Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Pengetahuan masyarakat tentang dagusibu obat di kelurahan liliba RT 24 RW 006 kecamatan Oebobo kota kupang
Latar Belakang : Pengetahuan merupakan suatu hasil dari rasa keingintahuan melalui proses masuknya rangsang melalui alat indera dan akan berakhir dengan perubahan. Dagusibu (Dapatkan, gunakan, simpan, dan buang) merupakan akronim yang dibuat oleh IAI dalam rangka mensosialisasi penggunaan obat yang benar melalui gerakan keluarga sadar obat. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengukur pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu obat di Kelurahan Liliba RT 24 RW 006 Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Metode penelitian: adalah metode deskriptif. Hasil penelitian : menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu Obat di Kelurahan Liliba RT 24 RW 006 Kecamatan Oebobo Kota Kupang di dapatkan data bahwa pengetahuan masyarakat tentang mendapatkan obat di kategorikan baik (81,67%), pengetahuan masyarakat tentang cara menggunakan obat di kategorikan kurang (55,00%), pengetahuan masyarakat tentang menyimpan obat di kategorikan baik (80,00%) dan pengetahuan masyarakat tentang membuang obat di kategorikan cukup (65,00%)
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS PERTUMBUHAN BADUTA DI PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG
LATAR BELAKANG: Zat gizi makro merupakan zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh tubuh dan sebagian besar berperan dalam penyediaan energi .Tingkat konsumsi zat gizi makrodapat mempengaruhi terhadap status gizi balita. Balita dengan tingkat konsumsi energi dan protein yang mencukupi dan memenuhi kebutuhan tubuh akan berbanding lurus dengan status gizi baik.TUJUAN :Penelitian ini mengkaji hubunganBagaimana Hubungan “Asupan Zat Gizi Makro Dengan Status Pertumbuhan Baduta Di Puskesmas Oesapa Kota Kupang. METODE:desain penelitian yang di gunakan adalah uji chi square dengan jumlah populasi 33 dan sampel 33.Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis. HASIL PENELITIAN: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan yang telah dilakukan pada balita di Puskesmas Oesapa maka dapat disimpulkan bahwa a. Tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan gizi makro dengan status pertumbuhan baduta di puskesmas oesapa kota kupang.KESIMPULAN: Hasil penelitian ini di harapkan bisa menjadi acuan bagi kader poyandu dan puskesmas untuk melakukan penyuluhan dan tambahan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memberikan makanan dengan tepat pada anak sesuai usia.di harapkan penelitian ini dapat menjadi pembanding bagi peneliti selanjutnya dan dapat meneliti fakto r-faktor lain yang berhubungan dengan status gizi baduta
HUBUNGAN FAKTORIBU,POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI KELURAHAN OEPURA KOTA KUPANG
LATAR BELAKANG: Penyebab timbulnya gizi kurang dapat dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu asupan makanan dan penyakit infeksi. Faktor eksternal yaitu pendidikan orangtua, jenis pekerjaan, pendapatan orangtua, pengetahuan ibu ketersediaan pangan dan pola konsumsi pangan. Kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan orangtua, khususnya ibu merupakan salah satupenyebab kekurangan gizi pada anak balita.TUJUAN:Menganalisis Hubungan Faktor, Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI(MP-ASI) Dengan Status Gizi Pada Balita Usia 6-24 Bulan Di Kelurahan Oepura Kota Kupang.
