Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG UPAYA PENCEGAHAN TUBERKULOSIS DI RT 05 / RW 02 KELURAHAN FATUKOA KECAMATAN MAULAFA KOTA KUPANG
Tuberkulosis (TB) merupakan Penyakit Infeksi yang dibabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Biasanya dapat menyerang paru tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lainnya. Penyakit ini menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara ketika mereka bersin, batuk, dan berbicara sehingga kuman terhirup dan mengakibatkan seseorang terinfeksi Tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana, Pengetahuan Masyarakat Tentang Upaya Pencegehan Tuberkulosis. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Kuota sampling yang terdiri dari 45 orang yang merupakan bagian dari kepalah keluarga. Setiap 1 orang dalam keluarga tersebut bisa menjadi responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengetahuan Masyarakat tentang Upaya Pencegahan Tuberkulosis di RT 05 / RW 02 Kelurahan Fatukoa Kecamatan Maulafa, Kota Kupang yang berpengetahuan baik memiliki 28 responden, berpengetahuan cukup 13 responden, dan berpengetahuan kurang 4 responden. Kesimpulannya presentasi Pengetahuan Masyarakat tentang Upaya Pencegahan Tuberkulosis, yang berpengetahuan baik memiliki presentasi sebesar (62,22%), berpengetahuan cukup memiliki presentasi (28,89%) dan berpengetahuan kurang memiliki presentase (8,89%)
Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di puskesmas tarus kabupaten kupang tahun 2024
Tuberkulosis paru merupakan suatau penyakit yang menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberkulosis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan bagian bawah. Tuberkulosis paru di Indonesia merupakan suatu masalah kesehatan di dunia dan termasuk penyebab kematian setelah India dan Cina. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Tarus Kabupaten kupang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan pendekatan prospektif dan menggunakan kuesioner MMAS-8. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang selama 3 bulan yaitu bulan Januari-maret tahun 2024. Jumlah responden yang diambil pada saat penelitian berjumlah 32 pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepatuhan minum obat tuberkulosis, kepatuhan sedang sebanyak 2 responden (6,25%) dan kepatuhan rendah sebanyak 30 responden (93,75%)
Profil Pengobatan Tuberkulosis (TB) di Puskesmas Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Periode Januari-Juni 2023
Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis,(M.TB) sebagian besar kuman tuberculosis menyerang paru, dan juga mengenai organ tubuh lain nya. Penyakit TB harus diperhatikan dengan baik karena dapat mengakibatkan komplikasi yang serius karena berkembangnya basil Tuberkulosis seperti Tuberkolusis pericarditis,
Tuberkulosis pneumothorax, Tuberkulosis menginitis, Tuberkulosis pencernaan, dan Tuberkulosis saluran kemih.Tuberkulosis Paru adalah suatu penyakit yang
menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Profil Pengobatan Tuberkulosis Paru di
Puskesmas Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Periode Januari-Juni 2023 berdasarkan karakteristik meliputi: Usia, jenis kelamin,golongan OAT, Kombinasi obat, lama pengobatan. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif retrospektif. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data primer yang penulis peroleh dari Buku Register di Puskesmas Tarus. Berdasarkan karakteristik usia paling banyak yang menderita TB Paru yaitu usia 30-40 tahun sebanyak 11 orang (24,44%), penderita TB Paru terbanyak pada bulan Februari dengan jumlah pasien 10 orang, penderita TB Paru di Puskesmas Tarus lebih banyak diderita oleh pasien laki-laki dengan 23 orang (51,11%),
berdasarkan pengobatan kombinasi obat RHZE 45 (100%), Pasien baru sebanyak45 orang (100%), lama pengobatan paling banyak yaitu 2 bulan dengan jumlah 45 orang (100%)
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.A.S G2P1A0AH1 Usia Kehamilan 35 Minggu 5 Hari Letak Kepala Intra Uterin Janin Tunggal Hidup Di Pustu Tenau Tanggal 31 Januari S/D 23 Maret 2024
