Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Kepadatan Telur Nyamuk Aedes Sp.Berdasarkan Warna Ovitrap di Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima

    No full text
    Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes sp. Kasus DBD di Puskesmas Oesapa pada tahun 2023 tercatat 25 kasus. Salah satu Wilayah Puskesmas Oesapa yang tercatat kasus paling tinggi yaitu di Kelurahan Kelapa Lima. Untuk pengendalian vektor DBD yang lebih aman, yaitu pemutusan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus pradewasa (telur dan jentik) menggunakan ovitrap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan telur nyamuk Aedes sp berdasarkan warna ovitrap di Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima. Metode penelitian yang digunakan Experimen. Variabel penelitian yaitu kepadatan telur nyamuk Aedes sp. pada ovitrap warna hitam, ovitrap warna bening, indeks ovitrap warna hitam dan bening, spesies telur nyamuk Aedes sp. yang dilakukan di RT 30/RW 13 Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima dan menentukan 10 rumah sebagai titik sampel. Data dianalisis secara deskriptif, dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan gambar. Hasil penelitian menyatakan kepadatan telur nyamuk Aedes sp terperangkap pada ovitrap warna hitam sebanyak 17,35 butir/ovitrap termasuk kriteria kepadatan tinggi. Kepadatan telur nyamuk Aedes sp terperangkap pada ovitrap warna bening sebanyak 1,8 butir/ovitrap termasuk kriteria kepadatan sedang. Persentase indeks ovitrap warna hitam sebanyak 95% kriteria obyektif sangat tinggi. Persentase indeks ovitrap warna bening sebanyak 15% kriteria obyektif rendah. Spesies telur nyamuk Aedes sp yang paling banyak ditemukan yaitu pada ovitrap warna hitam di dalam rumah dengan spesies Aedes aegypti sebanyak 206 ekor Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada masyarakat agar menggunakan ovitrap berwarna hitam sebagai pengendalian nyamuk Aedes sp terutama pada daerah endemis DBD. Ovitrap dapat dibuat sendiri dengan menggunakan barang bekas berupa cup plastik yang mudah ditemukan disetiap rumah. Kertas saring yang terdapat telur nyamuk dibakar atau dimusnakan

    Penerapan Terapi Genggam Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Bagi Pasien Stroke

    No full text
    Stroke merupakan suatu serangan otak”, sesuai dengan istilah “serangan” kejadian stroke hampir selalu tiba-tiba dengan gejala yang beragam. Salah satu gejala yang ditimbulkan adalah kelemahan otot pada bagian anggota gerak tubuh yang terkena seperti jari-jari tangan. Cara untuk meminimalkan kecacatan setelah terjadi serangan stroke adalah rehabilitas. Rehabilitasi pasien stroke salah satunya dengan terapi genggam bila karet. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi efektivitas penerapan terapi genggam bola karet terhadap kekuatan otot bagi pasien stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe studi kasus dengan penerapan terapi genggam bola karet terhadap peningkatan kekuatan otot bagi pasien stroke yang dilakukan di wilayah kerja puskemas Alak, Kota Kupang. Hasil setelah dilakukan terapi genggam bola karet terjadi peningkatan pada kedua pasien yaitu pasien I dapat menggerakkan anggota gerak yang mengalami kelemahan dengan skala kekuatan otot 5, Sedangkan pasien II dapat mampu menggenggam tetapi masih lemah, belum bisa meremas membuka dan menutup dengan skala kekuatan otot 3 sehingga dalam penelitian ini ada pengaruh terapi genggam bola karet terhadap peningkatan kekuatan otot bagi pasien stroke pasien stroke

    TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG SWAMEDIKASI DIARE PADA ANAK DI RT 006/RW 003 KELURAHAN OESAPA SELATAN KOTA KUPANG

