Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Tn. S.D DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI DIRUANGAN PENYAKIT DALAM (RPD III) DI RSUD ENDE

    Get PDF
    Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan dunia yang tidak hanya di negara maju tetapi juga di negara berkembang. Hipertensi menjadi kontibutor ke empat kematian dini di negara maju dan ketujuh di negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2019, Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar dimana Indonesia berada dalam urutan ke 6 yang angka populasi hipertensi yang paling tinggi adalah Indonesia dengan total 273.753. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan pada Tn.S.D dengan Hipertensi dan menganalisis kesenjangan antara teori dan kasus nyata. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil studi kasus pada Tn.S.D ditemukan tekanan darah 140/100 mmHg, lemah, leher terasa tegang, penglihatan kabur,pusing, dengan CRT<3 detik. Masalah yang muncul yaitu : Nyeri Akut berhubungan dengan Agen Pencedera Fisiologis,Resiko perfusi serebral berhubungan dengan Penurunan Kinerja Ventrikel Kiri, Gangguan Pola Tidur berhubungan dengan Hambatan Lingkungan, Defisit Pengetahuan berhubungan dengan Kurang Terpapar Informasi. Intervensi keperawatan yang dilakukan berdasarkan masalah keperawatan. Implementasi jk,uyuydilakukan selama 3 hari dan hasil evaluasi yaitu : nyeri akut sebagian teratasi, resiko perfusi serebral tidak efektif sebagian teratasi, gangguan pola tidur sebagian teratasi, defisit pengetahuan sebagian teratasi. Oleh karena itu pasien Hipertensi sebaiknya memodifikasi gaya hidup yang lebih sehat dengan menghindari faktor-faktor yang dapat memperburuk hipertensi serta rutin mengkonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran

    Penerapan Terapi Pijat Refleksi Kaki Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Waingapu

    No full text
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistole dan diastole secara konsisten yang melewati batas normal yaitu 140/90 mmHg.Menurut World Health Organization (WHO, 2015) menyebutkan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia yaitu hipertensi. Tujuan: menerapkan terapi pijat refleksi kaki pada pasien hipertensi dengan masalah resiko ketidakefektifan perfusi jaringan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil: Mengacu pada intervensi dan implementasi dan hasil evaluasi dari pasien di temukan penurunan tekanan darah ke level yang normal. Kesimpulan: Penerapan terapi pijat refleksi kaki pada pasien Hipertensi dapat mengurangi tekanan darah. Namun perlu diperhatikan kondisi umum pasien yang masuk dalam kriteria untuk dilakukan pijat refleksi. Kata kunci: Hipertensi, Terapi Pijat Refleksi Kak

    Penerapan Manajemen Hiperglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di Ruangan Dahlia RSUD Umbu Rara Meha Waingapu

    No full text
    Latar belakang : Diabetes melitus (DM) atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikimia), penyakit kronis ini terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif terutama saraf dan pembuluh darah diabetes melitus dan diabetes akan menjadi salah satu dari 10 besar penyebab kematian diseluruh dunia. Tujuan: Menerapkan intervensi manajemen hiperglikemia pada pasien Diabetes melitus dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di ruang Dahlia RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan dengan mengambil sampel sebanyak 1 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Hasil: Penerapan edukasi Kesehatan dan manajemen hiperglikemi pada pasien DM dapat mennurunkan kadar gula darah pada pasien dengan masalah keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah dan defisit pengetahuan Kesimpulan: Masalah keridakstabilan kadar gukosa darah teratasi sebagian karena kadar glkosa darah masih dalam pemantau

    Penerapan Intervensi Promosi Berat Badan Pada Balita Gizi Kurang Dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Wilayah Kerja Puskesmas Lawonda

