Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Prevalensi Kecacingan Pada Masyrakat Rt 01, 03, 05 dan 06 Desa Tublopo Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan

    No full text
    Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) adalah infeksi yang disebabkan oleh nematoda usus dan penularannya memerlukan media tanah. Cacing yang termasuk dalam kategori STH meliputi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) (Aulia, 2015). Infeksi STH, disebabkan oleh nematoda usus dan penularannya melalui tanah, meliputi cacing seperti Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, di Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, menggunakan pendekatan cross-sectional untuk memeriksa prevalensi kecacingan dan gambaran pengetahuan, hygiene personal, dan sanitasi lingkungan di masyarakat RT 01, 03, 05, dan 06. Dari 33 sampel, 4 positif terinfeksi STH; 3 di antaranya oleh Ascaris lumbricoides dan 1 lainnya oleh Trichuris trichiura.. Infeksi kecacingan di masyarakat RT 01, 03, 05, dan 06 Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, mencapai 4 dari 33 sampel (12,12%), dengan 3 sampel (9,09%) positif Ascaris lumbricoides dan 1 sampel (3,03%) positif Trichuris trichiura. Faktor risiko meliputi kebersihan personal yang kurang, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, dan kurangnya penggunaan alas kaki terutama pada anak-anak. Sanitasi lingkungan yang belum memadai juga berkontribusi, termasuk rumah dengan lantai tanah, kekurangan toilet dan septic tank, serta keberadaan hewan di sekitar rumah. Masyarakat juga cenderung beraktivitas di area lembab seperti kebun dan sawah

    Identifikasi Bakteri Coliform Pada Minuman Es Kelapa Muda Yang Dijual Di Jalan El Tari Kota Kupang

    No full text
    Bakteri coliform adalah bakteri batang gram negatif, yang memfermentasi laktosa, dan bersusun secara tunggal. Makanan yang tidak memiliki jaminan kebersihan yang memadai akan dengan mudah menyebabkan pencemaran. Minuman es kelapa muda adalah minuman tradisional yang terbuat dari air kelapa, daging kelapa muda dan juga es batu. Minuman ini memiliki kadar air dan kandungan kalium yang tinggi. MPN (Most Probable Number) merupakan uji yang mendeteksi sifat fermentatif Coliform dalam sampel, MPN terdiri dari uji pendugaan (Presumptive test), uji penegas (Confirmed test), uji pelengkap (Completed Test). Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif yang dilakukan pada bulan April 2024 dengan menggunakan 5 sampel es kelapa muda yang diperoleh dari berbagai pedangan di jalan El Tari Kota Kupang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kandungan bakteri coliform pada minuman es kelapa yang dijual di Jalan El Tari Kota Kupang. Pada ke-5 sampel minuman es kelapa muda yang dijual di Jalan El Tari Kota Kupang, ditemukan adanya cemaran golongan bakteri coliform sampel pada dengan kode sampel A, B, C, D dengan angka MPN masing-masing sampel yaitu ≤ 979/100 ml dan pada sampel dengan kode E angka MPN yaitu 4/100 ml sampel

    PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL BUAH SEMU JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) SECARA SPEKTROFOMETRI

    No full text
    Buah semu jambu mete (Anacardium occidentale L.) digunakan secara tradisional di beberapa negara di dunia untuk mengobati berbagai macam penyakit. Buah semu jambu mete juga positif mengandung flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu jenis antioksidan yang bekerja dengan menangkal radikal bebas di dalam tubuh yang diduga sebagai penyebab berbagai penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar flavonoid total pada buah semu jambu mete (Anacardium occidentale L.) dengan spektrovotometer UV-VIS. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Ekstrak etanol buah semu jambu mete menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% diperoleh hasil rendeman sebesar 34,63%. Identifikasi kualitatif ekstrak etanol buah semu jambu mete menunjukkan positif flavonoid, tanin dan saponin. Pada pengujian makroskopik simplisia buah semu jambu mete diperoleh hasil bentuk serbuk agak kasar, berwarna coklat muda, berbau khas dan rasanya hambar. Pada pengujian parameter spesifik simplisia buah semu jambu mete diperoleh hasil untuk kadar sari larut etanol sebesar 9% dan kadar sari larut air sebesar 20,2%. Pada pengujian parameter non-spesifik diperoleh hasil untuk kadar air sebesar 5,61% dan untuk kadar abu total dan kadar abu tidak larut asam sebesar 15,45% dan 1,94%. Pada pengujian kadar flavonoid total dari ekstrak etanol buah semu jambu mete diperoleh hasil sebesar 1,69 % ± 0,423. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah semu jambu mete memiliki kadar flavonoid total adalah 1,69 % ± 0,42

