Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Efektivitas Senam Aerobik Untuk Penurunan Kecemasan Pada Ibu Preeklampsia Di Puskesmas Pasir Panjang Kupang
Latar Belakang : Preeklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi, eodema dan proteinuria yang muncul pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. Preeklampsia dapat berkembang dari ringan, sedang, sampai dengan berat, yang dapat berlanjut menjadi eklapmsia. Kecemasan merupakan suatu kondisi yang yang normal terjadi dan dapat menjadi gangguan psikologis jika hal tersebut terjadi secara berlebihan selama lebih dari 3 minggu yang ditandai dengan adanya rasa kekhawatiran dan agitasi yang disertai dengan gejala fisiologis serta mengganggu kehidupan sehari-hari. Kegiatan senam aerobik sebagai salah satu upaya untuk mencegah Kecemasan masih merupakan hal yang kontroversial sehingga masih diperlukan berbagai penelitian sehingga hal ini dapat dijadikan acuan dalam asuhan kehamilan. Namun berdasarkan evidence based bahwa kegiatan senam aerobik low impact tidak berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin dan tidak berhubungan dengan kejadian prematur. Dari hal diatas penulis tertarik untuk meneliti mempengarui senam aerobik terhadap tekanan darah pada ibu primigravida dengan riwayat hipertensi. Tujuan : Mengetahui bagaimana Efektivitas Senam Aerobik Untuk Menurunan Kecemasan pada ibu Preeklampsia. Hasil Penelitian : Dalam studi ini, Ibu preeklamsia yang mengalami tekanan darah tinggi dan kecemasan yang berlebihan karena faktor riwayat hipertensi. Setelah di lakukan tindakan senam aerobik terapi senam aerobic yang diimplementasikan pada pasien efektif dalam mengatasi masalah kecemasan. Kesimpulan : ada pengaruh senam hamil terhadap penurunan kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil. Hasil pengukuran tingkat kecemasan dengan mengunakan kosioner. pada kedua klien, ibu dapat memahami dan mengerti bagaimana melakukan senam aerobik dengan posisi yang benar. Saran : dapat menerapkan terapi senam aerobik yang diajarkan secara mandiri dalam rangka untuk menurunkan kecemasan karena tindakan ini selain mudah dilakukan juga tidak memerlukan biaya
Implementasi Penerapan Mobilisasi Dengan Rom Pasif (Range Of Motion) Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Puskesmas Sikumana Kota Kupang
Latar Belakang: Stroke non hemoragik disebabkan karena beberapa faktor diantaranya hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, stress emosional, aktivitas yang tidak sehat (kurang olahraga) dan kebiasaan makan berkolesterol. Tujuan:Mengidentifikasi implementasi penerapan mobilisasi dengan ROM Pasif (Range Of Motion) pada pasien stroke non hemoragik di Puskesmas Sikumana Kota Kupang Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskr iptif dalam bentuk studi kasus yaitu penelitian yang dilakukan berfokus pada implementasi penerapan mobilisasi dengan ROM Pasif (range of motion) pada pasien stroke non hemoragik di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan kekuatan otot pada pasien.Hal ini bahwa Implementasi Penerapan Mobilisasi dengan ROM Pasif (range of motion) Pada Pasien Stroke Non Hemoragik efektif dalam meningkatkan kekuatan otot jika dilakukan secara teratur.Kesimpulan: Dari hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa Implementasi Penerapan Mobilisasi dengan ROM Pasif (range of motion) Pada Pasien Stroke Non Hemoragik efektif dalam meningkatkan kekuatan otot jika dilakukan secara teratur
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Menarche Menggunakan Media Poster Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswi Sekolah Dasar Inpres Liliba Kota Kupang
Latar Belakang: Menarche yang diketahui adalah awal dari kematangan di anak perempuan umumnya diberi tanda dengan mulainya menstruasi pertama sering dikira menjadi beban di kehidupan anak perempuan yang hendak mencapai waktu remaja dan menarche itu menciptakan tanda kecemasan,dan kecemasan merupakan respon emosi tanpa objek terkhusus yang secara subjektif terjadi dan di komunikasikan dengan interpersonal. Menurut SDKI (2012), sebanyak 7% remaja perempuan usia 10-11 tahun di Indonesia sudah mengalami menarche, usia 12 tahun sebanyak 23%, dan usia 12-15 tahun sebanyak 89% dan rata-rata usia menarche yaitu 12-14 tahun. Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang menarche menggunakan media poster terhadap tingkat pengetahuan siswi sekolah dasar SD Inpres Liliba Kota Kupang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pra eksperimen dengan rancangan one group pretest dan posttest, dimana tipe penelitian ini mengungkapkan suatu hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan suatu kelompok subjek. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang menarche sebagian besar responden berpengetahuan kurang yaitu berjumlah 30 responden (90,9%). Sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang menarche sebagian responden berpengetahuan baik yaitu berjumlah 32 responden (97,0%). Kesimpulan: Ada pengaruh penggunaan media poster terhadap pengetahuan siswi SD Inpres Liliba Kota Kupang
