Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny G.A GIIPIA0AHI Di Pustu Kelapa Lima Tanggal 24 Februari S/D 05 April 2024

    No full text
    Latar Belakang: Asuhan Kebidanan adalah rangkaian kegiatan yang didasarkan pada proses pengambilan keputusan dan tindakan yang di lakukan oleh Bidan dengan wewenang dan ruang linggkup praktikya berdasarkan ilmu dan kiat Kebidanan (UUD RI No. 4 Tahun 2019). Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan merupakan salah satu upayanya mendukung SDG (Sustainable Development Goals) yang ketiga yakni untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua orang dari segala usia. Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. G.A di Pustu Kelapa Lima pada tanggal 24 Februari sampai dengan 05 April 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.G.A di Pustu Kelapa Lima teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan: Ny. G.A selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat dan konseling KB, ibu memilih memakai KB metode sederana. Simpulan: Setelah melakukan as uhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dari masa kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau menerima dan mengikuti anjuran yang diberika

    GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN SERAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN STATUS GIZI OBESITAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA

    Get PDF
    Petronela Sulastri Kelen “Gambaran Asupan Zat Gizi Makro dan Serat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Status Gizi Obesitas di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa” (Dibimbing oleh Meirina Sulastri Loaloka, SST, M.Gizi) Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh berkurangnya sekresi insulin, yaitu kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau penggunaan insulin oleh tubuh yang tidak efektif. Berdasarkan diagnosis dokter pada usia lima belas tahun atau lebih, hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus di Indonesia sebesar 2%, dan di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 0,9%. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi makro dan serat pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan status gizi obesitas di wilayah kerja puskesmas oesapa Metode Penelitian : Jenis penelitian observasional dengan dasain deskriptif dilaksanakan pada bulan april s/d mei 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accindental sammpling yaitu terdiri dari 30 responden. Data yang diambil meliputi asupan zat gizi makro dan serat Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara tiga puluh pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan status gizi obesitas, mayoritas asupan energi (70%), persentase tertinggi asupan protein (50%), persentase tertinggi asupan lemak (66,7%), persentase tertinggi asupan karbohidrat (57,7%), dan mayoritas asupan serat (76,7%) semuanya berada dalam kategori defisit berat. Kesimpulan : Gambaran asupan zat gizi makro dan serat pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan status gizi obesitas di wilayah kerja puskesmas oesapa sebagian besar berada pada kategori defisit tingkat berat

    Inventarisasi Tanaman Obat Tradisional berkhasiat antihipertensi di RT026/RW007 Kelurahan Lasiana kecamatan kelapa lima kota Kupang

    No full text
    Latar Belakang inventarisasi tanaman obat tradisional adalah pencatatan, pendaftaran dan pendataan tentang tanaman obat tradisional. Inventarisasi tanaman obat tradisional di Indonesia sangat besar manfaatnya dalam rangka mendukung penggunaan tanaman obat tradisionalsebagai pemanfaatan untuk kesehatan masyarakat melestarikan keanekaragamaan hayati yang ada di berbagai daerah.Tujuan Penelitian Mendapatkan data jumlah tanaman obat berkhasiat antihipertensi di RT026/RW007 kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kabupaten Kupang meliputi jenis tanaman (nama lokal dan nama latin), bagian tanaman, cara pengolahan, cara penggunaan, dan aturan pakai. Metode Penelitian yang di lakukan adalah penelitian deskriptif, sebanyak 90 responden yang merupakan masyarakat penderita Hipertensi diRT026/RW007 Kelurahan Lasiana. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat 13 tanaman yang digunakan untuk pengobatan Hipertensi yaitu daun afrika, daun salam, daun sambiloto, daun sirsak, jeruk nipis, daun seledri, biji kelor, daun pepaya, daun kemangi, daun kumis kucing, daun meniran, daun alpukat, dan daun kersen. Simpulan jenis tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun kumis kucing, bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun yang sebanyak 9 jenis tanaman (76,92), cara pengolahan yang paling sering digunakan adalah di rebus sebanyak 11 jenis tanaman (84,61%) dan cara penggunaan yang paling sering adalah diminum sebanyak 12 jenis tanaman (92,30%) serta aturan pakai yang sering digunakan adalah 2 kali sehari 953,84%)

