Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
POLA ASUH ORANG TUA (IBU) TENTANG CARA MEMELIHARA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA ANAK BALITA STUNTING DI KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG
Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Perawatan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan diawali dari kebersihan gigi dan mulut pada setiap individu, Kondisi kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Indonesia masih sangat Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pola asuh orang tua (ibu) tentang cara memeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies gigi pada anak balita stunting di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang memprihatinkan Metode Penelitian: ini adalah penelitian deskriptif yaitu jenis penelitian yang memberikan gambaran secara rinci, baik tentang karakteristik suatu kelompok atau individu atau tentang hubungan antara variabel-variabel tertentu. Analisa data menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil Penelitian: jenis pola asuh otoriter yang diterapkan orang tua (ibu) dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut balita stunting paling banyak berada di desa Oeletsala (kategori tinggi 100%) dengan status karies gigi sebanyak 33%. Untuk pola asuh demokratis tertinggi berada pada desa Baumata Timur (66%) dengan status karies gigi kategori sedang 25%. Sedangkan untuk pola asuh permisif tertinggi berada pada desa Baumata (66,7%) dengan status karies gigi kategori tinggi sebanyak 11%. Kesimpulan : untuk masing-masing pola asuh tertinggi Pola asuh otoriter tertinggi yang dilakukan oleh orang tua (ibu) dalam memlihara kesehatan gigi balita stunting berada pada desa Oeletsala Kecamatan Taebenu (100%). Pola asuh demokratis tertinggi yang dilakukan oleh orang tua (ibu) dalam memlihara kesehatan gigi balita stunting berada pada desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu (66%). Pola asuh permisif tertinggi yang dilakukan oleh orang tua (ibu) dalam memlihara kesehatan gigi balita stunting berada pada desa Baumata Kecamatan Taebenu (77,77%). Status karies gigi balita stunting tinggi berada pada desa Oeltua Kecamatan Taebenu (8,2%)
KEBIASAAN MENYIKAT GIGI DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA-SISWI KELS IV DAN V DI SDN BIMOKU KOTA KUPANG
Latar belakang:Kesehatan gigi pada anak umumnya di tandai dengan kondisi
kebersihan gigi dan mulut yang buruk dan dijumpai penumpukan plak yang
menempel pada permukaan gigi. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu
bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara
keseluruhan.BerdasarkanHasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 (RISKESDAS)
dengan jumlah sampel 835.256 responden untuk kelompok umur ≥ 10 tahun
menunjukkan proporsi 93,8% menyikat gigi setiap hari, dan di jumpai anak yang
menyikat gigi setiap hari saat mandi pagi atau mandi sore.Tujuan: untuk
mengetahui gambaran kebiasaan menyikat gigi dengan status kebersihan gigi dan
mulut pada siswa-siswi kelas IV dan V di SDN Bimoku Kota Kupang.Metode
penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu jenis penelitian yang
memberikan gambaran secara rinci, baik tentang karakteristik suatu kelompok
atau individu tentang hubungan antara variabel – variabel tertentu. Pada penelitian
ini peneliti ingin mendapatkan gambaran tentang kebiasaan menyikat gigi dengan
status kebersihan gigi dan mulut pada siswa – siswi kelas IV dan V di SDN
Bimoku Kota Kupang. Hasil:diketahui bahwa Kebiasaan Menyikat Gigi dengan
presentase paling tinggi yaitu buruk sebanyak 74% (37 orang ). Diketahui bahwa
Status Kebersihan Gigi dan Mulut paling tertinggi yaitu buruk sebanyak 62%
(31).Hubungan Kebiasaan Menyikat Gigi dengan Status Kebersihan Gigi dan
Mulut pada Siswa-Siswi Kelas IV dan V di SDN Bimoku Kota Kupang diketahui
bahwa Hubungan Status Kebersihan Gigi dan Mulut lebih tinggi yaitu sangat
buruk dan buruk sebanyak 46% (23orang).Kesimpulan:Kebiasaan Menyikat Gigi
dengan kriteria kurang yaitu sebanyak 37 orang (74%) .Status Kebersihan Gigi
dan Mulut paling tertinggi dengan Kriteria Buruk sebanyak 17 orang (34%).
Hubungan Kebiasaan Menyikat Gigi dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut
pada Siswa-Siswi Kelas IV dan di SDN Bimoku Kota Kupang diketahui bahwa
Status Kebersihan Gigi dan Mulut lebih tinggi dengan kriteria sangat buruk dan
buruk 23 orang (46%
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DI KAMPUS POLTEKKES KEMENKES KUPANG TAHUN 2024
Limbah cair merupakan salah satu pencemar yang mencemari lingkungan
kampus Poltekkes Kemenkes Kupang dan menjadi tempat perindukan vektor, dalam
hal ini perlu cara untuk mengelola limbah tersebut agar limbah yang dihasilkan di
Kampus Poltekkes Kemenkes Kupang tidak berdampak negatif pada lingkungan dan
segenap sivitas akademik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
deskriptif dengan menggunakan rancangan survey pada pengelolaan limbah cair di
kampus Poltekkes Kemenkes Kupang.