    No full text
    Swamedikasi (Self medication) merupakan pemilihan dan penggunaan obat-obatan baik obat sintetik ataupun obat tradisional oleh seorang individu untuk mengobati penyakit atau gejala penyakit dengan menggunakan obat-obatan yang dapat dibeli secara bebas tanpa harus menggunakan resep dokter. Diare merupakan penyakit dimana jumlah tinja/feses meningkat dari biasanya dengan konsistensi tinja yang lebih berair dan terjadi setidaknya tiga kali dalam sehari. Peran seorang Ibu dalam masalah kesehatan anak adalah bagaimana seorang Ibu sebagai pembuat dan pelaksana keputusan dalam pengasuhan anak yaitu mencegah, menangani anak yang terkena penyakit, pemberian makanan, pemberian perawatan kesehatan pada anak, sehingga diharapkan Ibu dapat memberikan pencegahan dan pertolongan pertama pada anak yang terkena penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Ibu tentang swamedikasi diare pada anak meliputi pengetahuan umum tentang diare, cara pencegahan diare dan pengobatan diare. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan meneliti pengetahuan sebagai variabel independen. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 orang Ibu dengan menggunakan metode Purposive Sampling dan rumus Slovin. Hasil penelitian tingkat pengetahuan Ibu tentang swamedikasi diare pada anak di RT 006/RW 003 Kelurahan Oesapa Selatan Kota Kupang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tergolong baik (90,6%) yang meliputi pengetahuan umum diare (94%), cara pencegahan diare (92,6%) dan pengobatan diare (85,3%)

    Profil Penggunaan Obat Antipsikotik Pada Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa Di UPTD Rumah Sakit Jiwa Naimata Kota Kupang Periode Bulan Januari – Februani 2023

    No full text
    Gangguan jiwa merupakan keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan dengan persepsinya dalam kehidupan, kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain, dan kesulitan dalam menentukan sikap dirinya sendiri. Gangguan jiwa terbagi menjadi 5 macam yaitu gangguan jiwa depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, demensia dan gangguan tumbuh kembang. Skizofrenia adalah bentuk gangguan jiwa yang sering dijumpai dan multifaktorial, perkembangannya dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan serta ditandai dengan gejala positif, negatif dan defisit kognitif. Di kota Kupang lhususnya Rumah Sakit Jiwa Naimata pasien penderita skizo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis obat, dosis penggunaan obat, lama waktu penggunaan obat, dan efek samping obat. Pengambilan sampling penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data resep per pasien rawat inap periode bulan januari – februari 2023. Hasil yang diperoleh peneliti adalah Chlorpromazine merupakan obat dengan presentase penggunaan paling banyak (36,19%), sedangkan Trifluoperazine merupakan presentase obat yang paling sedikit (4,90%). Risperidone 2 mg dengan aturan pakai 2 x 1 merupakan obat dengan dosis pemberian paling banyak digunakan (19,63%). Lama waktu penggunaan obat antipsikotik maka dilihat lama waktu terlama penggunaan obat antipsikotik yaitu 6 hari, semua tergantung tingkat keparahan pasien. Berdasarkan efek samping obat antipsikotik, hasil dilapangan menunjukan bahwa tidak ditemukan laporan terjadinya efek samping obat

    GAMBARAN KADAR KREATININ DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PENKASE OELETA KOTA KUPANG

    No full text
    Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (tingginya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Penderita DM memiliki kadar gula darah yang tinggi, kondisi ini menyebabkan dinding pembuluh darah rusak, lemah dan rapuh sehingga terjadi penyumbatan yang menimbulkan komplikasi mikrovaskuler, salah satunya nefropati diabetika. Kondisi hiperglikemia juga berperan dalam pembentukan aterosklerosis. Akibatnya terjadi penyempitan lumen pembuluh darah dan penurunan kecepatan aliran darah yang menyebabkan berkurangnya suplai darah ke ginjal. Hal ini dapat menyebabkan gangguan proses filtrasi di glomelurus dan penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan meningkatnya kadar kreatinin darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas penkase oeleta kota kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diperiksa didapatkan pasien dengan kadar kreatinin darah tinggi sebanyak 9 orang (30%) dan hasil kadar kreatinin darah normal sebanyak 21 orang (70%). Berdasarkan usia kadar kreatinin tinggi ditemukan pada kelompok usia 46-55 tahun yaitu 4 orang (13%) dan pada kelompok usia 56-65 tahun yaitu 5 orang (17%). Berdasarkan jenis kelamin didapatkan hasil kadar kreatinin tinggi pada laki-laki yaitu 4 orang (13%) sedangkan perempuan yaitu 5 orang (17%). Berdasarkan lama menderita DM Tipe 2 hasil kadar kreatinin tinggi pada kelompok lama menderita 10 tahun yaitu 2 orang (7%)

