Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN PERIANALSWAB ENTEROBIASIS SECARA BERULANG PADA ANAK USIA 3-9 TAHUN YANG TINGGAL DI WILAYAH PESISIR PANTAI LASIANA KOTA KUPANG
Enterobius adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Enterobius vermicularis (cacing kremi). Kelembaban udara yang tinggi, dan sanitasi yang masih kurang baik di Indonesia merupakan faktor yang dapat berperan dalam perkembangan dan transmisi dari cacing kremi. Enterobiasis terjadi pada semua usia, tetapi usia terbanyak terjadi pada anak-anak. Penelitian dilakukan di Wilayah Pesisir Pantai Lasiana Kota Kupang karena penduduknya rata-rata belum memahami tentang sanitasi lingkungan yang baik dan tepat serta hygene perorangan..Untuk mengetahui keakuratan pemeriksaan anal swab berulang (tiga kali pemeriksaan berturut-turut). Sampel Penelitian berjumlah 24 anak yang diperoleh dengan metode anal swab. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan selama 3 kali pemeriksaan di temui 5 anak positif pada hari pertama, hari kedua ditemui 2 anak positif dan hari ketiga ditemui 1 anak positif terinfeksi kecaingan
UJI KUALITAS TEH CELUP DAUN AFRIKA (Vernonia amydalina Del.) KOMBINASI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.)
Teh herbal tidak hanya dapat dibuat dari daun (Camellia sinensis). Salah satunya adalah daun afrika yang juga dikenal dengan nama daun insulin karena, biasa digunakan untuk membantu pengobatan diabetes. Namun perlu ditambahkan bahan lain untuk meningkatkan rasa dan warna tanpa menghilangkan senyawa aktifnya. kayu secang biasa digunakan sebagai pewarna alami pada minuman yang menghasilkan warna merah. Dengan membuat produk minuman yang praktis yang dikemas dalam kantong teh yang terbuat dari filter paper yang dimaksudkan untuk menyajikan teh lebih cepat daripada menggunakan daun utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas teh celup daun afrika teh celup daun Afrika (Vernonia amydalina Del.) Kombinasi Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) yang meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji usia simpan, dan uji hedonik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, menunjukan bahwa formula I dan formula II untuk kadar air dan kadar abu memenuhi syarat karena tidak lebih dari 8%. Kedua formula juga mendapat penilaian hedonic yang baik dengan kategori sangat suka dan suka. Produk teh pada masing-masing formula dapat disimpan pada ruangan yang tertutup maupun diruangan yang terkena cahaya, dengan keadaan kemasan yang telah terbuka atau tertutup rapat. Berdasarkan data hasil uji yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa teh celup daun afrika kombinasi kayu secang sudah memenuhi syarat
Tingkat Pengetahuan Anak Tentang Karies Gigi Pada Pusat Pengembangan Anak ( PPA ) IO.0628, Siloam Kota Kupang
Tingkat Pengetahuan Anak Tentang Karies Gigi Pada Pusat Pengembangan Anak ( PPA ) IO.0628, Siloam Kota Kupan
INSIDENSI HYPOCHOLINESTERASE PADA PETANI DESA BISMARAK KABUPATEN KUPANG
Mayoritas penduduk di Indonesia bekerja sebagai petani. Banyak petani
menggunakan pestisida, yang berisiko menyebabkan keracunan, mempengaruhi
kesehatan dan aktivitas enzim cholinesterase dalam darah. Oleh karena itu, tujuan
penelitian ini yakni mengetahui prevalensi hypocholinesterase pada petani di
Dusun III Desa Bismarak Kabupaten Kupang. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis
univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prevalensi Hypocholinesterase di
Dusun III Desa Bismarak Kabupaten Kupang memiliki ialah 53,33% yang
menunjukkan tingkat keracunan pestisida yang signifikan. Kadar Cholinesterasi
dalam darah petani di Dusun III Desa Bismarak Kabupaten Kupang terdiri dari
53,33% tidak normal dengan kadar terendah 1.113 U/L dan 46,67% lainnya
normal dengan kadar tertinggi ialah 11.117 U/L. Adapun persentase petani laki�laki yang mengalami hypocholinesterase mencapai 43,33%, sedangkan petani
perempuan 10%, petani dengan rentang usia 41-50 tahun mencapai 71,43%
sedangkan kelompok usia 51-60 tahun mencapai 88,89%. Petani dengan masa
