Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Asuhan Kebidanan berkelanjutan pada Ny. H.M G2POA1 usia kehamilan 36-37 minggu dengan kehamilan risiko tinggi fi Puskesmas Oebobo periode 05 Februari s/d 27 Februari

    Get PDF
    Latar Belakang: AKI Kota Kupang pada tahun 2022 Dari target yang ditentukan yakni, dikisaran 35ribu/100ribu kelahiran hidup, ternyata di kota Kupang hanya mencapai 115ribu/100 ribu kelahiran hidup, karena terjadi kasus kematian ibu sebanyak 9 orang. Demikian juga, dengan angka kasus kematian pada bayi, masih tergolong tinggi yakni tercatat, 40 bayi meninggal dunia setelah dilahirkan. Tujuan:Mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III, ibu bersalin, ibu nifas hingga bayi baru lahir dengan menggunakan pebdeatan manajemen kebidanan metode varney dan pendokumentasian SOAP Metode : Menggunakan metode studi penelaan kasus yangterdiri dari unit tunggal, yang dilakukan pada seorang ibu dalam menjalanikehamilan,persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.lokasi Studi kasus di Bidan Praktik Mandiri Trimurdani Oesapa subjek studi kasus adalah Ny.H. M di laksanankan pada pada tanggal 05 February sampai 30 Maret 2024 dengan menggunakan Format Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP teknik pengumpulan data menggunakan dataprimer dan datas ekunder.Hasil :Setelah di lakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.H. M di Puskesmas Oebobo ibu sudah mengikuti anjuran yang di berikan dan keluhan ibu teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil sampai nifas berjalan normal dan konseling KB ibu menggunakan KB Pil. Kesimpulan :Asuhan kebidanan yang di lakukan pada Ny,H. M mulai dari hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB tidak di temukan kelainan dan penyulit

    Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Upaya Pencegahan Karies Gigi Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Tk Dorkas Nunhila

    Get PDF
    Latar Belakang: Pengetahuan ibu merupakan dasar terbentuknya perilaku positif anak untuk menjaga Kesehatan gigi dan mulut dengan perawatan yang baik dan benar.Pengetahuan adalah hasil ranah tahu dan ini terjadi karena seseorang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu, melalui pancaindera manusia. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran dan indera pengelihatan. Tujuan: mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang upaya pencegahan karies gigi pada anak usia 3-5 Tahun di TK Dorkas Nunhila. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan tujuan utama untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu tentang karies gigi pada anak usia 3-5 Tahun di TK Dorkas Nunhila. Hasil: Responden dengan jenis pekerjaan masing- masing yakni ibu rumah tangga sebanyak 20 orang. Tingkat pengetahuan ibu tentang karies pada anak usia 3-5 Tahun di TK Dorkas Nunhila memiliki kriteria tinggi denganjumlah responden 27 orang (58,69%). Kesimpulan:Pengetahuan ibu didasari juga oleh beberapa faktor seperti: pekerjaan, pengalaman mengasuh anak, sertalingkungan tempat tinggal. Pendapat dari penulis, ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi didapat karena adanya sumber informasi yang luas melalui internet maupun lingkungan sekitar

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.A.N DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELLITUS DI RUANG PENYAKIT DALAM (RPD) III RSUD ENDE

    Get PDF
    Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme tubuh akibat hormon insulin dalam tubuh yang tidak dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga meningkatkan kadar gula di dalam darah/hiperglikemia. World Health Organization (WHO) 2016 memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus pada tahun 2040 akan meningkat menjadi 642 juta penderita. Tujuan studi kasus ini adalah agar dapat melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan Diabetes Melitus. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan. Hasil studi kasus Ny.A.N ditemukan pasien mengatakan badan lemah, cepat lelah dan sering kencing pada malam hari, cepat lapar, GDS (Darah Vena): 1.015 mg/dL. Masalah keperawatan yang muncul adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemia, hipertermia berhubungan dengan proses penyakit(infeksi), kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan. Intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan masalah keperawatan. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan dari hasil evaluasi ditemukan adanya masalah yang teratasi sebagian yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemia dan intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan,sedangkan yang tidak teratasi adalah hipertermia berhubungan dengan proses penyakit(infeksi), kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan perubahan sirkulasi. Disimpulkan bahwa studi kasus Ny.A.N terdapat kesenjangan antara teori dan kasus yaitu keluhan panas yang ada pada kasus tidak terdapat pada teori. Oleh karena itu pasien diabetes mellitus sebaiknya memodifikasi pola hidup yang lebih sehat untuk mencegah komplikasi