Variabel dalam penelitian ini ialah volume limbah cair, sumber limbah cair,
tahap penyaluran limbah cair, tahap penampungan limbah cair dan tahap pengolahan
limbah cair. Objek penelitian yaitu pengelolaan limbah cair pada 8 program studi di
kampus Poltekkes Kemenkes Kupang tahun 2024. Data diolah secara deskriptif
untuk mendapatkan gambaran pengelolaan limbah cair.
Hasil penelitian menggambarkan prodi yang menghasilkan volume limbah
cair yang paling banyak yaitu prodi D3 Keperawatan yaitu sebesar 5,02 m3
/hari, dan
prodi penghasil limbah cair paling rendah yaitu prodi Teknologi Laboratorium Medis
dengan jumlah limbah cair yang menghasilkan yaitu 2,94 m3
/hari. Pada tahapan
penyaluran limbah cair satu prodi berada pada kategori cukup dan 7 prodi lainnya
kageori baik, pada tahapan penampungan limbah cair 5 Prodi berada pada kategori
baik, dan 2 prodi lainnya berada pada kategori cukup, sedangkan untuk tahapan
pengolahan semua prodi berada pada kategori baik.
Tahapan penyaluran limbah dan penampungan limbah perlu diperbaiki,
terutama yang berkaitan dengan saluran yang tidak tertutup dan bagian lubang
penampungan yang sebagian berada dalam keadaan rusak
DUKUNGAN ORANG TUA TENTANG GOSOK GIGI SEBELUM TIDUR DENGAN KEJADIAN KARIES PADA ANAK SD GMIT BAUMATA
A. Latar Belakang: World Health Organization (2018) menyatakan bahwa
kesehatan gigi dan mulut adalah indicator utama kesehatan secara keseluruhan,
kesejahtraan, dan kualitas hidup. Tujuan Untuk mengetahui bagaimana
dukungan orang tua tentang gosok gigi sebelum tidur dengan kejadian karies
anak SD GMIT Baumata, kecamatan Taebenu, kabupaten Kupang. Metode
penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian dekskriptif yaitu metode
penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui bagaimana
Gambaran mengenai dukungan orang tua terhadap anak tentang gososk gigi
sebelum tidur dengan kejadian karies gigi pada siswa/siswi SD GMIT Baumata.
Pembahasan Hasil penelitiaan menunjukan bahwa hampir semua orang tua
siswa memiliki dukungan yang baik terhadap anak tentang menyikat gigi
sebelum tidur dengan kriteria baik sebanyak 72,09%, kriteria sedang sebanyak
16,27%, dan kriteria buruk sebanyak 11,62%. Hasil penelitian Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan di SD GMIT Baumata menunjukan bahwa
hampir semua orang tua siswa memiliki dukungan yang baik terhadap anak
tentang menyikat gigi sebelum tidur dengan kriteria baik sebanyak 72,09%,
kriteria sedang sebanyak 16,27%, dan kriteria buruk sebanyak 11,62%.
Kesimpulan Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 86 orang siswa SD
GMIT Baumata didapatkan tingkat kejadian karies gigi anak kategori baik
sebanyak 54,65%, kategori sedang sebanyak 30,23%, dan kategori buruk
sebanyak 15,11%
EFEKTIVITAS PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MENGINANG BAGI KESEHATAN GIGI PADA IBU HAMIL DI PUSTU PENFUI TIMUR
Latar Belakang kesehatan gigi dan mulut merupakan integral dari kesehatan tubuh
artinya tubuh yang sehat tidak terlepas dari memiliki gigi yang sehat. Kesehatan gigi dan
mulut menjadi suatu masalah kkesehatan yang memerlukan penanganan segerah karena
berdampak pada kondisi tubuh. Penelitian ini. Tujuan mengetahui peningkatan pengetahuan
sebelum dn sesudah dilakukan penyuluhan dengan media booklet terhadap pengetahuan
tentang bahaya menginang bagi kesehatan gigi pada ibu hamil Manfaat untuk menambah
informasi tentang bahaya mengomsumsi sirih pinang pada ibu hamil dan bekerjasama dengan
pustu terkait dan membatasi mengomsumsi sirih pinang pada ibu hamil Metode jenis
penelitian ini adalah Metode Deskriptif dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya
bertujuan untuk melihat gambaran fenomena (termasuk kesehatan) yang terjadi dalam suatu
populasi tertentu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa distribusi hasil presentase responden
sebelum penyuluhan dengan media booklet terhadap pengetahuan tentang bahaya menginang
bagi kesehatan gigi pada Ibu Hamil di Pustu Penfui Timur, yaitu terdapat kriteria buruk
sebesar 77,15%. Distribusi hasil presentase responden sesudah penyuluhan dengan media
booklet terhadap pengetahuan tentang bahaya menginang bagi kesehatan gigi pada Ibu Hamil
di Pustu Penfui Timur, yaitu terdapat kriteria baih sebesar 88,5% Kesimpulan dari penelitian
yang dilakukan pada responden tentang Pengetahuan ibu hamil di Pustu Penfui Timur
sebelum di lakukan penyuluhan termasuk dalam kriteria buruk. Hal ini karena ibu hamil di
Pustu tersebut sebelumnya tidak pernah mendapatkan edukasi tentang bahaya menginang
terhadap kesehatan gigi dan sebagian besar ibu hamil mengomsumsi sirih pinang, sehingga
ibu hamil tidak memahami tentang bahaya menginang terhadap kesehatan gigi.Pengetahuan
ibu hamil di pustu penfui timur sesudah di lakukan penyuluhan termasuk dalam kriteria baik.