kerja >5 tahun mengalami hypocholinesterasi dengan persentase 50%, petani yang
bekerja >5 jam sehari juga mengalami hypocholinesterase dengan persentase
60%, petani yang menggunakan pestisida jenis furadan dan metamidofos sama�sama mengalami hypocholinesterase dengan persentasi 53,33%. Petani yang tidak
pernah mengikuti pelatihan penggunaan pestisida mengalami hypocholinesterase
dengan persentase mencapai 60%. Petani yang tidak tamat SD juga mengalami
hypocholinesterase dengan persentase 100% dan jenis pertanian hortikultura
mencapai 60%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin, usia, masa
kerja, volume kerja, penggunaan jenis pestisida, pelatihan penggunaan pestisida,
tingkat pendidikan dan jenis pertanian berkontribusi pada tingginya prevalensi
hypocholinesterasi di Desa Bismarak Kabupaten Kupang
Pengaruh Senam Ergonomik Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia
Latar Belakang : Usia lanjut adalah suatu proses yang alami yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Lansia ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan kehidupan seksual. Hipertensi atau sering disebut penyakit darah tinggi, adalah salah satu penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, stroke dan gagal ginjal kronik bahkan hingga kematian. Senam ergonomis adalah suatu teknik senam untuk mengembalikan atau membetulkan posisi dan kelenturan sistem saraf serta aliran darah juga memaksimalkan suplai oksigen ke otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian pra-pasca tes dalam satu kelompok (one-group pre-post test design). Responden berjumlah 34 orang yang dipilih dengan teknik purpossive sampling. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon pada lansia menunjukkan hasil p-value tekanan darah <0.05, yaitu 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah setelah dilakukan intervensi. Kesimpulan : Senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi di UPTD Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Di Kupang
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI DENGAN METODE DEMONSTRASI SADARI UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 6 NEKAMESE KABUPATEN KUPANG
Latar Belakang : Kanker Payudara semakin umum terjadi pada wanita usia 15-20 tahun,
hal ini menggarisbawahi pentingnya melakukan tindakan deteksi dini. Deteksi dini kanker
payudara melalui SADARI merupakan langkah penting. SADARI merupakan metode
pemeriksaan yang sederhana, nyaman, dan hemat biaya. Tujuan : Untuk mengetahui
pengaruh pemberian edukasi dengan metode demonstrasi SADARI untuk deteksi dini
Kanker Payudara pada remaja putri di SMP Negeri 6 Nekamese Kabupaten Kupang.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre
eksperimen (one group pre-posttest design). Responden berjumlah 47 orang dengan metode
total sampling. Hasil : Tingkat pengetahuan siswi sebelum diberikan edukasi memiliki
kategori pengetahuan kurang 32 orang, setelah diberikan edukasi memiliki kategori
pengetahuan baik 26 orang dan analisis menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai P-Value
0.000 < 0.005. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi dengan
metode demonstrasi SADARI untuk deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMP
Negeri 6 Nekamese Kabupaten Kupang. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian
edukasi dengan metode demonstrasi SADARI untuk deteksi dini kanker payudara pada
remaja putri di SMP Negeri 6 Nekamese Kabupaten Kupang. Saran : Dapat menambah
pengetahuan dan wawasan tentang upaya deteksi dini kanker payudara dengan
SADARI dan dapat menggunakan media edukasi tambaha
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG
Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang sering dialami
oleh kelompok usia, akibat peningkatan tekanan darah yang abnormal secara
berkelanjutan, dalam mempertahankan tekanan darah secara normal. Tujuan
Penelitian : Mengidentifikasi pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap
tingkat kecemasasan pada pasien hipertensi di Puskesmas Oesapa Kota Kupang.