    Implementasi Range of Motion Pasif Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Ruang Dahlia RSUD Umbu Rara Meha Waingapu

    Get PDF
    Latar belakang: Stroke merupakan kondisi gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh adanya berbagai macam penyebab, Salah satu dampak yang dialami penderita stroke yaitu tidak mampu melakukan aktivitas mandiri atau yang biasa di sebut gangguan mobilitas fisik. Salah satu upaya mengatasi adalah dengan melatih rentang gerak atau yang dikenal dengan istilah ROM. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan medikal bedah. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 1 orang sample. Instrumen yang digunakan berupa (SOP) Range Of Motion, leaflet Prosedur ROM dan Format pengkajian Keperawatan Medikal Bedah. Menggunakan teknik analisa WOD (Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi). Hasil: Setelah dilakukan implementasi keperawatan kepada pasien selama 3 hari didapat pergerakan ekstremitas meningkat, kekuatan otot meningkat, rentang gerak meningkat. Kesimpulan: Intervensi pemberian terapi Range of Motion Pasif pada pasien Stroke non Hemoragik dengan masalah gangguan mobilitas fisik dapat membantu dalam mengatasi masalah penurunan rentang gerak dan penurunan kekuatan otot. Kata kunci: Implementasi Range of Motion Pasif, Stroke Non Hemoragik, Gangguan Mobilitas Fisi

    Penerapan Latihan Batuk Efektif Pada Keluarga Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Anak ISPA

    No full text
    Latar belakang: ISPA adalah penyakit yang mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan bawah. Bayi, anak-anak, orang tua, dan orang yang memiliki masalah kesehatan paling sering terkena penyakit ini.Tujuan: Mampu melakukan implementasi pada keluarga dengan masalah Bersihan Jalan Tidak Efektif pada anak ISPA. Metode: Desain penelitian ini menggunakan studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan keluarga. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 1 orang sample. Instrumen yang digunakan berupa format pengkajian keperawatan keluarga, leaflet, Poster dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil: keluarga mampu menerapkan Latihan batuk efektif pada anak dengan ISPA dan keluarga dapat memahami tentang ISPA, keluarga dapat merawat anggota yang sakit ISPA. Kata kunci: Latihan Batuk efektif, ISPA pada ana

    Penerapan Manajemen Cairan Pada Anak Dengan Diare di Ruang Anggrek RSUD Umbu Rara Meha Waingapu

    No full text
    Latar belakang: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian pada bayi dan anak Dan diare adalah buang air besar sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari dengan konsistensi cair. Diare masih menjadi masalah Kesehatan di ruangan Anggrek RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Dimana terdapat 121 kasus dengan diare pada tahun 2021. Tujuan: Menerapkan asuhan keperawatan manajemen cairan pada anak dengan Diare yang meliputi: pengkajian, diagnosa keerawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Metode: Studi kasus, dengan subjek penelitian adalah 1 pasien anak dengan diagnosa medis Diare, diagnosa keperawatan Hipovolemia. Analisa data terdiri dari pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan kesimpulan. Hasil: Data diperoleh pengkajian langsung didapatkan turgor kulit tidak elastic,rewel,perut kembung. Diagnosa keperawatan Hipovolemia. Intervensi yang diterapkan pada pasien monitor cairan,implementasi yang dilakukan pemberian cairan intravena dan oral. Kesimpulan: asuhan keperawatan pada An.G dengan masalah Hipovolemia dilakukan melalui 5 tahap proses keperawatan. Dari hasil evaluasi masalah keperawatan kekurangan volume cairan teratasi. Kata kunci: Manajemen Cairan, Diare, ana

    Penerapan Implementasi Senam Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah

    No full text
    Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) telah mejadi ancaman kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain dan diprediksi prevalensinya akan terus meningkat dimasa mendatang (Kemenkes RI, 2020). Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit atau kelainan metabolisme menahun yang disebabkan oleh berbagai faktor dan ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (WHO, 2021). Menurut WHO pada tahun 2022 sekitar 8,5% dari orang dewasa usia 20-70 tahun diseluruh dunia telah didiagnosis diabetes melitus dengan prevale nsi meningkat hingga 422 juta orang. Tujuan: Mampu Memberikan Penerapan Senam Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Masalah keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah. Metode: Penelitian mengunakan metode studi kasus (case study research) Hasil: Mengacu pada intervensi dan implementasi dari hasil evaluasi, ada 2 diagnosa yang teratasi, 2 diagnosa yang teratasi sebagian : untuk diagnosa yang teratasi yaitu, manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan. Diagnosa yang teratasi sebagian diantaranya, ketidakstabilan kadar glukosa darah dan intoleransi aktifitas. Kesimpulan: Setelah dilakukan implementasi senam kaki Diabetes dapat mempertahankan kadar gula darah dalam keadaan stabil. Kata kunci: Diabetes Melitus, Kadar glukosa darah, senam kaki diabete

    Penerapan Terapi Akupresur Pada Pasien Hipertensi Dengan Gangguan Pola Tidur di Puskesmas Kambaniru

    No full text
    Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama di dunia, termasuk Indonesia, dengan prevalensi di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 27,72%. Di wilayah kerja Puskesmas Kambaniru, kasus hipertensi dengan gangguan pola tidur meningkat. Tujuan: Untuk melakukan Asuhan Keperawatan dengan menggunakan terapi akupresur pada penderita Hipertensi. Metode: Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan naratif. Pengkajian menunjukkan pasien mengalami kesulitan tidur akibat ketegangan di tengkuk dan tekanan darah 160/90 mmHg. Diagnosa keperawatan yang muncul adalah gangguan pola tidur berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit. Hasil: Penelitian ini menunjukkan efektivitas terapi akupresur dalam mengatasi gangguan pola tidur dan terjadi penurunan tekanan darah pre=160/100 mmHg dan post= 140/80 mmHg pada pasien hipertensi, dengan dukungan aktif dari keluarga. Kesimpulan: Intervensi yang diberikan adalah dukungan tidur dengan fokus pada terapi akupresur selama lima hari, melibatkan pasien dan keluarga dalam sesi pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kualitas tidur pasien dengan tekanan darah menurun. Saran: Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai pengobatan alternatif dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan gangguan pola tidur

    Penerapan Batuk Efektif Pada Pasien TB Paru Dengan masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif i Puskesmas Kawangu

    No full text
    Pendahuluan:Tuberkulosis Paru Merupakan Suatu Kondisi Infeksi Pada Paru Paru Yang Disebabkan Oleh Agen Infeksi Seperti Bakteri, Virus Dan Jamur. Infeksi Ini Terjadi Pada Alveoli Yang Mengakibatkan Alveoli Terisi Oleh Nanah Dan Cairan. Tujuan Dari Studi Kasus Ini Adalah Untuk Mengimplementasikan Latihan Batuk Efektik Pada Pasien Tuberculosis Paru Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif. Metode: Penelitian Ini Adalah Penelitian Deskriptif Dengan Menggunakan Pendekatan Studi Kasus Untuk Mengeksplorasi Masalah Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tuberculosis Paru. Pendekatan Yang Digunakan Adalah Pendekatan Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Tuberculosis Paru Yang Meliputi Pengkajian, Diagnose Keperawatan, Intervensi (Perencanaan), Implementasi (Pelaksanaan), Dan Evaluasi. Hasil: Berdasarkan Hasil Pengkajian Pada Pasien Tuberkulosis Paru Dengan Keluhan Batuk Berdahak,Maka Diperoleh Diagnosa Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di Tandai Dengan Adanya Keluhan Batuk Berdahak Sulit Dikeluarkan Yangdisertai Dengan Pengeluaran Cairan Bening Seperti Mukus Dan Tidak Kental Dari Hidung Dan Terdengar Bunyi Napas Tambahan Ronchi. Selain Itu, Pada Pasien Ditemukan Keluhan Sesak Napas. Setelah Diberikan Tindakan Keperawatan Selama 3x24 Jam Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Teratasi Yang Ditandai Dengan Keluhan Sesak Napas Berkurang, Dahak Dapat Dikeluarkan Serta Bunyi Napas Tambahan Ronchi Berkurang. Perencanaan Dan Pelaksanaan Dilakukan Sesuai Dengan Kebutuhan Pasien Serta Evaluasi Pasien Teratasi. Kesimpulan: Berdasarkan Hasil Penelitian Yang Telah Dilaksanakan, Penulis Menyimpulkan Bahwa Intervensi Pemberian Latihan Batuk Efektif Pada Pasien Tuberculosis Paru Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Dapat Mempercepat Proses Penyembuhan Dan Meningkatkan Efektivitas Pengobatan