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama yang selalu di gunakan dalam mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan secara nasional. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun2012 menunjukan bahwa AKI dan AKB Provinsi NTT sebesar 539 per 100.000 kelahiran hidup,jauh di atas rata-rata nasional sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Hasil pengkajian yang penulis lakukan pengkajian pertama pada tanggal 31 februari 2024, penulis mendapatkan data bahwa Ny. A.S Umur 28 tahun, hamil anak ke kedua, tidak pernah keguguran, jumlah anak hidup 1 orang. Usia kehamilan 35 minggu yang dihitung dari HPHT 05 Juni 2023 (Wulandari et al., 2021)Ibu melakukan pemeriksaan sebanyak 4 kali selama masa kehamilan ini, yang terdiri dari satu kali pada trimester I dan tiga kali pada trimester III. Hal tersebut tidak sesuai dengan (KEMENKES RI, 2020) yaitu kebijakan program pelayanan antenatal menetapkan frekuensi kunjungan antenatal minimal 6 kali selama masa kehamilan dua kali pada trimester I (sebelum kehamilan usia 14 minggu), minimal satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14-28 minggu), dan minimal tiga kali pada trimester III (usia kehamilan antara 28-36 minggu). Pada kasus Ny. A.S saat menimbang berat badan hasilnya adalah selama hamil meningkat 6 kg dari sebelum hamil (50 kg menjadi 56, kg) dari kunjungan pertama sampai kunjungan terakhir. Hal ini sesuai dengan teori (Lily Yulaikahah, 2019) yang menyatakan kenaikan berat badan ibu hamil sekitar 5,5 kg sampai akhir kehamilan 11-12 kg. Ternyata Ny. A.S mengalami kenaikan berat badan dalam batas normal dan tidak ada kesenjangan dengan teori. Tinggi badan Ny. A.S 149 cm hal ini sesuai dengan teori (Lily Yulaikhah, 2019) yang menyatakan tinggi badan ibu hamil terus ≥145 cm. Tinggi badan kurang dari 145 cm kemungkinan terjadi CPD (Chephalo Pelvic Disproprotion). Tujuan Penelitian : Menerapkan Asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.S G2P1A0AH1 di Pustu Tenau Kecamatan Alak Tanggal 31 Januari s/d 23 Maret 2024 dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP.
Metode Penelitian : Menggunakan metode penelaahan kasus. Subyek studi kasus yaitu Ny. A.S G2P1AOAH1 UK 35 Minggu 5 Hari di Pustu Tenau Kecamatan Alak,teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik,wawancara, pemeriksaan penunjang dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Simpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan dengan keadaan pasien baik mulai dari hamil,nifas,bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan baik
Pengendalian Persediaan Obat Dengan Metode Analisis Abc-Ven Di Puskesmas Sikumana Periode Juli-Desember 2023
Latar Belakang : Pengendalian obat yang efisien sangat menentukan keberhasilan manajemen obat di Puskesmas, persediaan obat yang terkontrol dengan baik akan menjamin ketersediaan obat yang tepat dan bermutu di Pelayanan kesehatan. Se-baliknya tanpa pengelolaan persediaan yang baik akan kerugian dan juga ketidake-fektifan pelayanan kepada pasien. Tujuan : Untuk mengetahui pengendalian persediaan obat di Puskesmas Sikumana dengan metode Analisis ABC-VEN. Metode Penelitian: Deskriptif retrospektif dengan menelusuri data persediaan dan pemakaian obat bulan Juli-Desember 2023 dan data hasil kuisioner. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis ABC pemakaian diperoleh kelompok A sebanyak 6 item obat (17,15%), kelompok B sebanyak 8 item(22,85) dan kelompok C sebanyak 21 item(60%). Berdasarkan analisis ABC nilai investasi kelompok A dengan jumlah item 6 item (17,15%), kelompok B jumlah item 8(22,85%) dan kelompok C jumlah itemnya 21(60%). Berdasarkan analisis VEN menunjukkan kelompok V sebanyak 7 item (20%) kelompok E sebanyak 21 item(60%) dan kelompok N sebanyak 7 item(20%). Berdasarkan analisis ABC-VEN kelompok AV sebanyak 1 item(16,66%), kelompok BV sebanyak 1 item(12,5%), CV 5 item (23,80%) , AE sebanyak 4 item(66,66%), BE sebanyak 6 item(75%), CE sebanyak (52,38%), AN sebanyak 1 item (16,66%), BN sebanyak 1 item(12,5%), CN sebanyak 5 item obat (23,80%). Nilai pemakaian, nilai investasi dan Vital obat(AAV) Sebanyak 11 item obat
Asuhan Kebidanan berkelanjutan pada Ny. J.N G3P2A0AH2 UK 36-37 minggu di Bidan Praktik Elim Suek periode 04 maret s/d 12 April 2024