    Profil Penggunaan Tanaman Obat Tradisional Untuk Pengobatan Diabetes Melitus di RT028/ RW007 Kecamatan Alak Kelurahan Namosain Kota Kupang 2024

    No full text
    Profil penggunaan tanaman obat tradisional untuk pengobatan diabetes melitus adalah pencatatan, pendaftaran dan pendataan tentang tanaman berkhasiat obat yang digunakan oleh Masyarakat kelurahan namosain kecamatan alak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data berupa: Nama tanaman, cara penggunaan, cara pengolahan, aturan pakai dan dosis. Penelitian ini bersifat survey eksploratif dimana peneliti mewawancarai masyarakat dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk memperoleh data mengenai tanaman obat untuk diabetes melitus yang didukung dengan pengambilan foto terhadap tanaman obat tersebut. Hasil dari penelitian ini diperoleh 14 tanaman berkhasiat obat diabetes melitus yang digunakan oleh masyarakat di RT 028/ RW 007 kelurahan namosain yaitu daun kersen, daun afrika, biji kelor, daun pare, lidah buaya, jahe, daun salam, kunyit, daun sirsak, daun bayam. Cara penggolahan yang paling banyak digunakan adalah direbus (85,71%), cara penggunaan yang paling banyak digunakan adalah diminum (92,86%), dosis yang paling banyak digunakan adalah satu genggam (35,71%) dan aturan pakai yang paling banyak digunakan adalah satu kali sehari (85,71%). Simpulan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat 14 nama tanaman yang digunakana. Cara pengolahan yang digunakan adalah direbus,dikunyah,dan diseduh dengan teh. Cara penggunaan yang digunakan diminum dan dikunyah. Dosis yang digunakan adalah satu genggaman tangan,tujuh lembar daun, satu rimpamg, tiga rimpang dan secukupnya. Aturan pakai yang sering adalah satu keli sehari dan dua kali sehar

    HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN PERILAKU MAKAN DENGAN STATUS KURANG ENERGI KRONIS PADA REMAJA PUTRI DI SMA KATOLIK GIOVANNI KUPANG

    Get PDF
    Abstrak Maria Yendelina Poli ” Hubungan pengetahuan gizi dan perilaku makan dengan status kekurangan energi kronis pada remaja putri di SMA Katolik Giovanni Kupang” Dibimbing oleh Asweros Umbu Zogara, SKM., MPH Latar Belakang : Pengetahuan gizi dan perilaku makan berhubungan dengan status gizi remaja putri. Pengetahuan gizi akan membantu remaja putri memahami tentang gizi, status gizi, dan interaksi antara zat gizi bagi kesehatan. Sedangkan perilaku makan memuat kebiasaan untuk mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi tiap individu dengan mengkonsumsi nutrisi secara seimbang. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan pengetahuan gizi dan perilaku makan dengan status kekurangan energi kronis Remaja Putri di SMA Katolik Giovanni Kupang. Metode Penelitian : Penelitian ini Menggunakan penelitian Kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 186 Siswi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Katolik Giovanni Kupang, pada bulan Desember 2023 sampai Maret 2024 dengan menggunakan Uji chi Square. Hasil : Hasil penelitian secara bivariat menunjukan bahwa siswi yang memiliki pengetahuan gizi dengan kategori kurang sebanyak 53 remaja ( 28%). Perilaku makan yang dimiliki siswi dengan kategori tidak sehat sebanyak 95 remaja ( 51%). Hasil analisis bivariat dengan uji chi square menunjukan adanya hubungan yang singnifikan antara perilaku makan ( P= 0.002), dan pengetahuan gizi (P= 0.396). dengan status kurang energi kronis ( KEK) pada remaja putri. Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji chi-square di dapatkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan gizi dan Perilaku makan dengan status gizi remaja putri

    HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN DAN LAMANYA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN STATUS GIZI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUD PROF. DR.W. Z JOHANNES KUPANG