Gambaran Konsumsi Rebusan Daun Ocimum Basillicum Lime Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang
Latar belakang: Tingginya angka penderita gout arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang sebanyak 140 orang dalam 2 bulan terakhir dapat disebabkan oleh faktor kebiasaan penduduk mengkonsumsi daging merah maupun makanan laut seperti ikan, udang dan kerang makanan-makanan ini cenderung memiliki kandungan purin yang tinggi, pola makan yang tidak seimbang dapat mengakibatkan penumpukan asam urat pada pembuluh darah dan persendian. Tujuan: Menggambarkan konsumsi Rebusan Daun Kemangi(Ocimum Basillicum Lime)Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Metode: Jenis penelitian ini adalah studi kasus, peneliti melakukan penerapan pemberian rebusan daun kemangi pada 2 orang pasien Hasil: Sebelum diberi rebusan daun kemangi kedua pasien memiliki kadar asam urat diatas normal yaitu 8,9mg/dL dan 8,5mg/dL setelah diberikan rebusan daun kemangi 3x/hari selama 3 hari, kedua pasien mengalami penurunan kadar asam urat yaitu 4,2mg/dL dan 4,1mg/dL. Kesimpulan: Pemberian rebusan daun kemangi (Ocimum Basillicum Lime.) memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar asam urat. Saran: untuk Puskesmas Bakunase mengembangkan penelitian mengenai pengaruh rebusan daun kemangi terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia
Penerapan Terapi Senam Kaki Terhadap Penurunan Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sikumana.
Diabetes mellitus (DM) merupakan kelompok gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi. Salah satu cara untuk membantu menurunkan kadar gula darah adalah dengan melakukan olahraga ringan salah satunya adalah senam kaki diabetes Tujuan : Untuk menganalisa mengenai Penerapan Terapi Senam Kaki Terhadap Penurunan Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sikumana.Metode: Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi dengan menggunakan lembar observasi Hasil : Sebelum dilakukan penerapan terapi senam kaki diabetes pada ke 2 pasein peneliti melakukan pengecekan kadar gula darah pasien di padapatkan hasil Kadar gula darah sewaktu sebelum dilakukan penerapan senam kaki Diabetes Melitus pada Tn.O kadar gula darahnya 251mg/dL dan pada Tn. P sebelum dilakukan penerapan terapi senam kaki diabetes peneliti melakukan pengecekan kadar gula darah pasien di padapatkan hasil Kadar gula darah sewaktu Tn. P adalah 280 mg/dL. Setelah dilakukan terapi senam kaki diabetes kadar gula darah pada kedua pasien mengalami perubahan yaitu Tn. O 212 mg / dL dan Tn. P 239 mg / dL. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa penerapan terapi senam kaki diabetes dapat menurunkan kadar gula darah ke 2 pasien Kesimpulan: Penerapan terapi senam kaki diabetes dapat menurunkan kadar gula darah ke 2 pasien dibuktikan dengan hasil perbedaan pengecekan kadar gula darah pada saat sebelum dan setelah tindakan Saran:Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi perawat untuk mengajarkan terapi senam kaki pada pasien Diabetes Melitus unutk menurunkan kadar gula darah
Asuhan kebidanan berkelanjutan pada ny.R.L G2P1A0AH1 Usia kehamilan 39-40 minggu puskesmas pembantu fatululi 20 maret S/D 22 mei 2024
Latar Belakang : Penyebab kematian ibu di Indonesia didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Hal ini terjadi karena minimnya kesadaran dan pengetahuan ibu serta keluarga akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur, masih rendahnya angka persalinan di fasilitas kesehatan, rendahnya pemeriksaan pada masa nifas serta kurangnya askes terhadap fasilitas kesehatan. Sementara itu penyebab angka kematian bayi yaitu dimana masih banyak ibu yang tidak melakukan pemeriksaan ANC dan pertolongan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan serta kurangnya kesadaran ibu nifas untuk memeriksakan kesehatan bayinya di fasilitas kesehatan.Tujuan : Menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny R.L G2P1A0AH1 Di Puskesmas Pembantu Fatululi Periode 20 Maret S/D 22 Mei 2024”.