METODE: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Mengambil sampel balita usia 6-24 bulan berjumlah 55 balita. HASIL PENELITIAN: Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p-value 0,000), jumlah anggota keluarga (p-value 0,003), dan pekerjaan ibu (p-value 0,04) dengan status gizi balita di Kelurahan Oepura Kota Kupang. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara penghasilan orang tua dan status gizi balita (p-value 0,281).KESIMPULAN: Dari hasil uji statistik terdapat hubungan signifikan dari data pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga sedangkan dari hasil uji statistik, diperoleh tidak ada hubungan yang signifikan antara penghasilan orang tua, pekerjaan ib
PENGARUH KETEBALAN ARANG AKTIF TERHADAP PENURUNAN BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND (BOD) PADA LIMBAH CAIR TAHU
ABSTRAK
PENGARUH KETEBALAN ARANG AKTIF TERHADAP
PENURUNAN BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND
(BOD) PADA LIMBAH CAIR TAHU
Martino Marten Mapada Kafomai, Oktofianus Sila*)
*) Program Studi Sanitasi Kemenkes Poltekkes Kupang
Email: [email protected]
xii+ 32 halaman: tabel, gambar, lampiran
Limbah Industri bersumber dari kegiatan industri baik karena proses secara langsung maupun proses secara tidak langsung. Limbah yang bersumber langsung dari kegiatan industri yaitu limbah yang terproduksi bersama dengan proses produksi sedang berlangsung, di mana produk dan limbah hadir pada saat yang sama. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh ketebalan arang aktif terhadap penurunan Biochemichal Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair tahu.
Jenis penelitian adalah pra eksperimen. Variabel dalam penelitian ini adalah Kandungan BOD air baku limbah cair tahu, BOD setelah perlakuan arang aktif ketebalan 75 cm, 80 cm, 85 cm dan Efisiensi penurunan kandungan BOD setelah filtrasi. Objek penelitian adalah limbah cair tahu diambil sebanyak 50 liter pada pabrik tahu Bintang Oesapa. Analisis data secara deskriptif.
Hasil penelitian Kandungan BOD pada air baku limbah cair tahu sebesar 36,216 mg/l, setelah perlakuan mengunakan arang aktif dengan ketebalan 75 cm sebesar 20 mg/l, ketebalan 80 cm sebesar 14 mg/l dan ketebalan 85 cm sebesar 13 mg/l. efisiensi penurunan kandungan BOD dengan arang aktif ketebalan 75 cm sebesar 44,77%, arang aktif ketebalan 80 cm sebesar 61,34%, arang aktif ketebalan 85 cm sebesar 64,01%.
Saran yang diberikan yaitu dapat mengolah air limbah cair tahu melalui pengolahan filtrasi arang aktif ketebalan paling optimal (paling baik) peneliti menyarankan untuk peneliti lain melakukan penelitian tentang kemampuan ketebalan arang aktif.
Kata kunci : Arang Aktif, BOD, Limbah Cair Tahu
Kepustakaan : 12 buah (1984-2023
Inventarisasi Tanaman Berkhasiat Obat di RT 002 / RW 01 Desa Kuaklalo Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur
Indonesia digambarkan sebagai negara dengan iklim tropis dan sumber daya alam yang kaya, lahan subur, dan keanekaragaman hayati sebanyak 9.600 spesies. Hanya sekitar 300 spesies tanaman yang digunakan dalam pengobatan tradisional. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018), prevalensi obat tradisional yaitu ramuan jadi (obat jamu herbal instan) di kalangan masyarakat Indonesia sebesar 48%, sedangkan orang membuat obat herbal olahan sendiri adalah 31,8%. Setiap masyarakat mempunyai pengetahuan yang berbeda-beda, termasuk pengetahuan mengenai pengobatan tradisional yang masih berdasarkan pengalaman yang diturunkan secara lisan maupun tertulis oleh masyarakat tentang pengobat tradisional. Tujuan : penelitian ini bertujuan mendapatkan data meliputi: nama tanaman, jenis tanaman, bagian tanaman, khasiat, takaran, cara pengolahan, aturan pakai dan lamanya penggunaan tanaman obat yang digunakan dalam pengobatan oleh masyarakat di RT 002 / RW 01 Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu. Metode Penelitian : Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana penelitian yang dikumpulkan berupa hasil wawancara dan gambar. Simpulan : Hasil penelitian tentang Inventarisasi Tanaman Berkhasiat Obat di RT 001 / RW 002 Desa Kuaklalo Kecamatan Taebenu diperoleh 22 tanaman berkasiat obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Kuaklalo, bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah Daun dan batang. Penyehat tradisional paling banyak menggunakan obat tradisional untuk mengobati penyakit demam dan antihipertensi
