Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
PENGUKURAN KUALITAS FISIK UDARA RUANG DI PROGRAM STUDI SANITASI DAN JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES KUPANG TAHUN 2024
Kualitas udara dalam ruangan sangat mempengaruhi kesehatan manusia
karena hampir 90% manusia berada di dalam ruangan. Tujuan penelitian untuk
mengetahui kualitas fisik udara , suhu, kelembaban, pencahayaan, ventilasi, laju
ventilasi dan kepadatan hunian di ruang Program Studi Sanitasi dan Jurusan
Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang.
Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan variabel penelitian suhu
udara, kelembaban udara, pencahayaan, luas ventilasi, laju ventilasi, kepadatan
hunian. Sampel ini sebanyak 13 ruangan. Pengumpulan data dengan melakukan
pengukuran kualitas fisik udara yakni suhu, kelembaban dan pencahayaan
menggunakan multifunction.
Hasil pengukuran dirata-ratakan kemudian dibandingkan dengan
standar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata suhu tertinggi di Prodi
Sanitasi (33,30C) dan terendah (28,80C), rata-rata suhu tertinggi di Jurusan
Keperawatan (32,60C) dan terendah (250C), rata-rata kelembaban tertinggi di Prodi
Sanitas (68%RH) dan terendah (56%RH), rata-rata kelembaban tertinggi di Jurusan
Keperawatan (89,3%RH) dan terendah (68%RH), rata-rata pencahayaan tertinggi
di Prodi Sanitasi (186,5 Lux) dan terendah (71 Lux), rata-rata pencahayaan tertinggi
di Jurusan Keperawatan (432,2 Lux) dan terendah (148 Lux), ventilasi dengan
kebutuhan AC tertinggi di Prodi Sanitasi (34.650 BTU/hr) dan terendah (17.250
BTU/hr), ventilasi dengan kebutuhan AC tertinggi di Jurusan Keperawatan (60.000
BTU/hr) dan terendah (11.550 BTU/hr), laju ventilasi untuk Prodi Sanitasi dan
Jurusan Keperawatan (0/0 meter/detik), rata-rata kepadatan hunian di Prodi Studi
Sanitasi dan Jurusan Keperawatan tidak memenuhi syarat.
Kesimpulan dari hasil p enelitian ini adalah rata-rata suhu pada Prodi
Sanitasi tidak memenuhi syarat, rata-rata kelembaban di Program Studi Sanitasi dan
Jurusan Keperawatan tidak memenuhi syarat, rata-rata pencahayaan pada Program
Studi Sanitasi dan Jurusan Keperawatan memenuhi syarat, rata-rata pengukuran
laju ventilasi di Program Studi Sanitasi dan Jurusan Keperawatan tidak memenuhi
syarat, dan untuk kepadatan hunian tidak memenuhi syarat
Profil Penggunaan Obat Antidiare Pada Balita di Puskesmas Alak Kota Kupang Tahun 2023
Penyakit diare dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan balita. Telah dilakukan penelitian dengan judul Profil Penggunaan Obat Antidiare Pada Balita Di Puskesmas Alak Kota Kupang Tahun 2023. Tujuan penelitian ini untuk mendapat gambaran penggunaan obat antidare, dengan menggunakan metode deskriptif pendekatan retrospektif, pengambilan data berdasarkan resep, rekam medik, dan laoran harian pasien balita diare yang berobat di Puskesmas Alak, dikelompokan berdasarkan jenis kelamin, umur, diagnosa, jenis obat, dosis, dan lama pemberian. Hasil penelitian menunjukan jumla balita penderita diare berjenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu 51% di bandingkan dengan jenis kelamin perempuan yaitu 49%. Usia yang paling banyak terserang diare adalah balita 2-5 tahun sebanyak 81%, dengan diagnosa diare dehidrasi ringan/sedang 54%, obat yang digunakan oralit >1 tahun 100-200ml/minum selama 3 hari dan zink >6bulan 20mg/hari selama 10 hari, sehingga untuk jenis obat, dosis, dan lama pemberian sudah sesuai dengan pedoman MTBS
“GAMBARAN PERSENTASE ASUPAN PROTEIN HEWANI, NABATI PADA PENDERITA sakit GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISIS DI RSUD PROF.DR. W. Z. JOHANES KUPANG
Penyakit ginjal kronis (CKD) ialah kondisi klinis yang timbul dari perubahan signifikan pada
fungsi ataupun struktur ginjal dan ditandai oleh sifatnya yang tidak bisa diubah dan
perkembangan bertahap. Gagal ginjal kronis didefinisikan selaku kerusakan pada struktur
dan/atau fungsi ginjal yang berlangsung selama tiga bulan ataupun lebih. guna menjaga
jaringan tubuh dan mengganti sel yang rusak, asupan protein 0,6 g/kg berat badan dianjurkan.