Metode : Penelitian menggunakan metode studi penelahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus di Puskesmas Pembantu Fatululi, subjek studi kasus adalah Ny R.L, dilaksanakan pada tanggal 20 Maret s/d 22 Mei 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. R.L penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit. Simpulan : Asuhan kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. z.k G3P2A0AH2 uk 36 Minggu 5 Hari Janin Tunggal Hidup Intrauteri Letak Kepala Di Puskemas Oesao Kecamatan Kupang Periode 14 Maret S/D 29 April 2024
Latar Belakang : Asuhan Kebidanan Continuty Of Care (COC) merupakan asuhan berkesinambungan yang diberikan oleh bidan sejak kehamilan, persalinan,bayi baru lahir,nifas,dan keluarga berencana untuk memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang terjadi pada ibu dan bayi. Tujuan asuhan kebidanan COC adalah memantau jalannya masa kehamilan dengan memastikan kesehatan ibu dan perkembangan bayi, memberikan penatalaksanaan yang dibutuhkan dan mengatasi secara dini komplikasi,mempersiapkan fisik dan psikis untuk kesehatan untuk ibu dan bayi mengahadapi persalinan dan kemungkinan komplikasi. Asuhan kebidanan COC dapat membantu dan mengurangi serta menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (AKB).Tujuan Kasus : Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.Z.K di Puskesmas Oesao tanggal 14 Maret sampai dengan 29 April 2024 dengan menggunakan pendokumentasian 7 langkah varney pada pengkajian awal.Metode kasus : penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelahan kasus. Lokasi di Puskesmas Oesao subjek studi kasus adalah Ny.Z.K di laksanakan tanggl 14 Maret sampai dengan 29 April 2024 teknik menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier.Hasil : Ny.Z.K G3P2A0AH2 Hamil 36 Minggu 5 Hari Janin tunggal, hidup intra uterin, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik, dengan asuhan kebidanan sesuai teori, ibu bersalin normal tanggal 18 Maret 2024 usia kehamilan 36 Minggu 5 Hari dilakukan pertolongan persalinan 60 langkah APN di tolong oleh tenaga kesehatan,bayi lahir menangis kuat, bergerak aktif,dan warna kulit merah muda, melakukan IMD, menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat, melakukan KN 3 kali. Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 3 kali dengan diberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB, ibu memilih KB Suntik 3 bulan KIE ibu tentang efek samping KB Suntik 3 Bulan . Simpulan : Telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. Z.K yang ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan, bayi sehat,masa nifas berjalan normal, keluhan selama nifas teratasi dan konseling KB, ibu memilih metode KB Suntik 3 bulan
Pengaruh Pendidikan kesehatan media lembar balik terhadap pengetahuan pencegahan penularan tuberkulosis paru pada keluarga penderita tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas sikumana kota kupang 2024
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia ini. Penyakit ini biasanya menginfeksi paru. Transmisi penyakit biasanya melalui saluran nafas yaitu melalui droplet yang dihasilkan oleh pasien yang terinfeksi TB paru. Berdasarkan data dinas kesehatan kota kupang Tahun 2022 penderita Tuberkulosis Paru mendempati urutan kedua di Puskesmas Sikumana Kota Kupang dengan jumlah 583 orang dan data Tahun 2023 dari puskesmas sikumana kota kupang jumlah pasien penderita Tuberkulosis Paru berjumlah 152 orang. Tujuan: Mengetahui Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media lembar balık terhadap pengetahuan pencegahan penularan tuberkulosis paru pada keluarga di wilayah kerja puskesmas sikumana kota kupang tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian penelitian kuantitatif dan desain penelitian one group pre posttest. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan 38 responden pasien penderita Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Sikumana.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa perubahan signifikasi terhadap ada pengaruh pengaruh media lembar balik terhadap pengetahuan pencegahan penularan tuberkulosis sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media lembar balik (p<0,05).