    Pembuatan Biskuit Dengan Subtitusi Tepung Kacang Hijau Dan Tepung Kacang Tanah Sebagai Salah Satu Alternatif Penanganan Kekurangan Energi Protein (KEP) Pada Balita

    No full text
    Latar Belakang : Kekurangan Energi Protein (KEP) merupakan keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari- hari atau disebabkan oleh gangguan penyakit tertentu, sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (Nurwijayanti, 2016). Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2018, melaporkan prevalensi KEP di Indonesia berdasarkan pengukuran berat badan terhadap usia sebesar 17,7% dengan presentase kategori gizi kurang (underweight) sebesar 13,0% dan kategori gizi buruk sebesar 3,9%. Kacang hijau (Vigna radiate L) merupakan salah satu komditas pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kacang hijau tergolong bahan makanan dengan kandungan protein yang cukup tinggi yaitu23,7 g/100 gram bahan. Kacang tanah merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kita. Kacang tanah dapat diolah menjadi bermacammacam produk, misalnya kacang goreng, kacang bawang, ampyang, enting-enting, rempeyek dan tepung. Kacang tanah mempunyai nama ilmiah Arachis hypogea L. Buah kacang tanah berbentuk polong. Biskuit merupakan jenis makanan ringan yang mudah didapat dan digemari oleh anak-anak khususnya balita. Biskuit adalah produk bakery yang dibuat dengan cara memanggang adonan yang terbuat dari tepung terigu dengan atau tanpa substitusinya, minyak/lemak, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Tingkat konsumsi biskuit di Indonesia rata-rata mencapai 24,22 ons\ 0,1 Kg pertahunnya dan nilainya selalu naik mengingat konsumen biskuit hampir dari semua usia (balita sampai lansia). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung kacang hijau dan tepung kacang tanah terhadap daya terima dalam pembuatan biskuit untuk mengatasi KEP. Metode Penelitian : jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan yaitu P1,P2 dan P3. Perlakuan berupa subtitusi tepung kacang hijau dan tepung kacang tanah. Hasil : Berdasarkan hasil uji organoleptik biskuit berdasarkan warna, aroma, rasa dan tekstur yang paling disukai p1 dengan nilai 4,33. Untuk nilai gizi yang paling tinggi adalah p3 dengan nilai gizi energi 2.044,8 kkal, protein 64,85 gram, lemak 141,04 gram dan karbohidrat 135,35 gram. Hasil uji daya terima aroma biskuit tingkat kesukaan aroma pada p1 dengan kategori sangat suka. Hasil uji daya terima Kesimpulan : Hasil uji daya terima warna biskuit dapat diketahui bahwa p1 dan p2 dengan kategori sangat suka dan p3 dengan kategori kurang suka. Dari ketiga perlakuan aspek warna ini maka daya terima panelis paling yang suka terhadap perlakuan p1 dan p2, hasil uji daya terima aroma biskuit tingkat kesukaan aroma pada P3dengan kategori sangat suka, hasil uji daya terima rasa biskuit tingkat kesukaan rasa pada P1 dan P2 dengan kategori sangat suka dan hasil uji daya terima tekstur biskuit tingkat kesukaan tekstur P1 dengan kategori sangat suka

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