    HUBUNGAN KADAR SGOT & SGPT DAN LAMA PENGOBATAN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS OESAPA

    No full text
    Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat membahayakan kesehatan. Infeksi ini terjadi akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ pernapasan paru-paru. Pengobatan penyakit tuberkulosis paru dapat dilakukan selama enam bulan dan berlangsung dalam dua tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjutan. Pada pengobatan lini pertama (utama) yang dapat menyebabkan hepatotoksisitas yang cukup tinggi, terutama obat isoniazid dan rifampisin. Kedua jenis obat ini obat yang berpotensi menyebabkan drug induced liver injury dengan istilah Antituberculosis drug-induced hepatotoxicity (ATDH) yang dapat mengakibatkan peningkatan kadar enzim SGOT dan SGPT pada hati. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar SGOT, SGPT dan lamanya pengobatan pada penderita TB Paru yang mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Oesapa. Analisis data menggunakan uji kolerasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pasien tuberkulosis paru lebih banyak terjadi pada usia produktif 15-50 tahun berjumlah 15 penderita (75%), berdasarkan jenis kelamin lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan jumlah 15 orang (75%), dan berdasarkan lama pengobatan lebih banyak terjadi pada fase lanjutan dengan jumlah 14 orang (70%). Hasil uji korelasi spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan atau bermakna antara lama pengobatan dengan kadar SGOT dan SGPT dengan nilai signifikansi sebesar 0,022 (<0,05) dengan Correlation Coefficient sebesar 0,509 atau 50,9%, yang berarti korelasi tersebut dinyatakan berkorelasi cukup dan signifikan

    Pola makan dan kebiasaan menyikat gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 8 – 11 tahun SD Negeri Manefu Kupang

    No full text
    Latar Belakang : kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan secara komprehensif karena dampaknya yang sangat luas sehingga perlu penanganan segera sebelum terlambat (Kantja., 2015). Kelompok anak sekolah dasar (usia 6-12 tahun) termasuk kelompok yang sering mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan perawatan gigi yang baik dan benar. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pola makan dengan status kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 8–11 tahun SD Negeri Manefu Kupang dan untuk Mengetahui kebiasaan menyikat gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 8–11 tahun SD Negeri Manefu Kupang. Metoda: penelitian ini menggunakan metode observasi deskriptif yaitu pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati langsung terhadap anak SD Negeri Manefu Kupang. Hasil: Analisis observasi deskriptif berdasarkan pola makan siswa SD Negeri Manefu Kupang adalah sebesar 24% dari 30 siswa dengan kriteria baik. Sedangkan hubungan pola makan dan status kebersihan gigi dan mulut siswa SD Negeri Manefu dengan kriteria bermula dari baik hingga sedang yaitu 24% -80%. Berdasarkan cara menyikat gigi siswa SD Negeri Manefu Kupang adalah 27% dari 30 siswa dengan kriteria baik, dan berdasarkan pengukuran nilai OHI-S sebesar 19% kriteria Sedang. Manakalah ubungan cara menyikat gigi dan status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) bermula dari baik hingga sedang yaitu 27% - 90%. Kesimpulan : berdasarkan analisis data dan pembahasan pada siswa SD Negeri Manefu maka dapat di simpukan bahwa presentase bardasarkan pola makan dan cara menyikat gigi serta hubungan kedua nya dengan status kebersihan gigi masuk dalam kriteria sedang sampai baik. Saran : siswa SD Negeri Manefu agar melakukan upaya pencegahan karang gigi dengan menerapkan kebiasan menyikat gigi yang baik dan benar. Minimal dua kali sehari agar tidak berdampak negatif serta melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi atau klinik gigi setiap 6 bulan sekali sehingga status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) semakin membaik. Kata Kunci : Pola makan,Cara menyikat gigi, Status kebersihan gigi dan mulu