Jika asupan energi kurang, asupan protein bisa ditingkatkan menjadi 0,75 g/kg berat badan.
Pendekatan diet ini disebut Diet Rendah Protein sebab protein yang disediakan kurang dari
keperluan normal. Diet yang diresepkan rendah protein cukup tinggi guna mengimbangi
protein yang hilang selama tahap hemodialisis, khususnya 1,2 g/kg berat badan ideal per hari,
terdiri dari 50% protein hewani dan 50% protein nabati.
Tujuan Penelitian : guna menyelidiki distribusi asupan protein hewani dan nabati di antara
pasien yang menjalani hemodialisis guna sakit ginjal kronis di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes
Kupang.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain crosssectional guna secara langsung menilai proporsi konsumsi protein hewani dan nabati pada
pasien yang menjalani hemodialisis guna sakit ginjal kronis. Studi ini menggunakan metode
pengambilan sampel yang tidak disengaja guna pemilihan peserta. Sebanyak 45 individu
dimasukkan pada sampel, dan penelitian dilaksanakan di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes
Kupang pada Mei 2024.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menyatakan bahwasanya dari 45 responden penderita PGK,
Persentase asupan protein hewani sebagian besar berada pada kategori tidak baik (95,6%),
persentase tertinggi asupan protein nabati responden berada pada kategori tidak sesuai
(100,0%)
Kesimpulan : Gambaran Persentase asupan protein hewani, nabati pada penderita sakit ginjal
kronik uang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang sebagian besar
berada pada kategori tidak sesuai.
Saran : Diharapkan peneliti selanjutnya menambahkan variabel status gizi, asupan makro dan
kadar ureum kreatinin sehingga mendapatkan hasil yang lebih lengka
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI DAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI BERDASARKAN INDIKATOR IMT/U DI SMA NEGERI 5 KOTA KUPANG
AngeliqueWiliamEsperansa Dede “Hubungan Asupan Zat Gizi Dan Pengetahuan
Gizi Dengan Status Gizi Remaja Putri Berdasarkan Indikator IMT/U Di SMA
Negeri 5 Kota Kupang” Di Bimbing oleh Asweros Umbu Zogara, SKM.,MPH
LatarBelakang: Asupan makanan dan informasi pola makan berhubungan dengan
status sehat remaja putri. Remaja putri memperoleh gizinya dari makanan, namun
pengetahuan gizi akan membantu mereka memilih dan mengonsumsi makanan
bergizi.
TujuanPenelitian: Menganalisis hubungan asupan zat gizi dan pengetahuan gizi
dengan status gizi remaja putri berdasarkan indikator IMT/U di SMAN 5 Kota
Kupang.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan
desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 170 orang. Penelitian ini
dilaksanakan di SMAN 5 Kota Kupang, pada bulan Desember 2023 sampai April
2024 dengan analisis menggunakan uji fisher exact.
