminggu dan perbulan. Simpulan : Terdapat sekitar 18 tanaman yang digunakan masyarakat untuk perawatan rambut mulai dari akar hingga daun dengan bagian yang paling banyak digunakan adalah daun dan aturan pakai yang berbeda setiap tanaman

    Hubungan Kadar Ureum Dan Kreatinin Pada Penderita TB Paru Yang Mengonsumsi Obat Anti TB di Puskesmas Oepoi

    No full text
    Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Ureum adalah hasil katabolisme dari protein dan asam amino. Selama proses katabolisme protein, nitrogen dari asam amino akan diubah menjadi ureum di hati Kreatinin adalah hasil pembentukan dari keratin fosfat, yang terutama terdapat di otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ureum dan kreatinin pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian observasional analitik dan pendekatan cross-sectional, dengan sampel penelitian sebanyak 20 orang. Data dikumpulkan dengan wawancara dan mengisi kuisioner, kadar ureum dan kreatinin diperiksa dengan menggunakan alat BT15i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar ureum normal sebanyak 19 orang (95%) dan tinggi sebanyak 1 orang (5%). Kadar kreatinin tinggi sebanyak 1 orang (5%) orang dan kadar kreatinin normal sebanyak 19 orang (95%). Hasil penelitian disimpulkan bahwa kadar ureum dan kreatinin pada penderita tuberkulosis paru dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin, dan lama pengobatan. Berdasarkan umur penderita yaitu 15-50 tahun sebanyak 17 orang (85%), umur > 50 tahun sebanyak 3 orang (15%). Berdasarkan jenis kelamin pasien, perempuan 9 orang (45%) dan laki-laki 11 orang (55%). Berdasarkan lama pengobatan, pengobatan yaitu fase awal sebanyak 12 orang (60%) dan fase lanjutan sebanyak 8 orang (40%)

    GAMBARAN KADAR ASAM URAT PADA PEKERJA BANGUNAN DI PERUMAHAN SEJAHTERA LAND, OETALU, DESA PENFUI TIMUR, KECAMATAN KUPANG TENGAH

    Get PDF
    Asam urat merupakan senyawa yang diproduksi tubuh untuk memecah purin, zat alami yang menjalankan fungsi penting dalam tubuh. Penumpukan kristal pada persendian disebabkan oleh peningkatan konsentrasi asam urat dalam darah. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran kadar asam urat pada pekerja bangunan di Perumahan Sejahtera Land berdasarkan usia, aktivitas fisik, makanan yang dikonsumsi, dan riwayat konsumsi alkohol. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden yang bersedia ikut dalam penelitian sebanyak 30 orang dengan menandatangani informed consent. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Data dikumpulkan dengan kuisioner, kadar asam urat diukur menggunakan alat BT15i. Hasil penelitian menunjukkan kadar asam urat normal sebanyak 53% dari 30 sampel. Kadar asam urat lebih tinggi pada usia ≥40 tahun dengan persentase 47%. Kadar asam urat lebih tinggi pada karakteristik aktivitas fisik berat dengan persentase 75%. Kadar asam urat lebih tinggi pada karakteristik jarang konsumsi makanan tinggi purin dengan persentase 57%. Kadar asam urat lebih tinggi pada karakteristik jarang konsumsi alkohol dengan persentase 56%

    Penerapan Terapi Dressing (balutan) Pemberian Madu pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan Ulkus Diabetikum di Puskesmas Sikumana

    No full text
    Latar Belakang : Diabetes melitus sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan penting di dunia termasuk indonesia. Penyakit ini juga merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis yang diakibatkan karena kerusakan/defisiensi sekresi insulin, kerusakan respon terhadap hormon insulin ataupun keduanya. salah satu penyebab kematian adalah penyakit diabetes melitus dengan komplikasi salah satunya ulkus diabetik. Penanganan luka diabetik dapat dilakukan dengan terapi farmakologis maupun terapi non farmakologis. Terapi farmakologis meliputi pemberian suntikan insulin, obat hipoglikemik oral (OHO). Madu merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang bisa diberikan dalam perawatan luka diabetes melitus. Tatalaksana terapi dressing dalam penyembuhan ulkus diabetikum dapat dilakukan dengan menggunakan pengobatan herbal seperti madu. Tujuan : Mengidentifikasi efektifitas terapi dressing (balutan) pemberian madu terhadap keadaan luka sebelum dan sesudah di lakukan terapi. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah studi kasus deskriptif. Dengan rancangan atau metode penelitian menggunakan metode campuran kualitatif dan kuantitatif (Mixed Methods). Kesimpulan : Penerapan terapi dressing pemberian madu pada pasien dengan ulkus diabetikum efektif dalam penyembuhan ulkus diabetikum. Kata Kunci: dressing madu, efektivitas, penyembuhan, ulkus diabetiku

    STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK USIA -12 TAHUN KHUSUSNYA MOLAR PERTAMA PERMANEN PADA SISWA-SISWI KELAS V SD INPRES LILIBA KUPANG

    Get PDF
    Latar Belakang : Kesehatan mulut merupakan hal yang penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Gigi mempunyai fungsi tersendiri yaitu untuk mengunyah, berbicara serta mempertahankan bentuk muka. Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih belum menjadi perhatian pertama. Akibatnya gigi berlubang atau karies menjadi masalah umum yang dihadapi sebagian besar masyarakat. Gigi yang berlubang selain tidak sehat, pasti dilihat kurang bagus, apalagi bila anak-anak sudah beranjak besar. Menurut RISKESDAS kejadian karies gigi pada usia 10-14 tahun sebesar 41,4% dan di NTT sendiri 43,9%. Hal ini menunjukan bahwa banyak anak usia dini yang mengalami karies gigi. Banyak factor yang dapat menyebabkan karies salah satunya karena perilaku pemeliharaan Kesehatan mulut. Perilaku anak menyikat gigi dengan waktu yang benar hanya sebesar 3,4-4,1%, tidak pernah mengunjungi fasilitas Kesehatan gigi 97,2%, serta pola jajan anak disekolah menjadi factor utama karies gigi pada anak.Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kesehatan gigi dan mulut anak usia- 12 tahun Kususnya Molar Pertama Permanen pada siswa kelas V SD Inpres Liliba Kupang. Metode: Dalam penelitian yang akan digunakan, penulis menggunakan penelitian jenis deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utamanya melakukan survei atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Hasil : Penelitihan menunjukan bahwa tingkat kebersihan gigi dan mulut termasuk kriteria baik sebanyak (82%). tingkat kejadian karies gigi molar satu permanen rata-rata 1 gigi yang mengalami karies,sedangkan gigi yang tidak berkaries sebanyak 3 gigi. Preformen treatmend indeks (PTI) belum ada gigi yang ditumpat atau melakukan penambalan. Tingkat kebutuhan perawatan gigi (RTI) rata-rata 1 gigi. Missing Teeth Indeks (MTI) tidak ada gigi yang di cabut atau indikasi pencabutan

    Pola pengobatan tuberculosis paru pada pasien rawa jalan di UPTD Puskesmas Pasir Panjang bulan Juli 2022- Juni 2023

    No full text
    Tuberkulosis paru atau TB paru adalah salah satu penyakit menular yang dapat menginfeksi semua kalangan mulai dari bayi, anak-anak, remaja sampai lansia dan menimbulkan kesakitan dan kematian. Pola pengobatan TB paru bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian.Prinsip pengobatan, obat diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis dengan dosis tepat selama 6-8 bulan agar semua kuman dapat dibunuh.Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan pola pengobatan pasien TB paru kategori I dan II rawat jalan di UPTD Puskesmas Pasir Panjang Metode penelitian yang digunakan adalah observasi Retrospektif. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien diperoleh pasien TB paru kategori I dan II terbanyak pada laki-laki sebanyak 25 pasien (62,5%), pasien dengan kelompok umur 45-64 tahun sebanyak 18 pasien (45%), pasien dengan berat badan 38-54 kg sebanyak 21 pasien (52,5%), berdasarkan kategori jenis obat : kategori I sebanyak 32 pasien (80 %) dan kategori II sebanyak 8 pasien (20%), berdasarkan dosis obat pada pengobatan TB paru kategori I tahap intensif, 3 tablet 4KDT dan tahap lanjutan 3 tablet 2 KDT sebanyak 21 pasien. (52,5%), dosis kategori II tahap intensif 3 tablet 4 KDT + streptomisin inj 750 mg dan tahap lanjutan 3 tablet 2 KDT +3 E sebanyak 8 pasien (20%). Lama pengobatan kategori I selama 6 bulan sebanyak 30 pasien (75,0%) dan kategori II selama 8 bulan sebanyak 8 pasien (20 %

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