Metode : Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan desain penelitian pra-experemiental design dengan rancangan
one group pretest-post test. Populasi yang digunakan dalam peneliti yaitu pasien
hipertensi yang berada di Puskesmas Oesapa sebanyak 287 orang. Sampel
penelitian ini sebanyak 74 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah
Proposive Sampling. Hasil penelitian : Hasil yang dilakukan peneliti menunjukkan
bahwa hasil uji statistik di dapatkan nilai p-value = 0,000 yaitu (p ≤ 0,05) artinya
ada pengaruh terapi relaksasi progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien
hipertensi. Kesimpulan : dari hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan
hasil asymp sig 2 tailed 0.00 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
antara terapi relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien
hipertensi di Puskesmas Oesapa Kota Kupang . Saran : Hasil penelitian ini dapat
menambah pengetahuan wawasan dan kemampuan dalam melakukan penelitian,
mengaplikasikan teori dan sebagai tambahan literature
PERSEPSI SISWA/SISWI KELAS VII TERHADAP KARIES GIGI DI SMP NEGERI 20 KOTA KUPANG
Latar Belakang: Anak usia sekolah sangat rentan terhadap karies gigi,jika anak memiliki
peresepsi yang kurang dapat mempengarui tindakan dan sikap anak terhadap kondisi kesehatan
gigi dan mulutnya sendiri.Berdasarkan hasil pengambilan data awal yang diambil pada tanggal 17
Januari 2024 di SMP Negeri 20 Kota Kupang terdapat 68 anak, dari 68 anak tersebut 43 anak yang
mengalami karies gigi. Tujuan Penelitian: Ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa/siswi
kelas VII terhadap karies gigi di SMP Negeri 20 Kota Kupang. Metode Penelitian: enis penelitian
adalah deskriptif untuk menggambarkan persepsi siswa/siswi terhadap karies gigi dengan jumlah
sampel sebanyak 68 responden. Alat ukur yang digunakan adalah lembaran kuesioner dan
pemeriksaan karies gigi. Variabel penelitian adalah variabel bebas yaitu persepsi fisiologi,
perhatian, minat, pengelaman dan ingatan dan variabel terikat adalah karies gigi. Pemeriksaan ini
dilakukan pada tanggal 25-26 April 2024. Analisa data direkap dan diolah dalam bentuk tabel.
Hasil penelitian: berdasarkan hasil penelitian menunjukan persepsi siswa/siswi tentang karies gigi
bila dilihat dari hasil siswa siswi yang menjawab benar yaitu persepsi fisiologi sebanyak 46 siswa,
sedangkan persepsi perhatian ada 43 siswa, dan minat ada 38 siswa, sedangkan persepsi
pengelaman dan ingatan ada 42 siswa dan bila dilihat dari jawaban siswa/siswi yang salah
terbanyak pada jawaban persepsi minat sebanyak 30 siswa serta berdasarkan hasil pemeriksaan
pada rongga mulut terdapat status karies gigi dengan kriteria sangat rendah ada 53 siswa/siswi
(51%), sedangkan keriteria sedang sebanyak 15 siswa/siswi (22%). Kesimpulan: Presepsi siswa
siswi terhadap karies gigi di SMP Negeri 20 Kota Kupang memiliki kriteria sangat renda
KAJIAN PERILAKU PEDAGANG DALAM MEMBUANG SAMPAH DI PASAR OESAPA KOTA KUPANG
Sampah merupakan semua buangan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia
dan hewan yang berbentuk padat, cair maupun gas yang dibuang kerena tidak
dibutuhkan atau tidak diinginkan lagi. Perilaku membuang sampah sembarangan
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, faktor tingkat pendidikan yang
rendah menyebabkan rendahnya kesadaran dalam melakukan pengolahan sampah
sehingga berdampak pada kebiasaan membuang sampah sembarangan, faktor
selanjutnya adalah kurangnya dukungan dari pemerintah desa dalam pengolahan
sampah dan faktor terakhir adalah ketidaktersediaan sarana dan prasarana sebagai
tempat pembuangan sampah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku
pedagang dalam membuang sampah di Pasar Oesapa Kota Kupang.
Jenis penelitian adalah deskriptif. Variabel penelitian adalah sikap dan
tindakan pedagang dalam membuang sampah di Pasar Oesapa. Populasi dalam
penelitian ini adalah jumlah seluruh pedagang yang ada di Pasar Oesapa dengan
jumlah 170 pedagang dan sampelnya 63 pedagang sebagai responden. Analisis data
secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukan Sikap pedagang dalam membuang sampah di
Pasar Oesapa termasuk dalam kategori baik sebanyak 24 orang (38,10%), kategori
cukup 39 orang (61,90%), dan kategori kurang tidak ada. Tindakan pedagang dalam
membuang sampah di Pasar Oesapa dengan hasil dengan kategori baik berjumlah
30 orang (47,62%), cukup 33 orang (52,38%) dan kategori kurang tidak ada.
Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan agar masyarakat dan
pedagang menyiapkan tempat sampah, memisahkan sampah secara tepat, tidak
membuang sampah secara sembarangan, lebih meningkatkan pemahaman tentang
pentingnya pengolahan sampah yang baik dan dapat membangun kerjasama antara
pedagang dan pengelola pasar untuk melakukan pengelolaan sampah pasar dan
kebersihan pasar
RESPONS MASYARAKAT TERHADAP PROMOSI KESEHATAN GIGI TENTANG SCALING
Latar Belakang : Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu bagian yang sangat
penting dari kesehatan secara menyeluruh. Kesehatan gigi dan mulut juga memiliki peran
yang sangat penting dalam peningkatan kualitas hidup seseorang.Kebersihan gigi dan
mulut(Oral hygiene) merupakan suatu keadaan rongga mulut yang bebas dari plak dan
karang gigi.Tujuan pembersihan gigi dan mulut adalah menghindari seseorang dari plak dan
kalkulus yang terdapat di permukaan gigi, untuk mengukur kebersihan gigi dan mulut
menggunakan indeks yang di kenal dengan Oral Hygiene Indeks(OHI-S). Tujuan : Untuk
mengetahui respon masyarakat terhadap promosi kesehatan gigi(scalling) Metode
Penelitian : Jenis atau metode penelitian yang di gunakan kali ini adalah metode deskriptif
dimana nantinya metode ini akan menggambarkan tentang pengaruh promosi kesehatan
gigi(scalling) terhadap respon masyarakat. Hasi Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian
bahwa respon positif dan respon negatif tentang promosi kesehatan gigi (scaling) dijalan
eltari kecamatan oebobo, kabupaten kupang dengan respon positif sebanyak 5 orang
dengan persentase 12,5%, , dikarenakan responden mengatakan bahwa scaling sangat
penting dan setelah itu mereka menindaklanjuti tindakan scalling ke fasilitas kesehatan dan
respon negatif sebanyak 35 orang dengan persentase 87,5% dikarenakan responden sudah
mengetahui tetapi tidak menindaklanjuti tindakan scalling setelah diberikan edukasi tentang
promosi kesehatan gigi dan mulut(scalling).. Kesimpulan : Berdasarkan hasil dan
pembahasan dapat disimpulkan bahwa respon yang diberikan oleh responden adalah negatif
sebanyak (87,5%) dan yang memberi respon positif sebanyak (12,5%)