Hasil: Hasil penelitian secara bivariat menunjukan bahwa siswi yang
mengkonsumsi asupan zat gizi karbohidrat dengan frekuensi kurang101 orang
(69,4%), protein dengan frekuensi kurang103 orang (60,6%),lemak dengan
frekuensi kurang134 orang (78,8%),danzatbesi dengan frekuensi kurang160 orang
(94,1%). Pengetahuan gizi yang dimiliki siswa dalam kategori kurang32 orang
(18,8%). Status gizi siswa dalam kategori gizi kurang22 orang (12,9%). Hasil
analisis bivariat dengan uji fisher exact menunjukan tidak ada hubungan antara
pengetahuan gizi (p=0,100), karbohidrat(p=0,489),protein (p=0,501), lemak
(p=0,699), fe (p=0,841) dengan status gizi.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji fisher exact di dapatkan bahwa tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara asupanzatgizi dan pengetahuan gizi dengan status
gizi siswiremajaputri.
Kata Kunci:Asupanzatgizi, pengetahuan gizi, status gizi
PEMBUATAN STIK BAWANG DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG MERAH (VIGRA ANGULARIS) DAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DIABETES MELITUS
ABSTRAK
“Pembuatan Stik Bawang Denga Substitusi Tepung Kacang Merah (Vigna Angularis) dan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Makanan Selingan Dalam Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus”
(Dibimbing oleh Thobianus Hasan, S.Si.,MPH)
CLARA NAOMI YUNITA NITTI
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang paling umum dan merupakan penyakit endokrin pertama. Dominasi diabetes di Indonesia menduduki peringkat kelima terbanyak di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, dan Meksiko. Menurut International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes di Indonesia akan mencapai 19,5 juta pada tahun 2021 dan 21,3 juta pada tahun 2030. Oleh karena itu, penyesuaian resep melalui pilihan makanan terdekat dengan menambahkan tepung merupakan hal yang mendasar. Kacang merah dan tepung daun kelor mengandung serat dan zinc yang tinggi pada potongan bawang bombay yang dapat mencegah penyakit diabetes melitus (DM).
Tujuan:Untuk mengetahui daya terima organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan nilai gizi stik bawang dengan substitusi tepung kacang merah dan tepung daun kelor.
Metode:Menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan, yaitu perlakuan pertama P0 sebagai kontrol (tanpa substitusi), berikutnya yaitu perlakuan P1,P2 dan P3 secara berturut-turut yaitu tepung kacang merah (30%, 25% dan 20%) dan tepung daun kelor (15%, 10% dan 5%). Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Withney untuk data yang berbeda signifikan, sedangkan nilai gizi diuji menggunakan TKPI 2017.
Hasil:Hasil organoleptik menunjukkan stik bawang dengan substitusi tepung kacang merah dan tepung daun kelor berpengaruh nyata pada warna, aroma, rasa, dan tekstur stik bawang dengan nilai p<0,05. Dari segi warna, stik bawang yang paling disukai oleh panelis adalah P3. Dari segi aroma, stik bawang yang pali disukai oleh panelis adalah P3. Dari segi tekstur, stik bawang yang paling disukai oleh panelis adalah P3. Dari segi rasa, stik bawang yang paling disukai oleh panelis adalah P3. Dan dari hasil uji nilai gizi menunjukkan stik bawang yang paling direkomendasikan adalah P3 karena formula tersebut paling disukai oleh panelis, dengan kandungan gizi energi 998,3 kkal, protein 42,5 gram, lemak 8,4 gram, karbohidrat 186,6, zink 3,9 mg, serat 16,6 gram.
Kesimpulan: Hasil uji organoleptik dan nilai gizi menunjukkan produk yang paling direkomendasikan adalah produk dari formula P3 dengan perbandingan tepung kacang merah 20% dan tepung daun kelor 5%.
Saran: Bagi penulis selanjutnya, perlu melakukan penimbangan berat bersih dari setiap pangan lokal sebelum dibuat menjadi tepung. Bagi masyarakat, kacang merah dan daun kelor mudah didapati sehingga masyarakat bisa dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan lokal.