    No full text
    Pendahuluan: Gizi kurang merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena masalah kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berpikir, dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 angka gizi kurang di Indonesia mengalami kenaikan dari 16,3% pada tahun 2019, menjadi 17,0% pada tahun 2021, dan 17,1% pada tahun 2022. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan Asuhan keperawatan. Instrumen yang digunakan berupa poster, leaflet, sop, dan lembar pengkajian keluarga. Hasil: Dari hasil penelitian promosi berat badan pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Lawonda, diperoleh hasil keluraga T. Y kurang dalam merawat anggota keluarga yang sakit, dimana An. Aj hanya makan dalam porsi sedikit dan kurangnya motivasi dan dukungan pada An. Aj dalam meningkatkan nafsu makannya. Diagnosa utama yang muncul pada saat pengkajian adalah defisit nutrisi berhubungan dangan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Intervensi yang dirumuskan berdasarkaan diagnosa yang telah didapatkan yaitu Identifikasi kemungkinan penyebab BB kurang, Monitor jumlah kalori yang dikonsumsi sehari-hari, Monitor berat badan, Hidangkan makanan secara menarik, Jelaskan jenis makanan yang bergizi tinggi, namun tetap terjangkau, Jelaskan peningkatan asupan kalori yang dibutuhkan. Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah melakukan penyuluhan gizi kurang, melakukan pendampingan makan, menimbang berat badan, mengajarkan cara mencuci tangan yang benar. Evaluasi yang didapat berdasarkan tindakan keperawatan yaitu masalah keperawatan teratasi sebagian. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah diperoleh data keluarga T. Y sudah mampu merawat keluarga yang sakit dan mampu mendampingi An. Aj dalam meningkatkan nafsu makan

    PENERAPAN EDUKASI POLAASUH PADA BALITA STUNTING DENGAN MASALAH DEFISIT NUTRISI DI DESA MBATAKAPIDU

    Get PDF
    Latar Belakang : Stunting atau pendek merupakan status gizi yang didasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan z-score kurang dari -2SD (standar deviasi). Stunting bukan hanya masalah gangguan pertumbuhan fisik saja, namun juga mengakibatkan anak menjadi mudah sakit, terjadi gangguan perkembangan otak dan kecerdasan hah ini terjadi karena tingkat ekomonil keluarga balita dan kurangnya ketersedian makanan dalam keluarga berdasarkan hasil pengukuran status gizi balita di kabupaten Sumba Timur khususnya di Wilayah Mbatakapidu Puskesmas waingapu tahun 2022-2023 pada bulan februari menurun dengan jumlah 32 anak dan pada bulan agustus 30 anak. Metode : Metode digunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga dengan 1 klien di Desa Mbatakapidu Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu sesuai kriteria insklusi keluarga memiliki anak berusia 3 tahun mengalami masalah stunting. Pengumpulan data, menggunakan format asuhan keperawatan keluarga meliputi pengkajian, diagnosa , intervensi,implementasi,dan evaluasi keperawatan. Hasil dan Pembahasan : Bersarkan hasil pengkajian pada klien diperoleh diagnosa keperawatan berdasarkan masalah yang ditemukan yaitu deficit nutrisi dan deficit penegetahuan, perencanaan dan pelaksanaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan klien.Evaluasi klien semua teratasi pada hari ke-3. Kesimpulan dan Saran : Keberhasilan perawatan anak denagn stunting bergantung pada peran serta keluarga dalam merawat dan memelihara kesehatan untuk membantu pemulihan dan pencegahan masalah stunting. Saran bagi perkembangan ilmu keperawatan dapat menambah ilmu pengetahuan khususnya pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga. Kata Kunci : Balita Stunting,Defisit Nutrisi,Pola Asu

    Hubungan pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi pada remaja putri berdasarkan imt menurut umur di smk negeri 6 kota kupang