    Gambaran Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Yang Mempunyai Kebiasaan Merokok

    No full text
    Latar Belakang:Kebersihan gigi dan mulut merupakan kondisi mulut seseorang yang bebas dari kotoran, plak, dan karang gigi. Salah satu penyebab timbulnya permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat adalah faktor perilaku atau sikap yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut dan juga kebiasaan merokok. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut serta perawatannya. Kesadaran seseorang akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut dapat dilihat dari pengetahuan yang dimilikinya. Perokok adalah masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, remaja tanpa penghasilan tetap, dan masyarakat berpendidikan tinggi termasuk pelajar dan mahasiswa.Tujuan penelitian:Untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan gigi dan mulut pada mahasiswa jurusan kesehatan gigi yang mempunyai kebiasaan merokok. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah meode deskriptif. Hasil penelitian: Penelitian dilakukan di kampus Jurusan Kesehatan Gigi terhadap 30 mahasiswa pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut mahasiswa yang mempunyai kebiasaan merokok yang termasuk dalam kriteria baik 36,7%, yang termasuk dalam kriteria sedang 43,3% dan kriteria buruk 20%, status kebersihan gigi dan mulut mahasiswa yang mempunyai kebiasaan merokok yang termasuk dalam kriteria baik 36,7%, yang termasuk dalam kriteria sedang 56,6% dan kriteria buruk 6,7%. Kesimpulan: Gambaran pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan gigi dan mulut mahasiswa jurusan kesehatan gigi yang mempunyai kebiasaan merokok berada pada kategori sedang

    UJI EFEKTIVITAS ANTIDIABETES INFUSA DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus lam) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus L) YANG DI INDUKSI GLUKOSA

    No full text
    Daun nangka merupakan salah satu tanaman yang banyak di manfaatkan di Nusa Tenggara Timur dan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan ,tanaman obat yang terkenal di kalangan masyarakat adalah tanaman obat yang mempunyai khasiat Antidiabetes .Salah satu khasiatnya yaitu sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah yang di gunakan oleh masyarakat. Diabetes dalah peningkatan kadar gula darah akibat tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara efektif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek Antidiabetes dari pemberian infusa daun nangka terhadap mencit putih jantan .Metode penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen yang menggunakan hewan uji pada mencit putih jantan sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan.sebelum dilakukan perlakuan di ukur kadar gula darah awal mencit dan di induksi glukosa sebanyak 1 ml.kelompok pertama sebagai control positif di beri metformin,kelompok kedua control negatif di beri Na cmc,kelompok ketiga dan seterusnya di berikan infusa daun nangka dengan dosis 5 % b/v,10% b/v,dan 20 % b/v. Pengukuran kadar gula darah dilakukan setelah 30 menit diinduksi dan mencit yang mengalami kenaikan kadar gula darah diberikan infusa daun nangka selama 2 jam tiap 30 menit. Hasil penelitian ini menunjukan infusa daun nangka memiliki aktivitas antidiabetes pada setiap konsentrasi dan persentasi penurunan kadar gula darah paling besar yaitu konsentrasi 20% b/v

    EFEKTIVIAS LARUTAN EKSTRAK TANAMAN SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI LARVASIDA NYAMUK Aedes aegypti