    Get PDF
    Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (CKD) diartikan sebagai tantangan kesehatan yang kritis, mengingat meningkatnya prevalensi kondisi ini dan prognosisnya yang buruk. Menurut Riskesdas pada 2018, prevalensi penyakit ginjal kronis di Nusa Tenggara Timur mencapai 0,33%, sedangkan di Kota Kupang tercatat sebesar 0,35%. Berdasarkan data yang diambil dari departemen catatan medis RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang, jumlah individu yang didiagnosis dengan penyakit ginjal kronis dari Januari hingga Juni 2023 ialah 44 (Data Desain Medis RSUD Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang 2023). Tujuan Penelitian: Memahami bagaimana konsumsi energi, kadar protein, dan lamanya hemodialisis mempengaruhi status gizi individu dengan penyakit ginjal kronis di RSUD Prof Dr. W.Z. Johanes Kupang. Metode Penelitian: Penelitian ini termasuk pada kategori studi deskriptif analitik yang memakai kerangka cross-sectional. Hasil Penelitian: Konsumsi energi peserta terutama (63,2%) termasuk pada kategori Defisit Tingkat Parah. Konsumsi protein peserta sebagian besar (68,2%) termasuk pada kategori Defisit Parah. Mayoritas pasien yang menjalani hemodialisis berusia lebih dari 2 tahun, terhitung 54,5% dari sampel. Status gizi sebagian besar responden (77,3%) diklasifikasikan sebagai normal. Hasil uji Chi�square menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan diantara durasi hemodialisis dan status gizi (P=0,550). Kesimpulan: Berdasarkan temuan penelitian, Hasil uji Chi-square juga mengungkapkan tidak ada korelasi yang signifikan diantara asupan energi dan status gizi (P = 0,458) ataupun diantara asupan protein dan status gizi (P = 0,267), tidak ada korelasi yang signifikan diantara durasi hemodialisis dan status gizi (P=0,550) di diantara pasien dengan kondisi stabil kronis di RSUD Dr. W.Z. Johanes Kupang. Kata Kunci: Energi, Protein, Lama Hemodilisis dan status giz

    Standarisasi Parameter Non Spesifik Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcumae Zanthorrizae Rhizoma) Asal Kabupaten Timor Tengah Utara

    No full text
    Latar Belakang : Standarisasi perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan, serta mempertahankan konsistensi kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam simplisia maupun ekstrak. Temulawak yang berasal dari Timor Tengah Utara telah digunakan selama 17 tahun sebagai jamu sehingga perlu dilakukan standarisasi non spesifik untuk menjamin keamanan dan efikasinya. Tujuan : menetapkan parameter non spesifik dari ekstrak rimpang temulawak meliputi uji susut pengeringan, bobot jenis, kadar abu, kadar air, cemaran mikroba, cemaran kapang khamir, dan cemaran logam berat. Metode Penelitian : Ekstrak rimpang temulawak dibuat dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% hingga memperoleh ekstrak kental dengan rendemen 19,17%. Hasil : Hasil parameter non spesifik esktrak rimpang temulawak diperoleh rata-rata pada persentase susut pengeringan sebesar 1%, kadar air 9,33%, kadar abu 2%, bobot jenis 0,90 g/ml, cemaran mikroba 40 koloni/g, cemaran kapang/khamir <40 koloni/g, cemaran logam cadmium 0,04238 mg/L. Simpulan : Berdasarkan hasil dari tujuh pengujian parameter non spesifik tersebut, esktrak dinyatakan aman digunakan sebagai bahan baku obat tradisional karena stabilitas dan kualitas bahan sudah teruji memenuhi syarat yang sudah ditetapkan

    Survei Kepadatan Jentik Aedes sp. Di Tempat Perkembangbiakan Di Dalam Dan Di Luar Rumah Di Kelurahan Kelapa Lima