    Get PDF
    MonikaAgripinaUnbanu “Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Berdasarkan Imt/U Di Smk Negeri 6 Kota Kupang” Di Bimbing oleh Asweros Umbu Zogara,SKM.,MPH Latar Belakang: Kebutuhan gizi pada remaja sangat besar dikarenakan masih dalam masa pertumbuhan. Status gizi dapat menjadi ukuran keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi untuk remaja dan penggunaan zat-zat gizi yang diindikasikan dengan berat badan dan tinggi badan remaja. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan terhadap status gizi pada remaja putri yang bersekolah di bangku SMK negeri 6 kota kupang . Metode Penelitian: Penilitian ini menggunakan metode propotionated stratified random sampling. Sampel yang digunakan dalam penilitian ini adalah 185 siswi remaja putri yang berada di SMK Negeri 6 Kota Kupang, pada bulan Mey sampai Juni 2024. Hasil: hasil penilitian secara bivariat menunjukan bahwa status gizi remaja putri dalam kategori status gizi kurang (23,8%), status gizi baik (98,4%). Pola makan remaja putri dalam kategori pola makan baik (43,2%), pola makan cukup baik (74,1%). Pengetehuan gizi remaja putri dalam kategori pengetahuan gizi baik (51,9%), Pengetahuan gizi cukup (94,6%). Hasil analisis bivariat dengan uji fisher exact menunjukan tidak ada hubungan pengetahuan gizi dan status gizi (p = 0,370), hubungan pola makan dengan status gizi (p = 0,020) Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji fisher exact didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dan status gizi pada remaja putri

    PEDOMAN SKRIPSI TAHUN 2023

    Get PDF
    Buku Pedoman Penulisan Skripsi Program Pendidikan Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang Tahun 2023 ini dapat diselesaikan. Berdasarkan Kurikulum Pendidikan Sarjana Terapan Keperawatan Indonesia, penyusunan skripsi merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa pada semester akhir. Berkaitan dengan hal tersebut, maka AIPVIKI menyadari perlunya penyeragaman penyusunan dalam penulisan skripsi bagi mahasiswa. Pedoman ini digunakan sebagai acuan bagi dosen pembimbing dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa. Atasa dasar pedoman yang dikeluarkan oleh AIPVIKI, maka Prodi Pendidikan profesi Ners tahap sarjana terapan keperawatan menambahkan beberapa hal sesuai dengan kebutuhan dan visi, misi prodi.Harapannya pedoman ini dapat digunakan untuk menjadi acuan dalam proses penyusunan skripsi bagi mahasiswa

    Faktor Risiko Kejadian Penyakit TB Paru Di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang

    No full text
    Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kasus TB paru cendrum mengalami peningkatan di Kelurahan Oesapa dalam 3 tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko dengan kejadian penyakit TB paru di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah survey analitik, dengan rancangan case control. Variabel penelitian meliputi suhu ruangan, kelembaban ruangan, pencahayaan alami, ventilasi rumah, kebiasaan menjemur kasur, dan kebiasaan merokok. Sampel dari penelitian ini sebesar 28 sampel yang terdiri dari 14 kasus dan 14 kontrol. Teknik pengambilan yaitu data primer (data yang diukur langsung di lapangan) dengan menggunakan alat termohygrometer, rol meter, wawancara dan observasi, dan data sekunder. Data kemudian diolah secara univariat dan bivariat di analisis secara statistik uji Chi-Square. Hasil penelitian ada hubungan antara suhu ruangan dengan kejadian penyakit TB paru dengan nilai p = 0,000 (0,05), ada hubungan antara pencahayaan alami dengan kejadian penyakit TB paru dengan nilai p = 0,001 (0,05), ada hubungan antara kebiasaan menjemur kasur dengan kejadian penyakit TB paru nilai p = 0,001 (<0,05), ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian penyakit TB paru dengan nilai p = 0,000 (<0,05) Simpulan ada hubungan antara suhu ruangan, pencahayaan alami, kebiasaan menjemur kasur, dan kebiasaan merokok dengan kejadian penyakit TB paru, tidak ada hubungan antara kelembaban ruangan, dan ventilasi rumah dengan kejadian penyakit TB paru. Disarankan kepada responden agar tetap memilihara kualitas fisik udara, kebiasaan menjemur kasur, dan kebiasaan merokok agar tidak menjadi tempat perkebang biakan bakteri

    Gambaran Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Masyarakat Usia 15-50 Tahun Yang Mempunyai Kebiasaan Merokok di RT 026 Kelurahan Liliba