Penerapan Latihan Batuk Efektif Untuk Mengatasi Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Oebobo
Latar belakang: Tuberculosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang dapat Meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Tuberculosis paru juga merupakan Penyakit pada saluran pernapasan dari golongan penyakit infeksi Tujuan:Mengetahui penerapan batuk efektif terhadap bersihan jalan napas pada Penderita tuberkulosis dipuskesmas Oebobo. Metode: Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus, sampel 1 pasien, kuisoner, lembar observasi pre dan post intervensi. Hasil : Sebelum dilakukan penerapan latihan batuk efektif, pasien Tn A.P tidak dapat membatukkan sputum, terdengar suara napas ronchi pada paru kiri. Setelah dilakukan latihan batuk efektif pasien Tn A.P dapat membatukkan sputum, masih terdengar suara napas ronchi pada hari ke-3 , dan pada hari ke-5 dapat membatukkan sputum RR 20X/ menit, tidak terdengar suara napas ronchi. Kesimpulan: sebelum dan setelah diberikan teknik latihan batuk efektif pada pasien Tn A.P tidak dapat membatukkan sputum terdengar suara napas ronchi. Setelah diberikan latihan batuk efektif selama 5 hari pasien Tn A.P dapat membatukkan sputum, RR20X/ menit, tidak terdapat suara napas ronchi. Saran: Bagi pasien dan keluarga dapat melanjutkan latihan batuk efektif menjadi alternatif pertolongan pertama sebelum mendapatkan layanan kesehatan
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.Y.N G4P3A0AH3 di Pustu Oebufu Periode 20 Januari Sampai 10 Maret 2024
Latar belakang: Dindonesia, proporsi ibu hamil dengan HbsAg reaktif yaitu 1,61 % pada tahun 2021. Upaya yang dilakukan untuk pencegahan transmisi vertikal dilakukan dengan deteksi dini Hepatitis B pada ibu hamil, kemudian dilanjutkan dengan pemberian Hepatitis B imunoglobulin (Hbig) pada bayi dari ibu yang terdeteksi HbsAg reaktif dan vaksin hepatitis B (HB0) kurang dari 24 jam setelah lahir dan dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi hepatitis B sesuai jadwal program nasional. Tujuan: Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.Y.N di Pustu Oebufu periode 20 Januari sampai 10 Maret 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode: Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Pustu Oebufu, subjek studi kasus adalah Ny.Y.N dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan: asuhan kebidanan berkelanjutan dilakukan pada Ny.Y.N yaitu pemeriksaan kehamilan, melahirkan anak ketiga pada tanggal 08 Februari 2024. Bayi lahir cukup bulan, jenis kelamin perempuan, keadaan bayi normal, pemberian imunisasi Hepatitis B untuk mencegah penularan Hepatitis B dari ibu ke bayi. Kunjungan nifas dan neonatus telah dilakukan. Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny Y.N. dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan hamil, bersalin, nifas, BBL telah teratas
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Leaflet Terhadap Pengetahuan Primigravida Trimester 3 Tentang Perawatan Tali Pusat Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa
Latar Belakang : Infeksi tali pusat adalah bagian tubuh bayi yang sangat rentan terhadap infeksi jika tidak dirawat dengan benar, infeksi ini dapat menyebar dan mengancam nyawa bayi. Tali pusat bayi yang terinfeksi dapat menyebabkan penyakit yang menyebar ke seluruh tubuh. Data dari kota kupang menunjukkan bahwa dua bayi telah mengalami komplikasi akibat infeksi tali pusat. Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan primigravida trimester 3 tentang perawatan tali pusat bayi di Wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain Pre- Experiment dengan rancangan One Group Pretest-Post test design dan menggunakan uji statistik wilcoxon. Sampel pada penelitian ini sebanyak 51 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner, leaflet, dan pantom bayi. Hasil : Sebagian besar pengetahuan primigravida trimester 3 sebelum dilakukan pendidikan kesehatan tentang perawatan tali pusat bayi termasuk dalam kategori pengetahuan kurang sebanyak 27 responden (53%) dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang perawatan tali pusat bayi pengetahuan primigravida trimester 3 dalam kategori baik sebanyak 47 responden (92%). Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan primigravida trimester 3 tentang cara perawatan tali pusat bayi yang baik di Puskesmas Oesapa. Kesimpulan : Ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan primigravida tentang perawatan tali pusat bayi di wilayah kerja Puskesmas Oesapa dengan p-value 0,000 < 0,05. Saran : Diharapkan pengetahuan primigravida trimester 3 tentang cara perawatan tali pusat bayi di wilayah kerja Puskesmas Oesapa tetap dipertahankan