Kesimpulan: Pengaruh Pendidikan Kesehatan menggunakan Lembar Balik pada pasien Tuberkulosis dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan penularan Tuberkulosis di Puskesmas Sikumana. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada Pencegahan Penularan Pengetahuan dengan cara pendidikan kesehatan yang berbeda dan cakupan yang lebih luas
Tindakan Akupresur Pada Titik Perikardium 6 Terhadap Penurunan Mual Muntah Yang Berlebihan Pada Ibu Hamil Trimester I Di Puskesmas Oesapa
Selama trimester 1 sebagian besar ibu hamil mengalami mual muntah berlebihan. Terapi untuk mengurangi mual muntah berlebihan pada ibu hail trimester 1 adalah terapi akupresur pada titik perikardium 6. Tujuan penelitian ini mengetahui tindakan akupresur pada titik perikardium 6 terhadap penurunan mual muntah berlebihan pada ibu hamil trimester 1 di puskesmas Oesapa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan desain penelitian deskriptif. Subjek penelitian dua orang ibu hamil trimester 1. Hasil penelitian, sebelum dilakukan tindakan akupresur, mual muntah pada Ny.M mual muntah berat (18), dan Ny.D mual muntah berat (20). Setelah dilakukan tindakan akupresur selama 3 hari, Hasil penurunannya, pada Ny.M menjadi mual muntah sedang (15), pada Ny.D menjadi mual muntah sedang (16). Kesipulannya, tindakan akupresur pada titik perikardium 6 dapat mengurangi mual muntah berlebihan pada ibu hamil trimester 1. Diharapkan pasien dan keluarga dapat menerapkan terapi akupresur untuk mengurangi mual muntah berlebihan pada ibu hamil trimester 1
Gambaran Keterkaitan Percaya Diri Dengan Maloklusi
Latar Belakang: Prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut data Riskesdas tahun 2018 yang menyebutkan bahwa 57,6% penduduk Indonesia mempunyai masalah kesehatan gigi dan mulut dan hanya 10,2% penduduk diantaranya yang menerima perawatan dan pengobatan dari tenaga kesehatan gigi. Kondisi gigi susu yang berkaries dapat mempengaruhi proses pertumbuhan gigi permanen dengan baik akibatnya terjadi gangguan pada perkembangan rahang anak dan dapat mengakibatkan terjadinya maloklusi. Maloklusi adalah ketidaksesuaian dari hubungan gigi atau hubungan rahang yang menyimpang dari normal. Maloklusi memberikan pengaruh negatif terhadap fungsi pengunyahan dan berbicara, serta dapat mempengaruhi psikologis berupa menurunnya kepercayaan diri terhadap penampilan. Perawatan ortodontik merupakan salah satu bentuk perawatan dalam bidang kedokteran gigi yang berperan untuk memperbaiki susunan gigi sehingga dapat meningkatkan kemampuan mastikasi, fonetik, serta estetik. Tujuannya adalah untuk memperoleh oklusi yang optimal dan harmonis, baik letak maupun fungsinya serta untuk menciptakan keseimbangan antara hubungan oklusal gigi-geligi, estetik wajah dan stabilitas hasil perawatan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran keterkaitan percaya diri dengan maloklusi. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang merupakan salah satu jenis penelitian yang tujuannya menggambarkan jumlah orang yang memberikan respon atau pendapat tentang gambaran keterkaitan percaya diri dengan maloklusi. Hasil Penelitian: Pada klasifikasi maloklusi klas I, II, III sebelum menggunakan behel menunjukkan responden yang percaya diri yaitu sebesar 2,78% sedangkan pada klasifikasi maloklusi klas I, II, III pernyataan sesudah menggunakan behel menunjukkan responden yang percaya diri meningkat yaitu sebesar 100%. Kesimpulan: Ada keterkaitan percaya diri dengan maloklusi yaitu sebelum menggunakan behel percaya diri responden sebesar 2,78%, dan setelah menggunakan behel percaya diri responden meningkat yaitu sebesar 100%. Saran: Melakukan tindakan perawatan ortodontik atau pemasangan behel jikalau terjadi maloklusi dengan tujuan agar gigi dapat kembali rapi dan melakukan pencegahan yaitu kontrol rutin kesehatan gigi anak sejak dini agar gigi anak tidak berlubang dan pertumbuhan rahangnya tidak terhalang sehingga cukup untuk pertumbuhan gigi permanen, sehingga tidak terjadi maloklusi dan percaya diri tidak menjadi rendah