Latar Belakang: Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) adalah asuhan yang diberikan seorang bidan terhadap klien atau pasien mulai dari masa pra konsepsi, masa kehamilan, nifas, dan Keluarga Berencana (KB). Dengan memberikan asuhan kebidanan COC dapat menyelamatkan ibu dan bayi dalam kehamilan, persalinan, dan nifas agar tidak terjadi penyulit dan komplikasi serta memberikan pelayanan KB sehingga dapat menurunkan AKI dan AKB.Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada Ny. J.N G3P2A0AH2 usia kehamilan 36-37 minggu, janin tunggal, hidup intrauteri, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik di TPBM Elim Suek periode 04 Maret S/D 12 April 2024 Metode: Metode kualitatif menggunakan studi penelaahan kasus, subjek studi kasus yaitu Ny.J.N di TPBM Elim Suek, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi.Hasil: Asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. J.N G3P2A0AH2 selama kehamilan trimester III dengan masalah sering BAK dan cepat lelah saat melakukan suatu pekerjaan dapat teratasi dengan baik, keadaan ibu dan janin sehat. Pada proses persalinan, dapat berlangsung normal tanpa ada penyulit dan komplikasi, tidak ada laserasi jalan lahir, tidak terjadi perdarahan, serta keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir langsung menangis, warna kulit kemerahan, tonus otot baik, bergerak aktif, BB 2900 gram, PB 46 cm, LK 32 cm, LD 32 cm, LP 30 cm, serta tanda-tanda vital dalam batas normal yaitu nadi 132 x/menit, pernapasan 46 x/menit, dan suhu 36,8ºC. Pada masa nifas berlangsung normal tanpa ada penyulit dan komplikasi, keadaan ibu baik, tanda-tanda vital dalam batas normal dan telah dilakukan kunjungan sebanyak 4 kali. Ibu menjadi akseptor KB Implan setelah 3 minggu pasca persalinan Simpulan: Setelah dilakukan asuhan secara berkelanjutan mulai dari kehamilan sampai pada perawatan masa nifas dan BBL berjalan normal, ibu dan bayi dalam keadaan baik. Ibu dan suami sepakat untuk menggunakan alat kontrasepsi Implan
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny F.S G3P2A0AH1 Usia Kehamilan 35 Minggu 5 Hari Di Puskesmas Oemasi Tanggal 29 Januari S/D 26 April 2024
Latar Belakang: Asuhan berkelanjutan atau komperhensif dalam kebiidanan
merupakan asuhan yang harus di berikan seorang bidan kepada pasiennya sejak
hamil hingga KB secara teratur sesuai dengan kebijakan kemenkes untuk mrnjaga
kesehatan ibu hamil, nifas, bersalin dan bayi baru lahir. Angka kematia ibu (AKI) di
provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menurut profil kesehatan NTT pada tahun 2019
berjumlah 115 kasus meningkat di tahun 2020 menjadi 152 kasus kematian, 181 kasus
tahun 2021 turun menjadi 171 kasus tahun 2022, dan turun menjadi 135 kasus di tahun
2023. Sedangkan jumlah kematian bayi (AKB) di NTT masih terus meningkat, terjadi
peningkatan sebanyak 184 kasus yaitu 955 kasus kematian bayi tahun 2021 naik menjadi
1.139 kasus tahun 2022, hingga 2023 turun menjadi 1046 kematian bayi (Dinas Kesehatan
Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2021). Hasil laporan KIA Puskesmas Oemasi yang
didapatkan penullis,tercatat bahwa pada tahun 2023 tidak terjadi kematian ibu (0,00%).
Kemudian untuk AKB dan AKBA pada tahun 2023 di Puskesmas Oemasi berjumlah 11
orang.
Tujuan : Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada Ny. F.S G3P2A0AH1
usia kehamilan 35 minggu 6 hari di puskesmas Oemasi sejak tanggal 29 Januari S/D 26
Maret 2024 . Menggunakan metode pndokumentasian 7 langkah varney dan SOAP.
Metode : Jenis studi kasus yang di laukan adalah penelaah kasus, dengan subjek kasus
yaitu Ny F.S G3P2A0AH1 umur 29 tahun usia kehamilan 35 minggu 6 hari di puskesmas
Oemasi., teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder.
Hasil : Penulis mendapatkan hasil dimana pada kehamilan ibu melakukan kunjungan atau
ANC, INC, PNC, BBL berjalan normal, tidak terdapat penyulit. Pada asuhan keluarga
berencana ibu dan suami bersepakat untuk menjarangkan kahamilan dengan kontrasepsi
suntik 3 bulan.
Kesimpulan : Asuhan yang di berikan sejak hamil, bersalin, nifas,BBL dan KB berjalan
dengan baik dan tidak ada penyulit
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny A.L Umur 21 Tahun G1P0A0 Di BPM Farida Sadik Kota Kupang Tanggal 07 Februari S/D 31 Maret 2024
Latar Belakang : Resiko tinggi adalah keadaan penyimpangan dari normal, yang
secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Salah
satu factor ibu dengan resiko tinggi yaitu jarak kehamilan yang terlalu dekat yang
dapat mengakibatkan kelahiran premature, BBLR, terjadi anemia pada ibu hamil
yang dapat mengakibatkan terjadinya perdarahan saat persalinan. Hal ini menjadi
salah satu factor meningkatnya AKI dan AKB di Indonesia. Angka kematian ibu
di NTT meningkat menjadi 181 pada tahun 2021 dan menduduki posisi ke-9
dengan jumlah AKI terbanyak tahun 2021. Kota kupang memiliki 8 kematian ibu
pada tahun 2018 dan rasio kematian ibu dilaporkan berjumlah 92,3 per 100.000
kelahiran hidup. Laporan KIA Puskesmas Oebobo yang di dapa AKI di
Puskesmas Oebobo 4 tahun terakhir tidak ada kematian ibu dan kematian bayi.