EDUKASI KESEHATAN TENTANG METODE KOMPRES WATTER TEPID SPONGE PADA ANAK DENGAN MASALAH HIPERTERMI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMBANIRU
Latar belakang: Hipertermi atau biasa disebt demam adalah peningkatan suhu tubuh yang disebabkan oleh gangguan metabolisme atau hormonal yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh yakni lebih dari 37,5 derajad celsius untuk setiap pengukuran melalui aksila. Metode: desain penelitian menggunakan metode deskriptif berupa studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga.teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan 1 orang anggota keluarga. Instrumen yang digunakan berupa format asuhan keperawatan dan SOP Tapid Sponge. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada responden selama 3 hari keluarga mampu melakukan pemberian kompres water tapid sponge secara mandiri kepada anggota keluarga yang sakit. Kesimpulan: Penerapan water tapid sponge pada pasien dengan hipertermi dapat mengatasi masalah hipertermi dengan penurunan suhu tubuh.
kata kunci: Hipertermi, water tapid spong
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B. W DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI DI RUANGAN PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE
Latar Belakang Hipertensi adalah salah satu masalah yang cukup berbahaya di dunia, karena hipertensi merupakan faktor resiko utama yang mengarah kepada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, stroke dan penyakit ginjal. (WHO, 2018).
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada Tn. B. W dengan diagnosa medis Hipertensi di Ruangan Penyakit Dalam III Rumah Sakit Umum Daerah Ende.
Metode yang dilakukan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan.
Hasil pengkajian yang ditemukan pada Tn. B. W yaitu badan terasa lemah, leher tegang, pusing, kaki kiri dan kanan terasa sakit dan lemah, merasa cepat lelah setelah beraktivitas, kadang-kadang nyeri atau sakit kepala pada siang dan malam hari, mengeluh susah untuk tidur dan sering terbangun, memiliki riwayat hipertensi, pasien tidak memahami tentang penyakit hipertensi sehingga pasien selalu minum kopi dan alkohol, sering merokok, makan-makanan yang berminyak (santan), makanan yang garamnya tinggi, kekuatan otot kaki kiri dan kanan 4 (mampu melawan gravitasi dan dapat menahan sedikit tahanan yang diberikan), mata panda, konjungtiva pucat, mukosa bibir kering, pasien tampak lemah, tanda- tanda vital : TD = 214/116 mmHg, N = 87 x/menit, S = 36,8 °C, RR = 20 x/menit, SpO² = 99 %. Diagnosa keperawatan pada Tn. B. W yaitu resiko perfusi cerebral tidak efektif berhubungan dengan peningkatan tekanan darah, resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload, nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral, gangguan pola tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan, intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan, ketidakpatuhan berhubungan dengan ketidakadekuatan pemahaman. Intervensi keperawatan sesuai dengan rencana keperawatan yang telah ditujukan
untuk mengatasi masalah yang dialami pasien. Implementasi yang telah dilakukan penulis untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien sudah sesuai dengan intervensi yang direncanakan. Tindakan dilakukan dari tanggal 30, 31, 01 Agustus
2024 yaitu enam diagnosa keperawatan yang muncul masalah. Masalah yang teratasi sebagian yaitu resiko perfusi cerebral tidak efektif, resiko penurunan curah jantung, nyeri akut, gangguan pola tidur, intoleransi aktifitas, ketidakpatuhan.
Kesimpulan dari studi kasus ini adalah masalah pada Tn. B. W belum teratasi. Saran untuk keluarga dan pasien harus mengetahui cara perawatan
Hipertensi pada pasien dan berperan aktif dalam proses penyembuhan pasien