Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Efektivitas Edukasi Tentang Pentingnya Minum Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anak Dengan TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa

    Get PDF
    Latar Belakang: Tingginya angka kejadian tuberkulosis pada anak disebabkan oleh kekebalan tubuh yang rendah, kontak erat dengan pasien TBC lainnya dan juga kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pengobatan TBC. Anak yang terkena tuberkulosis akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan bahkan dapat menyebabkan kematian pada anak-anak. Kepatuhan minum obat merupakan sejauh mana perilaku pasien (dalam hal minum obat, mengikuti diet, atau menjalankan perubahan gaya hidup lainnya) yang harus tepat sesuai resep dari kninisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Gambaran efektivitas edukasi tentang pentingnya minum obat terhadap kepatuhan miinum obat anak dengan tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode: Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menilai pengetahuan keluarga tentang kepatuhan minum obat sebeluk dan sesudah edukasi melalui wawancara dan kuesioner serta menilai perilaku keluarga dalam pemberian obat sebelum dan sesudah edukasi melalui lembar observasi. Hasil: Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya minum obat terhadap kepatuhan minum obat anak dengan tuberkulosis , serta memberikan rekomendasi untuk praktik Kesehatan masyarakat dalam kepatuhan minum obat tuberkulosis. Kesimpulan : Dengan demikian, studi ini dapat berkontribusi pada upaya peningkatan kepatuhan minum obat anak dengan tuberkulosis

    Inventarisasi Tanaman Obat Di RW 10 Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang

    No full text
    Latar Belakang: Indonesia memiliki berbagai tanaman obat yang bermanfaat sebagai obat, pemanfaatan tanaman sebagai bahan obat sudah ada sejak lama dan dilakukan berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh masyarakat. Inventarisasi tanaman obat dilakukan untuk mendapat informasi tentang tanaman yang digunakan dalam pengobatan oleh masyarakat. Tujuan penelitian: memperoleh data tanaman, jumlah tanaman, nama tanaman, bagian tanaman, khasiat, cara pengelolahan, cara penggunaan, aturan pakai, dan lama penggunaan. Metode penelitian: bersifat eksploratif dimana peneliti mewawancarai responden dan pengisian kuesioner dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi penilitian. Hasil penelitian: responden dalam penelitian ini 30 responden, terbanyak yaitu perempuan 20 orang; dengan pekerjaan terbanyak IRT 19 orang, diperoleh 37 tanaman berkhasiat obat yang digunakan. bagian tanaman yang terbanyak digunakan adalah daun 22 bagian. Cara pengolahan terbanyak direbus ada 29 tanaman. Aturan pakai terbanyak 3 kali sehari 25 tanaman. lama penggunaan tanaman obat terbanyak adalah sampai penyakit sembuh. Simpulan: bahwa 37 jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat RW 10 sebagai pengobatan dalam mengatasi masalah kesehatan. Bagian tanaman terbanyak yang digunakan adalah daun 22 jenis tanaman, cara pengolahan terbanyak direbus, aturan pakai 1 sampai 3 kali sehari, dioleskan dan lama penggunaan sampai sembuh

    Profil Pengetahuan, Sikap dan Kepatuhan Pasien Terhadap Pengobatan Tuberkulosis di Puskesmas Baun Amarasi Barat

    No full text
    Tuberkulosis masih menjadi masalah Kesehatan utama di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kunci keberhasilan pengobatan tuberkulosis adalah kepatuhan pasien dalam minum obat untuk mencapai kesembuhan, mencegah penularan dan menghindari kasus resistensi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengetahuan, sikap dan kepatuhan pasien tuberkulosis tentang pengobatan di Puskesmas Baun Amarasi Barat. Jenis penelitian ini adalah jenis observasi cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukan responden dengan pengetahuan baik 10 responden (76.8%), hal ini sesuai dengan penelitian dimana pengetahuan responden diperoleh dari media massa, dan penyuluhan dari puskesmas. Kategori sikap terdistribusi dalam kategori sangat baik 11 responden (84.8%), sikap berperan bagaimana seseorang berperilaku dan mengambil keputusan dalam proses penyembuhan dan usaha menuntaskan pengobatannya. Kategori kepatuhan terdistribusi dalam kategori baik dengan 8 responden (62%) memiliki kepatuhan pengobatan tinggi, karena pasien cenderung takut terhadap dampak dari penggunaan obat yang tidak teratur