Kata kunci: Diabetes Melitus (DM), Tepung Kacang Merah, Tepung Daun Kelor, Stik Bawan
penerapan kompres hangat untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien dengan hipertermi
Latar belakang :Hipertermia adalah peningkatan suhu inti tubuh manusia yang biasanya terjadi karena infeksi, kondisi dimana otak mematok suhu di atas setting normal yaitu di atas 38C Menurut Hartanto (2023), bahwa kompres dingin tidak effektif untuk menurunkan suhu tubuh anak demam, dan menyebabkan suhu tubuh tidak turun, anak bisa menggigil karena terjadi vasokontriksi pembuluh darah penelitian ini melarang pemakaian alkohol. Tujuan untuk mengetahui penerapan kompres hangat terhadap suhu tubuh pada pasien hipertermi Metode:Desain penulisan yang di gunakan adalah deskriptif dengan menggunakan penedekatan studi kasus,subyek yang di gunakan yaitu 2 responden dengan masalah hipertermi pengumpulan data menggunakan SOP dan lembar observasi suhu tubuh..Hasil : Setelah di lakukan penerapan kompres hangat pada An.R dengan masalah hipertermi ,dengan penerapan kompres hangat setiap 4 jam sekali maka suhu tubuh menurun yaitu 36,◦C dengan keluhan yang di rasakan berkurang.Sedangkan pada An.RR setelah di lakukan penerapan kompres hangat per 4 jam sekali maka suhu tubuh menurun yaitu 37,0◦C dengan keluhan yang di rasakan berkurang kesimpulan: Tindakan penerapan kompres hangat terhadap suhu tubuh pada pasien hipertermi dengan hasil yang di dapatkan ada pengaruh kompres air hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien hipertermi terbukti. Saran: penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman dalam melakukan penelitian secara ilmiah dengan menggunakan metode pendekatan asuhan keperawatan
Subtitusi Tepung Kacang Merah dan Tepung Ikan Cakalang Terhadap Daya Terima Cookies
Latar Belakang : Permasalahan gizi di Indonesia yang masih menjadi perhatian serius adalah gizi kurang dan gizi buruk, terutama Kekurangan Energi Protein (KEP). Gizi kurang merujuk pada status gizi yang diukur menggunakan indikator
Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan z-score antara -3SD hingga <-2SD. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa 54% kematian pada balita disebabkan oleh masalah kekurangan energi protein. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang merah dan tepung ikan cakalang terhadap daya terima cookies. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Substitusi tepung ubi jalar kuning dilakukan dalam empat perlakuan: P0 (0%), P1 (5%:30%), P2 (10%:20%), dan P3
(15%:10%). Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis dari mahasiswa Kemenkes Poltekkes Kupang. Analisis data menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil : Konversi kacang merah adalah 1,46:1 dan ikan cakalang 7,05:1. Hasil uji organoleptik memperlihatkan bahwa cookies dengan substitusi tepung kacang
merah dan tepung ikan cakalang pada perlakuan P3 (15%:10%) memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Rata-rata penilaian organoleptik menunjukkan kategori "suka" dengan nilai yang mendekati 4. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar perlakuan pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa (P value <0,05). Kesimpulan : substitusi tepung kacang merah dan tepung ikan cakalang pada P3 (15%:10%) dalam pembuatan cookies dapat diterima dengan baik dan disukai oleh panelis. Cookies dengan perlakuan P1 direkomendasikan karena memiliki
nilai gizi yang tinggi dan dapat membantu mengatasi masalah kekurangan Energi Protein
Efektivitas Penggunaan Virgin Coconut Oil Untuk Mengatasi Gangguan Integritas Kulit Pada Anak Yang Mengalami Ruam Popok Di Puskesmas Oesapa Kota Kupang