    No full text
    Vektor dari penyakit menular Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah nyamuk Aedes aegypti yang dapat menimbulkan wabah serta menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat. Larvasida merupakan salah satu dari banyak cara yang dapat dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran. Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) dapat dijadikan larvasida. Karna mengandung senyawa – senyawa aktif yang dapat membunuh larva Aedes aegypti. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak tanaman Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam membunuh larva Aedes aegypti. Menggunakan hewan uji yaitu larva Aedes aegypti. Konsentrasi ekstrak tanaman Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) yang digunakan yaitu 7%, 8% dan 9%, dan kelompok kontrol yang terdiri dari kontrol positif yaitu abate, dan kontrol negatif yaitu aquades. Kematian larva Aedes aegypti diamati setiap 2 jam selama 24 jam. Jumlah kematian larva di masukkan dalam tabel dan dianalisis menggunakan uji probit. Konsentrasi 7% dari ekstrak tanaman Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L) dapat membunuh larva sebanyak 100% pada jam ke – 2, sedangkan konsentrasi 9% dari ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dapat membunuh larva 100% pada jam ke – 24. Nilai LC50 dari ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) terdapat pada konsentrasi 7%. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa ekstrak tanaman Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L) dan Daun Kelor (Moringa oleifera) efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti. Ekstrak yang lebih efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti adalah ekstrak tanaman Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L) dibandingkan ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera)

    Ekstrak Kuncup Daun Jati (Tectona grandis) Sebagai Alternatif Pewarna Alami Pengganti Eosin Pada Pewarnaan Hematoxylin Eosin

    No full text
    Hematoksilin Eosin (HE) merupakan pewarnaan rutin dalam histopatologi. Dalam pewarnaan HE, eosin berfungsi mewarnai sitoplasma pada jaringan. Penggunaan eosin secara terus menerus dapat menyebabkan masalah kesehatan karena bersifat karsinogenik, sehingga diperlukan alternatif pengganti. Salah satu alternatifnya yaitu kuncup daun jati yang mengandung senyawa antosianin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kuncup daun jati dapat dimanfaatkan sebagai pengganti eosin dalam pewarnaan HE. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen sungguhan dengan desain post only control grup desain. Sampel pada penelitian ini adalah blok parafin yang berisi jaringan Carcinoma mammae yang dibuat sebanyak 10 sediaan yang terdiri dari 1 sediaan kontrol dan 9 sediaan perlakuan dengan 3 pengulangan pada masing-masing variasi konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Slide dinilai secara deskriptif berdasarkan tampilan mikroskopis inti dan sitoplasma, kemudian dilakukan pemberian skor 1 (tidak baik), skor 2 (kurang baik), dan skor 3 (baik) lalu dilanjutkan uji statistik Kruskal-Wallis. Hasil mikroskopis pewarnaan HE sediaan jaringan Carcinoma mammae menggunakan eosin diperoleh skor 3 (100%), ekstrak kuncup daun jati konsentrasi 20% diperoleh hasil skor 2 (100%), konsentrasi 30% diperoleh hasil skor 2 (33,3%) dan skor 3 (66,7%), dan pada konsentrasi 40% diperoleh hasil skor 3 (100%). Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis signifikan data perlakuan eosin dan ekstrak kuncup daun jati 20% p=0,083, 30% p=0,564, dan 40% p=1,000 (p>0,05) sehingga dinyatakan tidak ada perbedaan bermakna antara hasil pewarnaan HE menggunakan eosin dan ekstrak kuncup daun jati. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kuncup daun jati 40% merupakan konsentrasi terbaik yang dapat menggantikan eosin pada pewarnaan HE