    No full text
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemik di seluruh wilayah tropis dan sebagian wilayah subtropis. Tujuan untuk mengetahui Tingkat kepadatan dan perkembangbiakan Aedes sp pada Tempat Penampungan Air (TPA) dan bukan Tempat Penampungan Air (non TPA) di dalam dan di luar rumah Kelurahan Kelapa Lima tahun 2024. Jenis penelitian deskriptif yaitu melakukan survey tempat perkembangbiakan area luar dalam kepadatan jentik nyamuk Aedes Sp di Kelurahan Kelapa Lima tahun 2024, variabel penelitan ini yaitu Jenis Tempat Penampungan Air (TPA) dan Jenis Non Tempat Penampungan Air (TPA), House Indeks (HI), Bretau Indeks (BI), Container indekx (CI), Kepadatan Jentik Aedes Sp (Density figure), Populasi dalam penelitian adalah 2957 rumah warga di Kelurahan Kelapa Lima, sampel dalam penelitian ini adalah 96 sampel. Analisis penelitian ini adalah data yang didapatkan dari hasil survei disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Hasil penelitian ini menunjukan jenis tempat penampungan Air (TPA) yaitu container jenis TPA lainnya 114 (44,01) dan paling sedikit yaitu container drum 8 (2,71%), bukan tempat penampungan Air (Non TPA) rumah paling banyak di temukan yaitu container jenis TPA lainnya sebanyak 124 (38,50) dan paling sedikit yaitu container bak mandi 9 (2,79%), breteau Index teringgi terdapat di RW 014 (100%) sedangkan yang terendah terdapat RW 013 (43,47%), container Indeks terdapat di RW 005 (19,35%) sedangkan yang terendah terdapat RW 006 (8,33%), House Index (HI) 44,8% density figure (DF) 6 masuk dalam kategori kepadatan tinggi, Breteau Index (BI) 80,20% density figure (DF) 7 masuk dalam kategori kepadatan tinggi dan Container index (CI) 11,09% density figure (DF) 4 masuk dalam kategori tingkat kepadatan sedang. Saran dalam penelitian ini adalah kegiatan pemberantasan sarang nyamuk DBD secara terus-menerus, menggunakan metode 3M, kegiatan Larvasida membantu mencegah penyebaran penyakit dengan mengurangi jumlah serangga pembawa penyakit, dengan mengendalikan populasi larva nyamuk, kita dapat mengurangi resiko penularan penyakit pada manusia, dan Mendaur ulang barang-barang bekas yang tidak digunakan lagi yang dapat menampung air atau di upayakan barang tersebut di amankan jangan di biarkan agar tidaak menjadi tempat perkembanng biakan jentik Aedes s

    Pola Penggunaan Antihipertensi Terhadap Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Panjang Periode Januari – Juni 2023

    No full text
    Hipertensi merupakan salah penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah Kesehatan yang sangat serius saat ini. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan peluang 7 kali lebih besar terkena stroke, 6 kali lebih besar terkena penyakit jantung kongestif, dan 3 kali lebih besar terkena serangan jantung. Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat menimbulkan gagal ginjal, penyakit jantung koroner dan menyebabkan stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antihipertensi terhadap pasien rawat jalan di Puskesmas Pasir Panjang periode Januari sampai Juni 2023 berdasarkan jenis dan penggolongan obat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif retrospektif. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data sekunderyang didapat langsung dari Puskesmas Pasir Panjang Berdasarkan jenis dan penggolongan antihipertensi didapat hasil penggunaan antihipertensi yang digunakan yaitu jenis obat Amlodipin 91,13% dan Captopril sebesar 8,87%. Sedangkan golongan yang digunakan adalah CCB sebesar 91,13% dan ACE Inhibitor sebesar 8,87%. Disimpulkan bahwa jenis antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin dan golongan obat yang paling banyak adalah CCB

    Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan Dan Buang (Dagusibu) Obat Di Rt 003/ Rw 001 Kelurahan Naimata Kota Kupang Tahun 2024

    No full text
    Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang atau DAGUSIBU adalah sebuah program pendidikan kesehatan yang diciptakan oleh Asosiasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) yang merupakan upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan masyarakat di RT 003/RW 001 Kelurahan Naimata Kota Kupang tentang DAGUSIBU obat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel non-probability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gambaran pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu Obat di RT 003/ RW 001 Kelurahan Naimata Kota Kupang yang berpengetahuan baik 12 responden, berpengetahuan cukup 28 responden dan berpengetahuan kurang 26 responden. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa gambaran pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu obat responden yang mempunyai Pengetahuan berdasarkan jenis kelamin dengan persentase paling tinggi perempuan dengan kategori cukup sebesar 24,24%, Pengetahuan berdasarkan umur dengan persentase paling tinggi umur 17-40 tahun dengan kategori kurang sebesar 28,79%, Pengetahuan berdasarkan pendidikan dengan persentase paling tinggi SMA/SMK dengan kategori kurang sebesar 22,73% dan Pengetahuan berdasarkan pekerjaan dengan persentase paling tinggi petani/pedagang dengan kategori cukup sebesar 28,79

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