Hal ini karena adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang bahaya
menginang terhadap kesehatan gigi setelah di lakukan penyuluhan dengan media booklet
GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT PADA ANAK STUNTING DI DESA PENFUI TIMUR KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi
yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak
sesuai dengan kebutuhan gizi, anak balita dengan kekurangan gizi akan lebih
mudah terkena penyakit infeksi. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada
anak balita, (dibawah lima tahun) sehingga anak terlalu pendek dibandingkan
anak seusianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah
leukosit pada anak stunting di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan desain
cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu balita penderita stunting yang
berjumlah 30, terdiri dari 16 perempuan dan 14 laki-laki. Pengambilan sampel
dilakukan secara langsung pada anak stunting dengan menggunaka spuit 1cc dan
dilakukan pemeriksaan menggunakan alat Hematologi Analyzer. Metode analisis
data menggunakan analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk table. Hasil
penelitian menunjukan bahwa jumlah leukosit normal sebanyak 20 responden
(66,7%), jumlah leukosit tinggi sebanyak 9 responden (30,0%), dan jumlah
leukosit rendah sebanyak 1 responden (3,3%). Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa jumlah leukosit pada balita penderita stunting lebih banyak
memperoleh jumlah leukosit normal
PENGETAHUAN SISWA-SISWI ANAK USIA 11-12 TAHUN TENTANG CARA MENGGOSOK GIGI YANG BAIK DAN BENAR DI SD INPRES LILIBA
Latar belakang Kehatan gigi dan mulut merupakan salah satu komponen dari
kesehatan secara umum dan juga merupakan faktor yang penting dalam
pertumbuhan normal dari anak, masalah kesehatan mulut dapat memengaruhi
perkembangan umum anak-anak, kesehatan tubuh secara umum dan juga dapat
berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Tujuan penilitian mengetahui
pengetahuan anak tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar di Sd Inpres
Liliba. Manfaat penilitian menambah pengetahuan dan pemahaman bagi siswasiswi tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar. Metode penilitian
metode yang digunakan dalam penilitian adalah metode deskritif. Hasil penilitian
pengetahuan siswa-siswi sebelum penyuluhan kriteria sedang sebesar 57,7%
sebanyak 15 responden dan pengetahuan siswa-siswi sesudah penyuluhan kriteria
sedang sebesar 26,9% sebanyak 7 responden. Kesimpulan Berdasarkan hasil
penilitian yang telah dilakukan di SD Inpres Liliba tentang pengetahuan siswa
siswi anak usia 11-12 tahun tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar
pada anak sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan phantom dan sikat
gigi, maka di simpulkan bahwa Pengetahuan siswa siswi di SD Inpres Liliba
sebelum dilakukan penyuluhan termasuk dalam kriteria sedang. Hal ini
dikarenakan siswa siswi di SD Inpres Liliba belum tahu dan memahami cara
menggosok gigi yang baik dan benar. Pengetahuan siswa siswi di SD Inpres
Liliba sesudah dilakukan penyuluhan termasuk dalam kriteria baik. Hal ini
dikarenakan adanya informasi atau penyuluhan yang dilakukan dan disampaikan
kepada siswa siswi terutama di kelas v tentang cara menggosok gigi yang baik
dan benar dan mereka menjadi tahu dan memahami cara memelihara kesehatan
gigi dan mulut
PERAN PENGASUH PANTI ASUHAN DALAM UPAYA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN KATOLIK SONAF MANEKA KELURAHAN LASIANA KUPANG,PANTI ASUHAN BHAKTI LUHUR (SUSTERAN ALMA) KELURAHAN SIKUMANA, DAN PANTI ASUHAN AISYIYAH KELURAHAN KAYU PUTIH
Latar Belakang : Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan jasmani
dan tidak dapat dipisahkan karena mempengaruhi kesehatan jasmani secara
keseluruhan. Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari upaya
meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Mulut lebih dari sekedar pintu gerbang
masuknya makanan dan minuman, fungsi mulut lebih dari itu dan hanya sedikit orang
yang menyadari betapa besarnya peran gigi dan mulut dalam kesehatan dan
kesejahteraan seseorang.