    HUBUNGAN KADAR ALBUMIN DENGAN LAMA PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS BAKUNASE

    Get PDF
    Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Tuberkulosis dapat ditularkan dari seseorang ke orang lain apabila seorang penderita batuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar albumin dengan lama pengobatan pada pasien TB di Puskesmas Bakunase. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medik dan kuisioner, sedangkan kadar albumin diukur mengunakan alat Chemistry Analyzer..Responden dalam penelitian ini berjumlah 20 pasien Tuberkulosis. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pasien tuberkulosis terbanyak terjadi pada perempuan yaitu 11 pasien (55%), berdasarkan usia lebih banyak terjadi pada usia produktif (15-50 tahun) yaitu sebanyak 14 pasien (70%) dan berdasarkan lama pengobatan lebih banyak terjadi pada fase lanjut (3-6 bulan) yaitu sebanyak 12 pasien (60%). Kadar albumin terdapat 16 pasien (80%) memiliki kadar albumin dalam kategori normal (3,5-4,5 g/dL). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan sebagian besar pasien memiliki kadar albumin normal yang terdiri dari 16 pasien (80%) yang masing-masing 7 pasien dari fase intensif dan 9 pasien dari fase lanjutan, sedangkan pasien yang mengalami kadar albumin rendah 4 pasien (20%) yang masing-masing 1 pasien dari fase intensif dan 3 pasien dari fase lanjutan. Dari hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan atau bermakna antara kadar albumin dengan lama pengobatan

    Peran Orang Tua Dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Anak Usia sekolah Dasar SD Inpres Liliba

    No full text
    Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan segala upaya atau aktivitas seseorang dalam menjaga dan meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi dan mulutnya. Peran orang tua dalam mengasuh, mendidik, dan mendorong, serta mengawasi anak dalam merawat kebersihan gigi penting dalam mencegah terjadinya karies. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui peran orang tua dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah dasar SD Inpres Liliba. Metode Penelitian: Deskriptif dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi SD Inpres Liliba Kota Kupang dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden, serta cara pengambilan data dengan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas yaitu kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah dasar dan variabel terikat yaitu peran orang tua dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dasar tentang menyikat gigi, pengaturan pola makan, pengontrolan kesehatan gigi dan mulut. Alat ukur penelitian menggunakan lembar kuisioner. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa peran orang tua dalam menyikat gigi dengan persentase rata-rata 18,3 % kriteria baik dengan persentase 71,7 % kriteria sedang dengan persentase 10,0 % kriteria buruk, peran orang tua dalam pengaturan pola makan dengan persentase rata-rata 16.7 % kriteria baik dengan persentase 68,3 % kriteria sedang dengan persentase 15,0 % kriteria buruk dan peran orang tua dalam kontrol kesehatan gigi dan mulut anak dengan persentase rata-rata 11,7 % kriteria baik dengan persentase 68,3 % kriteria sedang dengan persentase 20,0 % kriteria buruk. Kesimpulan: Peran orang tua dalam pemeliharaan kesehatan gigi tentang menyikat gigi termasuk dalam kriteria sedang, untuk pengaturan pola makan termasuk dalam kriteria sedang, dan kontrol kesehatan gigi dan mulut anak termasuk dalam kriteria sedang

    GAMBARAN PEMERIKSAAN C-REACTIVE ROTEIN PADA PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF DI KELURAHAN TUAK DAUN MERAH RW 06/RT 022

    Get PDF
    Rokok menyebabkan kematian pada hampir setengah dari penggunanya. Di seluruh dunia, sudah tercatat hampir 6 juta kasus kematian setiap tahunnya dan angka ini diprediksi akan meningkat hingga 8 juta orang. Rokok yang dihisap mengandung berbagai macam bahan kimia berbahaya yang dapat merangsang proses inflamasi. Rokok dihasilkan dari tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustica, dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan.CRP merupakan penanda inflamasi dan salah satu protein fase akut yang disintesis di hati untuk memantau secara non-spesifik penyakit lokal maupun sistemik. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui gambaran C-Reactive Protein (CRP) pada perokok aktif dan perokok pasif di Kelurahan Tuak Daun Merah RW 06/RT 022. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode deskriptif observasional dengan metode rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prodi TLM. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode kualitatif latex aglutinasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 34 orang responden perokok aktif mempunyai CRP reaktif 6 sampel (17,7%) dan hasil non reaktif sebanyak 28 sampel (82,3%) dengan paling banyak ditemukan pada laki-laki 6 orang (17,7%) , umur 46-65 tahun (8,8%). Sedangkan pada perokok pasif menunjukkan bahwa dari 34 orang mempunyai CRP reaktif 1 sampel (3%) dan hasil non reaktif sebanyak 33 sampel (97%) ditemukan pada perempuan 1 orang (3%) , umur 26-45 tahun (3%)

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