Latar Belakang : Ruam popok adalah kondisi terjadinya suatu peradangan pada area yang tertutup oleh popok, meliputi area bokong, paha sampai dengan anal. Penanganan atau terapi untuk menangani ruam popok dapat diberikan secara nonfarmakologis salah satunya adalah pemberian minyak kelapa atau Virgin Coconut Oil (VCO) pada area ruam popok Kandungan vitamin esensial dan asam lemak sehat yang terdapat dalam VCO memiliki berbagai khasiat seperti analgesik, antiinflamasi, dan antikanker. VCO juga mengandung lemak jenuh rantai sedang yang dengan mudah memasuki lapisan kulit dalam dan mempertahankan elastisitas dan kekenyalan kulit. Lauric acid dan capric acid yang terkandung dalam minyak kelapa murni (VCO) termasuk senyawa monogliserida yang bersifat sebagai antivirus, antibakteri, antibiotik, dan antiprotozoa Tujuan : Mengetahui efektivitas penggunaan virgin coconut oil untuk mengatasi gangguan integritas kulit pada anak yang mengalami ruam popok di Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Metode Penulisan: Metode penelitian ini adalah studi kasus. Hasil Penelitian: Pemberian Virgin Coconut Oil yang dilakukan sebanyak tiga kali sehari dapat mengurai derajat ruam popok yang terjadi pada anak. Kesimpulan:, An.D.I.T dan An. E.N.K mengalami penurunan derajat ruam popok, derajat ruam popok mengalami perubahan pada hari ke 3 yaitu dari derajat ringan yang ditandai dengan kulit area bokong berwarna merah menjadi normal kembali tanpa ada ruam setelah pengaplikasian Virgin Coconut Oil (VCO ) yang dilakukan 3 kali sehari selama 3 hari Saran : pasien disarankan untuk melanjutkan terapi VCO secara mandiri untuk mencegah terjadinya ruam popok
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.M.F G1P0A0AH0 Dengan Resiko Tinggi Di RSUD S.K Lerik Kupang Periode 19 Februari S/D 30 Maret 2024
Latar Belakang:Penyebab kematian ibu di Indonesia didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dan infeksi.Hal ini terjadi karena minimnya kesadaran pengetahuan ibu.Sementara itu penyebab angka kematian bayi yaitu dimana masih banyak ibu yang tidak melakukan pemeriksaan ANC dan pertolongan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan serta kurangnya kesadaran ibu nifas untuk memeriksakan kesehatan bayinya di fasilitas kesehatan.Tujuan:Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.M.F Umur 26 tahun usia kehamilan 39 minggu dengan Resiko Tinggi Di Rumah Sakit Umum Daerah S.K Lerik Kupang Periode 19 Februari s/d 30 Maret 2024. Metode:Penelitian menggunakan metode studi penelahan kasus yang terdiri dari unit tunggal,yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan,persalinan,nifas,bayi baru lahir dan keluarga berencana.Lokasi studi kasus di Rumah Sakit S.K Lerik Kupang,subjek studi kasus adalah Ny.M.F,dilaksanakan pada tanggal 19 Februari s/d 30 Maret 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP,Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.Hasil dan Pembahasan:Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.M.F penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran,dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit,persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit.Simpulan :Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny S.R G2P1A0AH1 Usia Kehamilan 38 Minggu 6 Hari Letak Kepala Intrauterin Janin Tunggal Hidup Di Pustu Tenau Kecamatan Alak Tanggal 02 Februari S/D 23 Maret 2024
Latar Belakang: Pemeriksaan ANC (Antenatal Care) merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar. Setiap ibu hamil sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ANC komprehensif yang berkualitas minimal 6 kali yaitu minimal 1 kali pada trimester pertama, minimal 2 kali pada trimester kedua dan minimal 3 kali pada trimester ketiga. Asuhan antenatal rutin bermanfaat untuk mendeteksi komplikasi pada kehamilan seperti anemia, preeklamsia, diabetes melitus gestasional, infeksi saluran kemih asimtomatik dan pertumbuhan janin terhambat. Tujuan Penilitian: Dapat memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir serta KB dengan menggunakan pendekatan asuhan kebidanan metode Varney dan pendokumentasian pada Ny.S.R di Puskesmas Pembantu Tenau Kecamatan Alak Kota Kupang periode 02 Februari s/d 23 Maret 2024. Metode Penelitian: Menggunakan metode penelaahan kasus. Subyek studi kasus yaitu Ny.S.R G2P1A0AH1 UK 38 Minggu 6 Hari dengan kelompok resiko rendah di Puskesmas Pembantu Tenau Kecamatan Alak Kabupaten Kupang, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, pemeriksaan penunjang dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Simpulan: Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan dengan anemia sedang dan keadaan pasien baik mulai dari hamil, nifas, bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik