Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny F.S G1P0A0AH0 Di TPMB Trimurdani Semsi Periode 15 Februari S/D 15 Mei
Latar Belakang: Asuhan Kebidanan adalah rangkaian kegiatan yang di dasarkan pada proses pengambilan keputusan dan tindakan yang di lakukan oleh Bidan dengan wewenang dan ruang lingkup praktikya berdasarkan ilmu dan kiat Kebidanan (UUD RI No. 4 Tahun 2019). Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan merupakan salah satu upayanya mendukung SDG (Sustainable Development Goals) yang ketiga yakni untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua orang dari segala usia. Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai dengan perawatan masa nifas, BBL dan KB. Metode: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.S.F di TPMB Trimurdani Semsi, teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder.Hasil dan Pembahasan: Ny. F.S G1P0A0AH0 usia Kehamilan 38 minggu janin tunggal, hidup, intra uterin, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik, dilakukan kunjungan 2 kali dengan asuhan kebidanan, ibu bersalin nomal tanggal 22 Maret 2024 usia kehamilan 42 minggu, di lakukan pertolongan persalinan 60 langkah APN, bayi lahir menangis kuat, bergerak aktif, warna kulit kemerahan, melakukan IMD, menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat, melakukan KN 2 kali. Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 2 kali dengan memberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB, ibu memilih metode KB suntik 3 bulan. Simpulan: Ny F.S selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, bayi sehat, masa involusi berjalan normal, dan konseling KB. Ibu memilih metode suntuk 3 bulan
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.E.O Di Tempat Praktek Mandiri Bidan Kota Kupang Periode 17 Maret S/D 09 Mei 2024
Latar Belakang: Angka kematian ibu merupaka indikator makro yang menjadi salah satu kriteria derajad kesehatan. Di Indonesia Angka kematian ibu masih tinggi sehingga masih menjadi prioritas utama dalam penyelesaian masalah di bidang kesehatan (Masfufatun Juni, S.KM., 2021), Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2018, rata – rata angka kematian ibu (AKI) tercatat mecapai 305 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia termasuk tinggi diantara Negara Association of Southeast Asian Nation (ASEAN). Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.E.O DI Tempat Praktek Mandiri Bidan pada tanggal 17 sampai dengan 09 Mei 2024, dengan menggunakan Menejemen Kebidanan tujuh langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Pembahasan : Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.E.O Di Tempat Praktek Mandiri Bidan pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan: Ny.E.O. selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat dan konseling KB, ibu memilih mengunakan metode MAL Simpulan: Setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dari masa kehamilan, Bersalin,Nifas, BBL dan KB, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau menerima dan mengikuti anjuran yang diberikan
Pemberian Terapi Musik Klasik Pada Ibu Hamil Trimester III Yang Mengalami Kecemasan Di Puskesmas Sikumana
Kehamilan pada wanita hamil pertama kali menyebabkan berbagai perubahan fisik dan psikologis. Salah satu aspek psikologis yang mempengaruhi kehamilan adalah kecemasan. Pada trimester ketiga, rasa cemas dan ketakutan biasanya meningkat menjelang akhir kehamilan, di mana ibu mulai khawatir tentang kemungkinan kelahiran bayi yang tidak
normal atau potensi cedera pada organ vital akibat tendangan bayi.(Suharnah,H. 2021).
Kecemasan melibatkan kekhawatiran yang berupa rasa takut, perasaan tidak pasti, atau ketidakberdayaan, serta emosi yang belum memiliki objek spesifik. Pada kehamilan pertama, ketakutan ini sering muncul, terutama saat
menghadapi persalinan. Beban psikologis pada wanita hamil lebih terasa pada trimester ketiga. Wanita yang mengalami kecemasan selama kehamilan cenderung menghadapi risiko persalinan abnormal dan bahkan komplikasi serius yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin. Kematian ibu hamil dan kesakitan yang dialami selama kehamilan tetap merupakan masalah besar di negara-negara berkembang.
Menurut penelitian, kecemasan pada ibu hamil dapat merugikan kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. Akibatnya, ibu hamil berisiko melahirkan bayi prematur atau mengalami keguguran. Kecemasan menyebabkan janin
merasa gelisah dan otot rahim melemah, yang dapat mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah, yakni kurang dari 2500 gram
penerapan pendidikan kesehatan tentang minum obat dengan menggunakan media video terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe II di wilayah puskesmas oesapa
Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingkat gula darah yang lebih tinggi dalam tubuh karena resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak memadai. Kondisi ini mempengaruhi cara tubuh menggunakan gula (glukosa) sebagai sumber energi.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan edukasi kesehatan menggunakan media video terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Oesapa, Kota Kupang.
Metode Penelitian: Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif (Case study). Penelitian studi kasus ini dilakukan pada 2 (dua) responden dengan observasi langsung untuk mendapatkan data berupa karakteristik responden, kepatuhan pengobatan dengan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan video tentang kepatuhan pengobatan.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kepatuhan pengobatan pada pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II menggunakan media video pada responden. Hal ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media video dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien dengan Meletisus Diabetes Tipe II.
Kesimpulan: edukasi kesehatan menggunakan media video ini membuktikan bahwa hal itu dapat meningkatkan dan mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada individu yang didiagnosis dengan Diabetes Melitus Tipe II
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. R.U G4P3A0AH3 Usia Kehamilan 39 Minggu di Puskesmas Oesapa Tanggal 05 April S/D 20 Mei 2024
Latar Belakang : Penyebab langsung yang sering terjadi pada kematian Ibu adalah Perdarahan, Hipertensi dalam kehamilan dan infeksi sedangkan penyebab tidak langsungnya adalah ibu hamil yang terkena penyakit seperti tuberkulosis, malaria, penyakit jantung, anemia, malaria dan penyakit lainnya. Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny RU G4P3A0AH3 di Puskesmas Oesapa Periode 05 April S/D 20 Mei 2024. Metode : Jenis studi kasus yang digunakan adalah metode studi penelaahan kasus yang terdiri dari unit tunggal yaitu Ny.R.U. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang meliputi Observasi dan wawancara sedangkan data sekunder yang meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi.Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. R.U penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit. Simpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Efektivitas Penerapan Rebusan Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Oesapa
Latar Belakang : Diabetes Melitus Tipe II Adalah Penyakit Metabolik Kronis Yang Ditandai Dengan Peningkatan Kadar Glukosa Darah (Atau Gula Darah),Yang Seiring Waktu Menyebabkan Kerusakan Serius Pada Jantung, Pembuluh Darah, Mata, Ginjal, Dan Saraf. Yang Paling Umum Adalah Diabetes Tipe 2, Biasanya Pada Orang Dewasa, Yang Terjadi Ketika Tubuh Menjadi Resisten Terhadap Insulin Atau Tidak Menghasilkan Cukup Insulin,Daun Kelor Mengandung Antioksidan Seperti Flavonoid, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin C, Dan Juga Mengandung Selenium Yang Membantu Menururnkan Kadar Glukosa Darah. Kandungan Senyawa Flavonoid Dalam Bentuk Terpenoid Dalam Daun Kelor Sangat Efektif Dan Lebih Aman Dalam Penurunan Kadar Gula Darah. Kandungan Antioksidan Pada Daun Kelor Membantu Melindungi Tubuh Dari Kerusakan Sel-Sel Oleh Radikal Bebas.Metode:Jenis Penelitian Yang Digunakan Dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Pada Penelitian Ini Adalah Penelitian Deskriptif Dalam Bentuk Studi Kasus Yakni Penelitian Yang Berfokus Pada Efektivitas Penerapan Rebusan Daun Kelor Terhadap Penurunan Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II,Pengumpulan Data Menggunakan SOP Dan Lembar Observasi Kadar Gula Darah.Pengolahan Data Menggunakan Cara Editing, Coding,Scoring. Hasil: Hasil Penerapan Pemberian Rebusan Daun Kelor Pada Pasien Diabetes Melitus Selama 5 Hari Didapatkan Bahwa Ada Pengaruh Terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Sebelum Dan Sesudah Sesudah Di Lakukan Penerapan Pemberian Rebusan Daun Kelor Pada Pasien Diabetes Melitus.Kesimpulan:Ada Pengaruh Rebusan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Jadi Dapat Disimpulkan Bahwa Pemberian Rebusan Daun Kelor Terbukti,Rebusan Daun Kelor Efektif Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus.Dan Diharapkan Rebusan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dapat Dijadikansalah Satu Terapi Non Farmakologis Untuk Menurunkan Kadar Gula Dara
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. M.N G3P2A0AH2 di Pustu Lasiana Periode 27 Maret sampai dengan 23 April 2024
Latar Belakang: Asuhan Kebidanan adalah rangkaian kegiatan yang di dasarkan pada proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh Bidan dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan (UUD RI No.04 Tahun 2019). Asuhan Kebidanan Berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC),Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan merupakan salah satu upayanya mendukung SDG (Sustainable Development Goals) yang ketiga yakni untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua orang dari segala usia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kupang, AKI Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara tetangga dikawasan ASEAN. Pada tahun 2021, kematian ibu di Indonesia akan meningkat sebanyak 300 kasus dari tahun 2020 menjadi sekitar 4.400 kematian pada tahun 2021. Sementara itu, angka kematian anak meningkat dari 26.000 menjadi 44.000 pada tahun 2021. Angka Kematian Ibu (AKI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah 49 kasus pada tahun 2021, sedangkan angka kematian anak sebanyak 744 kasus (Dinas Kesehatan NTT, 2019). Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.M.N DI Pustu Lasiana pada tanggal 27 Maret sampai dengan 23 April 2024,dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan.
Metode Penelitian : Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny. M.N di Pustu Lasiana, teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan: Ny.M.N selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat dan konseling KB, ibu memilih memakai KB metode implant. Kesimpulan : setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dari masa kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau menerima dan mengikuti anjuran yang diberikan
Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Diabetes Melitus di RT 006/RW 003 Desa Kuaklalo Kabupaten Kupang
Pengetahuan merupakan hasil tahu dan terjadi ketika seseorang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Diabetes melitus merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang banyak di derita oleh masyarakat. Penyakit ini adalah penyakit metabolit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah karena produksi insulin yang terganggu sehingga terjadi ketidak seimbangan antara kebutuhan dan produksi insulin dalam tubuh. Tujuan : penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang penyakit DM di desa Kuaklalo RT 006/RW 003 tentang penyakit DM berdasarkan penyebab, gejala, pencegahan, dan pengobatan. Metode : penelitan ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi Jumlah dari semua masyarakat yang berdomisili di RT 006/Rw 003 di desa Kuaklalo berjumlah 50 kepala keluarga dan sampel Masyarakat yang berdomisili di Desa Kuaklalo RT 006/RW 003 menjadi subjek penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil Penelitian : Pengetahuan masyarakat tentang penyakit diabetes mellitus di desa kuaklalo RT 006/RW 003 menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat tentang penyakit diabetes melitus di kategorikan cukup 63,9 %. Berdasarkan hasil dari skor keempat sub variabel di simpulkan : bahwa “Penyakit DM“ berdasarkan Penyebab 57 % (Cukup) , Gejala 70 % (Cukup) , Pencegahan 63,8 % (Cukup) dan Pengobatan 65 % (Cukup). sehingga pengetahuan masyarakat terhadap Penyakit DM adalah cukup (63,9 %)
Implementasi Perawatan Perineum Pada Ibu Post Partum Hari Ke-1 Untuk Menurunkan Resiko Infeksi Di Ruang Nifas Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak
Latar Belakang: Persalinan dapat menyebabkan terjadinya robekan perineum, jika perawatan perineum tidak dilakukan dengan benar dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya resiko infeksi dilakukan tindakan perawatan perineum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan perawatan perineum pada ibu post partum hari ke-1 untuk menurunkan resiko terjadinya infeksi di ruang Nifas RSUD Waikabubak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penulisan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Sampel penelitian adalah 2 ibu post partum hari ke-1.
Hasil: penelitian menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan pada 2 ibu post partum hari ke-1 dapat mencegah terjadinya resiko infeksi dan meningkatkan pengetahuan tentang cara perawatan perineum yang benar. Kesimpulan: Dari penelitian ini adalah bahwa perawatan perineum dapat mencegah terjadinya resiko infeksi pada ibu post partum hari ke-1. Oleh karena itu perawatan perineum sangat penting dilakukan karena dapat menjadi salah satu cara yang digunakan mencegah terjadinya resiko infeksi kalau tidak dilakukan tindakan yang benar dapat menyebabkan komplikasi bahkan sampai kematian
Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang
Senam kaki diabetik merupakan kegiatan yang dilakukan berupa latihan jasmani dengan menggerakkan sendi dan otot kaki. Hasil Penelitian menunjukkan penggunaan koran pada senam kaki akan meningkatkan secara signifikan sensitivitas kaki pada pasien diabetes mellitus tipe 2 (p <.05), Oleh karena itu disarankan perawat untuk memberikan latihan kaki sebagai bagian dari praktik keperawatan Senam kaki diabetes merupakan jenis olah raga yang dianjurkan untuk pasien diabetes. Nilai kadar gula darah yang rendah ini menggambarkan terjadinya perbaikan nilai kadar gula darah setelah dilakukan senam kaki. Penurunan kadar gula darah menunjukkan terjadinya penurunan tingkat gangguan diabetes, karena tingkat keparahan diabetes melitus akan ditunjukkan dengan adanya kadar gula darah yang semakin tinggi, melebihi nilai ambang batas normal. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperiment dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre test and post test design. Besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 responden. Jenis sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan di analisa menggunakan uji paired T test. Pemberian senam kaki dilakukan selama 10-15 menit dalam 2 minggu berturut-turut. Sampel diberikan perlakuan selama 3 kali dalam seminggu. Kadar gula darah diukur dengan alat glukometer. Data pre test merupakan kadar gula darah pasien sebelum perlakuan (hari ke 0), dan post test adalah hasil pengukuran kadar gula darah minggu ke 2 setelah perlakuan. Hasil: Berdasarkan hasil uji paired t-test didapatkan hasil sig (2-tailed) 0,000. Nilai p<0,005 dimana H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan; hasil uji statistik membuktikan bahwa senam kaki efektif terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Oesapa Kota Kupang tahun 2024