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.V.S Di Tempat Praktek Mandiri Bidan Kota Kupang Periode 22 Januari S/D 28 Maret 2024

    Get PDF
    Latar Belakang: Asuhan Kebidanan berkelanjutan (Continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan,bersalin,nifas dan neonatus hingga memutuskan menggunakan alat kontrasepsi. Tujuan : Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada Ny. V.Sdi TPBM Elim Suek periode 22 Januari 28 Maret 2024. Metode Laporan Kasus : Jenis studi yang digunakan adalah penelahaan kasus, subjek studi kasus adalah Ny. V.S di Tempat Praktek Mandiri Bidan. teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawncara, dan observasi. data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. V.S penulis mendapatkan hasil pada kehamilan, ibu melakukan kunjungan sebanyak tiga kali dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit. Persalinan berjalan dengan normal. post partum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit. Ibu menggunakan KB MAL. Simpulan: asuhan kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan ber-KB berjalan dengan baik

    Terapi Inhalasi Uap Untuk Mengatasi Tidak Efektifnya Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Dengan Asma di IGD RSUD Prof W.Z. Johannes Kupang

    Get PDF
    Latar belakang : asma merupakan suatu penyakit pada saluran nafas yang sering dijumpai pada anak-anak maupun dewasa. tanda dan gejala awal yaitu sesak nafas di sebabkan oleh peningkatan sekresi lendir atau dahak yang kental.menurut World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 339 juta penduduk asma adapun prevelensi asma di asia tenggara sebesar 3,3%( sebanyak 17,5 juta), menurut hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) prevelensi asma di indonesia didapatkan sebanyak 4,8% dan di RSUD Prof Dr, W. Z. Johannes Kupang sebanyak 207 orang. Masalah bersihan jalan nafas tidak efektif sering dirasakan oleh pasien asma sehingga di berikan terapi inhalasi uap.Tujuan : mengetahui penerapan terapi inhalasi uap untuk mengatasi tidak efektifnya bersihan jalan nafas pada pasien asma di IGD RSUD Prof Dr, W.Z.Johannes Kupang. Metode : penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sampel 1 orang pasien ,setelah itu instrumen yang digunakan lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi dan sop terapi inhalasi uap. Hasil : hasil yang didapatkan sebelum diberikan terapi inhalasi uap pasien tampak sesak, batuk-batuk dan terdengar bunyi ronkhi pada jalan nafas,setelah diberikan terapi inhalasi uap sesak berkurang dan bunyi ronhki berkurang.Saran : tindakan terapi inhalasi uap dilakukan selama 15 menit

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny S.E Umur 38 Tahun G2P1AOAH1 Dengan Resiko Tinggi Di Puskesmas Alak Kota Kupang Pada Tanggal 11 Maret S/D 10 Juni 2024

    Get PDF
    Latar Belakang : Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) merupakan Asuhan yang diberikan oleh bidan terhadap klien atau pasien mulai dari masa pra konsepsi, masa kehamilan, nifas dan keluarga berencana (KB) Asuhan kebidanan COC merupakan upaya bidan di Indonesia untuk memberikan asuhan yang berkelanjutan, bidan dapat memantau kondisi ibu dan bayi sehingga mencegah terjadi komplikasi yang tidak segera ditangani. Tujuan Umum: Mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S. E di Puskesmas Alak Kota Kupang. Metode Kasus : Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelahaan kasus. Lokasi di Puskesmas Alak, subjek studi kasus adalah Ny. S. E dilaksanakan tanggal 11 Maret S/D 10 Juni teknik pengumpulan data menggunakan data primer, data sekunder. Hasil dan Pembahasan : Ny. S.E G2P1A0AH1 usia kehamilan 36 minggu janin tunggal, hidup, intra uterin, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik, dengan asuhan kebidanan sesuai teori, ibu bersalin normal tanggal 05 April 2024 usia kehamilan 39 minggu 3 hari, dilakukan pertolongan persalinan 60 langkah APN di tolong oleh tenaga kesehatan, bayi lahir menangis kuat, bergerak aktif, dan warna kulit merah muda, melakukan IMD, menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat, melakukan KN 3 kali. Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 3 kali dengan diberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB, ibu memilih metode KB IUD, KIE ibu tentang efek samping KB IUD. Simpulan : Telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. S. E yang ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan, bayi sehat, masa nifas berjalan normal, keluhan selama nifas teratasi dan konseling KB, ibu memilih metode KB IUD

    Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Untuk Mengurangi Nyeri Pada Pasien Dengan Gastritis Di Rsud Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

    Get PDF
    Latar belakang: Gastritis adalah penyakit akibat proses inflamasi pada lapisan mukosa dan sub mukosa lambung dan bisa menyebabkan ulkus pada lambung. Tanda dan gejala pada peradangan pada lambung antara lain perasaan tidak nyaman, nyeri pada epigastrum, mual, dan muntah. Berdasarkan data tersebut diketahui baha masalah keperawatan yang sering muncul adalah nyeri akut dan salah satu terapi non-farmakologi yang dapat diberikan pada penderita yang mengalami nyeri pada gastritis adalah dengan menggunakan teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan: untuk mengetahui keefektifitas teknik relaksasi napas dalam untuk mengurangi nyeri. Metode: penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian: hasil penelitian pada dua partisipan yaitu didapati hasil terjadi penurunan tingkat nyeri setelah 3 hari dlakukan intervensi relaksasi napas dalam yang ditunjukkan dengan partisipan pertama Ny “V” sebelum dilakukan teknik relaksasi nafas dalam skala nyeri 7 (sedang) dan setela dilakukan tindakan tindakan didapatkan skla nyeri 2 (ringan). Untuk evaluasi yang didapat pasien kedua Ny “M” sebelum dilakukan teknik relaksasi nafas dalam skala nyeri 6 (sedang) dan setela dilakukan tindakan tindakan didapatkan skla nyeri 2 (ringan). Kesimpulan: tindakan teknik relaksasi napas dalam efektif dalam mengatasi nyeri pada penderita gastritis

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. M.T Di Puskesmas Oebobo Kota Kupang Tanggal 17 Maret S/D 22 Mei 2024

    No full text
    Latar Belakang : Data menunjukkan pada tahun 2022, jumlah kematian ibu di Provinsi NTT sebanyak 171 kasus. Jumlah ini mengalami penurunan dari sebelumnya 181 kasus di tahun 2021. Meski jumlah kematian ibu mengalami penurunan, jumlah kematian bayi di NTT masih terus meningkat. Peningkatan ini terjadi sebanyak 184 kasus di mana 995 kasus kematian bayi di tahun 2021 naik menjadi 1.139 kasus di tahun 2022. Tujuan Penulis: Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.M.T di Puskesmas Oebobo periode 17 Maret sampai 22 Mei 2024 dengan menggunakan metode pendokumentasian tujuh langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Penulis: Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Oebobo dengan subjek studi kasus adalah Ny.M.T dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder Hasil: Ny. M.T selama masa kehamilan dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, pada masa nifas involusi berjala normal, bayi tidak mengalami icterus dan berjalan dengan normal Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.M.T yang ditandai dengan ibu mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil dapat teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, ibu dan bayi sehaa

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.F.P G3P2A0ah1 Usia Kehamilan 36 Minggu 2 Hari Dengan Kehamilan Risiko Sangat Tinggi Di Tpmb Maria I. Pay, Amd. Keb Tanggal23 Februari S/D 18 Mei 2024