    No full text
    Latar Belakang: Kebersihan gigi dan mulut merupakan suatu kondisi yang menunjukkan bahwa di dalam rongga mulut individau bebas dari kotoran seperti serpihan, plak dan karang gigi. Apabila seseorang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut, plak pada gigi akan terbentuk dan menyebar ke seluruh permukaan gigi. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya plak, penodaan dan karang gigi adalah rokok. Perubahan awal pada rongga mulut disebabkan oleh penyerapan zat hasil pembakaran. Panas akibat merokok dapat meningkatkan kerusakan perlekatan jaringan periodontal dan semakin bertambahnya karang gigi akan meningkatkan retensi plak. Cara termudah untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut adalah dengan menyikat gigi. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran status kebersihan gigi dan mulut pada masyarakat usia 15-50 tahun yang mempunyai kebiasaan merokok di RT 026 Kelurahan Liliba. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode survei deskriptif, pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 60 orang. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi 10 pertanyaan mengenai kebiasaan merokok dan format pemeriksaan OHI-S. Variabel penelitian adalah variabel bebas kebiasaan merokok dan variabel terikat status kebersihan gigi dan mulut. Hasil: Penelitian ini dilakukan pada masyarakat RT 026 Kelurahan Liliba yang memiliki kebiasaan merokok, dengan jumlah responden 60 orang dengan status kebersihan gigi dan mulut kriteria baik 21,6%, kriteria sedang 61,7% dan kriteria buruk 16,7%, sedangkan kebiasaan merokok pada masyarakat perokok RT 026 Kelurahan Liliba termasuk kategori buruk. Kesimpulan: Kebiasaan merokok pada masyarakat perokok di RT 026 Kelurahan Liliba termasuk kategori buruk, status kebersihan gigi dan mulut pada masyarakat perokok di RT 026 Kelurahan Liliba termasuk kategori sedang dan status kebersihan gigi dan mulut pada masyarakat usia 15-50 tahun yang memiliki kebiasaan merokok termasuk kategori sedang dengan kebiasaan merokok kategori buruk

    Gambaran Konsumsi Sirih Pinang Dan Angka OHI-S Pada Orang Tua Di Kelurahan Tuak Daun Merah 1 Dan 2

    No full text
    Latar Belakang: Sirih pinang adalah pembuka komunikasi, dan sopan santun budaya di Nusa Tenggara Timur, dalam setiap pertemuan sirih pinang selalu menjadi sajian utama bagi para tamu yang berkunjung dan sirih pinang juga disajikan saat melaksanakan ritual adat. Masalah kesehatan gigi dan mulut dapat dinilai melalui status oral hygiene. Status oral hygiene dapat ditentukan dengan Oral Hygiene atau Index Simplified (OHI-S). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Konsumsi Sirih Pinang Dan Angka OHI-S Pada Orang Tua Di Kelurahan Tuak Daun Merah 1 Dan 2 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah oarang tua yang berusia 45-90 tahun di |Kelurahan Tuak Daun Merah 1 dan 2 yang berjumlah 53 orang. Alat ukur dalam penelitian adalah kuesioner yang berisi sebanyak 15 pertayaan dan format pemeriksaan gigi. Hasil: yang didapat berupa Kebiasaan mengkonsumsi sirih pinang dengan kategori lama 37– 47 tahun sebanyak 37 responden (70%). Kebiasaan mengkonsumsi sirih pinang dalam 1 hari ≥3 kali sehari sebanyak 44 responden (83,1). Angka OHI-S kategori sedang sebanyak 34 responden (64,1%). Kesimpulan: orang tua di kelurahan tuak daun merah 1 dan 2 memiliki kebiasan lama mengkonsumsi sirih pinang 37-47 tahun dengan kriteria OHI-S sedang. Saran: berupa kebiasaan mengkonsumsi sirih pinang dapat di kurangi karena dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan gigi dan mulut. Kata Kunci : Sirih Pinang, Angka OHI-

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