Target cakupan K1 dan K4 tahunn 2023 adalah 100% sedangkan hasil cakupan
tahun 2023 yaitu K1 100% dan K4 90%,target cakupan persalinan oleh Nakes
pada tahun 2023 yaitu 82,83%, target KF dan KN lengkap sebanyak 90% hasil
cakupan hasil cakupan KF 3 pada tahun 2021 sebanyak 83,99%,dan cakupan KN
lengkap 83,1%.
Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.A.L di
BPM Farida Sadik Tanggal 07 Februari s/d 31 Maret 2024.
Metode : Jenis studi kasus yang digunakan adalah metode studi penelitian kasus
yang terdiri dari unit tunggal yaitu Ny. A.L. pengumpulan data yang digunakan
adalah data primer yang meliputi observasi dan wawancara sedangkan data
sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi.
Hasil Pembahasan: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada
Ny.A.L penulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan
berjalan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir
berjalan normal tidak penyulit. Pada asuhan keluarga berencana ibu memilih
menggunakan metode KB sederhana yaitu MAL.
Kesimpulan : Setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu mulai
dari masa kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan
ibu mau menerima dan mengikuti anjuran yang diberika
Hubungan pengetahuan gizi ibu dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada balita (usia 0-59 bulan) di posyandu bunda 2 kelurahan oesapa barat kota kupang
Latar Belakang :Penyebab masalah gizi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung yaitu faktor makanan dan penyakit infeksi.Faktor
penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan dalam keluarga, pola asuh, perawatan kesehatan, dan sanitasi lingkunga yang kurang memadai.Keempat faktor tidak langsung
tersebut saling berkaitan dengan pendidikan, pegetahuan, penghasilan, dan keterampilan ibu.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, asupan zat gizi makro dengan status gizi balita (usia 0-59 bulan).
Metode Penelitian:Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.
Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan komputer programmicroskop excel dan program statisti SPSS. Analisis data mencangkup analisis univariat
mencari distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji statistik chi square.Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan hasil untuk pengetahuan ibu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan statu gizi balita. Untuk asupan zat gizi makro tidak terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro (energi, Lemak, dan Karbohidrat) terhadap status gizi balita, sedangkan untuk asupan zat gizi makro (protein) terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi maro dengan status gizi balita
Penerapan Pijat Laktasi Pada Ibu Post Partum Dengan Masalah Menyusui Tidak Efektif Di Puskesmas Sikumana
Latar Belakang : Masa perinatal adalah masa sejak lahirnya bayi dan lahirnya plasenta sampai organ reproduksi dalam keadaan sehat seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu. Perubahan yang terjadi pada masa nifas yaitu perubahan fisik ,involusi uteri, laktasi/pengeluaran air susu ibu, perubahan system tubuh ibu dan perubahan psikis. ASI Eksklusif adalah pemberian air susu ibu tanpa makanan tambahan apapun selama 6 bulan ,ASI Ekslusif misinya adalah memastikan bayi berhak menerima ASI ekslusif sejak lahir hingga enam bulan , berdasarkan pertumbuhan dan perkembangnya . beberapa ibu merasa kesulitan dalam menyusui karena banyak ibu yang terpengaruh oleh mitos sehingga ibu menjadi tidak yakin untuk dapat menyusui bainya. Tujuan : untuk mengetahui penerapan pijat laktasi dapat meningkatkan
produksi ASI pada ibu postpartum. Metode: penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan desain penelitian deskriptif. Hasil: penelitian di lakukan di Puskesmas Sikumana pada
tanggal 10-19 Juni 2024 Dengan 2 responden ibu postpartum yaitu Ny.Y dan Ny.T , Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat produksi asi yang di ukur menggunakan lembar observasi.sebelum dan sesudah dilakukan pijat laktasi
pada Ny.Y dengan jumlah produksi ASI 0 ( ASI tidak ada) setelah di lakukan pijat laktasi ASI meningkat 120 ml , Ny.T dengan jumlah produksi ASI 0 ( ASI tidak ada ) setelah di lakukan pijat laktasi ASI meningkat 80 ml. Kesimpulan:Pijat laktasi dapat meningkatkan Produksi ASI. Saran: bagi pasien dan keluarga dengan adanya studi kasus mengenai penerapan pijat laktasi pada ibu post partum dengan masalah menyusui tidak efektif diharapkan keluarga pasien dapat melakukan pijat laktasi dirumah minimal 2x sehari selama 15-20 menit