    Get PDF
    Latar Belakang: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (CoC) merupakan layanan kebidanan melalui model pelayanan berkelanjutan pada perempuan sepanjang masa kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana. Namun dalam pelaksanaannya masih dilaksanakan secara terpisah. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan bayi. Meskipun Berdasarkan hasil SDKI tahun 2019 menunjukkan AKI Provinsi NTT sebesar 539 per 100.000 Kelahiran Hidup dan AKB Provinsi NTT sebesar 45 per 1.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Kupang mengalami penurunan pada tahun 2019 bila dibandingkan dengan AKI pada tahun 2023. Penurunan yang signifikan ini sebagai dampak dari adanya Program Revolusi KIA di Provinsi NTT. Tahun 2023 Angka Kematian Ibu (AKI) dari data yang dikumpulkan bidang kesehatan keluarga terdapat 6 kasus dari 6.878 Kelahiran Hidup. Tujuan Penelitian: melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. F.P G3P2A0AH1 Usia Kehamilan 36 Minggu 2 hari Dengan Kehamilan Risiko Sangat Tinggi di TPMB Maria I. Pay.,Amd. Keb tanggal 23 Februari s/d 18 Mei 2024 dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Penelitian: Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Tarus subjek studi kasus adalah Ny.F.P dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder Hasil: asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. F.P ditemukan Ny F.P dengan kehamilan risiko tinggi di TPMB Maria I. Pay, masalah potensial dan tindakan segera diatasi sesuai SOP, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit baik kala I, kala II, kala III, maupun kala IV begitu juga pada bayi Ny. F.P pada ibu nifas dilakukan kunjungan. Pada asuhan kebidanan Keluarga Berencanan ibu dan suami bersepakat menggunakan KB Implan. Kesimpulan: Asuhan kebidanan yang dilakukan pada Ny. F.P mulai dari hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB tidak ditemukan adanya kelainan dan penyulit

    Pengaruh Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Suhuh Tubuh Anak Dengan Thypoid Abdominalis Di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang

    Get PDF
    Latar Belakang: Thyphoid abdominalis mengakibatkan salah satu permasalahan besar yaitu demam berkepanjangan. Demam pada anak merupakan akibat dari perubahan pusat panas (termoregulasi) di hipotalamus. Hipertermi adalah suatu kondisi dimana suhu tubuh. meningkat melebihi set point yang biasanya <37,5℃ disebabkan karena kondisi tubuh eksternal yang menimbulkan panas berlebihan jika dibandingkan kemampuan tubuh untuk menghilangkan panas seperti pada heat stroke, toksisitas aspirin, kejang atau hipertiroidsm.Demam tinggi dapat menyebabkan kejang karena peningkatan temperatur dalam otak berpengaruh terhadap perubahan letupan aktivitas neuronal. Perubahan temperature tersebut menghasilkan sitokin yang merupakan pirogen endogen, jumlah sitokin akan meningkat seiring kejadian demam dan respons inflamasi akut.oleh karena akibat demam sangat fatal maka perlu dilakukan solusi. Solusi untuk menurunkan suhu tubuh bila seseorang mengalami hipertermia, salah satunya yaitu kompres air hangat. Kompres air hangat dapat menurunkan suhu tubuh melalui prosesevaporasi. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran tentang Pengaruh kompres hangat dalam menurunkan suhu tubuh anak dengan Thyppid Abdominalis di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Metode: Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan panduan wawancara. Hasil: Dalam studi ini penurunan suhu tubuh diukur menggunakan thermometer sebagai instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dan melalui pengamatan lapangan dengan cara membandingkan suhu tubuh sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat dan ada pengaruh signifikan. Kesimpulan: Peningkatan suhu tubuh pada 2 responden sebelum dilakukan intervensi kompres hangat ditemukan tanda dan gejala yaitu demam, lemas, mual dan muntah, kulit teraba hangat, kulit kemerahan, mukosa bibir kering, akral teraba hangat. Dan setelah dilakukan intervensi kompres hangat selama 3 hari suhu ke 2 responden menjadi normal ditandai dengan pasein tidak merasa demam, tidak lemas,tidak mual dan muntah, muka tidak kemerahan, mukosa bibir lembab, dan akral hangat

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