Metode Peneitian : pengambilan sampel berumah 33 pengasuh panti asuhan Katolik
Sonaf Maneka,Panti Asuhan Bhakti Luhur (Susteran Alma), Dan Panti Asuhan
Aisyiyah. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner.
Hasil Penelitian : dari 33 responden ,52 % peran pengasuh panti asuhan dalam
membimbing anak-anak masih kurang ,61 % peran pengasuh panti asuhan dalam
mengatur pola makan anak-anak baik ,70 % peran pengasuh panti asuhan dalam
mengontrol kesehatan gigi dan mulut anak-anak baik.
Kesimpulan : peran pengasuh sangat berpengaruh terhadap pemeliharaan kesehtan
gigi dan mulut anak-anak pant
SKRIPSI PENGARUH PEMBERIAN MEDIA EDUKASI KOMIK TERHADAP PENCEGAHAN DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 16 KOTA KUPANG
Latar Belakang : Dengan kemajuan ilmu teknologi berdampak pada peningkatan status
kesehatan masyarakat, namun dilapangan masih banyak masalah seperti penyakit kanker yang
menyerang masyarakat khususnya kanker payudara. Masih banyak ditemukan kalangan usia
muda (remaja putri usia 14 tahun) menderita tumor payudara, ini beresiko/berpotensi menjadi
kanker jika tidak terdeteksi lebih awal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk
mengetahui pengaruh pemberian media edukasi komik terhadap pencegahan dini kanker
payudara pada remaja putri di SMPN 16 Kota Kupang. Metode: Jenis penelitian ini
menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan pra
eksperimen dan rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre-test dan post-test.
Hasil: Hasil penelitian untuk pengetahuan telah dilakukan uji statistik dengan mengunakan uji
wilcoxon didapatkan nilai p value=0,000 < 0,05, sedangkan untuk sikap telah dilakukan uji
statistik dengan mengunakan uji wilcoxon didapatkan nilai p value=0,000<0,05, hasil ini
menunjukkan ada pengaruh pemberian media edukasi komik terhadap pencegahan dini kanker
payudara pada remaja putri di SMPN 16 Kota Kupang.
Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi komik terhadap pencegahan dini kanker
payudara pada remaja putri di SMPN 16 Kota Kupan
Penggunaan Arang Aktif Bambu Untuk Menurunkan Kesadahan Total Pada Air Sungai Liliba
Kesadahan merupakan sifat air yang disebabkan karena adanya ion-ion (kation) logam valensi dua. Kation penyebab utama dari kesadahan Ca^(++),〖 Mg〗^(++),〖 Fe〗^(++), dan Mn^(++). Kesadahan pada air sebagian besar berasal dari kontak dengan tanah dan pembentukan batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesadahan total setelah pengolahan dengan arang aktif bambu, dengan dosis 2 gram dan waktu tinggal selama 10 menit, 20 menit dan 30 menit, dan efektivitas arang aktif bambu.Jenis penelitian ini adalah penelitian experimen dengan 3 variabel yaitu Kesadahan total pada air sebelum pengolahan, kesadahan total pada air setelah pengolahan dan efektivitas arang bambu. Objek penelitian ini adalah Air Sungai Liliba Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran kesadahan total pada air Sungai Liliba sebelum pengolahan dengan arang aktif bambu adalah 254 mg/l ,setelah pengolahan dengan arang aktif bambu Pada waktu tinggal 10 menit mendapat rata-rata 243 mg/L, waktu tinggal 20 menit mendapat rata-rata 239 mg/L dan waktu tinggal 30 menit mendapat rata-rata 176 mg/L. Dan efektivitas penurunan pada waktu tinggal 30 menit yaitu sebesar 30% , waktu tinggal 20 menit adalah 10%, dan waktu tinggal 10 menit adalah 4%. Semakin lama waktu kontak dan dosis arang aktif bambu yang diberikan pada air sungai maka penurunan kesadahan total yang terjadi pada air sungai semakin menurun. Masyarakat dapat memanfaatkan arang aktif dari bambu dalam menurunkan kesadahan total pada ai