    Analisa Kandungan Fisik Dan Kimia Pada Air Kali Bonik Di Kelurahan Sikumana

    No full text
    Warga di Kelurahan Sikumana masih ada yang membuang air limbah domestik dan sampah ke badan air sungai Bonik, Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap baku mutu dari air sungai Bonik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui warna bau dan rasa serta dibagian mata air, untuk mengetahui warna bau dan rasa ditempat beraktivitas, untuk mengetahui warna bau dan rasa ditempat sesudah beraktivitas, untuk mengetahui kandungan oksigen terlarut dibagian mata air, untuk mengetahui kandungan oksigen terlarut ditempat beraktivitas, untuk mengetahui kandungan oksigen terlarut ditempat sesudah beraktivitas. Untuk mengetahui kualitas air dapat menggunakan parameter ini. Pengukuran DO bertujuan untuk melihat sejauh mana biota dalam air dapat tertampung di dalamnya sampel yang digunakaan pada pengujian ini berupa sampel air sungai yang di ambil di mata air,tempat beraktivitas,dan sesudah beraktivitas. Hasil pemeriksaan oksigen terlarut dibagian mata air dan tempat beraktivitas memenuhi syarat dengan hasil yang diperoleh di mata air dengan rata-rata 9,5 mg/L dan di tempat beraktivitas diperoleh rata-rata 8,5 mg/L

    Uji Stabilitas Fisik dan Pendugaan Umur Simpan (shelf-life product) Sediaan Pasta Cokelat Daun Kelor (Moringa oleifera)

    No full text
    Untuk menjamin stabilitas sediaan pasta cokelat daun kelor selama masa penyimpanan, perlu dilakukan uji stabilitas agar menjamin kualitas dan masa simpan yang aman dikonsumsi masyarakat. Tujian penelitian ini adalah mengetahui stabilitas fisik sediaan pasta cokelat daun kelor dan mengetahui dugaan umur simpan (shelf-life product) sediaan pasta cokelat daun kelor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimental. Pengujian stabilitas meliputi uji stabilitas organoleptik, stabilitas pH dan uji fat blooming. Berdasarkan hasil uji friedman test, lama penyimpanan sediaan pasta cokelat daun kelor berpengaruh signifikan terhadap stabilitas organoleptik (aroma, rasa, tekstur dan warna) pasta cokelat daun kelor dengan nilai sig. 0,00 0,05. Uji fat blooming tidak dapat dilakukan karena timbulnya jamur diatas permukaan sediaan di hari ketiga penyimpanan sehingga fat blooming tidak dapat diidentifikasi. Berdasarkan hasil perhitungan, umur simpan sediaan pasta cokelat daun kelor adalah 24 hari jika disimpan di suhu 4o C, 20 hari jika disimpan di suhu 25o C, dan 18 hari jika disimpan di suhu 40o C

    Evaluasi Peran Pengawas Minum Obat Tuberkulosis di Puskesmas Oesapa Kota Kupang

    No full text
    Latar Belakang : Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang pada umumnya menyerang paru dan sebagian menyerang diluar paru, seperti kelenjar getah bening (kelenjar), kulit, tulang, selaput otak. Tuberkulosis menyebar melalui udara tatkala batuk. Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia setelah India, diikuti oleh Cina. Pengawas minum obat atau disebut dengan istilah PMO adalah petugas yang menjamin keteraturan pengobatan agar pasien Tuberkulosis lekas sembuh dan sukses berobat. Tujuan Penelitian : Mengukur peran Pengawas Minum Obat (PMO) pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Oesapa kota Kupang tahun 2023. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dimana penelitian ini untuk menampilkan data tentang peran Pengawas Minum Obat (PMO) Anti Tuberkulosis. Populasi penelitian adalah semua Pengawas Minum Obat (PMO) penderita Tuberkulosis di Puskesmas Oesapa kota Kupang dengan jumlah populasi 135 orang. Sampel diperoleh dengan menggunakan rumus slovin sebanyak 36 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode Accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Hasil dan Simpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Pengawas Minum Obat (PMO) yang berperan aktif sebanyak 25 responden dengan presentase 69,4% dari pada yang tidak berperan aktif 11 responden dengan presentase 30,6%

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